Archive for the ‘Event’ Category

Aula Simfonia Jakarta

June 7, 2013

By: Herman

Menikmati akustik ruang konser

Awal Kenal Aula Simfonia

Melalui browsing di internet tentang Teater kira2 sebulan yang lalu saya dapatkan 2 informasi baru bagi saya. Yang pertama, Teater Kecil Taman Ismail Marzuki telah direnovasi menjadi teater modern.

Kedua, ada teater baru bagi saya: Aula Simfonia Jakarta (ASJ), padahal sudah dibuka sejak 2009.

ASJ merupakan teater untuk pertunjukan music klasik secara teratur, setidaknya dua bulan sekali, dan dirancang dengan akustik ruangan untuk pertunjukan tanpa sound system. Terdorong keinginan menikmati akustik ruangan ASJ, melalui informasi website ASJ telah membawa saya nonton pergelaran di ASJ, tanggal 26 Mei 2013 dari pukul 17.00 sd 19.30.

Setelah beli tiket dengan pelayanan yang baik kita masuk ruang pergelaran pukul 16.45.

Kesan pertama interior ASJ adalah klasik karena adanya patung2 yang ada dinding. Di arah ujung dari pintu masuk tampak seperti ornament interior berbentuk garis berderet merupakan deretan pipa2 organ yang konon ada3000-an pipa dengan berat total kurang lebih 10.000Kg.

Di dalam aula sudah banyak penonton yang kebanyakan sedang mengagumi suasana interior dan ber foto-foto. Ada yang motret gedungnya ada juga yang berfoto dengan latar belakang suasana interior gedung yang mengesankan tersebut. (Selama pertunjukan berjalan tidak diperbolehkan motret) Lantai, dinding, ruangan semua berlapis kayu, sampai tempat dudukpun dari kayu dengan bantalan tipis. Pencahayaan-nya fixie, artinya ya seperti itu dari awal baik sebelum pertunjukan maupun selama pertunjukan sampai selesai.

image

Menikmati Akustik Ruangan

Tepat pukul 17.00 pertunjukan dimulai dengan nomor pembuka solo piano karya Chopin dimainkan oleh Gloria Teo (18 tahun).

Mengalunlah denting piano dengan bening melalui permainan yang piawai…Saya merasakan akustik ruangan yang bagus …. suara piano itu begitu bening dan nyata, dari denting yang lembut sampai yang menyentak …. saya ingin mengatakan ini seperti mendengarkan music piano dari sound system yang terbaik….saat itu logika saya berkata :jadi sound system yang baik itu adalah musik live dengan akustik yang prima tanpa sound system….hahaha…..

Kalau dalam pertunjukan music salah satu tolok ukur kepuasan adalah dari sound system maka di Aula Simfonia kepuasan adalah pada akustiknya yang membuat semua suara dapat didengar dengan baik.

Nomor ke dua adalah masih solo piano yang enak didengar, kesannya lucu..sesuai judulnya : The Cat and The Mouse.

Nomor ke 3 adalah Piano Cocerto, permainan piano oleh Indah Lestari diiringi orchestra lengkap. Nomor ini terdiri dari 3 Bagian : Allegro-Andante-Allegro dengan total durasi 19 menit. Dari awal music berbunyi saya pejamkan mata, saya ingin merasakan saat masuknya piano. Saya tidak kenal lagu ini tetapi begitu mendengarkan permainan piano masuk dengan bening serta melodinya indah wah.. benar2 menusuk kalbu…. melodinya rada ngeprog setidaknya penggemar musik prog pasti mudah familiar dengan melodi seperti itu ….disini akustik ruangan lebih terasa kehebatannya…semua suara dapat terdengar dengan nyata . Bagian pertama musiknya dinamis dan ekspresiv sepanjang kurang lebih 7 menit. Kemudian dilanjutkan bagian kedua yang lembut romantic sepanjang kira kira 6 menit dan diakhiri bagian ke 3 kembali dinamis sekitar 5 menit. Terasa sekali nikmatnya akustik ruanngan ASJ, semua warna suara alat music bisa kita dengar dan rasakan . Suara string ( biola), Cello, kontra Bass yang kadang dibetot kadang di gesek , clarinet, tympani maupun crash semuanya terdengar jelas dan natural. Dari sisi musiknya, piano Concerto ini menurut saya adalah lagu paling enak dinikmati sepanjang pertunjukan hari itu. Lagu ini mengingatkan saya kepada Musik Rick Wakeman, klasik tapi tidak kalah ekspresif dari music RW yang sudah Progclaro.

Setelah jeda 15 menit pertunjukan selanjutnya adalah Symphony karya Felix Mendelssohn. Ada 2 nomor : The Hebrides Overture dan Symphony No 4 in A Major Op 90. 2 Nomor ini cukup panjang, total durasi kurang lebih 30 menit. Sesi music Symphony ini saya nikmati dengan mengikuti gerakan conductor Dr. Stephen Tong yang juga perancang ASJ ini. Sebagai conductor Dr. Stephen Tong sangat menghayati semua detil musik yang dimainkan sehingga gerakannya mengalir menyatu dengan irama musik yang dimainkan. Setiap gerakan pas dengan ketukan. Yang saya suka pada saat musik :Jreng! Gerakan tangannya seperti meninju dengan kepalan terbuka…..dan selalu pas. Musik yang begitu panjang saja sang dirigen hafal…saya fikir musik apapun mudah bagi beliau untuk memahaminya, termasuk progclaro…Tetapi musik yang panjang ini bisa menjebak kita untuk mengantuk, apalagi bagian2 yang terlalu lembut….Dulu saya suka mengantuk pada bagian2 yang lembut…tetapi kemarin di ASJ sepertinya ada saja yng bisa diperhatikan sehingga terhindarlah dari acara mengantuk…hehehe…memamng musik klasik apalagi Symphony yang panjang lebih baik kita nonton yang lagunya kita kenal dan yang iramanya yang agak rancak…..Sebagai informasi Agenda ASJ bulan July mendatang ada konser dengan salah satu nomor yang dimainkan karya Smetana ( Ma Vlast Modau) yang mungkin sudah banyak yang kenal, karena ada di kaset Yess albumnya Ekseption “Back to the Classic” side A nomor 1.

Selama di Jakarta seingat saya pernah beberapa kali nonton pertunjukan music klasik salah satunya pada tanggal 31 Agustus 1995 di ruang pertemuan balai Sidang Jakarta. Rasa puas mengiringi perjalanan pulang hari itu ….ada rasa bangga juga karena Jakarta akhirnya punya fasilitas sebagus itu, bisa mensejajarkan dengan kota besar negara2 lain.

Mudah 2an ASJ juga menghidupkan kembali Radio FM klasik yang dulu pernah ada di Jakarta sehingga semakin memberi pilihan bagi penikmat music baik melalui pertunjukan maupun melalui radio ….

Salam,…Herman.

aula simfonia acara juli 2013

aula simfonia acara juli 2013

 

 

aula simfonia cover booklet

aula simfonia cover booklet

 

 

ProgRock with D’Kill

May 27, 2013

image

Tadi malam sempat ngintip acara ini di Score,  Citos. Awalnya Hardiansah Rizal sms saya sore hari ngajakin nonton bareng. Sayang saya ada acara ke Depok,  akhirnya cukup sms-an saja sambil ngintip kabar dari mas Rizal tentang penampilan kera ngalaM ini.

Salah satu sms yg ia kirim ke saya adalah “Weleh weleh … prog kok Owner of a Lonely Heart pembukaane ….”. Saya mesem aja baca sms nya sekitar jam 8:20. Berarti acara ini mundur dari jadwal awal jam 7:00. Biasa ….selalu aja acara ginian molor alias gak prog blaszzz ..

Singkat kata,  akhirnya saya ke Citos juga sekitar jam 9:30 dengan tujuan mau sekadar kopdar sama mas Rizal setelah cukup lama tak jumpa karena dia tinggal di Singapura. Kami ngobrol di kafe sebelah Score sambil memantau lamat2 lagu apa saja yang dibawakan.

Yang sempat saya dengar adalah Heat Goes On (Asia), Dodo,  Land of Confusion,  Firth of Fifth,  Spirit of Radio. Lumayan juga terdengar dari luar meski vokal banyak yg gak bisa ngatur pitch nya seperti Ungki Blues dan juga vokalis D’Kill. Vokalis memang gonta ganti.

Tapi seneng bisa kopdar sama Rizal …

image

image

ProgRing with Seniors in Madiun

May 5, 2013

JrènNG!

Perjalanan ke Madiun kali ini memiliki nilai sejarah dan makna tersendiri bagi saya pribadi karena INCLUDING perhelatan ProgRing dengan para senior dan sesepuh yang banyak mempengaruhi perjalanan musikal saya meski saya bukan pemusik. Namun, seperti temen2 semua sudah pahami bahwa musik, terutama progrock dan claro, telah banyak mewarnai kehidupan saya dalam hal menyemangati saya untuk keep on progressing in life…. Wah saat menulis sekarang ini di HP sedang mengalun Epitaph ….makin nuansamatik mbrebes mili kemlithik tenaan …. Apalagi menulisnya di lobi Hotel Mataram, Madiun yang tak jauh dari stasiun kereta api. Nggulung koming tenaaaan …

Salah satu senior yang sering saya sebut namanya di blog gemblung ini adalah mas Pri yang di komunitas Mediunan dikenal dengan julukan Pri Sewot. Senang sekali saya selama dua hari bertemu beliau dan menginap di hotel yang sama. Selain itu ada mas Iskandar (Kandar) yang dulu kemana-mana selalu membawa gitar. Dia juga yang mengajari saya memainkan Mood for A Day menggunakan gitar akustik saya yang abal2 tanpa merek saat itu. Sebenernya dia ini musisi tulen karena gitarannya maut, bisa memainkan Roundabout, Perpetual Change dan The Clap. Bahkan pernah membawakan The Ancient juga.

Mantabz jek, Sesi diskusi dilakukan secara informal disela-sela kesibukan acara hajatan pernikahan putri mas Panji, sahabat baik kakak saya mas Henky. Diskusi intens dilakukan kemarin, sabtu siang menjelang acara resepsi pernikahan dan tadi pagi setelah sarapan pagi di kebun hotel bagian belakang. Mas Pri heran juga bahwa saya begitu terinspirasi dengan musik2 yg ia gadang2 di siaran radio Dji Sam Soe alias Borimex. Setiap dia ungkapkan nama kelompok kemudian belum selesai dia bicara saya komentari dengan judul lagunya dia kagum kok saya masih ingat. Saya bilang: “Mas ….gimana gak ingat lha wong dulu semua judul lagu yang disebutkan oleh penyiar langsung saya catat.” Dia gak nyangka bahwa radionya berpengaruh.

image

Seperti saya pernah tulis sebelumnya, saya hanya tahu mas Pri dari suaranya saja namun gak pernah ketemu apalagi kenal sama orang nya. Saya tahu bahwa beliau sebenernya di atas kakak saya angkatannya dan pernah sekali waktu main ke rumah ibu saya di Jl. Sumatra. Namun saat itu saya ya masih sangat kecil karena beda usia sekitar 8-9 tahun begitu. Jadi, saya menyukai ilmu progrock dan classic rock dari mas Pri (selain kakak saya Henky) selama lebih dari 38 tahun tanpa pernah tahu muka orangnya seperti apa. Makanya saya senang sekali ngobrol sama beliau. Kami ngobrol sambil sekali waktu memasang musik via handphone dan mas Pri memutar lagu kesukaannya dari Three Dog Night, sambil rokoknya kebal-kebul.

Sejumlah musisi dan band 70an kami bahas mulai dari The Beatles, Rolling Stones, hingga yang prog seperti ELP, King Crimson, Yes dan yang lainnya. Bahkan mas Pri mengulang nama Judas Priest beberapa kali. Hebat juga ya beliau suka JuPri….metal juga tentunya. Yang saya suka ya saat beliau menyebut nama Ted Nugent dan Sensational Alex Harvey Band …. bahkan kami berdua bisa menyebut kata NEXT yang merupakan salah satu lagu top SAHB saat itu sambil berdua nyanyi bersama. Kemudian juga lagu lain yaitu Teenage Idol. Wahhhhh …terasa bicara dengan orang yg tepat …. tuuuuooobzz ….! Saya juga sempat menunjukkan ke beliau postingan di blog gemblung ini tentang “Stranglehold” nya Ted Nugent yang fenomenal nuansamatik kemlitik itu, melalui ponsel android saya.

Pagi ini tadi kami diskusi musik lagi dan bahkan saya putar lagu2 rock jadul dari HP saya. Whooooaaaaa….. Pagi hari yang sungguh indah apalagi bersama orang-orang satu aliran, …orang2 yang dulu sangat mempengaruhi selera musik saya dan saya tk akan pernah menyesal karena musik telah menyemangati hidup saya selama ini. Alhamdulillah.

Oh ya …yang membuat saya bahagia tiada tara adalah tawaran beliau untuk mengambil semua koleksi kaset yang beliau miliki di rumahnya di Malang. Beliau memang sudah lama ingin menyerahkan kaset-kaset koleksi beliau tersebut yang konon sebanyak 4 rak bila menemukan orang yang mau merawatnya. Saya yo ngacung nomer satu!!!! Belum lagi kata beliau sebagian kaset-kaset beliau eks siaran dulu (kebayang betapa bersejarahnya kaset2 tersebut?!!!) ada di rumah adiknya, mbak Ajiek, di Jakarta … Wah .. musti segera “take action” nih!

Edit hari ini (6 Mei 2013 jam 5 sore) saya akhiri sambil menikmati beberapa lagu dari era 70an:

  • Castle Walls – Styx
  • Going In Circle – Three Dog Night
  • Hair of The Dog – Nazareth
  • Christopher Mr Christopher – Styx
  • Never Dreamed You’d Leave in Summer – Three Dog Night
  • Look At Yurself – UriahHeep
  • Don’t Call Us, We Call You – Sugarloaf (hayo .. tahu gak lagu sangat nuansamatix ini?)
  • Savanah Woman – Tommy Bolin
  • Traveller in Time – Uriah Heep
  • Dream On – Aerosmith (wah keren ini lagu! Sayang band nya gak jadi main 11 Mei ini di Jkt)

Hidup jaman normal!

Sabtu, 4 Mei 2013 bersama mas Pri di lobi Hotel Mataram

Sabtu, 4 Mei 2013 bersama mas Pri di lobi Hotel Mataram

Sabtu, 4 Mei 2013 - bersama mas Kandar - Steve Howe von Mediun

Sabtu, 4 Mei 2013 – bersama mas Kandar – Steve Howe von Mediun

Suasana di kebun belakang Hotel Mataram ...

Suasana di kebun belakang Hotel Mataram …

Diskusi gayeng ....

Diskusi gayeng ….

Hammersonic Jakarta International Metal Festival – a review

May 2, 2013

By: DananG Suryono

 

Ini adalah perhelatan ke dua Festival Metal terbesar di Indonesia (mungkin di Asia Tenggara), Hammersonic Metal Fest, setelah sebelumnya digelar tahun lalu di Lapangan D Senayan. Ada perbedaan dengan tahun lalu, dimana dulu dihelat 1 hari, kali ini selama 2 hari yaitu tanggal 27 dan 28 April 2013.

Dengan headliner Epica dan Obituary di hari pertama serta Cannibal Corpse dan Cradle of Filth, pada Metal Fest di Jakarta kali ini sederet nama besar kelompok musik luar negeri hadir, seperti Cradle of Filth (Inggris), Lock Up (Inggris), Obituary (Amerika Serikat/AS), Cannibal Corpse (AS), As I Lay Dying (AS), Dying Fetus (AS),Destruction (Jerman), Hour of Penance (Italia), dan Epica (Belanda).

Sementara, kelompok musik Tanah Air seperti  Power Metal, Sucker Head, Edane, Burgerkill, Seringai, Dead Vertical, Kapital, Unremains, Rezume, Outright, Hellcrust, Revenge, Down For Life, Kraken, dan Rising The Fall dirasakan cukup punya magnet untuk menyedot metalhead dari Jakarta serta kota-kota lain di Indonesia, bahkan metalhead dari Singapura dan Malaysia untuk bisa hadir.

Metal!!!!!! \m/

Metal!!!!!! \m/

Bertempat di Ecopark ancol, lapangan terbuka ini cukup representatif untuk menggelar hajatan besar semacam ini. Tempat lapangan rumput yang luas sangat cocok untuk acara ini. Terdapat 2 stage yang dinamai sesuai nama festival, yaituHammer Stage dan Sonic Stage yang ditata berjejer berdampingan dipisahkan sedikit space, konser diselenggarakan bergantian di dua stage tersebut, Band pertama main di Hammer Stage, maka di Sonic Stage dilakukan soundcheck. Dan begitu band di Hammer stage mengakhiri pertunjukan, langsung band berikutnya jreng di Sonic stage dan seterusnya, sehingga nyaris tidak ada jeda.

02 Stage

Konser dimulai pukul 12.00 dan berakhir di 01.00 dinihari berjalan lancar dan mengalir sehingga penonton tidak punya kesempatan untuk mengendur. Rehat sejenak hanya dilakukan saat azan sholat magrib berkumandang, sehingga para metalhead tidak perlu meninggalkan ibadah untuk menikmati kesenangan ini.

Hari pertama saya datang sekitar pukul 16.00 saat Burgerkill bermain di Sonic Stage, seperti biasa mereka tampil dalam tegangan tinggi dan tidak membiarkan suasana moshpit menjadi tenang.

03 Arul

Saya sangat menikmati band yang tampil pada hari pertama ini, sound rata-rata bagus (Power Metal legenda metal Indonesia sangat bagus soundnya saat tampil) dan circle pit besar terbentuk di moshpit dari setiap band yang tampil dan dipuncaki oleh Epica dan Obituary. Lucunya saat Epica dan Obituary main, banyak yang sudah terkapar tidur nyenyak  di hamparan rumput pinggir Ecopark. Mungkin energi mereka sudah habis terkuras saat perjalanan dari daerah, serta sudah moshing habis-habisan sebelum Epica dan Obituary tampil.

04 Bang Your Head

 

05 Epica

Hari kedua saya datang setelah sholat Magrib dan saat itu The Amenta sedang tampil di Sonic Stage. Hari kedua ini penonton rasanya lebih banyak dibandingkan hari pertama, dan moshpit rasanya sudah meliar sejak Seringai bermain. Puncak keliaran di moshpit terjadi pada saat As I Lay Dying dan Cannibal Corpse bermain. Namun sayangnya justru saatCradle of Filth bermain sebagai pemuncak, entah massa yang sudah kehabisan energi, entah Dani Filth cs kurang bisa masuk, konser pamungkas ini terasa datar saja.

07 Cannibal Corpse 

Dua hari yang sungguh melelahkan namun menyegarkan dari sisi yang lain, terima kasih Revision yang mau membesut acara ini dengan sukses.

Mengingat senin harus masuk kantor, bergegas masuk kamar hotel mercure berbaring untuk memulihkan tenaga…dan tiba-tiba saya sedang nonton progfest di tempat yang sama….setelah nonton Imannisimo, Ballerina, Dark Tranquillity, The Flower Kings, Opeth, Marillion, di pemuncak saat Geedy Lee berteriak “apa kabar Jakarta!!!!!!!!!”  dan intro YYZ menggema…tiba-tiba terdengar bunyi alarm dari HP saya….ah ternyata hanya mimpi…., segera mengambil air wudhu dan sholat subuh.

Dalam perjalanan kekantor masih berharap dan berdoa, semoga ada orang yang mau mengadakan progfest semacam Hammersonic di Jakarta….semoga……

Stick Men – Live in Concert @ Iridium 29 Mar 2013

April 29, 2013

By: Rizki Hasan

image1 R

Band dengan formasi tiga orang (atau yang umum dikenal sebagai Power Trio) selalu menarik perhatikan saya.  Seperti yang pernah saya tulis ketika membahas band NIACIN, band formasi ini memberikan kesempatan yang lebih besar kepada para musisinya untuk lebih berimprovisasi dan berkreasi sehingga musik yang dihasilkan menjadi unik dan tidak kalah dengan musik yang dihasilkan oleh empat orang atau lebih. Dari segi pertunjukan langsung, band tersebut juga lebih enak dipandang karena effisien dan tidak memenuhi panggung.

Salah satu Power Trio yang belum lama ini saya kagumi adalah Stick Men.  Didirikan pada tahun 2007, band ini terdiri dari dua musisi mantan band King Crimson (KC) yaitu Tony Levin dan Pat Mastelloto.  Seperti kita ketahui, Tony adalah musisi veteran yang telah banyak mendukung rekaman dan pertunjukan banyak artist dari jenis pop, jazz hingga rock. Sementara Pat, selain KC, dikenal sebagai drummer dari band pop rock tahun 1980an yaitu Mr Mister.  Melengkapi trio tersebut adalah Marcus Reuter, musisi asal German yang bermain dengan spesialisasi pada instrument Touch Guitar.

Nama band ini diilhami oleh nama salah satu solo album Tony Levin dan juga instrumen Chapman Stick yang memang menjadi salah satu ciri dan spesialisasi Tony.

Dengan mengandalkan dua instrument musik yang tidak lazim (Chapman Stick dan Touch Guitar), Stick Men bermain musik instrumental dengan kategori musik eksperimental dan progressive rock, mirip dengan musik KC versi modern (minus vokal) atau Gordian Knot. Kedua instrument tersebut, yang masih satu keluarga dengan instument gitar, dikenal mempunyai keunikan karena dapat menghasilkan suara yang banyak sekaligus, termasuk suara bass, chords dan melody.

Hingga sekarang, Stick Men telah menghasilkan tiga album. Dalam rangka promosi album terakhirnya yang berjudul “Deep”, band ini pada tanggal 29 Maret dan 30 Maret 2013 mengadakan pertunjukan di Iridium, salah satu tempat pertunjukan musik (sekaligus restoran/bar) berkapasitas 100 di kota New York.  Setiap harinya pertunjukan ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada jam delapan dan sepuluh.

Berikut ini adalah komentar singkat dan foto dari pertunjukan tersebut (yang saya tonton pada jam 10 tanggal 29 Maret 2013):

Tempat Pertunjukan

Iridium berlokasi di lantai bawah salah satu bangunan di daerah Time Square. Tempat ini banyak mengingatkan saya dengan JAMZ, tempat pertunjukan di Jakarta di tahun 90an dulu, terutama dari segi luas ruangan dan letak kursi yang berdekatan dan memberikan suasana akrab antar para penonton. Selain itu, keduanya menjadi tempat yang memang secara rutin digunakan oleh para artist musik setempat dan juga dari luar negeri.

Seperti tempat pertunjukan musik-restoran/bar pada umumnya, dinding Iridium banyak dihiasai dengan alat musik dan juga poster artis yang pernah main disana.

Gambar 1: Pintu masuk Iridium

Gambar 1: Pintu masuk Iridium

Gambar 2: Tangga menuju lantai bawah

Gambar 2: Tangga menuju lantai bawah

Gambar 3: Poster Stick Men di Iridium

Gambar 3: Poster Stick Men di Iridium

Chapman Stick

Dari ketiga alat musik yang dimainkan, perhatian saya banyak tertuju pada Chapman Stick. Saya pertama kali mengetahui instrument ini di sekitar tahun 1980 melalui album solo bassist Alphonso Johnson (Weather Report, George Duke/Billy Cobham Band) yang berjudul “Spellbound”. Bentuk dan cara memainkannya yang unik membuat saya dari dulu penasaran, dan sudah menjadi keinginan saya yang lama untuk dapat melihat dan mendengar instrument tersebut secara langsung. Berbeda dengan gitar biasa, Stick mempunyai jumlah senar yang lebih banyak (12), dan terutama dimainkan dengan cara menekan dan juga mengetuk, mirip seperti bermain perkusi dan keyboard.

Alat ini dapat juga dimainkan dengan cara lain, misalnya dengan penggesek biola.

Gambar 4: Chapman Stick yang unik

Gambar 4: Chapman Stick yang unik

Daftar lagu

Sebanyak 12 lagu dimainkan selama kurang lebih 75 menit.  Sebagian besar jumlah lagu tersebut berasal dari album barunya, antara lain:

1) Nude Ascending Staircase

2) On/Off

3) Crack in the Sky

4) Horatio

5) Whale watch

6) Hide The Tree

Crack in the Sky merupakan satu-satunya lagu dengan vokal yang dinyanyikan oleh Tony Levin.

Mereka juga memainkan satu lagu improvisasi (diberi judul Iridium Improve) disamping beberapa lagu cover (diantaranya lagu Vroom milik KC) dan lagu dari album sebelumnya (Open Part 3).

Gambar 5: Stick Men sedang beraksi

Gambar 5: Stick Men sedang beraksi

Gambar 6: Tony Levin

Gambar 6: Tony Levin

Gambar 7: Stick Men and Me

Gambar 7: Stick Men and Me

Secara keseluruhan, Stick Men tampil menggagumkan. Meskipun hanya bertiga, suara yang dihasilkan terdengar penuh dan seolah-olah dimainkan oleh banyak orang.  Disamping dari Stick dan Touch Guitar, berbagai suara unik juga dihasilkan Pat Mastelotto melalui drum dan alat perkusi akustik dan elektronik.  Pat juga melakukan beberapa eksperimen suara misalnya dengan cara menggesek pendengan penggesek biola, atau menggunakan suara dari boneka.

Dengan instrument unik, latar belakang musisinya yang sudah lama malang melintang di dunia musik serta musiknya yang kreatif dan penuh eksperimen, menjadikan band ini layak diperhitungkan sebagai one of the best instrumental progressive rock bands!

 

Kebahagiaan Itu (ternyata) Dimulai Dari Jari Telunjuk

April 25, 2013

JRENG!

Postingan ini sebenernya buat konsumsi blog sebelah … Tapi karena sejarah prog saya dimulai dari Madiun, maka saya copas juga di sini …. Sekedar berbagi aja ….he he he … Konon mas Ugiek juga akan ke Madiun di tanggal yang sama … Asik …bisa progring juga di Madiun …. Rencananya, selama di Madiun saya hanya akan memutar lagu2 yang dulu saya suka ketika masih di kota ini ….termasuk yang claro seperti Stranglehold, Fly People Fly, Christopher Mr Christopher, Boogie With Stu, Magic, In My Time of Dying, Kashmir, My Woman from Tokyo, Burn, Sailaway, The Musical Box, Woe and Alas, Circus of Heaven, The Revealing Science of God, Gates of Delirium, Stargazer, Hazy Color ….wuuuiiihh …!!! Nuansamatik jadulsonic tenan!!!

JRENG!

—————————–

Assalamualaikum wr wb.

Sekedar berbagi kebahagiaan saja ….

Gak tahu kenapa tahu-tahu saya merasa plong, lega dan sekaligus berdebar-debar menandakan rasa senang dan semangat yang campur aduk ndak keruan, bahkan kadang teringat masa kecil dan remaja. Sebenarnya prosesnya sudah cukup lama, sekitar dua bulan lalu saat seorang senior saya yang juga sahabat baik kakak saya, mas Henky, yaitu mas Panji Bondan yang berencana akan menikahkan anaknya di awal bulan Mei. Jujur saja saat itu saya gamang mengingat jadwal pekerjaan saya sepertinya bakalan padat karena ada kajian yang menyangkut banyak institusi meski dikoordinir di bawah satu institusi. Namun tetap saja bakalan menumpuk apalagi ditambah dengan kegiatan reformasi birokrasi. Namun setelah melalui perencanaan matang dan sekaligus menjadwal lebih cepat beberapa kegiatan dan kemudian adanya banyak undangan nikah selama akhir bulan April sehingga ada undangan di Surabaya pada akhir minggu ini (27 April) yang terpaksa saya batalkan karena komitmen yang lebih dulu datang dengan undangan di Jakarta. Memang saya sudah menjadwalkan mau memenuhi undangan mas Panji tersebut yang rencananya digelar di kota kelahiran dan kesayangan saya: Madiun.

Setelah dihitung matang dari segi pemanfaatan waktu dan juga perencanaan pekerjaan, ditambah provokasi SMS dari mas Henky, akhirnya JRENG! saya harus pergi. Namun itu masih berupa keputusan yang masih ada di pikiran dan masih belum berupa tindakan. Nah …tadi malam saya langsung cek jadwal kereta api di situs tiket.com dan saya ikuti semua proses di situs tersebut dan akhirnya saya melakukan dua buah klik yang strategis:

  • Kilk pertama adalah saat saya memilih membeli tiket kereta api Bima dengan ETD Jumat 3 Mei 2013 jam 17:00 dari Gambir dan ETA Madiun 2:35.
  • Klik kedua adalah saat saya memilih tanggal pulang dari Madiun dengan kereta api Gajayana dimana ETD hari Minggu, 5 Mei 2013 jam 20:00 dan ETA Gambir sekitar jam 6:10 esok harinya.

Lega rasanya … Namun itu belum benar2 keputusan yang merepresentasikan tindakan karena baru memutuskan memesan. Lha yang namanya membeli itu kalau sudah “membayar”. Maka saya segera melakukan pembayaran untuk dua klik di atas menggunakan KLIK BCA dan dalam tempo tak lebih dari 5 menit setelah klik kedua diatas maka saya melakukan the final ORGASMIC KLIK saat di KlikBCA saya membayar dua perjalanan tersebut, PLOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOONG ……!!! Lega sudah rasanya ….

Dan sejak orgasmic klik tersebut kebahagiaan ‘baru’ pun dimulai ……Tentunya ini hanya kebahagian duniawi … yang dimulai dari jari tangan saya nge KLIK pembayaran. Yo ben lah ..ora opo2 .. Mosok bahagia nang ndonya ora entuk?

Berbarengan dengan rasa bahagia karena mengunjungi (lagi) kota kelahiran yang sangat saya cintai adalah berkecamuknya rencana kunjungan yang serba banyak dan segudang sehingga ada kesan muluk2 … ha ha ha ha ha … Maklum …kalau ke Madiun rasanya saya seperti anak kecil jingkrak-jingkrak karena mendapatkan es krim dari ibunya ……ha ha ha ha ,,……jiyaaannn nduwesit pol!!!

Segudang kisah sudah tertoreh di blog ini tentang kota Madiun ini dan alasan kenapa saya selalu girang hati bila berencana mengunjungi kota ini. Memang, kenangan masa kecil dan remaja saya di Madiun tak semuanya kisah suka karena dukanya juga ndak kalah banyak. Kalau mau dibukukan,saya yakin lebih dowahzyat (sampek idune muncrat!) dibandingkan kisah Laskar Pelangi. Sayangnya …saya takut terkenal. Bukankah Rasul menganjurkan kita agar tidak menjadi orang terkenal? (alasan …. wong pancen wong cilik wae!!!). Suwer …anjuran Rasul itu bagus, kita harus zuhud dan tawadhu …..

But that’s history …. Let’s face the future! – Halah!!! ….giyaya men to Tot Tot …cah ndesit wae sok keminggris! Saya tak perlu mengulang lagi alasan-alasan kecintaan saya sama Madiun, namun yang jelas di kepala saya sudah langsung ada PLOT dahzyat ini:

  1. Saya harus bawa sepeda agar di Madiun bisa bebas menentukan mau kemana hati ini pengen berlabuh … ha ha ha …. So pasti, saya akan bawa si Bromie karena ringkes dan enak digowesnya …. Rencana mau gowes dari kantor ke Gambir hari Jumat 3 Mei nanti.
  2. Di dalam Bima saya akan tidur awal dan sudah berencana kebiasaan saya ngopi saat kerja akan saya stop hari itu biar malemnya bisa tidur di kereta dari jam 21:00 paling malem; kalau bisa. Makanya saya melakukan gowes biar tidurnya angler kalu bisa ngilerin tetangga di sebelah saya …Kapok mu kapan!
  3. Saya akan bangun pukul 2:00 bukan untuk tahajjud namun mau mempersiapkan denyut jantung agar tak terlalu deg-degan saat mau masuk Madiun. Dada saya selalu bergetar kalau melewati jembatan Winongo yang nuansamatik jadulsonic itu … Biyuh biyuh …..! Biasanya kalau sudah dekat Winongo, sekitar 30 menit sebelumnya saya sudah berdiri di bordes sambil nginceng keluar melihat situasi Winongo meski gelap sekalipun.
  4. Sesampai di stasiun Madiun, saya akan langsung setting sepedah dan langsung andok sego pecel di depan setasiun. Inilah alasan utama saya memilih Bima karena sego pecel ini bukanya jam 2 pagi dan pas Subuh sudah habis. Huwenak banget sego pecelnya. Sebenernya banyak sego pecel enak di Madiun, namun yang ini ada satu keunikan yang tak dimiliki lainnya: pedes! Lha kalau saya naik Gajayana yo telat….. wis entek .. Bakule wis kukutan wong Gajayana masuk Madiun jam 5 pagi.
  5. Setelah maem sego pecel (biasanya 2 pincuk) dan istirohat sejenak sambil ngeteh, saya akan gowes ke Hotel Merdeka untuk menitipkan tas ransel dan langsung menuju masjid Agung buat shalat Subuh berjamaah … Aduh … jiyaaannnn mbrebes mili aku teringat indahnya shalat di masjid nan nuansamatik ini ….. Subhanallah …!!! (sebenernya saya pengen Subuhan di masjid Islamic Center di Jalan Sumatera karena belum pernah; tapi ….sayangnya gak ada kenangan di masjid ini selain dulu ini rumahnya teman saya Hermano….).
  6. Ba’da Subuh saya akan langsung JRENG gowes keliling Madiun. Bulan Juli lalu saya ke Ngebel. Kali ini rasanya akan gowes keliling MORR (Madiun Outer Ring Road – opo enek?) …embuh nanti .. Mungkin ke Maospati terus bablas nGGeneng (inget masa kecil sering nginep di PG Soedhono) terus balik lagi menuju Kanigoro dan yang penting ke dawet Catur nan memorable itu ..Konon katanya temen masih jualan itu es dawet Catur. Moga2 masih ada …
  7. Pulangnya kalau bisa shalat Dzuhur di masjid Taman, kemudian mampir dawet Suronatan …biyuh apa gak kembung tuh peyut??? barulah ba’da Dzuhur masuk Hotel Merdeka …..
  8. Malemnya njagong manten sambil koempoel sama komunitas Mediunan G@mers.
  9. Ahad pagi rencananya, seperti biasa, ikut Kajian Ahad di Islamic Centre. Lnajut gowes lagi ke arah Bagi …. atau sekedar dalam kota aja ….sambill kulineran di Maospati – konon ada rujak cingur huwenak.
  10. Selain itu juga ada rencana ketemu temen2 seangkatan di Madiun yang kebetulan ada: Bambang Cino, Manyu, Sigit, Rahmanta, Herry Pras, Joko Win (kalau sedang di Madiun) ….weleh2 …banyak banget mau punya acara …..ha ha ha ha … Iki jenenge ya’ – ya’ o … ha ha ha ha ha … Wis embuh .. sing penting seneng!
  11. Yang jelas, sebelum ke setasiun menunggu Gajayana, insya Allah saya akan shalat Isya BMW di Islamic Center, terus gowes ke setasiun …. biyuh2 …suwedap tenannnnnnn ….. (kalau bisa sangu putu Jl. Bali).

JRENG!

Wassalamualaikum wr wb.

G

Sayang Gak Bawa Kaset

April 24, 2013

image

Jreng! Sedang di Old House Kopitiam, Margo City….menikmati kopi tubruk tanpa susu tanpa gula ….karena kalo pake gula namanya jadi kola …kopi gula ….. Sayang cuman bawa iPod gak ada walkman …..kangen menikmati kaset sebenernya … Nyam nyam ….monggo ….

Asik banget hari ini, Rabu, 23 April 2013 …. menikmati naik angkot ke Margo City dengan Mikrolet 04 Pasar Minggu – Depok. Mau gowes tadinya tapi kok udara agak siang panas. Sesampai di Margo berhenti pas di depannya dan langsung melihat ada shuttle truck yang didesain khusus bagi pengunjung yang males jalan kaki dari pintu gerbang Margo City menuju lobi. Sebenernya sih gak jauh. Tapi ya karena mobilnya lucu, saya ikutan naik paling belakang (di gandengan) sambil jeprat-jepret candid camera pake HP … ha ha ha ha …

Ini mobil shuttle nya ... lucu

Ini mobil shuttle nya … lucu

Di dalam mobil shuttle menuju lobi Margo

Di dalam mobil shuttle menuju lobi Margo

Events di Margo ...ada slow rock ada blues ... prog belum ada ... Mau diisi mas Hippie sebagai Penguasa Depok ...

Events di Margo …ada slow rock ada blues … prog belum ada … Mau diisi mas Hippie sebagai Penguasa Depok …

Yang paling mengesankan adalah pada saat mau turun dari Mikrolet M-04 ada dua pengamen berdandan ala anak metal dengang penuh tatto dan tindik anting-anting dan pernik di muka sala satunya (pemain biola). temannya memainkan gitar dan nyanyi. Lagu yang dibawakan asik berlirik kerasnya kehidupan sehingga membuat mereka berdua ini mengamen di jalan. Gak tahu lagu siapa. Sayang saya turun mokrolet sebelum lagu habis, padahal mau request Dust in The Wind …. Wuih! Pasti dahzyat. Mereka berdua ini mainnya keren lho!

Metalheads play prog ... Biyuh biyuh pake biola cing!!! Huwebat pisan!!!

Metalheads play prog … Biyuh biyuh pake biola cing!!! Huwebat pisan!!! Udah kayak Robby Steinhardt nya Kansas ajah !!! He he he …. Tuuuooobbbz!!

Asik banget ternyata duduk manis di dalam angkot Mikrolet sambil mengamati situasi di luar mikrolet (betapa sibuknya insan jabodetabek ini) dan juga yang di dalam mikrolet. Ini dia pengamatan saya terhadap perilaku di dalam mikrolet yang sebagian besar diwarnai dengan kesibukan ber-gadget-ria …

Serius amat baca BBnya

Serius amat baca BBnya

Kecapekan main BB .."lempoh aku!" ...tidur nyenyak ...

Kecapekan main BB ..”lempoh aku!” …tidur nyenyak …

"Bisa BB gw gak kunci jawaban UN besok?"

“Bisa BB gw gak kunci jawaban UN besok?”

"Gimanapun juga, kelulusan UN di sekolah kita tahun ini kudu 100%!!!"

“Gimanapun juga, kelulusan UN di sekolah kita tahun ini kudu 100%!!!”

Ha ha ha ha …. mestinya saya bawa walkman sambil geleng2 menikmati beat musik dan mengamati perilaku masyarakat jabodetabek di dalam mikrolet ….

Super Mini ProgRing

April 22, 2013

Halo temen2ku ….

Picture says thousand words and I am sure you definitely know where I am ….

image

Cuaca Jakarta lagi kondusif buat gowes memang ... What a life!

image

Super Mini ProgRing dengan menu Iced Lychee Tea khas Corelli cafe ... asik hari ini banyak menikmati kerja dari kafe ke kafe ...he he .. Hayo siapa mau gabung di Corelli?

image

Mas Keenan Nasution

image

Bro Apec mestinya sampun kagungan PH ini .....

It’s a Kind of Magic

April 21, 2013

By: DananG Suryono

Anak saya yang kelas 1 SMP pada tanggal 12 April tiba-tiba bertanya, “pak mau nganterin ke rumah eyang di Jogja ggak?” Tercekat mendengar pertanyaan itu, ternyata anak saya sudah merasa punya kampung halaman. Akhirnya saya mengambil cuti 1 hari dan kami sekeluarga Tanggal 19 April 2013 berangkat ke Jogja mengantar anak yang rencana akan liburan hingga tanggal 26 April 2013.

Disamping sowan ke orangtua, ada 2 hal lain yang terbersit, satu kulineran  menikmati masakan ibu serta jajanan yang susah didapat di Jakarta, yang kedua apalagi kalo tidak mencari kebahagiaan masa lalu, mencari kaset jadul.

image

Menikmati kemudahan mendapatkan ticket Kereta Api secara online, kami berangkat pukul 8 pagi dari stasiun Gambir menggunakan kereta ArgoDwipangga. Sepanjang perjalanan saya menikmati musik melalui perangkat tablet 7 inch yang memberikan kemudahan dalam mendengar playlist dalam format MP3 dari Iron Maiden, Pantera, Lemur Voices, Cynic hingga Dream Theater. Diselingi nonton konser Metallica di Quebec dalam format MKV sehingga perjalanan selama 7,5 jam tidak terasa. Pukul 15.30 kereta tiba di stasiun Tugu dan selera kuliner langsung menggelegak untuk mampir ke Bakso Telekom. Setelah melepas kangen dengan orang tua, malamnya kami bergerilya ke lesehan sekitaran rumah, dan pilihan jatuh kepada lesehan dengan menu burung puyuh goreng. Sungguh enak sekali burung puyuh goreng ini, mungkin karena jarang sekali ketemu di Jakarta, saya pun serasa konser music progresif, setelah menyelesaikan 1 burung puyuh dan sepotong paha ayam kampung, lamat-lamat cacing dalam perut meneriakkan “we want more!”, “we want more!”, “we want more!” sehingga sayapun memutuskan memberikan encore 1 burung puyuh lagi.

Bangun pagi, hari sabtu rencana adalah menyusuri Malioboro dan sekitarnya. Mencoba bus TransJogja, sekitar pukul 9.00 pagi bus berhenti dan kamipun turun di Malioboro yang masih rada sepi. Sambil menunggu pukul 10,00 kami ngopi di mcD Malioboro Mall dan SMS an dengan mas Herwinto. Yang sayang nggak sempat ketemu. Setelah jam 10 kami menuju took CD/kaset legendaries di Jogja Popeye, menyusuri gang sempit nan asri di samping Malioboro Mall yang langsung tembus ke Popeye. Setelah masuk hal pertama yang saya tanya adalah “mbak masih ada jual walkman?”. “O masih, ada tinggal 2 lagi” dan tampaklah 2 buah walkman merk Aiwa yang dihargai Rp 275,000. Sayapun beli 1 unit dan minta dicoba dulu. Ternyata walkman ini sudah tidak berfungsi dan dicoba 1 unit lagi dan lagi-lagi tidak berfungsi. Sesama Penjaga toko pun berdiskusi, dan lamat-lamat terdengar ucapan “janjane iki isih muter, ning ora iso muni”, mungkin karet  njerone wis nglokro, yen ora yo wis pedhot”. Tersenyum dalam hati saya mendengar dialog itu, ya barang udah lama nggak laku, ya rusak lah.

Sambil menunggu Aiwa tersebut diothak athik, saya lihat banyak perubahan yang terjadi. Sekarang isi dari Popeye kebanyakan adalah kaset Tari, Gendhing dan lawak Basiyo cs. Dan saya lihat kaset itu masih banyak yang membeli. Mungkin inilah strategi pintar Popeye dalam bertahan menghadapi lesunya penjualan CD akibat maraknya pembajakan serta pengunduhan music Digital.

Di Popeye

Di Popeye

Iseng-iseng saya bertanya apakah mas Herwinto sering main kesini?, mbaknya menjawab iya, beliau itu langganan disini, barusan mas Win sms ngasih tahu kalau temannya dari Jakarta mau datang beli walkman kesini. Apakah bapak dari Jakarta?, asma nya sinten?. Saya jawab nama saya danang. Tiba-tiba mbaknya membuka laci dan merogoh Walkman Sony yang ada tulisan pesanan mas Win. Kemudian mbaknya bilang ini kata mas Win, yang mau dibeli pak danang. Wah…..saya segera telp mas Win mengkonfirmas. Dan atas kebaikan mas Win walkman Sony itupun berpindah tangan ke saya bersama CD Gombloh dan CD Perspektif Tanda, matur nuwun mas Win.

Perjalanan kami teruskan ke sasaran berikutnya, Kaset bekas mBeringharjo. Hanya 1 penjual yang kami temui, dan kaset Rush & Queen yang saya cari hanya ada 3 kaset. Dan juga nemu 1 kaset Dream Express 4, kompilasi rock rilisan AR yang legendaris itu. Semuanya berpindah tangan seharga masing masing Rp 10.000. Hasil yang mengecewakan, Untunglah makan siang di mberingharjo cukup mengobati kekecewaan itu. Pecel yang isinya langka di Jakarta (Kembang Turi, Kenikir, Kecipir) dengan toping baceman puyuh menggoyang lidah, menenangkan hati.

Masih penasaran saya bertanya kepada penjual pecel dimanakah penjual kaset bekas?, diberi tahulah di lantai 3 pasar mberingharjo. Kamipun bergegas kesana. Namun yang kami dapati bukanlah penjual kaset bekas, namun penjual pemutar kaset bekas. Cukup banyak barang tersedia, mulai dari compo hingga tape deck komplit ada disana.

Sesampai dirumah, segera saya putar Dream Express melalui Tape deck Kenwood tua berumur 25 tahun yang masih berfungsi dengan baik.  Mengalunlah Cowboy (Three Dog Night) disusul Sea of Joy (Blind Faith).

Walkman belum saya gunakan, sengaja saya simpan untuk memutarnya di Kereta pada perjalanan kembali ke Jakarta tanggal 21April. Kombinasi Sony dan Sennheiser PX100  untuk memutar Rush The Spirit of Radio Greatest Hits, Queen greatest Hits II, Queen A Kind of Magic hingga Dream Express 4. Menggantikan tablet saya yang akan saya simpan rapat dalam backpack

Walkman nan nuansamatik

Walkman nan nuansamatik

 

Hasil buruan dan Kenwood

Hasil buruan dan Kenwood

 

Bekal perjalanan

Bekal perjalanan

Mungkin orang akan senyum-senyum melihat walkman ini, tapi yang jelas kombinasi desis dan musickQueen akan berusaha meredam deru angin dan bunyi rel yang beradu.

It’s A Kind of magic, It’s A Kind of magic, Magic, magic, magiiiiiiicccccccccccccccccccc

Lapsing Puncak Acara HUT TMII ke 38

April 20, 2013
image

Suasana danau yang indah dimana acara puncak digelar ...

image

Idris Sardi in prog

image

Sendra tari The Dark Side of the Moon dengan mengambil latar belakang kerajaan Singosari di tahun 1200. Episode lintang kemukus.

Akan disusul dengan liputan selanjutnya …


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 72 other followers