Musik Yes di Ambang Senja (1 of 10)

By: Herwinto

 

TALK….UPAYA RABIN MENTERJEMAHKAN MUSIK YES 70 AN

Apa kabar kawan kawan semua….sebagai kelanjutan serial Indahnya Musik Yes saya hadirkan kelanjutannya yaitu saya mencoba mengupas musik Yes pasca Union, saya mulai dari album Talk dimana album ini merupakan salah satu album Yes yang banyak dipuji oleh penggemar Yes era lama maupun era baru. Pada saat tur Union Trevor Rabin mau tidak mau harus sering membawakan lagu lagu Yes lama karena untuk konser setlist yang dibawakan Yes tetap harus membawakan nomor nomor lama andalannya, ini bahkan berlaku sejak album 90125 meskipun dalam porsi yang lebih sedikit, namun dalam tur Union ini justru nomor nomor Yes lama dibawakan dalam porsi yang lebih banyak sehingga kebiasaan Rabin memainkan nomor nomor Yes klasic ini telah mempengaruhi jiwa dan pemikirannya, tanpa disengaja si Rabin ini mulai menjiwai, menikmati dan bahkan mengagumi nomor nomor klasik Yes, bagaimana tidak lha wong saya yang gak paham nada dan musik saja bisa benar benar menikmati apalagi musisi sekelas Trevor Rabin yang sangat paham nada dan irama, nah ketika sukses Union ini tak bisa menjadi sarana mempertahankan formasi terbukti dengan hengkangnya Howe, Bruford dan Wakeman maka formasi kembali ke era 90125 dan Rabin rupanya terobsesi ingin mengulang kejayaan 90125 lewat karya segar mereka Talk.

Namun waktunya tidak tepat…jika 90125 dirilis di era gelombang rock dan new wave melanda dunia sehingga 90125 pun menuai sukses di pasaran, maka Talk ini dirilis di era dance music sehingga praktis Talk ini gagal secara komersial, meskipun menurut saya pribadi album ini benar benar bagus, bahkan lebih bagus dari Fly From Here, album ini sangat pas bila dijadikan sebagai rendezvousnya 90125, perhatikan lagu lagu macam Iam Waiting, Walls, State of Play, Where Will You Be dan tentu saja nomor epic Endless Dream yang sangat menawan…perpaduan musik Yes lama yang rumit dan klasik diramu dengan musik 90125 yang modern dan menghentak telah melahirkan karya Talk yang sangat indah terdengar di telinga….inilah upaya Rabin menterjemahkan musik Yes lama yang dikemas secara modern dan beraroma 90125, bagi saya sebagai penggemar Yes lama mendengarkan Talk ini serasa mendapat suntikan darah segar, energi baru dan nuansa yang lebih kompromis namun tetap terasa kegagahan, kemegahan dan keagungan masa silam….Salam!!!!

Foto0544

13 Responses to “Musik Yes di Ambang Senja (1 of 10)”

  1. KOH WIN Says:

    Ha ha ha ha trimakasih mas G cuepeeet sekali……wah persaan saya tadi nulisnya 1 of 5 kok jadi 1 of 10 wah gawaatttt!!!!!

    • Gatot Widayanto Says:

      Ha ha ha ha ….Dilarang protes! Itu sengaja saya rubah karena saya kan tahu kapasitas Koh Win bisa membuat 10 tulisan berseri … ha ha ha ha … Ini namanya ilmu motivasi Koh Win … ha ha ha ha ha ha …. Anda Bisa Bila Anda Yakin Anda Bisa …!!! Begitu kata Norman Vincent Peale ….ha ha ha ha ha ….

      • Hendrik Worotikan Says:

        Saya ikut ketawa baca komen diatas. Rupanya Mas G suka iseng juga ngerjain Koh Win.
        Sementara Koh Win nya pasrah. Hihihi…

      • Gatot Widayanto Says:

        Ha ha ha ha … Saya bukan ngerjain lho mas Hendrik … Saya coba membuat kawan saya yang baik hati ini (semua orang yang telah bertatap muka dengan beliau selalu bilang bah beliau ini “sangat baik hati”) berbahagia karena diberi kepercayaan menuangkan kegembiraannya dan kecintaannya terhadap musik Yes diekspresikan secara wajar …. Baru gak wajar kalau saya buat (1 of 100) ….#meski hal tersebut sangat mungkin bagi seorang Koh Win ….#

        *”Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”*

        *Gatot Widayanto*

    • Gatot Widayanto Says:

      Koh Win…

      Meski musiknya beda, saya suka banget album TALK ini. Sungguh …musiknya rancak banget. Makanya saya kasih empat bintang (Excellent) buat album ini …masiyo ora ono Steve Howe ….

      http://www.progarchives.com/Review.asp?id=44545

      *”Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”*

      *Gatot Widayanto*

  2. cosmic_eargasm Says:

    Mas Herwinto, sy suka lagu di track terakhir album “Talk”, lupa judulnya. Album Yes yg satu ini nggak terlalu kentara kalau ini albumnya band symphonic prog legendaris. disain nya terlalu minimalis dan logo font Yes nya nggak ada. Mungkin buat menarik generasi muda pecinta prog ya mas? Lain halnya dgn “Open Your Eyes” yg jelas2 memajang logo font Yes gede2. Mungkin Steve Howe sdh balik lg.. Mengingatkan pd kover art nya “Close to The Edge” tp yg ini lbh simpel. “Fly From Here” secara musikalitas bgs, IMHO, jd mirip ASIA yg baru.. font Yes nya keren, didisain seperti ular, tp kover art nya Dean malah lebih simpel bikinnya. saya suka yg The Ladder mas. Union jg suka. pertemuan 2 generasi Yes. lagu “Lift Me Up” asik bgt menurut sy.. 90125 jg dahsyat kalo menurut saya..Big generator sedang2 saja, sama seperti Talk dan Open Your Eyes.
    Thanks mas Herwinto..

    :::salam proggin’:::

  3. KOH WIN Says:

    Mas Cosmic lagu terakhirnya adalah lagu andalan album ini yaitu Endless Dream… lagu yang berupa sebuah epic terdiri dari 3 segment yaitu Silent Spring, Talk dan Endless Dream sekitar 16 menit inilah upaya Yes Rabin untuk menyajikan lagu Yes dengan format lama berupa lagu epic, dari awal album lagu Iam Calling sudah nampak sekali Yes berusaha menyajikan aroma kerumitannya, coba simak permainan hammond Tony Kaye di pertengahan dan akhir lagu yang berpadu dengan gitar Rabin seperti mengajak kita mengingat Fragile ataupun Yes Album, pada Endless Dream jelas kita dimanjakan dengan permainan musik yang berubah ubah seperti ciri khas Yes lama…menyenangkan sekali….untuk logo biar yang berkompeten berkomentar…monggo mas Khalil dikomentari logonya Talk…

    • khalil logomotif Says:

      Bisa aja Koh Win ini. Saya terpaksa talk “No” untuk logo yes versi peter max ini. Klw mau dibilang modern atau canggih..juga ngga begitu begitu amat…ditahun yg sama, banyak cover art lain yg pakai komputer dan canggih canggih (ngga pake komputer aja udah canggih bnget). Klw saya ngga salah, PM juga neken in namanya dibawah gambarnya…..
      Klw mau dilihat dr kputusan brand strateginya…tindakan mereka itu nekat banget…mengkriet another yes…(shingga harus tanya: ini yes yg mana?) Rabbin mengarahkan yes untuk konvergen…padahal yes itu disukai karena mereka differgen. Toh akhirnya mereka kembali ke brand yg awal..yg sudah susah payah dibangun dan dicintai penggemarnya.
      Musiknya? Beberapa saya suka…tp tidak sesuka the real yes.

  4. Rizki Says:

    Saya selalu menunggu ulasan YES oleh Mas Herwinto krn analisa dan opininya ok banget,dan mmg sy juga pengagum band tsb.

    Dari design logo dan cover albumnya, terlihat bahwa YES ingin menunjukan dirinya sebagai band yang lebih modern. Seperti semua album YES, opini ttg album ini “mixed” – yang pernah saya liat interview di youtube, Chris/Alan White merasa tidak senang krn terlalu menggunakan technology sehingga tdk jelas apakah pd hasil akhirnya yang muncul permainan mereka atau rekayasa technology.

    Ditunggu Mas ulasan 2 sampai 10🙂

  5. cosmic_eargasm Says:

    iya mas Herwinto, Endless Dream yg terdiri dr 3 bagian. keren bgt itu. Sy jg sdh lama nggak nyetel Yes. Talk sy msh nyimpan kasetnya, nanti sy simak lg mas. Gara2 blog super gemblunk ini, naluri perkasetan sy jd terkuak kembali.. apalagi tret Yes yg diulas secara spesial oleh spesialist Yes ini..
    Betul mas, mslh logo, memang mas Khalil yg jitu menganalogikannya..
    Mas Rizki, thanks infonya. Iya, semenjak Rabin jd gitaris Yes, bnyk mengadaptasi tehnologi2, loop2 dsb..
    Kalo band CIRCA, band bentukan Chris Squire gmn menurut mas Herwinto, mas Rizki dan mas GW? Kalo menurut sy, seperti mengulang kejayaan Yes era Rabin.
    Thanks..

    :::salam proggin’:::

  6. apec Says:

    Koh Win,Dari kaset inilah hati dan telinga saya tyergerak untuk menyukai musik Yes, walaupun lagu Yes yg pertama saya kenal adalah Owner of a lonely heart,, Lagu I am waiting lah yg membuat jatuh cinta, demikian juga telinga istri saya. Dia menyukai Yes gara2 lagu I am waiting dan Silent Spring. Dulu cari kaset ini sulit sekali karena sepertinya tdk dicetak banyak disini

  7. hippienov Says:

    Seneng banget saat baca album talk dibahas,apalagi oleh mas Herwinto, salah seorang dgn begawan Yes di blog ini..
    Album talk adalah legacy dari Rabin yg paling bagus u/ Yes.dibanding open your eyer yg amit2 gak enak itu,talk sangat jauh lebih bagus.Rabin sepertinya mencoba meramu unsur “prog” klasik Yes dgn modern n digital technology of music.
    Entah kenapa kemudian dia n Kaye memutuskan keluar dari Yes.
    Tuobz mas ulasannya..keren pooll…ditunggu yg berikutnya ya🙂

  8. cosmic_eargasm Says:

    Asyik sekali komen dr mas Khalil yg memang saya tunggu2.. Thanks mas Khalil

    Mas Apec, sepertinya kaset Yes-talk ini dulu bnyk dijual di toko2 kaset. Memang, setau saya 2 kali cetak. yg pertama import dr Singapore(dijual dgn harga yg sama), yg ke dua baru dr Indonesia. Kaset sy yg Singapore, malah pitanya jamuran semua nih..
    Surabaya termasuk bgs jg distribusi kasetnya, sy dulu malah pernah dpt kaset SPOCK’S BEARD album pertamanya, “The Light”, yg setau sy dikota manapun nggak ada yg jual. nggak tau kalo di jakarta ada. Pernah jg dpt beberapa kaset import murah, segel dan baru di Delta Plaza. seingat sy dl dpt Mike Oldfield, Jean Luc Ponty, Roxy Music dll..sekitar tahun 2000 kalo nggak salah wkt itu mas..

    (((PlayNow>YES_Sweetness))

    :::salam djadoel:::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: