Jejak Rock dalam Perjalanan Iwan Fals

Oleh: DananG Suryono

Sedikit artis Indonesia yang berusaha saya ikuti perjalanannya dengan berusaha membeli kaset/CD nya dibandingkan dengan artis luar. Salah satu kendalanya (tidak seperti artis luar) adalah sulitnya menemukan kaset/CD nya setelah melewati masa tertentu.

Godbless, Utha Likumahuwa dan Iwan Fals merupakan sedikit apa yang saya sebutkan diatas, dan Iwan Fals lah yang paling banyak saya ikuti dan saya kumpulkan albumnya.

Kaset & CD Iwan Fals

Kaset & CD Iwan Fals

 

Berkarir sejak akhir tahun 70 an setahu saya Iwan Fals muncul dalam format rekaman tahun 1979 /1980 melalui album kaset “Canda dalam Nada”, “Canda dalam Ronda” dan “Perjalanan” serta “3 bulan”. Materi lagu adalah kritik sosial yang sangat membangkang terhadap pemerintahan yang sangat represif saat itu.

 

Rekaman yang benar-benar tertata rapi dimulai saat Iwan Fals bergabung dengan Musica, dan menelurkan album “Sarjana Muda” di tahun 1981. Lewat album ini nama Iwan Fals meroket secara nasional. Anak muda saat itu rasanya kenal lagu semacam Sarjana Muda, Guru Oemar Bakri, Bung Hatta dan Si Tua Sais pedati. Album ini mempunyai warna musik Country dengan musik yang di tata oleh Willy Soemantri.

 

Dua album awal label Musica

Dua album awal label Musica 

Album kedua “Opini” muncul di tahun 1982 yang menelurkan hits Galang Rambu Anarki dengan musik yang masih sama dengan album sebelumnya.

Selama karirnya hingga saat ini Iwan Fals sangat dinamis warna musiknya. Dia mengeksplorasi banyak warna musik mulai country, Jazz, Pop, Rock hingga nyerempet ke Progresif.

 

 

Sesuai dengan apa yang banyak di bahas di blog ini, saya mencoba melihat Iwan Fals dari sisi rock dan Progresif, yang menurut saya sangat cocok sekali dengan kekuatan lirik Iwan Fals. Jejak Iwan Fals di musik Rock dimulai dari album “Sumbang” (1983) yang meskipun telah sukses dengan 2 album sebelumnya berwarna country, Iwan Fals tidak ragu untuk meninggalkan zona kenyamanan itu, dia berani untuk mengeksplorasi musiknya. Dengan pendukung musik Ian Antono, Abadi Soesman, Cok Rampal dan Bambang M.G., rasanya sudah terlihat kemana arah album ini. Meskipun belum secara frontal mengekspolarsi warna rock, namun jejak langkah rock Iwan Fals dimulai dari sini, coba simak lagu Puing II, sungguh terasa sekali sentuhan rock ala Ian Antono membungkus lirik kuat Iwan Fals.

 

Cikal bakal jejak Rock Iwan Fals (album Sumbang)

Cikal bakal jejak Rock Iwan Fals (album Sumbang)

 

Setelah sempat bergenit-genit dengan musik pop ala Bagoes AA., Iwan Fals kembali memunculkan Jejak rock berikutnya berikutnya lewat album 1910. Album getir kolaborasi dengan Ian Antono yang menyorot tragedi kecelakaan kereta api di Bintaro pada 19 Oktober ini memunculkan lagu kuat seperti Mimpi Yang Terbeli, Semoga Saja Kau Benar, Engkau Tetap Sahabatku, Pesawat Tempurku, 1910 dan tentu saja lagu sederhana yang selalu membuat saya merinding dan menjadi gembeng “Ibu”. Namun lagu paling populer pada album ini bukan lagu diatas, melainkan  Buku ini Aku Pinjam, sebuah lagu cinta ala Iwan Fals.

 

Warna rock lebih kuat akhirnya muncul 1 tahun kemudian lewat album fenomenal “Mata Dewa”. Berkolaborasi dengan Ian Antono dan Setyawan Djody dibawah label Airo, rasanya inilah kulminasi karir solo Iwan Fals dengan warna Rock. Terdapat 10 track di album ini dengan beberapa lagu baru yaitu Mata dewa, Nona, Air Mata Api, Perempuan Malam dan Pinggiran Kota Besar. Sisanya adalah lagu lama yang diaransemen ulang dengan warna rock yang kental dan gaya vokal Iwan Fals yang berbeda. Simak Air Mata Api, Bakar, Puing, Berkacalah Jakarta, Perempuan Malam, Pinggiran Kota Besar dan PHK yang sungguh kuat sekali. Pelarangan tour 100 kota justru semakin menguatkan sosok Iwan Fals dan juga membuat album ini menjadi album yang paling dicari.

 

Album Mata Dewa

Album Mata Dewa

Dampak dari ketiadaan tour justru memunculkan berkah, dimana Iwan Fals memperluas kolaborasi dengan para maestro yang melahirkan album hebat “Swami” bersama Sawung Jabo, Naniel, Nanoe dan Innisisrie. Album yang diproduksi oleh Airo Swadaya Stupa records ini bersampul hijau dengan tulisan bermotif batu relief Swami dengan Foto personil bercelana jeans telanjang dada, dalam persepsi saya macho sekali. Sebagai strategi dagang, daya magnet Iwan Fals dimunculkan, dengan menuliskan nama Iwan Fals pada cover albumnya. Dengan image pemberontak dan 10 lagu yang sangat kuat karakternya album ini meledak luar biasa dipasar. Dari beberapa referensi yang saya baca mencapai lebih 1 juta kaset terjual, suatu jumlah yang luar biasa saat itu.

 

Album Swami (bersama group Swami)

Album Swami (bersama group Swami)

Dan 1 tahun kemudian kolaborasi Iwan Fals dan Setiawan Djody kembali meledak dengan skala yang lebih dahsyat, apalagi kalau bukan “Kantata Takwa”. Ya inilah album yang sangat fenomenal. Dengan formasi Setiawan Djody, W.S. Rendra, Iwan Fals, Sawung Jabo dan Jockie S serta disupport oleh nama besar Raidy Noor, Totok Tewel, Donnie Fatah, Budi Haryono, Embong raharjo, Eet Syahrannie, Innisisrie, Fajar Edane serta Dody Katamsi & Bengkel Teater terbayang kualitas dan kedahsyatan album ini. Saya selalu merinding setiap mendengar album ini, terutama pada lagu Kesaksian dan Air Mata. Saat membeli kaset ini, saya hanya termangu melihat potongan ticket yang ada pada kaset Kantata Takwa. Jauh dari ibukota, di Padang saya hanya bisa membayangkan konser di parkir timur senayan yang berakhir rusuh ini.

 

Album Swami (bersama group Swami)

Album Kantata Takwa 

 

Tahun 1991, ada 2 album Iwan Fals yang masih menorehkan jejak musik Rock, yaitu “Swami II“ (menorehkan lagu kuat Nyanyian jiwa, Kebaya Merah, Kuda Lumping dan Hio) serta album dengan eksplorasi baru album “1991 (Cikal)”. Cikal mencuatkan nuansa progressive jazz rock dengan musisi pendukung Mates, Gilang Ramadhan, Embong Raharja, Totok tewel, Cok Rampal, Andi. Lagu favorit saya dari album ini adalah Alam Malam dan Proyek 13. Cikal sendiri dirilis oleh label yang berbeda yaitu IMB (Indo Music Box).

 

Album Cikal (1991) nan progresif itu

Album Cikal (1991) nan progresif itu

 

Pada tahun 1992 dua album dirilis oleh Iwan Fals, satu album akustik yang dirilis oleh label SKI berjudul “Belum Ada judul” dimana Iwan Fals hanya menggunakan gitar akustik dan harmonika, serta album pop eksperimental “Hijau” yang dirilis oleh label ProSound dan digarap bersama Heirrie Buchaery, Jerry Sudianto, Jalu, Iwang Noorsaid, Arie Ayunir, Cok Rampal serta Bagoes AA. Album Hijau ini juga unik, terdiri 7 lagu yaitu Lagu satu, Lagu dua, Lagu tiga, Lagu empat, Lagu lima, Lagu enam, dan Hijau semuanya membahas tentang lingkungan.

Album full akustik Belum Ada Judul (SKI records)

Album full akustik Belum Ada Judul (SKI records)

 

 

Album Hijau tentang lingkungan (ProSound)
Iwan Fals 10

Album Hijau tentang lingkungan (ProSound)

Pada tahun 1993, para personil Swami + Totok Tewel melebur dalam group Dalbo dan merilis album “Dalbo”. Dalbo ini sebenarnya boleh disebut Swami III, karena mereka berkomitmen untuk hanya 2 album, namun mungkin masih merasa ada kreativitas yang belum tersalurkan, sehingga dirilis lah album Dalbo.

 

Album Dalbo (Prosound)

Album Dalbo (Prosound) kalau boleh disebut Swami III

Pada tahun ini juga Iwan Fals merilis album “Orang Gila” kolaborasi dengan Billy J. Budiarjo yang menelurkan lagu bagus Orang Gila, Satu-satu, Lagu Cinta.

Setelah merilis “Anak Wayang” (1994) bersama Sawung Jabo, serta “Kantata Samsara” (1998) bersama Setiawan Djody, Sawung Jabo, W.S. Rendra, Jockie S., Iwan Fals tiba-tiba menghilang dari dunia musik. Mungkin kepergian putra pertamanya Galang Rambu Anarki menjadi salah satu faktor penyebabnya.

 

Album kembalinya Iwan Fals bersama Musica (Suara Hati-2002)

Album kembalinya Iwan Fals bersama Musica (Suara Hati-2002)

Tahun 2002 setelah vakum hampir 5 tahun Iwan Fals kembali ke Musica dan merilis album “Suara Hati”. Salah satu lagu dalam album ini “Hadapi Saja”, sungguh mengharukan, simak lagu yang seolah menjadi suara hati Iwan Fals..

 

Relakan yang terjadi

Tak kan kembali

Ia sudah miliknya

Bukan milik kita lagi

 

Tak perlu menangis

Tak perlu bersedih

Tak perlu tak perlu sedu sedan itu

Hadapi saja

 

Pasrah pada Ilahi

Hanya itu yang kita bisa

Ambil hikmahnya

Ambil indahnya

 

Cobalah menari

Cobalah bernyanyi

Cobalah cobalah mulai detik ini

Hadapi saja

 

Hilang memang hilang

Wajahnya terus terbayang

Berjumpa dimimpi

Kau ajak aku

Tuk menari bernyanyi

Bersama bidadari, malaikat

Dan penghuni surga

………………………………

……………………………

 

Setelah itu Iwan Fals berturut-turut merilis album “In Collaboration With” (2003), “Manusia Setengah Dewa” (2004), “In Love” (2005), “50/50 (2007), “Keseimbangan” (2010) dan “Tergila-Gila” (2011), yang terasa lebih melunak dalam warna musik. Meskipun unsur musik rock masih terselip dibeberapa lagu seperti: “Ancur” (In Collaboration With),  (“Rubah” (50/50), “Suhu” (Keseimbangan).

Album rilisan akhir

Album rilisan akhir 

Sungguh titian perjalanan yang luar biasa dari seorang putra bangsa. Sayangnya (atau untungnya) album Canda dalam Nada hingga album 1910, hanya tersedia dalam format kaset (dan mungkin ada beberapa dalam format PH), belum keluar versi CD nya. Mengingat Musica juga telah meremaster album Chrisye (almarhum) dalam format CD, maka ini secara tehnis bukan hal yang sulit. Mari kita menunggu.

Diskografi:

  • 1979-Perjalanan (Amburadul group)
  • 1979-Canda Dalam Nada (album lawak)
  • 1980-Canda Dalam Ronda (album lawak)
  • 1980-3 Bulan)
  • 1981-Sarjana Muda (1981) – Musica debut
  • 1982-Opini (1982)
  • 1983-Sumbang (1983)
  • 1984-Barang Antik (1984)
  • 1984-Sugali (1984)
  • 1985-Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ)
  • 1985-Sore Tugu Pancoran (1985)
  • 1986-Aku Sayang Kamu (1986)
  • 1986-Ethiopia (1986)
  • 1987-Lancar (1987)
  • 1987-Wakil Rakyat (1987)
  • 1988-1910
  • 1988-Kemesraan (single, bersama Betharia Sonata, Chrisye, Rafika Duri, Itang, Jamal Mirdad, Etrie, Nani)
  • 1989-Mata Dewa (1989)
  • 1989-Swami I (bersama group Swami)
  • 1990-Kantata Takwa (bersama group Kantata)
  • 1991-Cikal
  • 1991-Swami II (bersama group Swami) (1991)
  • 1992-Belum Ada Judul
  • 1992-Hijau
  • 1993-Dalbo (bersama group Dalbo-ex Swami)
  • 1994-Anak Wayang (bersama Sawung Jabo)
  • 1994-Terminal (single bersama Franky Sahilatua)
  • 1995-Mata Hati (single)
  • 1995-Orang Pinggiran (single)
  • 1995-Orang Gila
  • 1996-Lagu Pemanjat (Single)
  • 1998-Kantata Samsara (bersama group Kantata)
  • 2002-Suara Hati
  • 2003-In Collaboration with
  • 2004-Manusia Setengah Dewa
  • 2005-In Love
  • 2006-Selancar (single bersama Indra Lesmana)
  • 2007-50:50
  • 2009-Untukmu Terkasih (Mini-album – dua lagu)
  • 2010-Keseimbangan
  • 2011-Tergila-gila

Dalam format kaset album rilisan Musica Sarjana Muda s/d 1910 masih banyak beredar dalam versi remaster entah yang keberapa kalinya. Mungkin karena penggemarnya yang begitu banyak dan fanatik sehingga terus menerus dimunculkan.

Kaset kompilasi?, ini sungguh banyak sekali beredar dalam banyak versi, ada versi kompilasi Musica, Harpa, AR dan lain-lain yang dibolak balik sehingga membuat kebingungan bagi yang ingin mengkoleksinya. Untuk kompilasi versi CD juga cukup banyak yang beredar. Namun CD album terutama Mata Dewa, Swami I, Swami II, Kantata Takwa dan Santata Samsara sudah sangat langka dan menjadi incaran para penggemar dan kolektor.

CD versi Musica sendiri cukup sulit diperoleh saat ini (terutama Manusia ½ Dewa yang ditarik dari peredaran karena masalah cover art album), sedangkan CD Dalbo, Cikal (sayang versi CD Cikal sungguh jelek kualitasnya, lebih kemresek dibanding kaset…:)) dan Hijau saya masih melihatnya di toko CD tertentu bersama puluhan judul CD kompilasi.

Kaset & CD Kompilasi

Kaset & CD Kompilasi

 

 

 

59 Responses to “Jejak Rock dalam Perjalanan Iwan Fals”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Mas DananG … Salut!!! Sebuah ulasan yang lengkap dan membuat yang membacanya terpikat … Top dah!!!!

    Saya gak mengikuti Iwan Fals tapi album pertama dengan Kantata sungguh dahzyat, tak ada satu lagupun yang gak enak …. Kesaksian, kantata, Paman Doblang …wis jiyan tuoobbbsss!

    Di album Kantata Samsara, saya paling suka yang paling ngerock yaitu PANJI PANJI DEMOKRASI … Wah keren banget rocknya!!!!

    * aduh sayang saya gak bawa nih HD album tersebut di kantor ….

    • DananG Says:

      suwun mas Gatot, maaf emailnya baru saya baca tadi pagi, belum sempat edit, eh udah muncul di blog. sekali lagi terima kasih. Setuju mas Kantata Takwa memang dahsyat. bagi saya itu salah satu album terbaik musisi tanah air. Untuk mas Gatot yang ngeprog, saya rekomen mas Gatot untuk mendengar Cikal,

  2. Bentar Lukman Says:

    Wuidih mantabs mas Danang ulasan dan koleksinya kumplitplitplit hehe..

    Saya kok jadi merinding ya lihat foto kaset Kantata Takwa yg berbonus tiket nonton, jaman2 saya SMA nih🙂 Dulu saya termasuk salah satu yg hadir di konser mereka (maaf, di stadion utama Senayan mas, bukan di parkir timur). Saya ingat betul saat stadion bergetar waktu lagu bongkar dan bento dinyanyikan berbarengan dgn koor ribuan penonton. (ada yg bilang sampai 100ribu penonton). Sebenarnya juga ga berakhir rusuh seperti Metallica di Lebak Bulus, hanya ada beberapa insiden yg menyebabkan kerusakan lighting yg konon katanya akan dibuat seperti lighting di konser2 Pink Floyd.. By the way, album Kantata Takwa ini berasa sekali Pink Floyd-nya ya😉

    Hehe betul mas di 1910 itu lagu “Ibu” bener2 mengaduk emosi.. (selain ingat ibu juga ingat “dust in the wind” hehe), termasuk lagu “Engkau Tetap Sahabatku”. Yg hebat sentuhan Ian Antono bener2 bikin Iwan Fals berubah jadi rocker🙂

    Kalo Mata Dewa, pada awalnya, sistem penjualan termasuk yg ga biasa.. karena ga beredar di toko2 kaset tapi dengan pemesanan lewat pos. Seneng banget waktu pak pos dateng bawa paket yg isinya kaset plus poster gede yg langsung di tempel di kamar sambil puter kenceng “Air Mata Api” rock pisan lah hehe..
    Cuma sayang, untuk format CD sepertinya saya dapat yg bajakan nih.. beli via online bareng sama Swami 1. Dua2nya dicurigai bajakan, meski kualitas suara bagus.

    Sekarang justru yg masih suka saya puter kasetnya ya album Cikal.. –betul sekali mas CD-nya kok ga asik banget kualitas suaranya, padahal ya original😦 Menurut saya ini album Iwan Fals yg paling ajaib musik dan terutama liriknya..

    Ah.. pagi ini saya jadi muter kaset Iwan Fals deh buat nemenin kerja.. Makasih mas Danang🙂

    • DananG Says:

      terima kasih mas Bentar atas koreksi venue konser Kantata Takwa, sungguh beruntung mas Bentar bisa menjadi saksi.
      CD Mata Dewa, Swami dan Kantata kalo nggak salah ada beberapa versi rilisan. Yang rilisan Airo jelek sekali kualitasnya (seperti kualitas CD Cikal), sedang rilisan yang berikutnya sudah lebih baik. (kebetulan saya punya 2 versi Swami II). Kalo yang dugaan mas Bentar bajakan labelnya apa?.
      Cikal memang unik dari sisi musik dan lirik, benar-benar nyempal dari patron Iwan Fals.
      Muter album apa nih mas?, saya lagi muter kaset Belum Ada Judul….trenyuh pada lagu Mereka Ada Di jalan……
      Terima kasih juga mas Bentar

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya juga ada di sana lho mas Bentar … Asik banget beli kaset bonus tiket. Sebuah pertunjukan yang megah dan dahzyat ….bak nonton Pink Floyd ….padahal belum pernah nonton ….ha ha …

      “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

      Gatot Widayanto

  3. Herwinto Says:

    Wah wah mas Danang tuob, kebetulan kelas 1-3 SMP periode saya suka dan pada tahap mengoleksi kaset Iwan Fals jadi saya benar benar bisa menjiwai semua tulisan mas Danang, saya juga nonton Konser Kantata Takwa di Solo dengan tiket rp 5000 juga beli kaosnya. Menurut saya Kantata Takwa dan Cikal sangat progresif terutama side B nya Cikal, kebetulan saya kenal WS Rendra karena teman teman saya kantor anggota bengkel Teater Rendra, Rendra sering berkunjung ke kantor saya sebelum wafat dan saya diberi CD kantata takwa juga oleh Rendra. Lagu yang senada dengan Ibu ada juga di Swami II judulnya Kebaya Merah, indah sekali….dan lagu yang bikin menangis adalah Etiophia…..

    • DananG Says:

      Mas Herwinto sungguh beruntung bisa nonton Kantata Takwa, saya cuman nonton Swami saat di Padang, dan Kantata baru-baru ini dengan kondisi yang berbeda. Konser solo juga muncul dalam format VCD dan dirilis di Malaysia. Harga VCD nya saat ini sungguh jahiliyah, mencapai Rp 2,5 juta.

      Kebaya merah memang indah mas Herwinto, Kalau lagu ibu di album 1910 tentang sosok Ibu yang sesungguhnya, di tangkapan saya Kebaya Merah liriknya lebih menggambarkan kegundahan seorang Iwan Fals terhadap ibunya, dalam hal ini adalah ibu pertiwi Negara Republik Indonesia…lirik sungguh menyentuh tentang Negara Indonesia yang sebagian sudah terkoyak, dan masih relevan hingga saat ini,

      ..Kebaya merah kau kenakan
      ..Anggun walau nampak kusam
      ..Kerudung putih terurai
      ..Ujung yang koyak tak kurangi cintaku

      ..Wajahmu seperti menyimpan duka
      ..Padahal kursimu dilapisi beludru
      ..Ada apakah?
      ..Ibu..

      ..Ceritalah seperti dulu
      ..Duka suka yang terasa
      ..Percaya pada anakmu
      ..Tak terfikir tuk tinggalkan dirimu

  4. eddy irawan Says:

    Top banget, Mas Danang!
    kirain cuma Queen sama Rush aja yg dikolek.
    Salut!

    • DananG Says:

      Terima kasih mas Eddy, kalo terhadap Iwan Fals saya malah lebih intens, karena interaksi lewat nonton konser sudah berulang kali saya alami (sementara saya belum pernah nonton konser Queen dan Rush sekalipun secara langsung).
      Mengikuti Iwan Fals memang harus secara utuh mas, karena warna musik yang terus berubah, membuat rasa menyesal jika harus ketinggalan barang satu album.

  5. gt Says:

    Mas Danang..TOP MARKOTOP…kalau lagu Selamat Tinggal Ramadhan , ada di album apa ya..

    • DananG Says:

      Selamat tinggal Ramadhan saya belum punya malahan mas Gatot. Yang saya tahu itu merupakan single, Memang terdapat beberapa yang beredar di dunia maya, namun rilis resminya saya belum tahu. Terima kasih mas Gatot.

  6. herman Says:

    Mas Danang OI asli…..(OI= Orang Indonesia, komunitas penggemar Iwan Fals)…Iwan Fals seniman yang berbakat, jiwa seninya terlihat pada sayirnya yang kuat dan mengalir terus ide2nya…..saya dua kali diajak P Ugiek lihat IF main di panggung di kompleks rumahnya, yang nonton kebanyakan OI…kelihatannya mainnya terjadwal secara teratur….

    • DananG Says:

      Pak Herman, saya belum gabung dengan teman-teman OI, masih sebatas penggemar yang hanya mengumpulkan dan mencoba menikmati. Pak Ugiek sama pak Herman nonton Konser di Leuwinanggung mantab…itu pagelaran rutin Iwan Fals dengan mengundang bintang tamu untuk berinteraksi dengan penggemarnya, yang kebanyakan teman-teman OI. Gimana review salah satu konser disana pak Herman?

  7. Domme Says:

    Jujur. Aku sama sekali nggak suka Iwan Fals, sebelum baca tulisan ini… Untuk musik Indonesia, aku hanya mengakui God Bless. Tapi tulisan ini telah menimbulkan rasa penasaran, khususnya untuk album Mata Dewa, Swami 1, dan Kantata Takwa… Waktu album-album ini muncul, aku memang mendengar juga kehebohannya. Tapi tidak sampai mempengaruhi aku untuk membeli. Jelas tulisan ini memberi pengaruh kepadaku dalam menilai sosok Iwan Fals. Maka perburuan dimulai…!

    • DananG Says:

      Selamat berburu dan semoga memenuhi harapan bang Domme.

    • Gatot Widayanto Says:

      Bro Domme

      Mulailah dengan Kantata Takwa …. merindhink disko tenaaaan …. Saya mulai melirik Uwan Fals dari Mata Dewa ….

      “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

      Gatot Widayanto

  8. herman Says:

    Konser IF ya seru Mas Danang, IF main di depan penggemarnya meskipun tak sebanyak di konser di luar tetapi mainnya tetap total…All out…..waktu saya nonton yang main gitar Mas Totok Tewel….mainnya juga total dan bagus, saya suka permainan gitar Mas Totok….bintang tamunya waktu itu Rosa….Pak Ugiek berteman sama pengurus OI….

  9. herman Says:

    Wah Blog-nya keren Mas, saya sudah mampir…..bagi temen2 yang belum tahu Blog Mas Danang silahkan mampir di alamat di atas…..

    • DananG Says:

      matur nuwun sudah mampir pak Herman, itu blog migrasi dari multiply yang sudah kukut. Karena megang akun google, ya saya export ke blogspot saja. Sayang pas migrasi beberapa foto hilang penampilannya, sehingga kudu mulai upload fotonya satu persatu lagi, dan sampai sekarang belum sempat.

    • Gatot Widayanto Says:

      Setuju ….blog nya kerennn …. maaf mas Danang komentar saya gak masuk terus tadi.

      Hayo yang lainnya pada bikin blog ….biar tambah seru …..!

      Siiiiip ….

      “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

      Gatot Widayanto

      • DananG Says:

        suwun mas Gatot, tapi ya gak sekeren https://gwmusic.wordpress.com/…, saya jadi inget ngobrol tentang blog, nyesel juga gak bikin di wordpress dulu, saya milih multiply karena interaksinya awalnya enak, dan sekaligus saling upload dan download file MP3, jaman masih susah download dulu. Akhirnya memang multiply tergilas oleh perubahan dan kukut resmi di tahun 2013. Masih untung sebagian bisa saya migrasi ke blogspot mas

      • Gatot Widayanto Says:

        Oh …pantesan mas ….kok rasanya saya pernah mampir tapi kok rasanya bukan blogspot …. Rupanya dulu saya masuk yg di Multiply dan pernah nyedot juga ….ha ha ….

        He he ….yang bikin keren ya tulisan2 gemblungers ….ha ha ha ….

        Tulisan Iwan Fals nya muantebzzz ….!

        “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

        Gatot Widayanto

  10. hippienov Says:

    Walau bukan fans berat Iwan Fals tp musik beliau selalu hadir dalam perjalanan waktu hidupku.
    Semasa sd lagu Oemar Bakri, sarjana muda melekat di kuping karena pamanku adalah fans Fals (juga Doel Sumbang dan Ebiet).
    Masa smp-sma temen2 fanatik dgn Fals juga dgn pesawat tempur, buku ini aku pinjam, wakil rakyat, mata indah bola pimpong, air mata api,dan bnyk lagi.
    Kuliah ak beli kaset Swami dgn bento, bongkar yg dahsyat itu. Rasanya bangga bisa punya album ini yg sarat kritik pada rezim waktu itu.sayang kasetnya hilang entah kemana.
    Sekarang, ada tret mas Danang yg membuatku terkejut dan kangen dgn karya2 Fals yg luar biasa.
    Thx n tuobz mas!

  11. Rizki Says:

    Salut buat musik Indonesia dan salut juga untuk Mas Danang. Artikel dan koleksinya keren sekali ….

    • DananG Says:

      terima kasih mas Rizki. Hanya sayang memang dokumentasi musik Indonesia belum sebagus di luar, kita begitu gampang mencari rekaman kebanyakan artis luar di tahun-tahun lama, namun untuk mencari rekaman artis Indonesia perlu perjuangan ekstra keras. Semoga pak Herman, pak Ugik, dan teman-teman lain bisa mengumpulkan dokumentasi itu..

  12. Gatot Widayanto Says:

    Pagi ini nyetel album CIKAL ….gara2 baca postingan mas DananG ini. Cuocok saya sama album Cikal ini. Tuooobbbz!!!

  13. Dino Says:

    Dear mas danang, lengkap banget cdnya?… pengen jadinya?… susah nih nyarinya… boleh ngak back up cd2 nya… dah susah nih nyarinya…thx

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas DananG lagi nonton Java Rockin’ Land … Besok baru nongol ….

      Salam

      • DananG Says:

        hahahahaha, masih pegel-pegel nih mas, padahal saya gak tuntas nontonnya…balungan tuwo..:)

      • Gatot Widayanto Says:

        Ditunggu ulasan lapanta nya mas …Biar blog ini gak melulu ngomongin kaset dan bisa melambungkan harga …

        *”Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”*

        *Gatot Widayanto*

    • DananG Says:

      kalo pas hadir di acara progring monggo nanti saya bawain backup nya mas Dino

  14. gt Says:

    Album terbarunya di beri judul ” Raya “

    • DananG Says:

      mas GT. Akhirnya saya mendapatkan album Raya ini via online di tiga rambu. Album ini tidak dijual di toko CD dan hanya dijual via onlne dan stand di venue konser Iwan Fals.

  15. apec Says:

    Pak GT, berarti 3 anak Iwan Fals sudah pernah dijadikan judul lagu/ album ya

  16. Apec Says:

    Sudah balik kucing di Surabaya pak..sudah mulai rutinitas lagi

  17. ari Says:

    Penggemar iwan fals luar biasa, kenapa pihak rekaman (musica studio kah?) tidak merelease ulang kaset2 iwan fals dalam bentuk CD? Merindukan album2 iwan fals yang lama dalam bentuk CD supaya bisa di “rip”

  18. Apec Says:

    Kalo perlu dibuatkan berupa boxset sebagaimana almarhum Chrisye , Diana Musica merilis box set yg terdiri Dari 21 keeping CDdalam kemasan exclusive

  19. Apec Says:

    Maksud saya ‘ Dimana Musica’ Bukan Diana musica

  20. rollingdoel Says:

    toopp dah mas Danang…
    oh iya boleh ralat sedikit tentang diskografi Iwan Fals
    -Canda Dalam Nada (rilis 1981) itu adalah kompilasi dari kaset Canda dalam Ronda dan Yang Muda Yang bercanda 1980 setelah suksesnya Sarjana Muda
    – 3 bulan itu rilis thn 1988 eisue dari album Ambuadul(perjalanan) 😀

    • DananG Says:

      oo gitu ya mas Doel. Saya memang kehilangan jejak atas kaset lama pra Musica, cuman inget saya beli yang canda dalam Ronda itu saat SMP, sementara punya Sarjana Muda sudah SMA. Waktu itu memang gabungan lawakan GM Selo dengan lagu Iwan Fals ditengah lawakan, dan ada dialog Iwan Fals juga. Terima kasih mas Doel

      • rollingdoel Says:

        iya mas , album sebelum Musica udah susah..bahkan Iwan Sempat Merekam lagu2nya di sebuah radio kampus EH 8 (berubah menjadi Radio Ganesha, lalu beredar kaser indie dengan nama “flashback Amburadul”). Padahal ketika saya tanya tentang rekaman radio EH 8 itu Iwan mengakui itu REKAMAN PERTAMA nya meskipun tidak edar/dijualbelikan saat itu .

      • Gatot Widayanto Says:

        Mungkin maksud mas Doel radionya anak2 itb ya mas …. namanya bukan 8 EH ya?

        Hebat nih mas Danang dan mas Doel ….penggemar Iwan Fals tulen

        “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

        Gatot Widayanto

      • rollingdoel Says:

        iya mas Gatot radio 8 EH adio ITB ada sekitar 15 laguan direkam tahun 1978 an😀

      • rollingdoel Says:

        iya mas Gatot radio 8 EH adio ITB ada sekitar 15 laguan direkam tahun 1978 an😀

  21. ekho pratama Says:

    saya termasuk penggemar bang iwan…sayang koleksi kaset saya kebanyakan album kompilasi beliau, album yg solo studio bang iwan yg saya punya kebanyakan adalah album solo periode 2000-an ke atas…susah banget soalnya nyari album iwan fals yg jadul2…untunglah album2 kompilasi tsb sering memuat lagu2 yg menjadi hits andalan iwan fals di era 80-an hingga akhir 90-an…

    menurut saya puncak kreativitas iwan fals memang dimulai sejak album “1910”. tiga album setelahnya termasuk yg bersama swami dan kantata adalah puncak karier iwan fals menurut saya, baik dalam hal popularitas maupun kualitas karya yg dihasilkan.

    album “kantata takwa” bagi saya pribadi adalah karya seni terhebat yang pernah dilahirkan oleh anak bangsa indonesia terhitung sejak berdirinya negara ini hingga sekarang ini….

  22. MEGAH Says:

    salut masih menyimpan kaset2 jadulnya presiden saya hehehe….
    sayang sekali udah pada ilang kaset jadul saya. . . dulu mungkin kurang lebih ada 30an kaset bang iwan yang saya punya.

    tapi semua melayang entah kemana, gara2 pinjam sana pinjam sini .. . . dan akhirnya tidak kembali Y_Y

    sejak kelas 4 SD telinga saya sudah di jejali oleh musik2 bang iwan. . . . dan sampai detik ini, karya-karya bang iwan sudah mendarah daging dengan kehidupan saya.

    sejak kematian sang putra tercinta Galang, saya merasakan ada yang berubah dari bang iwan . . . . .
    tapi setelah Album Raya di rilis, rasa kangen dengan sosok bang iwan pada era 80an terasa terobati.

    maap jadi curcol hehehe .. . . yang jelas karya-karya iwan fals gak akan pernah mati sampai kapanpun.

    salam oi .. . . BERSATULAH !!

  23. satria ginting Says:

    itu belinya di mana mas, saya abg dan suka sma Iwan Fals.

    Pengen ngoleksi juga, tapi ga tau mau beli dimana. Hehehe…

    • danangsuryono2112 Says:

      Untuk sekarang mencari Toko CD/Kaset agak susah. Beberapa CD nya saya masih melihatnya di Musik + Sarinah. Sedangkan CD/kaset stock lama beberapa masih ada di Blok M Square basement.
      Untuk album Raya selain online di tigarambu juga bisa dijumpai di Alfamart/alfamidi..(terima kasih infonya mas Gatot Triyono)

  24. Andri Says:

    Mantap koleksinya!

  25. dhenabayu Says:

    Beberapa album Iwan Fals (1910, Sumbang, Suara Hati) sekarang ada di iTunes. Sayangnya Swami dan Kantata belum ada😦

  26. Uhang Do'u Says:

    Kalo sy sih salut sm lagu2 cintanya Kang Iwan, yg kesannya macho banget. “…ingin kucongkel keluar bola matamu, agar engkau tahu memang indah matamu…” “…kalau ada yg tak suka, mungkin sedang gob*ok…”, dll. Jauuuuh sama lagu2 cinta jaman sekarang yg cengeng n’ mengesankan cowok yg lemah.

    Sayangnya walaupun Kang Iwan pernah bilang kalau beliau udah gak bisa bikin lagu cinta lagi, karena gejolak emosinya udah gak kaya dulu (makanya bikin lagu In Collaboration With, yg isinya lagu2 cinta tp bilikinan orang lain). Eeh, gak taunya beliau bikin lagu cinta jg, yg menurut sy gak Kang Iwan banget, “…ijinkan aku tuk menyayangimu…”, dll. Mirip lagu2 cinta jaman sekarang yg menye-menye gitu. Yah, sekedar pendapat orang awam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: