So Here I am Once More: Seasons End…the Beginning

By: Hippienov

Album ini memang terdengar berbeda dan lebih ringan dari 4 album sebelumnya, album ini juga yang pertama dengan vokalis baru Hogi. Album ini pun menandakan awal era baru Marillion drifting further away from their roots the neo-prog, dan banyak yang kurang sreg dengan musik Marillion di album ini. Meskipun demikian, album ini punya arti tersendiri buatku. Kok bisa? Iya, karena suka tidak suka kaset seasons end ini adalah kaset album prog pertama yang aku punya walaupun waktu itu akt ndak menyadarinya. Kaset ini pun kali kedua pertemuanku dengan musik prog, yang pertama terjadi saat aku di SMP dengan Yes tapi gagal total.

Pada tahun 1990 bulan Agustus tanggal 29, saat itu aku baru beberapa saat masuk SMA 3 Depok. Aku dan beberapa teman kelas main ke rumah teman bernama Suluh Rudito, seperti remaja pada umumnya kita ngobrol di kamar sambil ngemil kudapan dan minum sirop jeruk, nyam-nyam… Singkat cerita, temanku Suluh punya beberapa kaset yang dia mau jual, salah satunya adalah Marillion’s seasons end yang kala itu masih sangat mulus. Harga yang ditawarkan cukup murah untuk kocek anak SMA waktu itu, Rp 1.500,- per kaset. Seingatku aku ambil 2 kaset, seasons end dan satu lagi yang aku lupa apa.

DSC02073

Apa yang buat aku beli seasons end? Jujur aku tahun 90 belum pernah tahu nama Marillion, belum ngerti musik prog. Yang aku lagi gandrungi cuma metal/thrash metal, yang gak nge-thrash gak asik..itu yang ada di benakku dulu. Lalu apa yang mendorong aku beli Marillion? Karena logonya yan unik, artistik dan nama band nya yang aneh buatku waktu itu. Masa itu aku terbiasa dengan logo band yang seram-seram dan nama band yang garang-sangar-menakutkan.
Musiknya harusnya gak masuk buat penggila thrash metal seperti aku tapi entah kenapa saat dengar king of the sunset town, easter, the uninvited guest, after me, berlin, seasons end ada sesuatu yang bikin kupingku mau menerima meski belum khusyuk. Dan pada saat “metal storm” menghantam yang membuat aku menyingkirkan sebagian besar kaset-kaset non metal, kaset Marillion ini termasuk yang selamat.. Gak ada niat sedikitpun untuk menyingkirkan kaset ini malah diam-diam aku sayang kaset ini. Mungkin ini pertanda kalau satu hari nanti aku akan jadi penggemar prog dan Marillion jadi salah satu favorite ku, malah gak sekedar seasons end yang aku tahu tapi eksplorasi akan lebih jauh lagi ke masa nuansamatik mereka.

Foto lampiran adalah kaset yang aku ceritakan ini, kualitasnya masih baik karena sepertinya pitanya maxell. Biarpun kaset ini akan rusak nantinya, aku akan tetap simpan karena kaset inilah sebenarnya the beginning of my prog life…

Matursuwun Mas G untuk waktu dan kesempatan yang diberikan, dan rekan-rekan semua atas kesudian meluangkan waktu membaca tulisan ngasal ini.

So here I am once more,
hippienov

8 Responses to “So Here I am Once More: Seasons End…the Beginning”

  1. hippienov Says:

    Matursuwun mas G, “speed king” banget sudah muncul di blog.semoga menghibur😀

    • khalil logomotif Says:

      Karena saya kenalnya dari yg fish, waktu beli kaset ini, saya kira saya salah beli…kok covernya foto bukan ilustrasi….kok suaranya juga beda….
      Menurut saya, 4 kotak foto didepan gambar gelombang, nunjukin tanah, udara/langit, api dan air. Bulu burung mewakili magpie, bunglon mewakili bunglon di fugazi, bandul topi badut dan muka badut mewakili simbol jester di script, kepingan salju mewakili jaring. Konyolnya, dikotak keempat, potongan gambar muka badut sprti yg di cover fugazi, yang mulai tenggelam di air, ngga ada bayangannya. Konyolnya lagi, siluet bulu burung dan bunglon itu, bukan foto, tapi gambar.
      Mungkin maksudnya, setelah mereka berhasil keluar dari seluruh yg dulu pernah dialami di 4 album konsep, mereka memulai cerita yg baru. Sayang, yg baru tsb, juga termasuk vocalisnya.

    • Domme Says:

      Baca tulisan ini, aku jadi ingat adikku yang juga ngeband dan jadi vokalis di grupnya yang aku kurang ngerti aliran apa. Yang aku tahu, aliran ini yang vokalisnya hanya seperti berteriak dalam gumanan diiringi musik super cepat dan bingar….
      Yang aku kaget, beberapa kali aku pergoki dia memutar kaset STYX koleksiku..
      Waktu grup ska Tipp Ex manggung di Medan beberapa tahun lalu, aku mewawancarai mereka dan terungkap bahwa mereka juga suka dengar Purple, Zeppelin, dll milik abang-abang mereka…
      Aku kurang ngerti kenapa ini bisa terjadi, tapi memang itulah sedikit fakta yang aku lihat sendiri.

  2. hippienov Says:

    Kalo diibaratkan roda,musik gak kemana-mana sebenarnya,berputar disitu-situ saja. Maksudku walau ada band yang main ska, punk, thrash tapi sebenarnya mereka ngerti juga dan malah mungkin suka musik progclaro😀

  3. cosmic_eargasm Says:

    waaah tepat sekali analisa nya mas khalil..

  4. cosmic_eargasm Says:

    waaah tepat sekali analisa nya mas khalil..

    mas khalil memang jago kalo disuruh memecahkan suatu kode, dg ditandai suatu icon atau sebuah logo..

    keren mas..

    • khalil logomotif Says:

      Jangan percaya semuanya mas, setengahnya gombal….hahahaha
      Kebetulan.. Mark W itu pavorit saya mas….komunikasi visualnya mumpuni banget..dibanding R Dean yg lebih mengawang ngawang di kaver Yes. Sayang dia ngga diterusin kontraknya sama marillion. Prinsipnya work for money, design for love…

    • khalil logomotif Says:

      Cover season end yg remaster, gambar muka jester yg mulai tenggelam di air di panel ke empat, ditambahin gambar bayangannya di air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: