As a matter of record …

image

Jangan kaget kalau saya posting kaset yg beberapa bulan lalu saya beli dengan sengaja dari Uninnesse karena kaset ini, selain New Wave nya Aquarius, menandai tahun kritis perkembangan musik prog yang hampir mencapai titik nadirnya. Coba liat kaset ini dibeli oleh pemilik sebelumnya yang bernama Lanemey Dewiane alias Ike T di bulan Januari 1983 alias tepat dua bulan sebelum Fish mendesahkan “So here I am once more THèNG!” nan fenomenal itu …. Artinya, kaset ini menunjukkan dahzyatnya punk dan new wave mengguncang industri musik saat itu yg berakibat runtuhnya dinasti progrock yg telah dirintis sejak 1969. Kalau gak ada Fish dan Marillionnya gak tahu lagi prog bakal nyungsep kemana. Selain itu …ini adalah bukti bahwa kaset bertahan selama 30 tahun bahkan lebih. Meski rekaman Hins ini dengan pita BASF namun masih kemrincing nikmadz bunyinya …. Lagunya lucu2 lho …. lihat aja ini:

image

14 Responses to “As a matter of record …”

  1. khalil logomotif Says:

    Mas Gatot, seinget saya, dulu musiknya marillion disebut: revival…mungkin maksudnya: yg bangkit kembali. Waktu itu (sekitar ’87) lagi ngetop ngetopnya witney huston i wanna dance with somebody. Sukuuuuur banget waktu itu saya justru kenal marillion dan kpincut sama hotel hobbies yg nyambung ke warm wet circle yg nyambung ke that time of the night, incomunicado dan tentunya hotel hobbies. Jujur waktu itu, saya ngga ngerti itu musik macam apa kok nyambung menyambung lagunya….tapi kok enak dan selalu pingin puter lagi…walaupun tetap ngga bisa disiulin. Juga ngga ngerti dengan cerita yg dinyanyikan..kata katanya dan bahasanya inggris scotland banget…Lounderette anonymity, Fleet street avicionados, Partnership in rhyme…waduh banyak lagi kata kata yg waktu itu kedengaran ngga lazim ditelinga….tapi kok enak didenger.
    Dari clutching…waktu jedanya lama banget sampe ketemu album baru..mana sudah kadung mulai kaset original..ketemu lagi setelah kaset ori di la gazza ladra…dan saya tergila gila dgn karakter tokoh jesternya, baru mundur ke missplaced..(tergila gila dgn heart of lothian…i was boooo o o o orn….dan karakter anak anak pemukul genderang yg mirip dgn sampul komik album ternama dunia judulnya dino klw gak salah), trus ke script for jester tears dan fugazi
    Sayang…Fish nya sekarang justru maen sinetron….

    Sori kepanjangan…soalnya, marillion….

    • Gatot Widayanto Says:

      mas Khalil …

      Masygoel saya membaca komen yang menurut mas panjang tapi kok anehnya menurut saya terlalu pendek ya? Tahu2 kok cerita nuansamatik mas Khalil habis begitu saja padahal saya masih ingin diteruskan lagi …. sayang sekali. Bagaimana kalau mas Khalil menulis pengalaman pribadi terhadap band nunjek ulu ati yang namanya Marillion yang tak pernah punya lagu instrumental dan tak ada satu lagupun yang tidak enak di era Fish itu. Lha bagaimana to wong EP nya aja sebelum Script lahir lagunya yo enak2 ….. Three Boats Down from a Candy …. Charting the Singles …. Grendel ( apa lagi!)…. oh Marillion ……

      Without music life would be a mistake ….kata orang …

      Kata saya:

      Without Marillion life would be a fatal tragedy ….

      Ayo mas …. silakan ulas tuntas Marillion berdasarkan personal experience … pasti menarik!

      Hotel Hobbies itu memang dahzyat meski pendek durasinya. Saya sukanya karena diawali dengan bebunyian vibraphone dengan musik bernuansa ambien dengan dentuman lincah jemari Trewavas membetot dawai bass dipadu celoteh cymbal ala Ian Mosley ….whooooaaaaa …..baru intro aja udah orgasme ….apalagi pas masuk desahan vokal berjarak ala Fish “Hotel hobbies spaddling down hollow corridors …” wadouwwww mak jeb semaput aku ……! Uwediyaaaaaaan ……!!

      Wis pokoke saya tunggu ulasan panjang lebar mas Khalil ….

      Saya juga terima kiriman foto mas Khalil dengan ilustrasi cerita Dino …. Nanti saya post ….

      “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

      Gatot Widayanto

      • khalil logomotif Says:

        Kompor mode “ON”…….pinterrrrrr bhanget dah mas Gatot ini ngomporin..hahaha….

      • Gatot Widayanto Says:

        Sumpah ….itu tadi bukan kompor tapi ekspresi diri …

        Tolong dihargai nawaitu saya untuk membaca cerita kumplit berseri “Marillion Bagi Saya (1 of 15)”. Saya tunggu ntar sore ya mas …. tapi kalau pagi ini siap, saya juga siap upload dalam tempo tak lebih dari satu jam sejak terima email mas Khalil….

        Salam

        “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

        Gatot Widayanto

      • khalil logomotif Says:

        Hahahaha….bener bener deh…

  2. eddy irawan Says:

    Mas G, melihat susunan lagu di atas, saya spt mengenang kembali masa2 SMP dmn lagu Cambodia nya si blonde Kim Wilde dan ‘don’t you want me’ (human league) sering diputar di radio2 swasta. Kl gk salah lagu human league di atas bahkan menjadi salah satu lagu soundtrack film.

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Eddy

      Tadi malam saya pasang kaset ini sambil mesam mesem ngguyu dewe karena selain musiknya lucu2 ….liriknya juga lebih lucu lagi ….apa lagi Don’t You Want Me …. kacangan banget ….ha ha ha ….

      Wis …pokoke seru tenan kaset iki ….. Looking For Clues nya Robert Palmer yo lucu ….

      “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

      Gatot Widayanto

  3. yuddi Says:

    kaset itu juga petanda seenak perutnya penerbit, masak Kraftwerk, Queen, J Geils Band dan Rod Stewart digolongkan Punk.
    Rod Stewart mungkin krn pada banyak foto berambut jabrik jadi digolongkan punk . . . aya2 wae

    • Gatot Widayanto Says:

      Ha ha ha …. itulah seninya kaset bajakan jadul mas Yuddi …

      Kalau Queen ya karena ada Bowie yg jabrik … aku yo ngguyu kok Young Turks disebut punk …. Malahan Bedil Seks ora mlebu …..

      Wis pokoke kaset kompilasi jadul kuwi top tenaaan …..!!!

      “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

      Gatot Widayanto

  4. hippienov Says:

    Seharian kemarin aku nyempetin waktu khusus buat setel album Marillion dari mulai script sampai seasons end,dan benar kata mas G gak ada yang gak enak dari album2 itu, gak ada yg salah sama sekali. Bahkan seasons end pun masih kerasa ruh Fish nya dan menurutku punya kaitan musik dgn clutching walau vokalisnya sudah Hogarth. Tapi yang paling bikin terpesona adalah misplaced chilhood..dari lagu pertama sampai terakhir bikin aku duduk diam mencoba menghayati semuanya..
    Gak terasa waktu berlalu cepat dan “konser private” kemarin ditu2p dgn “the space..” dari seasons end.
    in the end was thanks to Marillion for the beautiful music they’ve created..

    Sayangnya seasons end juga menandai ending satu fase musik Marillion dan jejak Fish pun “ended” disini.
    Marillion memulai fase “holiday from prog” lewat holidays in eden (yg malas aku beli albumnya itu) seiring pengaruh Hogarth yg mulai tumbuh..
    Setelah itu Marillion gak pernah kembali lagi ke performa yang membuat nama mereka dikenal dan dikenang sebagai “penyelamat” musik prog saat Fish masih ada.
    Kayaknya sih Marillion keasikan holiday sampai lupa pulang ke rumah prog mereka,paling sekali-sekali mampir sejenak terus holiday lagi😀

  5. DananG Says:

    ada lagu Da da da nya Trio, saya nonton klipnya via Betamax pas jaman SMA, sungguh unik. Pakai Keyboard kecil sekaligus calculator Casio…..:)

  6. kunangkunangku Says:

    wah, the human league itu dulu saya suka.🙂

  7. hippienov Says:

    Bener jg mas Khalil,seasons end diganti sm la gaza n loncat ke solo album Fish..tp gpp mas,besok2 album vigil nya Fish ak masukin daftar jg😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: