Megahnya Konser Yes (4 of 10)

By: Herwinto

TERKESAN DENGAN HARIS FAUZI

Kemarin sore saya sedang mencari artikel tentang gitar di internet, secara tidak sengaja saya mendapatkan sebuah artikel tentang seseorang yang bernama Haris Fauzi pengagum YES yang menuangkan pengalamannya menyaksikan dvd Yes Keys To Ascension, sungguh tulisannya membuat saya terdiam tak berkutik ketika membacanya sebab sungguh apa yang dirasakan oleh seorang Haris Fauzi ini benar benar terjadi juga pada saya, bahkan mungkin pada semua pecinta fanatik Yes seperti saya ini. Inilah tulisannya saya salin tanpa ada penambahan ato pengurangan……

Hampir seminggu ini malam malam saya isi dengan menonton vcd konser Yes yang bertajuk ‘Keys to Ascension’ dan ‘Live from House of Blues’. Yes adalah kumpulan musisi yang sudah ber-dirgahayu ke 35. Mereka cukup tua, Steve Howe gitaris mereka sudah botak seperti kakek kakek mirip  perkusionis Jepang : Kitaro. Saya tidak akan meresensi musik dan lagu mereka. Disini saya cuma ingin berbagi rasa, bahwa menonton vcd konser mereka di televisi ukuran tanggung di rumah sudah membuat spirit saya bergetar hebat. Saya jadi lebih maklum dengan berita berita dari penonton konser mereka langsung, yang mengatakan bahwa menonton Yes bagai mendapatkan pengalaman spiritual yang maha dahsyat. Sebegitukah? Yang jelas dari dua lagu pertama di konser ‘Keys to Ascension’, ‘Siberian Khatru’ dan ‘Close to the Edge’ membuat perasaan saya benar benar morat marit. Mendengar denting gitar mendayu,menikmati olah vokal Jon Anderson yang melengking, serta kerancakan para musisi yang sedang berekspresi membuat saya deg deg-an. Perasaan ini hampir mirip ketika saya hendak berkunjung ke rumah pacar saya pertama kali. Saya sempat kirim sms ke beberapa rekan, ‘……..mereka laksana dewa turun dari langit…..’. ‘Lightning Strikes’ dan I’ve Seen All Good People’ dari konser ‘Live from House of Blues’ terus terang membuat saya ‘mabuk’. Seakan harga yang 100 ribu per vcd terlupa begitu saja. …..Peak dari segalanya adalah permainan dalam lagu ‘And You And I’. Di dua konser itu, tercantum lagu ini. Saya harus memutarnya berkali kali untuk memuaskan dahaga saya. Ending dari cerita tontonan saya adalah semalam jam 01.55 jumat dini hari menyongsong lelap saya terganggu dengan pikiran saya sendiri…….’Andai saya tidak mengerti agama saya, mungkin saya yakin bahwa ada makhluk gaib yang bernama malaikat Jon Anderson yang berpakaian putih putih membawa harpa, malaikat Steve Howe yang jarinya menari lembut mengelus senar gitar, malaikat Chris Squire yang langkahnya berdentam dentam, malaikat Rick Wakeman dengan keyboards yang tutsnya seakan berbunyi tanpa ditekan dan malaikat Alan White yang tenggelam dalam perangkat tabuhannya……..

Inilah tulisah Haris Fauzi yang membuat saya termenung….sebuah pengalaman spiritual yang langka didapatkan, mendengarkan musik Yes bagi saya bukanlah sekedar kegiatan hiburan disela sela kesibukan saya yang begitu padat, namun juga sebuah ritual rohani yang harus saya persiapkan dengan sungguh sungguh sebab saya akan mendapatkan kepuasan yang menghantarkan saya kepada sebuah semangat untuk menjalankan amanah kehidupan ini dengan sebaik baiknya…sebagaimana pesan pesan dalam Topographic Ocean…..Salam!!!!!

yes-038

7 Responses to “Megahnya Konser Yes (4 of 10)”

  1. Herwinto Says:

    Matursuwun sekali Om G……Sambil teklak tekluk saya sempatkan melihat postingan ini…..

    • Gatot Widayanto Says:

      Sami2 … Mas Haris yo wis aku email … Insya Allah besok beliau komentari , ben sesama penggemar Yes gathuk ….. Ben kabeh gathuk-gathukan nang blog gemblung …

  2. harissolid Says:

    Itu tulisan sudah cukup lama. Alhamdulillah masih ada yg gathuk. Bbrp konser memang menjadikan penambahan pengalaman spiritual. Keys to Ascension, salah satunya. Selain itu juga dvd growin up -nya peter gabriel, apalagi pas lagu solsbury hill. Manusia itu butuh petualangan jiwa. Seni memperhalus pengalaman spiritual. Agama mengarahkannya. Tabik…

  3. hippienov Says:

    Top maning mas Herwinto..top pula u/ mas Haris.sepertinya Yes selalu punya konser yg perfecto tanpa cacat.bagaimana dgn konser2 mereka era Rabin atau sekarang setelah Anderson gak bersama Yes lagi ya? Atau konser2 awal saat Wakeman dan Howe belum bergabung? Atau saat Moraz mampir di Yes? Apa sama dahsyatnya? Semoga mas Herwinto akan mengulasnya pula.
    Pokoke Yes tuobz!😀

  4. herman Says:

    Mas Herwinto, terima kasih tulisannya mengingatkan masa2 kuliah dulu dimana mendengarkan musik bisa mendapat kapling waktu yang optimal….sak penake udele dewe…..berarti sekarang kurang optimal ya?? bagi saya mungkin sekarang kurang pinter ngatur cara saja….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: