Mega ProgRing ‘de Jombhank 7Aug2016

July 28, 2016

JRENG!

Hola … Lama tak jumpa. Yuk jumpa lagi di Jombang pada tanggal 7 Agustus (Ahad) 2016, jam 10:30. Yang sudah confirmed akan hadir:

  1. Koh Win Relayer
  2. Doctor Apec Bakhtiar
  3. Andria Sonhedi
  4. Kukuh The MadMan
  5. Edi Apple Santoso
  6. Saya (GW)

Siapa lagi??? Seru niiih …. Tiket perjalanan saya sudah di tangan nih.

Mega ProgRing

Itinerary saya:

1.) Jumat 5 Agustus jam 16:45 numpak Bima, sampe di Jombang 4:45 (Sabtu). Saya bawa sepeda lipet buat Tour’de Jombhank selama Sabtu pagi hingga sore. Yeaaaaah …..!!! Ngeprog abis pokoke!

2.) Setibanya di Jombang dan setelah bersyukur kepada Allah Taala, langsung gowes ke masjid Baiturrahman Jombang utk shalat Shubuh, meski telat sekitar 15 menit. Ra po po. Sing penting mesjid pokoke.

3.) Terus gowes ke Paradox Edotel buat taruh tas ransel dan merencanakan peta pergowesan a.l. ke situs Trowulan, markas NU di nDiwek ….wis pokoke kabeh sing penting nang Jombang tak dapuki kabeh.

4.) Shalat Dhuhur cari masjid di Jombang yg nuansamatix paradoxmatic, sambung gowes sampe ashar, balik ke Paradox Edotel.

5.) Trus ngguweblak turu nang Paradox Edotel

6.) Maghrib shalat nang Masjid Agung Jombang, trus gowes dalam kota Jombang.

7.) Jam 19:22 menjemput Herwinto Relayer di stasiun nJombang, nggelar karpet merah menyambut kedatangan Herwinto Relayer.

8.) Bersama Herwinto Relayer menuju kuliner Lodeh Kikil ….biyuuuuuuhhhh….! Muawantaaaaabzzzz!

9.) Abis itu ngopi temu lawak di Apple Cafe (kalau buka; kalau gak buka ya digedhor ben buka ….wakakakakak ….!!). Ngeprog di situ bersama ustadz Herwinto Relayer sebagai Cinductor in Chief.
Ngobrol sak dobholé ….lha wong wis suwe ora mrogring mbek Herwinto Relayer.

10.) Setelah itu rehat di Paradox Edotel ….Sabtu malam nan indaaaah … insya Allah.

11.) Ahad pagi, enjoying black coffee at Paradox Edotel, Jombang, sambil nunggu pak Doctor Prog Apec meluncur dari Sby ke Jombang, ETA jam 8:30.

12.) Jadoman prog di Paradox Edotel sekitar 30 menit sekalian kangen2an setelah 14 tahun gak jumpa. Lanjut dengan kuliner de Jombang.

13.) Jam 11:00 – 13:00 jagong manten. Ojok lali difoto rèk. Kuwi paling puwenting sebagai progarchive silaturahim Mega ProgRing 2016.

14.) Setelah itu hunting artefak prog di Jombang, kalau ada. Kalau gak ada ya sikat aja kokeksi yang ada di Apple Cafe 😜

15.) Jam 18:00 saya menemani Herwinto Relayer pulang ke Solo, lanjut saya ke Jakarta dengan naik Bima, gerbong Eksekutif 4. Prog gitu loh … kudu eksekutif lah ….

16.) Ngeprog lagi sama Herwinto Relayer selama perjalanan Jombang Solo.

17.) Setelah Solo, giliran saya ….zzzzz… zzzz…. theklak thekluk sambil mimpi indah setelah terlibat dalam Mega ProgRing ……

Puwaaaaasssszzzz ……!

ProgRing di New Delhi

October 26, 2015

image


ProgRing sekarang levelnya sudah internasional, dengan venue pertama yg dipilih adalah New Delhi. Pesertanya juga sementara satu orang saja: Dr. Apec Bakhtiar. Next time yang lainnya boleh join, kata Bro Apec.

image

Mini ProgRing di ThamCit

September 6, 2015

image

Alhamdulillah, kemarin sore sempat berprogring-ria dengan pak Dokter Apec di Kopi Oey, Thamrin City. Kenapa di Kopi Oey? Karena di ThamCit gak ada Corelli. Janjian sempet telat 30 menit lantaran di depan ThamCit kalau akhir pekan macetnya nggremet sehingga molor sampainya di situ. Sebenernya progring tersebut digelar lantaran pak Dokter dan timnya menang dalam lomba Cerdas Cermat dari peserta kongres yang jumlahnya 700 orang seluruh Indonesia. Memang wong prog itu cenderung cerdas …. He he he ….

Selamat berprogring-ria siang ini di Corelli … Jangan kaget kalau ditraktir pak Dokter karena hadiahnya cerdas cermat belimpah. Maaf saya tak bisa gabung karena ada dua undangan nikahan hari ini. Salam untuk semua yang hadir: mas Eddy, mas Yuddi, ma DananG, dan mas Hippie. Jangan habiskan semua kaset yg ada di BMS.

Salam,
G

ProgRing di nJombang

September 4, 2015

Andria Sonhedi

pak edi1

Rupanya kepindahan saya ke wilayah timur Jawa Timur malah membuat saya bisa ketemu rekan2 dari blog gemblung ini. Setelah sebelumnya bisa ketemu pak Apec di Surabaya maka kali ini saya berhasil mengunjungi pak Edi kita yang kenamaan itu. Di mana lagi kl bukan di cafe internetnya yang mungil di nJombang.

Pak Edi sebelumnya malah sdh mengunjungi rumah (orang tua) saya di Yogya Lebaran 2015 ini. Makanya kali ini saya anggap sebagai kunjungan balasan. Memanfaatkan acara saya pada hari Selasa di Malang yang rutenya memang bisa lewat Jombang maka berangkatlah saya naik bis ke Jombang terlebih dahulu di hari Senin. Sayangnya baru 45 menit bis melaju di Caruban tiba2 ada motor yang nabrak bagian belakangnya. Saya masih nyantai karena waktu hari ini cukup panjang, maklum kami harus ganti bis karena bis pertama harus dibawa ke kantor polisi.Untunglah jalur Madiun Surabaya merupakan jalur ramai bis sehingga saya tetap dapat melanjutkan perjalanan. Sampai pasar Jombang saya turun dan dapat kehormatan dijemput sendiri oleh the King alias pak Edi. Mengapa the King karena siang ini beliau memakai kaos kuning berlogo King Crimson.

Saya pernah bekerja di wilayah Jombang saat di Mojokerto dulu, 1999-2002, namun ya tak terlalu hapal tempat tinggal orang tua pak edi yang akhirnya jadi cafe Apple itu. Kebetulan warnet beliau pas sepi sehingga kami bebas ngobrol sampai 1,5 jam. Saya disuguhi milk shake dan mie ayam buatan pak Edi sendiri, konon pak Gatot sendiri blm sempat mencicipinya saat mampir ke situ😀 Mas Bintang, putra pak Edi, pas ada di rumah sebentar shg kami sempat ketemu.

     Pak Edi juga sempat memberi saya file film dokumenter Romantic Warriors namun karena waktu yang pendek saya hanya sempat ngopi satu film aja. walau demikian pak Edi dengan baik hatinya memberikan 1 flash disc berisi film ke-2 untuk saya🙂 Saya jadi nggak enak karena pas ke sana saya malah nggak bawa oleh2 apa pun. Akhirnya waktu jua yang harus memisahkan kami, saya harus berangkat ke Malang dan pak Edi harus menjemput keponakannya serta sekaligus mengantar mas Bintang nyetak tiket kepulangannya ke Yogya sorenya. Sebagai kenang-kenangan saya menyempatkan diri berfoto dgn latar belakang the Raven-nya Steven Wilson bersama pak Edi.

Unintended ProgRing @ Corelli

September 3, 2015

image


Hari Selasa (1 Sep) kemarin saya ada meeting dengan klien di Hotel Ambhara sejak jam 16:30 sampe bada Maghrib. Usai rapat, rasanya nanggung kalau sudah di area Blok M gak mampir ke Corelli. Makanya saya terus jalan kaki menuju Corelli karena sudah lama sekali tidak ke situ. Sampai di Corelli saya disambut hangat oleh Koh Albert (Boss Corelli) yang pada saat itu duduk ber ramai2 dengan sekitar 6 orang koleganya, salah satunya bintang film kondang nas Mathias Muchus. Koh Albert baik banget menyapa saya, langsung berdiri ketika melihat wajah saya dan menanyakan kesehatan saya paska musibah. Duh, rasanya “sesuatu” banget obrolan singkat dengan Koh Albert ini, di tempat yang sungguh nuansamatik, tempat temen2 di blog gemblung ini ngumpul ngariung. Udah lama ya kita gak kumpul. Pengen.

Saya pesen kopi hitam panas tanpa susu tanoa gula dan ambil meja kosong di sebelah gerombolan Koh Albert. Saya nikmati bener malam tersebut sambil baca. Eh, tak lama kemudian muncullah seorang anak muda ganteng bermuka bersih bak seorang pangeran …ha ha ha …. Rully Reza!!! Alhamdulillah … Seneng banget rasanya bisa ketemu bro Rully tanpa direncanakan. Rupanya dia sedang menunggu pacarnya yang belanja di Carrefour, terus berpikir ke basement “kali2 aja ketemu temen di Corelli. ..” pikirnya. Bener juga! Ketemu saya. Saya juga sebenernya bertemu temen di Corelli ini, ya paling tidak dengan penguasa Blok M Square: mas DananG. Rupanya malah saya gak ketemu beliau.

Asik dah bisa ngobrol dengan temen lama di blog gemblung ini sambil nyruput kopi item. Rasanya tak lama lagi temen2 di blog gemblung ini juga akan diundang oleh bro Rully di pernikahannya …. Kita tunggu ya.


Pak dokter Apec tgl 4 sd 6 Sept ini ada di Batavia dan ngajak kumpul hari Ahad, 6 Sep 2015. Sayangnya saya ada dua undangan nikahan pada hari tsb sehingga saya yang gak bisa. Monggo kalau temen2 ada waktu, silakan progring dengan dokter Apec.

Salam,
G

Mini Progring di Surabaya

August 10, 2015

image

Ternyata bintang progring minggu ini justru mas Andria Sonhedi karena kemarin (Ahad, 9 Agustus 2015) justru silaturahim dengan Bro Apec di Surabaya sesuai dengan kabar yg saya terima dari bro Apec: “Progring dengan mas Andria, nahu campur Kendang Sari”.

Senang melihat kekerabatan ini!

Menurut kabar, bro Apec akan ke Batavia September nanti. Mari kita gelar progring di Blok M Square.

Salam,
G

Mini ProgRing di Solo & Madiun

August 9, 2015

image

Tanggal 6 Agustus 2015 (Kamis lalu) saya dan nyonya sedang melakukan perjalanan menuju Madiun, “in transit” Solo. Gak mau melewatkan waktu, saya janjian ketemu Koh Win di stasiun Solo Balapan karena saya akan melanjutkan perjalanan ke Madiun dengan kereta api Sancaka. Sebenarnya Koh Win sedang sibuk mengajar di Boyolali. Namun karena api semangat progring menjaga silaturahim begitu kuat, beliau berusaha keras ke stasiun Solo Balapan. Alhamdulillah …akhirnya kami bisa bertemu dan saya dihadiahi oleh2 bika Ambon mantab jaya Lazio oleh Ny. Herwinto Koh Win. Masya Allah.

Kami ngobrol di sebuah kafe di pojokan stasiun Solo Balapan dengan gayengnya sampai lupa waktu. Apa yang terjadi? Kami kepancal (baca: ketinggalan) kereta api Sancaka. Pas saya dan nyonya masuk peron, kereta jalan. Wadouuuuw ….!!!!
Tapi gak masalah …ngobrol dengan Koh Win banyak manfaatnya dan saya tak merasa rugi menunggu kereta berikutnya, Madiun Jaya, sekitar 2 jam berikutnya. Ha ha ha ….pengalaman pertama dan sekaligus ini bagus buat melatih kesabaran.


Sabtu kemarin saya dapat SMS dari mas Andria yang intinya mau janjian ketemuan progring juga. Masya Allah …! Kekerabatan temen2 di blog gemblung ini sungguh dahzyat. Ingat lho … Mas Andria ini bukan tinggal di Madiun, tapi di Banyuwanginyang jaraknya menuju Madiun perlu waktu tempuh 12 jam dengan jalan darat. Akhirnya mas Andria bertemu saya di tempat menginap saya, Hotel Mataram Baru, jam 18:30. Kami sempat ngobrol sebentar terus saya dan nyonya diantar beliau ke stasiun Madiun.

image

Sebuah rendezvous penuh makna yang menyenangkan dan nemorable! Mas Andria juga nitip bingkisan buat mas Hippie dan mas Budi Putra. Nnti saya serahkan kalau kita progring di Blok M. Rencananya bulan Sept ini Bro Apecnke Batavia.

Luar biasa perjalanan saya ke Madiun kali ini. Bisa melakukan 2 kali progring meski mini.

Salam,
G

Mini ProgRing @ Notoyudan

July 22, 2015

Andria Sonhedi

Hari Selasa 21 Juli kemarin tiba2 pak Edie Apple mengabari mau mampir ke rumah masa kecil saya di Notoyudan Yogya krn sekalian mau ke mBantul ke kediaman leluhur bu Edie. Setelah sempat kebablasen beberapa ratus meter dari gang kampung saya akhirnya beliau bisa juga saya bawa ke rumah orang tua saya. Kebetulan mmg hari terakhir liburan jadwal saya mengunjungi kedua orang tua saya setelah awal Syawal ke mertua di Purworejo.Pak Edie sebelumnya mengunjungi rumah yg dipakai putra puteri beliau: mas Bintang & mbak Pelangi, di Condongcatur sekitar 15 km sebelah utara dari .kampung saya

Seperti biasa saya malah tdk membahas musik, bu edie malah yg banyak cerita setelah dipancing isteri saya menyampaikan pendapat ttg kami yg aneh ini dgn musik2 ajaib kami. Ibu saya yg dari Dikbud malah sempat nimbrung juga ngobrol dengan bu Edie ttg ujian kompetensi bahasa Indonesia.

Sebelum pulang seperti biasa kami berfoto, di sini ketahuan saya tampak gemuk dan pendek padahal sebenarnya pak Edie lah yang terlalu tinggi (kali ini berkaos Beardfish)😀

image

Mini ProgRing di Klaten

July 18, 2015

image

Saya senang sekali menerima kiriman foto mini progring di Klaten hari ini, 2 Syawal 1436 H (18 Juli 2015) antara bro Apec dan istri dengan Koh Win. Semoga kekerabatan dan silaturahim diantara kita tetap terjalin erat selama hayat masih di kandung badan.

Selamat Idul Fitri 1436 H.
Mohon maaf lahir batin

image

Yes, I Fear Tomorrow I’ll Be Crying …

July 6, 2015

Halo teman2ku yang baik dan budiman. Apa kabar? Semoga semuanya sehat dan dalam lindungan Allah SWT. Aamiin Ya Rabb.

Rasanya sudah begitu lama saya tak menulis di blog kita tercinta ini. Rindu sekali. Makanya saya sempatkan untuk menulis pagi ini selagi ada waktu dan memang urgensinya semakin mendesak. Kalau tulisan ini ditunda, akan tidak bagus dan lebih tepatnya tidak fair bagi temen2 sekalian. Lho? Iya, soalnya teman2 banyak yang menanyakan ke saya mengapa lama tak menulis lagi di blog ini, dan saya cenderung menjawab yang ada aspek bohongnya, “ya …nanti”. Sebenarnya gak bohong juga sih, buktinya ini saya menulis. Ha ha ha ha …

Yes, I fear tomorrow I’ll be crying

Bagi temen2 yang mengikuti blog ini sejak awal, mungkin sudah bisa menangkap bahwa sudah ada kegalauan pada diri saya yang tersirat maupun tersurat dari tulisan-tulisan saya. Yang paling telak mungkin adalah announcement tentang selama bulan Ramadhan (saya lupa tahun kapan) saya tak menulis atau membaca blog ini karena fokus untuk meningkatkan ketakwaan saya ke Allah Rabbal aalamiin. Selama Ramadhan memang bisa dikatakan saya jarang bahkan tidak memutar musik sama sekali (Ramadhan tertentu, dan saya lupa kapan, mungkin tahun lalu atau dua, tiga atau empat tahun lalu). Sebenarnya musik hanya salah satu saja yang membuat saya galau, namun cukup signifikan. Mengapa? Karena saya kalau mendengarkan musik bisa lupa segalanya sehingga pernah suatu ketika beberapa tahun yang lalu, saya sampai menunda panggilan Allah melalui adzan yang dikumandangkan muadzin masjid tetangga. 

Pada tanggal 20 Agustus 2007 saya pernah menulis artikel Merajut Makna Melalui Prog Rock (1/99) di blog ini dimana di situ saya menulis seperti ini: (cuplikan)

Di sisi lain dari kehidupan, saya juga seorang muslim yang kadang berupaya meningkatkan iman dan takwa kepada Rabb nya Allah SWT. Bagi saya hidup adalah pencarian makna secara terus menerus dan bagaimana bisa hidup dalam makna yang sebenarnya. Makna hidup yang benar ada di Al-Qur’an. Life is a quest for value, begitulah kira-kira. Tapi tidak berhenti di sini tentunya. Begitu kita udah mendapatkan valuetersebut kita harus berpikir dan bertindak yang selalu menambah nilai, baik itu dalam hubungan antar manusia maupun dengan Allah SWT.

Makna hidup yang selalu saya cari itu jawabannya memang mudah bahwa pada akhir dari semua perjalan hidup ini, kita semua akan masuk ke liang lahat karena tak ada satupun manusia yang hidup di dunia ini yang tak akan masuk ke liang lahat (alam kubur). Lantas, bekal apa yang saya bawa agar bisa mendapatkan tiket untuk nikmat kubur? Nah ….masalah bekal ini ternyata sangat menohok surohok ke ulu ati saya paling dalam karena semakin hari saya kok semakin gak yakin bisa mendapatkan tiket itu. Meskipun cari tiket konser Yes saat itu juga sulit, ternyata mencari tiket nikmat kubur itu tak pernah ada kepastiannya bahkan hingga detik saya menulis ini. Cukuplah sudah untaian kata dari King Crimson dalam lagu Epitaph ini memicu saya tertohok sampai KO: Yes I fear tomorrow I’ll be crying …... Benar sekali!!! Saya sangat merasakan hal ini.

Nah …untuk menyiapkan tabungan demi mendapatkan tiket nikmat kubur nanti, sudah lebih dari enam bulan ini saya berhenti total mendengarkan musik, kecuali bila musik tersebut diputar saat saya lagi bekerja di kafe. Maklum, profesi saya sebagai konsultan mau gak mau harus punya banyak kantor, termasuk kafe-kafe atau kedai kopi, selain kantor nya klien saya. Namun saya sama sekali tak pernah lagi memutar kaset maupun CD atau sekedar klik iPod atau laptop untuk memutar musik. Ini sama sekali bukan masalah halal atau haramnya mendengarkan musik, namun bagi “saya” musik sangat melalaikan saya untuk belajar lebih jauh tentang bagaimana menabung yang benar demi tiket nikmat kubur nantinya. Dan, nikmat kubur ini penting, karena merupakan tiket untuk konser yang lebih besar lagi yakni yaumul qiyyamah atau hari akhir dimana kita semua akan dihisab oleh Allah.

Saya sendiri tak tahu, bagaimana sikap saya terhadap blog ini. Saya yakin temen2 semua memiliki kadar kelalaian yang kemungkinan besar lebih baik dari saya sehingga belum merasa perlu meninggalkan hal yang sebenarnya sia-sia ini, karena saya tak mendapatkan jawaban dari Quran dan Hadits adanya anjuran mendengarkan musik membuat kita lebih bertakwa. Yang sudah pasti, in sya Allah mulai hari ini saya tak akan posting lagi artikel baru, baik itu dari saya maupun tulisan temen2 sekalian. Saya mohon maaf sekali atas ketidaknyamanan ini. Silakan berkomentar saja di tret2 yang ada selama ini, namun tak akan ada lagi tret baru lagi. In sya Allah.

Kekerabatan

Harus saya akui, kekerabatan kita sudah sangat baik dan kekeluargaannya sangat bagus. Hal ini tak boleh putus. Saya masih menganggap teman2 sekalian sebagai teman dan bahkan meningkatkan hubungan pertemanan kita. Hanya sayangnya, saya gak begitu banyak lagi update terkait musik. Blog ini hanya sebagai salah satu media saja untuk komunikasi antar kita; toh masih banyak media lainnya seperti email maupun HP atau temu muka. Jangan juga hapus nama saya sebagai teman Anda hanya karena artikel ini. Ini sebenarnya hanya masalah sikap pribadi saja dan saya sama sekali tidak membenci musik. Saya hanya berhenti saja dari kegiata yang “dengan sengaja” menikmati musik. Itu saja.

Terima kasih telah membaca sampai kalimat ini. Mohon maaf kalau artikel ini tidak menyenangkan meski saya tak bermaksud apapun untuk berbuat tidak menyenangkan. Nyuwun ngapunten sanget.

Friends will be friends

JRENG!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 191 other followers