Gino Vannelli Dalam Ingatan Saya

By: Hendrik Worotikan

Berbicara Gino Vannelli rasanya sudah sangat sering muncul di blog ini. Namun demikian, walaupun kerap di bicarakan tidak ada habis-habis nya untuk diceritakan.

Cerita inilah yang sampai kini masih terus melekat dalam ingatan saya. Berawal dari sering nya mengunjungi Duta Suara, Sabang, akhirnya saya pun mengenal Gino Vannelli. Tidak dengan pita kaset nya, tapi saya mendapatkan piringan hitam nya GV bertajuk ‘Nightwalker’, yang rilis di awal tahun 80-an. Mau tahu berapakah harga sebuah plat saat itu ? Tidak lebih dari tiga belas ribu rupiah saja. Jadi lah GV dan sebuah album band jazz rock asal Kanada, Mezzoforte, saya bungkus bawa pulang.

Berawal dari album ‘Nightwalker’ itulah yang menjadi daya tarik saya untuk lebih mengetahui album-album GV lainnya.

Satu demi satu albumnya pun mulai saya cari, entah kaset ataupun PH. Dan hingga kini beberapa albumnya sudah terkumpul. Diantaranya ‘Crazy Life’, ‘Powerful People’, ‘Storm At Sunup’, ‘A Pauper in Paradise’, ‘Brother to Brother’, ‘Nightwalker’, ‘Black Cars’, ‘Big Dreamers Never Sleep’, ‘Live In Montreal’ dan ‘Yonder Tree’. Belum lengkap memang. Tapi paling tidak ini sudah terwakili betapa kagumnya saya dengan penyanyi pria kelahiran Montreal, Kanada ini.

image

Mas G…terimakasih.

Salam,

Hendrik Worotikan

8 Responses to “Gino Vannelli Dalam Ingatan Saya”

  1. gt Says:

    Jadi inget thn 1978..ketika Keenan Nasutiion dan Donny Fatah,berduet membawakan lagu Fly Into This Night nya GV,diacara pengangnugrahan pemenang LCLR 77 di Teater Terbuka TIM.

    • Hendrik Worotikan Says:

      Foto 2 musisi ini pula yg menjadi cover kaset LCLR 1977. Ingat kan cover yg berwarna orange itu ?
      Selain Keenan & Donny yg pernah membawakan lagu GV ( yg pernah mas gt tonton ), sy juga pernah melihat performance Utha Likumahuwa (alm) membawakan `Brother to Brother` pada Friday Night Jazz yg dulu rutin diselenggarakan di Ancol.

      Wah… Di minggu pagi ini rupanya sdh membuat mas gt kembali teringat masa masa indah yg tak mungkin terlupakan.
      Salam.

    • Hendrik Worotikan Says:

      Benar mas gt thn 1978. Tahun 1977 lagu tersayang nya adalah ‘Lilin lilin kecil’.

  2. apec Says:

    Sing gakkuat kuwi ndelok fotonya dengan dada setengah terbuka,ha…ha….cover legendaris kuwi

    • Hendrik Worotikan Says:

      Ha…ha…ha.. dgn cover GV yg dada nya setengah terbuka dan dihiasi dgn bulu lebatnya itu, maksudnya, barangkali GV ingin menggaet lebih banyak lagi para perempuan untuk mendongkrak penjualan album ‘Storm At Sunup’ tersebut.

      Ayo…para perempuan kasih komen dong ihhh…

  3. Hendrik Worotikan Says:

    Baru ngeh…pada penulisan nama Gino Vanelli ( judul tret ), yang benar adalah Gino Vannelli. Sy kurang huruf ‘n’.

  4. DananG Says:

    Gino Vannelli ini saya betul betul terlewatkan oleh saya. saya hanya punya 1 kaset GV, itupun hibahan temen dalam kondisi bugil (tanpa sleeve tanpa label kaset) yang sampai sekarang belum saya denger secara seksama. Nanti coba saya denger. Thx mas Hendrix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: