Oleh-oleh dari Pasar Ular Medan

(Yesshows Rekaman AR)

By: Domme

Iseng-iseng ke Pasar Ular Jalan Sutomo Medan, setelah sekian lama tak ke sana. Masalahnya, satu-satunya pemilik kios/lapak kaset yang tersisa di sana, dengar-dengar kabarnya sudah nggak begitu aktif lagi. Namun hari itu, karena kebetulan ada urusan ke seputaran Pasar Ular, maka disinggahilah ke pasar yang sempat menjadi idola para pencari kaset jadul tersebut. (Dulunya ada sedikitnya lima lapak kaset dan sekarang raib entah ke mana).

Tiba di lokasi, ternyata Bang Fendi, nama satu-satunya pemilik lapak kaset dimaksud, masih gelar dagangan kaset, namun sudah bercampur dengan dagangan barang bekas lainnya. Oh ya Pasar Ular memang dikenal juga sebagai pasar barang bekas. Dan di tempat Bang Fendi ini aku lihat jejeran kaset-kaset jadul. Dengan sigap mata menelusuri barisan kaset dan langsung mencomot The Gretaest Hits of Bee Gees rekaman GL, Sweet and Sentimental 5 rekaman TOPs (kebetulan aku ada seri 1 sampai 4, jadi untuk melengkapilah), dan terakhir tampak kaset Yes dari album live kedua mereka yaitu Yesshows, rekaman AR.

Semua kaset, meski dibaderol dengan harga lumayan miring (Rp20 ribu/3 biji), namun fisiknya masih tergolong mulus. Cover kaset masih mulus dan chasing juga masih bersih tanpa coretan sedikit pun. Hanya foto pada Yesshows sajayang sudah luntur sebagian.  Sungguh rejeki bagus. Tinggal kualitas suara yang harus diuji di rumah.

Yang pertama aku jajal adalah Greatest Hits of Bee Gees yang berisikan lagu-lagu antara lain, Side A (He’s a Liar, Tragedy, Living Together, Too Much Heaven, You Should Be Dancing, How Deep is Your Love, Search Find) dan Side B (Stayin’ Alive, Night Fever, Don’t Throw it All Away, If I Can’t Have You, More Than a Woman, Love So Right, Rest Your Love On Me, Love You Inside Out). Suara ternyata masih prima. Artinya sudah balik modal. Andai kata yang dua rusak, anggap saja beli kaset Bee Gees 20 ribu satu. Hehehe… kaset Sweet and Sentimental 5 langsung aku masukkan ke rak mengikuti jajaran Sweet and Sentimental seri sebelumnya.

Lalu aku menjajal Yesshows. Aku pikir dalam rangka makin menyelami prog music, ada bagusnya album ini juga di dengar. Kalau di Complete Story Yes keluaran Team, album ini dipenggal-penggal masuk ke seri 8, 9, dan 10. Kalau lihat dari Mbah Google, susunan lagu aslinya adalah:

– Parallels – recorded at Ahoy’-Hal, Rotterdam – 11/24/1977

– Time and a Word – recorded at Empire Pool, Wembley, 10/27/1978

– Going for the One – recorded at Festhalle, Frankfurt, 11/18/1977

– The Gates of Delirium

1. Prelude

2. Battle

3. Soon

(recorded at Cobo Hall, Detroit, 8/17/1976)

– Don’t Kill the Whale – recorded at Empire Pool, Wembley, 10/28/1978

– Ritual (Nous Sommes Du Soleil) Part 1 – recorded at Cobo Hall, Detroit, 8/17/1976

– Ritual (Nous Sommes Du Soleil) Part 2 – recorded at Cobo Hall, Detroit, 8/17/1976

– Wonderous Stories – recorded at Ahoy’-Hal, Rotterdam. 11/24/1977

 

Tapi di kaset ini susunan lagu diacak dan tentunya (saya juga kurang tahu pasti), ada beberapa lagu yang terpotong. Kalau versi rekaman Ar ini menjadi:

Side A:

– Don’t Kill the Whale

– Ritual Part 1

– Ritual Part 2

 

Side B:

– Wonderous Stories

– Parallels

– Time and a Word

– Going for the One

– The Gates of Delirium

MFL11-Yesshows1

 

MFL11-Yesshows2

Karena kebetulan aku bukan penggemar prog, aku kurang fasih menterjemahkan lagu-lagu ini ke dalam kata-kata. Tapi ada satu hal yang menarik, bahwa bagi aku, secara umum album ini terasa lebih “hard”. Permainan gitar Steve Howe dan bass Chris Squire terasa nge-rock. Belum lagi sound yang terkesan “galak”. Nuansa ini langsung terasa saat lagu pembuka, Don’t Kill the Whale. Intro dengan lengkingan gitar dipadu pukulan drum yang tegas ala rock, membuat lagu ini terasa pas di telingaku. Bagiku lagu ini bahkan lebih terdengar seperti hard rock dari pada prog, apalagi menjelang coda. Permainan gitar, drum, dan bass terasa sangat liar dan ngerock. Apakah ini juga pengaruh karakteristik suara rekaman AR tersebut yang memang sepertinya diset “high”, sehingga suara treble terdengar lebih “kasar”, sedikit over, entahlah. Tapi yang pastinya album ini cukup enak dinikmati olehku yang bukan penggemar prog.

Horas…!!!

Long Live Rock and Prog…

4 Responses to “Oleh-oleh dari Pasar Ular Medan”

  1. Herwinto Says:

    Betul sekali bro Domme, lagu lagu pada Yesshows memang dibuat lebih ngerock, straight forward…ini karena pengaruh hard rock era itu juga…jika dibandingkan dengan album aslinya yaitu Tormato dan Going for The One maka sentuhan live nya di Yesshows ini lebih tegas dan rancak, perhatikan Parallel dan Dont Kill The Whale bandingkan dengan versi studionya….ok selamat bro!!

    • Domme Says:

      Benar Bos… Mendengar versi live dan versi studio memang terasa beda nuansanya… Berarti para punggawa Yes juga mendengar ratapanku yang pengen mendengar Yes dalam nuansa lebih ngerock. Wkwkwkwkwk….

  2. Domme Says:

    Thanks Bos Gatot…
    Cepat banget Bos. Belum ada 15 menit aku kirim ke email, sudah nongol… Bentar lagi bakal kenyataan nih, tulisan belum dikirim…, tau-tau sudah muncul di blog… Hehehehe..

  3. apec Says:

    kaset ini ( sama persis dengan mas Domme) adalah kaset Yes penuh yang pertama saya miliki sampe akhirnya saya hibahkan ke teman karena saat itu mendapat rekaman Yess..Lagu Yes pertama yg saya kenal, Owner of a lonely Heart saya dapatkan dari kompilasi Sloe Rock rekaman lisensi pada tahun 1996

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: