Hogarth Plays “Script” Wonderfully!

Kali Ini Saya Nangis Beneran!

Pagi ini selagi ada wi-fi yang kenceng saya coba browsing youtube menggunakan HP Android saya. Seperti biasa, kalau sudah ada youtube saya sering iseng search Marillion atau IQ atau Steven Wilson. Hari ini gak tahu kenapa kok otomatis Marillion dulu. Yang saya kaget kok ada Script for a Jester’s Tear tapi tahunnya 2013? Apa ini reuni Marillion dan Fish ya ? pikir saya. Iseng ah … Kebetulan juga Koh Win kan kemarin dapet kaset Yess nya.

Eh ..ternyata yang posting ini resmi MarillionOnLine alias dari Racket Records. Begitu liat panggung, saya berharap Fish yang nongol …eh gak tahunya Hogarth! Aduh ..males ah … Mau saya matiin ajalah. Tapi karena penasaran, saya terusin juga nontonnya dengan rasa pesimis Hogarth bakal belepotan dah.

Saat ambient awal di set oleh Mark Kelly, si Hogarth jalan dari sisi kanan panggung menuju mikrofon dengan santai. Tanpa ada setting dari Mark Kelly memang sulit memulainya, bahkan Fish pun juga melakukan hal yang sama saat di Recital of the Script. Tibalah saat menegangkan itu … “So here I am once more” THENG! Whoaaaaaaaaa… Emosi saya tiba-tiba teraduk dan adrenalin segera mengalir kencang tak kuasa menahan memori indah ketika pertama kali menikmati lagu ini di markas besar Yess di Jl Veteran Bandung bersama Ian Arliandy. Dada saat itu langsung berdegup girang karena di tengah era new wave yang sudah kebangetan ternyata masih ada yang bersedia menegakkan panji progrock.

Tiba-tiba kali ini perhatian saya lebih kepada sosok Hogarth yang menggunakan kemeja putih dan baju rompi. Coba bandingkan dengan penampilan teatrikal Fish dengan baju compang-campingnya, jelas beda …. Setiap tekukan nada saya amati betul bagaimana Hogarth ini membawakan Script yang fenomenal ini dengan tujuan mencari titik dimana saya bisa menghujat penampilannya. Rupanya saya gagal membidik titik hujatan karena ternayat saya justru menarik simpati dari penampilan Hogarth yang banyak dibenci penggemar Fish ini. Saya justru mencatat penampilan dia dalam tiga hal di bawah ini:

  1. Pembawaan H benar-benar penuh totalitas seolah dia menghayati makna lirik melankolis yang sebenarnya merupakan latar belakang kehidupan pribadi Fish sebagai penulis liriknya. Dia tak hanya bernyanyi tapi juga merintih dan tereak bahkan menyanyi sambil gulung koming di lantai. Sebuah penampilan yang sungguh elok.
  2. H membawakan keseluruhan lagu Script ini tanpa sedikitpun berupaya menirukan Fish. Seperti kita ketahui gaya nyanyi H adalah dengan dragging vocal – dan itu masih ia pertahankan dari awal lagu hingga akhir. Ini jelas semestinya gak cocok karena saya sendiri sudah terbiasa mendengarkan lagu ini dengan gaya punctuated vocal bukannya dragging. Lha …herannya kok saya ndak masalah dalam hal ini! Saya justru kesirep dan mau menerima hal ini apa adanya. Toh, saat saya mendengarkan Phil Collins membawakan Supper’s Ready di Seconds Out kuping saya mau juga menerimanya.
  3. Memang ada di beberapa segmen yang H melakukan kesalahan slip of the tongue. Namun hal ini tak ada masalh karena Fish pun juga kalau di panggung kadang (bahkan sering) tak bisa mengendalikan emosi dengan baik sehingga keseleo juga. Remember, this is a live stage performance! To err is human.

Yang perlu dicatat juga adalah msuiknya yang bener-bener utuh karena memang empat orang lainnya adalah memang dari dulu punggawa (pinjem istilah mas Kris) Marillion meski Ian Mosley tak ikut dalam studio recording nya Script. Oh ya…kalau dicermati lagi, penonton juga seperti kesirep dengan lagu fenomenal ini. Top dah! Tanpa saya sadari say bener2 menangis (real tears) melihat konser ini. Perasaan saya campur aduk teringat begitu cintanya saya sama band ini melalui album Script. Aapalagi saat melihat Steve Rothery (sekarang tembem pol) melangsungkan solo gitarnya. Mbrebes mili dada berdegup! bener2 nuansamatik lagu ini ……!!!

Silakan Anda menilai juga performance band ini dengan H sebagai lead vocal setelah TIGA PULUH TAHUN lagu ini dirilis. Salut!

9 Responses to “Hogarth Plays “Script” Wonderfully!”

  1. DananG Says:

    Selama ini saya masih belum sreg dengan Hogarth ini mas. Nanti tak coba

  2. Edi Apple Santoso Says:

    marilcat memainkan marillion dengan sangat meyakinkan … sukses untuk hogarth …….

  3. Nanang Says:

    Pak Hogart lebih top. Explorasi musik marillion lebih luas setelah Pak Hogart masuk. Jangan lagi tanya masalah penjiwaan. Pak Hogart selalu berusaha 100% menjiwai lagu yang dinyanyikan. Bahkan untuk lagu-lagu marillion baru yang sudah mulai membosankan sekalipun, kalau dibawakan secara live oleh Pak Hogart akan kelihatan ‘nyawa’ nya.

    Saya menyayangkan Pak Gatot yang tega ‘meninggalkan’ marillion. Kenapa saya mengatakan tega, karena baru ngeh sekarang kalau Pak Steve Rothery sudah gemuk ginak-ginuk.

    Salam.
    Nanang

    • Gatot Widayanto Says:

      Gak setuju Hogarth lebih top! Tanpa Fish marillion gak jadi band.

      Iya saya sebel sama beberapa album setelah marbles, makanya saya sengaja tinggalkan marilcat ….he he …

      Fish tetep lebih pas buat M mas Nanang … Karena di jaman Fish gak ada album yang biasa2 saja, semuanya mantab …

      Mekaten mas Nanang …he he …

      • khalil logomotif Says:

        Pendapat pribadi saya: kalau Marillion tanpa fish, bukan marillion…..kalau fish tanpa marillion, juga bukan fish…pasnya sih marillion dengan fish…e eh..fish malah maen sinetron…

  4. ekho Says:

    suara hogarth kayaknya emang lebih cocok utk lagu yg lembut mendayu deh…mungkin karena lagunya emang lagu monumental makanya suara hogarth jadi terkesan agak lumayan di sini hehehh…yg saya suka di video ini respon penonton yg ikut bernyanyi dan berjingkrak2, wah berarti yg nonton ini lintas generasi, tidak hanya dari era hogarth…terus yg patut diherani, rothery kok bisa segemuk itu sekarang…sementara trewavas kok awet muda aja..ah yg penting skill mereka gak berkurang lah …

    • Gatot Widayanto Says:

      Iya mas Ekho …si Rothery jadi ginak-ginuk jumenuk …sak awake isine plenuk-plenuk ….

      Setuju …penontonnya ikut kesirep …. Saya yakin penggemar M saat ini banyak dari generasi lama karena mereka sdh kepalang tanggung suka M dari era awal.

  5. Kristanto Says:

    Habis nonton Hogart nyanyi “Script …” ini, link kebetulan ke lagu lainnya yg tak kalah nuansamatik, “Chelsea Monday” yang dibawakan oleh band yg menamakan diri Still Marillion … Steve Rothery jadi guest star, dan rasanya body Steve kompak dengan vocalistnya (ngga tau siapa namanya) yang sama2 ginuk2, tapi vocalnya tuobs, nyaris 95% Fish, hehehe …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: