A Tale of Two Drummers

By: Rizki Hasan

Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis kembali artikel tentang para drummer favorit saya. Berbagai kesibukan telah membuat saya terus menundanya hingga minggu lalu ketika saya menemukan kaset Bill Bruford terbitan YESS di kios Ferry.  Meskipun sebenarnya saya sudah memiliki rekaman Bill Bruford tersebut dalam bentuk PH, saya tetap mengambilnya karena sesuai anjuran teman teman di blog ini, setiap terbitan YESS wajib untuk dimiliki. Berkat kaset tersebut, keinginan untuk menyelesaikan tulisan ini kembali muncul, apalagi mengingat Bill Bruford belum sempat saya bahas di artikel A Review of Drummers yang lalu.  Oleh karenanya, tulisan ini dapat dianggap sebagai pelengkap dari artikel lama tersebut.  Saya juga kembali menulis sedikit tentang drummer Terry Bozzio dengan maksud yang sama, disamping terkait dengan artikel yang akan saya tulis berikutnya.

Introduction

Bill Bruford dan Terry Bozzio, keduanya adalah drummer legendaris yang telah berusia diatas 60 tahun. Kedua drummer ini mempunyai latar belakang dan style permainan yang berbeda.  Bill berasal dari Inggris dan adalah seorang jazzer, sementara Terry berasal dari Amerika Serikat dan mempunyai gaya permainan rock.  Meskipun terdapat perbedaan yang sangat jelas, yang menarik buat saya adalah bahwa mereka mempunyai banyak persamaan.

Persamaan utama dari kedua drummer ini adalah mereka pernah bermain dan menjadi anggota di band legendaris UK (Bill di tahun 1977-1978, dan Terry di tahun 1978-1979).  Beberapa persamaan lain dapat diringkas sebagai berikut:

  • Keduanya merupakan drummer yang kreatif dan melakukan berbagai innovasi, diantaranya menjadikan drum sebagai instrument utama (bukan sebagai pengiring) seperti halnya piano, serta banyak menciptakan musik berdasarkan ritme dan melody dari drums/perkusi.
  • Aktif dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keberadaan drum, termasuk sering melakukan klinik drum atau konser khusus drums.
  • Bermain drum dan perkusi secara akustik dan elektronik.
  • Mempunyai karir solo dan banyak terlibat dari segala aspek musik dari mengarang lagu serta memproduksi album rekaman audio/video.
  • Pernah bermain dengan beberapa musisi yang sama dalam perjalanan karirnya masing-masing.  Berikut ini adalah daftar musisi tersebut (berikut band/album yang terkait):

Musisi

Bill Bruford

Terry Bozzio

John Wetton

King Crimson, UK

UK

Eddie Jobson

King Crimson

Frank Zappa, UK

Adrian Belew

King Crimson

Frank Zappa

Allan Holdsworth

UK, Bruford

HoBoLeMa

Tony Levin

King Crimson, ABWH, B.L.U.E.

Black Light Syndrome, HoBoLeMa

Pat Mastelloto

King Crimson

BoMo, HoBoLeMa

Chad Wackerman

World Drummers Ensemble

D2

David Torn

David Torn “Cloud Mercury”

Mark Isham “Castalia”, Polytown

Mick Karn

David Torn “Cloud Mercury”

Polytown

Mark Isham

David Torn “Cloud Mercury”

Mark Isham S/T & “Castalia”, Group 87

Buddy Rich Band

Burning for Buddy

Buddy Rick Memorial Concert 2008

  • Pernah bermain dengan berbagai formasi band dari duo hingga orkestra:

Formasi Band

Bill Bruford

Terry Bozzio

Duo

Moraz Bruford, Bruford Borstlap

D2, Bozzio Sheehan, BoMo

Trio

King Crimson, Bruford with Ralph Towner and Eddie Gomez, Kazumi Watanabe’s  “Spice of Life”

Black Light Syndrome, Bozzio Preinfalk Machacek, Jeff Beck’s Guitar Shop, Polytown, UK

Quartet

King Crimson, B.L.U.E

Vai, The Knack, Lonely Bears, Group 87

Quintuplet

Yes, ABWH

Missing Persons

Six and beyond

King Crimson, Genesis, Yes Union,

Yes Symphonic Live

Frank Zappa Band, Brecker Brothers Band, Live with Tosca Strings Quartet, Chamber Works with Metropole Orchestra

 

Part I: Bill Bruford

Saya yakin semua penggemar musik progressive rock mengenal drummer ini, karena dia memang mempunyai CV yang mungkin paling mengesankan – Yes, King Crimson, UK, dan Genesis adalah band-band kelas supergroup dimana dia pernah bergabung. Kemudian ditambah dengan album solonya yang menjadi favorit banyak orang serta keterlibatannya di beberapa band beraliran Jazz Rock seperti Gong, National Health dan Brand X.  Bill juga terkenal karena permainan drumnya yang banyak menggunakan odd meter serta bunyi suara drum yang khas (terutama suara snare drumnya) dan juga berbagai kreativitas seperti menggabungkan drum akustik dan drum elektronik dalam permainannya (Bill merupakan salah satu pengguna Simmons Eletronic Drum yang paling aktif). Dari salah satu media, Terry pernah menyebutkan bahwa Bill Bruford adalah musisi yang telah membuka matanya untuk mengembangkan style sendiri.

Saya sendiri mendengar Bill pertama kali di awal tahun 80an yaitu melalui album YES “Fragile” dan album solonya yang berjudul “One of A Kind” (kaset rekaman Private Collection).

Meskipun menjadi penggemar, koleksi saya masih jauh dari lengkap.  Dilihat dari jumlah rekaman audio dan video yang pernah dilakukan oleh Bill (sekitar 75), koleksi saya baru mencapai 20% (bandingkan dengan koleksi Terry Bozzio yang kini sudah mencapai sekitar 80% dari 120 rekaman audio/video).  Diluar YES, King Crimson dan UK, koleksi Bill yang saya miliki adalah:

  • Bill Bruford “Master Strokes” – Berisikan kompilasi lagu-lagu dari album solon dan proyek musiknya dari tahun 1978 – 1985, CD ini paling tidak bisa sedikit mengurangi ketidak lengkapan koleksi saya.  Sebanyak tujuh lagu diambil dari album “One of A Kind” yang mungkin merupakan albumnya yang paling terkenal, dan sebanyak 1-3 lagu diambil dari setiap albumnya yang lain, termasuk album bersama Patrick Moraz.   Salah satu yang paling asyik dalam mendengarkan lagu-lagu Bruford adalah permainan bass Jeff Berlin dan gitar Allan Holdsworth yang keduanya luar biasa – Two Thumbs up.
  • Moraz-Bruford “Music for Piano and Drums” dan “Flag”.  Album ini unik – tidak pernah disangka kedua musisi ex Yes akan bergabung dan berani menampilkan sesuatu yang berbeda yaitu musik eksperimental/jazz dengan piano dan drums saja (ditambah keyboard dan electronic pada album kedua) ditengah masa musik new wave dan heavy metal sedang merajalela.  Album ini juga menghasilkan musik yang kreatif  – musik yang dimainkan penuh dengan solo piano dan mengandung banyak melody yang menarik, serta didukung dengan permainan drum bergaya jazz yang cantik. Beberapa lagu yang menjadi favorit adalah Children’s Concerto, Galatea, Hazy, Everything You Heard It’s True, Split Seconds, dan Flags.  Di album kedua, Bill berkesempatan memainkan satu musik solo drum berjudul The Drum Also Waltzes, karangan drummer legendaris Max Roach.  Selanjutnya, album ini buat saya, memorable – pertama, karena saya mendapatkannya secara tidak sengaja.  Ketika saya sedang berada di salah satu toko musik, album tersebut sedang diputar dan membuat saya langsung tertarik untuk mengetahui siapa artist yang memainkannya.  Pada waktu itu lagu yang diputar adalah Children’s Concerto. Kedua, karena saya pernah melihat pertunjukan duo ini secara langsung di tahun 1985 di Arcadia Theater, Dallas – One of the best concerts I’ve seen.  Sebagai informasi tambahan, mengenai kaset YESS yang saya beli diatas, meskipun berjudul sama dengan album yang pertama, ternyata isi sebenarnya adalah kompilasi lagu dari dua album proyek tersebut dan didominasi oleh lagu-lagu dari album yang kedua (8 dari 13 lagu).
  • Bill Bruford with Ralph Towner and Eddie Gomez “If Summer Had its Ghosts”.  Menurut saya album ini merupakan salah satu karya musik Bill yang terbaik – wajib dimiliki terutama untuk para penggemar musik jazz.  Menampilkan sebelas lagu yang penuh dengan nada dan permainan solo yang enak, sembilan merupakan karangan Bill, termasuk satu musik solo drum berjudul Some Other Time yang dikarangnya bersama drummer legendaris lainnya, Joe Morello. Musisi yang bermain di album ini luar biasa permainannya – Eddie Gomez merupakan bassist yang sudah lama malang melintang di dunia musik jazz, termasuk bermain dengan musisi jazz terkenal seperti Bill Evans dan Chick Corea (album Friends, Mad Hatter). Sementara Ralph Towner adalah multi-instrumentalist yang dalam album ini memainkan dengan indahnya, gitar classical, piano dan keyboards.
  • Bruford “Rock Goes To College” (DVD) – Merupakan rekaman video dari konser band Bruford (ditambah Annette Peacock pada vokal) yang berlangsung di Oxford Polytechnic, Inggris di tahun 1979.  Konser tersebut menampilkan sebanyak delapan lagu, empat lagu dari album “Feels Good To Me” dan empat lagu dari “One of A Kind”, termasuk lagu favorit saya, Forever Until Sunday.
  • Drum Nation Volume One – CD ini dibuat oleh perusahaan rekaman Magna Carta bekerja sama dengan majalah Modern Drummer, dan berisi karya musik dari para drummer terkenal. Bill bermain satu lagu – Beelzebub (dari album solo pertama) yang dimainkan secara akustik bersama bandnya Earthworks.
  • Chris Squire “Fish Out of Water” – Merupakan album favorit saya. Permainan Bill dan Chris merupakan perpaduan yang serasi – mengingatkan kembali bagaimana kuatnya permainan mereka yang saling mendukung ketika masih bersama di Yes.
Gambar 1: Sebagian koleksi rekaman Bill Bruford

Gambar 1: Sebagian koleksi rekaman Bill Bruford

Selain karena permainan drumnya serta musik yang dimainkan, saya juga mengagumi Bill karena keputusannya untuk pindah dari Yes ke King Crimson. Entah apa yang sebenarnya menjadi sumber keputusan tersebut, namun merupakan keputusan yang sangat berani mengingat Yes pada saat itu sedang berjaya, sementara dengan King Crimson dia harus memulai lagi terutama karena perubahan arah musik yang dilakukan oleh pentolan band tersebut, Robert Fripp, dan cenderung lebih eksperimental.  Keputusan ini telah menjadi salah satu inspirasi dalam hidup saya – janganlah terlena pada satu kesuksesan dan jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru atau memulai lagi agar bisa melangkah lebih maju.

Part II: Terry Bozzio

Seperti yang pernah saya tulis di artikel terdahulu, pertama kali saya mengetahui dan mendengar drummer ini adalah melalui album Danger Money milik band UK. Permainannya yang penuh energi dan complex terutama pada lagu The Only Thing She Needs telah memikat saya dan mungkin juga penggemar musik lainnya.  Pada saat itu, pengetahuan tentangnya sangat minim, bahkan saya tidak menyadari bahwa dia sebelumnya bermain di band Frank Zappa.  Baru setelah band berikutnya, Missing Persons (band new wave di tahun 1982), saya mulai menyusuri latar belakang serta mengikuti perkembangan karir musiknya, termasuk berupaya untuk terus mengumpulkan seluruh rekaman audio dan video yang pernah dibuatnya.

Seperti halnya Bill, Terry adalah salah satu drummer yang mempunyai dedikasi tinggi untuk mengembangkan serta mempromosikan instrument drum. Hal ini termasuk secara aktif melakukan solo konser maupun klinik drum, serta juga menerbitkan rekaman audio video yang isinya hanya musik yang dihasilkan oleh drum dan perkusi:

  • Solo Drum Music I
  • Solo Drum Music II
  • Solos & Duets (dengan Chad Wackerman)
  • Alternatives Dues vol 1& 2 (dengan Chad Wackerman)
  • D2 Duets (dengan Chad Wackerman)
  • Melodic Drumming & the Ostinato
  • Live Performance & Seminar
  • Live in Japan
  • Musical Solo Drumming
  • Bozzio Mastelloto (BoMo)

Sejalan dengan perkembangan musik dan cara bermainnya, Terry juga terus melakukan innovasi dan variasi dalam set-up drumnya.  Dari segi ukuran, mungkin set-up drumnya adalah yang terbesar di dunia, terdiri dari 8 bass drums, lebih dari 20 tom dan cymbal, di tambah dengan berbagai perkusi, gong, dan electronic.  Dari sisi jumlah, Terry juga memiliki jumlah drum set atau peralatan perkusi yang bervariasi dan banyak, dipakai sesuai dengan situasi dan kondisi.

Gambar 2: Sebagian koleksi album solo drum musik Terry Bozzio

Gambar 2: Sebagian koleksi album solo drum musik Terry Bozzio

Saya tidak pernah menyangka dapat berjumpa dan melihat drummer idola saya ini secara langsung sebanyak empat kali.  Kesempatan yang pertama adalah menonton klinik drumnya di Dallas Texas di tahun 1986/1987 ketika saya masih di kuliah.  Kesempatan yang lain adalah ketika menonton solo konsernya di tahun 2012 serta konser reuni band UK di tahun 2012 dan 2013.  Dari semua kesempatan tersebut, solo konser di Jepang mungkin yang paling berkesan karena saya mendapat waktu yang lebih banyak untuk berbincang dengannya disamping mengagumi teknik permainan serta set-up drumnya yang unik.

Ringkasan dari konser tersebut adalah sebagai berikut:

  • Merupakan bagian dari turnya yang meliputi kota Osaka, Nagoya dan Tokyo.
  • Saya menontonnya di kota Nagoya yang berjarak sekitar 2 jam dengan kereta api cepat dari Tokyo, di tempat pertunjukan bernama Bottom Line.  Tempat pertunjukan ini sangat mudah dicapai karena lokasinya yang bersebelahan dengan jalan keluar terminal subway di kota tersebut di daerah Imaike
  • Drum set yang dipakai dalam konser ini tergolong besar, terdiri dari delapan bass drums, tom dan cymbal yang banyak serta berbagai perkusi tradisional, beberapa diantaranya mirip dengan perkusi asal Indonesia.
  • Pertunjukan ini mirip sekali dengan klinik drum karena hanya menyajikan permainan drum dan tersedia waktu diskusi.
  • Dibandingkan dengan klinik drum tahun 1987, permainan Terry pada konser solo drum ini lebih bervariasi dan lebih lengkap layaknya memainkan lagu, dan juga meliputi lima elemen musik – rhythm, dynamic, orchestra, melody, dan harmony.  Permainannya juga lebih detail, mirip mini orkestra,  membunyikan semua instrument yang tersedia.
  • Yang masih saya rasakan sama adalah tenaga dan kecepatannya dalam bermain. Selain itu, beberapa teknik permain yang menjadi ciri khasnya tetap digunakan seperti memainkan secara bergantian snare dan cymbal dan juga teknik bermain double bass drum.
  • Salah satu hal yang menarik dari konser ini adalah drum set diposisikan ala konser Yes In the Round yaitu ditengah ruangan dan dikelilingi kursi penonton, termasuk special seat berjumlah 40 kursi yang berlokasi tepat di belakang drum set dan ditujukan kepada penonton yang ingin melihat permainan TB secara lebih detail. Meskipun awalnya saya sangat tertarik untuk duduk di special seat tersebut, akhirnya saya putuskan untuk duduk dibarisan pertama didepan dan mendekati posisi hi-hat di kiri drums set. Yang juga menarik adalah meskipun sudah duduk paling depan, dan solo drum yang dimainkan penuh energi, suara yang keluar tidak mengganggu pendengaran.
  • Konser berlangsung sekitar dua jam, terdiri dari dua solo drums (pertama selama 50 menit dan yang kedua sekitar 25 menit), 30 menit waktu diskusi/tanya jawab dan 15 menit waktu intermesso.  Di solo set ke dua, Terry bermain salah lagunya yang terkenal dikalangan para drummer berjudul Klangfarben Melodie.
  • Di waktu diskusi/tanya jawab, Terry banyak memberikan tips positif, yang saya catat adalah (1) Setiap individu disarankan untuk menjadi dirinya sendiri dan sebisa mungkin untuk membuat style sendiri yang akan membuatnya lebih menarik. (2) Kesuksesan atau suatu keahlian dapat diperoleh dengan cara bertahap dan melalui proses. Semua hal dapat dipelajari, hanya dibutuhkan kesabaran dan keinginan untuk menjalankannya secara step-by-step dari dasar.
Gambar 3: Konser solo musik drum Terry Bozzio

Gambar 3: Konser solo musik drum Terry Bozzio

 

Closing

Kedua drummer ini telah membuktikan bahwa drum bukan hanya sekedar instrument pengiring.  Dengan kreativitas yang tinggi, drum dapat menjadi instrument utama, dan saya salut kepada keduanya yang juga secara terus menerus mengembangkan dan mempromosikan keberadaan instrument ini.

Banyak sekali pelajaran hidup yang saya peroleh dari mengikuti kedua drummer ini, diantaranya adalah untuk berani mencoba hal-hal yang baru – bereksperimen.  Tidak selalu eksperimen ini akan berhasil, namun keberanian untuk bereksperimen sudah merupakan suatu keberhasilan tersendiri.  Selain itu, kita tidak perlu selalu mengikuti hal yang menjadi trend, namun ada kalinya perlu mencoba alternatif lain untuk mencapai tujuan yang sama.

Akhir kata, semoga tulisan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, termasuk untuk menulis kisah kisah drummer lainnya yang pasti juga menarik.

41 Responses to “A Tale of Two Drummers”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Mas Rizki,

    LUAR BIASAAAAA!!! Ulasan yang amat sangat kerrreeennn…!!! Top markotop dah!

  2. cosmic_eargasm Says:

    AMAZING GREATmas Rizki!!!
    Memang, banyak hal yg sy peroleh kalau membaca ulasan mas Rizki,..
    Walaupun sy penggemar Bruford dan Bozzio, tetapi blm tau bnyk tentang detail2 nya. di tret ini, sy memperoleh banyak sekali info dan pengetahuan tentang 2 drummer legendaris tsb..

    Ups, ada RALPH TOWNER disebut jg. ini jg salah satu gitaris favorit saya mas.. albumnya banyak, belum yg dgn OREGON jg ya..

    Thank You very much mas Rizki..

    :::salam paradidle:::

  3. gt Says:

    Mas Rizki,sy baru tau tuh kalau kaset yg dirilis YESS,album Moraz-Bruford “Music For Piano And drums ” itu kompilasi dari dua album,kebetulan sy punta kasetnya.Dan juga di kaset itu ada lagu Temples Of Joy,dimana lagu tersebut ada di album solonya Patrick moraz rilisan Private Collection ” Winter In South America “….Tks atas infonya,mantap ulasannya.

  4. cosmic_eargasm Says:

    Mas Rizki, DVD Bruford/Rock goes to college muantap buanget ya.. setau saya itu limited edition dan hanya dibuat 500 buah saja oleh winterfold records bekerjasama dgn voiceprint UK. saya dulu sempat punya, nmr 00097. di kover belakangnya tertulis: limited edition no 00097 of 500. ada tanda tangan aslinya dr ke 4 personilnya(kayaknya Annette Peacock yg nggak ikut tanda tangan). Apa dvd nya mas Rizki jg demikian?
    Dvd Bruford-Bortslap jg keren punya. Mungkin Bruford pingin mengulang apa yg pernah dilakukan dl pas duet dgn Patrick Moraz..
    Ada 1 lg dvd Bruford dgn Earthworks yg sy dl jg punya, kalo nggak salah, judulnya: “Fancy Footloose in NY”. Sayangnya, sekarang saya cuma nyimpan copyannya saja.. hehehe.

    Oya, apa benar sekarang Bruford sudah “gantung stick” mas? sudah nggak ngeband lagi, cuma masih memberikan klinik2 drums gitu..

    Thanks mas Rizki..

    :::salam paradidle:::

    • Gatot Widayanto Says:

      Beruntung saya punya dvd ini …. asik banget nonton dvd ini. Bruford memang gendhenk …..! Jangan2 gemblung juga?

      Ha ha ha ….

      Ulasab mas Rizki ini top pol!

      Gatot Widayanto

    • Rizki Says:

      Benar Mas, Bruford memang sudah pensiun dari dunia pertunjukan musik namun masih aktif dalam hal lain yang berkait dengan musik seperti bisnis rekaman (sekali lagi ini suatu keputusan Bill yang berani untuk mencoba hal lain sementara banyak rekan2nya masih aktif membuat album dan pertunjukan).

      DVD yang saya punya bukan yang limited edition …. pertunjukan Bruford lain yang asik juga: show Kazumi Watanabe (dulu ada laser discnya) dan show David Torn Cloud Mercury (di youtube).

      Salam, Rizki

  5. Hendrik Worotikan Says:

    Mas Rizki…Keren banget tulisan dan ulasan ttg 2 pemain drum ini. Sangat lugas dan dalam, disertai info yg menarik untuk disimak. Disamping itu ada kata kata mutiara yg sy sampai membacanya berulang kali. Apa itu ? “Janganlah terlena pada satu kesuksesan dan jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru atau memulai lagi agar bisa melangkah lebih maju”.
    Salam.

  6. cosmic_eargasm Says:

    Mas Rizki, sbnrnya kita cukup menyayangkan ya kok bisa seorang Bill Bruford mengambil keputusan yg “tidak populer”. Tp benar jg apa kata mas Rizki, Bruford berani mengambil pilihan.. Btw, apa disebabkan oleh lamanya King Crimson nggak merilis studio album ya mas?
    Dalam merilis album, Bruford termasuk musisi yg sangat jarang sekali merilisnya, mungkin disebabkan oleh kesibukannya. Total ada 6 album studio (yg 2 album duet dgn Patrick Moraz) dari kurun waktu 1977 sampai sekarang. Tp albumnya hebat dan dahsyat semua, termasuk dgn Earthworks yg menghasilkan 5 album studio. Album “if summer had its ghost” album keren yg paling jazzy memang, mungkin ada Eddie Gomez dan Ralph Towner yg memang berkecimpung di dunia jazz. Towner ini jg pernah mengisi gitar di albumnya Weather Report yg “I Sing The Body Electric”. Sy lbh suka album2 solonya, dan beberapa albumnya di Oregon. Kalo Gomez sy nggak ngikuti.
    Dg Watanabe&Torn sy blm liat mas. Thanks!

    • Gatot Widayanto Says:

      Aje gileeeee….. bahasan di blog ini makin hari makin berkualitas meski kadang slngkan tapi ketika membahas musik membuat yang membaca berdecak kagum. Gimana tidak, wong saya gak kenal yang namanya Towner ….sekarang jadi kenal .. Hebat tenan konco2 ku si sini.

      CD Earthworks banyak saya punya namun gak pernah saya nikmati serius kecuali buat nulis review aja …. Tapi gara2 dibahas tuntas si sini, saya jadi mau nyetel lagi CD tersebut.

      Top dah!

      Gatot Widayanto

  7. cosmic_eargasm Says:

    Ini jg gara2 blog super gemblunk ini mas GW..

    Ralph Towner yg sy suka album2 solo nya yg main akustik gitar klasik. ada 1 album duet dgn Gary Burton yg asyik jg. Dgn bandnya, Oregon malah nggak semua albumnya sy suka(walopun blm dengar semua). Salah satunya yg bgs di album “Music from another present era”, bnyk mix dgn musik2 etnis. Oregon ini memainkan “Jazz Chamber Music”, jd kesannya sopan, manners, lembut gt. walopun bs ngebeat dan menghentak-hentak jg. Ada 3 album Oregon yg dirilis oleh ECM Recs. Jerman. Menurut sy, label ini eksklusif banget, artwork nya simpel, kbnykn tulisan tangan atau coretan2 gt. artist2 lainnya yg direkam ECM diantaranya ada: Pat Metheny, Keith Jarrett, bbrp album Chick Corea, Bill Frisell, Jan Garbarek dll. Istimewanya, ECM nggak merekam semua album artisnya, keliatannya ada standart khusus utk style musik yg msk di kategori ECM. Contohnya, Chick Corea cm bbrp album, salah satunya Children song–>

  8. cosmic_eargasm Says:

    (yg dulu ada kaset Yess nya) yg solo piano klasik. tp begitu Chick Corea membuat album dgn style yg lain, misal pas di Elektric Band(ada kst Yess nya jugak), ECM nggak mau merilisnya. Begitu jg dgn Pat Metheny Group, terakir dirilis ECM yg “Offramp”, stlh itu ada Still Life(talking)-lagi2 ada kaset Yessnya dulu- sdh nggak dirilis ECM lg, karena style musiknya sdh beda..
    Wah, pembicaraannya jd keluar jalur nih. maaf mas Rizki..

    Iya mas GW, Earthworks memang kesannya ringan, tp full of skill dr playernya semestinya. tp memang nggak kentara dan nonjol bgt. Sy suka yg album pertama, A Part and Yet Apart dan Footloose and Fancy Free.

    :::salam proggin’:::

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Cosmic

      Yang membuat saya enggan menyimak Earthworks adalah hilangnya ciri permainan Bruford yang bagi saya sangat khas dia dan jarang ada drummer yg melakukannya:

      1. Suka gak pas ketukan nya, misalnya di lagu Easy Miney nya King Crimson atau di Cinema Show nya Genesis Seconds Out atau di One if a Kind nya solo album Bruford. Suka banget saya dengan teknik curi ketukan ala Bruford yang bener2 nyleneh. Saya belum menemukan drummer yg melakukan hal sejenis,

      2. Suara snare dan tom nya yang khas dan jarang ada drummer lain melakukan hal sejenis.

      Bruford main di Earthworks biasa saja drumming nya …. makanya kurang menonjol.

      Gatot Widayanto

  9. cosmic_eargasm Says:

    (yg dulu ada kaset Yess nya) yg solo piano klasik. tp begitu Chick Corea membuat album dgn style yg lain, misal pas di Elektric Band(ada kst Yess nya jugak), ECM nggak mau merilisnya. Begitu jg dgn Pat Metheny Group, terakir dirilis ECM yg “Offramp”, stlh itu ada Still Life(talking)-lagi2 ada kaset Yessnya dulu- sdh nggak dirilis ECM lg, karena style musiknya sdh beda..
    Wah, pembicaraannya jd keluar jalur nih. maaf mas Rizki..

    Iya mas GW, Earthworks memang kesannya ringan, tp full of skill dr playernya semestinya. tp memang nggak kentara dan nonjol bgt. Sy suka yg album: Earthworks(lagi2 dulu ada kaset Yess nya, gile bener ya Yess ini mas hehehe), A Part and Yet Apart dan Footloose and Fancy Free.

    :::salam proggin’:::

  10. cosmic_eargasm Says:

    Kalo nggak salah, Oregon ini pernah ditambahkan di side B nya SHAKTI di kaset Yess. Tp lupa album yg mana? “Handful of Beauty” ataukah yg “Natural Elements”.

    Kalo sempat, tolong mas GW inceng di koleksi kaset Yess nya🙂

    Thanks mas GW

    :::salam djadoel:::

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Cosmic

      Saya gak ngikutin Shakti sejak awal, jadi …kaset Yess nya juga tak saya miliki sejak dulu …he he …

      Suwun

  11. cosmic_eargasm Says:

    itu dia mas GW, benar sekali. Bahkan seorang fans berat Bruford pun kalo disuruh dengar (tanpa liat credits playernya) pasti nggak ngeh kalo yg main drums di Earthwork adalah Bruford. Sama dgn pengalaman sy dl pas awal dengerin album Earthworks, kok nggak ada stylenya yg khas. Tp di beberapa lagu ada jg rovelan dan main sinkop ala Bruford. di side A track 1(lupa judulnya) ditengah lagu ada permainan Bruford yg khas. Cuma, sound snare nya nggak seperti biasanya..

    :::salam proggin’:::

  12. cosmic_eargasm Says:

    Mas GW, Shakti cuma 3 saja yg direkam Yess. 2 album tadi, plus “Shakti with John Mc Laughlin”, yg di side B nya ditambahkan album pertama solo JmL, “Extrapolation” rilis tahun 1969. Kalo solo JmL ngikuti kan mas? Yess sayangnya waktu itu cuma merekam 4 album saja, “Electric Guitarist”, “Electric Dreams”, “Belo Horizonte” dan “Music Spoken Here”. Kalo Mahavishnu Orchestra ada 3 di Yess, “Apocalypse”, “Vision of The Emerald Beyond” (seingat sy, 2 album ini punya nmr urut yg sama, kalo nggak salah 151, mas Prabu yg apal) dan “The Adventures of Radio Land”. Yg 2 album dahsyatnya direkam di MonaLisa. “Inner of Mounting Flame” dan “Birds of Fire”, yg “Between Nothingness of Eternity” ada di Billboard miring, “Inner Worlds” ada di Nirwana 1LP. Al di Meola, Weather Reports mas GW pasti ngikuti jg pas di Yess. Waah jd inget kaset2 saya dulu mas GW..

    :::salam djadoel:::

  13. Noor Qodri Says:

    Bozzio sempat mengisi posisi drum di band avant garde edannya Mike Patton (Faith No More), Fantomas, yg album-albumnya sangat saya tidak mengerti tapi sekaligus saya bisa nikmati. Dia sempat menggantikan posisinya Dave Lombardo, yang sekarang kembali tidak lagi di Slayer.

  14. cosmic_eargasm Says:

    waah thanks info tambahannya mas Noor.. Nggak nyangka juga, Bozzio ini pernah main dgn Mike Patton ya.Tp pernah rilis album apa cuma live saja mas? Saya jg termasuk penikmat Mike Patton, termasuk pas dgn Fantomas, Tomahawk dan Mr.Bungle. Tp malah nggak ngikutin pas di Faith No More.
    Cocok banget Patton masuk di Tzadik Recs. nya John Zorn.
    Sy baru tau jg kalo Dave Lombardo sdh nggak di Slayer lg mas? skrng siapa yg ngedrum di Slayer? sdh lama nggak ngikutin per-metal-an nih..
    Thanks dan salam kenal ya mas Noor Qodri..

    \m/

    • Noor Qodri Says:

      Bozzio hanya ikut di live-nya Fantomas.
      Sekarang Paul Bostaph kembali ke Slayer. Saya sendiri lebih suka stylenya waktu di Forbidden.
      Salam kenal juga mas eargasm.

      • Rizki Says:

        Buat penggemar Terry, di Youtube lumayan ada beberapa show yg asik, termasuk konsernya dgn Fantomas dan juga Lonely Bears.

        Utk tambahan info, Terry jg pernah membantu album Korn.

  15. cosmic_eargasm Says:

    wah Bostaph lg ya mas.. Musik Slayer pas era Bostaph sy kurang suka. nggak tau kalo sekarang.. Bozzio memang top! pengalaman memainkan musik avant sudah tertempa pada waktu ikut Frank Zappa beberapa tahun..
    Forbidden terus terang sy nggak ngikuti mas..Kalo band avant yg era skrng sy paling suka dgn Naked City, sayang band nya sudah bubar. begitu jg dgn Painkiller (yg main drums Mitch Harris nya Napalm Death).

    Thanks..

    • Noor Qodri Says:

      Kalo suka avant garde, boleh coba band masa kini The Dillinger Escape Plan. Nggak sepenuhnya avant garde. Disebut oleh media sbg band post metal/math core, tapi buat saya seperti avant garde yang earable. Sebagai bukti band ini bisa dibilang avant garde adalah Mike Patton pernah isi vokalnya di salah satu EP.

      • Gatot Widayanto Says:

        Bro Qodri

        Selamat Idul Fitri. Apa kabar? Wah wah ….band apa lagi itu? Namanya aja gak pernah denger …..

        Gatot Widayanto

  16. cosmic_eargasm Says:

    iya mas Qodri, sy jg suka dan cukup mengagumi THE DILLINGER ESCAPE PLAN ini. betul sekali, konsep musiknya math-core mix dgn chaotic avant gt. iya, Patton ikutan main di EP mereka(lupa judulnya), setelah album “Calculating Infinity” kalo nggak salah ya mas?
    Melihat live mereka cukup asyik jg, dgn musik yg begitu “tegang” dgn konsep math-metal nya, tp performance nya gila2an, loncat sana sini, pogo, slamming, headbanging gitu ya mas. Ini salah satu band “gila” selain MARS VOLTA hehehe..

    \m/

  17. apec Says:

    Great tengkyu ingkang so much Mas Rizky, banyak info baru yg masuk hemisfer otak saya. Melihat foto mas Rizky, jangan salah, yg bangga bukan hanya mas Rizky, tapi si Bozzio juga akan memamerkan foto tersebut

    • Gatot Widayanto Says:

      Bukan hanya itu bro Apec … Seluruh penghuni blog gemblung ini bangga karena kontributor blog gemblung dibanggakan oleh Bozzio …

      *”Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”*

      *Gatot Widayanto*

    • Rizki Says:

      Thank you Mas Apec and Mas Gatot atas komentarnya:-)

  18. cosmic_eargasm Says:

    Mas Rizki, Thanks untuk tambahan infonya. nggak nyangka juga kalo Bozzio ini juga mau main dgn Korn, band nu-metal yg ngetop dgn lagu “Blind”. Sy sendiri nggak ngikuti Korn, walaupun dulu ngetop disini. gitarisnya menggunakan Ibanez senar 7 untuk mendapatkan sound yang “Low”.

    (((PlayNow>UK_Rendezvous 6:02)))

    • Rizki Says:

      Bozzio memang mencoba segala aliran musik – pernah gabung dgn the Knack – new wave rock, power pop, turut membantu Omar Dykes and the Howler dan solo album Vivian Campbell – blues, Patrick O’Hearn (alumni Zappa) – new age, Debby Harry, Richard Marx, Robbie Roberston, Paul Hyde – pop, Ray Baretto, Luis Gasca (jazz/latin). Lengkap deh ….

  19. cosmic_eargasm Says:

    waaah thanks banget tambahan infonya mas Rizki. yg diatas tadi yg tau cuma Debby Harry saja, kalo nggak salah band nya Blonde itu ya mas? Bozzio memang top banget ya mas, mau bermain dgn siapa saja dengan bermacam2 genre juga

  20. cosmic_eargasm Says:

    mas Rizki, selain itu, ada D2 yg saya baru tau dan belum pernah dengar. Apakah musiknya eksperimental?

    Thanks mas Rizki..

  21. cosmic_eargasm Says:

    oh Dvd ya mas Rizki, sy kira cd. Pastinya asyik banget itu.. langsung bisa liat demo drums dr 2 drummer yg berbobot.

    Thanks mas Rizki..

    • Rizki Says:

      Kalau album rekaman yg rock eksperimental ala Zappa, check out album solo Warren Cucurullo (alumni Zappa/Missing Persons/Duran2) “Playing in Tounges” yang didukung Terry Bozzio. Ada Doug Lunn dan Pino Palladino juga pada bass.

  22. cosmic_eargasm Says:

    Saya baru dengar solo album Warren Cucurulo yg “Thanks to Frank” saja mas Rizki. Mainnya Cucurulo di album Frank Zappa yg Joe’s Garage Act I, II & III asyik jg. jd ingat lagunya yg sedikit nakal, “Why does its hurt when I pee” hahahaha..
    Wah menarik jg album yg mas Rizki sebut. Playernya jg asyik, Pino Paladino. apalagi ada Doug Lunn yg sy baru tau tempo hari dari mas Rizki jg..
    Saya jg suka album2 dari solo nya Mike Keneally, ex gitarisnya Frank Zappa jg. Musiknya Zappa banget. Mas Rizki pasti jg sudah punya cd nya..

    Thanks ya mas.. Sangat mencerahkan sekali..

    • Rizki Says:

      Wah album “Thanks to Frank” favorit saya juga. Disitu Warren benar2 menunjukan bhw dia gitaris rock dan komposer yg layak diperhitungkan. Trus Vinnie Colauita spt biasa bermain drum dg hebat. Warren jg mempunyai bbrp album solo lainnya yg berisikan musik ambient – kalau lg cari ketenangan sy suka dengerin album2 tsb.

      Kalau Mike Keneally sy tdk ikuti, dan cuma punya 1 album saja “Boil that dust spek”

  23. cosmic_eargasm Says:

    iya mas.. “Thanks to Frank” asyik bgt, apalagi didukung sesama alumnus FZ. Vinnie memang mainnya rumit, tp asyik dan enjoy kalo didengarkan ya mas..Album “Playing in Tongues” sy jd penasaran mas.. apalagi mas Rizki sebut lagi ada albumnya yg ambient.. memang, nggak semua album2 beraroma ambient sy sukai mas.. Paling beberapa aja, albumnya Brian Eno yg ambient asyik jg. kalo Phillip Glass bisa disebut ambient juga nggak ya mas? dulu sempat ada kaset Yess nya 1 album. “Song for Liquid Days”. konsepnya minimalis sih. album andalannya “Einstein in The Beach”.
    Cucurullo setelah keluar dari Duran2, malah makin menggila ya sepertinya mas.. Keneally yg album itu keren jg mas Rizki..

    (((PlayNow>DURAN DURAN_Ordinary World)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: