Bad Company “Live for The Music”

March 24, 2015

Hippienov

Halo lagi Mas G dan rekan-rekan, the prodigal son is back again, hehehe.
Kali ini aku mau sharing kompilasi sederhana yang aku sadur dari cd mp3 koleksi Bad Company pemberian Mas Yuddi dan kemudian aku jadikan 1 cd audio. Kompilasi ini sudah beberapa waktu lalu aku buat namun baru sekarang aku posting di blog. Semoga berkenan buat rekan-rekan.
bad co.
-
bad co.2
-
Live For The Music:  BAD COMPANY (1974-1982):
1. Can’t Get Enough (1974 Bad Company).
2. Rock Steady (1974 Bad Company).
3. Ready For Love (1974 Bad Company).
4. Seagull (1974 Bad Company).
5. The Way I Choose (1974 Bad Company).
6. Good Lovin’ Gone Bad (1975 Straight Shooter).
7. Feel Like Makin’ Love (1975 Straight Shooter).
8. Anna (1975 Straight Shooter).
9. Love Me Somebody (1976 Run With The Pack).
10. Live For The Music (1976 Run With The Pack).
11. Sweet Little Sister (1976 Run With The Pack).
12. Morning Sun (1977 Burnin’ Sky).
13. Peace Of Mind (1977 Burnin’ Sky).
14. Too Bad (1977 Burnin’ Sky).
15. Man Needs Woman (1977 Burnin’ Sky).
16. Oh, Atlanta (1979 Desolation Angels).
17. She Brings Me Love (1979 Desolation Angels).
18. Untie The Knot (1982 Rough Diamonds).
19. Cross Country Boy (1982 Rough Diamonds).
20. Painted Face (1982 Rough Diamonds).
Jujur aku tidak begitu kenal dengan lagu-lagu Bad Company, referensi kaset/cd nya pun aku selama ini gak punya, hanya beberapa lagu saja yang aku kenal seperti “love me somebody”, “can’t get enough”, “the way I choose”, “rock steady” dan “feel like makin’ love”.
Saat mau membuat kompilasi ini aku harus mendengarkan singkat album per album supaya bisa mementukan lagu yang akan dipilih. Kebetulan Mas Yuddi mengkopikan album Bad Company dari tahun 1974 sampai 1982 dan supaya adil aku comot lagu dari semua album yang aku punya mp3 nya. Jadilah kompilasi ini dengan 20 lagu dari mulai album Bad Company sampai Rough Diamonds.
Terimakasih untuk Mas Yuddi yang sudah mengkopikan koleksi mp3 Bad Company nya, matursuwun juga untuk Mas G atas waktu dan kesempatan yang diberikan.
Untuk rekan-rekan yang sudi mampir mambaca, terima kasih semuanya.
a boy who dreams music,
hippienov

 

Guru Guru “UFO”

March 24, 2015

Hippienov

 

Halo Mas G dan rekan-rekan semua, apa kabar? Cukup lama aku gak nimbrung di blog, tapi hari ini the prodical son is back…
Selama menghilang aku berhasil mendapatkan beberapa album rock klasik hasil buruan ke seorang teman dan salah satunya album “UFO” dari Guru Guru. Tadinya aku kira ini album UFO tapi rasanya UFO gak punya album yang judulnya “guru guru”, lah dalah ternyata terbalik. Setelah nyontek di Google aku baru tahu Guru Guru adalah nama band Krautrock dari Jerman yang terbentuk tahun 1968 dan “ufo” adalah debut album mereka di tahun 1970.
guru guru
-
guru guru-back
Wah asik nih, keren pikirku… Temanku sempat “memperingatkan” kalo musik Guru Guru di album ini agak beda, jangan kaget pas denger nanti…begitu kata dia, dan ternyata benar.
Buat seorang yang selama ini ngaku bisa menikmati musik Gentle Giant yang kriting tralala atau Sonic Youth yang juga aneh itu, album Guru Guru ini sangat sulit aku nikmati, bahkan setelah beberapa kali didengarkan masih terasa aneh, janggal di telinga ini dan aku masih tetap gak ngerti musiknya.
Di Wikipedia musik Guru Guru dikatakan terpengaruh musik psikedelik seperti Pink Floyd (awal), Jimi Hendrix, Arthur Brown, Frank Zappa, bahkan Rolling Stones, dan mereka memainkan elemen musik yang disebut sebagai “free jazz”. Namun buatku Guru Guru lebih pas disebut satu konsep dengan Popol Vuh, bermain musik instrumental rock dengan gitar sebagai pemeran utama ditambah bass dan drums tanpa kibor. Musik mereka seperti alunan distorsi gitar yang panjang tanpa permainan solo gitar melodi, beda dengan Jimi Hendrix yang rajin bersolo gitar.
Meski aneh dan gak enak menurutku namun tetap ini sebuah koleksi yang menurutku antik dan layak disimpan walau aku gak jamin akan sering-sering aku spin, hehehe… Pengalaman selama ini aku cuma kuat bertahan setengah album terus aku ganti sama cd yang lain, pusing dengernya. Sangat lebih pusing dibanding mendengarkan Napalm Death atau Terrorizer, hehehe.
Buat rekan-rekan yang penasaran mungkin bisa coba di YouTube, atau kalo ada rekan-rekan yang pernah dengar Guru Guru dan menyukai musiknya, mungkin bisa menambahkan ulasanku ini.
Matursuwun Mas G untuk waktu dan kesempatan yang diberikan.
Untuk rekan-rekan yang sudi mampir membaca tulisan ini, terima kasih semuanya.
a boy who dreams music,
hippienov

 

Terbius Moraz

March 21, 2015

Hendrik Worotikan

Hi Mas G dan teman-teman. Apa kabar ? Semoga senantiasa sehat dan diberikan kenikmatan dalam segala aktifitas utamanya mendengarkan musik.

Lama nggak nulis lantaran belum muncul… ‘apa sih yang mau ditulis’ ? Hihihi…Sampai akhirnya tadi malam saya setel plat Patrick Moraz “Out In The Sun”.
Dari situlah kemudian saya teringat dengan album-album Moraz lainnya yang pernah direkam juga oleh Yess, Private Collection dan Scorpio.
Dan dari sejumlah kaset ini rasanya Yess yang paling banyak merekam Patrick Moraz. 

image

image

image

image

Selain solo albumnya ada juga hasil kolaborasi Moraz dengan Bill Bruford mantan kolega nya sewaktu di Yes ( 1970 s/d 1972 ), King Crimson ( 1973 s/d 1975 dan 1981 s/d 1984 ) yang menghasilkan ‘Music for Piano and Drums’ dan tidak ketinggalan juga hasil kolaborasi nya bersama Syrinx.

Pertama kali saya mengenal Moraz justru melalui solo albumnya yang bertajuk ‘The Story Of I’. Pada hal seperti diketahui Moraz sudah berkibar nama nya bersama teman-temannya di Yes.
Tentu masih banyak yang ingat bahkan mungkin terkagum-kagum dengan kepiawaian nya memencet keyboard pada album Relayer, Yes ( Rekaman Yess with progressive number 022 ), yang menghasilkan nomor epic sekelas ‘The Gates of Delirium’ dan ‘Sound Chaser’.

Moraz gabung di Yes pada 1974, yang sebelumnya sempat pula bermain untuk band Mainhorse, Refugee dan Doctors of Madness.
Bahkan pemain keyboard asal Swiss ini, pun pernah menggantikan Mike Pinder di Moody Blues di tahun 1981.

Menikmati musik Moraz rasanya membuat saya terbius melayang-layang jauh, mulai dari permainan keyboard nya yang lembut bahkan terkadang juga garang.
Yang pasti nama nya akan terus diingat dan melekat erat di blantika musik dunia. Art rock khususnya.

The Doors of Puring

March 14, 2015

Eddy Irawan

Sore sabtu tadi saya habiskan waktu di taman puring. Alhamdulillah saya ketemu sama 3 survivor pedagang kaset di lokasi bersejarah di Jakarta selatan: Pak Simon, Bang Buyung dan Bram Sixx. Alhamdulillah juga karena mereka semua dalam kondisi sehat wal afiat sehingga transaksi kaset bekas masih terus berlanjut, sehingga sore ini saya bisa take away 7 kaset yang gak ada nilainya jika kolektor vinil menilai. Tapi bagi saya, kaset2 ini sungguh menakjubkan dan menjadi obat jiwa.

image

image

Ketujuh kaset ini semuanya menarik, namun yang paling bernilai tentulah Team Golden Series. Jethro Tull dengan album ‘aqualung’ dan the Doors album ‘other voices’ adalah kejutan di akhir pekan ini.

Lebih menariknya, saya belum pernah punya album The Doors ini. Album yang dirilis di bulan Oktober 1971 ini adalah album studio ke-7 dari grup yang dimotori oleh Jim Morisson. Dan ini adalah album pertama the Doors tanpa Jim, dimana akhirnya mereka tetap eksis dengan formasi trio. Robby Krieger, sang gitaris, dan Ray Manzarek, pemain keyboard, berbagi tugas sebagai vokalis mengganti posisi Jim.

Di Billboard music chart Amerika, album ini menduduki tangga ke 31. Agaknya, penggemar the Doors masih memuja-muja Jim sebagai idola mereka, dan berharap spirit Jim tetap melekat di album ini melalui trio The Doors.

Puring itu ibarat the Doors, walaupun ditinggal beberapa pelapak utamanya, namun ‘the surviving trio Simon, Buyung, Bram’ tetap meneruskan legenda Puring. Entah sampai kapan. Ahhh, people are strange… (e)

Too Late

March 13, 2015

Eddy Irawan

Kamis sore kemarin, cuaca agak sejuk karena siangnya dihajar hujan yg lumayan lebat. Agak ragu mau jalan ke blok m square tapi hasrat utk ketemu lapaqers kaset mengalahkan rasa ragu tadi.

image

image

Begitu nyampe blok m, udah malam. Benar aja, beberapa lapak memang gak buka sejak siang karena ujan. Namun dari sedikit yg buka, saya mendapat beberapa kaset lumayan yg belum pernah saya nemu sebelumya, kecuali kaset Black Sabbath.

Ada kaset Don Covay yang lagunya ‘somebody’s been enjoying in my room’ pernah ngetop dan ada di kaset kompilasi Dream Express 3. Trus ada Budgie album ‘in for the kill’ rekaman Melody Sound. Namun karena di cover gak ada tertulis grup apapun dan gambarnya cuma elang lagi terbang, maka saya cukup ngasi 3 lembar pecahan 5ribuan utk kaset ini.

Trus ada grup Greenslade, salah satu band referensinya Godbless, yg masih rekaman aquarius itam-putih. Ada kaset the best of Focus c90 rekaman steel yg seumur hidup baru kali ini saya liat. Lalu kaset grup progersif asal Canada, Saga, album behaviour (rekaman alpine).

Pernah dengar lagu ‘too late’ dari Silvi Lillegaard? Kalo belum, coba stel. Lagu tsb ada di kompilasi Heavy Slow 9 rekaman yess. Lagu itu begitu syahdu namun sangat powerful berkat lengkingan suara Silvi yang khas Norwegia. Lagu itu adalah milik grup Ruphus, dimana Silvi menjadi vokalisnya.

Sungguh menyenangkan bisa mendapat kaset-kaset antik nan semantik. Ada baiknya mendengar kata hati. Tapi kapan ya sempat mendengar habis kaset2 ini krn besok akan saya habiskan lagi waktu utk berburu kaset-kaset jadul di tempat berbeda. Ah, gk usah dipikirin. ‘Too late’, keduluan dimangsa predator lain. Hehehe… (e)

Mendapatkan Kaset Yang Sudah Lama Dicari

March 4, 2015

Erick S

hampir 2 bulan ga ngikutin artikel di blog yang super ini, ternyata sudah banyak tulisan-tulisan yang membuat ngiler sama foto-foto kaset/CD nya. untuk itu saya putuskan untuk nulis sekalian share memohon pencerahan dari para senior dan pakar di blog ini.

beberapa waktu lalu saya sempat beli kaset dari beberapa pedagang dan saya mendapatkan kaset-kaset yang sudah lama saya cari, satu diantaranya “Yngwie Oddyssey” rec Yess yang banyak kenanganya saat masa-masa kuliah dulu :) , kaset tersebut merupakan kaset rekaman Yess ke 2 yang saya miliki setelah kaset Al Dimeola album Casino

dari segi kualitas kaset-kaset hasil buruan saya lumayan masih bagus-bagus baik cover dan juga pitanya, namun diantara kaset-kaset tersebut “Ten Years After” casing kasetnya bening seperti pada gambar, awalnya saya bingung apa itu asli terbitan monalisa atau bukan ya hehehe…., namun setelah saya tanya sama pedagangnya itu merupakan kaset rilisan akhir sebelum tutupnya label monalisa, jadi casingnya sudah bening, namun pita masih maxell UDE sesuai yang tertera di atas casing.

IMG20150304145941

IMG20150304150009

IMG20150304145912

Mungkin dari para senior bisa memberikan pencerahan soal casing Ten Years After ini

dalam hati saya “antik juga ya casingnya seperti ini, selama ini saya belum pernah dapat yang model bening” :D

senang juga rasanya mendapatkan kaset-kaset yang sudah lama jadi incaran karena sering kalah HOLD kalau di FB hehehehe

Terima kasih

#keep rock n progin

Tampur Masih Subur

March 1, 2015

Eddy Irawan

Mengisi akhir pekan dan akhir bulan ini, tadi sore saya iseng-iseng main ke Taman puring (Tampur) yg namanya sempat melegenda karena menjadi sentra barang-barang elektronik dan kaset bekas pada era 1990an-2000an.

Maka, sore itu saya habiskan waktu sekitar 2jam bersilaturahim dengan pedagang kaset Tampur yg masih tersisa dan tersetia di lantai 2. Terimakasih Pak Simon, Bang Buyung brewok dan bro Bram yang tetap bertahan di situs kaset bersejarah di Jakarta Selatan ini.

Terimakasih atas sambutan yg selalu hangat dan selalu menyisakan kaset-kaset yang antik buat saya. Foto-foto kaset ini adalah hasil silaturahim di Lapak pak Simon, bang Buyung dan bro Bram.

Pasar Minggu-20150228-00187-

Pasar Minggu-20150228-00190-

Pasar Minggu-20150228-00191-

Pasar Minggu-20150228-00192

Salah satu kaset yang menarik adalah grup Cybotron rekaman Apple. Grup yg berasal dari Aussie ini mengusung aliran rock progresif yang sarat dengan permainan sintesizer dan alto saxophone. Kaset yg saya dapat ini (album ‘implosion’) merupakan album terakhir dari 3 album yg pernah dirilis oleh grup yg dibentuk pd tahun 1975 ini.
Menyimak musik Cybotron, persis mendengarkan kolaborasi musiknya Vangelis, Kraftwerk, Synergy dan Pulsar dalam satu session.

Lapak Tampur masih subur! (e)

Nyetel MP3 Pake Kaset

February 24, 2015

Andria Sonhedi

Mobil saya masih pakai tape, bukan cd ada dvd player. Memang menyebalkan utk orang lain krn tak bisa untuk muter mp3, baik lewat player atau colokan USB. Tapi harusnya tak perlu khawatir karena ada kaset adapter yg bisa disambungkan ke HP atau Mp3 player. Saya sudah punya sejak lama, dapatnya di toko kaset yg sekarang sdh almarhum. Sempat khawatir bagaimana kl rusak, karena pernah kabelnya yang kecil putus shg tak bisa dipakai. Di toko kaset Popeye Yogya saya pernah lihat, harganya sekitar 40 ribu. Masalahnya ongkos perjalanan ke Yogya itu yang mahal :)
Tak dinyana, saat minggu kemarin saya malah dapat lagi. Tempatnya di mana lagi kl bukan di tempat kelahiran pak gatot kita yg legendaris ini :) Di Madiun, di toko komputer Maju Hardware. Harganya pun cuma 14 ribu rupiah, jauh lebih murah dari yang di Yogya :) Alhamdulillah.

image

Hallo Blog

February 23, 2015

Eddy Irawan

Tiba-tiba kangen sama blog yang aneh ini. Pada kemana ya para penghuni yang biasanya lucu-lucu dan asal usul?

Hallo blog, selepas magrib tadi saya mampir ke gudang musik nostalgi di blok m square. Ternyata sepiii banget. Untunglah saya dapat beberapa kaset pelipur lara. Semuanya kaset non-yess.

image

image

Dari 8 kaset yg saya dapat, kaset Apple dari grup Tuxedomoon yg bikin penasaran. Karena ini adalah grup seangkatan The Police, yg mengusung genre post-punk. Grup yang dikomandani Steve Brown ini melejit berkat album pertamanya, half mute. Semoga kaum ‘M4L’ sekarang ini sedang menikmati musik rock utk kemudian berbagi di blog. Sebagian mungkin dalam kondisi ‘half mute’ utk besoknya menggeber kehangatan hard rock yang tak pernah bisu. (e)

Mini ProgRing

February 23, 2015

Gatot Triono

Ngebahas Band Prog Belanda dan Jerman,nara sumber Ilham Affan.

image


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 176 other followers