Prog in Board Room

JRENG!

Kali ini saya hanya mau cerita saja …dan bukan cerita kaset tapi cerita semangat prog. Kalau biasanya saya cerita bahwa di workshop saya selalu menggunakan repertoire musik prog, kali ini yang akan saya ceritakan rada beda sedikit namun levelnya lebih tinggi he he he he …. Biar kita semua tetep semangat.

Hari Kamis lalu (tanggal 11 Juli 2013) saya mendapat kesempatan duduk dalam sebuah rapat penting Steering Committee membicarakan topik yang sangat penting di negeri ini yaitu terkait Bureaucratic Reform (reformasi birokrasi) dimana anggotanya adalah pejabat tinggi negeri ini dan rapatnya dipimpin oleh Wakil Menteri. Yang ingin saya ceritakan bukan substansi rapat namun justru dari aspek lain yang sebenernya kita semua bisa belajar daripadanya: musik prog.

Begini …

Ditengah pembahasan, ketika lagi seru membicarakan prioritas reformasi, saya memberi contoh konser Roger Waters (Pink Floyd) “The Wall”. Kira2 saya ngomongnya gini: “Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, …. Saya ingin mengambil sebuah contoh akan pentingnya meruntuhkan tembok pembatas. Mungkin Bapak-Ibu pernah tahu ada kelompok musik namanya Pink Floyd ” (saat saya menyebut nama ini seorang pejabat menganggukan kepala pertanda beliau tahu band ini). “Sekitar tahun sembilan puluhan saya membeli laser disc bertajuk konser tersebut. Luar biasa sekali konsernya selain memang musiknya dahzyat. Namun saya tak ingin membahas musiknya… Dalam konser tersebut selama pertunjukkan ada kru yang khusus menyusun batu bata besar untuk kemudian dibangun sebuah tembok yang menghalangi antara penonton dengan pemusik sambil musiknya jalan. Pada saat tembok terbangun, penonton masih bisa menikmati permainan musik Roger Waters dan olah vokalnya secara penuh, namun penonton tak bisa melihatnya, hanya mendengarkan musiknya. Di situlah sebagai contoh bila komunikasi terhalang sebuah tembok seperti yang dialami dengan reformasi di negeri ini; banyak yang dengan sengaja membangun tembok pembatas komunikasi yang membuat tata kelola pemerintahan menjadi tak lancar. Nah … tembok tersebut kemudian dihancurkan dan kembali penonton bisa melihat pemusik memainkan musik Pink Floyd lagi; tentu dengan experience yang berbeda. Kita bisa ambil hikmah dari konser tersebut …”

Wuiiiihhhh ….rasanya lega saya bisa membawa cerita terkait musik prog di tengah rapat penting membahas bagaimana melakukan reformasi untuk 4.7 juta PNS di negeri ini … Semoga dengan semangat PROG perilaku PNS bisa lebih profesional dan berintegritas.

Pokoke sing penting PROG sudah saya promosikan di kalangan pejabat … Biar pola pikirnya progresif!

JRENG!

 

7 Responses to “Prog in Board Room”

  1. Herwinto Says:

    Hmmmm luarrr biasaaa…..seandainya ada contoh audio visualnya…pakai layar lebar…pasti peserta rapat ngguweblag tenan…yang imbasnya penyerbuan lapak lapak kaset bekas ha ha ha….siiip Mas Gatot….pencerahan ala prog…..

    • Gatot Widayanto Says:

      Ha ha ha ha …gak sido rapat malah ngeprog ….ha ha ha ha …

      Ternyata pejabat kita banyak yang tahu prog lawas ….he he he …

      *”Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”*

      *Gatot Widayanto*

    • Domme Says:

      Aku hanya berharap, semakin banyak pejabat maupun pemimpin yang penggemar rock seperti Jokowi dan Ganjar Pranowo di Jateng… Kalau pemimpinnya penggemar rock, aku yakin negara ini akan maju…

  2. khalil logomotif Says:

    Whuaahhh…mantap kali lah pak team leader yg satu ini…..
    Cerita cerita dong sama petinggi petinggi tsb..kalau kita nongkrong diblog ini….heheheheh

    • Gatot Widayanto Says:

      Hua ha ha ha .. Jangan ah ..ntar kalau bapak pejabat itu mampir sini trus kerasan …nah gimana tuh .. Kapan ngurusin negara? Ha ha ha ha ….

      *”Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”*

      *Gatot Widayanto*

  3. hippienov Says:

    Inspiratif bgt tulisan mas G,kena sasaran krn memang spt itu kondisi di negeri kita ini..ada tembok yg hrs diruntuhkan spt dalam konser the wall PF.dan ak setuju dgn bro Domme n mas Khalil,kalo makin bnyk pejabat yg gak malu2 ngaku sbg fans musik rock,pasti birokrasi kita akan runtuh nantinya,semua urusan jd cpt dan garang spt musik rock tp tetap ada seninya spt prog/art-rock🙂
    Gak mellow n tripping spt skrg krn kebanyakan dngr musik rumah n mellow pop,he3..

  4. herman Says:

    Seneng juga baca certa Mas G di atas…sambil membayangkan pas disebutkan kelompok musik Pink Floyd….pasti bikin yang ikut rapat penasaran…lho apa ini hubungannya…..lalu bikin mereka menyimak cerita berikutnya…..wah…seru deh……..
    tebakan saya rapatnya di Kementerian PAN ya Mas…? atau di Wapres….saya sebetulnya juga tertarik cerita substansinya….mudah2an nanti kalau Prog Ring bisa denger ceritanya……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: