Archive for the ‘Event’ Category

A Trip to Nuansamatic Land

August 25, 2014

Hola …!

Insya Allah saya akan melakukan perjalanan ke “nuansamatic land”, Madiun, dan Klaten pada tanggal 30 Agustus sampai dengan 1 September 2014. Barangkali ada temen2 gemblungers yang ada di sekitar area situ ada waktu luang, kita bisa progring sederhana …he he he ..emangnya pernah ada progring yang glamour? Paling juga progring yang gilmour … he he he he ….

Tanggal 30 Agustus siang rencananya saya akan menghadiri undangan mantu temen saya, siang atau sore kulineran seputar Madiun dan malamnya cangkruk sama temen2 semasa remaja dulu. Tanggal 31 insya Allah akan silaturahim ke beberapa teman dan handai taulan sambil kulineran. Insya Allah kalau ada tebengan ke Magetan, saya mau nyambangi mas Andria yang sekaligus selamatan rumahnya yang baru dan keminclong. Setelah itu mau berkunjung ke Purwodadi, silaturahim dengan Pak Tawi, temennya ayah Didik Rudiono (sobat kecil saya). Sebenarnya saya ndak kenal pak Tawi. Namun kisah prog heroik beliau yang pernah bersepeda Madiun – Bandar Lampung saat usia sudah 70 tahun, menyebabkan saya ingin mengenal jauh beliau. Saya sudah telponan sama beliau saat itu dan semangat beliau gowes memang luar biasa. Makanya saya mau berguru ke beliau di PG Purwodadi. Kalau bisa, saya mau naik Colt biar nuansamatik pol. Sayangnya, haree genee udah gak ada lagi Colt seperti jaman dulu … ha ha ha ha …

Tanggal 1 September pagi, saya mau ngebis ke Klaten dari Madiun. Memang sengaja saya jadwalkan “harus” ke Klaten karena di situ ada sobat gemblung nan baik hati dan berjiwa prog serta berselera prog pula … ha ha ha ha … Sepertinya seharian kita akan membahas betapa njiyancuki tenan yang namanya Humanizzimo itu …. atau sama2 menikmati Numbers sambil kuliner The Lamia (konon …kata Koh Win, di Klaten ada kuliner kambing yang markotop … Dan saya akan diajak ke situ … Wis pokoke jiyan The Lamia pol! Kambing katanya bro Apec bisa menurunkan kolesterol …..maksudnya turun ke kaki semuanya … ha ha ha ha ha …. Kalau menurut saya, di kambing gak ada kolesterol karena kolesterol adanya di Prodia ….).

Insya Allah pukul 18:30 saya balik lagi ke Jakarta …. Tapi insya Allah sudah puas mrogring dengan mas Andria dan kemudian Koh Win …. Sebenernya ada rencana mau ke Malang juga … Namun karena di sana jiwanya masih Slayer dan belum terbuka untuk prog, maka saya ditolak hadir di sana ngadain progring …bolehnya metalring … Lha aku metal tahunya mung Rhapsody dan Kamelot, yo wis saya tangguhkan aja sampe kata “progring” tidak diharamkan di Malang ….. Atau, sebaiknya yang di Malang juga hadir di Klaten …sekaligus membuktikan guyubnya ….qiqiqiqiqiqiqi ….

JRENG!

 

Extended ProgRing #16

August 11, 2014

Gatot Widayanto

Sore hari tadi terima telpon dari bro Apec memberi kabar rencana beliau untuk mengais koleksi yang dijajakan di Blok M Square lagi. Maka tanpa pikir panjang saya langsung bergegas mandi menuju Blok M Square juga …kapan lagi ketemu Kolektor Analog , sekalian menyaksikan kebrutalan dalam mengakuisisi barang-barang yang dijajakan di lapak-lapak pada Basement Blok M Square. Maka dengan semangat baja saya juga nyusul ke TKP dengan menggunakan angkot dan metro mini. Dalam perjalanan, bro APec sempat SMS bahwa dia bertemu dengan mas Rizki Hasan yang juga berencana mengakuisisi barang analog di Basement. Saya langsung kirim SMS balasan HOLD agar mas Rizki ditahan dulu jangan boleh pergi sampe saya tiba. Setelah dilanda hujan super duper lebat dan sempat berteduh di mushalla Al Ikhlas di kawasan Gang Mesjid, akhirnya saya bisa nyampe juga di Blok M Square sekitar jam 19:00. Senang juga akhirnya saya bisa bertemu dengan bro Apec dan mas Rizki di Blok M Square ini ….. Kami akhirnya kongkow di Corelli sampai diusir sama mbaknya karena kafe harus tutup jam 20:15 tadi … ha ha ha ha ….

Asik banget kami bertiga ngobrol banyak hal termasuk tentang pertemanan di blog gemblung ini. Salah satunya yang penting adalah kami bertiga merasa rindu dengan munculnya kembali Mas Cosmic Eargasm yang sudah lama tak mengirim naskah posting dan juga tak lagi memberikan komentar. Semoga beliau dalam keadaan baik dan suatu hari kembali aktif lagi di blog gemblung ini. Kami rindu dengan bahasannya yang tajam tentang musik beberapa genre. Selain itu, kami juga rindu sama kehadiran mas Kristanto. Mungkin masih sibuk dengan pekerjaan. Tapi kami berharap segera kembali posting atau sekurangnya memberi komentar. Kami yakin temen2 di sini semua pasti juga rindu dengan mas Cosmic dan mas Kris. Kami berharap semuanya dalam keadaan baik. Aamiin. Selain itu kami juga mengobrol beberapa hal utamanya tentu musik, yakni Jaco Pastorius, Gino Vanelli dan berbagai jenis ulasan terkait kaset jadul.

Sekitar pukul 20:30 kami berpisah …. Puwas dah ketemuan tadi sore ….

Yang hari kerja pake kaos oblong pasti profesinya kenek ; bro Apec pake baju casual dan Mas Rizki berbatik ... Kelihatan siapa yang Boss ... he he he ... Tapi di blog gemblung ini semuanya bersatu-padu sebagai teman .... he he he he ...ssiiiip lah!

Yang hari kerja pake kaos oblong pasti profesinya kenek ; bro Apec pake baju casual dan Mas Rizki berbatik … Kelihatan siapa yang Boss … he he he … Tapi di blog gemblung ini semuanya bersatu-padu sebagai teman …. he he he he …ssiiiip lah!

Salam,

G

 

Lapsing ProgRing #16: Edisi Halal bi Halal

August 11, 2014

Hari Minggu 10 Agustus 2014 akhirnya terselenggara juga progring edisi halal bihalal yang sekaligus merupakan progring ke 16 (enam belas) yang diadakan di Jakarta, sebagai pengganti progring Ramadhan yang batal dijalankan bulan lalu. Pemicu terjadinya progring ini sebenarnya adalah karena adanya rencana kehadiran seorang Kolektor Analog dari Surobajul yang sudah kondang di blog gemblung ini yakni bro Arief Apec Bakhtiar yang kadang-kadang berprofesi sebagai dokter juga. Selebihnya adalah ya karena teknologi kebetulan belaka: kebetulan kok ya masih bulan Syawal, kebetulan kok ya hari Minggu, kebetulan kok ya banyak teman-teman yang bisa hadir dan tentunya satu hal yang tak ada kebetulannya: ada ijin dari Sang Pencipta Alam Semesta. Maka ….jadilah! Pukul 13:35 tepat saya menginjakkan kaki di bumi Blok M Square nan nuansamatik kemlitik zonder rheumatik dan dengan langkah tergopoh-gopoh saya menuju basement ke area pertemuan nan progresip bernama Corelli yang sekarang namanya semakin mencuat khususnya di kalangan progger; buktinya Indonesia Maharddika juga menggunakan kafe ini dalam salah satu kegiatannya. Sebenarnya saya tak perlu tergopoh-gopoh hanya karena telat lima menit karena biasanya hadirin progring memang suka belanja analog maupun digital dulu sebelum nangkring di Corelli bahkan sejam ata bahkan lebih sebelum acara digelar. Namun karena mas Hippie membalas sms saya bahwa beliau sedang cari parkir, maka saya mencoba secara sigap hadir di Corelli. Ternyata di Corelli sudah duduk nyenuk dua orang hadirin yang mulia, yang satu penggemar prog jadul yang ternyata saat ini sedang keranjingan neoprog (Rully Resa) dan yang satu lagu penggemar metal dan progmet tulen yang ternyata beberapa bulan lalu suka mendengarkan musik pop (bro Noor Qodri). Kami ngobrol bertiga sambil pesen kopi yang sayangnya kali ini Corelli menjadi Miss Apology karena ndak terima orderan pake es (istilah yang lazim digunakan : “kosong”; padahal gara2 engkoh pemiliknya lupa gak kirim es ke kafe …mungkin dia lagi halbil juga di mall lain ya … ha ha ha ha ….). Kali ini memang Corelli jan ndak prog blas …mosok es aja ndak punya. Opo ra ndesit kuwi jenenge? Dalam waktu relatif singkat terkumpullah sembilan orang (kloter pertama) yang menanti kehadiran sang Kolektor Analog dari Surobajul (yang konon mau berangkat ke Batavia aja bergetar hatinya meski sudah bekal mental dan sambal; demikian akunya via sms yang dikirim ke saya pagi hari kemarin). Sembilan orang tersebut adalah terpampang wajahnya disini atas kebaikan mas DananG meminjamkan kamera kerennya buat memfoto:

Sebelum kehadiran bro Apec

Sebelum kehadiran bro Apec: Rully Resa, Noor Qodri, GW, Indro Mpink, Hendrik Worotikan, Hippienov, Yuddi Kustiadi, DananG Suryono, Santo. Sembilan orang ya …. Kalau band mungkin apa ya yang anggotanya 9? Grateful Dead? Wah ndak prog ya … Apa dunk? Haggard? Kurang banyak karena personil Haggard 39 orang! Ha ha ha ha …wis embuh …

Sayangnya tak semuanya bisa hadir lama sehingga ada yang pamit dan bahkan gak sempet ketemu bro Apec yang hadir kemudian dengan membawa oleh2 khas Surabaya. SambelQ :

Kloter kedua, termasuk sebagian kloter pertama yang Sabar Menanti ....

Kloter kedua, termasuk sebagian kloter pertama yang Sabar Menanti ….: Dadi, Onny “Eyang Sosro”, DananG Suryono, Apec Bakhtiar, GW, Hendrik, Pramono, dan Hippienov.

Dan masih ada satu foto lagi yang menunjukkan empat orang The Last Samurai yang masih bertahan hingga pukul 19:00 (yakni: mas DananG, bro APec, mas Onny dan saya) . Foto akan dimuat dikemudian hari setelah menerima kiriman dari mas DananG: — This space is intentionally left blank — Seru juga progring kemarin karena memang sudah lama gak ketemu dan banyak yang udah lama gak ke lapak kaset yang berserakan di seputar basement. Mas Hippie termasuk yang cukup rajin blusukan nggolek kaset, selain tentunya bro APec yang memborong banyak PH , kaset dan CD sampai kopernya gak cukup memuat hasil jarahannya. Mesin ATM BNI pun terkuras habis diambil cash oleh bro Apec. Luar biasa! Paska progring, saya antarkan Juragan Analog von Surobajul ini makan kesukaannya yakni The Lamb Legs Down On Panglima Polim …alias Sop Sikil Wedhus. Saya juga baru tahu tadi malam bahwa bro Apec dan istrinya ternyata penggemar berat sop kaki kambing. Sedangkan bagi saya, hanya ada satu provider sop kaki kambing termaknyus di seantero jagad ini yaitu namanya IRWAN yang kalau malem jualannya di Panglima Polim seberang dari RS Bersalin Asih, seputar SMA PSKD. Dia jualan di sini kalau sore sampe malam sedangkan kalau siang jualannya di Jl. Barito. Wis to pokoke kalau menikmati sop kaki kambing IRWAN ini dijamin lupa kenikmatan lainnya termasuk nikmatnya The Judas Kiss nya The Flower Kings (kalau menurut Koh Win) atau nikmatnya What if God is Alone (kalau menurut mas Khalil) atau nikmatnya Aubrey Monica (kalau menurut Mr “K” Mad Man Moon Tawanggono sing lagi kepincut ora nate njedhus maneh …we all fall in love sometimes ….)…. ha ha ha ha ….. Kolesterol? Jangan takut …. Bro Apec bilang kalau makan kayak gini ini dijamin kolesterol malah turun! (maksudnya turun ke kaki ….karena yang njarem ya di kaki kiri dan kanan …. ha ha ha ha ha …). Wis pokoke enak tenan …lupakan kolesterol kalau makan sop kaki kambing karena kolesterol adanya di Prodia. Si penjual sop gak jualan kolesterol soalnya …. ha ha ha ha …. Selesai makan sop, saya sempat mengantar Bro Apec kembali ke basement Blok M Square hingga menjelang tutup jam 21:00 malam. masih ada juga beberapa lusin PH yang diembat bro Apec … Luar biasa! —- Singkat kata progring ini nunjek ulu ati seperti juga setiap progring yang digelar oleh blog gemblung ini. Seneng sekali dan rasanya waktu gak cukup juga … ha ha ha ha … Koh Win pun hadir lho … tapi Porcupine Tree “In Absentia” … ha ha ha ha ….. Gak pa pa gak hadir secara “Physical Graffiti” namun rajin memonitor jalannya progring melalui SMS karena pagi2 beliau sudah sibuk meng SMS saya tentang progring ini. Juga Pak Alfie yang rajin SMS meski gak hadir karena recovery dari sakit beliau yang kecelakaan di bulan April dan Mei lalu. Semoga pak Alfie lekas sembuh ya pak … Aamiin. Meski gak hadir, kami merasakan kehadiran Bapak.  Yang kemarin adalah Gentle Giant “The Missing Piece” adalah Mr “K” Mad Man Tawanggono …. nggak tahu saya, kok belakangan ini ngguweblas ilang gak berjejak ….apa sedang merancang The Long and Wedding Road …. ya? Kok ujug2 mak jedhandhut ngilang …. Ra ketang SMS yo ra ono …embuh ki …opo kurang dijalu yo? OK temen2 …selamat bekerja ya … I love Mondays!!! Peace on earth and mercy mild … Tambahan foto (diedit 8 Agustus 2014)

Sebagian kecil dari PH dan rekaman analog dan digital lainnya yang diakuisisi pak dokter Apec ... Mantab!

Sebagian kecil dari PH dan rekaman analog dan digital lainnya yang diakuisisi pak dokter Apec … Mantab!

Indro Mpink, Hendrik, Hippie dan Dadi

Indro Mpink, Hendrik, Hippie dan Dadi

Ekspresi ceria dan gayeng ....

Ekspresi ceria dan gayeng ….

Mrogring sambil menikmati oleh2 dari Surabaya ...

Mrogring sambil menikmati oleh2 dari Surabaya …

Senenmg sekali saya mendapatkan tujuh kaset nuansamatik ini terutama Rainbow rekaman Perina yang merupakan kaset dimana saya kenal Rainbow dan juga ada LZ rekaman Nirwana. Nuansamatik pol!

Senenmg sekali saya mendapatkan tujuh kaset nuansamatik ini terutama Rainbow rekaman Perina yang merupakan kaset dimana saya kenal Rainbow dan juga ada LZ rekaman Nirwana. Nuansamatik pol!

ProgRing Edisi Halal bi Halal: 10 Agustus 2014

August 5, 2014

Halo temen2 … Insya Allah kita ketemuan di progring edisi halal bihalal hari Minggu, 10 Agustus 2014 ba’da Dzuhur ya … jam 13:30 di Corelli, Blok M Square. Bro Apec akan hadir juga.

Sampai jumpa …..!!!

Supir Truck Progressive

July 13, 2014

Noviar Hidayat

Ini adalah foto dari FB nya bro Noviar yang saya upload di sini…. Top tenan supir truck ini! Malang gitu loh …!

Yess di truck

Salam,

G

Marhaban Ya Ramadhan

June 27, 2014

Gatot Triono

Marhaban Ya Ramadhan

-

 

Mini Progring “Akbar” di Surabaya

June 22, 2014

image

Alhamdulillah barusan aja selesai mini progring bersama Koh Win,  bro Apec dan bro Sony. Penghargaan setinggi-tingginya kepada Koh Win yang semangat silaturahimnya luar biasa sampai melakukan safar dari Klaten ke Surabaya untuk pertemuan penuh makna ini. Tersentuh saya dengan perjuangan dan semangat Koh Win ini. Salut dan huwebaaat! Semoga Tuhan membalas kebaikan Koh Win ini dengan pahala yang melimpah.

Tentu juga buat Bro Apec sebagai tiab rumah yang rela dan ikhlas mengantarkan kita ke lokasi progring,  semacam Corelli nya Surabaya yang pisang bakarnya mak nyus tenan. Suwun sanget njih,  pak dokter. Sambutan yang luar biasa….!

Salam dari bandara Juanda,
GW

A Call for ProgRing #16 “Marhaban Yaa Ramadhan”

June 8, 2014

Halo temen2 gemblungers …

Saya diingatkan oleh mas Rizki beberapa minggu lalu bahwa kita perlu mengadakan satu kali lagi progring sebelum memasuki Ramadhan. Saya langsung setuju karena memang ciri khas gemblungers ini adalah keguyuban dalam berteman sehingga untuk meningkatkan guyub diantara kita maka perlu bertemu lagi. Sekurangnya saya priibadi sangat rindu ber”nilai-muka” dengan penghuni blog ini baik yang suka muncul dalam komen maupun secret readers yang tak pernah nongol dalam lantunan komentar …monggo rawuh … Saya juga perlu minta maaf atas semua kesalahan tutur kata maupun tindakan dengan temen2 semuanya dan rasanya baru “DHENG” rasanya (kayak Firth of Fifth” aja bila bisa secara langsung ber “Wish You Were Here” ria dengan teman3 semuanya …

Masalahnya adalah, kapan?

kalau liat kalender sebenernya masih ada dua hari sabtu yakni tanggal 14 dan 21 Juni 2014. Saya sendiri juga masih bingung menetapkan mana yang paling pas mengingat klien saya juga memerlukan saya datang lagi ke Surabaya pada akhir pekan sebelum ramadhan. sayangnya mereka belum berhasil menetapkan tanggal karena kesibukan mereka juga. Namun rasanya kalau tanggal 14 Juni ini kemungkinannya (menurut saya) kecil sehingga, bagaimana kalau saya usulkan Sabtu, tanggal 14 Juni 2014?

Pertimbangan saya:

  1. Sudah lama sekali kita tak jumpa lagi setelah gala progring di bulan Maret lalu
  2. Insya Allah klien saya tak menetapkan tanggal 14 saya harus ke Sby
  3. Mas Kukuh, bro Apec, mas Andria, mas Edi, mas wahyu dan lainnya yang berada di luar Jakarta masih sempat pesen tiket buat ke Corelli.

Bagaimana temen2? Monggo dikomentari …

 

A Call for Mini ProgRing in Surabaya?

June 4, 2014

JrèNg!

Atas doa bro Apec dan temen2,  insya Allah besok pagi jam 6:10 saya mabur ke Surabaya untuk sebuah pekerjaan,  apalagi kalau bukan tentang corporate culture?, sampai dengan Jumat sore. Sengaja saya ambil penerbangan Sabtu siang biar Jumat malem bisa mrogring bila temen2 di daerah Jatim luang. Kalau gak bisa ya gak papa …hanya kebangeten aja ….ha ha ha ha …. Gak kok …saya maklum karena mendadak baru kemarin saya putuskan. Tadi malam saya dapet kabar bahwa mas Edi Apple Santoso yang ngeprog abis itu rencananya juga akan ke Surabaya. Whooooaaaa…. semangat aku. Siapa tahu mas Kukuh TawAnggono juga kebetulan hari Jumat siang kulakan kain di Pasar Turi sehingga malemnya sekurangnya ada tiga gemblungers insya Allah kumpul . Bro Apec nampaknya lagi piket malam ….jadi belum pasti. Namun saya siap kalau progringnya sampe dinihari ….mumpung di Surabaya.

Insya Allah juga saya tak akan hunting kaset karena sudah banyakbutabg review album prog. ..jadi ya mau fokus ngeprog dulu aja sementara. Namun rasanya bro Apec sudah cari kardus Indomie buat ngepak kaset koleksinya yang akan dihibahkan ke saya. Alhamdulillaaah ….

Kasih kabar ya mas Kukuh,  mas Edi,  bro Apec bila jadi mrogring …… Kalau gak bisa pun ndak papa kok. Mafhum sekali kok ….

Salam

The Beatles: A Grammy Salute

June 1, 2014

Budi Putra

Tret ini dipicu karena tayangan Net tv, The Beatles: A Grammy Salute. Karena acara ini beberapa teman nyempetin diri untuk sms dan BBM bunyinya, “Woi, bitel tuh di Net”…”Bitel mas bro di net…jangan dilewatin…kualat entar! “Bitel enggak ada matinye! Liat di net tv bro”…demikian sekian sms dan BBM yang saya terima. Rupanya teman-teman ini masih belum bisa melupakan The Beatles walau ngakunya lebih suka prog, jazz, reggae, blues, dan metal. Tapi untuk The Beatles sepertinya ada pengecualian.

beatles

Sebenarnya ini siaran ulang yang sebelumnya pernah ditayangkan di stasiun yang sama. Pada acara ini ditampilkan sejumlah grup dan penyanyi ternama dari berbagai genre. Mereka membawakan nomor-nomor hits The Beatles seperti “Yesterday, “Here Comes The Sun”, hingga Ringo Starr dengan “Yellow Submarine”, “Boys”. Paul McCartney yang tak kehilangan energi mudanya ikut melantunkan “Get Back”, “I Saw Her Standing There”, kemudian duetnya bersama Ringo dan penyanyi pendukung lainnya dengan menyanyika “Hey Jude” sebagai sesi penutup. Weih, bener-bener keindahan sempurna malam ini bersama dua orang personil band legendaris yang masih hidup. Nampak Yoko Ono yang berada dibarisan terdepan penonton dengan kacamata bulat khas John Lennon sambil bertepuk tangan dan berdansa mengikuti irama lagu. Acara ini memang sengaja digelar untuk memperingati 50 tahun The Beatles. Dengan tampilan grup dan penyanyi dari berbagai generasi (bahkan Dave Grohl-Foo Fighter membawa serta
putrinya) acara ini sangat menarik untuk disaksikan. Setting panggung yang indah dan tampilan back ground foto-foto serta gambar para personil The Beatles semasa muda dulu. Sungguh kemasan acara ini berhasil membawa penonton memasuki masa-masa indah dan kenangan saat bersama sang legenda. Maka tak mengherankan lagu-lagu yang dinyanyikan begitu antusias diikuti para penonton dengan bernyanyi bersama.

Ngomongin The Beatles memang enggak ada habisnya. Tak lekang dimakan jaman. Lagu-lagunya abadi sepanjang masa. Kata teman, The Beatles itu ibarat bunga edelweis, bunga abadi di pegunungan yang hanya muncul di bulan-bulan tertentu dan kerap menjadi oleh-oleh bagi para pendaki yang sampai ke puncak. Ingatan saya juga masih lumayan kuat mengingat grup dan sosok para personilnya mulai dari Lennon, McCartney, George, Ringo. Bagaimana tidak, karena The Beatles-lah cinta pertama saya dalam mengenal musik ngak, ngik, ngok…musiknya wong londo yang dikekang oleh Bung Karno pada jaman revolusi dulu. Berkat The Beatles pula uang SPP 2 bulan melayang karena tergiur beli double kaset plus bonus booklet terbitan AR record yang top markotop…hehehe. Kala itu, mendengarkan The Beatles seperti mengejar dan kemudian mendapatkan cewek idaman. Karena keindahan musik, lirik dan lagunya bak mewakili isi hati yang paling dalam. Coba saja dengerin ” And I Love Her”,
“Michelle” “Girl” “Anna”…..ketika hujan turun rintik-rintik…indah, indah nian.

Semasa SMP dulu, teman-teman di kelas baik yang laki-laki juga perempuan semua suka The Beatles. Kalo ada yang enggak suka kita musuhin bareng-bareng…hehehe. Bahkan, beberapa teman juga ada yang meniru gaya dan tampilan rambut yang dimirip-miripin model rambut para personilnya. Mungkin karena masih SMP yang wajahnya masih imut-imut maka jadi pantes-pantes aja. Bahkan teman sebangku, Herry Maulana, wajahnya sangat mirip Ringo Starr. Karena kegemaran tersebut tak heran bila kelas kami dulu dijuluki sebagai “Kelas The Beatles”. Pernah ada kejadian karena kami selalu bising bila tak ada guru pengajar yang absen…nyanyi-nyanyi, pukul-pukul meja, gosipan, dan kehiruk-pikukan lainnya…ya, mirip-mirip bonbin dah! Kemudian ada guru pengganti yang masuk kelas kemudian mendaulat saya dan teman untuk menyanyikan lagu The Beatles. Tak membuang waktu saya dan teman langsung menyanyikan “I Saw Her Standing There” yang kemudian membuat heboh seisi kelas dan dikelas
lainnya. Jadi setelahnya semakin kuatlah julukan “kelas The Beatles” bagi kelas kami. Memang dimasing kelas punya julukan masing-masing. Ada kelas Rolling Stones, Helloween, Sex Pistols, dll. Wah seru deh, kalo lagi jam istirahat ngumpul di kantin masing-masing kelompok/kelas ngomongin band kegemarannya sambil makan bakwan dan es sirup warna-warni. Fenomena The Beatles bukan hanya terjadi di kelas/sekolah kami saja. Di kampung dan di jalan-jalan banyak sekali coretan-coretan terkait band ini yang banyak ditemui di sepanjang jalan Cidodol Raya, Permata Hijau hingga jalan menuju sekolah di SMP 185 Kemandoran Utara, Senayan. Tulisan seperti Mat Bitel, Beatles Forever, Bharata Band Fans Club, Bitel Enggak Ada Matinye! (BEAM!), hingga nama-nama para personilnya seperti Lennon Boys, Ringo’s and Friend, dan lainnya.

Fenomena The Beatles memang mengharu biru generasi muda pada saat itu tak terkecuali kami. Kini, walau sudah sekian tahun bubarnya The Beatles namun keberadaannya selalu dinanti. Lagu-lagunya tetap abadi dan selalu kontekstual dengan kondisi yang ada saat ini. Wah, jadi pengen nyetel The Beatles nih…jreng!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 144 other followers