Suka Duka Kaset Loak 1: Kaset Tertukar

By: Hippienov

Chapter 1: Pembukaan.

Dahulu orang membeli kaset loak boleh jadi atas dasar alasan harganya yang murah dibanding dengan kaset baru, jadi dasarnya adalah faktor ekonomi. Tapi kini keberadaan kaset loak gak bisa dianggap remeh. Di saat banyak orang (yang mengaku teknokrat) mulai melupakan media analog pemutar musik dengan dua lubang ini alias kaset, ada sekelompok intelektual yang masih mencintainya. Menurut analisa penulis kelompok ini bisa dibagi kedalam beberapa kategori:

 

1. Kaum Konservatif, yang menerima kamajuan jaman dan bisa hidup beriringan tapi setia pula dengan prinsip-prinsip yang dianutnya (punya gadget, smartphone, apple, i-phone, tablet, ipod, ipad, blackberry tapi masih hunting kaset loak di Taman Puring, Jl. Surabaya, Jatinegara, Depok, dan tempat lainnya)

 

2. Kaum Ultra-Nasionalis yang cenderung radikal teguh dengan idealismenya (sekali kaset tetap kaset!)

 

3. Kaum “Greenpeace” yang selalu sibuk menyuarakan konservasi dan preservasi terhadap alam (dalam hal ini setia mencegah dan menyelamatkan kaset dari kepunahan dengan cara rajin hunting dan beli kaset loak)

 

4. Kaum Hippies yang mengerti bahwa jaman sudah berubah tapi gak peduli dan memilih untuk hidup dalam alamnya sendiri di masa lampau alias “living in the past” (Jethro Tull,red.)  yaitu dengan gaya celana cutbray, rambut gondrong, brewok-kumis-jenggot jika punya, serta tentunya kaset jadul.

 

5. Kaum Penderita “Kasetipus Complex Syndrome” yaitu individu yang memiliki rasa cinta luar biasa besar terhadap kaset (terutama kaset jadul atau kaset pada jaman normal seperti kata Mas Gatot sang mahaguru progclaro yang genius dan humble). Hampir seluruh, kalau tidak mau dibilang semua, penghuni blog Music For Life terjangkiti sindroma yang permanen ini alias uncured atau at least “difficult to cure” (Rainbow,red.) sehingga tidak memerlukan obat-obatan tradisional maupun modern untuk mengobatinya. Satu-satunya obat yang diyakini bisa meredakan sindroma ini adalah kaset jadul dengan hunting dan membelinya di narasumber-narasumber yang tersebar di banyak tempat. Selama masih ada kaset loak, maka sehatlah kita…begitu kira-kira semboyan kaum ini.

(Penulis pun mengakui sudah tertular sindrom ini setelah rajin dan setia mengunjungi blog Music For Life sejak 2-3 tahun belakangan. Padahal sebelumnya penulis sempat menomor duakan koleksi kasetnya tergeser dengan koleksi cd, bahkan sempat terlintas untuk menjual koleksi kaset jadulnya. Tapi itu dulu, sekarang “no way, bro”…hahahaha….)

 

Apakah kaum pecinta kaset termasuk kaum proletar? Wow… tunggu dulu, seperti ditulis diatas bahwa kaset bekas/loak/jadul atau apapun sebutannya sekarang tidak bisa dianggap remeh. Dulu mungkin iya orang beli kaset loak karena alasan hemat, tapi sekarang kaset loak sudah berubah jadi komoditi yang bisa menjadi sumber penghidupan. Untuk item tertentu harga kaset loak bisa menyamai harga atau ada yang lebih tinggi dari harga cd musik artis musik lokal loh… Bahkan pada suatu saat penulis pernah ditawari kaset sebuah band lokal legendaris yang super-duper langka kasetnya dengan harga fantastis Rp 1.000.000,- (WOW!)

Kaset loak sekarang diburu/dicari dengan bukan lagi dengan alasan murahnya tapi lebih pada alasan nostalgia, pride (rasa bangga jika bisa ketemu kaset yang sudah tergolong langka), koleksi dan alasan-alasan lain yang tergantung dari kategori “kaum” apa sang “hunter” tersebut.

 

Chapter 2: Suka Duka.

Membeli kaset loak memang sarat dengan kenikmatan yang hanya bisa dijelaskan oleh masing-masing individu dan terasa sangat private serta terkait dengan emosi masing-masing individu. Untuk kebanyakan orang mungkin terasa aneh dan gak nalar, “lah wong sekarang tinggal browsing , “click” dan dapet deh lagu-lagu yang kita cari. kok masih mau repot nongkrong ngoprek tumpukan/serakan kaset loak. belum tentu bagus pula kasetnya, belum lagi kalo isinya ketuker”. Memang ada benarnya juga sih, tapi sekali lagi jawabannya kembali pada kaitan emosi antara kaset yang kita kejar kemana-mana dengan pengalaman hidup individu.

(Penulis pun rajin mengejar repertoire musik lewat dunia maya bahkan telah men-donlod begitu banyak file lagu/album yang umumnya bergenre progclaro serta mengkoleksi cd pula, tapi tetap saja masih menikmati berburu kaset loak dan koprak-koprek kaset loak yang seringkali berdebu di lapak-lapak loak).

 

Tidak selalu aktivitas beli kaset loak berujung bahagia, adakalanya “apes” juga, salah satunya seperti pegalaman pribadi penulis yaitu isi kaset tertukar dengan kaset lain.

Ceritanya belum lama berselang penulis secara tidak sengaja ketemu dengan penjual kaset loak (yang cuma bisnis sampingan, bisnis utamanya servis elektronik) yang cukup (maaf) uedyan menjual kaset-kasetnya dengan harga hanya sewu-an. Singkat cerita pada suatu hari penulis membeli kaset “Sweet Memories Vo. 3” rekaman Contessa karena tertarik dengan lagu-lagu yang masuk kompilasi itu (diantaranya ada juga nama band yang belum pernah didengar seperti World Of Oz yang ternyata cuma punya 1 album aja). Tanpa memperhatikan isi kasetnya lagi kaset langsung dibungkus dan dibawa pulang. Nah pas lagu pertama mulai kok malah “please don’t go nya KC and Sunshine Band” padahal sesuai cover harusnya “walk away nya Matt Monro”, wah ternyata isinya tertukar karena isi kasetnya adalah rekaman Aquarius bukan Contessa yang seharusnya. Tertera tulisan tangan di kaset itu “American Top Pop V”.

Duh kecewa, sebel, kesel, mau nangis tapi lucu juga campur aduk jadi satu.. Tapi ada rasa penasaran untuk coba menemukan kaset aslinya di sela-sela tumpukan kaset loak berdebu yang ada di kios servis elektronik itu. Akhirnya beberapa hari lalu niat jadi kenyataan, penulis pergi ke kios itu dengan tekad nyari kaset “sweet memories vol. 3” yang tertukar.

Sesampai di kios sasaran langung mencari kaset dengan label “american top pop V” dengan harapan ketemu dan isinya adalah  Contessa’s sweet memories 3. Setelah lama mencari dan hampir putus asa eh gak taunya ketemu kaset berjudul American Top Pop V dan lebih surprise dan sueneng pool karena ternyata isinya pun Sweet Memories Vo. 3 dari Contessa..

Walah… bahagia banget hati ini, karena gak mungkin untuk tuker kaset ya akhirnya langsung dibungkus, cuma seribu perak saja dan bawa pulang. Rekamannya juga masih terbilang bagus gak mendem.. Lagu-lagu di American Top Pop V juga gak bisa dibilang jelek, ada “last train to london” E.L.O yang disco influenced itu. Memang lagu-lagu di kaset itu bisa dibilang berirama disco era 70an…Asik buat disko-a-go-go ala 70an, hehehe…

 

Note: foto kedua kaset terlampir, tapi foto di cover depan kaset bukan aslinya lagi. Fotonya hasil googling lalu dicetak, foto aslinya hilang divandalisme alias dipedhot orang.

 

DSC01824

 

DSC01825

 

(…to be continued…)

 

hippienov

kaset jadul n progclaro lover

a professional writer/reviewer wannabe

lives in depok

may 17, 2013

 

15 Responses to “Suka Duka Kaset Loak 1: Kaset Tertukar”

  1. hippienov Says:

    Matursuwun mas G,ulasan gemblunk ku sudah muncul.semoga berkenan n menghibur.kali ini ak berperan a la penulis prof,dasar gemblunk,ha3..

    • Gatot Widayanto Says:

      Gemblung yang berbobot mas… Keep on writing!

      Percaya gak? Kecerdasan kita menulis review musik akan berpengaruh ke kecerdasan menulis laporan di pekerjaan kita. Saya sudah embuktikannya mas. So …keep on writing!!!! Sekalian nanti bikin blog juga mas … (bukan berarti trus gak boleh nulis di blog gemblung lho mas …).

  2. hippienov Says:

    Hahaha.. matursuwun supportnya mas, jadi malu aku..
    Kalo bikin blog sendiri aku pikir masih jauh mas😀
    Saat ini ak sudah sangat bahagia bisa gabung n kadang2 nyumbang tulisan di blog yahud ini😀

  3. gemmyymmeg Says:

    aku mau tanya kontak personya ALI GUNAWAN yang kolektor piringan hitam boleh? soalnya tadi baca tulisannya tentang PH.. aku perlu banget wawancara beliau untuk tugas kampus, barangkali ada alamat/ no tlp nya.. thx

  4. hippienov Says:

    Waduh ak ndak punya mas,seandainya punya pasti sudah ak share.kalo kolektor kaset dari surabaya dan aceh ak ada no tlp nya (maksudku bro Apec dan mas Eddy).
    Mungkin mas G bisa membantu rekan kita ini?
    Btw,tuobz mas tugasnya,knp ndak bahas soal kaset/cd atau musik progclaro?😀

    • Gatot Widayanto Says:

      Ali Gunawan:

      08129403702

      Kalau ditanya dapat nomer telp dari mana, bilang saja Gatot.

      Thx

  5. Hendrik Worotikan Says:

    Mantap kali nih tulisan Mas Hippie.
    Kalo ada 5 kategori nya, yg jelas sy bukan yg no.2 dan 4.

    What next ?

  6. hippienov Says:

    Hehehe.. matursuwun tawarannya mas Khalil,ak blm punya nyali,masih chicken😀 tp bisa dipertimbangkan..

  7. hippienov Says:

    Pg mas Hendrik,kemungkinan kebanyakan dari kita termasuk no. 1 dan 5 (konservatif n kasetipus complex),hehehe..

  8. herman Says:

    Mas Hippie, chapter 2 nya asik juga…..

  9. hippienov Says:

    Matursuwun mas Herman, rencananya ada lanjutan ke chapter 3 n 4 kalo mungkin,kisahnya masih seputar suka duka kaset loak,he3..

  10. Domme Says:

    Tulisan ini benar-benar kisah asli (maksudnya yang bagian kaset tertukar)…. Dan menemukan pasangan kaset yang tertukar adalah pengalaman yang sangat tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Saya pernah mengalaminya berkali-kali. Karena pengalaman ini juga, kalau ke pasar loak, andai ada cover atau bijian yang bagus, saya pasti ambil dan lalu kemudian hunting bijian atau covernya. Lalu ketika pasangannya ketemu, wuihh.. Mungkin seperti inilah rasanya ‘multiorgasm’ itu….

  11. gemmyymmeg Says:

    aku udah coba hubungi mas ali gunawannya, tapi gak ada balasannya.. padahal udh mepet deadline banget nih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: