Memburu Kaset Queen

By: Danang Suryono

Kenal pertama kali Queen lewat video betamax Top Pop yang salah satunya berisikan klip Queen Body Language yang merupakan promo album Hot Space di tahun 1982, perkenalan saya berlanjut lewat kaset Hot Space rilisan Golden Lion Records.

Saya yang tinggal di kota Padang, saat itu sangatlah sulit mendapatkan kaset-kaset rock yang menjadi kesenangan saya sejak SMP.Kesukaan saya akan Queen saat itu terlampiaskan dengan kaset Queen serial Platinum album 1 s/d 8 rilisan Billboard. Kaset yang berisikan materi album Queen I hingga Hot Space, menjadi pintu masuk bagi saya untuk mengenal Queen secara mendalam dibantu dengan beberapa tulisan di majalah Vista.

Saat saya pindah ke Jakarta, kaset Queen saya pun berhamburan entah kemana, tak tersisa satupun di rumah orang tua saya. Saat itu di tahun 1995 saya sudah tak memikirkan lagi kaset itu, toh saya sudah lengkap punya CD nya. Ngapain miara kaset yang susah untuk memutarnya demikian yang ada di benak saya. Saya lebih fokus pada CD dan seiiring dengan jaman internet dimana interaksi antara orang sehobi terjadi di milis dan forum, selera musikpun ikut bertransformasi. saling meracuni antar anggota milis sungguh merupakan suatu hal yang menyenangkan, sehingga yang seneng claro teracuni oleh Jazz, Prog hingga death metal. Dan sebaliknya yang seneng metal pun teracuni oleh claro maupun prog, demikian pula saya…Istilah ketuaan mendengar musik rock pun hilang sudah. Meskipun selera menjadi lebar, dari musik claro, prog, jazz hingga metal, namun kesukaan saya terhadap Queen tak pernah hilang, apalagi istri saya waktu pacaran saya gombalin sampai klepek-klepek melalui lagu pentolan Queen Freddie Mercury I was Born To Love You, hingga mau menjadi istri saya..bagaimana saya bisa melupakan Queen!!!

Mudahnya akses internet, toko online dan pertemanan menjadikan koleksi CD, DVD dan Bluray saya bertambah sedikit demi sedikit. Praktis sudah kumplit CD yang saya punya dari versi 1 CD hingga versi remaster 2011 (2 CD), ditambah Vynil nya…(belum dapet yang Made in Heaven)

image

Saat saya mulai serius menyimak blog gemblung ini, dan membaca postingan teman-teman tiba-tiba saya teringat akan nikmatnya kaset Queen. Apalagi setelah saya ikut progring di Corelli ketemu dedengkot proclaro mas Gatot, mas Herman, mas Ugik, mas Hengky, mas Rizki, mas Oni, mas Apec, mas Edy Irawan, mas Yudhi dan mas Noor Qodri. Sempet mampir dan mulai tertarik untuk mencoba lagi. Tapi saya sudah tidak punya player lagi, gak papa yang penting punya kasetnya dulu. Urusan player belakangan….

Akhirnya saya mengontak beberapa teman online seller disamping mulai bergerilya ke lapak-lapak kaset mulai Jalsur, Jatinegara disamping Blok M Square, serta sempat mampir ke Yogya. Prinsip saya asal beda sikat…Seperti album Hot Space mulai dari Billboard, Team, Aquarius, Hins Collection hingga ABC records sudah saya sikat. Sayangnya versi Golden Lion yang jadi perkenalan saya malah belum dapet.

Kumpulan kaset rongsokan Alhamdulillah…cukup banyak kaset Queen yang bisa saya kumpulkan. Total yang sudah saya dapatkan adalah sebanyak 65 kaset.

image

  • A Day at the Races-Queen (EMI-Aquarius)
  • A Day at the Races-Queen (Perina)
  • A Kind Of Magic-Queen (Aquarius)
  • A Kind Of Magic-Queen (Billboard)
  • A Kind Of Magic-Queen (EMI-Aquarius)
  • A Night at the Opera-Queen (Aquarius-47033)
  • A Night at the Opera-Queen (Aquarius-58030)
  • A Night at the Opera-Queen (EMI-Aquarius)
  • A Night at the Opera-Queen (Perina)
  • Best of-Queen (Atlantic Records)
  • Five Live-George Michael and Queen (EMI-Aquarius)
  • Flash Gordon-Queen (Aquarius)
  • Flash Gordon-Queen (Contessa)
  • Greatest Hits II-Queen (EMI-Aquarius)
  • Greatest Hits II-Queen (EMI-Aquarius)
  • Greatest Hits I-Queen (EMI-Aquarius)
  • Greatest Hits of Queen & Freddie Mercury-Queen & Freddie Mercury (Kings (C-90))
  • Hot Space-Queen (ABC Records)
  • Hot Space-Queen (Aquarius)
  • Hot Space-Queen (Aquarius)
  • Hot Space-Queen (Hins Collection)
  • Hot Space-Queen (Kings Billboard)
  • Innuendo-Queen (EMI-Aquarius)
  • Innuendo-Queen (EMI-Aquarius)
  • Jazz-Queen (Aquarius)
  • Jazz-Queen (EMI-Aquarius)
  • Live at Wembley ’86 #1-Queen (EMI-Aquarius)
  • Live at Wembley ’86 #2-Queen (EMI-Aquarius)
  • Live Killers-Queen (Aquarius)
  • Live Killers-Queen (EMI-Aquarius)
  • Live Killers-Queen (Private Collection)
  • Live Magic-Queen (EMI-Aquarius)
  • Made in Heaven-Queen (EMI-Aquarius)
  • Made in Heaven-Queen (EMI-Aquarius)
  • News of the World-Queen (Aquarius)
  • Queen + Greatest Hits III-Queen + (EMI-Aquarius)
  • Queen II-Queen (Fame) Rockline!-
  • Queen 1-Queen (Team Records) Rockline!-
  • Queen 2-Queen (Team Records) Rockline!-
  • Queen 8-Queen (Team Records) Rocks,
  • Vol. 1-Queen (EMI-Aquarius)
  • Sheer Heart Attack-Queen (EMI-Aquarius)
  • The Best of 2-Queen (Aquarius)
  • The Best of-Queen (Aquarius Kuning)
  • The Best of-Queen (Aquarius)
  • The Game-Queen (Aquarius)
  • The Miracle-Queen (EMI-Aquarius)
  • The Platinum Album 1-Queen (Billboard)
  • The Platinum Album 2-Queen (Billboard)
  • The Platinum Album 3-Queen (Billboard)
  • The Platinum Album 4-Queen (Billboard)
  • The Platinum Album 5-Queen (Billboard)
  • The Platinum Album 6-Queen (Billboard)
  • The Platinum Album 7-Queen (Billboard)
  • The Platinum Album 8-Queen (Billboard)
  • The Very Best of Queen II-Queen (Billboard)
  • The Very Best of Queen-Queen (Aquarius)
  • The Very Best of-Queen (Pan Audio (C-90))
  • The Very Best of-Queen (Saturn)
  • The Works-Queen (Aquarius)
  • The Works-Queen (Aquarius)
  • The Works-Queen (AR)
  • The Works-Queen (Audio Masters)
  • The Works-Queen (Kings Billboard)
  • The Works-Queen (Team Records)

image

Aquarius merupakan label paling produktif merilis Queen, bahkan album A Night at the Opera saya punya 4 kaset Aquarius dengan tahun rilis berbeda. Sementara label YESS setahu saya paling alergi merilis Queen meskipun album Queen II merupakan album yang sangat progressif apalagi dibandingkan A-ha…

semoga segera bisa mendapatkan Hot Space versi Golden Lion….(mungkin ada yang mau barter?)

image-1

70 Responses to “Memburu Kaset Queen”

  1. Herwinto Says:

    Mas Danang, tuob sekali ulasannya, akhirnya saya jadi teringat masa lalu ketika saya masih SMP punya teman yang kedanan QUEEN sehingga saya sempat teracuni, perkenalan saya dengan QUEEN lewat album Innuendo yang lagu lagu di album itu keren semua dan belakangan baru tahu kalau ternyata gitaris favorit saya Steve Howe ikut main spanish guitar disitu yang suaranya jernih sekali, biyuuuhhh….album A Day in the Races juga saya suka utamanya pada lagu Teritoriate dan Good fashioned Lover Boy, Sheer heart attack jelas saya sukai pada 3 lagu yang menjadi satu itu, lagu di album Hot Space Song for Lennon saya juga suka, Misfire juga suka saya mas….he he he

    • DananG Says:

      terima kasih mas Herwinto. Innuendo yang di sokong Steve Howe memang seolah mengembalikan Queen ke akarnya setelah mabuk New Wave dan Dance Music sejak Hot Space. Innuendo sebagai track pembuka sangat menjanjikan. Namun IMHO secara keseluruhan tidak bisa mengimbangi kedahsyatan Queen II.

    • Gatot Widayanto Says:

      Memang blog ini makin guwemblung ….. kayaknya perlu kita tutup aja ini blog …. postingannya makin kaset minded …. uwediyaaaan !!!

      *) tapi saya suka …..he he …. matur suwun mas Danang …. besok foto diperbaiki ….

    • Kristanto Says:

      Mas Herwinto, dari album “Innuendo”, selain nomor dgn judul yang sama, nomor “Bijou” juga kuweren …

      • DananG Says:

        Gitaran Bijou sungguh menyayat hati…..Terilhami lagu ini di Jakarta ada band yang khusus mengcover Queen dengan nama The Bijoux..:)

  2. yuddi Says:

    mas Danang, koleksi Queen “A Night At The Opera” mengingatkan saya kaset2 tsb yg pernah saya punya. Terbitan Aquarius versi hitam putih adalah terbitan thn ’75 dgn side B UFO “Force It”, versi sampul oranye muda terbitan ’78 dgn side B Queen ;; Brighton Rock, Killer Queen (album “Sheer Heart Attack” ???) dan versi sampul putih terbitan ’82 dgn side B sama dgn edisi ’78 (benar nggak???). Sebenarnya ada lagi terbitan Lolita dgn side A “A Night at The Opera” dan side B “Queen” (Liar, The Night Comes Down, The Great King of Rat dst).Khas Lolita seperti biasa adalah album main penggal saja pokoknya hrs 30 menit selesai nggak selesai.

    Di “Jazz” Aquarius juga menerbitkan yg sampul oranye thn ’78 dgn side B Rush “Hemispheres” dan sampul putih thn ’82 Side B ???.
    Mendengarkan “Jazz” sampul oranye , saya teringat sekolah dimelarkan setengah tahun akibat menteri P&K Daoed Joesoef menggeser awal thn ajaran dari Januari ke Juli.

    Khusus utk versi hitam-putih, dari kaset itu saya mengenal musik UFO dgn gitaris Michael Schenker (majalah aktuil terbitan ’75 pd kolom Rock On sedikit mengulas album ini dan menyebut gitaris Jerman Barat dgn nama Michael saja). Menurut saya “Force It” adalah album hard rock terbaik dgn lagu ‘Let It Roll’,’Shoot Shoot’ dst. Banyak yg menyebut album ini transisi dari hard-rock ke heavy-metal.

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas DananG memang kolektor sejati. Top tenan!

      Kaset saya yang A Night at The Opera juga rekaman Perina hitam putih. Dulu tiap hari saya puter ngantek bodhol …ha ha ha …

    • DananG Says:

      wah luar biasa, kenangan mas Yudhi atas albun A Night at the Opera sungguh luar biasa. Persis apa yang mas Yuddi sebutkan Side B versi hitam putih adalah UFO-album Force It…A Night dianggap album Queen paling terkenal dengan faktor Bohemian Rhapsody didalamnya. Di album ini saya juga suka dengan Death on Two Legs yang ditujukan kepada mantan Manajer Queen Norman Sheffield yang dianggap menghisap darah personil Queen

  3. eddy irawan Says:

    Mas Danang,
    Merinding saya melihat koleksi kaset queen nya. sayangnya versi Yess nya blm ada ya… hehehehehe

    Saya punya album Queen rekaman Monalisa bertajuk ‘Liar’ ( Apa memang ada album tsb?)
    Setelah dicek, ternyata itu adalah album Queen (self titled). hahahaha…ada-ada aja cara ‘produser jaman normal’ berjualan.

    • Kristanto Says:

      Mas Eddy, setau saya Yess cuma rilis album “A kind of Magic”, gradasi ijo no urut 632 …

      • eddy irawan Says:

        Mas Kris, selain #632, ada juga album ‘Live Magic’ (#660). Kalo blm punya, semoga di mas Ferry msh ada album tsb. hehehehe

    • DananG Says:

      hahahaha, mas Eddy…itu kalo diupload covernya pasti akan banyak diburu kolektor kaset Queen di seluruh dunia. Kreativitas khas Indonesia…:)

  4. edy aprianto Says:

    Mas danang tuobs banget koleksinya, saya kenal Queen jaman SMP, samapai sekarang juga masih seneng, meski koleksinya ga nambah2… kalo mau di bilang album Queen II adalah favorit saya (… sambil head bangger dengerin Ogre Battle.. )

    • DananG Says:

      mas Edy…Queen II memang album paling luar biasa dari Queen, album paling prog dan penuh sound early heavy metal layaknya album awal Queen. Track favorit saya adalah The March of the Black Queen…

  5. gt Says:

    Luar Biasa…Dasyat…

  6. hippienov Says:

    Wuih..gemeteran liat koleksi mas Danang,luar biasa..4 jempol mas!
    Ak juga penggemar Queen tp koleksiku jauh lebih sedikit dan setelah th 80an awalnya di album hot space Queen mulai berubah musiknya kurang simfonik lagi, malah mampir ke dance music dan mulai “electronic” dgn midi/programming di era 80 akhr sampai Mercury wafat. Padahal di awal karirnya Queen anti sythesizer. Pun begitu aku masih koleksi album2 mereka. Album made in heaven aku pikir lebih bagus dari innuendo paling tidak dari musikalnya..
    Pertama kali tau Queen dari kaset the best of queen (aquarius) yg gambarnya mereka lagi manggung dan Freddie loncat (atau terbang ya?) dan lagu yang bikin aku stunned adalah “mustapha”. Setelah itu baru bohemian rhapsody dan love of my life.
    Lagu yang ngerock yang paling aku suka adalah brighton rock dan stone cold crazy.
    O ya,kaset Queen antik yg ak punya adalah album pertama mereka yg rekaman impor dari Cekoslovakia..padahal negara itu sekarang ud bubar jadi Ceko dan Slovakia ya..
    Suwun, tuobz mas Danang Queen nya!

    • DananG Says:

      mas Hippienov betul sekali. Perubahan sound Queen memang paling terasa di album Hot Space. Saat dunia dilanda demam New Wave..Queen memang merubah warna music nya . Lagu seperti Body Language, Dancer, Cool Cat, Under Pressure, Staying Power, Calling all Girl sungguh keluar dari patron sebelumnya. Rasanya cuman Put Out The Fire yang masih straight rock.
      Queen di awal memang banyak ngerocknya, Great King Rat, Doing Allright, Keep Yourself Alive, Oggre Battle, Brighton Rock adalah jejaknya.
      Stone Cold Crazy memang sangat ngerock mas Hippienov. sering disebut sebagai lagu Thrash Metal yang mendahului zamannya. Hingga Metallica pun mengcover nya di album garage inc. James hetfield sendiri membawakan lagu itu saat konser Tribute to Freddie bersama 3 personil Queen tersisa + Tony Iommi (Black Sabbath).

  7. hippienov Says:

    Tuobz mas Danang, Metallica aja sampei jatuh hati sama stone cold crazy dan ak setuju mas bilang lagu ini bisa dibilang thrash metal purba,karena riff nya seperti riff metal.
    Queen jg pernah maen jazz mas di my melancholy blues atau swing di bring back that leroy brown atau waltz di the millionaire waltz. dan pernah sangat mellow di you take my breath away..ak suka sekali lagu itu.

    • DananG Says:

      Iya mas Hippienov, mereka sempat ngejazz juga. Lucunya saat rilis album Jazz tahun 1978, bau Jazz nya hampir nggak ada sama sekali. Sedikit muncul di lagu Dreamers Ball. Selebihnya ya ngerock..Mustapha, Fat Bottomed Girls, Bicycle Race, Dead on Time, Don’t Stop Me Now contohnya..

    • Gatot Widayanto Says:

      Queen II digadang-gadang mas DananG …. Sementara saya gak begitu familiar dengan album kedua ini. Harus saya akui, saya mengenal Queen dari kaset rekaman Nirwana (atau Starlite) sebagai side B nya Bad Company. Opo tumon???

      Anehnya, di kaset yang tajuk nya Bad Company tersebut, saya malah kesirep total sama side B dimana ada tiga lagu trilogi “Tenement Funster – Flick of the Wrist – Lily of the Valley” plus lagu Killer Queen. Semuanya saya suka sehingga yang saya rewind bolak-balik ya lagu Queen in. INGAT! Saat itu nama Queen belum ngetop dan saya gak faham ini grup opo …. Wis pokoke huwenak Tenement Funster kuwi ….Klenthingan gitarnya di awal lagu sungguh mematikan ulu ati sampe sesak nafas …..terus dilanjut desahan Mercury …”My new purple shoes ….” WHOOOAAAAAA…!!! Ngguweblak ngglundung terus kejlungup tenan saya ….Lagu kok huwenak men tow????

      Yang paling gagah saat Mercury meneriakkan “AND MY ROCK’N’ROLL FOURTY FIVE …” …diyancuuuukkkkk!!!! Melayahank choy ….!!!! (Iki Queen band opo tow? Kok huwenak tenaaan???). Udah gitu gak ada keterangan lain selai tulisan Queen …. boro2 onok tulisan “Sheer Heart Attack”. Jiyan blas!!! Ora ono opo2 …side B sisan! (wong Mediyun sisan ….! Akses info sangat terbatas)

      Syahdan

      Beberapa saat kemudian (mungkin beberapa bulan) ….saya berlibur ke Jakarta. Seperti biasa, saya melancong ke Duta Suara dan Aldiron Blok M cari kaset. dapetlah kaset Grand Funk album “All Girls …” yang sampul depannya gambar wong lanang awake okol koyok Ade Rai ….tapi musik jiyan PREK ora enak blas. Cuh! Sebel auw sama Grand Pang yang ini. Huweleeeeeeeeek pol!

      Kok NDILALAH …. side B nya Queen “”Sheer Heart Attack” dan alhamdulillah ada lagu yang menurut Aktuil GodBless sering membawakan di panggung: Brighton Rock. Wuih langsung ngachxnk saya melihat lagu ini ada di side B karena penasaran. LHA JEBULE pancen DOWAHZYAT (nganti iduku muncrat iki lho!) lagu Brighton Rock ini … Edan …ngerocke ora njamak! Kontan kaset ini hanya saya setel side B saja. Side A nya? WEGAH! EMOH! JIJIK!

      Di side B inilah saya jatuh cinta dengan In The Lap of The God – Stone Cold Crazy – Dear Friends (harus dinikmati berurutan karena memang begitulah adanya di side B). Biyuh biyuh Gusti Alloh nyuwun ngapuro ….. Lagu kok ngguwajak temenan to? Dimulai dengan In The Lap yang mengawang-awang psikedelik …trus ujug2 mak gedhandut DHUK DHUK DHUK CES JRENG nyambung dengan Stone Cold ….. jiyangkrik! Band Queen iki jiyan NDOBOLI tenan …. Adrenalinku muncrat limang kilo meter menikmati sequel kedua setelah In The Lap ……Bener2 musical orgasm tenan. Begitu udah selesai lagu, yang selesainya mengejutkan juga, ujug2 masuk ke Dear Friends yang pelan … Koyok wong lagi lempoh wae …. ha ha ha ha ha … Tapi jiyan seru lagu ini.

      Untung di Side B ini ada lagu Killer Queen juga yang menghubungkan saya ke kaset Bad Company sehingga saya menyimpulkan bahwa Tenement masuk di album ini juga …

      Itulah nuansamatiknya kaset bajakan jadul … embuat orang penasaran …

      Hua ha ha ha ha ha ……ngguyu dewe aku …

      • DananG Says:

        Trilogy “Tenement Funster – Flick of the Wrist – Lily of the Valley” memang ngegirisi, kalo gak gitu mana mungkin Dream Theater sampai mau mengcover lagu itu mas Gatot.
        Wah mas Gatot perlu denger Queen II full album mas. Dan harus melepaskan diri dari image Radio Gaga dan I Want to Break free ya mas..:)

  8. hippienov Says:

    Ak kebetulan punya album cosmos rocks (queen+paul rodgers) dan menurutku Queen kembali main rock di album ini.karena paling tidak ak tidak terlampau bnyk mendengar bunyi2 synth atau midi drums n kibor tp tetap suara khas mercury gak bisa tergantikan.bukan berarti paul rodgers gak bagus ya,dia vokalis veteran yg sangat bagus,ak suka dia di free n bad co. tp tiap dengar nama Queen dan dengar lagu2 mereka yg terbayang di benakku selalu freddie mercury sebagai frontman.jadi agak janggal dengarnya,ditambah john deacon sudah pensiun dari Queen n gak ngebetot bass lagi di album cosmos rocks ini..but anyway ini album cumback yg ok dari Queen walau ak masih lebih suka made in heaven.

    • DananG Says:

      Bagi sebuah band sungguh sulit melepaskan dari bayang-bayang seorang frontman nya. Queen tanpa Freddie sungguh sulit diterima. Ini bagaikan Marillion tanpa Fish (lirik mas Gatot..:)) atau Rolling Stones tanpa Mick Jagger. Di fans club Indonesia (Queenindo) sebagian besar bahkan menganggap Cosmos Rock ini bukan sebagai album Queen. Bahkan tanggapan lebih sarkas muncul saat di Ukraina May & Taylor berkolaborasi dengan Adam lambert.
      Sebaiknya memang Queen bubar paska kematian Freddie. Lebih baik seperti Led Zeppelin yang terkubur dengan wafatnya Bonzo

  9. hippienov Says:

    Ha3..iya mas nama albumnya jazz tp maennya ngerock ala Queen. My melancholy blues malah ada di news of the world.
    O ya,cover album jazz awalnya katanya gak seperti yg umum ada sekarang tp gambar perempuan (maaf) gemuk naik sepeda.

    • DananG Says:

      Cover perempuan gemuk naik sepeda itu merupakan cover untuk Single Bicycle Race dan Fat Bottomed Girl (yang kemudian masuk dalam album Jazz). Mungkin label di Indonesia mencomot itu sebagai cover kaset Jazz karena lebih catchy.
      Aslinya gambarnya adalah cewek bugil naik sepeda yang kemudian diberi strip merah menyerupai celana.

      Pernah baca disaat promo album Jazz, disewalah sepeda dan digunakan untuk materi klip Bicycle Race. Dan didalam nya ada adegan cewek bugil melakukan balap sepeda mengelilingi Wimbledon arena. Saat sepeda dikembalikan, pihak rental keberatan karena sadelnya sudah tercemar…:)

  10. hippienov Says:

    Sama seperti denger iron maiden bukan bruce dickinson frontmannya.sewaktu blaze bailey masuk ak “pergi” dari maiden..aneh denger org lain nyanyi di maiden..
    Begitu ak tau bruce balik lagi,ak jg ikut comeback..he3..ini contoh fans yg oportunis n gak fanatik😀

  11. pur Says:

    wuiiih… sangaaaar ini koleksinya, mas danang.

  12. Gatot Widayanto Says:

    Dalam tempo singkat tret nya mas DananG ini sudah mendulang 28 komentar; kalau pake bahasanya twitter mungkin …opo kuwi istilahe, trending topic? Embuh lah … Tapi ya memang layak tret ini langsung rame karena beberapa faktor utama ini:

    1. Siapa gak kenal Queen sih? Mau rocker atau popper atau orang yang gak suka musik pun pasti tahu Queen

    2. Bagi gemblungers kayak kita ini, pasti ada kenangan yang nendhank terkait kelompok ini

    3. Kegilaan (maap) mas DananG terhadap band satu ini hingga koleksi double bahkan tripple bahkan quadruple bahkan jangan2 octagonple (embuh kuwi) ….yang mnyirep kita semua tergerus nostalgia masa muda ….

    Selamat buat mas DananG …!

  13. apec Says:

    Edannnnnnn mas Danang…. mas Hippienov, saya punya album pertama Quenn juga versi Cekoslovakia..kok bisa ya???

  14. pur Says:

    saya suka queen cuma sampai the game. ndak terlalu puas waktu mereka bikin flash gordon. langsung mutung begitu keluar hot space. untuk album-album sesudahnya saya cuma dengerin lagu-lagu yang saya suka saja.

    tapi, sebenarnya, bahkan untuk band yang saya suka banget pun saya ndak pernah ngejar beli semua rilisannya, apalagi produk lain-lainnya. makanya saya luar biasa salut pada mereka yang gigih melengkapi koleksi album dan merchandise band kesayangannya.

  15. Herwinto Says:

    Iya nih mas Pur saya setuju, perlu juga teman teman di sini menampilkan koleksi band kesayangannya masing masing……saya jadi ingat teman saya namanya mas Sunu wartawan sebuah koran lokal di solo, beliau ini penggemar berat Koes Plus, semua yang memorable tentang Koes Plus di koleksi baik kaset, CD, foto, buku buku tentang Koes Plus dll, tapi yang unik dia juga mengoleksi keringat Koes Plus, ceritanya waktu Koes Plus main di Solo dia nekat menemui Yon Koeswoyo yang habis turun dari panggung dengan basah keringat di badan, langsung mas Sunu ini minta kaos nya Yon dan langsung diberi, dan kaos ini langsung disimpan tanpa dicuci alias masih berbau keringatnya Yon….edaaan!!!!

  16. apec Says:

    Koh Win,sepertinya saya pernah baca ulasan tentang Pak Sunu tersebut ( atau org lain ya) .

  17. Herwinto Says:

    Iya bro…cerita ini pernah dimuat di harian Solo Pos…..

  18. Rizki Says:

    Mas Danang,
    Koleksinya luar biasa dan artikelnya juga menarik. Salah satu kalimat yang membuat saya tersenyum (karena langsung ingat diri sendiri): “ga punya player, yang penting punya kaset dulu”. Dalam banyak hal, saya sering seperti itu, termasuk ketika punya CD dan LP.

    Ttg Queen sendiri, saya suka namun dari album2 awal sampai Hot Space saja. Meskipun bukan fans utama, band ini tetap mempunyai arti sendiri buat saya dan selalu teringat karena merupakan band internasional pertama yang saya tonton konsernya (tahun 1982 dengan Billy Squier sebagai band pembuka).
    Salam,
    Rizki

    • DananG Says:

      September 1982 di Inglewood Forum, LA ya mas Rizki?, sungguh nikmat luar biasa dan membuat iri saya yang hingga saat ini tidak pernah nonton Queen dengan Freddie secara langsung Semoga setidaknya diberi kesempatan nonton Brian May, Roger Taylor dan John Deacon dengan vocalis siapapun.

      • Gatot Widayanto Says:

        Iya …saya NGIRI dot co dot id tuwenan sama mas Rizki … Ayo mas, diulas tuh nonton Queen nya, seingatnya saja …. Syukur kalau ada fotonya. Kalau gak ada, gak papa …yang penting diulas mas!

      • Rizki Says:

        Sy nontonnya di Reunion Arena, Dallas, Texas, pada bln Agustus 1982, kira2 baru 1 atau 2 minggu setelah tiba di kota tsb utk sekolah. Benar2 merupakan pengalaman pertama dlm hal nonton konser.

      • Rizki Says:

        @ Mas Gatot,
        Hehehe, detailnya udah lupa Mas, and zaman tersebut blm punya kamera. Nanti saya ganti ulasan konser yang lain ya ….

      • DananG Says:

        Di buku Queen complete works disinggung konser tahun 1982 dalam rangka Hot Space Tour dimulai di Montreal Canada dan berakhir di Tokrozawa Jepang. Di Dallas sendiri yang ditonton mas Rizki di hari Sabtu 21 Agustus 1982.

        Kalo lihat foto-foto konser tahun itu, Biasanya Freddie tampil dengan singlet dan bercelana putih strip merah.
        Mungkin kira-kira gitu ya mas Rizki.

        Sayang tour 82 tidak ada DVD nya. Paling dekat mungkin DVD We Will Rock You yang kemudian diremaster menjadi Queen Rock Montreal yang digelar November 1981.

        Lengkapnya tour Hot Space tahun 1982 di Amerika dan Jepang adalah:
        21.07.1982  Montreal, Canada 
        23.07.1982  Boston, USA 
        24.07.1982  Philadelphia, USA 
        25.07.1982  Washington, USA 
        27.07.1982  New York, USA 
        28.07.1982  New York, USA 
        31.07.1982  Richfield, USA 
        02.08.1982  Toronto, Canada 
        03.08.1982  Toronto, Canada 
        05.08.1982  Indianapolis, USA 
        06.08.1982  Detroit, USA 
        07.08.1982  Cincinnati, USA 
        09.08.1982  East Rutherford, USA 
        10.08.1982  New Haven, USA 
        13.08.1982  Hoffman Estates, USA 
        14.08.1982  Hoffman Estates, USA 
        15.08.1982  St. Paul, USA 
        19.08.1982  Biloxi, USA 
        20.08.1982  Houston, USA 
        21.08.1982  Dallas, USA 
        24.08.1982  Atlanta, USA 
        27.08.1982  Oklahoma City, USA 
        28.08.1982  Kansas City, USA 
        30.08.1982  Denver, USA 
        02.09.1982  Portland, USA 
        03.09.1982  Seattle, USA 
        04.09.1982  Vancouver, Canada 
        07.09.1982  Oakland, USA 
        10.09.1982  Phoenix, USA 
        11.09.1982  Irvine, USA 
        12.09.1982  Irvine, USA 
        14.09.1982  Inglewood, USA 
        15.09.1982  Inglewood, USA 
        19.10.1982  Fukuoka, Japan 
        20.10.1982  Fukuoka, Japan 
        24.10.1982  Nishinomiya, Japan 
        26.10.1982  Nagoya, Japan 
        29.10.1982  Sapporo, Japan 
        03.11.1982  Tokorozawa, Japan 

        Sebelum Amerika – Jepang, Hot Space tour diadakan di Eropa berawal di 09.04.1982 Gothenburg, Sweden dan berakhir di 05.06.1982 Milton Keynes, UK.

        Wis jan mantabbbbb dan bikin iri mas Rizki ini, nonton konser pertama kok Queen….

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas DananG ini real Queenfreak! Uediyan ….. Top dah!!!

      • Rizki Says:

        Kalau boleh berbagi sedikit, sbnrnya konser pertama yg mau saya tonton ketika baru sampai di Amerika (di kota Houston) adalah Genesis namun terlambat beli karcisnya. Jadi jodohnya ke Queen dulu yang konsernya beberapa hari setelah Genesis.

        Samar2 sy ingat mmg begitu kostumnya Mas.

  19. Kristanto Says:

    Mas Danang, kalau dengerin album Made in Heaven terasa sekali “kepergian” si Freddie, mulai dari nomor pembuka “A Winter Tale” sampai nomor penutup yang untitle hidden track itu. … Mungkin njenengan punya cerita dibalik nomor penutup tanpa judul yang berdurasi 22 menitan itu, sekedar sebagai pelengkap album atau apa gitu? Thanks

    • DananG Says:

      mas Kristanto, made in Heaven yang rilis di 1995 ini sebenernya memang materi sisa dimana vocal telah diisi oleh Freddie sebelum meninggal di tahun 1991.
      “Untitled Hidden Track” sendiri sebenarnya merupakan ekserimen David Richards menggunakan Ensoniq ASR-10 sampler. Richards mencomot intro “It’s a Beautiful Day” dan dibikin looping mengawang-awang selama 22 menit lebih. Dan pada menit 22.28 diakhiri dengan ucapan Freddie “fab!” .
      Ini menjadi lagu terpanjang dari Queen kalo bisa disebut sebagai lagu. Namun menurut saya lagu terpanjang Queen adalah The Prophet’s Song (track ke 08 dari album A Night at the Opera tahun 1975 dengan durasi 08:21.

      • Gatot Widayanto Says:

        Waduh …ndhredhegh saya kalau disebut THE PROPHET’s SONG …..

        Saya pikir Inuendo itu lagu terpanjang …eh gak tahunya cuma 6:31 menit …

      • DananG Says:

        Hehehe, kalo dari durasi diatas 8 menit bisa disebut prog ya mas Gatot.
        Rata-rata lagu Queen mayoritas durasinya berada dikisaran 3 sampai 4 menit.
        Dari statistik saya sesuai album studio yang ada:
        03 lagu berdurasi dibawah 1 menit
        18 lagu berdurasi 1 sampai 2 menit
        23 lagu berdurasi 2 sampai 3 menit
        61 lagu berdurasi 3 sampai 4 menit
        49 lagu berdurasi 4 sampai 5 menit
        17 lagu berdurasi 5 sampai 6 menit
        05 lagu berdurasi 5 sampai 6 menit
        01 lagu berdurasi 8 sampai 9 menit
        01 lagu berdurasi diatas 22 menit

  20. hippienov Says:

    Uedyan,sampai durasi tiap lagu Queen terdata dgn akurat oleh mas Danang. Aku yg sering ngaku fans berat Beatles ndak pernah sampai memperhatikan menit-detik lagu2 Beatles. Bener2 prog mas Danang,tuobz!

  21. herman Says:

    Wah…selamat Mas Danang…tretnya meriah sekali…..saya pikir semua komen tentang siapa dan bagaimana Queen sudah membanjir tret ini ….tapi biar nggak ketinggalan ya cerita dikit…bagi saya tret Queen ini mengingatkan tahun74-an ketika awal kenal Queen bersama sahabat saya di Jombang lewat “Sheer Heart Attack”…album ini cukup mengejutkan kehadirannya bagi saya dan sahabat saya dan tentunya juga di blantika musik Indonesia( termasuk di nJombang….. hehehe.)….meminjam istilah Mas G…uuweediyaan!…sak album bagus semua…..suasana batin yang tadinya dimabuk Led Zeppelin dan Deep Purple seperti tiba2 disodori santapan baru yang nggak disangka – sangka….apalagi sebelumnya belum pernah baca informasi ada band Queen ..tahu- tahu sudah jrang jreng jrong satu album dengan lagu2 yang kuat karakternya, nggak ke Purple nggak keLed Zep…….menurut saya adanya warna klasik di melodi lagu Queen dan juga permainan gitar yang kuat karakternya telah menjadi sesuatu yang baru waktu itu……yang lain – lain kan sudah diugkapkan dengan meriah oleh temen – temen. Itu saja!

    • DananG Says:

      suwun pak Herman, wah Sheer Heart Attack nya rilisan mana? Sound guitar Brian May memang unik, mungkin berkat penggunaan gitar Red Special nya.

  22. Hendrik Worotikan Says:

    Sampai kehilangan kata-kata utk memberikan komentar.

    Apa yg di sampaikan Mas G diatas, poin 1 & 2 tepat sekali bagi sy. Kenangan akan Queen msh membekas hingga kini.
    Sewaktu masih main radio (dulu), ‘Don’t Stop Me Now’, ‘Love of My Life’, ‘Jealousy’, ‘Somebody To Love’, ‘Bohemian Rhapsody’ rasanya menjadi lagu yg wajib untuk diputar.
    Hingga kini, salah satu lagu Queen jg menjadi trademark setiap tahun saat diselenggarakan event ‘Sepeda Ria’, karena lagu ‘Bicycle Race’ menjadi musik latar belakang promo acara. Hihihi

    Sangat luar biasa untuk Mas Danang. Dan biar tambah lengkap lagi Mas Danang perlu koleksi juga tuh “The Royal Philharmonic Orchestra” yg memainkan komposisi Queen Collection.
    Salam.

    • yuddi Says:

      bro Hendrik, dari radio itu utk Queen saya inget ‘Who Needs you’ dan ‘Spread Your Wing’. Di lagu ‘Who Needs You’ kadang2 input stereo nya mati sebelah sehingga suara Freddy hilang hingga yg terdengar suara kencrekan saja . . .

      • Hendrik Worotikan Says:

        Ha…ha…ha…luar biasa niy ingatan Mas Yudhi. Sy malah sdh lupa dengan ‘Who Needs You’.
        Kalo ‘Spread Your Wings’ sangat betul memang sering dikumandangkan di gelombang AM pojok paling kanan (saat itu). Sy suka pada saat chorus nya. Spread your wings and fly away – fly away – far away ….
        Hadooh jadi nuansamatik banget.

    • apec Says:

      betul pak Hendrik, biar lengkap skalian. ada beberapa album Philharmonic Orchestra yg memainkan komposisi2 band maupun musisi terkenal, ada Yes, Pink Floyd, Quenn,Procol Harum, Jethro Tull,Genesis, Beatles

    • DananG Says:

      Jangan lupa lagu We Are The Champion yang hampir selalu berkumandang pada acara final olahraga. ..:).
      Mas Hendrix, terima kasih, untuk “The Royal Philharmonic Orchestra” yg memainkan komposisi Queen Collection. kebetulan saya sudah dapat kaset Saturn dengan judul The Queen Collection Goes Royal. Di Side B untuk lagu terakhir RPO memainkan komposisi Led Zeppelin, Stairway to Heaven.

  23. herman Says:

    Mas Danang,…kaset yang saya maksud itu koleksi sahabat saya di Jombang ( sdh Alm)….foto di cover diambil dari album SHA…warna dasar sampul merah…..sepertinya Sd record….karena waktu itu yang banyak beredar di Jombang Peony, Pop Discotic, Nirwana BSR….

  24. yuddi Says:

    mas Danang, agaknya era album “Hot Space”. berubah tidak cuma ‘sound’ nya tapi juga gaya hidup Freddy yg makin melambai dan berakibat fatal.

    Pd periode ini Roger Taylor dan Brian May membuat proyek2 solo, mungkin sbg kompensasi kreatifitas yg tidak dapat ditampung Queen.

  25. apec Says:

    Mas Danang, foto kaset Quenn bule rilisan Cekoslovakia sdh saya kirim barusan, sori telat..tapi tetep lebih sangar penampakannya yg rilisan team record

  26. yuddi Says:

    mas Danang, jika bulan puasa tiba, sy selalu terkenang thn ’78 ketika terbitnya edisi revisi kaset Queen “A Night at The Opera” yang sebelumnya side B dgn UFO “Force It” menjadi Queen “Sheer Heart Attack” dgn ‘Brighton Rock’nya.

  27. cosmic_eargasm Says:

    waaah mbaca tret ini beserta komen2nya sungguh menyenangkan sekali. seperti baca cerpen saja hehehe..

    mas danang memang top markotop tenanan!!!!
    ahmad dhani, pentolan dewa yg ngaku maniak queen aja blm tentu bisa cerita a to z tentang QUEEN layaknya mas danang aja hahahaha..

    angkat topi buat mas danang..

  28. Ochep Says:

    Sekarang sudah bisa didownload semua albums Queens, dalam format flac, non-remasters

    (1973) Queen (CDP 7 46204 2) [West Germany 1986]
    (1973) Queen (CP32-5376) [Japan 1987]
    (1974) Queen II (CDP 7 46205 2) [West Germany 1986]
    (1974) Queen II (CP32-5377) [Japan 1987]
    (1974) Sheer Heart Attack (CDP 7 46206 2) [West Germany 1986]
    (1974) Sheer Heart Attack (CP32-5378) [Japan 1987]
    (1975) A Night At The Opera (CDP 7 46207 2) [West Germany 1986]
    (1975) A Night At The Opera (CP32-5379) [Japan 1987]
    (1976) A Day At The Races (CDP 7 46208 2) [West Germany 1986]
    (1976) A Day At The Races (CP32-5313) [Japan 1987]
    (1977) News Of The World (112-02) [West German “Target” 1984?]
    (1977) News Of The World (CDP 7 46209 2) [UK 1986]
    (1977) News Of The World (CP32-5314) [Japan 1987]
    (1978) Jazz (CDP 7 46210 2) [UK 1986]
    (1978) Jazz (CP32-5315) [Japan 1987]
    (1980) The Game (64513-2) [West German “Target” 1984?]
    (1980) The Game (CDP 7 46213 2) [UK 1986]
    (1980) The Game (CP32-5318) [Japan 1987]
    (1980) Flash Gordon [Original Soundtrack Music] (CDP 7 46214 2) [West Germany 1986]
    (1980) Flash Gordon [Original Soundtrack Music] (CP32-5380) [Japan 1987]
    (1982) Hot Space (CDP 7 46215 2) [West Germany 1986]
    (1982) Hot Space (CP32-5382) [Japan 1987]
    (1984) The Works (CP35-3117) [Japan 1984]
    (1984) The Works (CDP 7 46216 2) [Holland 1986]
    (1986) A Kind of Magic (CDP 7 46267 2) [West Germany 1986]
    (1986) A Kind of Magic (CDP 7 46267 2) [UK 1986]
    (1986) A Kind of Magic (CP32-5152) [Japan 1986]
    (1989) The Miracle (CDP 79 2357 2) [West Germany 1989]
    (1989) The Miracle (CP32-5839) [Japan 1989]
    (1991) Innuendo (CDP 79 5887 2) [UK 1991]
    (1991) Innuendo (TOCP-6480) [Japan 1991]
    (1995) Made In Heaven (7243 8 36088 2 9) [Germany 1995]
    (1995) Made In Heaven (TOCP-8700) [Japan 1995]

  29. Rizandi Says:

    saya juga pengen tuh mas kaset2 sama kaosnya ,,, mas beli d mana ??

  30. andria Says:

    mas, kaset live in Budapest (Team) dan Queen Reign the World (Billboard) sekarang sdh dapat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: