Symphony “Metal” by Akurama

Sebelum diulas musiknya, ada baiknya ditayangkan dulu kasetnya biar ntar gak lupa mengulasnya.

Cover depan dan daftar lagu

Cover depan dan daftar lagu

 

Inlay nya keren juga ada foto truck Symphony Tour  1983

Inlay nya keren juga ada foto truck Symphony Tour 1983 meski cuman sekedar foto main-main .. ha ha ha …

Meski direkam di pita BASF, kaset ini kualitasnya cukup stabil, artinya rekamannya tetep seperti semula. Band ini digawangi oleh Jimmy Paais (gitar), Ekki Soekarno (drums), Fariz RM (bass/the stick/vokal), Tonny Wenas (piano/fairlight programming/vokal), Herman “gelly” Effendi (keyboards/the source/vokal).

Seperti umumnya kaset rekaman band Indonesia, tak ada informasi mengenai tahun kapan album ini dirilis, bisa jadi ya 1983. Bila betul, maka tak heran bila warna musiknya banyak terpengaruh oleh ‘And Then There Were Three’ atau ‘Duke’ albums of Genesis. Dari pengamatan saya terhadap musiknya, pada dasarnya adalah musik pop yang dibalut dengan elemen progressive melalui permainan kibor menarik dari Gelly atau ditimpali Tony Wenas pada piano. Mungkin biasa disebut dengan pop kreatif ya. Yang jelas tak layaknya musik pop nya Rinto atau Iis Sugianto. Instrumen musik yang lumayan menonjol selain kibor adalah bass yang dimainkan oleh Fariz – mungkin bebunyian stick itu yang membuat unik.

Saya mulai nyetel kaset ini tadi dari sie B diawali dengan pop ringan mengalir “Gadis Metal” disambung dengan instrumental “Sirakusa” yang bisa jadi semacam Duke’s Travel – Duke’s End nya Genesis meski musiknya bener-bener berbeda karena sangat miskin permainan gitar. Memang secara menyeluruh album ini sangat jarang ada bunyi gitar, apalagi solo. Pokoknya bener2 miskin gitar dah, hanya beberapa petikan yang gak menonjol banget. Sayang memang. Mestinya ada sesuatu yang mirip Behind The Lines dalam solo gitar nya ya. Kmeudian nyambung ke “Langit Merah di Atas Dunia” dan ditutup bagus dengan “Sofissentris”.

Side A dibuka dengan “Kekal Itu Di Sini” yang mengalir ringan dengan basis bebunyian kibor dan nyambung ke “Lensa Kamar Putih” yang kelihatan banget tentunya ini ditulis oleh Fariz terutama dengan gaya reggae nya yang Fariz banget. Enak di dengar di kuping sih, meski sekali lagi gak ngerock bahkan cenderung pop. Lagu ketiga adalah “Antiklimaks” dan ditutup dengan lagu manis melankolis dengan melodi yang bagus, alunan vokal yang selaras antara Fariz, Tony dan Gelly melalui lagu “Indah” di lagu inilah terdengar ada sedikit permainan gitar solo namun tidak negrock dan halus aja mainnya.

Secara keseluruhan album ini menarik meski nanggung dari segi kategori musik: tidak rock, tidak prog namun ada di tengah-tengah semuanya atau namanya ya pop kreatif tadi. Dikatakan kreatif karena memang chords nya banyak yang gak lurus dan itu terlihat dan terasa banget. Bagi saya album ini tak terlalu nuansamatik dibandingkan misalnya album solo Fariz “Sakura” atau “Panggung Perak” yang sudah jelas pop tapi melodinya tegas banget, tak ngambang seperti Symphony “Metal” yang sulit mendapatkan tekukan melodi indah yang memorable. Setidanya, itu yang saya rasakan dari kuping saya ….

Selamat bekerja ….!!! Kopi tubruk di cangkir udah tinggal setengah nih …. he he he …

Salam,

G

 

 

 

9 Responses to “Symphony “Metal” by Akurama”

  1. kunangkunangku Says:

    kangen juga band ini.

  2. apec Says:

    Memang sayalebih suka yg WOW..tapi tetep aja album ini adalah album yang dicari kolektor

    • Gatot Widayanto Says:

      Kalau WOW! Produk Hijau itu bener2 Duke banget bro Apec … Bahkan ada kesan nyontek sih … Pekik Merdeka!!!

  3. gt Says:

    Album ini lumayan enak juga…

  4. Gatot Widayanto Says:

    Pak GT kok pake “lumayan” ya? He he he …

    • gt Says:

      Sy lebih suka yg album Trapesium

      • Gatot Widayanto Says:

        Iya mas GT …menyusul .. Soale kasetnya pedhot di pangkal nya … Masalah mudah dan nikmat membetulkannya … Namun lagi banyak setoran gawean …. ha ha ha .. Ini dari tadi kerja terus …Meski di rumah. Siapa bilang kerja di rumah lebih santai? He he he ….

  5. patricia Says:

    Saya idem dgn mas gt, album Trapesium lebih keren

    • Gatot Widayanto Says:

      Wah … Jadi pengen nyimak lagi Trapesium. Masih ketlisut kasetnya. Lha kok ini adanya Jajaran Genjang yo …. He he … Salam kenal sist Patricia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: