Elton John “Live in Australia”

What happen if the so-called progger goes pop?

Aneh …menjelang jeda sudah mendekat justru ada sebuah album musik yang mengusik hati ini sehingga tak kuasa menulis dulu sebelum sudah tenggelam ke dalam jeda. Tadinya akan saya tunda saja menunggu jeda habis. Namun kok rasanya malah hilang nuansanya karena salah satu kenikmatan menulis sebuah kajian (walh! udah kayak melakukan riset aja pake istilah ini!) adalah ya ditulis pada saat yang tepat. sayangnya saat tepat itu ya sekarang menjelang the real jeda is coming yaitu ketika adzan Maghrib tiba. makanya di waktu yang singkat ini saya coba torehkan sedikit pengalaman nuansamatik terhadap sebuah album hidup (baca: “live”) dari pemusik yang jauh dari predikat prog bahkan kiprahnya di blantika rock pun saya ragukan karena memang cocoknya dia ini disebut pemusik pop; tak lebih dari itu.

Sosok Elton John tak bisa lepas dari kehidupan nuansamatik nostalgik saya di Madiun ketika semua kakak saya: mas nDoet (sulung), mas Henky, dan mas Jokky semuanya menyukai kaset rekaman Aquarius hitam putih bertajuk “Captain Fantastic and The Brown Dirt Cowboy” terutama lagu Someone Saved My Life Tonight, One Day at a Time, Curtains, Better of Dead, Meal Tickets, We All Fall In Love Sometimes, Tell Me When The Whistle Blows. Masiyo termasuk lagu pop, kami semua menyukai kaset ini; mungkin karena ada sentuhan rock nya terutama di permainan electric guitar dan drum (gila tuh lagu Better of Dead main drums nya keren banget dibingkai dengan permainan piano yang indah). Selebihnya saya kenal Elton John ya dari lagu pop jadoel “It’s me That You Need” yang beken di kota kecil Madiun tahun 70an. Wis pokoke top tenan lagu kuwi. Kalau gak tahu lagu tersebut rasanya gak gaul dan gak pantas disebut sebagai Wong Mediyun!

Sekitar dua hari lalu saya mencoba mengcopy semua CD2 non-prog saya ke dalam MP3 dengan bitrate 320 kbps dan setelah itu CD2 tersebut mau saya lepas saja karena bikin sesek ruangan, apalagi koleksi kaset jadul kembali memenuhi ruangan,  ya udahlah mau saya lepas saja. Lucunya pas ngerip album Elton John “Live in Australia”  With The Melbourne Symphony Orchestra lha kok malah saya kepincut menikmati album ini sehingga saya ulang album ini beberapa kali. Justru akhirnya saya berkesimpulan bahwa CD dengan teknologi rekam “DDD” ini kagak bakal saya lepas meski tak termasuk PROG. Yo ben! Emang progger gak boleh ngepop? Progger kan juga manusia!

CD ini saya peroleh tanpa perencanaan matang karena memang saya tak pernah memasukkan Elton John sebagai musisi yang CD nya wajib diburu. Tapi pasa saya melihat artwork nya kok langsung terpikat karena ada gambar piano dan ada embel2 pake orkestra, Embuh ada angin apa, pokoknya kalau lihat album dengan embel2 orkestra kok adrenalin saya mulai blekuthuk-belekuthuk dan seakan memberikan sensor kepada otak untuk memerintahkan supaya memutuskan membeli CD ini; apalagi ada embel2 “live” pulak! Udahlah …KLOP …. BUNGKUS!

Elton_John-Live_In_Australia-Frontal

Ternyata ….iman saya tak cukup kuat untuk melaju track demi track di album hidup ini karena saya keburu tertambat hati dengan pembukaan konser ini yang dimulai dengan track indah bertajuk “Sixty Years On”. Waduh! Atiku remuk redam luluh berantakan tak bisa berkutik lagi menikmati track pembuka yang sunggug sangat kuat di melodi dan komposisi. Waduh! Uwediyaaaaaaaaan …ngguweblag beneran saya sama track pembuka ini. Tanpa paham maksud lagu ini ngomongin apa, saya bisa mbrabak meneteskan air mata mbrebes mili menikmati untaian notasi indah musik pop dibalut dengan orkestrasi megah ini. Dada saya langsung sesek, ashma langsung kambuh padahal udara Jakarta panas …apalagi kalau bukan karena keindahan musik dari lagu ini. Perasaan yang sama masih terulang lagi ketika saya memutar album hidup ini kemarin dan juga saat ini …pokoke membik-membik mewek ….progger kok gembeng! Yo ben! Lha wong indah je!

Apalagi ketika saya membaca liriknya …aduh …sedih banget dah!

Who’ll walk me down to church when I’m sixty years of age
When the ragged dog they gave me has been ten years in the grave
And senorita play guitar, play it just for you
My rosary has broken and my beads have all slipped through

Mungkin yang membuat saya tersayat seperti sembilu adalah setelah menelusuri lirik awalnya yang begitu pas dengan doa saya selama ini. Kebetulan memang di masjid Nurul Ikhlas di sebelh rumah saya ada seorang kakek yang tak pernah lepas shalat BMW (berjamaah di masjid pada awal waktu) meski jalannya tertatih-tatih dan menggunakan tongkat. Setiap melihat beliau saya berdoa agar kelak diberi kekuatan untuk melaksanakan shalat BMW meski sudah renta sekalipun. Bahkan saya berdoa agar badan saya nanti bisa ramping seperti kakek tersebut sehingga tak kesulitan berjalan ke masjid. Saya juga ingat cerita Koh Win bahwa di Solo ada orang tua (atau orang vuta? lupa saya) yang sengaja membentangkan tali dari rumahnya ke masjid agar ia bisa melangkah ke masjid tanpa bantuan orang lain.

Lirik Sir Elton John tersebut sungguh nunjek ulu ati saya, mungkin juga karena saya sudah masuk ke 53 dan kalau masih diberi umur sangat mungkin saya masuk dalam sisty years on yang ia sebutkan. Pilu sekali baris pertama dari lirik lagu ini. Baris kedua juga sungguh trenyuh karena ini sebenernya cerita seorang veteran perang yang diberi (mungkin oleh pemerintah) seekor anjing yang menemaninya ke tempat ibadah dan saat sixty years on sudah mati si anjing tersebut. Pas Elton melantunkan kata Senorita play gitar terasa nikmat banget segmen melodinya sehingga menyusup ke dalam relung hati dan nunjek sampek klepek-klepek saya. Duh edan ini lagu bener2 mengoyak emosi jiwa beneran!

Penggalan lirik “And the future you’re giving me holds nothing for a gun” sungguh menggugah jiwa dan langsung membuat suasana trenyuh. Ya lah .. apa arti sebuah masa depan veteran perang yang tak lagi diapresiasi oleh pemerintahnya. Habis manis sepah dibuang. Tiba-tiba saya terus teringat jasa pahlawan kita seperti PB Soedirman, M Hatta dan juga M Natsir… Pahlawan-pahlawan tersebut harus kita apresiasi karena perjuangannya yang dahzyat.

Sementara saya sudahi dulu kisah sendu dari lagu Sixty Years On ini ya …. Mungkin akan saya sambung lagi dengan ulasan lagu2 lainnya di album hidup ini. Setelah saya cari info ternyata album ini legendaris dan saat konser digelar kondisi fisik Elton John sedang parah setelah operasi polip dan suaranya hilang beberapa oktaf. Makanya di album ini suara Elton tak sebagus biasanya, atau sebelumnya karena memang sedang dalam recovery. Tapi yang penting konser ini berhasil menguras emosi pendengarnya, apalagi penontonnya karena secara emosi memang bagus banget konser ini. Silakan KLIK bila mau baca ulasan dari Ultimate Classic Rock.

Kayaknya itikaf bakalan banyak senandung Sixty Years On nih …

Jarene progger…Kok gembeng?!

18 Responses to “Elton John “Live in Australia””

  1. Domme Says:

    Wah baru tau ada lirik lagu Elton John sedalam itu. Yang pernah aku tau dan juga bikin aku pilu adalah lagu It’s Me That You Need… Lirik dan melodinya sungguh bikin aku terhanyut dalam alam romantisme…

  2. cosmic_eargasm Says:

    Malem mas Gw, justru itulah letak keistimewaan bagi seorg progger.. mau gembeng, mau ngepop, mau nge-new wave, mau ngeblues sah2 aja menurut sy..
    Progger harus lentur & luwes tanpa menskeptiskan genre musik tertentu.(wah kok jd serius gini hehehe).

    trs terang, sy nggak ngikuti elton john. tp di mata saya, elton john tetap seorg musisi yg ckp konsisten. ada 1 lagu yg ngeprog, funeral for a friend/love lies bleeding rilisan tahun 1973 dr album goodbye yellow brick road. lagu ini jg sempat dibawakan dream theater secara live di album a change of a season..
    Selain itu, sy suka “rocket man”, taunya ya dr kaset yess, memory heavy hits 2. ada 1 lagu lg dr elton john yg ada di hp sy, “skyline pigeon”. terasa syahdu dg iringan permainan harpsichord. kalo nggak salah, lagu ini ada di album debutnya tahun 1969, empty sky.

    membaca tret ini, cukup syahdu bagi sy. malah sy nggak menemukan ke”gembeng”an sama sekali..

    salam djadoel !!!

  3. Rizki Says:

    Sangat menarik bagaimana kehidupan ini berjalan …. ketika Mas Gatot posting tentang Elton John, secara kebetulan saya juga lagi mendengar dan mengagumi musik terbaru dari Elton John yang berjudul “Home Again”. Lagu ini musiknya indah sekali dan liriknya dalam, dan menurut saya tepat sekali dalam suasana bulan Ramadhan dimana banyak orang sekali merindukan tentang rumahnya masing-masing, termasuk untuk kembali pulkam karena rasa rindu tersebut.

    Dibulan Ramadhan, terus terang saya banyak mendengar lagu-lagu yang mempunyai kata Home di judulnya. Umumnya lagu-lagu tersebut mempunyai ciri ciri yang sama – musik yang enak dan lirik yang dalam serta memberikan ketenangan dalam hati. Beberapa lagu lagu yang saya sempat dengar selain lagu Elton John diatas adalah:
    Michael Buble – Home
    Greg Matheison – I’m Home (instrumental)
    Steely Dan – Home At Last
    Asia/10 CC – Ready To Go Home
    Pages – Come On Home
    John Myer – A Face To Call Home
    Aerosmith – Home Tonight
    Motley Crue – Home Sweet Home

    Yang saya tahu juga beberapa band progressive turut mempunyai lagu dengan judul home diantaranya Peter Gabriel, Dream Theater dan Jethro Tull.

    Salam,
    Rizki

  4. cosmic_eargasm Says:

    yg ckp “menyentuh” dr tulisan mas GW diatas adalah yg pas membahas lagu sixty years on (walopun sy blm dengar lagunya), di suasana jeda ini, ckp mengingatkan kita (maaf bagi yg non muslim) pd usia nabi Muhammad SAW yg meninggal di usia 60. sixty years on.. mas GW memang paling pas kalo disuruh mengconnect suasana dg lagu .. top mas, prepare buat nanti di masjid memang matching ya dg sixty years on nya..

    salam..

  5. cosmic_eargasm Says:

    @mas domme: sy blm tau lagu itu mas.. coba nanti sy nge-yutub..

    @mas rizky: wah, menarik jg ulasannya tentang ramadhan dan pulkam..
    kalo boleh sy tambahkan, di hp sy ada lagu yg bertema “home” jg:
    -AL KOOPER/Lookin for a home (1970)
    -BOOMERANG (USA)/Brothers comin home (1972)
    -THE MARBLES/A house is not a home (1970)

    diluar lagu yg ada di hp sy, mungkin ada album dr TEN YEARS AFTER/I’m going home, PROCOL HARUM/Home.

    mungkin ada tambahan lagi mas? jadi rindu pulkam nih..

    salam ramadhan..

  6. hippienov Says:

    Baru pagi ini aku membuka tret mas G tentang Elton John dan pas ngebaca penggalan lirik sixty years on hati ini pun terbawa pilu.. Mungkin temanya serupa dgn lagu when i’m sixty four punya Beatles, tp yg bikin pilu saat ak membayangkan apa yg akan terjadi saat usiaku 60an seperti lagu itu..maukah Tuhan memberikan hambaNya ini waktu melewatinya dgn kesehatan atau Dia berkehendak lain? Hati ini jadi luluh,tertunduk pasrah pada Ilahi sembari memohon ampunanNya..

  7. cosmic_eargasm Says:

    iya mas hippie, saatnya menuju ke religi sejenak, nanti kan dah malam ke 22 ya mas.. cocok jg dg lagunya the beatles yg mas sebut td..

    stlh itu ada ritual pulkam yg diingetin oleh mas rizky di atas. oya, sy tambahin lg lagu tentang “home” ya mas rizky:
    -TOTO/Home of the brave
    -SHANIA TWAIN/Home (when you know the heart is), bener nggak ya judulnya. yg pasti sy cukup nyaman kalo dengerin track dr shania twain ini, selain yg from the moment dan you’ve got away. gak ngeprog yo ben hahaha pinjam istilahnya mas GW..

    Salam Ramadhan..

  8. apec Says:

    Mas Cosmic, ada lagi lagu yg mengingatkan kita terhadap rumah, yaitu Aku Ingin Pulang by Ebiet G Ade

  9. cosmic_eargasm Says:

    nah iya mas apec.. walo sy jg nggak terlalu mengikuti ebiet, tp setidaknya pernah denger lah lagu ini..

    ada lg GOD BLESS/Rumah kita..

    salam ramadhan..

  10. Kandace Says:

    Hi this is kinda off off topic but I was wondering if
    blogs uuse WYSIWYG editors or if you have
    to manually code with HTML. I’m starting a blog soon but have no coding knowledge so I wanted to get advice from someone with experience.
    Any help would be enormously appreciated!

  11. Gatot Widayanto Says:

    Nonton videonya juga asik:

  12. yuddi_01 Says:

    pokoke rock ’70an tidak habis2 ===

    • Kristanto Says:

      Betul sekali mas Yuddi, tadi malam menjelang ke peraduan, saya habiskan satu albumnya Kansas “Masque” via ipod, pagi tadi saya puter CDnya The Sweet album “Sweet Fanny Adams”, long live lagu djadoel !

      • Gatot Widayanto Says:

        Setuju dg mas Yuddi dan mas Kris …

        Memang mantab. Tadi malam saya browse di youtube, cari lagu2 jadoel dan nyangkut di Sixty Years On nya Elton John. Mantab tenaaaan!!!

        Gatot Widayanto

        “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: