That’s Very Old Cassette …

By: Domme

Aku mengenal dunia kaset sejak masih SD, tentunya dari bapakku. Beliau dulunya (tahun 1970-an) memiliki amplifier Sansui 6600, deck Akai, dan speakers Techncis. Beberapa belakangan kemudian dia tambah dengan eq Akai… Selera bapakku adalah lagu-lagu yang untuk ukuranku sangat tua, seperti Pat Boone, Jim Reves, dan lain-lain. Tapi pengaruh Beatles juga merambah ke rumah karena aku ingat, bapakku punya juga kaset Beatles, di samping grup lain Rolling Stones, Hollies, Marmalades, Everly Bros, dll (entah kemana kaset itu sekarang). Selain itu Beliau menyukai Ebiet G Ade.

Aku bahkan mengenal nuansa rock dari kompilasi milik bapakku, Sweet And Sentimental 2 rekaman Tops, di mana lagu pertamanya adalah Always Somewhere Scorpions. Di kaset ini juga ada lagu Hollies berjudul When I’m Yours, yang hanya pernah saya temukan di kaset ini. Di kaset lain, baik kompilasi maupun the best Hollies, aku nggak pernah nemu.

Dulunya aku kurang paham soal rekaman-rekaman apa yang sering dibeli bapakku. Mulai SMP barulah aku mulai mengenal fisik kaset itu. Saat itu kebetulan mulai pemunculan kaset dengan cover yang lebih modern tanpa foto tempel dan juga mulai kemunculan pita basf yang era itu sangat digandrungi, namun di masa ini kurang diminati karena masalah daya tahan.

Seiring dengan tahap pengenalanku pada fisik kaset…, aku pun membeli kaset pertamaku yaitu The Best Of ABBA Kings Record (kalau nggak salah tahun 1982). Lalu diikuti kaset demi kaset. Dan pengaruh rock mempengaruhiku saat aku membeli Golden Slow Rock rekaman GL yang berisikan Scorpions (Always Somewhere/Fly People Fly), Nazareth (Love Hurts/I Don’t Want To Go On Without You), Deep Purple (Soldier Of Fortune/When A Blindman Cries), Rollong Stones (Angie/I Got The Blues), Rainbow (Temple Of The King/Catch The Rainbow), Bad company (Love Me Somebody/The Way I Choose), Queen (Love Of My Life/Bohemian Rhapsody). Masing-masing grup dua lagu…, satu di sisi A dan satu di sisi B. Kaset ini kemudian menjadi favorit aku saat itu dan menjembatani aku membeli kaset-kaset grup yang ada di dalamnya dan mempengaruhi selera musikku hingga saat ini. Sayang, kaset ini sudah tak ada lagi.

Era kaset di mana aku mulai membeli pun mempengaruhi selera dalam hal fisik kaset. Aku sama sekali tidak suka yang foto tempel, karena menurut aku itu kaset jadul dan nggak modern. Ternyata terbawa hingga aku juga nggak suka Yess, Monalisa, Golden Bridge, dan lain-lain yang pake foto tempel. Apalagi yang pake foto tempel itu, selain, menurut aku, covernya monoton, juga tidak punya lirik.

Waktu berlalu hingga era lisensi, di mana aku sempat juga beli beberapa waktu, namun terasa ada yang nggak pas. Banyak perbedaan, mulai cover yang menurutku tak menarik hingga kualitas pita dan rekaman. Belum lagu suasana nuansamatik yang tak terasa sama sekali…

Lalu mulailah merambah ke lapak-lapak kaset bekas yang saat itu masih banyak beredar di Medan. Kembali aku menemukan sesuatu yang hilang saat kaset-kaset era bajakan resmi yang nuansamatik full teronggok di lapak. Dan lagi-lagi, tetap saja pengaruh lama membuat aku tak menyentuh kaset berfoto tempel. Namun seiring waktu, karena desakan keberadaan album-album tertentu yang kadang hanya dikeluarkan perekam tertentu dan karena kaset nuansamatik juga makin susah didapat, maka rekaman Yess, Golden Bridge, dan Monalisa pun mulai masuk rak kaset. Namun belum untuk kaset-kaset yang menurutku terlalu jadul, seperti Lolita, Starlite, dan lain-lain, termasuk yang dikenal dengan kaset hitam putih.

Hingga kemudian aku gabung dengan blog super gemblung ini. Beberapa teman kemudian membahas album demi album nuansamatik dan banyak di antaranya adalah dari kaset super jadul itu. Hampir bersamaan aku juga mulai merambah dunia maya mencari kaset, mulai dari toko online hingga facebook. Ketika kaset super jadul diulas di blog ini, maka kemunculan kaset-kaset super jadul di toko online dan facebook mulai menarik perhatian. Ditambah makin banyaknya album yang aku tau aku belum punya, dan hanya ada di kaset super jadul itu, maka aku pun mulai tertarik membelinya, hingga akhirnya malah suka, walau belum seperti kegandrunganku pada rekaman Team. Dan akhirnya, walau belum banyak, aku kini sudah mengoleksi kaset-kaset super jadul.

OldCassettes1

OldCassettes2

OldCassettes3

OldCassettes4

OldCassettes5

OldCassettes6

OldCassettes7

OldCassettes8

OldCassettes9

OldCassettes10

OldCassettes11

Untuk urusan pita, memang kaset super jadul kebetulan rata-rata berpita maxell atau TDK, sehingga daya tahan sangat teruji. Namun untuk kualitas rekaman, bisa dikatakan tidak merata. Apakah karena pengaruh usia atau teknologi saat itu, kaset-kaset super jadul kadang ada yang kualitas suaranya prima, namun ada juga yang tidak begitu prima. Tapi kadang justeru di situ salah satu daya tariknya. Karena dengan suara yang agak kasar, kalau dengar lagu blues malah seperti terbawa ke masa lalu dengan nuansa suara seperti tadi. Kita seperti duduk di sebuah bar tempo dulu yang sedang memutar lagu-lagu blues dengan sound seadanya. Sungguh nuansa yang tak akan ada ditemukan di mana pun… Tapi aku pikir, tentu kurang enak didengar kalau untuk lagu-lagu hard rock yang butuh suara keras atau prog yang butuh suara yang lebih ‘open’ dan detail. Itu sebabnya, untuk kaset super jadul itu, aku lebih memilih untuk album-album blues…

Horas…!

Long Live Rock And Blues…

25 Responses to “That’s Very Old Cassette …”

  1. Domme Says:

    Thanks Bos Gatot…, sudah memposting tulisan sederhana ini…

    • Gatot Widayanto Says:

      Aku post juga di FB .. ha ha ha …ben rame …

      *”Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”*

      *Gatot Widayanto*

    • Domme Says:

      Mantap… Biar pengunjung blog kita ini bertambah Bos…

  2. adrianatmaja Says:

    Waah..bagus perjalanan kisahnya bang domme,saya pada saat itu sepertinya masih belum lahir…hehe..cool blues collectionnya..

    • Domme Says:

      Tapi kan tak ada kata terlambat untuk kembali ke kaset jadul… Di Medan ada teman-teman yang masih kuliah, malah mulai meninggalkan yang namanya digital music. Katanya mereka kaget waktu dengar kaset, apalagi yang jadul. Menurut mreka terasa banyak perbedaan.. Yang unggul dari digital hanya masalah praktis. Yang lain, menurut mereka, kalah kualitas…

  3. adrianatmaja Says:

    Setujuuu..long live analog..hehe

    • Domme Says:

      Aku butuh 30 tahun lebih sejak mengenal kaset, untuk bisa suka dengan kaset super jadul. Itu pun karena terpengaruh seteah membaca ulasan-ulasan di blog ini. Hehehehe…

  4. Bentar Lukman Says:

    Oh blues.. oh blues.. Keren om, saya suka sekali lihat kaset Living Blues “wang dang doodle”.. klasik., covernya suka2 yg bikin hehe

    • Domme Says:

      Tapi itu dia masalahnya. Ada pula teman kita yaitu Bos Eddy Irawan yang tau kelemahanku. Sekarang kaset Living Blues itu sudah dalam penguasaan Beliau. Hiks…

      • Gatot Widayanto Says:

        Ha ha ha ….salah sendiri kok dilepas bro Domme ….hanya demi rekaman Team? Ha ha ha …. padahal antik itu ….

        “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

        Gatot Widayanto

      • eddy irawan Says:

        Sorry bro Dome. Ars longa vita brevis. hehehehehe

      • Domme Says:

        Tapi selama masih untuk sesama anggota blog ini nggak apalah… Hehehehe (ngusap dada)….

  5. Herwinto Says:

    Di tempat Feri blog M square ada Heavy Slow by YESS 1-11 monggo disikat saja yang berminat….tidak usah ragu ragu semua track list nya mematikan…pernah di bahas juga di blog ini yang volume 1,2,3,8….ayo bro Apec sampeyan katanya blum lengkap nih….

  6. adrianatmaja Says:

    Terimakasih banyak informasinya pak herwin🙂

  7. Herwinto Says:

    Sama sama mas Adrian, wah cepat sekali pergerakannya langsung bsk janjian dengan Feri ya mas…..

  8. adrianatmaja Says:

    Hehe..kebetulan heavy slow memang gak ada…dan setelah membaca review2 dri master2 di sini album2 tersebut bagus2…sekalian saja pak,mumpung ada yang lengkap…thĂ nkssss pak

  9. Herwinto Says:

    Ternyata bro Adrian ganas juga ha ha ha ….seganas mas Edi dan bro Domme……serbuuuuuuuuuuu….!!!

  10. adrianatmaja Says:

    Hehe..junior belajar dari para senior pak herwin🙂

  11. apec Says:

    Mas Domme, sungguh malang nian sampeyan melepas Livin Blues…livin blues ( album apapun) adalah salah satu barang kaset paling dicari di Galaksi Kita ini..selamat buat mas Eddy, ha..ha…saya punya yg Monalisa banyak sekali yg mau menawar…beli kembali mas Domme..Ha…ha..ha…

    • Domme Says:

      Semoga nemu kembalilah Bos Apec…. Sekarang yang ada tinggal Livin’ Blues yang dijadikan sebagai penyambung album UFO…

  12. apec Says:

    kuwi yang versi Aquarius ya mas

  13. raditz Says:

    permisi mas… cmn mw nanya.. dipostingan anda disebut ada kaset sweet sentimental 2 yg lgu awalnya always somewhere.. bgini, sy dulu jg pnya kaset itu tp udah ilang (swktu rmh kena banjir hehe^^) .. mw nanya di side B nya, klo g slh ada lagu yg jdulnya “melody” ato “melodies” yah?? pgen tw artistnya sp.. klo g ngrepotin.. bsa minta list lagu side A side B na??? mw hunting lg.. soalna kenangan smw lagu itu bg sy.. hehehe trims..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: