Koleksi Musik = Koleksi Barang Gak Jelas?

By: Herman

 

Kita, para pencinta musik tentu memiliki koleksi musik dalam bentuk kaset, CD atau PH atau semuanya. Musik sendiri sebagai budaya  terdiri dari 3 aspek yaitu ide yang tak berwujud;  tindakan memainkan alat music (tak berwujud) dan benda – benda berwujud seperti  alat2 musik alat perekam serta hasil rekaman berupa kaset, CD dan Piringan hitam dan playernya.

Jadi  musiknya sendiri sebagai bunyi alunan nada dengan atau tanpa vocal sebetulnya tak beruwujud , tak bisa diraba atau dipegang karena merupakan sesuatu yang tak benda ( intangible). Sedangkan alat musik, alat perekam, pita kaset, CD, PH  dan player2-nya merupakan produk kebudayaan yang berupa benda ( tangible). Berarti koleksi musik dalam arti lagu ( bunyi) yang tak berwujud itu menjadi jelas karena ada wadahnya berupa pita kaset, CD atau PH  dengan label yang nempel ditambah covernya plus track list dan foto2 artis yang ada di sleeve yang dapat pula disebut artefak. Kalau atribut – atribut seperti label, sleeve dengan gambar dan yang tertulis di situ hilang atau rusak maka bisa nggak jelas apa yang kita koleksi. Coba saja kaset yang plontos tanpa label terus kotaknya juga tanpa sleeve…..pasti kalau kita punya yang seperti itu walaupun isinya musik yang bagus tetap saja seperti nggak berasa memiliki. Jadi apa yang selama ini kita koleksi sebenarnya merupakan wadah dari musik yang sebenarnya tak berwujud tadi.

Terus bagaimana?…..Ya nggak bagaimana – bagaimana…karena ini sudah merupakan budaya yang dijalani oleh orang seluruh dunia  dari jaman jaman nenek moyang kita……ya terus saja. Kenapa judulnya seperti itu ?….ya biar mengundang minat baca saja….hehehe…

Wong saya cuma mengingatkan bahwa musik yang kita koleksi itu barang yang tak berwujud= wujudnya nggak jelas??!!!!…… Itu saja ! …..Jreng !

Pelestarian Musik?

Musik sebagai karya seni merupakan bagian dari budaya yang perlu dilestarikan. Pelestarian musik adalah menyangkut ke 3 aspek tadi  yaitu  ide, tindakan ( memainkan musik) dan benda2nya yang terkait musik itu.

cd ph kaset R

 

Sedangkan Kalau kita berbicara pelestarian, itu mengandung 3 aspek juga yaitu : perlindungan/ pemeliharaan, pengembangan dan pemanfaatan.

Pelestarian terhadap budaya yang bersifat benda antara lain dengan merawat, melindungi, menyimpan, memamerkan, membuat museum dll.

Sedangkan pelestarian budaya yang tak benda(ide atau gagasan dan juga tindakan),  adalah dengan mentransfer ide  dan tindakan tersebut kepada generasi penerus melalui pendidikan sehingga ada generasi penerus yang dapat melakukan tindakan sesuai ide tersebut sehingga ide tersebut tetap lestari. Sehingga upaya pelestarian budaya perlu menyeluruh, dari  aspek tak benda ( intangible) maupun yang benda (tangible). Pelestarian budaya sangat diperlukan karena budaya merupakan identitas dari suatu bangsa yang membedakan antar suku bangsa satu dengan lainnya. Oleh karena itu Unesco sangat mendorong keanekaragaman budaya melalui konvensi yang telah menjadi kesepakatan negara2 anggota ( state parties). Ada 7 Konvensi Unesco di bidang budaya:  melindungi dan mendorong keanekaragaman budaya, melindungi : warisan budaya tak benda, warisan budaya bawah air, warisan budaya dan warisan alam, warisan budaya pada saat terjadinya konflik bersenjata, memerangi perdagangan benda budaya, serta perlindungan hak cipta serta pertetanggaan. Upaya pelestarian yang dilakukan masing – masing negara dapat diajukan ke Unesco dan bila memenuhi criteria dapat diakui sebagai warisan budaya dunia.  Sebagai contoh budaya Keris ( 2008), Batik(2009), angklung (2010), tari saman dari Aceh (2011),  Noken ( dari Papua diakui 2012 ) merupakan budaya Indonesia yang telah diakui oleh Unesco sebagai warisan Budaya Tak Benda Dunia karena Indonesia telah membuktikan pelestariannya.

Sementara negara kita juga banyak music tradisional dari daerah propinsi dan pelestariannya perlu dengan pembelajaran,  tetapi berapa sekolah yang memiliki alat 2 music tradisional seperti sasando, gitar Kalimantan (Sampek), gitar Sumatera utara (kecapi), talempong, Gordang Sembilan,  gamelan, kolintang, angklung, dan masih banyak lagi. Sekilas pandang kelihatannya anak muda yang bermain gitar atau keyboard lebih banyak dibandingkan dengan yang bermain sampek atau kecapi.  Kita bisa bandingkan khususnya dengan music klasik,  di mana sudah banyak sekolah2 formal dan non formal di berbagai Negara yang mengajarkan bermain music klasik sehingga music klasik itu sudah diupayakan pelestariannya secara formal maupun non formal oleh dunia. Oleh karena itu music klasik akan lestari.

Apakah kita ingin melestarikan musicnya Yes, misalnya, maka di samping kita lestarikan kaset CD dan PH-nya  kita perlu mengajarkan bermain Music Yes atau membentuk band muda yang meainkan musik Yes …..dan siapa tau itu bisa jadi new classic….?. Pelestarian kaset, CD, PH merupakan salah satu aspek pelestarian namun yang lebih hakiki adalah dengan dimainkan kembali karya musik tersebut,  yang berarti perlu ada proses pembelajaran  memainkannya (ada transfer ide )….

Unsur lain dari pelestarian adalah pengembangan. Khususnya musik maka pengembangan bisa diperoleh bila semakin banyak yang memainkan….diantara mereka akan mengembangkan dengan versinya seperti di pada musik Progressive Rock ada Yes, Genesis, Pink Floyd, Marrilion dll …. Dapat juga dengan membuat karya interpretasi musik dalam pentas seni pertunjukan atau film. Sedangkan pemanfaatan khususnya musik contohnya untuk relaksasi, ilustrasi film, teater, dll.

Wah jadinya rada serius….Ya ini sekedar catatan sebagai selingan yang membahas non album kaset……

Itu saja  dan…..Jreng lagi !

Salam, Herman.

26 Responses to “Koleksi Musik = Koleksi Barang Gak Jelas?”

  1. gt Says:

    ada kaset Guruh Gipsy juga tuh…

    • Gatot Widayanto Says:

      Artikel yang sungguh indah menawan dan selalu menjadi bahan pemikiran pencinta musik. Fotonya juga artistik, khas mas Herman …

      “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

      Gatot Widayanto

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Herman

      Barusan saya baca lagi dan saya menikmatinya karena memang saya dan teman2 di sini besar dan tumbuh dewasa bersama musik. Tulisan ini membantu saya mengartikulasikan apa yg selama juga ada di pikirabn tapi tak juga keluar dalam bentuk tulisan. Mas Herman mewujudkannya. Top!

      Memang kalau gak punya cd atau kaset atau ph nya rasanya tak memiliki. Namun yg juga menarik adalah senandung musik kesukaan kita. Misalnya saya kadang senandung lagu tertentu sambil membayangkan nuansa saat dulu mendengarkan lagu tersebut misalnya beberapa hari lalu sy senandung Boogie with Stu nya Led Zeppelin. Tak ada satupun fan berat LZ yang menyukai atau menjunjung tinggi martabat lagu ini karena memang bukan LZ banget gitu loh. Namun karena nuansa kelas 3 SMP yang begitu indah dihiasi dengan kaset kompilasi Prambors Hits 2 nan nuansamatik akhirnya lagu ini jadi indah disenandungkan dalam hati sambil gowes. Terpikir mau nyetel lagu ini begitu sampek rumah. Eh ternyata gak sy setel juga karena sdh gak merasa butuh ….. jadi ya memang ‘sak dhet sak nyeng’ gitu …. Aneh bukan?

      Memang musik tak berwujud….. lha terus ngapain koleksi kasetnya? …. ya seperti yg dibilang mas Herman di atas ……

      “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

      Gatot Widayanto

      • khalil logomotif Says:

        Sedikit banyak saya setuju dengan itu mas Gatot. Musik itu bagi saya adalah jangkar yg menghubungkan ingatan saya dgn suatu kondisi yg saya alami. Setiap dengar luis amstrong what a wonderfull world, saya terjangkar dgn ingatan masa kecil menunggu tukang jual ikan lewat depan rumah sambil denger radio yg tntunya muterin lagu itu, setiap denger hotel hobbies dari clutching at straw marillion, saya terjangkar dgn bulan ramadhan, sebab itu kaset (bajakan keluaran aquarius) marillion pertama dan belinya diawal ramadhan, demikian juga dgn psudeo silk kimono, scrip for the jester tears, garden party, credo, tongue, vigil in wildernest,, shadow play, yg saya denger dari kaset dan cd original, menjangkarkan saya dgn suasana ramadhan, dan sekarang setiap kali mendengarkan mp3 tfk, what if god is alone, saya terjangkar dgn kesadarn saya memulai khidupan baru.

        Oleh sebab itu, saya tidak tertarik untuk fisiknya (terlebih saya tau dan sadar itu tidak ori) saya tertarik akan kenangan khidupan yg telah saya lewati yg terjangkar diberbagi musik yg dibahas diblog ini. Saat ini, tidak ada lagu yg tidak berarti dalam khidupan saya, yg mampir di kumpulan kaset, cd, dvd dan mp3 saya..dan diupayakan halal untuk didengarkan.

        Ini pendapat pribadi saja, tntu mungkin berbeda atau saya masih salah.

  2. khalil logomotif Says:

    Mas Herman, 2 jempol, saya 1000% setuju dengan tulisan bermutu mas Herman.

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Khalil memang hobinya begadang …jam segini masih melèk ….. Siiiiip!!! Pastinya sambil ngopi ya mas …

      • khalil logomotif Says:

        Hehehe, ternyata dijakarta juga ada yg begadang…saya begadang untuk berdagang mas…hehehehe….lagi ngerjain rancangan nih mas…sambil denger harem scarem….(pasti ngga kenal..hayo)

      • Gatot Widayanto Says:

        saya juga berdagang kok begadangnya …. Harem Scarem sering denger namanya dari anak2 i-Rock nanun bekum pernah denger musiknya. Konon rock standar …yah …buang2 waktu dong …..he he he ….

        “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

        Gatot Widayanto

  3. herman Says:

    Matur nuwun Mas G, dan mohon maaf baru comment, tulisan ini sudah di upload…ini saya sedang di kediri, taadi malem nyoba comment beberapa kali nggak berhasil…maklum pakai i pad anak saya yang touch screen jadi kagok…terima kasih tulisan ini diapresiasi….

    • Gatot Widayanto Says:

      Wah enake mlaku2 nang Kediri … sisan bablas Tulungagung aja mas ….he he …

      Jadi Ke Mediun mas? Jangan lupa mampir dawet Suronatan, trus kupat tahu di samping dawet Suronatan, putu di Jln Bali (jualannya sore saja, kalau siang tidur krn sudah kaya), soto jalan Kutilang, sego pecel Gembrot …..wis pokoke enak kabeh …..!

      Sebelum pulang Jkt wajib mampir Jl Delima beli sambel pecel dan tak jauh dari situ ada roti top Bluder Cokro (mas Ugik yo kulakan mbiyen pas tindak Mediun). Dijamin puwas lah kulineran Mediun ….

      Sayang gak ada lapak kaset nuansamatik …..

      “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

      Gatot Widayanto

  4. herman Says:

    Mas Khallil, terima kasih 2 thumb-nya…ya….musik sbg bunyi memang memang tak berwujud shg untk dapat mengkoleksinnya perlu diwadahi dalam kaset, cd,ph atau bahkan hard disc…yang manapun yg kita koleksi sah sah saja…

  5. herman Says:

    Pagi ini kita ke Madiun,…terima ksih iformasinya, wah berguna sekali…

  6. herman Says:

    Pak GT, jeli juga…kaset Guruh itu salah satu kebanggaan…

  7. Apec Says:

    Pak Herman, selain kebanggaan, juga Salah satu kaset termahal di dunia,he..he…

    • Gatot Widayanto Says:

      Termahal ya? Wah …untung saya masih punya tuh kaset …tanpa buku tentunya … ha ha ha ha …

      *”Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”*

      *Gatot Widayanto*

  8. Apec Says:

    Iya om, karena GG diburu kolektor music dunia selain Ariesta birawa Dan Kelompok Kampungan

  9. cosmic_eargasm Says:

    hallo.. met siang semuanya.. sy menikmati bgt tulisan mas herman di tret ini. sampai bbrp kali sy ulang bacanya.. itulah keunikan musik, bisa menembus ruang dan waktu.. sy jg senyum2 sndr baca komen mas GW yg wkt senandung boogie with stu. sy rasa, kita semua pernah ngalami apa yg dialami mas GW.hehe..

    utk mas khalil, sy suka harem scarem yg “rain”

    salam jadul!!!

    • khalil logomotif Says:

      Salam mas cosmic
      Kalau ngbaca nama mas, saya selalu keinget lagu cosmic circus dan babilon nya the flower kings….yg selalu bisa bikin saya mencapai dan menikmati eargasm…hehehe

      Eniwey, kan cuma mas Gatot yg ngga sempat dan ngga ada waktu untuk ngedengerin harem scarem…heheheh

  10. cosmic_eargasm Says:

    buat mas apec, ariesta bhirawa yg versi cd rilisan shadok recs apa jg msh susah carinya?

    utk mas herman, kalo ke madiun jgn lupa mampir ke gang punthuk, tp sepertinya kaset2nya sudah tdk ada yg bgs skrng. betul begitu mas GW?

    salam jadul!!!

  11. Apec Says:

    Mas cosmic,versi CD riles an shadock juga lumayan sulit,mungkin pak Gatot triono bisa membantu. Setahun lalu sya pernah melihat di jalan Surabaya. Saya Hanya punya versi bajakan CD nya, direkamkan teman.

  12. cosmic_eargasm Says:

    oh gt mas apec, makasih infonya ya.
    iya, sy jg punya copyan, dicopykan temen jg.. kalo yg msh bnyk beredar cd darpus, koes plus, aka, benny soebardja yg rilisan luar jg ya mas. tp harganya lumayan tinggi ya.

    kalo ph guruh gypsy yg rilisan shadok ternyata jg cukup sulit carinya ya mas..

  13. apec Says:

    Kebetulan saya sdh dapat plat GG versi Shadok tersebut bersama Sharkmove

  14. herman Says:

    Maaf baru mengudara lagi, setelah perjalanan sampai ke Madiun dan makan Dawet Soronatan yang mak …nyus!…..terima kasih Mas G panduannya bermanfaat sekali…juga sempet blusukan ke Jl. Delima….saya suka Kota Madiun, sepertinya nyaman untuk tempat tinggal…. ada suasana Solo-nya…. jadi paham bahwa kota itu bisa melahirkan tokoh ngeprog seperti Mas G….

    Bro Apec….wah kaset GG perlu di-eman2,…….beruntung punya meskipun bookletnya nggak ada….saya dulu punya gambar setrika cover GG bonus dari majalah Aktuil, tapi sudah saya setrika…wah nyesel juga ( gambarnya seperti yang di kaos Bro Apec)….

    Mas Cosmic, ….terima kasih apresiasinya….

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Herman,

      Mediun memang asik banget mas ….kotanya bersih dan ngangeni. Sayang trotoar nya warna biru norak dan putih. Resiko warna politik. Coba kalau hitam putih ….pasti muwanteb njegreg….

      Dawet Suronatan itu nuansamatik mas …. Sudah sejak jaman kecil saya hingga kini masih berkibar. Dulu lokasi nya di gang. Trus karena sukses terus ya berkembang hingga ke jalan depannya. Konon beberapa rumah di sekitar warungnya sudah dibeli sama Dawet Suronatan …

      Sayang Mediun gak ada lapak kaset mas ….

      Saya sudah kangen ke Mediun lagi padahal Mei sudah ke sana ….

  15. herman Says:

    Iya Mas…kita satu mobil sempet ngobrol2, semua kesannya sama tentang Madiun…..homi….sekali waktu prog ring-nya di madiun saja…..prog ring+kulineran…dijamin puas….hahahah…

  16. "apartment london short stay" Says:

    Hi, just wanted to tell you, I enjoyed this article.

    It was helpful. Keep on posting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: