Phillip Glass “Songs From Liquid Day’s” by Yess

By: Herman

Membaca  tret Pak Dokter Apec tgl 17 Mei 2013 berjudul “Upeti Hari Ini”, di situ saya lihat ada kaset Phillip Glass “ Songs From Liquid Day’s” , bikin saya ingin menampilkan kaset Yess No 650 tersebut. Niat pertama ingin numpang majang gambar kaset Yess no.650 tersebut yang sudah saya kompilasi dengan gambar2 lain dan Logo Blog  “Music for Life” tempat kita mangkal . Sekaligus saya ingin usulkan gambar tsb.untuk kalender kita bulan Sept-Oktober.

kaset PG 1968 kompil  copy R

Saya juga ingin berbagi cerita tentang album Phillip Glass “ Song from Liquid Days” yang fenomenal. Ini bukanlah sebuah reviu tapi sekedar upaya saya memahami dan menikmati musik.

Banyak yang menyebut music Phillip Glass ini sebagai musik minimalis, meskipun PG tidak mau menggunakan istilah tersebut dan selalu mengatakan karya musiknya sebagai musik yang strukturnya berulang.

Selama ini kaset PG hanya kadang kadang saya stel karena belum bisa menemukan soul musiknya sehingga belum “klik”..

 

Siapa Phillip Glass

Phillip Glass lahir pada 1937 di Baltimore, Amerika. Ayahnya adalah pemilik toko piringan hitam, sehingga sejak dini sudah mengkoleksi dan akrab dengan music klasik dan juga musik modern, termasuk PH yang nggak laku terjual memperkaya koleksinya.

PG punya latar belakang beragam : waktu muda ia belajar flute kemudian kuliah mengambil matematik dan filsafat, belajar music klasik (di Eropa), bergaul dengan artis film yang bergaya bohemian, berteman dengan seniman2 patung, teater dll. Tak heran bila karyanya cukup beragam mulai dari opera besar dan kecil (20), , simfoni (8 ), konserto (2). Music untuk  film dan lain2

Musik – musik yang terpengaruh struktur yang berulang PG antara lain  Mike Oldfield, Tangerine Dream, David Bowie, Brian Eno..

Saat ini PG masih aktiv bermain musik khususnya chamber musik, concerto dan symphoni.

Yess  Phillip Glass R

 

Cerita bagaimana saya dapet kaset ini

Kaset Yess no 650 ini saya beli karena informasi dari seorang temen kos di Jogja, namanya Waskito asal Kudus, kuliahnya di Fak. Sospol UGM.  Dia memberitahu saya ( antara  1982- 1983). bahwa ada musikus Amerika yang hebat : Phllip Glass. Berbekal informasi sepotong itu saya berusaha mendapatkan albumnya. Begitu saya lihat kaset Yess ini di-rak display di Trio Tara Blok M ada,  tanpa pikir panjang saya bungkus…eh yang bungkus petugas tokonya, itu tahun 1987…. lima tahun mencari baru nemu kaset ini….. Kalau ada yang kenal dia tolong ajak dia baca Blog Gemblung ini biar dia kembali ke jalan yang benar….

Karena Kenal Blog Gemblung sebagai pintu menuju pemahaman music Phillip Glass.

Karena berkenalan dengan Blog Gemblung ini saya jadi bongkar2 kaset lama yang sudah lama saya diamkan. Jangankan nyetel, player-nya juga sudah nggak berfungsi. Singkat kata kaset PG ini saya coba stel lagi, dan setelah beberapa kali stel baru saya tenemukan, sebutan versi saya untuk music PG : ini adalah music yang tidak lengkap! Saya coba bandingkan dengan musik Rick Wakeman yang lengkap, yang ada orchestra dan choir-nya, maka pada album ini musik  PG yang hanya ada vocal diiringi keyboard, bass,  dan mungkin instrument lain yang suaranya hampir mirip2. Tidak ada perkusi,dan alat lain yang duk duk jreng ….dan bikin musik lebih nikmat didengar. Dengan kata lain hanya berisi elemen pokok2nya saja. Sangat berbeda dengan music Thijs van Leer di album Introspection, walaupun kadang juga tanpa perkusi. Kalau di dunia farmasi ada obat generik, maka music PG ini bisa disebut musik generik…..hahaha….Suatu saat sambil mendengarkan saya coba bayangkan, bagian2 tertentu ditambahkan bunyi2n duk..duk  jreng…jreng ….wah ternyata hebat juga ( menurut saya)..….dan saat itu saya seperti menemukan klik-nya music PG…ternyata disitu …wah seneng juga menemukan momentum itu…..

Setelah menemukan “klik” itu, untuk memudahkan,  saya membuat analogi seperti lagu Father of Night, Father of Day (FoNFoD) yang dibawakan Bob Dylan dengan FoNFoD yang dibawakan Manfredman’s Earth Band (MEB). Bob Dylan membawakan FoNFoD dengan iringan akustik gitar saya anggap sebagai substansi dari FoNFoD yang dibawakan oleh MEB dengan begitu indah dan colourful. MEB dengan kejelian dan musikalitasnya telah membuat aransemen yang mencerahkan dan telah membuat saya lebih mengapresiasi FoNFoD yang dibawakan Bob Dylan yang “generik” itu.

Sayangnya saya belum pernah mendengar musik PG versi interpretasi serta aransemen musikus lain. Maka terpaksalah saya membuat interpretasi sendiri music generic  PG melalui imjinasi di atas.

Dalam kaset Yess No 650 ini ada 2 album PG : Songs from Liquid Day’s dan North Star. Menurut saya  dua2 nya bagus. Terutama lagu Liquid Day’s part 1 dan 2 ( side B no. 1 dan 2) dimana kehebatan musik PG sudah cukup tergambar, meskipun sebenarnya bisa lebih dahsyat bila dimainkan dengan peralatan music yang lebih lengkap. Sedangkan lagu2 lainnya lebih generic dan minim namun sebenarnya mengandung substansi yang bisa dikembangkan lebih hebat…..setelah “klik” makin lama saya makin bisa merasakan keindahan music yang minim ini.

Ya… itu semua menurut saya…..silahkan teman2 untuk mencoba sendiri, saya sudah lihat di You Tube ada, dan silahkan untuk berinterpretasi sesuai sesuai dengan selera masing- masing…

Salam untuk semuanya. Herman, Mei 2013.

 

17 Responses to “Phillip Glass “Songs From Liquid Day’s” by Yess”

  1. herman Says:

    Mas G….matur nuwun sudah ditampilkan tulisan saya ….salam …

  2. herman Says:

    Mas G,….sibuk sih enggak Mas….biasa – biasa saja…..cuma saya memamng kurang bisa spontanitas untuk bikin tulisan….tret di atas saja saya nulisnya berhari2….hahaha …..tapi saya selalu baca2 tret di Blog ini meskipun kadang nggak ikutan komen…..

  3. hippienov Says:

    Met pagi mas Herman..apa kabar?senang dan asik membaca tulisan mas tentang Philip Glass. Sangat menarik buatku karena aku kebetulan pernah dikasih kaset Yess telanjang tanpa sampul dan nomor serinyapun sudah gak ada.hanya tulisan tangan di sticker kaset: “P. Glass”.
    Makanya saat membaca judul tret mas Herman tentang Philip Glass aku langsung tertarik karena mungkin sama dgn kaset Yess tanpa sampul yg ak punya.
    Akupun belum ketemu dimana nikmatnya musik Glass, malah kadang ak pikir monoton cuma gitu-gitu aja musiknya didominasi suara kibor/piano dan jarang bebunyian instrumen lain. Makanya dari waktu dapet dulu sampai sekarang terbilang jarang aku stel,hehehe..
    Tapi matursuwun mas Herman karena tulisan mas aku jadi keingetan lagi sama kaset Yess telanjangku di rumah😀
    Nanti mau tak setel ah..suwun

  4. apec Says:

    Satu lagi kehebatan Ian Arliandy dalam memperkirakan musik yang awalnya dikira minimalis, buktinya baru bisa klik di telinga sekitar 30 th kemudian,ha..ha..

  5. herman Says:

    Mas Hippie…terima kasih sudah baca ….apapun kesan Mas Hippie kalau bisa di share di sini Mas…biar rame, dan jangan terpengaruh tulisan saya di atas….

    Bro Apec,…baca komen bro Apec saya baru sadar bahwa.30 tahun baru klik musik Phillip Glass …iki opo ora bener2 telmi….udah telmi diceritain ke orang banyak lagi…..opo tumon….? ha3x…..

  6. eddy irawan Says:

    Mas Herman, suka sekali liat kaset yess dipadukan dgn pohon yg seperti meranggas itu. mirip cover kaset Vandergraaf Generator album still life

  7. herman Says:

    Mas Eddy, terima kasih….. itu winter ala melayu…..pohon2 itu saya ambil di sekitar bandara Soeta….

  8. apec Says:

    Pak Herman, memang si Ian kuwi pikirannya sudah jauh melampaui jamannya,ha..ha…sebagaimana Leonardo d Vinci yang hasil pemikirannya dalam bentuk sketsa baru bisa direalisasikan berabad kemudian. Ingat Leonardo jadi ingat lagunya Yngwie malmsteen

  9. Herwinto Says:

    Mas Herman salut polll untuk tulisannya…Muantab tenan…..saya tunggu edisi selanjutnya mas…..

  10. herman Says:

    Bro Apec,….kita perlu acarakan prog ring dengan menghadirkan Pak Ian sebagai key note speaker……wah seru kali ya….sekaligus biar Pak Ian update dampak dari visi-nya kala itu yang jauh ke depan…dan meracuni banyak orang…..

    • Gatot Widayanto Says:

      Wah …saya senang membaca komentar teman2 semuanya tentang tulisan mas Herman yang top sekali ini. Apalagi ditambah keahlian fotografinya … Tuuuooobbbzz!! PG kalau liat foto karya mas Herman ini bakalan nangis sesenggukan terharu …

      Mengenai Ian: Orangnya sangat LOW profile. Rasanya dia bakalan keberatan dijadikan narasumber apalagi diminta datang ke Jakarta. namun … kalau progringnya di Bandung, insya Allah saya bisa usahakan beliau hadir.

      Salam, G masih kerja nih di kantor …halah!

  11. herman Says:

    Mas Herwinto, …semangat nulis-ku dat nyeng (boso opo iki….?) dat nyeng kira2 artinya nggak menentu …..

  12. eyang Says:

    setuju mas GW progring di bdg en diselenggarakan onsite ditempat bersejarah dimana produk kaset2 rekaman Yess yg desain & pilihan grup2nya yg “nyleneh” dulu dihasilkan adl sbuah ide yg sgt menarik kalau bisa direalisasikan, mungkin pak Ian masih menyimpan foto2 proses industri rekaman kaset Yess jaman dulu atw artefak2 bersejarah yg lain🙂.

    @ m Herman tulisan & karya fotonya sungguh2 kombinasi yg sgt mantab “enak dan perlu” dibaca

  13. herman Says:

    Mas G,…..matuk..eh setuju kita kumpul2 di Bandung, silaturahmi ke P Ian Arliandi….nostalgia beli kaset malah ditraktir rujak di “markasnya” Yess….

  14. herman Says:

    Mas Onny,…kita datang ke Bandung, siapa tahu masih ada sisa2 cover kaset atau kasetnya sekalian, atau artefak lainnya…..kita jarah rame2..hahaha….terima kasih pengamatannya atas foto di atas…enak dibaca dan perlu itu kan jargonnya majalah Tempo…kalau ini tempo2 bagus tempo2 kurang bagus…hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: