Megahnya Konser Yes (10 of 10)

November 8, 2014

Herwinto

Yes ”In The Present – Live From Lyon”…..Konser Istimewa

image

Mungkin inilah satu satunya konser Yes paling menarik sepanjang masa. Ada dua hal yang membuat konser ini terasa istimewa, pertama, pemain kibor di konser ini adalah wajah yang belum pernah ada sebelumnya yaitu Oliver Wakeman putra Rick Wakeman yang harus menggantikan ayahnya akibat masalah kesehatan, kedua adalah bahwa dua lagu dahzyat dari album Drama yaitu Tempus Fugit dan Machine Messiah dibawakan dalam konser ini berdampingan dengan lagu lagu klasik Yes yang lain yang tidak akan pernah terjadi jika vokalisnya adalah Jon Anderson. Memang vokalis dalam konser ini adalah Benoit David yang harus menggantikan Jon karena sakit. Oliver sendiri memiliki kemampuan yang nyaris setara dengan ayahnya sehingga tak perlu diragukan lagi keindahannya dalam mempersembahkan not not kibornya, tidak seperti Downes yang nampak kedodoran.

Track List nya masih seperti biasanya dibuka dengan Siberian Khatru dan ditutup dengan Roundabout dan Starship Trooper, selain Machine dan Tempus Fugit nomor pelengkap di konser ini adalah Onward dan Astral Traveller serta solo gitar Steve Howe bertajuk Corkscrew yang sangat ciamik. Yang menarik juga  Astral Traveller yang di album Time And A Word lagunya terkesan biasa, di konser ini lagu ini menjadi terdengar megah dan mantab sekali karena di tangani oleh Howe pada bagian part gitarnya. Live ini layak dimiliki penggemar Yes sejati karena menghimpun semua karya klasik Yes di berbagai album. Salam.

Dahzyatnya The Flower Kings (11 of 15)

November 7, 2014

Herwinto

Back In The World Of Adventures….Kuliah Strata-4 ala Raja-Raja Bunga

back

Dari sekian banyak penganut paham prog rock utamanya simphony rock ternyata banyak juga yang berpaham ekstrim fundamentalis. Saya katakan ekstrim fundamentalis karena golongan ini beranggapan bahwa musik prog rock hanyalah sampai tahun 1977, setelahnya adalah bentuk pengulangan, meniru bahkan hanya main main belaka. Ini bukanlah sebuah bualan semata, namun sungguh benar benar ada faktanya di sekitar kita, golongan ini sangatlah fanatik dan tidak mau mengakui eksistensi dari musik prog setelah era 1977, mereka menganggap Neo Prog yang dipelopori Marillion dan kebangkitan gelombang ketiga yang dipelopori TFK hanyalah main main belaka, golongan ini sangat susah untuk menerima kehadiran musik mereka.

Kuliah Strata-4 bagi kaum Fundamentalis
Bagi para penganut haluan keras ini saya memiliki saran cobalah untuk menyimak barang sejenak album TFK bertajuk Back In The World Of Adventures…mendengarkan album ini dahulu saya (mantan fundamentalis yang sudah bertobat) merasakan adanya sebuah pencerahan, menyimak album ini secara utuh adalah sebuah perkuliahan yang sungguh menyenangkan, Roine Stolt sang guru besar prog rock telah membeberkan dan menguak fakta yang sungguh mencengangkan bahwa prog rock tak berhenti di tahun 1977, namun mampu menembus ruang dan waktu tanpa batas batas usia dan generasi.

Album ini bagi saya merupakan sebuah rendezvous dari solo album Stolt bertajuk The Flower King yang meletakkan dasar dasar atau pondasi bagi perjalanan musik TFK dimasa datang. Tak pelak lagi album ini sungguh karya yang luar biasa, dengarkanlah mulai dari track pembuka World Of Adventures yang akan membuat pengagum Yes, Genesis serta ELP berdecak kagum sambil menelan ludah, bagaimana tidak, sebab TFK mampu menciptakan sound jauh melampaui seniornya ini tanpa ada unsur ‘membebek’ atau menjiplak. Inilah lagu yang membuka fikiran saya akan kesadaran baru tentang musik prog. Atomic Prince-Kaleidoscope jelas membuktikan bahwa TFK adalah pengusung simphony prog yang handal, Go West Judas…wow… semakin menunjukkan kecakapan TFK dalam meramu unsur unsur prog rock dalam kemasan yang modern, Train To Nowhere, Oblivion Road adalah mata kuliah dahzyat tentang olahan bergizi musik prog oleh TFK. Theme For Hero, My Cosmic Lover track yang sangat indah untuk dinikmati sambil kerja….uughhhh….kereeeen!!! diantara keduanya ada jeda Temple Of The Snakes yang berkesan sakral. The Wonder Wheel instrumental yang merupakan perpaduan ciamik gitar dan kibor yang berkesan megah. Big Puzzle… wow….ini track yang sangat menyenangkan…kaya, bergizi, menu prog rock yang lengkap sekali.

Mengikuti perkuliahan ala Raja-Raja Bunga melalui Back In The World Of Adventures….adalah suatu…. Keniscayaan!!

The Romantique

November 6, 2014

Andria Sonhedi

image

Saat kaset non royalty berjaya di salah satu sudut toko kaset Kota Mas Yogya ada etalase khusus untuk display kaset klasik. Jadi kl di toko kaset Popeye ada etalase khusus untuk kaset rekaman Yess maka yang mendominasi etalse di KotaMas adalah perekam Romantique. Biasanya saya menghindari etalse ini karena kesannya muram. Sampul kaset didominasi warna kuning dan hijau pucat. Kaset klasik lama kalau tak salah model tempel foto seperti Contessa, Yess dan sebangsanya. Namun setelah kemajuan dibidang cetak mencetak maka kemudian sampul terbitan romantique menjadi putih dgn gambar tercetak di tengah, mirip kaset2 barat konvensional kala itu.
Contoh sampul kasetnya bisa dilihat di tulisan pak cosmic  https://gwmusic.wordpress.com/2013/10/24/nicolo-paganini-concerto-for-violin-and-orchestra-no-6-in-e-minor-by-romantique-golden-classic/
Untuk rumah kaset juga khas, biasanya ada 3 segilima entah artinya apa dan tulisan Romantique dalam plakat kuning di kiri atas dgn stiker dasar warna hijau telur asin. Saya sendiri baru beli kaset klasik saat kaset non royalty mulai seret muncul di lapak seken. Saat itu kaset2 bermutu belum muncul maka saya berdifersifikasi kaset dengan mencoba beli kaset the best of Handel di lapak alm. Pak Budi seberang pasar Bringharjo. Berbeda dengan kaset2 barat lain kok beberapa kaset klasik yg saya beli sering mleot suaranya atau ada yg putus. Mungkin pemilik2 lamanya sangat sering memutar. Di Yogya harganya pun tetap sama dengan kaset barat lainnya walau sdh kuno, padahal peminatnya juga sedikit.
Untuk saya sendiri menikmati musik klasik memang agak lain dgn kaset barat, harus didengarkan khusus tak bisa disambi. Kl di sambi kerja sepertinya tak ada bekasnya di pendengaran saya. Makanya hanya saat2 tertentu saya nyetel kaset2 tadi. Mungkin karena saya sudah terbiasa mendengarkan lagu-lagu Queen, saat itu ada yg menuliskan genre klasik rock, maka lebih mudah saya terima. Berbeda dengan genre jazz yang sulit saya terima karena tak bisa diprediksi alurnya dgn beberapa nada sumbang yang mmg disengaja.
Untunglah di luar para penguasa lapak kaset seken Bringharjo masih ada lapak2 amatir :) yang menghargai kaset klasik dengan harga lebih murah. Biasanya memang kaset kompilasi dengan sampul pemandangan atau model cantik. Kaset2 model romantique yang memang berisi satu LP tampaknya jarang dibeli orang. Kadang2 saya spekulasi beli kaset yang  tanpa ada sampulnya & tak bisa dicoba di lapak barang bekas. Yang penting kelihatan kalau itu terbitan Romantique. Yang ada di foto ini contohnya, yang ini kaset kompilasi Beethoven karena kebetulan saya kenal lagu Fur Ellise dan Song of Joy dari Symphonie ke-9.


evil has no boundaries

Ngorelli Siang Ini

November 4, 2014

Gatot Widayanto

image

Setelah progring lalu, siang ini saya berkesempatan ngorelli lagi setelah tadi ada janji makan siang dengan kawan lama. Rupanya Corelli sudah melakukan transformasi bisnis setelah ditinggal oleh dua orang baritas yang selama ini kita kenal: mbak Srie dan mbak Yeni. Transformasi tersebut ditujukan untuk dua hal: pertama untuk meningkatkan customer service dan kedua untuk diversifikasi usaha melalui penambahan kotak display untuk penjualan batu. Untuk yang terakhir ini kita sudah tahu karena di progring lalu memang sudah ada kotak display batu tersebut. Namun untuk tujuan yang pertama, inilah perubahannya:

  1. Sekarang sudah dilengkapi fasilitas free wifi (bukan free wife ya … ha ha ha ha …) dan saya sudah coba, lumayan kenceng. This posting would only possible due to the existence of Corelli’s free wifi …. Ha ha ha ha …. Pokoke saiki mas DananG kalau bawa putranya, ndak perlu sang putra musti keluyuran di seputar Samsat untuk wifi yang kenceng karena Corelli sudah ada. Buat kerja nambah asik lagi …apalagi tadi ada suara samar dari lapak kaset yang nyetel Sweet Child O’mine nya GNR yang tak mungkin saya setel di rumah. Karena kerja di Corelli, jadi ada kesempatan menikmati lagu2 yang jarang saya putar bila saya yang ngatur playlist nya. Opo ora enak to?
  2. Corelli has just recently hired new barita. Tapi sementara waktu barita ini belum berfungsi karena proper training belum diberikan. Jadi, terpaksa Koh Albert sang empunya Corelli yang membuat kopi. Tapi setidaknya sudah ada upaya merekrut barita baru demi meningkatkan kepuasan pelanggan, tentunya …

Demikian yang bisa saya laporkan dan saya cukup puas siang sampe sore hari ini bekerja di Corelli karena laptop saya bisa browsing melanglang buana mencari referensi yang saya butuhkan untuk pekerjaan saya. No BOLT required as the wifi is quite good in its speed. Jadi …kapan progring lagi neh? Soalnya progring lalu belum ada mas Yuddi, mas Rizki, mas DananG …jadi musti diulang lagi … he he he he …

Ini siap2 pulang setelah posting ini …

JRENG!

Mini ProgRing bersama Sang Begawan

November 3, 2014

Herwinto

Photo0042

Hari minggu kemarin saya mendapat kehormatan dengan kunjungan sang begawan prog van Jombang, siapa lagi kalau bukan sang pemilik Apple Caffee nan kesohor mas Edi Santoso bersama istri. Beliau menyempatkan diri untuk mampir di markas besar Pelita Harapan untuk bersilaturahmi setelah menengok anak bungsunya Pelangi yang kuliah di UGM Yogyakarta. Sambil nyruput teh hangat ditemani kue Srabi Solo nan klasik kami ngobrol banyak hal termasuk sejarah berdirinya kafe paling prog se Indonesia ini, bagaimana tidak, lha wong kafe ini ”mohon maaf” tidak memutar lagu yang tidak prog…!!! ha ha ha…..jadi hanya untuk musik prog saja!!! yang membuat saya trenyuh adalah bahwa kafe ini tidak didirikan semata mata untuk tujuan bisnis, namun sebuah kegiatan untuk mengisi waktu beliau yang harus merawat sang Ibu yang sudah tua mengisi hari hari tuanya…..subhanallah…..semoga mas Edi mendapat limpahan pahala yang tak terhingga dari Allah karena bakti beliau terhadap orang tuanya…
Ibu Edi juga bercerita bagaimana beliau harus sering ke Jogja menengok Pelangi karena perhatian seorang ibu kepada anaknya yang kuliah di kota besar, sampai sampai dengan siapa Pelangi bergaul bu Edi harus tahu…luar biasa!!
Obrolan dilanjutkan dengan cerita mas Edi tentang sahabat sahabat prog di kota Jogja, salah satunya membahas mas Aulia salah satu pendekar prog dari Jogja yang begitu gigih dan rapinya menyusun program untuk mengenalkan musik prog ke sekolah sekolah dan kampus kampus…..luar biasa….saya dukung perjuangan panjenengan mas!! sayang waktu begitu cepat berlalu, mas Edi dan nyonya harus segera kembali ke Jombang…maturnuwun mas Edi atas semuanya…..

Jangan Kaget Bila Koh Win Akan Mereview John Zorn

November 3, 2014

Gatot Widayanto

Penyebaran musik John Zorn, Cosa Brava, Frank Zappa dan rock mbeling lainnya sudah nyungsep masuk kota Klaten. Jangan kaget bila Koh Win tak melanjutkan kisah Genesis dan memulai review musik John Zorn, The Naked City …

image

ProgRing di Klaten

-

Wayang NgePROG

October 30, 2014

Herman

Terlampir saya kirimkan poster Wayang Ngeprog
Mudah mudahan hanya ada di Blog Gemblung, wayang ikutan ngeprog pakai headphone nyetel piringan hitam…..hahaha. Mungkin dia juga suka blusukan ke Blok M Square beli PH seken dan mampir ke Corelli untuk nyruput ( minum) kopi atau teh….

wayang prog art copy a
Salam Jreng,
Herman

Demam Gary Wright

October 30, 2014

Gatot Widayanto

Gara2 mas Andria, mas Hendrik, dibumbui mas Rizki dan mas Khalil akhirnya nama Gary Wright tiba2 meroket menjadi trending topic di blog paling gemblung di dunia ini. Trending topicnya bahkan mendekati berita gemparnya bakal ada DPR Perjuangan (jadi, selama ini memang DPR gak berjuang ya buat rakyat?) yang lagi meroket di medsos. Untungnya si GW ini hanya meroket di kalangan wong gemblung, jadi ya masih terkontrol lah ….ha ha ha …. Lha gimana gak gemblung ya, di sini tak hanya prog aja yang tumbuh subur namun metal dan pop pun juga punya porsi. Ha ha ha …. Pokoke sing penting musik untuk kehidupan ….he he …

Lha , malam ini saya balik ke rumah dari rumah ibu saya sambil gowes kok ya menikmati playlist yang ada dua lagunya GW yakni Dream Weaver dan Blind Feeling. Whoooaaaa …. Suasana gowes jadi marak. Dan pada saat melintas di depan rumah mas Rizki rasanya saya mau gedor pintu rumahnya sambil pamer bahwa di iPod saya sedang playing Dream Weaver yang terkoneksi ke Voombox . Ini fotonya:

image

Terus saya melaju santai dan setelah Hair of the Dog nya Nazareth lha kok nyambung ke Blind Feeling nya GW. Opo ra tambah nyamleng suromenggolo ki nartosabdo mangku wanito udo? Nikmaaadz pol ….. Trus sampek rumah tak golèki itu kaset Styx rekaman Nirwana dan dapet. Ini dia fotonya:

image

-

image

-
Dan ternyata masing2 dapat porsi sama yakni 30 menit baik Styx maupun GW. Whoooaaaa … Kaset ini sungguh nuansamatik kemlitik zonder rheumatik pol bagi saya. Rasanya mau menangis teringat masa itu saat beli kaset ini ….jauh jauh ke Pasar Turi hanya mampu beli satu buah kaset; itupun uang hasil dikasih kakak sepupu saya, mbak Aniek yang baik hati. Ludeslah uang rp. 700 saat itu buat beli kaset ini. Duh …merindhink disko nih kalau ingat masa lalu. Miskin dan indah. Poverty is beautiful!

Nah … Ruang di bawah ini akan kemudian diisi foto2 kaset GW koleksi mas Rizki dan mas Hendrik:
Ini kiriman foto dari mas Hendrik (31 Okt 2014):

image

-
image

-
Salam,
G

Bunyi “DHUNG DHUNG Cèz cèz” Nan Mantab ala Voombox

October 29, 2014

Gatot Widayanto

Uji Audio Divoom Voombox Travel bluetooth speaker

Rasanya sudah beberapa minggu ini pangsit saya dihibur dengan suara dari speaker cilik methisil tapi kalo ngentub bener2 nunjek sampe ulu ati paling dalam tipe Divoom Voombox Travel yang merupakan pengalaman pertama saya menggunakan speaker nir kabel namun sayang nya tidak nir biaya alias kudu beli. Ha ha ha …. Pada saat pertama kali speaker ini dulu saya setel , saya nggumun kok barang kecil bisa menghasilkan bunyi DHUNG DHUNG suara bass yang manteb sampe speakernya terasa ENDHUT ENDHUT karena nendhank bass nya. Biyuh!

Sebenarnya speaker cilik ini sudah saya bahas di tret sebelumnya namun malam inisaya tertegun kembali saat memasang The Flower Kings yang audio qualitynya memang bagus kok rasanya perlu diulas lagi ….Semoga gak bosen ya … he he he . Ini juga gara2 tadi pas lagi di kamar mandi si Voombox ini saya cangking ikut menemani saya sambil bersiul nyetel The Flower Kings “Desolation Road”. Whooooaaaa… nikmat sekali suara dan musiknya .. Apalagi pas masuk lagu Desolation Road dan kemudian White Tuxedos yang musiknya lucu (kata Koh Win kayak lagu jawa “Dolanan Dakon” …). Memang pas di bagian akhir Desolation Road album ini selesai saya terima SMS dari Koh Win yang ternyata beliau sedang nyetel TFK juga meski albumnya beda yakni “Unfold The Future”. Setelah itu saya disarankan menikmati Judas Kiss dan saya turuti juga, namun yang versi Alive on Planet Earth. Wah edan …. mantab tenan. Ini ulasan saya terhadap uji audio Voombox ini:

  • Pada saat Judas Kiss mengalun memang semua detil suara keluar. Trebel nya jangan ditanya dah, kelur ‘tekeces tekeces tekeces’ solid dan transparan serta tak sakit di pangsit saya sama sekali, baik volume kenceng sekalipun. Yang saya kagum justru di bass solo nya Michael Stolt terasa bulet banget dan pulen seperti nasi gitu …. Bunyinya dhung dhang dhung tapi tidak mebengung (bergema lain) alias cepat hilang setelah bunyi DHUNG nya muncul sehingga suara bass yang sepertinya pake Rickenbaker terasa mantap keluar dari suara speaker meski ukuran speaker ini cilik.
  • Kemudian saya pindah ke Scanning The Greenhouse yang merupakan kompilasi TFK namun saya tahu CD nya rekamannya bagus dan bassnya bener2 terasa gemuruh membahana bila disetel di stereo set rumah. Saya penasaran bagaimana di Voombox. Wah …ternyata memuaskan sekali. Saya mulai dari track terakhir “Cinema Show” terasa banget suara bassnya menggelora dan musiknya mengalir enak ENDHUT ENDHUT ENDHUT kayak lagi naik kuda sambil menikmati pemandangan alam. Wah …enak tenan rek! Apalagi di bagian interlude dan solo kibornya ngamuk. Puas dah!
  • Baru saya setel mulai dari track pembuka In The Eyes of The World. Waduh. Menteb tenan …semua detil suara keluar bahkan suara ecek ecek pun keluar termasuk sound effects yang jelas banget kemrincingnya. Pas track The Flower King juga indah sekali. Saya pun kemudian iseng speaker tersebut saya taruh di atas tumbler buat ngopi dan ….bleng bleng …bass nya makin ganas, trebel terasa banget kemrecesnya ….

image

-

image

-

Memang bass nya gak berlebihan sih, namun cukup bagi saya karena buat dinikmati sambil kerja speaker ini memang pilihan yang tepat dibandingkan kalau pake headset yang saya hanya tahan satu jam saja. Lagian kalau kerja di kafe sambil ngopi, anggep aja pendidikan bagi pengunjung lainnya terkait musik prog … ha ha ha ha ha …

Nanti saya akan coba speaker ini konek ke Walkman ya …. Sementara pake iPod dulu atau kadang pake laptop. Mantab pernah saya coba “Pigs: nya Pink Floyd dari laptop nyambung ke Voombox.

JRENG!

KISS “Glammed & Masked”

October 28, 2014

Hippienov

image

Setelah kompilasi ini selesai aku kasih judul barulah aku ngeh kalo judulnya wagu karena setelah aku cari-cari di google istilah “glammed” sulit ditemukan dan sepertinya gak ada artinya, hahaha… Tapi sudahlah, cover nya sudah keburu aku print, anggap aja salah cetak, hehehe…

Album kompilasi ini seyogyanya merupakan “tribute” buat adikku yang nge-fans dengan KISS dan tentunya untuk rekan-rekan semua penggemar KISS, sekaligus aku persembahkan untuk Bro Nelwin, seorang KISS Army sejati…
Semoga saja beliau tidak terlalu banyak mengkritik/memprotes isi kompilasi ini, karena pastinya banyak pilihan lagu apik KISS yang tidak muat masuk di album ini.

Kompilasi ini aku maksudkan untuk sedikit menggambarkan era KISS sepanjang dekade 70an sesuai judulnya “masked”, saat KISS masih setia dengan make-up dan kostum yang sangat mencirikan mereka dan membedakan dengan band-band lain. Mungkin keunikan inilah yang jadi salah satu alasan mengapa mereka begitu terkenal di dunia rock n’ roll.   
Saat tahap awal pembuatan aku memang tidak meniatkan untuk membuat sebuah kompilasi “the best” atau “greatest hits” walau tidak dapat dipungkiri saat pemilihan lagu aku mengacu pada beberapa album kompilasi “the best” KISS (baik yang lisensi atau jaman kaset normal) sebagai referensi, dan hasil akhirnya seperti yang bisa dilihat, nyaris semua lagu hits KISS nyangkut di album “abal-abal” ini:

KISS “Glammed & Masked”
1. Parasite.
2. Hotter Than Hell.
3. Strutter.
4. Cold Gin.
5. Black Diamond.
6. Deuce.
7. Rock n’ Roll All Nite.
8. She.
9. Detroit Rock City.
10. God of Thunder.
11. Shout It Out Loud.
12. Beth.
13. Hard Luck Woman.
14. Makin’ Love.
15. Callin’ Dr. Love.
16. I Stole Your Love.
17. Shock Me.
18. Love Gun.
19. I Was Made for Loving You.
20. Sure Know Something.
21. 2.000 Man.

Senang rasanya punya kompilasi ini karena memang semua lagu yang ada adalah yang betul-betul suka dan terlebih lagi karena aku bisa menyenangkan hati adikku yang gila KISS.

Demikian sharing ku kali ini, semoga berkenan dan seperti biasa matursuwun sanget Mas G atas tempat dan kesempatan yang diberikan. Serta untuk rekan-rekan yang sudi mampir membaca tulisan gemblung ini. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan.

A boy who dreams music,
hippienov 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 152 other followers