Archive for the ‘Event’ Category

Supir Truck Progressive

July 13, 2014

Noviar Hidayat

Ini adalah foto dari FB nya bro Noviar yang saya upload di sini…. Top tenan supir truck ini! Malang gitu loh …!

Yess di truck

Salam,

G

Marhaban Ya Ramadhan

June 27, 2014

Gatot Triono

Marhaban Ya Ramadhan

-

 

Mini Progring “Akbar” di Surabaya

June 22, 2014

image

Alhamdulillah barusan aja selesai mini progring bersama Koh Win,  bro Apec dan bro Sony. Penghargaan setinggi-tingginya kepada Koh Win yang semangat silaturahimnya luar biasa sampai melakukan safar dari Klaten ke Surabaya untuk pertemuan penuh makna ini. Tersentuh saya dengan perjuangan dan semangat Koh Win ini. Salut dan huwebaaat! Semoga Tuhan membalas kebaikan Koh Win ini dengan pahala yang melimpah.

Tentu juga buat Bro Apec sebagai tiab rumah yang rela dan ikhlas mengantarkan kita ke lokasi progring,  semacam Corelli nya Surabaya yang pisang bakarnya mak nyus tenan. Suwun sanget njih,  pak dokter. Sambutan yang luar biasa….!

Salam dari bandara Juanda,
GW

A Call for ProgRing #16 “Marhaban Yaa Ramadhan”

June 8, 2014

Halo temen2 gemblungers …

Saya diingatkan oleh mas Rizki beberapa minggu lalu bahwa kita perlu mengadakan satu kali lagi progring sebelum memasuki Ramadhan. Saya langsung setuju karena memang ciri khas gemblungers ini adalah keguyuban dalam berteman sehingga untuk meningkatkan guyub diantara kita maka perlu bertemu lagi. Sekurangnya saya priibadi sangat rindu ber”nilai-muka” dengan penghuni blog ini baik yang suka muncul dalam komen maupun secret readers yang tak pernah nongol dalam lantunan komentar …monggo rawuh … Saya juga perlu minta maaf atas semua kesalahan tutur kata maupun tindakan dengan temen2 semuanya dan rasanya baru “DHENG” rasanya (kayak Firth of Fifth” aja bila bisa secara langsung ber “Wish You Were Here” ria dengan teman3 semuanya …

Masalahnya adalah, kapan?

kalau liat kalender sebenernya masih ada dua hari sabtu yakni tanggal 14 dan 21 Juni 2014. Saya sendiri juga masih bingung menetapkan mana yang paling pas mengingat klien saya juga memerlukan saya datang lagi ke Surabaya pada akhir pekan sebelum ramadhan. sayangnya mereka belum berhasil menetapkan tanggal karena kesibukan mereka juga. Namun rasanya kalau tanggal 14 Juni ini kemungkinannya (menurut saya) kecil sehingga, bagaimana kalau saya usulkan Sabtu, tanggal 14 Juni 2014?

Pertimbangan saya:

  1. Sudah lama sekali kita tak jumpa lagi setelah gala progring di bulan Maret lalu
  2. Insya Allah klien saya tak menetapkan tanggal 14 saya harus ke Sby
  3. Mas Kukuh, bro Apec, mas Andria, mas Edi, mas wahyu dan lainnya yang berada di luar Jakarta masih sempat pesen tiket buat ke Corelli.

Bagaimana temen2? Monggo dikomentari …

 

A Call for Mini ProgRing in Surabaya?

June 4, 2014

JrèNg!

Atas doa bro Apec dan temen2,  insya Allah besok pagi jam 6:10 saya mabur ke Surabaya untuk sebuah pekerjaan,  apalagi kalau bukan tentang corporate culture?, sampai dengan Jumat sore. Sengaja saya ambil penerbangan Sabtu siang biar Jumat malem bisa mrogring bila temen2 di daerah Jatim luang. Kalau gak bisa ya gak papa …hanya kebangeten aja ….ha ha ha ha …. Gak kok …saya maklum karena mendadak baru kemarin saya putuskan. Tadi malam saya dapet kabar bahwa mas Edi Apple Santoso yang ngeprog abis itu rencananya juga akan ke Surabaya. Whooooaaaa…. semangat aku. Siapa tahu mas Kukuh TawAnggono juga kebetulan hari Jumat siang kulakan kain di Pasar Turi sehingga malemnya sekurangnya ada tiga gemblungers insya Allah kumpul . Bro Apec nampaknya lagi piket malam ….jadi belum pasti. Namun saya siap kalau progringnya sampe dinihari ….mumpung di Surabaya.

Insya Allah juga saya tak akan hunting kaset karena sudah banyakbutabg review album prog. ..jadi ya mau fokus ngeprog dulu aja sementara. Namun rasanya bro Apec sudah cari kardus Indomie buat ngepak kaset koleksinya yang akan dihibahkan ke saya. Alhamdulillaaah ….

Kasih kabar ya mas Kukuh,  mas Edi,  bro Apec bila jadi mrogring …… Kalau gak bisa pun ndak papa kok. Mafhum sekali kok ….

Salam

The Beatles: A Grammy Salute

June 1, 2014

Budi Putra

Tret ini dipicu karena tayangan Net tv, The Beatles: A Grammy Salute. Karena acara ini beberapa teman nyempetin diri untuk sms dan BBM bunyinya, “Woi, bitel tuh di Net”…”Bitel mas bro di net…jangan dilewatin…kualat entar! “Bitel enggak ada matinye! Liat di net tv bro”…demikian sekian sms dan BBM yang saya terima. Rupanya teman-teman ini masih belum bisa melupakan The Beatles walau ngakunya lebih suka prog, jazz, reggae, blues, dan metal. Tapi untuk The Beatles sepertinya ada pengecualian.

beatles

Sebenarnya ini siaran ulang yang sebelumnya pernah ditayangkan di stasiun yang sama. Pada acara ini ditampilkan sejumlah grup dan penyanyi ternama dari berbagai genre. Mereka membawakan nomor-nomor hits The Beatles seperti “Yesterday, “Here Comes The Sun”, hingga Ringo Starr dengan “Yellow Submarine”, “Boys”. Paul McCartney yang tak kehilangan energi mudanya ikut melantunkan “Get Back”, “I Saw Her Standing There”, kemudian duetnya bersama Ringo dan penyanyi pendukung lainnya dengan menyanyika “Hey Jude” sebagai sesi penutup. Weih, bener-bener keindahan sempurna malam ini bersama dua orang personil band legendaris yang masih hidup. Nampak Yoko Ono yang berada dibarisan terdepan penonton dengan kacamata bulat khas John Lennon sambil bertepuk tangan dan berdansa mengikuti irama lagu. Acara ini memang sengaja digelar untuk memperingati 50 tahun The Beatles. Dengan tampilan grup dan penyanyi dari berbagai generasi (bahkan Dave Grohl-Foo Fighter membawa serta
putrinya) acara ini sangat menarik untuk disaksikan. Setting panggung yang indah dan tampilan back ground foto-foto serta gambar para personil The Beatles semasa muda dulu. Sungguh kemasan acara ini berhasil membawa penonton memasuki masa-masa indah dan kenangan saat bersama sang legenda. Maka tak mengherankan lagu-lagu yang dinyanyikan begitu antusias diikuti para penonton dengan bernyanyi bersama.

Ngomongin The Beatles memang enggak ada habisnya. Tak lekang dimakan jaman. Lagu-lagunya abadi sepanjang masa. Kata teman, The Beatles itu ibarat bunga edelweis, bunga abadi di pegunungan yang hanya muncul di bulan-bulan tertentu dan kerap menjadi oleh-oleh bagi para pendaki yang sampai ke puncak. Ingatan saya juga masih lumayan kuat mengingat grup dan sosok para personilnya mulai dari Lennon, McCartney, George, Ringo. Bagaimana tidak, karena The Beatles-lah cinta pertama saya dalam mengenal musik ngak, ngik, ngok…musiknya wong londo yang dikekang oleh Bung Karno pada jaman revolusi dulu. Berkat The Beatles pula uang SPP 2 bulan melayang karena tergiur beli double kaset plus bonus booklet terbitan AR record yang top markotop…hehehe. Kala itu, mendengarkan The Beatles seperti mengejar dan kemudian mendapatkan cewek idaman. Karena keindahan musik, lirik dan lagunya bak mewakili isi hati yang paling dalam. Coba saja dengerin ” And I Love Her”,
“Michelle” “Girl” “Anna”…..ketika hujan turun rintik-rintik…indah, indah nian.

Semasa SMP dulu, teman-teman di kelas baik yang laki-laki juga perempuan semua suka The Beatles. Kalo ada yang enggak suka kita musuhin bareng-bareng…hehehe. Bahkan, beberapa teman juga ada yang meniru gaya dan tampilan rambut yang dimirip-miripin model rambut para personilnya. Mungkin karena masih SMP yang wajahnya masih imut-imut maka jadi pantes-pantes aja. Bahkan teman sebangku, Herry Maulana, wajahnya sangat mirip Ringo Starr. Karena kegemaran tersebut tak heran bila kelas kami dulu dijuluki sebagai “Kelas The Beatles”. Pernah ada kejadian karena kami selalu bising bila tak ada guru pengajar yang absen…nyanyi-nyanyi, pukul-pukul meja, gosipan, dan kehiruk-pikukan lainnya…ya, mirip-mirip bonbin dah! Kemudian ada guru pengganti yang masuk kelas kemudian mendaulat saya dan teman untuk menyanyikan lagu The Beatles. Tak membuang waktu saya dan teman langsung menyanyikan “I Saw Her Standing There” yang kemudian membuat heboh seisi kelas dan dikelas
lainnya. Jadi setelahnya semakin kuatlah julukan “kelas The Beatles” bagi kelas kami. Memang dimasing kelas punya julukan masing-masing. Ada kelas Rolling Stones, Helloween, Sex Pistols, dll. Wah seru deh, kalo lagi jam istirahat ngumpul di kantin masing-masing kelompok/kelas ngomongin band kegemarannya sambil makan bakwan dan es sirup warna-warni. Fenomena The Beatles bukan hanya terjadi di kelas/sekolah kami saja. Di kampung dan di jalan-jalan banyak sekali coretan-coretan terkait band ini yang banyak ditemui di sepanjang jalan Cidodol Raya, Permata Hijau hingga jalan menuju sekolah di SMP 185 Kemandoran Utara, Senayan. Tulisan seperti Mat Bitel, Beatles Forever, Bharata Band Fans Club, Bitel Enggak Ada Matinye! (BEAM!), hingga nama-nama para personilnya seperti Lennon Boys, Ringo’s and Friend, dan lainnya.

Fenomena The Beatles memang mengharu biru generasi muda pada saat itu tak terkecuali kami. Kini, walau sudah sekian tahun bubarnya The Beatles namun keberadaannya selalu dinanti. Lagu-lagunya tetap abadi dan selalu kontekstual dengan kondisi yang ada saat ini. Wah, jadi pengen nyetel The Beatles nih…jreng!

Blok M Square Bagi Saya (2)

May 18, 2014

Di halamannya mas DananG Suryono pada sebuah media sosial, mbak Ella Suud (m-claro) menanyakan ke saya jargon paling pas buat Blok M Square. Ini jawaban saya, copas langsung saja:

mbak Ella Su’ud ….saya sendiri sudah menancapkan di benak saya suatu istilah yang mungkin gak umum bagi banyak orang karena kesannya jadul banget dan orang sekarang kagak mudeng. Ini juga terkait karena pengalaman saya kalau ke Blok M Square, saya bisa mendapatkan apa saja yang saya mau. Namun kebutuhan saya kan ndak sama dengan orang lain yang cucoknya ke Grand Indonesia atau PP (yang jualan Lamborghini dan jelas bukan level saya …wakakakakakak …..). Istilah yang paling cocok bagi Blok M Square untuk saya adalah: TOSERBASONIC ….ha ha ha ha ….pasti bingung karepe opo ..

 

Di Bolk M Square saya bisa mendapatkan semuanya: buku super murah (seken yo ben! wong sing penting iso diwaca), kopi enak murah, kaset mblakrak rekaman apa aja, menjahit batik, memperpanjang SIM dan STNK, kuliner, donat kentang buatan si Ibu langganan saya, dua area parkir sepeda, lesehan, kebutuhan bersepeda termasuk celana training buat naik sepeda, shalat berjamaah di awal waktu (BMW) di imami pak Marbot Tisna, teman diskusi (Oman, Ari dkk …), termasuk teman meningkatkan iman dan taqwa, tempat kerja (Corelli) sambil menikmati lagu2 Pink Floyd yang sering disetel lapak Udinesse …. Apa yang gak ada sih bagi saya? Oh ya …satu lagi …saya kan suka pake metode Six Thinking Hats nya Edward de Bono kalau lagi workshop dengan klien . Saya mendapatkan ratusan topi warna putih, merah, hitam, kuning , hijau dan biru juga di seputar Blok M Square ….di kios nya mas Supri orang Kebumen. Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan? Ini memang tempat dimana “apa lu mau gua ada” ….makanya saya puas dan dalam pikiran saya menjuluki tempat ini sebagai TOSERBASONIC aja … Toko Serba Ada Supersonic ….seperti kaset jaman dulu …. ha ha ha ha ha ha ha… Wis embuh ngawur sak enak udele mbahe Sangkil … Gitu mbak Ella Su’ud …

Dari kanan ke kiri (seperti baca Al Quran): mas DananG, bli Rikon (kolektor kelas kakap), mbak Ella dan MenKeu mas DananG. Numpang posting di sini fotonya ya mas DananG....maaf tanpa ijin. Kalau keberatan ya saya turunkan ... he he he ... Suwun. Bravo Blok M Square!

Dari kanan ke kiri (seperti baca Al Quran): mas DananG, bli Rikon (kolektor kelas kakap), mbak Ella dan MenKeu mas DananG. Numpang posting di sini fotonya ya mas DananG….maaf tanpa ijin. Kalau keberatan ya saya turunkan … he he he … Suwun. Bravo Blok M Square!

-

Jujur saja …saya kangen sekali ke Blok M Square karena sudah lebih dari dua minggu absen lantara pontang panting banyak gawean, termasuk workshop yang padat minggu depan ….

 

Salam prog!

 

-

“Unofficial” Progring bersama Mas Fadhil Discus

May 10, 2014

Gatot Widayanto

image

Tadi malam sempat progring dengan mas Fadhil dan mas Purwanto Setiadhi. Sudah cukup lama saya gak jumpa mas Fadhil dan sepertinya sudah lebih dari lima tahun. Dalam kurun tersebut saya memang melihat mas Fadhil dalam pertunjukan di sebuah acara Tribute to Kansas,  namun gak sempat ngobrol dekat bernilai-muka. Pertemuan ini bisa dianggap sebagai menyambung kembali tali silaturahim.

Asik juga ngobrolnya mulai dari yang santai hingga yang berat seperti proses song writing yang ternyata cukup sulit dan kompleks apalagi terkait dengan sebuah band misalnya seperti Discus. Yang juga menarik adalah pembahasan terkait musik Kansas karena mas Fadhil ini adalah ambassador nya Kansas untuk Asia,  sehingga ia menguasai betul. Bahkan lagu yang kemarin disinggung Koh Win yakni Dust In The Wind juga dimaknai oleh mas Fadhil sebagai suatu ekspresi Kansas terkait makna lagu yakni setinggi apapun kita naik ke atas dalm hal apapun kita tetap saja masih dibawah kekuasaan Tuhan. Juga lagu The Wall serta The Pinnacle yang merupakan kesukaan saya dibahas juga. The Wall ternyata berkisah tentang tembok batas antara dunia kehidupan dan dunia kematian.

Selain Kansas juga dibahas mengenai koleksi kaset yang dimiliki mas Fadhil yang mencapai enam ribu buah namun sudah tak didengarkan lagi dan saat ini berada di rumah orang tua nya di Grogol. Dari ribuan kaset itu hanya dua kelompok yang yak menjadi koleksinya yaitu Rolling Stones dan The Beatles. Ia mengakui bahwa The Beatles memang jenius terutama John Lennon yang hebat dari segi songwriting,  apa aja bisa jadi lagu. Pada waktu masih kecil dan belum kenal banyak musik ia diberi hibah dua PH yakni Led Zeppelin live dan Rolling Stones. Ia terpesona dengan Moby Dick dan makanya suka sekali drums. Setelah mendengarkan Led Zeppelin,  musik Rolling Stones jadi gak terasa asik.

Obrolan malam yang asik dan menjadi renungan sambil gowes saat pulang ke rumah. Tadi malam mau tidur malah nyetel Yes Close To The Edge karena memang obrolan dengan mas Pur dan mas Fadhil memang fokus pada prog. Selain itu juga ada mas Agung Pratomo,  temen mas Fadhil yang berprofesi sebagai arsitek dan ada juga istri mas Fadhil.

Tambah semangat buat ngeprog ….dan mau nulis review album IQ terbaru di ProgArchives ….sambil nunggu orderan CD nya yang versi dua disc. Keep on proggin’ …!!

Anti Download Music Festival – Blok M Square

May 7, 2014

Gatot Widayanto

Dapat kabar ini dari Andi Twins … Seru juga acara ini…, mulai tanggal 9 sampai dengan 11 Mei 2014 di Blok M Square. Hayo, siapa hadir?

'anti download' blokM square 91011-5-2014

-

Menanti “Jakarta Prog Festival”

May 3, 2014

Budi Putra

image

Seperti Hammersonic, Java Rock in Land, serta sejumlah konser/festival rock-metal lainnya, baik yang dilaksanakan ditingkat lokal maupun nasional seolah menunjukkan kembali kebangkitan industri musik rock-metal di tanah air. Untuk itu kita patut berbangga dan bersuka-cita bahwa ternyata musik rock terus bergema walau di tengah-tengah kelesuan-kebangkrutan industri musik rekaman.

Tidak tanggung-tanggung bukan hanya band lokal yang ditampilkan juga band skala internasional pun turut meramaikan perhelatan tersebut. Seperti Hammersonic yang menampilkan band thrash metal era 80an Kreator, Morbid Angel, serta band lokal berkelas lainnya yang tengah digemari seperti Burgerkill, Seringai, Siksakubur, dll. Perhelatan ini menjadi bukti juga ajang berkerumunnya pasukan metalhead yang tidak hanya datang dari Jakarta tetapi juga dari kota-kota lainnya, turut memadati lapangan Istora Senayan. Sebelumnya, di Kalimantan juga digelar Kukar Rockin Festival yang tidak hanya diramaikan band gaek asal Surabaya, Power Metal. Namun kali ini dedengkot thrash metal jebolan Bay Area Testament, turut memanaskan festival musik tingkat lokal tersebut. Bahkan di kota Solo, Jawa Tengah sudah memiliki agenda musik metal tahunan. Persis seperti Hammersonic atau Kukar Rockin, dalam perhelatan ini panitia juga mendatangkan band skala global seperti Death Angel, Lamb of God, dll. Nampaknya geliat rock-metal tidak hanya mencuat di tingkat nasional tapi sudah merambah ke lingkup kota-kota lainnya di Indonesia. Tentu saja hal ini merupakan perkembangan yang positif bagi musik rock-metal kedepannya. Karena penyebarannya/perkembangannya bukan hanya didominasi oleh kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, tapi juga Solo serta Kalimantan dan mungkin kota-kota lainnya.

Tak bisa dipungkiri perhelatan rock utamanya metal kini berada di puncak kejayaannya. Di mana-mana gemuruh musik inilah yang mampu mendatangkan ribuan massa seperti pada konser Metallica di GBK beberapa waktu yang lalu. Jubelan massa/penonton seperti ini hanya bisa disamakan rekornya dengan sepak bola ketika Timnas main di GBK pada ajang AFF atau Sea Games tahun-tahun lalu (padahal kalah) atau kampanye parpol papan atas—itu juga kalo angpaunya lancar…hehehe. Memang ada sejumlah konser dari jenis musik lainnya seperti Jakjazz, Jakblues, atau konser-konser band indies, tapi tentu tak seheboh perhelatan metal yang tengah naik daun pada saat ini, bukan? Yang lainnya sepertinya adem-adem aja tuh…hehehe. Sori bro, itu menurut informasi dan pendapat pribadi saya aja. Dan memang musik metal selalu mendatangkan kegairahan dan semangat yang tidak bisa disamakan dengan jenis musik lainnya sesuai dengan pakemnya masing-masing—musik klasik yang tenang, jazz yang cukup menggoyangkan kaki dan sesekali tepuk tangan, blues yang menyayat hati, pop yang bikin kita tersedu-sedu, atau dangdut yang cukup goyang jempol sudah asik…tapi metal semua bergerak bro, dari kepala (headbanger), tangan (kibas kiri kanan) hingga kaki (nendang kiri dan kanan hingga jump)…apalagi bila moshing pit!

Namun bagi pecinta musik rock progresif atau lebih tepatnya progrock mungkin perlu bersabar diri (atau mungkin sekedar impian) agar bisa menyaksikan deretan band-band prog ternama seperti Yes, Marillion, IQ, dll, bisa tampil bersama dalam sebuah konser. Saya ngebayanginnya konser itu bertema “Jakarta Prog Festival” (untuk awalan di Jakarta dulu ya) atau memakai tajuk seperti yang tertera di pada poster itu…”Cruise to the Edge” diganti “Jakarta to the Edge”…keren gak? Atau ada usul tema lainnya?

Biar adil kan perlu juga di fasilitasi bagi para pecinta prog dengan konser sejenis dan kenapa harus kalah dengan metal? Hehehe…Siapa tahu dari sini ada promotor gemblung yang mau menggagas acara tersebut. Gak usah ikut-ikutan di kapal pesiar cukup di Ancol atau Istora Senayan…bagaimana, ok gak?


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 152 other followers