Old Habit Never Dies

By: Rizki Hasan

 

Beberapa hari yang lalu akhirnya saya berkesempatan mampir ke kios Ferry di blok M – koleksinya ok dan bahkan dia bilang masih banyak dirumah.  Yang saya suka dari kios ini adalah susunan kaset yang rapi sehingga memudahkan saya untuk melihat lihat.  Tanpa saya sadari ternyata kebiasaan lama muncul yaitu  melihat lihatnya lama, tapi belinya cuma satu saja.  Saya jadi teringat masa lalu ketika sering membeli kaset di toko kaset Duta Suara.  Yang membuat saya geli adalah karena setelah melihat lama dan hanya membeli satu, keesokan harinya saya akan kembali ke toko tersebut dan kemudian membeli satu kaset lagi.  Hal yang sama akan saya lakukan besoknya lagi atau lusa.  Jadi bila ditotal saya bisa ke toko kaset sebanyak tiga kali dalam seminggu dan membeli kaset hanya 3 buah meskipun sudah melihat lihat dengan waktu yang lama.  Sangat tidak effisien …. Dan untuk toko kasetnya saya rasa dia kurang suka dan merasa rugi punya pelanggan seperti saya, hehehe
Selain berhemat, saya merasa lebih bisa fokus menikmatinya kalau satu.  Mungkin yang sedikit beda sekarang, saya tidak lagi datang ketoko musik 3 kali seminggu, tapi rata rata menjadi sebulan atau dua bulan sekali.

Kembali ke kios Ferry ini, dari beberapa yang saya taksir akhirnya saya memutuskan untuk ambil kaset YES Tormato keluaran Perina.  Kebiasaan lama yang lain juga terjadi. Saya membeli kaset tersebut sebenarnya karena lebih tertarik dengan artist yang mengisi sisa kaset di Side B yaitu super group UK dengan 3 lagu dari album pertamanya (In the dead of night, by the light of day, dan thirty years).  Seringkali saya melakukan ini, namun sudah lupa kaset mana saja yang saya beli.

photo-8

Dari kios Ferry, saya melanjutkan ke kios Udin, biasanya untuk lihat PH dan Laser Disc.  Lama melihat, kembali saya cuma ambil satu yaitu PH Larry Carlton “Room 335”.  Mendengarkan gitaris ini memang nikmat sekali karena dia bermain berbagai jenis aliran musik dari jazz, funk, blues, dan rock.  Album tersebut merupakan album solonya yang ketiga.  Pertama kali saya mendengar Larry adalah lewat kaset Strikes Twice, kalau tidak salah keluaran perusahaan rekaman Saturn.  Yang saya suka dari Larry adalah musisi musisi yang mendukungnya, beberapa diantaranya adalah keyboardist Greg Mahtieson dan drummer John Ferraro (bisa dilihat di video konser Bob Scaggz yang pernah dibahas diblog ini)
serta bassist Robert “Pop” Powell. Larry Carlton pernah juga masuk beberapa band jazz terkenal seperti The Crusaders dan Four Play dan juga proyek duo dengan gitaris Steve Lukather dari Toto.

photo-9

 

photo-10

Kebiasaan lama yang ketiga adalah meskipun menggemari seorang artist musik, koleksi saya tidak pernah lengkap.  Untuk Larry Carlton misalnya, saya hanya punya empat saja. Selain dua yang sudah saya sebut diata, album lainnya yang saya punya adalah Sleepwalk (PH) dan Stanley Clarke and Friends “Live at the Greek” (CD).

Sebagai penutup, saya menyimpulkan “In life, change is inevitable. While we go through these changes, however old habit just never dies or simply reborn”🙂

 

19 Responses to “Old Habit Never Dies”

  1. Apec Says:

    Larry Carlton merupakan Salah satu guitarist jazz yg saya suka. Saya koreksi beberapa albumnya yg tentu saja dalam bentuk kaset. Salah satu hal yg menarik saat Kita koleksi kaset slain mendengarkan Dan ngelus2 kasetnya adalah saat mata Kita jelalatan menyusuri tumpukan kaset dalam pajangan penjual kaset tsb

    • Rizki Says:

      Hi Mas Apec, setuju sekalu. Yang saya suka dari kios Ferry, dia menyusunnya berdasarkan perusahaan rekaman. Mata saya langsung tertuju ke rekaman Private Collection, YESS, dan Saturn.

  2. DananG Says:

    wah hari apa kesana mas Rizki, jum’at Sore dan Minggu saya nongkrong di kios Ferry, dan sekarang malahan ekspansi dengan membuka 2 kios bersebelahan. Kios 1 khusus 60-70 an, dan kios yang baru 80 an keatas.
    Setuju mas Rizki, nongkrong memang bad habits, Bedanya jaman dulu saya balik lagi ketoko karena budget cekak, kaset yang ditaksir ada, duit gak cukup. Jadi pakai strategi ngumpetin kaset yang ditaksir, biar nggak diambil orang menjelang kembali lagi..:)
    Itu Tormato saya timang-timang beberapa kali, cuman karena untuk kaset memang fokus Queen dan Rush, akhirnya ditorok lagi.
    Mampir ke Udin, ngambil CD bajakan italy, Genesis Limbo…ternyata bajakan gak hanya di Indonesia dan China…:)

    • Rizki Says:

      Hi Mas Danang,
      Saya kesana minggu sebelumnya, tapi harinya lupa. Mudah2an next time kita bisa ketemu.

  3. cosmic_eargasm Says:

    halo mas rizky. slm kenal dr sy.. larry carlton sy suka sound gtrnya, tone petikan jg empuk dan khas bgt. tp dr dl sy nggak koleksi kasetnya. cm pernah sempat punya 1, kalo nggak slh judulnya kid gloves.

    baca tulisan mas rizky jd senyum2 sendiri, ternyata sama ya kebiasaan kbnykn para kolektor kaset. apalgi mulai ngumpulin kaset sejak masa sekolah yg uangnya pas2an.. hehe..

    salam jadul!!!

    • Rizki Says:

      Salam kenal juga Mas Cosmic. Hehehe, di atrikel istilah kerennya: “berhemat”, padahal kata sebenarnnya “uang ngepas”. 🙂.
      Salam

  4. hippienov Says:

    Membaca tulisan mas Rizki aku seperti melihat diriku sendiri. Akupun dulu dan sampai sekarang masih punya “bad” habit yang sama yaitu datang ke toko kaset liat-liatnya lama banget tapi akhirnya cuma beli 1 saja. Alasannya lebih pada mencari dan membenarkan alasan untuk kembali lagi ke toko yang sama u/ lagi-lagi memuaskan mata dan hati mengagumi koleksi kaset/cd yang terpajang dan kemudian beli 1 saja. Lalu kembali doing the same thing again next time..again and again..hahaha..
    Apalagi sewaktu masih jaman kaset normal semua boleh dicoba..nyobanya banyak tapi sebenarnya sudah tahu dari awal hanya 1 yang akan dibeli😀
    Sekarang, kalau sudah ke musik +, duta suara atau aquarius waktu 2 jam terasa seperti hanya 10 menit dan gak cukup u/ muter pegang-pegang cd, malah adakalanya berakhir dengan tangan hampa alias tak satupun yang dibeli, dan alasan dalam hati: “nanti aja deh besok balik lagi, baru beli”. Kadang hal ini berujung penyesalan dan kekesalan karena saat kembali lagi koleksi inceran sudah raib dibungkus orang lain, hahaha..

    • khalil logomotif Says:

      Mas Hippie
      Hehehe..saya juga bgitu mas! Saya ngrasa seperti orang kaya sja….tiap hari bolak balik untuk beli…padahal..duitnya yg ngga cukup untuk sekali beli semua..jadi harus nyicil belinya..hehehe

  5. yuddi Says:

    mas Rizki, seingat sy itu adalah format cover kaset terakhir (1980) dari aquarius dgn foto album ditempel setelah itu era dgn cetakan penuh + lirik.
    Queen dgn format ini di album “The Games”, bener nggak mas Danang?

    • DananG Says:

      rasanya iya mas Yuddi, Album HotSpace (1982) Queen Aquarius sudah tidak menggunakan format Foto ditempel dan sudah ada lirik nya.

    • Rizki Says:

      Hi Mas Yuddi,
      Kalau saya tidak salah, model foto tempel ini masih berlangsung sampai tahun 1982 (saya teringat kaset Yes “Drama” tahun 80, Buggles “Adventure in modern recording” tahun 81, dan Asia tahun 1982).

      Rizki

  6. yuddi Says:

    mas Rizki,
    kalau Private Collection ’82an bahkan ’83an masih pakai tempelan foto, sy ada Robert Plant “Pictures at Eleven” dan “Principle of Moments” dgn tempelan foto cover album.
    Yg pasti Monalisa dan Yess sampai akhir hayat model tempelan.

    Teman2 pasti ada yg faham sekali mulai kapan cover kaset pakai foto + daftar lagu , pasti ada yg punya cover dgn foto album yg dibawahnya ada daftar lagunya (thn ’69 sd ’73 an).

  7. Hendrik Worotikan Says:

    Mas Rizki, setelah baca postingan yg ada Larry Carlton, sy jadi kangen juga setel kaset nya. Cuma, ya itu dicari cari ngga ketemu. Nah…malam ini baru dapat kaset nya, yg ternyata ada di side B dari kaset gitaris Robben Ford, rekaman Private Collection. Itupun cuma 3 lagu aja. Room 335-Nite Crawler dan Where did you come from yg dilagu ini LC nyanyi…uuuhh baby..where did you come from…uuuhh honey…where did you come from…
    Assyik.

    • Rizki Says:

      Hi Mas Hendrik,
      Saya juga rekomendasikan kaset Strikes Twice keluaran Saturn. Disitu LC kembali bernyanyi dan diside B, terdapat beberapa lagu dari album lain, salah satunya adalah juga lagu “where did you come from “

  8. herman Says:

    Mas Rizki, ini tretnya jadi temapt ngumpul para anggota partai “bad habit”…yang ternyata banyak juga….hahaha…dapat disebut juga BISA LIMA = belinya satu, lihatnya lamaaa…..saya juga begitu…di mana saja, tapi yang paling mengesankan di Trio Tara Blok M, karena selalu ketemu bule yang belinya kaset Yess pakai wadah keranjang karena banyak yang dibeli, sementara saya cuma beli satu…..beli dua itu rasanya sudah banyak banget….waktu di angkot baca sleeve nya sambil lihat covernya, rasanya puas dan bangga ….karena Yess …..hehehe …salam….

  9. shatree Says:

    kalo tau ada mas yg hobi kaset begini, coba semua koleksi saya mas borong deh, ada ribuan mas kaset saya dari mulai yg private collection, rekaman yess…wah apa aja ada mas. saya kumpulin kaset waktu di bandung. sayang waktu saya pindahan dibagi2 ke orang2. waktu itu saya mau cari pembeli bingung siapa yg mau…saya udah ganti mp3 soalnya.

    • Gatot Widayanto Says:

      Aduh mas Shatree …. Sayang seribu sayang saya gak kebagian secuilpun dari ribuan kaset mas … Aduuuhhh … Kalau temen2 di blog ini meski punya MP3 nya atau CD nya atau PH nya …tetep aja kaset perlu punya. Rasanya masih belum lengkap kalau kasetnya gak ada. Saya malahan ada yang gak punya CDnya (sudah saya lego) namun punya kasetnya … ha ha ha ha …. Kaset memang dahzyat nilainya mas … Sayang dijual ….

      *”Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”*

      *Gatot Widayanto*

  10. adrianatmaja Says:

    Benar pak gatot…benar sekali..sayang banget pak shatree..kalau masih ada kita di blog ini akan rame2 ke bandung untuk membantu melestarikan kaset2 mas shatree..hehe..kaset itu istilahnya nuansamatik,ngangenin dan gak pernah usang deh…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: