Mini ProgRing @ Notoyudan

July 22, 2015

Andria Sonhedi

Hari Selasa 21 Juli kemarin tiba2 pak Edie Apple mengabari mau mampir ke rumah masa kecil saya di Notoyudan Yogya krn sekalian mau ke mBantul ke kediaman leluhur bu Edie. Setelah sempat kebablasen beberapa ratus meter dari gang kampung saya akhirnya beliau bisa juga saya bawa ke rumah orang tua saya. Kebetulan mmg hari terakhir liburan jadwal saya mengunjungi kedua orang tua saya setelah awal Syawal ke mertua di Purworejo.Pak Edie sebelumnya mengunjungi rumah yg dipakai putra puteri beliau: mas Bintang & mbak Pelangi, di Condongcatur sekitar 15 km sebelah utara dari .kampung saya

Seperti biasa saya malah tdk membahas musik, bu edie malah yg banyak cerita setelah dipancing isteri saya menyampaikan pendapat ttg kami yg aneh ini dgn musik2 ajaib kami. Ibu saya yg dari Dikbud malah sempat nimbrung juga ngobrol dengan bu Edie ttg ujian kompetensi bahasa Indonesia.

Sebelum pulang seperti biasa kami berfoto, di sini ketahuan saya tampak gemuk dan pendek padahal sebenarnya pak Edie lah yang terlalu tinggi (kali ini berkaos Beardfish) :D

image

Mini ProgRing di Klaten

July 18, 2015

image

Saya senang sekali menerima kiriman foto mini progring di Klaten hari ini, 2 Syawal 1436 H (18 Juli 2015) antara bro Apec dan istri dengan Koh Win. Semoga kekerabatan dan silaturahim diantara kita tetap terjalin erat selama hayat masih di kandung badan.

Selamat Idul Fitri 1436 H.
Mohon maaf lahir batin

image

Yes, I Fear Tomorrow I’ll Be Crying …

July 6, 2015

Halo teman2ku yang baik dan budiman. Apa kabar? Semoga semuanya sehat dan dalam lindungan Allah SWT. Aamiin Ya Rabb.

Rasanya sudah begitu lama saya tak menulis di blog kita tercinta ini. Rindu sekali. Makanya saya sempatkan untuk menulis pagi ini selagi ada waktu dan memang urgensinya semakin mendesak. Kalau tulisan ini ditunda, akan tidak bagus dan lebih tepatnya tidak fair bagi temen2 sekalian. Lho? Iya, soalnya teman2 banyak yang menanyakan ke saya mengapa lama tak menulis lagi di blog ini, dan saya cenderung menjawab yang ada aspek bohongnya, “ya …nanti”. Sebenarnya gak bohong juga sih, buktinya ini saya menulis. Ha ha ha ha …

Yes, I fear tomorrow I’ll be crying

Bagi temen2 yang mengikuti blog ini sejak awal, mungkin sudah bisa menangkap bahwa sudah ada kegalauan pada diri saya yang tersirat maupun tersurat dari tulisan-tulisan saya. Yang paling telak mungkin adalah announcement tentang selama bulan Ramadhan (saya lupa tahun kapan) saya tak menulis atau membaca blog ini karena fokus untuk meningkatkan ketakwaan saya ke Allah Rabbal aalamiin. Selama Ramadhan memang bisa dikatakan saya jarang bahkan tidak memutar musik sama sekali (Ramadhan tertentu, dan saya lupa kapan, mungkin tahun lalu atau dua, tiga atau empat tahun lalu). Sebenarnya musik hanya salah satu saja yang membuat saya galau, namun cukup signifikan. Mengapa? Karena saya kalau mendengarkan musik bisa lupa segalanya sehingga pernah suatu ketika beberapa tahun yang lalu, saya sampai menunda panggilan Allah melalui adzan yang dikumandangkan muadzin masjid tetangga. 

Pada tanggal 20 Agustus 2007 saya pernah menulis artikel Merajut Makna Melalui Prog Rock (1/99) di blog ini dimana di situ saya menulis seperti ini: (cuplikan)

Di sisi lain dari kehidupan, saya juga seorang muslim yang kadang berupaya meningkatkan iman dan takwa kepada Rabb nya Allah SWT. Bagi saya hidup adalah pencarian makna secara terus menerus dan bagaimana bisa hidup dalam makna yang sebenarnya. Makna hidup yang benar ada di Al-Qur’an. Life is a quest for value, begitulah kira-kira. Tapi tidak berhenti di sini tentunya. Begitu kita udah mendapatkan valuetersebut kita harus berpikir dan bertindak yang selalu menambah nilai, baik itu dalam hubungan antar manusia maupun dengan Allah SWT.

Makna hidup yang selalu saya cari itu jawabannya memang mudah bahwa pada akhir dari semua perjalan hidup ini, kita semua akan masuk ke liang lahat karena tak ada satupun manusia yang hidup di dunia ini yang tak akan masuk ke liang lahat (alam kubur). Lantas, bekal apa yang saya bawa agar bisa mendapatkan tiket untuk nikmat kubur? Nah ….masalah bekal ini ternyata sangat menohok surohok ke ulu ati saya paling dalam karena semakin hari saya kok semakin gak yakin bisa mendapatkan tiket itu. Meskipun cari tiket konser Yes saat itu juga sulit, ternyata mencari tiket nikmat kubur itu tak pernah ada kepastiannya bahkan hingga detik saya menulis ini. Cukuplah sudah untaian kata dari King Crimson dalam lagu Epitaph ini memicu saya tertohok sampai KO: Yes I fear tomorrow I’ll be crying …... Benar sekali!!! Saya sangat merasakan hal ini.

Nah …untuk menyiapkan tabungan demi mendapatkan tiket nikmat kubur nanti, sudah lebih dari enam bulan ini saya berhenti total mendengarkan musik, kecuali bila musik tersebut diputar saat saya lagi bekerja di kafe. Maklum, profesi saya sebagai konsultan mau gak mau harus punya banyak kantor, termasuk kafe-kafe atau kedai kopi, selain kantor nya klien saya. Namun saya sama sekali tak pernah lagi memutar kaset maupun CD atau sekedar klik iPod atau laptop untuk memutar musik. Ini sama sekali bukan masalah halal atau haramnya mendengarkan musik, namun bagi “saya” musik sangat melalaikan saya untuk belajar lebih jauh tentang bagaimana menabung yang benar demi tiket nikmat kubur nantinya. Dan, nikmat kubur ini penting, karena merupakan tiket untuk konser yang lebih besar lagi yakni yaumul qiyyamah atau hari akhir dimana kita semua akan dihisab oleh Allah.

Saya sendiri tak tahu, bagaimana sikap saya terhadap blog ini. Saya yakin temen2 semua memiliki kadar kelalaian yang kemungkinan besar lebih baik dari saya sehingga belum merasa perlu meninggalkan hal yang sebenarnya sia-sia ini, karena saya tak mendapatkan jawaban dari Quran dan Hadits adanya anjuran mendengarkan musik membuat kita lebih bertakwa. Yang sudah pasti, in sya Allah mulai hari ini saya tak akan posting lagi artikel baru, baik itu dari saya maupun tulisan temen2 sekalian. Saya mohon maaf sekali atas ketidaknyamanan ini. Silakan berkomentar saja di tret2 yang ada selama ini, namun tak akan ada lagi tret baru lagi. In sya Allah.

Kekerabatan

Harus saya akui, kekerabatan kita sudah sangat baik dan kekeluargaannya sangat bagus. Hal ini tak boleh putus. Saya masih menganggap teman2 sekalian sebagai teman dan bahkan meningkatkan hubungan pertemanan kita. Hanya sayangnya, saya gak begitu banyak lagi update terkait musik. Blog ini hanya sebagai salah satu media saja untuk komunikasi antar kita; toh masih banyak media lainnya seperti email maupun HP atau temu muka. Jangan juga hapus nama saya sebagai teman Anda hanya karena artikel ini. Ini sebenarnya hanya masalah sikap pribadi saja dan saya sama sekali tidak membenci musik. Saya hanya berhenti saja dari kegiata yang “dengan sengaja” menikmati musik. Itu saja.

Terima kasih telah membaca sampai kalimat ini. Mohon maaf kalau artikel ini tidak menyenangkan meski saya tak bermaksud apapun untuk berbuat tidak menyenangkan. Nyuwun ngapunten sanget.

Friends will be friends

JRENG!

Quartermass by Yess

June 30, 2015

Erieck Saputra

11698997_897150223677497_4048456971798372037_o
Semalam sambil menunggu sahur iseng FBan dan ga sengaja lihat teman seler yang upload kaset Quartermass rekaman yess, awalnya saya biasa aja ga heran, tapi beberapa saat kemudian saya mulai bertanya-tanya dalam hati “emang ada ya quartermass rekaman yess nya ?”

akhirnya saya inbox saja dan langsung saya tanya apa benar itu quartermasnya bukan bootleg (bajakan), tapi saya malah ditanya balik hhehhee, karena sama-sama belum pernah lihat kaset itu selama ini

untuk itu saya ingin bertanya kepada para senior di blog ini, apakah benar kaset quartermass pernah di rilis oleh label rekaman Yess atau kaset ini memang request khusus sehingga dibuatkanya seperti ini

demikian terima kasih

regards,
Erieck Saputra

Best of Bon Jovi by Ego Record

June 30, 2015
Andria Sonhedi
gw - bon jovi
Gara2 mau main lagi di Indonesia bulan September 2015 nanti nama Bon Jovi jadi sering disebut di media massa.

Saya mengenal Bon Jovi saat album Slippery When Wet mereka laku keras di Yogya. Andalan mereka apa lagi kl bukan Never Say Goodbye, lagu balada yg sering dipakai untuk lagu perpisahan anak sekolah. Terus terang saya saat itu sampai bosen kl ada radio yang muter lagu tadi, karena sangking seringnya.

Seperti biasa para produsen kaset saat melihat peluang meraup untung fenomena Bon Jovi segera membuat kompilasi lagu-lagu mereka dari album Bon Jovi S/T, 7800 Fahrenheit sampai Slippery tadi. Saya sengaja memilih Ego Record mungkin karena saat itu belum nemu kompilasi Bon Jovi dari Aquarius atau Hins Collection. Tiga lagu andalan album Slippery sengaja di taruh di side A:

1. You Give Love a Bad Name
2.Livin on a Prayer yang di video klipnya saya kesngsem Jon Bon Jovi bisa melompat tinggi (ternyata ditarik kabel)

3. Never Say Goodbye

Format kaset ini adalah C-90 direkam dengan pita kaset Verro kegemaran Ego Record untuk format C-90. Lagu-lagu di kompilasi ini secara umum memang menyenangkan telinga pendengarnya walau saya nyari lagu Silent Night tak ada di sini.

In Memoriam: BB King “King of Blues”

May 17, 2015

Arief Apec Bakhtiar

image

Bertepatan dgn hari yang sama dengan meninggalnya Aktor senior Didi Petet,ikut meninggal juga BB King karena komplikasi Diabetes, penyakit degeneratif yg banyak mengenai kaum saat ini…
Bersama ini pula hamba kirimkan kaset BB King yg hamba miliki…dulu kisaran awal  th 2000 an,album BB King banyak dicari orang,dan kaset BB King live at Apollo merupakan kasetnya yg pertama saya miliki..mengenai lagunya sendiri saya gak hafal,tapi saya suka lagu Sweet Sixteen dan And The Thrill is Gone..

Salam,
Apec
No Music , No Life.

Pasar Johar Terbakar

May 10, 2015

Andria Sonhedi

     Mengapa sampai ada pasar terbakar masuk ke Music for Life-nya pak gatot kita yg budiman ini? Hampir tipa bulan ada saja pasar di seluruh penjuru nusantara ini yang terbakar & tak pernah ada yg posting di blog ini. Masalahnya ada langganan kaset saya yang juga berjualan di barat Pasar Johar. Ya, mas Akhmad tadi pagi mengabarkan kalau dagangannya selamat karena di di sebelah barat pasar sedang lokasi kebakaran ada di sebelah timur. Sampai dengan saat ini saya juga blm dikabari nantinya dia pindah ke mana. Maklum biasanya walau tak semua bangunan terbakar namun untuk penyelidikan polisi sementara pasar tak bisa dipakai jualan.
     Untunglah hari Kamis, 30 April kemarin saya sempat mampir ke sana dan beli 29 kaset berbagai perekam, lama dan lisensi baru. Sayang saya blm sempat posting ke sini karena kesibukan. Paginya saya sempat ketemu pak Apec yg sedang tugas di Semarang. Sayangnya beliau jadwal padat sehingga tak bisa ikut berbelanja kaset di tempat mas Ahmad.
     Di tempat mas Ahmad kadang2 ada kaset-kaset YESS tapi sayangnya sdh kondisi tak prima, minimal sampulnya. Bahkan ada kaset Gentle Giant yang isinya malah Pink Floyd.

image

Mini ProgRing di Semarang

May 7, 2015

Arief Apec Bakhtiar

image

Kisah pertemuan dengan bos semarang.
Persis seminggu lalu,akhir april,saya mendapatkan tugas bahagia ke semarang ( setiap ditugaskan keluar kota,selalu saya anggap bahagia soale mesti selalu ada yg bisa dikabarkan dan ditemukan)..Saya lupa kalo mas andria itu walau sering membicarakan pasar Yaik semarang ternyata tugas di Blora..mangkane ora memberi kabar..hanya menginfokan waktu memberi komentar di postingan mas andria…Lha kok mak njegagik beliau kirim sms untuk memberitahukan nomer HP mas ahmad sang penjual kaset..sayangnya acara saya padet berisi sampe jam 17..padahal yg jualan kaset hanya sampe jam 4 sore..sayang binayang..
Dan yg mengagetkan ternyata mas yuddy juga berada pada kota yg sama,hanya lokasi berbeda dan sayang yg kedua kali,beliau juga cuma tinggal sehari lg d semarang..untungnya mas andria berniat penuh untuk bersillaturahmi dengan menghampiri saya di lobby hotel meruput alias pagi buanget jam sebelum sarapan…alhamdulillah,setelah hanya tahu via dunia maya,akhirnya bertemu beliau juga yg ternyata jauh lebih humble ..maturtengkyu mas andria,walaupun saya gak dapat kaset tapi bisa bertatapan muka dengan njenengan…

Mini ProgRing: Trio Libels

May 7, 2015

image


Diam-diam ternyata tadi malam, Rabu 6 Mei 2015, digelar mini progring yang dihadiri dedengkot kolektor yang menamakan diri mereka dengan Trio Libels alias Beli Bekas Berkelas. Mekso yo bèn! Sing penting bedo. Apa yang mereka bicarakan dan yang lebih penting lagi: “apa yang mereka lahap” marilah kita tunggu kisah ini langsung dari mas DananG, bro Apec dan mas Eddy Irawan. Monggo ….

Salam,
G

—– 8 Mei 2015 —

Untuk menjawab rasa penasaran mas DananG tentang apa sebenarnya isi ransel padat bro Apec, berikut ini saya tampilkan pengakuan dari bro Apec mengenai “sebagian” isi ransel. Mohon dicatata juga bahwa masih ada beberapa kardus yang dititipkan di lapak (tidak muat di dalam ransel):

IMG-20150507-WA0013

Yang Sedang Berbahagia

May 7, 2015

image


Ini adalah posting colongan tanpa ijin pemilik berita. Untuk itu sebelumnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada mas Hendrik Worotikan yang beritanya saya colong dan pada saat bersamaan juga berbahagia. Kok bisa? Ceritanya, beliau ini posting di facebook mengabarkan bahwa baru saja silaturahim ke maa Sony dan dapat hibahan piringan hitam yang banyak. Saya sendiri tak kenal siapa yang dimaksud dengan mas Sony tapi yang jelas wajah mas Hendrik sumringah bahagia. Makanya saya colong berita bahagia ini untuk dimuat di sini.

Selamat ya mas Hendrik!

Salam,
G


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 189 other followers