Scorpions “Best of Classics”

October 6, 2014

Hippienov

image

Sepertinya dari semua kompilasi yang pernah aku buat baru kali ini aku berani untuk menggunakan embel-embel kata “best”, namun hal ini bukan berarti aku pe-de dengan seleksi lagu-lagu dalam kompilasi ini, tetap saja aku yakin pasti akan ada kekurangan. Kompilasi ini bukan seluruhnya asli ideku karena sebagian besar lagunya aku “jiplak” dari kaset kompilasi Scorpions rilisan Saturn (kalo gak salah inget), aku hanya menambah dan mengurangi sedikit saja. Bahkan urutan lagunya pun nyaris sama. Hasil akhirnya adalah sebuah kompilasi Scorpions klasik yang diambil dari album “Lonesome Crow” sampai dengan “Taken By Force”, dengan songlist sebagai berikut:
 
SCORPIONS / BEST OF CLASSSICS.
 
1. It all depends.
2. In trance.
3. Pictured life.
4. Dark lady.
5. In your park.
6. Hes’ a woman, she’s a man.
7. Backstage queen.
8. Speedy’s coming.
9. Steamrock fever.
10. Robot man.
11. Hell-cat.
12. The sail of Charon.
13. Virgin killer.
14. Life’s like a river.
15. The riot of your time.
16. Evening wind.
17. Fly people fly.
18. Born to touch your feelings.
19. Longing for fire.
20. Action.
 
Senang rasanya bisa punya sebuah kompilasi Scorpions yang isinya adalah lagu-lagu yang berasal dari era 70an, meskipun sepertinya masa keemasan Scorpions ada di era 80an tapi aku selalu suka karya-karya 70an mereka.
Namun untuk melengkapi “Scorpions journey” akupun berencana untuk membuat kompilasi Scorpions lainnya yang berisi lagu-lagu dari era Scorpions 80an. 
 
Semoga tulisan ringkas ini bisa meramaikan blog dan semoga berkenan untuk rekan-rekan semua. As always, matursuwun Mas G untuk waktu dan kesempatan yang diberikan serta untuk rekan-rekan gemblunger yang sudi mampir meluangkan waktu membaca tulisan gak genah ini.
 
 
A boy who dreams music,
hippienov…

Temen Baru Buat NgePROG

October 4, 2014

image

Alhamdulillah kemarin siang saya kedatangan tamu yang bakalan menemani saya buat ngeprog, sambil kerja dan nyeruput kopi hitam tanpa susu tanpa gula, yakni sebuah blue tooth speaker berukuran mini namun suaranya cukup mulyono. Sing oenting huwenak buat ngprog. Gak hanya itu, speaker mungil ini juga nyaman buat gowes karena memang ini didesain buat outdoor dan water resistant. Top dah! Mkin ngeprog dan semangat bekerja ..  Semangat ngopi … Semangat gowes. Soale pangsit saya ini ndak tahan kalau pake headset. Tapi kalau pakai speaker bisa tahn lama. Nyamleng soromenggolo tenan.

Ini adalah kali pertama saya membeli bluetooth speaker dan bingun sekali memilihnya karena begitu nuwanyak di  pasaran. Akhirnya saya milih Divoom Voombox Travel dengan pertimbangan karena reviewnya bagus dan cucok buat outdoor juga. Apalagi saya ini kantornya di rumah dan di kafe-kafe, maka perlu lah memiliki sebuah speaker yang praktis, apalagi bisa dipake buat gowes dikarenakan desain speakernya yang punya cantholan buat diiket kemana aja termasuk ke ransel. bagi prog freaks tentu speaker ini solusi. Bisa juga suatu saat kita progring sambil reiew musik prog menggunakan speaker kecil methisil tapi bass nya mulyono pulak ini. Saya sih puas untuk ukuran travel speaker ya. Bayangkan, kemana-mana bisa bawa spekaer bahkan sambil nabung di kamar kecil pun speaker bisa ditaruh dimana aja dan boleh kebloh kena air. Pow ra nggajak tenan!

Begitu tiba kemarin dari JNE dan dikirim oleh lazada.co,id yang baru pertama kali pula saya bertransaksi di sini dan ternyata memuasakan sekali, saya buka dan utak-atik sambil baca manual karena gak pernah punya speaker bluetooth.Langsung saya koneksikan ke plug untuk ngecharge dan saya coba spekaernya setelah bunyi khak Dhut thot thet tanda siap dipakai. Serenteten lagu progclaro pun saya coba dengan spekaer ini:

  1. Dengan Emerald Lies nya Marillion bunyi perkusinya terasa nyaring dan suara Fish mantab jaya;
  2. Stranglehold nya Ted Nugent terasa garang bunyi gitarnya dan juga gebukan drums di tengah lagu sebagai interlude …whoaaaa ….
  3. Magnum Opus nya Kansas juga saya coba dan suaranya nyaring banget bahkan dalam volume yang rendah pun suaranya jernih pol
  4. Ryker Skies nya IQ? Whoooaaaa …muwanteb jaya! Saya nggumun speaker cilik ternyata nikmat ya buat mendengarkan prog bahkan dalam suara yang lirih
  5. Yyz nya Rush mantab saat Neil Peart nggebuk drumsnya
  6. Tentu tak lupa saya pasang Cirkus (live) dari The Elements of King Crimson … waduh keren jaya jal .. Tanduk …saya ulang lagi
  7. Cat Food nya King Crimson makin nendhank dengan bebunyian piano yang menawan
  8. Loan Me a Dime nya Boz Scagg yang ngeblues itu terasa jernih banget suaranya. meski lagunya ngelangut saya pasang volume kenceng dan nyamleng jaya di kuping
  9. Pale Communion nya saya setel full album
  10. Ketika malam hari, sudah larut, saya duduk di teras dengan lampu mati dan menikmati detil suara musik dari speaker mungil ini saya nyetel berbagai jenis musik IQ termasuk Further Away … lha kok trus Koh Win SMS bilang nggeblak dengan Sleepless Incidental… Nyuwetruuuuuum pol!

Wis lah pokoke dengan speaker mungil ini bisa ngeprog dimana saja …kapan saja … JRENG!

Kali ini nyetel The Void nya Beardfish sambil nulis review nya buat ProgArchives …

Salam

Tertohok “Sleepless Incidental”

October 4, 2014

Herwinto

image

Lagi lagi IQ telah berhasil membuat saya ngguweblak gulung koming menderita kepuasan setelah mendengarkan salah satu albumnya yang bertajuk…..Subterranea….

Ini adalah album konsep yang terdiri dari dua disk, jika Genesis memiliki The Lamb Lies Down, Marillion memiliki Missplaced Chilhood, dan Arena memiliki The Visitor, maka IQ tak mau ketinggalan memiliki album konsep yang dahzyat yaitu Subterranea. Sudahkah anda mendengarkan album ini? Sungguh!! Anda termasuk golongan yang merugi jika belum sempat mendengarkan album ini !! apalagi setelah membaca tulisan ini kok sama sekali tak tergerak untuk mencoba mendengarkannya… sungguh.. Keterlaluan!!! ha ha ha…..

Album ini baru overturenya saja sudah membuat saya njungkel kejlungup sampai ndlosor ndlosor!! ha ha ha…overturenya ngguwajak benar….padahal cuma 4.39 menit…Album ini total berisi 19 lagu dengan durasi 102.34 menit. Ada dua lagu yang benar benar menohok saya yaitu track ketiga berjudul Subterranea, ini benar benar lagu yang dinamis bersemangat serta gagah….serta yang kedua lagu pada track keempat berjudul Sleepless Incidental sebuah lagu berdurasi 6.23 menit yang sungguh indah khas IQ, lagu ini berupa pergerakan dinamika musik rock yang garang namun dibalut dengan melodi yang gembeng….whoaaaaah…benar benar menohok tepat di ulu hati!!….dibuka dengan genjrengan gitar yang lembut serta vokal Nicholls yang syahdu sampai menit ke 01.46…musik tiba tiba menukik tajam berubah menjadi garang sampai menit ke 03.25, kemudian menjadi lembut kembali….whooaaaaa sekarang hammond martin menyeruak di keheningan pada menit ke 03.40 hadeeeeeh… nangis sesenggukan ini…..disusul gemuruh drum dan raungan kibor yang kini berubah menjadi garang….gitar Holmes juga mulai nyolong di menit ke 05.10 dengan sayatan yang tajam merobek robek ulu hati……Tuooobzzz!!!

Legenda Genesis (4/7)

October 2, 2014

Herwinto

Genesis Live 73…..Dokumentasi Yang Sangat Berharga

image

Daripada pusing memikirkan kompilasi Genesis yang ngawur, lebih baik mari kita bahas album Genesis yang satu ini. Ini adalah album live Genesis yang pertama kali sekaligus yang terakhir dengan formasi klasik (Gabriel,Hacket,Collins,Banks,Rutherford). Sebelum muncul bokset Genesis archive 67-75 mungkin inilah satu satunya live Genesis era Gabriel yang bisa dinikmati oleh para fans Genesis apalagi sebelum era you tube. Bagi saya pribadi album live ini benar benar langka sebab live live Genesis yang bisa kita dapatkan kebanyakan adalah live era Collins, dan juga lagu lagu di album live ini adalah lagu lagu yang tidak kita temui lagi pada live live di era Collins. Album live ini berisi 5 lagu dari album Trespass, Nursery dan Foxtrot yaitu Watcher of The Skies, Get’ Em Out By Friday, The Return Of Giant Hogweed, The Musical Box dan The Knife. Komposisi lagu lagu dalam album live ini lebih menohok daripada versi album studionya. Bagi fans fanatik Genesis seperti saya, wajib memiliki album ini. Bagi saya pribadi juga..album live ini lebih mantab dari Seconds Out….terasa lebih sakral !!

Genesis R-Kive: Kompilasi Ngawur

October 1, 2014

Tahun 2014 ini Genesis merilis boxset kompilasi yang menurut saya ngawur dan terkesan golek duwit banget! Namanya Gensisi archives namun isinya termasuk track dari solo masing-masing member. Ini jelas membingungkan dan membuat gak nyaman, mosok Signal To Noise dicampur sama Easy Lover . Wis …jiyan ngawur ora prog blas!

cover_464761192014_r

Boxset/Compilation, released in 2014

Songs / Tracks Listing

1. The Knife (From “Trepass”, 1970)
2. The Musical Box (From “Nursery Cryme”, 1971)
3. Supper’s Ready (From “Foxtrot”, 1972)
4. The Cinema Show (From “Selling England By The Pound”, 1973)
5. I Know What I Like (From “Selling England By The Pound”, 1973)
6. The Lamb Lies Down On Broadway (From “The Lamb Lies Down On Broadway”, 1974)
7. Back In N.Y.C. (From “The Lamb Lies Down On Broadway”, 1974)
8. The Carpet Crawlers (From “The Lamb Lies Down On Broadway”, 1974)
9. Ace of Wands (From Steve Hackett’s “Voyage of the Acolyte”, 1975)

CD 2
1. Ripples (From “A Trick of the Tail”, 1976)
2. Afterglow (From “Wind & Wuthering”, 1976)
3. Solsbury Hill (From Peter Gabriel s first self-titled album, 1977)
4. Follow You Follow Me (From “And Then There Were Three”, 1978)
5. For A While (From Tony Banks’ “A Curious Feeling”, 1979)
6. Every Day (From Steve Hackett’s “Spectral Mornings”, 1979)
7. Biko (From Peter Gabriel s third self-titled album, 1980)
8. Turn It On Again (From “Duke”, 1980)
9. In The Air Tonight (From Phil Collins’ “Face Value”, 1981)
10. Abacab (From “Abacab”, 1981)
11. Mama (From “Genesis”, 1983)
12. That s All (From “Genesis”, 1983)
13. Easy Lover (Originally released in 1984)
14. Silent Running (From Mike & The Mechanics self-titled album, 1985)

CD 3
1. Invisible Touch (From “Invisible Touch”, 1986)
2. Land of Confusion (From “Invisible Touch”, 1986)
3. Tonight Tonight Tonight (From “Invisible Touch”, 1986)
4. The Living Years (From Mike & The Mechanics “Living Years”, 1989)
5. Red Day on Blue Street (From Tony Banks’ “Still”, 1991)
6. I Can’t Dance (From “We Can’t Dance”, 1991)
7. No Son of Mine (From “We Can’t Dance”, 1991)
8. Hold On My Heart (From “We Can’t Dance”, 1991)
9. Over My Shoulder (From Mike & The Mechanics “Beggar On A Beach Of Gold”, 1995)
10. Calling All Stations (From “Calling All Stations”, 1997)
11. Signal To Noise (From Peter Gabriel’s “Up”, 2002)
12. Wake Up Call (From Phil Collins’ “Testify”, 2002)
13. Nomads (From Steve Hackett’s “Out Of The Tunnel’s Mouth”, 2009)
14. Siren (From Tony Banks’ “Six: Pieces of Orchestra” (2012)

Line-up / Musicians

See original albums

Releases information

3CD Box Rhino/Atlantic Records (2014, US/Canada)
3CD Virgin EMI Records/UMC (2014, rest of the world)

Terperangah King Crimson “The Elements” Tour Box 2014

September 28, 2014

Sekitar dua minggu lalu saya sedang asik-asiknya dan kagum-kagumnya dengan King Crimson utamanya album Lizards, utamanya lagi lagu “Cirkus” yang menurut saya sangat eclectic dan musiknya di luar dugaan, namun enaknya bukan main. Selain mellotron nya yang dahzyat, permainan gitar akustiknya juga edan! Trus …kok kayak nyetrum aja, beberapa hari lalu saya dipameri sama mas Edi “The Elements” of King Crimson yang ternyata ini adalah box luwar biasa! isinya memang campur aduk antara live, studio take yang gak jadi dirilis karena disempurnakan dan sebagainya. Ada dua CD di tour box ini, Namun baru CD 1 saja saya sudah nguweblak! Meski lagu2nya semuanya sudah familiar sekali namun versi di box ini jauh lebih raw dan lebih eclectic sehingga selain memperkaya apa yang selama ini terbiasa didengarkan telinga saya, juga sekaligus memperkenalkan ekspresi liar King Crimson pada live performance nya. Saya baru menyimak sampe track Fracture namun gilaaaaa…. tadi waktu dengerin Cirkus “live” saya bener2 merindhink disco cing!!!!

Ulasan lengkap menyusul ya … tapi yang jelas dahzyat!

cover_332132292014_r

Boxset/Compilation, released in 2014

Songs / Tracks Listing
CD 1 (65:29)
1. Wind Extract (0:30)
2. I Talk to the Wind (4:12)
3. Cadence and Cascade (4:29)
4. Cirkus (guitar extract) (0:15)
5. Cirkus (live) (8:43)
6. Hoodoo (extract) (0:23)
7. Sailor’s Tale (6:12)
8. The Talking Drum (6:42)
9. Larks’ Tongues in Aspic (Part I) (extract) (2:35)
10. Larks’ Tongues in Aspic (Part I) (extract) [David/Jamie] (2:40)
11. Fracture (live) (11:28)
12. Fallen Angel (extract) [RF harmonics] (1:14)
13. Fallen Angel (6:22)
14. 21st Century Schizoid Man (live) (8:27)
15. Starless (extract) [Mark] (1:18)

CD 2 (66:52)
1. Discipline (5:03)
2. Three Headed Doom (Part 1) (0:44)
3. Neurotica (Manhattan) (live) (6:12)
4. Neal and Jack and Me (extract) (1:44)
5. Sleepless (5:19)
6. Sex Sleep Eat Drink Dream (recording session) (4:57)
7. THRAK (live) (9:00)
8. Venturing Unto Joy (edit) (1:11)
9. The Deception of the Thrush (live) (7:09)
10. Heaven & Earth (early edit) (7:43)
11. Level Five (live) (6:44)
12. The Hell Hounds of Krim (0:56)
13. Separation (edit) (2:40)
14. A Scarcity of Miracles (7:32)

Total Time: 132:21

Line-up / Musicians

Robert Fripp – Guitars, Keyboards, Soundscapes
Michael Giles, Ian Wallace, Bill Bruford, Jamie Muir, Pat Mastelotto, Gavin Harrison, Bill Rieflin – Drums, Percussion
Ian McDonald – Woodwinds, Keyboards
Greg Lake, Boz Burrell, John Wetton – Singing, Bass
Peter Sinfield, Richard Palmer-James – Lyrics
Peter Giles – Bass
Mel Collins – Saxophones, Flutes
David Cross – Violin
Mark Charig – Cornet
Tony Levin – Bass, Chapman Stick
Adrian Belew, Jakko Jakszyk – Guitar, Vocals, Lyrics
Trey Gunn – Chapman Stick, Warr Guitar

Releases information

2CD DGMLive.com, Panegyric, Inner Knot, WHD Entertainment, Inc. KCTB14 (2014 UK)*

*Contains a 24 page tour booklet and two CDs containing extracts, elements from studio recordings, alternate takes, live tracks, rehearsals and finished recordings from 1969 – 2014 (much of it previously unreleased on CD).

Saya membagi King Crimson dengan dua era, yakni era Classic (1969 – 1974) yang merupakan masa sebelum lahirnya album Discipline (rilis tahun 1981) dan era Discipline Onwards yang merupakan kebangkitan kembali King Crimson dengan konsep musik baru. Sebenarnya lebih tepat lagi bila era The Power To Believe ditambahkan. Sayangnya gak bisa begitu meski di The Power to Believe ada unsur metal, namun setelahnya King Crimson masih kembali ke format Discipline sehingga tetepa saja dua era. Dari boxset ini, CD 1 mewakili era Classics seangkan CD2 adalah era Discipline Onwards.

Dari CD 1 saya mendapat pengalaman luar biasa rerhadap isinya dimana merupakan campuran studio take, edit maupun live sehingga cukup variatif. Dari CD 1 ini saya mendapatkan pencerahan luar biasa karena mendapatkan alternative version dari apa yang selama ini saya nikmati sebagai musik King Crimson. Syarat utama untuk bisa menikmati CD 1 ya harus sebelumnya sudah familiar dengan studio version nya.Bila tidak bisa menganggapnya CD 1 kurang bagus padahal bagi yang sudah kenal KC justru CD 1 sangat menarik karena seolah memberikan ke kita alternative take yang bagus sekali sehingga nuansa yang kita saya peroleh menjadi begitu indah menawan. Misalnya I Talk To The Wind yang dibawakan minus one (tanpa vokal) merupakan suatu pengalaman mendengarkan yang luar biasa,Cirkus (dari album Lizard) versi live juga dahzyat sekali karena gaya nyanyinya beda dan lebih santai dan slengekan dibandingkan versi studio. Padahal di versi studio hal yang menonjol adalah petikan gitar akustik yang lincah banget. Sailor’s Tale (Islands) juga keren banget dibawakannya lebih kasar dari versi studio namun sungguh menawan

KLCBS Tetap Berjaya

September 27, 2014

Belakangan ini memang saya sering ke Bandung dan menginap di sana sampai tiga hari seperti yang terakhir mulai Selasa pagi hingga Kamis malam minggu ini (23 sd 25 sep 2014). Sedangkan sebelumnya saya berada di sana juga tiga hari juga pada hari Selasa hingga Kamis sore (9 sd 11 sep 2014). Meski selama sing hari saya nikmati dengan gowes semau gue sepanjang dengkul mau mengayuh pedal dan setang sepeda saya arahkan ke tempat2 yang nuansamatik, malam harinya saya menggunakan mobil.

Nah … Selama di dalam mobil itulah saya selalu nyetel radio FM dengan gelombang selalu manteng di 100.4 MHz yaitu KLCBS. Ini pun punya dua alasan: pertama karena memang nuansamatik, saat saya kuliah di Bandung radio ini mulai didirikan meski saya lupa tepatnya tahun berapa; bisa jadi 1982 atau 1983. Mengapa sekitar tahun itu? Yang jelas saya ndak bakalan melupakan tahun 1983 yang sangat penting dalam perjalanan hidup saya karena pada tahun tersebutlah saya mendengar lantunan “So here I am once more THÈNG!” untuk pertama kalinya. Dan …saat itupun KLCBS pernah memutar Garden Party nya Marillion pada saat saya sedang nyetel di kos2an saya di daerah Kubangsari, Sekeloa. Wuih! Saya njumbuk kaget saat itu kok bisa Marillion masuk KLCBS karena radio ini sejak awal memang ditujukan hanya buat musik jazz saja. Yang juga saya kaget, radio ini pernah juga memutar Rush “Subdivision” yang enak mengambang itu. Edan!

Alasan kedua , saya ingin membuktikan postulat yang sering saya denger dari pencinta musik dan radio yang saya kenal dimana pernah dikatakan bahwa radio yang mengkhususkan diri memutar musik dalam aliran tertentu sudah hampir bisa dipastikan tak bakl bertahan lama dan bakal qoit ….alias bangkrut. Buktinya jelas , M97 yang dulu kita bangga2kan sebagai radio progclaro paling lengkap dengan koleksi ribuan album dan pernah diulas di Kompas, akhinya wafat dan dijual menjadi radio dang dut. Selain itu kemudian ada juga di Jakarta radio FM yang tadinya mengkhususkan diri pada musik klasik akhirnya wafat juga. Maka jadilah radio di Jakarta ini tak ada yang khusus dedikasi pada satu aliran musik tertentu, adanya nano-nano. Kecuali kalau khusus dang dut pasti laku dan meledak.

Nah …kok KLCBS bisa bertahan hingga kini dan siarannya makin mantab? Apa postulat itu tak berlaku di Bandung? Sampai sekarang radio ini masih setia nge-jazz. Jangan dikira musik yang diputer jazzy yang cenderung ngepop ya ….di KLCBS itu musik jazz nya yang tulen alias kental jazz nya dan minim pop nya. Meski saya bukan penggemar jazz tulen, bagi saya menikmati musik jazz ada keasyikan tersendiri apalagi modulasi maupun kualitas audio dari KLCBS ini bagus sekali. Kemarin saya sempat menikmati Bob James dan beberapa saat yang lalu Chick Corea mupun Return to Forever juga sempat diputar. Kadangkala radio ini mengudarakan acara interview dengan muisi jazz internasional. Pokoknya keren dah acaranya.

Kesimpulannya, KLCBS makin berkibar di Bandung meski masyarakat Bandung sebenarnya tak menyukai jazz semuanya. Saya yakin pendengar KLCBS juga gak banyak banget karena hari gini yang serba instan mana ada orang yg mau dengar hanya jazz saja? Bisa dikatakan ini adalah niche (ceruk pasar) yang kecil. Namun, radio ini pasti dikelola dngan baik karena sekurangnya sudah beroperasi lebih dari 30 tahun  dan masih ada saja pengiklan di radio ini. Pada awal berdirinya saya pernah mengunjungi markas radio ini di jl. Karang Layung dan ngobrol dengan pemiliknya, saya lupa apa namanya pak Nukman? Memori saya sdh tak bisa merekam nama beliau dengan baik. Kalau gak salah beliau ini alumnus Arsitek ITB dan aktif di masjid Salman ITB. Tak heran bila dalam siarannya selalu saja disisipkan ayat2 Al Quran dan hadits. Beberapa saat setelah adzan Maghrib pun selalu dibacakan doa bagi yang berpuasa baik itu sunnah Daud maupun Senen Kemis. SubhanAllah.

Postulat bahwa radio dengan aliran musik tertentu (selain dang dut tentunya) terbukti tidak berlaku du Bandung. Buktinya, KLCBS masih berjaya. Tinggal …bagaimana dengan progclaro? Mestinya juga bisa. Hanya saja belum ada pemodal di Bandung yang berani menggali potensi ini. Semoga ada suatu ketika!

Catatan:
Mestinya mas Rizki suka dengan musik2 yang dialunkan di KLCBS karena jazz banget dan bukan jazz-jazzan ….he he he …. Bagaimana mas Rizki? Sudah pernah pantau radio ini?

Jrèng!
Salam dari rumah ibu saya.

G

The Lady Wants To Know More About Franks

September 25, 2014

Hippienov

image

Hari kemarin (Rabu, 24.09.14) aku terpaksa tidak bisa ngantor. Penyakit maag-ku yang gak pernah bisa benar-benar sembuh ini kembali kambuh dan menyebabkan aku harus berangkat ke dokter instead of going to work. Tapi entah mengapa ada sedikit perasaan senang bisa “off” 1 hari dan menjauhkan diri dari rutinitas kantor yang belakangan terasa membosankan.
Walaupun sakit tapi aku masih bisa melakukan aktifitas ringan, dan ini kesempatan bagus untuk (lagi-lagi) membuat cd kompilasi, hehehe…
Ada beberapa ide kompilasi yang ada di pikiranku diantaranya:
 
1. Iron Maiden “Maidens of The Opera” Vol. 2
2. GFR “The Collection” Vol. 2
3. The Lady Who Wants To Know Franks Vol. 2
 
Namun akhirnya kuputuskan untuk memulai dengan Michael Franks karena aku janji dengan dengan Mas G dan Mas Andria untuk memasukkan lagu kesukaan beliau-beliau dalam sequel lanjutan kompilasi Michael Franks, namun sayang lagunya Mas Andria aku cari-cari di semua file mp3 album Franks yang aku dapat dari Bro Rully ternyata gak ketemu (mohon maaf injih Mas Andria…). Sedangkan lagu “chain reaction” pesanan Mas G ada dan segera aku masukkan kompilasi.
 
Hampir serupa dengan sequel sebelumnya, materi album ini diambil dari album “the art of tea” sampai dengan “the camera never lies” dan kuberi judul “THE LADY WHO WANTS TO KNOW MORE ABOUT FRANKS…” Judulnya sedikit gak mainstream karena aku tidak memakai kata “vol. 2″ atau “part 2″ tapi malah pakai kata “more” yang aku sematkan ditengah-tengah kalimat judulnya.
Berikut detail songlist nya:
The Lady Who Wants To Know More About Franks…
 
1. Nightmoves.
2. Down On Brazil.

3. One Bad Habit.

4. Chain Reaction.

5. Rainy Night In Tokyo.

6. Tiger In The Rain.

7. All Dressed Up With Nowhere To Go.

8. When It’s Over.

9. Your Secret’s Safe With Me.

10. Jealousy.

11. Never Say Die.

12. Never Satisfied.

13. Jive.

14. When Sly Calls (Don’t Touch That Phone).

15. Ladies’ Nite (with Bonnie Tyler).

16. B’wana- He No Home.

17. Face To Face.

18. Read My Lips.

19. The Camera Never Lies.

Semoga serial kedua kompilasi Michael Franks ini bisa sama menariknya dengan serial sebelumnya dan kupersembahkan untuk blog gemblung tercinta beserta seluruh penghuninya.
Matursuwun Mas G atas waktu dan kesempatan yang diberikan dan untuk rekan-rekan yang sudi mampir membaca postingan gemblung ini. Mohon maaf untuk kekurangan yang ada dalam penulisan.
 
 
A Boy Who Dreams Music…
hippienov 

Review #1800: Spock’s Beard “Live at Sea”

September 25, 2014

JRENG!

Biyuuuuh …! Ini album live yang bener2 menawan, sekurangnya bagi saya, karena selain penampilannya bagus juga ngerock banget! Edan! Saya senang sekali band ini masih exist meski telah lama ditinggal pendirinya, Neal Morse, dan kemudian ditinggal drummer dan vocalist andalannya: Nick d Virgilio yang sukses membuat album Rewiring Genesis. Band ini tetep bertahan dan bahkan album yang ke sepuluh dengan tajuk X merupakan album terbaik tahun 2010 versi DPRP. Memang dahzyat musiknya. Album terakhir Brief Nocturnes and Dreamless Sleep
(2013) bener-bener manteb nartosabdo tenan. Saya makin salut saj. Eeee …lha kok malah bikin album live yang hanya berdurasi 67 menit namun hebat, bahkan juga menampilkan bintang tamu Neal Morse. Saya baru menyadari album ini bagus ketika dua hari lalu nyetir Jakarta – bandung. Selama dalam perjalanan saya lebih banyak memutar album ini terutama tiga track pertama meski lainnya juga OK.

Selama di Bandung pun saya terus nyetel album keren ini. Tak tahan lagi, akhirnya saya menulis reviewnya pagi ini di ProgArchives yang sekaligus merupakan review saya yang ke 1800 di situ prog ini. Monggo dinikmati album renyah kayak kue nopia ini ….

Live, released in 2014

cover_534411882014_r

Songs / Tracks Listing
1. Something Very Strange (9:07)
2. Hiding Out (7:45)
3. Walking On The Wind (9:55)
4. Waiting For Me (14:37)
5. June (7:09)
6. The Light (19:19)

Total Time 67:52

Line-up / Musicians
- Ted Leonard / Lead vocals, guitar, keyboards
- Alan Morse / Guitar, vocals
- Ryo Okumoto / Keyboards, vocals
- Jimmy Keegan / Drums, vocals
- Dave Meros / Bass, bass pedals, vocals
With:
- Neal Morse / Lead vocals, acoustic guitar and keyboards on “June” and “The Light”

Releases information
August 30, 2014 Digital Only

Review by Gatot
Special Collaborator Honorary Collaborator

Love the live vibes
Spock’s Beard announced a DVD of their performance at this year’s Progressive Nation at Sea festival for the late August release and they also released an audio only version of the mentioned release on Friday, August 8th via Bandcamp. Those who pre-ordered the DVD has the code to download the digital version of the show. The audio quality is terrific.

But what’s more important is the fact that this record is really an excellent live performance of the band and it really rocks! I really love the live vibes and in most cases I love more this live version compared to the studio ones. It covers three tracks from the band’s latest studio album Brief Nocturnes and Dreamless Sleep (2013) and another three from the first three albums : The Light, Beware of Darkness as well as Kindness of Strangers. I was not actually in tune with this live set until three days ago when I was about to drive from Jakarta to Bandung (150 KM distance) and I need to equip my car stereo with all prog albums including those from Pineapple Thief, Anglagard live, and of course Spock’s Beard Live at Sea.

Wow! I am totally impressed with the live vibes the Live at Sea record shows. In fact I only played this live set during my three-hour drive to Bandung as I really love it very much. Of course the opening track Something Very Strange (9:07) really blew me away at first spin. I love the opening part with sort of Ryo work on unique keyboard work plus some ambient sounds and it moves it dynamically until the music really turn on followed with great vocal work by Ted. I think Ryo Okumoto’s keyboard work throughout the song is the key differentiator that makes this opening track really live and it does rock! Oh … I cannot afford for not replaying this opening track again and again. It’s so excellent and I love this live version than the studio one.

The second track Hiding Out (7:45) is another rocking track with dynamic keyboard intro bya Ryo followed by a blast of music that moves the track wonderfully. And I think everyone agrees that Dave Meros bass guitar lines are really cool and represent the characteristics of SB music so far. I can hear it clearly his bass lines right here with this second track. Of course other musicians : Jimmy Keegan and Alan Morse also provide excellent work here. The keyboard solo throughout the song is really great. Ted also works his way nicely when the third track Walking On The Wind (9:55) was performed even though this is coming from early albums of the band – the Neal Morse era. This track was performed wonderfully!

One of the big thing that makes me happy is the featuring part of Neal Morse at this live set. I could not imagine how wonderful the show was especially when Neal Morse was invited by the band to come on stage playing two classic tracks June and The Light. I know that actually I did not enjoy the first three albums of the band and you can check my views of the first three albums right here at this wonderful prog site. But it’s not the case now. What matters to me is the fact that Neal Morse still want to play with the band as guest musician even though he was actually the founding fathers of SB. June is actually not my cup of tea as I do not like the acoustic guitar part which sounds boring to my ears. But The Light which I actually did not favor, is now different to me as it’s now live version and it’s performed as a reunion concert with Neal Morse. Yeah .. I love that prog people unite even though they no longer in the same band. This is great. Prog must unite people!

Overall, I am satisfied with this live set even though I expect another 60 minute live record that makes this as double CD issue. But I still recognize this live set as an excellent album! Keep on proggin’ …!

Peace on earth and mercy mild – GW

Review # 1800 (written in Bandung, West Java, Indonesia)

Grand Funk Railroad “The Collection”

September 23, 2014

Hippienov

image

Sebuah kompilasi yang lagi-lagi bisa terwujud karena kebaikan hati Bro Rully memberikan begitu banyak file mp3 album-album Grand Funk untukku. Materinya nyaris sama dengan kompilasi resmi “the best” GFR yang ada, kalau ada bedanya mungkin hanya di 1-2 lagu dalam kompilasi ini yang terbilang jarang masuk dalam kompilasi resmi “the best” nya GFR, malah aku yakin ada kekurangan di kompilasi “GFR The Collection” versi Hippienov karena pastinya ada materi lagu yang terlewatkan gak termasuk. Tapi jangan khawatir karena aku akan siapkan volume 2 kompilasi ini, mohon bantuan masukan dari rekan-rekan gemblunger.. Maturswun sanget…
Berikut songlist nya:
 
GRAND FUNK RAILROAD / THE COLLECTION.
1. Are You Ready.
2. We’re An American Band.
3. Rock n’ Roll Soul.
4. Feelin’ Alright.
5. I’m Your Captain/Closer To Home.
6. Bad Time.
7. Footstompin’ Music.
8. I Can Feel Him In The Morning.
9. Someone.
10. I Come Tumblin’.
11. Flight Of The Phoenix.
12. Sally.
13. Shinin’ On.
14. Got The Thing On The Move.
15. Love Is Dyin’.
16. I Can’t Get Along With Society.
17. Loco-Motion.
 
Matursuwun sanget Mas G untuk waktu dan kesempatan yang diberikan dan untuk rekan-rekan yang sudi mampir membaca tulisan gemblung ini. Mohon maaf jika ada kekurangan dalam penulisan.
 
Love is dyin’… there ain’t no use in cryin’…
hippienov


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 150 other followers