Sci Fi Music: Tangerine Dream – Ricochet

By: Rully Resa

Dear Om Gatot,

 
Apa kabar Om? pertama-tama ijinkan saya mengucapkan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin ya oom.. sudah lama tidak ketemu, sayang sekali cuman bisa bermaafan lewat email saja nih Om.
 
Oh iya dibawah ini saya ingin nyumbang tulisan di blog itu om.. dan saya juga lampirkan gambar pendukung untuk tulisan dibawah. semoga sesuai yaa dengan isi blog nya. 
Terima kasih Om.
 
Salam

—–

 

Beberapa waktu yang lalu saya menyaksikan sebuah film yang berjudulOblivion (2013) yang dibintangi oleh Tom Cruise. Ceritanya cukup unik (pointnya terletak pada ending). Film ini mempunyai latar belakang keadaan dunia pasca perang dengan alien. Singkatnya bergenre: (post-aplocalyptic) science fiction. Saat menonton film tersebut selain serius menyimak jalan ceritanya, kedua kuping saya ternyata juga awas mendengarkan scoring musicnya. Setelah selesai menyaksikan Oblivion dengan dipengaruhi scoring musicnya mood saya langsung terbentuk utk melanjutkan nonton film sci-fi classic. Film-film seperti Solaris (1972), Metropolis (1927),  Blade Runner (1982) menjadi santapan yang mengasikkan utk mengisi malam-malam sehabis pulang kerja.

The Movie

The Movie

Kemudian setelah puas melahap film-film tersebut mood saya lainnya juga mulai terbentuk, yaitu mood mendengarkan musik yang kental unsur sci-finya. Secara spontan ide yang pertama kali keluar adalah krautrock. Saya langsung mengarah pada Tangerine Dream, grup poinir elektronik asal Jerman dengan frontman Edgar Froese.
Sebelum terbentuknya Tangerine Dream, menurut sumber yang saya peroleh dari internet, Orientasi musik Edgar Froese adalah Rock namun Edgar Froese yang kemudian sangat terinspirasi oleh Salvador Dali ingin memasukan gaya Surrealis Dali kedalam gaya bermusiknya. Sehingga terbentuklah karakter musik Tangerine Dream yang konsisten dijalur elektronik dari awal terbentuk sampai saat ini. Walaupun taste musiknya tentu saja berbeda-beda dari jaman ke jaman.
Ricochet (1975) hanya terdiri dari 2 track yaitu Ricochet part one dan Ricochet Part two. Album ini merupakan album live pertama yang diproduksi oleh Tangerine Dream. Pada perjalanan karirnya, Tangerine Dream sering kali berganti formasi. Album Ricochet, pada banyak review, dengan formasi Edgar Froese, Peter Baumann dan Christopher Franke merupakan salah satu hasil karya diera keemasan grup ini.
Tangerine Dream

Tangerine Dream

Tangerine Dream "Ricochet"

Tangerine Dream “Ricochet”

Ricochet sendiri secara harafiah mungkin mempunyai arti dentuman/bunyi/gestur peluru yang menabrak benda keras seperti tembok. Mungkin bunyinya seperti “dum” dan “taar”. Tidak heran jika instrumen didalam album ini menghasilkan bunyi seolah-olah seperti itu (dan dilakukan berulang-ulang serta berlapis-lapis). Seperti yang sudah disinggung diatas, Ricochet sangat bernuansa Sci Fi. Multi layer rhythms dari keyboard, synthesizers, dan gitar elektrik perlahan dapat membentuk panorama luar angkasa pada imajenasi siapapun yang mendengarnya. Mood yang dibangun juga mengawang-ngawang, misterius khas film-film bergenre sci fi.
Kalau dicermati Ricochet merupakan sebuah ‘jembatan’ dari karya-karya Tangerine dream sebelum album ini dan setelahnya. Album tangerine sebelum Ricochet lebih bernuansa gloomy, dark, progresif (era 70an) dan album setelah Ricochet lebih energik, lebih berorentasi ke trance music dan elemen musik dance lainnya (era 80an).
Menyimak Ricochet tidak akan lengkap rasanya kalau tidak menyaksikan live konser Tangerine Dream di Coventry Cathedral tahun 1975. (link:http://www.youtube.com/watch?v=6EUfdxYAKXU).
Dengan berlatar belakang ornamen interior gereja yang dapat membangkitkan aura mistis abad pertengahan mendukung musik ‘luar angkasa’ yang dimainkan trio jerman ini. Video yang ditampilkan juga sudah diedit dengan memasukkan unsur psychedelic,  mungkin tujuannya agar yang menikmati dapat dengan mudah bermain-main dengan halusinasi masing-masing.
Menurut saya pribadi Krautrock bisa dibilang ‘musik trandisional ‘ dari jerman pasca perang dunia 2. Salah satu karakteristiknya adalah unsur elektronik. Teringat kutipan kata-kata Renate Knaup, pentolan Amon Düül II ketika ditanya untuk acara BBC Documentary – The Rebirth of Germany seperti ini:  “Everything else was from england, and american..we want to be international, and we’re trying very hard not to be england phonics and not to be german, so space is the only solution”.

16 Responses to “Sci Fi Music: Tangerine Dream – Ricochet”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Rully yang baik,

    Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin ya … Seoga selalu sehat.

    Terima kasih banyak atas ulasannya. Bagaimanapun juga TD adalah band yang tumbuh berkembang sesuai dengan pertumbuhan saya karena ini termasuk band jadul. Saya paling terkesan ya dengan lagu “Bent Cold Sidewalk” dari Cyclone. Saya juga heran kenapa lagu ngeprog ini dulu jaman saya kuliah di Bandung kok ya sering diputar di radio seperti Radio Oz; padahal blas gak ada popnya. Bahkan awal mula kesukaan saya kepada band ini ya dari lagu ini via radio.

    Band ini pernahh diulas tuntas oleh mas Hendrik Worotikan:
    https://gwmusic.wordpress.com/2012/12/22/tangerine-dream/

    Keep on writing ya Rully …

    Nanti kita kopdar progring di Corelli lagi ya … Mungkin tanggal 31 Agustus sekalian nunggu konfirmasi dari Gubernur Aceh, Bapak Khalil Logomotif …

    Salam progrock!

    • khalil logomotif Says:

      HAHAHAHAHA…..klw bener saya jadi gubernur..yg ngusung saya pasti dari partai nasprog, nasional progrock dan yg milihnya pasti dijamin gemblung semua..hahahaha…dan saya pasti ngga pake money politic..sbab saya pake kaset politic…hahahaha…taglinenya “Progkan!” hahaha. Amiiin deh…siapa tau bener ya! Hahaha ngaco banget mas Gatot ini. Saat ini saya lagi ngegarap rebrand kampus mas, 23 depan ada pitching sama pemkot sabang untuk city branding..mudah mudahan 30 nya kosong

  2. cosmic_eargasm Says:

    waw mantap ulasannya mas Rully.. sy jadi lebih tau banyak tentang TD ini.. “Richocet” ini sepertinya sy dulu punya kaset rekaman Apple. Tp dengerin TD via kaset nggak nikmat. apalagi kualitas rekaman Apple lbh kurang bgs dibanding Yess. Mas GW, “Cyclone” itu album mantap menurut saya.. justru TD yg album2 tahun 80 an sy nggak begitu ngikuti.. Band2 Sci-fi yg lain saya suka ada SYMPHONIC SLAM, SEVENTH WAVE, SYNERGY yg album2 awal. kalo KRAFTWERK bisa disebut pelopor genre ini nggak mas? Thanks mas GW buat link yg pernah dibahas mas Hendrik. Thanks jg buat mas Rully yg sudah mengulas TD yg jarang banget orang memperhatikan..

    (((PlayNow>SYMPHONIC SLAM_Let it Grow)))

  3. Rully Says:

    @On gatot: Oh ya.. Saya juga pernah bbrp kali mendengarkan album Cyclone tapi belum terlalu nyantol dikuping om.. Wah ditunggu nih KopDarnya. Ternyata musik prog masuk ke ranah politik nih yaa… Whehe

    @cosmic_eargasm: kalau menurut saya kraftwerk juga termasuk pelopor yg membesarkan scene krautrock mas.., mungkin krn kraftwerk muncul ke permukaan musik pop pada era 80an dan setelahnya.. Jd lebih dikenal sbg grup synth-pop? Tapi toh grup-grup di scene ini jika diperhatikan org2nya juga itu2 aja mas.. wheheh btw terima kasih mas masukannya nanti coba saya dengar rekomendasinya

  4. cosmic_eargasm Says:

    Betul mas Rully, Kraftwerk yg 80an sdh ngepop. iya jg, Krautrock itu bisa luas ya mas. Bahkan Scorpions awalnya bs dikategorikan krautrock jg. tp memang, sepertinya istilah Krautrock ini tercipta dari fanatik-nasionalis para musisi2 jerman yg radikal wkt itu. Seperti kata2 Renata nya Amon Dull II di atas ya mas(sy paling suka album “Yeti”). Tp bnyk yg menyebutkan CAN sbg pelopor genre ini. Betul nggak mas? Secara global sih kalo menurut sy, style band2 Krautrock itu, bnyk nge-jam stylenya, suasana gelap, lirik lagu rata2 menggunakan bahasa jerman. Tp belakangan, bnyk band2 70an dari Jerman walopun musiknya nggak seperti di atas bisa dikategorikan Krautrock.
    btw, ulasan mas Rully ini asyik. Selalu lain dari yg lain. Makin memperkaya tulisan di blog super gemblunk ini. Tentang Post-Rock nya tempo hari jg asyik bgt mas..

    Thanks..

    (((PlayNow>FRUMPY_Maybe it’s Useless)))

  5. cosmic_eargasm Says:

    maaf salah. harusnya
    (((PlayNow>ATLANTIS_Maybe it’s Useless))) gara2 ngetik sambil dengerin alunan suara Inga Rumpf yg seksi ini jd salah ketik hehehe

  6. Rully Says:

    @Cosmic_eargasm: Nah, waktu itu sempet baca buku krautrocksampler karya julian cope disitu dijelaskan secara eksplisit mas ttg musik ini (covernya aja diambil dari album Yeti whehe) kalau tdk salah julian cope mengatakan banyak yg salah kaprah dgn scene ini. Scorpion & birth control yg jelas kental sekali bluesnya disinggung sbg Krautrock krn berasal dr jerman. Pdhl krautrock tdk hendak mengekor pada musik populer lainnya. Disini saya setuju, bahwa krautrock harus punya identitas yg unik.

    Iya grup Can bnyk juga yg bilang pioneer scene ini tp klo menurut sy pribadi blueprint krautrock justru dibentuk oleh grup politik amon duul (yang kemudian bertransformasi menjadi amol duul ii). Tidak heran jika pada film dokumenter BBC ttg krautrock sepeti yg saya singgung pd tulisan diatas mengawali cerita ttg krautrock dimulai dengan ulasan mengenai amon duul.
    terima kasih sdh bersedia menyimak tulisan saya walopun masih sana sini belajar mendegarkan musik.

    Bagaimana menurut sepuh sepuh blog ini ditunggu masukannya.. Hehe

  7. cosmic_eargasm Says:

    mas Rully, sepertinya menarik buku itu. kelihatannya itu termasuk salah satu buku besarnya Krautrock jg. Memang, sy jg bingung, kok semua band Jerman yg 70an dikategorikan dlm genre ini..
    Walaupun saya belum pernah dengar musiknya Amon Duul, tapi sy bisa sependapat dgn mas Rully kalau yg jadi pelopornya Krautrock, soalnya banyak sedikitnya Krautrock ini terbentuk pasca perang dunia 2 yg sarat dgn politik jg.. Kraut ini jg ada di istilah dunia kepolitikan Jerman saat itu.. Walau singkat, tp bagus ulasannya mas..
    Thanks..

    :::salam proggin’:::

  8. cosmic_eargasm Says:

    Yang menarik bagi saya, transformasi awal style musik Krautrock ke musik Space rock/Sci-fi itu mas.. memang, pemakaian alat musik elektronik(salah satu ciri khas musik krautrock) ini bisa dibilang berkembang dgn pesat seiring dgn perkembangan jaman dan tehnologi jg.. Terus terang, sy yg masih bingung itu tentang “Acid Rock”. Thanks mas Rully.. ditunggu ulasan2 lainnya..

  9. Hendrik Worotikan Says:

    Hi Rully…Setelah baca tret ini ternyata saya baru sadar kalo saya belum memiliki album TD ‘Ricochet’ ini.
    Apalagi ini adalah album livenya yg pertama kali. Wah…nikmat sambil berkhayal tingkat tinggi. Hihihi…
    Walaupun komposisi nya panjang, yg terdiri dari 2 part, sama juga dgn studio album sebelumnya ‘Rubycon’ 2 part juga, tapi pasti asyik kala mendengarnya di waktu yg tepat.
    Jadi pengen punya lagi nih TD yg album album terakhirnya. Sementara beberapa waktu lalu baru dapat TD ‘Force Majeure’ dan Klaus Schulze album Audentity.
    Salam.

    • Rully Says:

      Halo Mas Hendrik atau Om Hendrik nih? whehe iya lagu2 dialbum TD biasanya panjang2 ya, saya setuju dengan Om Hendrik yang mengatakan bahwa mendengarkan TD harus diwaktu/mood yang tepat karena kalau lagi tidak mood pasti komentar yang keluar: ‘musik apa ini??!!’
      Btw, mantap sekali koleksi album Yess TD nya Om! Saya juga sempat mendengarkan Klaus Schulze, sampai saat ini yang paling kena adalah album Irrlicht dan Mirage.

      Salam.

      • Hendrik Worotikan Says:

        Aduh kebayang tua nih kalo dipanggil om. Hihihi…

        Dengan banyaknya elemen bunyi-bunyian musik elektronik yg dimainkan TD, Klaus Schulze dan lain lain, ternyata menimbulkan inspirasi juga bagi para DJ (Disc Jockey).
        Coba deh… Rully sesekali dengar album DJ Sasha ‘Involver’, ‘Airdrawndagger’, ‘Northen Exposure’ ataupun albumnya DJ John Digweed ‘Transitions’.
        Musiknya asyik disamping mereka mampu membikin ‘crowd’.

        Salam.

  10. Rully Says:

    DJ sasha sepertinya saya tidak asing nih mas.. karena kalau tdk salah dia populernya di tahun 90an (dimana saya tumbuh, whehe ) ya? Terima kasih atas rekomendasinya mungkin nanti kalo moodnya pengen dengerin musik elektronik yang ‘sudah modern’ akan coba musik tsb.

    Salam

  11. cosmic_eargasm Says:

    wah mas Hendrik ternyata ‘gaul’ juga ya sampai mengikuti dunia trance dan per DJ an. sy sendiri beberapa tau tp nggak apal kalo disuruh sebut nama. ada ‘DJ Undergound’ dr Belanda yg sy sempat dengar beberapa lagu2nya.asyik juga..jd ingat dance music, lagu2nya Gazebo, “I Like Chopin”, “Telephone Mama” dll yg bnyk diselipkan oleg para DJ2 skrng. Black Eyed Peas, band RnB modern asyik jg buat goyang hahahaha.. Jean Michel Jarre yg “Zoolook” ingat jaman breakdance hahahaha.. ada lagi, “Killing Me Softly”nya Roberta Flack jg sering dimix oleh DJ2..
    Thanks mas Rully dgn ‘Krautrock’nya dan mas Hendrik dgn ‘Acid’ nya.. Wawasan saya jadi bertambah nih.. Klaus Schulze album2nya bnyk diterbitkan di kaset Yess jg, termsk ada “Body Love”. Album sekuel nya “The Dark Side Of The Moog” asyik jg ya mas Hendrik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: