Megahnya Konser Yes (1 of 10)

By: Herwinto

image

SYMPHONIC LIVE……KEINDAHAN BERBASIS KEMEGAHAN

Apa kabar kawan kawan semua, setelah membedah album album studio band kesayangan saya YES lewat Indahnya Musik Yes (1-10) dan ABWH, ijinkan saya mengulas sedikit konser hidup mereka lewat coretan serba sederhana ini yang saya beri judul Megahnya Konser Yes. Tiada lain coretan ini hanya untuk melengkapi cerita perjalanan band ini dan kiprahnya di blantika musik dunia.

Saya mulai dari Symphonic Live, ini adalah konser di Heineken Music Hall bersama kelompok orkestra The European Festival Orchestra pimpinan Wilhelm Keitel pada 22 November 2001. Ada hal menarik mengapa saya menyukai konser ini karena salah satunya didukung oleh sebuah orkestra lengkap yang memberi kesan betapa megahnya konser ini, lagu lagu yang diusung Yes sendiri sebenarnya sudah merupakan karya karya klasik yang megah dan monumental namun dengan adanya dukungan orkestra semakin memberi kesan bahwa grup ini ingin membangun sebuah konser musik yang kolosal dan megah. Meskipun sudah tidak muda lagi dan telah beruban semua, tidak menyurutkan para jagoan Yes untuk mengulang kejayaan masa silam dengan menampilkan lagu lagu epik berdurasi panjang.

Ada tiga lagu epik yang dibawakan pada konser ini yaitu Close To The Edge, The Gates of Delirium dan Ritual, selebihnya lagu lagu keren mereka sepanjang era klasik ditambah beberapa nomor dari album Magnification. Bisa dibayangkan betapa lama mendengarkan konser ini sebab ketiga lagu epik diatas saja sudah memakan waktu hampir 60 menit sendiri. Untuk pemain keyboard kali ini Yes menggunakan session player seorang keyboardis muda Tom Brislin, hebatnya si Tom ini mainnya keren banget, dia sangat enerjik memainkan jemarinya secara akrobatik, maklum masih muda sekali sih, dan dia juga bisa fasih membawakan nuansa keyboard yang berbeda antara Rick Wakeman pada Roundabout dan Patrick Moraz pada Gates of Delirium, luar biasa saya benar benar kagum. Konser dibuka dengan overture permainan musik klasik dari The European Festival yang langsung masuk ke Close To The Edge yang njlimet namun dalam tempo yang agak lambat maklum sudah sepuh semua, Steve Howe seperti biasa menggunakan dua gitar pada lagu ini yang berwarna coklat.

Ada hal yang menarik yaitu ketika hendak masuk lagu kedua dibuka terlebih dahulu dengan permainan orkestra seperti pada cerita musikal terdengar begitu megah baru masuk ke Long Distance Runaround yang uenak sekali, lagu selanjutnya Dont Go terasa indah lagu ini karena dibungkus dengan elemen elemen orkestra dan dipimpin oleh melody Howe yang jernih dan tegas. Lagu berikutnya In The Presence Of yang begitu mendayu namun tetap terdengar gagah dan megah dengan kombinasi permainan gitar Howe antara gitar steel yang menyayat dan gitar gibson yang jernih. Lagu berikutnya The Gates of Delirium terasa begitu menggemuruh karena di bungkus dengan bunyi bunyian alat alat musik orkestra yang lengkap bahkan yang sungguh menarik adalah para pemain biolanya meskipun para gadis gadis muda namun ikut terbawa arus akrobatik dari para personel Yes yang seperti bermain sendiri sendiri dengan terampilnya. Seperti sebuah tradisi, konser Yes selalu dihiasi dengan permainan solo gitar akustik dari Steve Howe yang kali ini menampilkan Vivaldi Concerto in D 2nd Movement disambung Mood for a Day yang melegenda itu, berikutnya langsung disusul Starship Trooper yang merupakan lagu wajib dalam konser yang bagian akhirnya merupakan aksi saling berbalasan antara gitar dan keyboard, sekali lagi saya kagum dengan Tom Brislin yang pada bagian ini lolos dari maut karena tikungan tikungan tajam permainan keyboard sangat banyak pada Starship Trooper ini, lagu berikutnya Magnification terasa begitu klasik dengan sentuhan gitar Steve Howe yang lincah dan jernih, dan lagu Yes terindah sepanjang masa pun berkumandang And You And I yang mengalun membahana dan sangat menusuk sukma terutama pada bagian steel gitar yang dimainkan Howe diiringi alunan keyboard dan dibalut hentakan musik orkestra, sungguh indah sekali.

Lagu selanjutnya adalah Ritual yang terdengar benar benar sempurna dari sisi permainan instrumennya apalagi lagu dari album Topographic Ocean ini memang penuh dengan bunyi bunyian perkusi yang sungguh sudah disempurnakan dengan adanya orkestra pendukung. Lagu indah I’ve Seen All Good People pun mengalir diiringi tepukan penonton yang ikut menyanyi yang akhirnya semua personil Yes setelah lagu ini berakhir berbaris di depan panggung seakan akan mau berpamitan, rupanya para anggota Yes masih suka main petak umpet, setelah lampu gelap dan kemudian menyala lagi rupanya mereka sudah siap menggebrak panggung lagi terbukti semua sudah pada posisi pegang alat musik, maka menggebraklah lagu yang sangat terkenal Owner of Lonely Heart dengan garangnya dan langsung disambung dengan Roundabout dimana semua pemain orkestra ikut maju ke depan panggung menari bersama, Tom Brislin pun sanggup menyajikan sound keyboard Rick Wakeman pada nomor Roundabout dengan sempurna. Sungguh sajian yang benar benar mempesona…..Salam!!!

10 Responses to “Megahnya Konser Yes (1 of 10)”

  1. khalil logomotif Says:

    Alhamdulillah…yang ditunggu tunggu akhirnya nongol

  2. Herwinto Says:

    Trimakasih Om G sudah ditampilkan postingan ini mumpung tiba tiba di kepala muncul ide nulis konser yes, buru buru saya tuangkan dulu takut menguap he he he, pede amat nulisnya (1 of 10) yo ben ha ha ha…..

  3. hippienov Says:

    Seperti biasa ulasan mas Herwinto selalu lengkap, attention to details jadi penasaran ngebacanya. Toubz mas🙂

  4. Hendrik Worotikan Says:

    Walau belum pernah liat konser Yes bertajuk Symphonic Live ini, tp sudah bisa dibayangkan kemegahan musik yg akan dan (memang) sdh terjadi.
    Pasti luar biasa dasyat jadinya. Apalagi sekelas Yes.
    Salut buat Mas Herwinto untuk pengamatannya.

  5. apec Says:

    Konser YES, mulai yang kumplit ala orkestra hingga yg paling sederhana ala Accoustic Yes, tetap saja muncul kemegahannya..tapi sayangnya DVD yg ini belum punya…jadi ngiri

  6. DananG Says:

    Wah YES full orchestra, saya seumur-umur baru sekali nonton YES secara live April tahun 2012. Ketemu mas Gatot juga. Mungkin mas Herwinto juga ada saat itu (dugaan saya pasti ada xixixixixi). ini kesan saya nonton YES saat itu: http://danangsuryono2112.wordpress.com/2012/11/09/wounderous-night-yes/

    • Gatot Widayanto Says:

      Pertunjukan yang benar2 memorable mas … Meski sudah pada sepuh, mereka mainnya dahzyat. Saya puas meski Geoff Downes lemah permainannya.

      Overall saya puwaaas ….! Sayang ya kita belum kenal Koh Win yg pasti juga nonton …

      “Ciptakan Keterdesakan Sebelum Keterdesakan Yang Sebenarnya Datang”

      Gatot Widayanto

      • DananG Says:

        April 2012, memang bulan prog mas. Dalam waktu 4 hari diberi kesempatan nonton 2 master prog dari generasi yang berbeda. Coba ketemu mas Win waktu itu, pasti seruuu polll

      • Gatot Widayanto Says:

        Iya mas … Nonton DT memang juga memorable mas … Saya bisa bertemu buanyak temen yang dari jaman m-claro sampe jaman i-Rock! …dan jaman ngeblog di M4L … Sampe saya ada yg lupa namanya … Ha ha ….

        Yang paing seneng bisa ngobrol sama Chris Squire di Pacific Place!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: