Mendapatkan Kaset Yang Sudah Lama Dicari

March 4, 2015

Erick S

hampir 2 bulan ga ngikutin artikel di blog yang super ini, ternyata sudah banyak tulisan-tulisan yang membuat ngiler sama foto-foto kaset/CD nya. untuk itu saya putuskan untuk nulis sekalian share memohon pencerahan dari para senior dan pakar di blog ini.

beberapa waktu lalu saya sempat beli kaset dari beberapa pedagang dan saya mendapatkan kaset-kaset yang sudah lama saya cari, satu diantaranya “Yngwie Oddyssey” rec Yess yang banyak kenanganya saat masa-masa kuliah dulu :) , kaset tersebut merupakan kaset rekaman Yess ke 2 yang saya miliki setelah kaset Al Dimeola album Casino

dari segi kualitas kaset-kaset hasil buruan saya lumayan masih bagus-bagus baik cover dan juga pitanya, namun diantara kaset-kaset tersebut “Ten Years After” casing kasetnya bening seperti pada gambar, awalnya saya bingung apa itu asli terbitan monalisa atau bukan ya hehehe…., namun setelah saya tanya sama pedagangnya itu merupakan kaset rilisan akhir sebelum tutupnya label monalisa, jadi casingnya sudah bening, namun pita masih maxell UDE sesuai yang tertera di atas casing.

IMG20150304145941

IMG20150304150009

IMG20150304145912

Mungkin dari para senior bisa memberikan pencerahan soal casing Ten Years After ini

dalam hati saya “antik juga ya casingnya seperti ini, selama ini saya belum pernah dapat yang model bening” :D

senang juga rasanya mendapatkan kaset-kaset yang sudah lama jadi incaran karena sering kalah HOLD kalau di FB hehehehe

Terima kasih

#keep rock n progin

Tampur Masih Subur

March 1, 2015

Eddy Irawan

Mengisi akhir pekan dan akhir bulan ini, tadi sore saya iseng-iseng main ke Taman puring (Tampur) yg namanya sempat melegenda karena menjadi sentra barang-barang elektronik dan kaset bekas pada era 1990an-2000an.

Maka, sore itu saya habiskan waktu sekitar 2jam bersilaturahim dengan pedagang kaset Tampur yg masih tersisa dan tersetia di lantai 2. Terimakasih Pak Simon, Bang Buyung brewok dan bro Bram yang tetap bertahan di situs kaset bersejarah di Jakarta Selatan ini.

Terimakasih atas sambutan yg selalu hangat dan selalu menyisakan kaset-kaset yang antik buat saya. Foto-foto kaset ini adalah hasil silaturahim di Lapak pak Simon, bang Buyung dan bro Bram.

Pasar Minggu-20150228-00187-

Pasar Minggu-20150228-00190-

Pasar Minggu-20150228-00191-

Pasar Minggu-20150228-00192

Salah satu kaset yang menarik adalah grup Cybotron rekaman Apple. Grup yg berasal dari Aussie ini mengusung aliran rock progresif yang sarat dengan permainan sintesizer dan alto saxophone. Kaset yg saya dapat ini (album ‘implosion’) merupakan album terakhir dari 3 album yg pernah dirilis oleh grup yg dibentuk pd tahun 1975 ini.
Menyimak musik Cybotron, persis mendengarkan kolaborasi musiknya Vangelis, Kraftwerk, Synergy dan Pulsar dalam satu session.

Lapak Tampur masih subur! (e)

Nyetel MP3 Pake Kaset

February 24, 2015

Andria Sonhedi

Mobil saya masih pakai tape, bukan cd ada dvd player. Memang menyebalkan utk orang lain krn tak bisa untuk muter mp3, baik lewat player atau colokan USB. Tapi harusnya tak perlu khawatir karena ada kaset adapter yg bisa disambungkan ke HP atau Mp3 player. Saya sudah punya sejak lama, dapatnya di toko kaset yg sekarang sdh almarhum. Sempat khawatir bagaimana kl rusak, karena pernah kabelnya yang kecil putus shg tak bisa dipakai. Di toko kaset Popeye Yogya saya pernah lihat, harganya sekitar 40 ribu. Masalahnya ongkos perjalanan ke Yogya itu yang mahal :)
Tak dinyana, saat minggu kemarin saya malah dapat lagi. Tempatnya di mana lagi kl bukan di tempat kelahiran pak gatot kita yg legendaris ini :) Di Madiun, di toko komputer Maju Hardware. Harganya pun cuma 14 ribu rupiah, jauh lebih murah dari yang di Yogya :) Alhamdulillah.

image

Hallo Blog

February 23, 2015

Eddy Irawan

Tiba-tiba kangen sama blog yang aneh ini. Pada kemana ya para penghuni yang biasanya lucu-lucu dan asal usul?

Hallo blog, selepas magrib tadi saya mampir ke gudang musik nostalgi di blok m square. Ternyata sepiii banget. Untunglah saya dapat beberapa kaset pelipur lara. Semuanya kaset non-yess.

image

image

Dari 8 kaset yg saya dapat, kaset Apple dari grup Tuxedomoon yg bikin penasaran. Karena ini adalah grup seangkatan The Police, yg mengusung genre post-punk. Grup yang dikomandani Steve Brown ini melejit berkat album pertamanya, half mute. Semoga kaum ‘M4L’ sekarang ini sedang menikmati musik rock utk kemudian berbagi di blog. Sebagian mungkin dalam kondisi ‘half mute’ utk besoknya menggeber kehangatan hard rock yang tak pernah bisu. (e)

Mini ProgRing

February 23, 2015

Gatot Triono

Ngebahas Band Prog Belanda dan Jerman,nara sumber Ilham Affan.

image

Music For The Uncommon Man: Bacamarte “Depois Do Fim”

February 12, 2015

Hippienov

image

image

Alo Mas G dan rekan-rekan semua, senang sekali rasanya blog kita tercinta sudah kembali “on air” setelah sempat dibekukan sepihak oleh WordPress beberapa waktu lalu. Sekarang bisa sharing lagi sekaligus bersilaturahim dengan rekan-rekan semua.

Aku sama sekali gak kenal dengan band ini sebelumnya sampai suatu hari temanku yang gila musik (kolektor dan penjual) menyebut nama band asal Brazil ini sekaligus menawarkan cd kopiannya. Awalnya aku gak begitu tertarik namun rasa ingin tahu mengalahkan segalanya dan akupun mengiyakan untuk mengambil kopian cd  yang ditawarkan.

Dari hasil contekanku lewat Google/ Wikipedia, BACAMARTE yang asal Brazil adalah sebuah band progressive rock, symphonic prog-rock tepatnya yang hanya merilis 2 album dalam rentang waktu cukup panjang. Album pertama mereka (Depois do Fim) dirilis 1983 dan album kedua baru rilis pada akhir dekade 90an.

Depois Do Fim sebenarnya direkam tahun 1978 namun kemudian tidak jadi dirilis dengan pertimbangan pada era akhir 70an dunia musik sedang dilanda demam disco, punk serta new wave sehingga Bacamarte memilih untuk menunggu waktu yang tepat untuk merilisnya. Akhirnya tahun 1983 album ini dirilis juga.

Album ini mainly instrumental namun tetap ada beberapa lagu yang ada vokalnya dan asiknya mereka punya dua vokalis, laki dan perempuan.
Suara synthesizer pada kibor selalu hadir di setiap lagu dan semua lagu di album ini menurutku bisa dibilang enerjik/ bertempo mid-fast. Aku tidak mendengar (atau jangan-jangan belum mendengar, hehehe) lagu yang bertempo lambat. Musik Bacamarte sepertinya sejalur dengan Yes dan Genesis, hal ini makin kuat dengan hadirnya flute di lagu-lagu mereka. Yang lebih asik, di album ini aku masih bisa dengar pengaruh musik Latin dengan alunan/petikan classic guitar.

Untuk sebuah band yang belum pernah aku kenal sebelumnya dan album yang gak pernah aku dengar, pada awalnya aku gak terlalu berharap banyak. Tadinya aku menduga musik mereka akan overtly influenced by Latin Music jadi aku akan disuguhi musik seperti Gypsy Kings. Namun semua dugaanku berubah jadi decak kagum begitu aku spin cd ini untuk pertama kalinya. Satu kekurangannya mungkin hanya pada output/ hasil rekamannya yang tidak seciamik album-album prog band prog dari Eropa/ Amerika, namun overall this album is highly recommended karena musiknya juga karena terbilang langka.

Matursuwun Mas G atas waktu dan kesempatan yang diberikan serta untuk rekan-rekan yang sudi mampir membaca. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan.

a boy who dreams music,
hippienov

Jawara Blok M Square

January 30, 2015

Gatot Triono

image

Pertolongan Doraemon di Pasar Yaik Semarang

January 26, 2015

Andria Sonhedi

     Seperti saya kisahkan sebelumnya bahwa tanggal 21-22 Januari lalu saya ke Semarang. Hari pertama berhasil mengunjungi RM Padang Jaya dengan hasil yang tak maksimal. Hari ke-2 ini sudah saya rencanakan mencari kaset di Pasar Johar. Kebetulan acara berakhir jam 12.00 siang sehingga ada waktu untuk menjelajahi Pasar Johar.
     Sayangnya pas saya nanya lewat SMS ke Pak Gatot & KohWin tak ada yang merasa pernah ke Pasar Johar cari kaset. Lha lalu pasar apa yang mereka tulis di blog legendaris kita ini? Untunglah saya bawa laptop & modem sehingga malam hari sehabis ke RP Padang jaya saya cari tulisan lama beliau ini (the jakarta Invasion). Ternyata memang pak Gatot beli kaset di mas Akhmad di Pasar Yaik di dekat Hotel Metro yg saya tempati ini. Setelah lihat di google ternyata Pasar Johar dan Pasar Yaik itu satu kompleks. Belakangan saya baru tahu kalau Pasar Yaik ada di utara kompleks Pasar Johar.
     Sayangnya lagi ancer2 pak Gatot tdk lengkap setelah saya tanya ke beliau sh lupa dan saya disarankan nanya ke para pedagang pasar aja pasti tahu. Ternyata optimisme pak Gatot tak terlalu benar. Saya sampai nyasar ke Selatan lalu muteri pasar Johar tak ada yg tahu tempat jual kaset seken. Akhirnya saya nemu kios kecil yang jual DVD dengan penjual seorang bapak agak tua, pura-puranya beli DVD dulu. Kebetulan ada DVD bajakan Doraemon the Movie yang baru yg blm pernah ditonton anak2 saya. Sehabis nyoba saya nanya apa dia tahu ada yg jual kaset pita di Johar. Awalnya dia bilang kl sdh tak ada & yang terakhir sudah tutup di dekat situ. Saya agak kecewa juga namun tiba2 bapak tadi bilang mungkin di dekat toserba Trend masih jual kaset seken. Segera saja saya keluar pasar lalu menuju utara  (atau manalah saya tak tahu arah). Barulah saya paham ternyata sisi sebelah utara Pasar Johar ada tulisan Pasar Yaik di gapuranya. Semangat saya langsung bergelora.
     Sebagai catatan Toserba Trend ada di seberang pasar Yaik. Cara cepat untuk menemukan para pedagang kaset adalah pertama cari simpang 5 hotel Metro. Bila anda dari arah H Agus salim (RM Padang Jaya) tinggal lurus bila sampai lampu traffic light Pasar johar tinggal belok kiri.  Bila anda dari arah Jl. Pemuda apabila sampai simpang lima beloklah ke kanan bukan ke arah hotel Metro. Kl dari arah Kantor Pos bisa belok kiri tapi lewat traffic light. Anda juga bisa sholat dulu di masjid di barat pasar Yaik kl perlu tapi harap sandal diawasi krn saya pernah kehilangan sandal baru saya saat shalay subuh di situ.
     Kembali ke Pasar Yaik, saya pertama-tama ke lapak mas Akhmad, soalnya wajahnya mirip yg di foto artikel pak Gatot. lapaknya juga 2, yg dia tongkrongi dan ada tape-nya adalah lapak kaset2 Indonesia sedang di kiri dia adalah laoak berisi kaset2 barat, baru maupun kuno. Setidaknya setelah melihat koleksi RM Padang Jaya maka dagangan mas Akhmad lebih berkualitas. Sengaja tidak saya ambili semua :D soalnya banyak yg sudah punya. Termasuk the very best of Def Leppard keluaran Aquarius yg C-90 yg saya sdh punya tapi blm pernah saya lihat dijual di lapak seken. Akhirnya dapatlah 13 kaset yang dapatnya berangsur-angsur. Sebenarnya lagu-lagunya sudah punya semua, beberapa kaset pernah kena lembab bahkan ada yg bekas digunting tapi secara umum kaset2nya bersih. Berbeda dengan kaset2 di RM Padang Jaya yang berdebu shg membuat tangan risi. Semua kaset dihargai 12.500 baik C-90 atau C-60, lama maupun baru. Untung saya masih ingat utk mencoba kasetnya, walau mas
 Akhmad bilang sdh dia coba dan tak akan tertukar tapi kecolongan juga satu kaset Raven-Architect of Fear” dengan kaset Mr. Big. Ada kabar baik untuk mas Hippie, saya berhasil mendapat kaset the best of Michael Frank yg C-90! Nantikanlah kedatangannya di rumah :) Di sana kaset Michael Frank banyak cuma yg C-90 cuma itu. Mas akhmad juga langsung sumringah ketika saya bilang tahu namanya dari “pelanggan” yg sdh lama datang ke situ.
     Saya meninjau lapak di sebelah kiri, yg cuma ada satu. Menggabungkan kaset Indonesia & Barat. Karena saya tak fanatik dengan jenis kaset maka yang saya belum punya nbaik baru atau lama ya saya ambil saja.  Dapatnya 11 kaset, termasuk Genesis live yang cuma kaset 2 aja. Untunglah tak ada mas DananG karena ada kaset Queen-Magic Live terbitan Team Record, jelas saya ambil juga. harganya juga sama, 12.500-an.

image

image

image

image

    Apakah perburuan saya usai? Belum. Sebelum saya keluar lewat arah masuk tadi saya mampir ke penjual terakhir yang ukuran lapaknya segerobak aja. Awalnya sih seperti tak ada yang saya minati, wl akhirnya dapat juga 4 kaset yg saya anggap layak beli. Kaset Queen terbitan Team itu selama ini cuma saya lihat di iklan majalah Hai akhir tahun 80-an akhirnya bisa megang dan kebeli juga. Akhirnya pas mau saya bayar lalu saya tambah kaset Green Day yg sampul bagian judul lagu sdh nempel kotak kasetnya. Jatuhnya 55.000 :) Kali ini saya puas walau semalam saya dapat kaset2 yg harganya mahalan dikit. Perjalanan nyopiri sendiri ke Blora selama 3,5 jam jadi agak ringan karena sdh pengin nyetel kasetnya. Untunglha saya tadi ketemu Doraemon :)

-Andria Sonhedi-

A Night at The RM Padang Jaya – Semarang

January 26, 2015

Andria Sonhedi

     Akhirnya ada juga kesempatan nginep di Semarang lagi. Artinya saya bisa berkesempatan ke RM Padang Jaya dan kl bisa juga mampir ke pasar Johar untuk cari kaset. Acara saya Rabu 21 Januari 2015 jam 8-17.10 dan berlanjut Kamis setengah hari. Untunglah saya juga dapat penginapan di Hotel Metro yang juga berdekatan sekali dengan Pasar Johar maupun tempat saya punya acara sehingga pagi-pagi Kamisnya nggak perlu tergesa-gesa berangkat.
     Sehabis magrib segera saya ke RM Padang Jaya, maklum kl di sana bisa lama apalagi teman saya (pak Eko dari Batang) juga ngajak makan malam shg saya harus bergerak cepat. Si Om kacamata sdh mengenali saya begitu masuk. Karena akan makan malam di tempat lain maka saya pesen minum aja.
     Di RM Padang Jaya ini lumayan sulit untuk memulai. Maklum sangking berjejalnya kaset yang ditata, beraturan tapi tak mengenal genre, saya jadi bingung mau mulai dari mana supaya efisien. Mau saya sih tak banyak yang harus saya bongkar tapi hasilnya maksimal :) sayangnya sampai jam 8 malam saya cuma nemu kaset-kaset lama yang pop doang sampai-sampai janji makan malam dengan teman saya saya batalkan. Di sini pun selain sulit untuk memilih yang akan mulai dibongkar sekaligus juga sulit untuk menghentikannya :D Ada beberapa kaset heavy metal tapi sudah kusam & covernya diselotipe, sayang sih kl dibeli dengan harga mahal. Nemu juga beberapa kaset seri lama seperti Soft & Beautiful dari Hins Collection atau StarsOn 45 dari Kings. Ada juga kaset Michael Frank yang jadi pesanan mas Hippienov. Sayangnya kaset MF III terbitan Aquarius itu pitannya sdh putus shg batal saya ambil.
     Akhirnya setelah benar-benar menghentikan perburuan saya, dengan sangat berat, ada 8 kaset saja yang saya ambil. Dari 8  kaset hanya satu yang kaset lama terbitan Cash Box, itu saja grup techno pop A-Ha. Sisanya keluaran masa royalty.

image

image

image

1. grup A-Ha wl tak secemerlang Duran Duran di Indonesia namun saya bisa nerima musiknya. Beberapa tahun lalu di Euro Vision Song Contest di Finlandia ada grup metal Northern Kings yang mengcover lagu Take on Me dari A-Ha.
2. Perekam Trax/Sabotage adalah perekam Indonesia di awal2 munculnya kaset2 lisensi. saya dulu pernah tahu ada kaset grup metal Necronomicon, Diamond Head, Venom & Tyrant. Sayangnya saya cuma nemu kaset2 kompilasi yg tak ketahuan artisnya wl untung dapat kaset Tobruk (ini bukan minuman) grup hard rock Inggris serta White Sister juga hard rock dari Amerika. Beruntunglah saya karena kawan kita Hardi Dokken pernah mesen nyarikan mp3-nya shg saya jadi tahu kl ini grup rock bukan girls band.
3. Enya adalah salah satu penyanyi wanita idola saya :) Kebetulan kaset the Celts saya yg produksi Thailand dihilangkan adik saya maka saya bersyukur bisa nemu lagi.
4.UB 40 dan Bob Marley adalah musisi Reggeae yang bisa saya ikuti makanya wl isi kasetnya ya itu2 juga, UB40 the best sedang Bob yang live, tetap saya beli
5. Slaughter adalah grup hair metal yang cukup populer di Amerika di era 90-an namun nggak pernah saya beli :) semenjak saya mulai pelan-pelan mengumpulkan grup hair metal maka Slaugter pun saya beli juga
6.Sebenarnya kaset George Michael ini EP saja, cuma 5 lagu makanya judulnya Five Live. 3 lagu adalah covernya Queen makanya kaset ini saya ambil.
      Jam setengah 10 akhirnya saya tiba di hotel, lumayan juga lelahnya. Tapi perburuan belum usai. masih ada satu hari lagi untuk menemukan penjual kaset di Pasar Johar. Cerita kali ini memang bersambung :)

-Andria Sonhedi-

Hasil Hunting 4 Jam di Surabaya

January 16, 2015

Eddy Irawan

Belum puwas rasanya kalo belum pernah nyambangi kediaman Cak Sunari, yg dlm beberapa minggu ini sering disebut dlm perdagangan kaset online. Walaupun cuma dapat beberapa kaset, tp saya senang sudah sempat silaturahim di kediaman beliau.

Juga di ‘gudang’ kaset bang Joker yg ternyata juga vokalis di grup metal lokal di Surabaya, saya dapat sejumlah kaset dgn ‘label’ rekaman yg unik. Baru tau kalo ternyata di Surabaya pernah ada perekam Voodoo, Holywood, Horizon.

image

image

image

image

image

Mas Danang perlu ke ‘gudang’ bang Joker ini krn koleksian Queen dan Rush nya, sangat melimpah ruah. Saya sekedarnya aja ambil beberapa kaset Queen dan rekaman Yess dari kardus2 yg berserakan. Saran saya, kl berkunjung ke bang Joker, jgn malam hari krn ‘gudang’ kaset nya gak ada lampu. Sukurlah malam itu saya terbantu pencahayaan dari ‘Flash Gordon’. Heheheheh (e)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 170 other followers