By: Herman
Menikmati akustik ruang konser
Awal Kenal Aula Simfonia
Melalui browsing di internet tentang Teater kira2 sebulan yang lalu saya dapatkan 2 informasi baru bagi saya. Yang pertama, Teater Kecil Taman Ismail Marzuki telah direnovasi menjadi teater modern.
Kedua, ada teater baru bagi saya: Aula Simfonia Jakarta (ASJ), padahal sudah dibuka sejak 2009.
ASJ merupakan teater untuk pertunjukan music klasik secara teratur, setidaknya dua bulan sekali, dan dirancang dengan akustik ruangan untuk pertunjukan tanpa sound system. Terdorong keinginan menikmati akustik ruangan ASJ, melalui informasi website ASJ telah membawa saya nonton pergelaran di ASJ, tanggal 26 Mei 2013 dari pukul 17.00 sd 19.30.
Setelah beli tiket dengan pelayanan yang baik kita masuk ruang pergelaran pukul 16.45.
Kesan pertama interior ASJ adalah klasik karena adanya patung2 yang ada dinding. Di arah ujung dari pintu masuk tampak seperti ornament interior berbentuk garis berderet merupakan deretan pipa2 organ yang konon ada3000-an pipa dengan berat total kurang lebih 10.000Kg.
Di dalam aula sudah banyak penonton yang kebanyakan sedang mengagumi suasana interior dan ber foto-foto. Ada yang motret gedungnya ada juga yang berfoto dengan latar belakang suasana interior gedung yang mengesankan tersebut. (Selama pertunjukan berjalan tidak diperbolehkan motret) Lantai, dinding, ruangan semua berlapis kayu, sampai tempat dudukpun dari kayu dengan bantalan tipis. Pencahayaan-nya fixie, artinya ya seperti itu dari awal baik sebelum pertunjukan maupun selama pertunjukan sampai selesai.
Menikmati Akustik Ruangan
Tepat pukul 17.00 pertunjukan dimulai dengan nomor pembuka solo piano karya Chopin dimainkan oleh Gloria Teo (18 tahun).
Mengalunlah denting piano dengan bening melalui permainan yang piawai…Saya merasakan akustik ruangan yang bagus …. suara piano itu begitu bening dan nyata, dari denting yang lembut sampai yang menyentak …. saya ingin mengatakan ini seperti mendengarkan music piano dari sound system yang terbaik….saat itu logika saya berkata :jadi sound system yang baik itu adalah musik live dengan akustik yang prima tanpa sound system….hahaha…..
Kalau dalam pertunjukan music salah satu tolok ukur kepuasan adalah dari sound system maka di Aula Simfonia kepuasan adalah pada akustiknya yang membuat semua suara dapat didengar dengan baik.
Nomor ke dua adalah masih solo piano yang enak didengar, kesannya lucu..sesuai judulnya : The Cat and The Mouse.
Nomor ke 3 adalah Piano Cocerto, permainan piano oleh Indah Lestari diiringi orchestra lengkap. Nomor ini terdiri dari 3 Bagian : Allegro-Andante-Allegro dengan total durasi 19 menit. Dari awal music berbunyi saya pejamkan mata, saya ingin merasakan saat masuknya piano. Saya tidak kenal lagu ini tetapi begitu mendengarkan permainan piano masuk dengan bening serta melodinya indah wah.. benar2 menusuk kalbu…. melodinya rada ngeprog setidaknya penggemar musik prog pasti mudah familiar dengan melodi seperti itu ….disini akustik ruangan lebih terasa kehebatannya…semua suara dapat terdengar dengan nyata . Bagian pertama musiknya dinamis dan ekspresiv sepanjang kurang lebih 7 menit. Kemudian dilanjutkan bagian kedua yang lembut romantic sepanjang kira kira 6 menit dan diakhiri bagian ke 3 kembali dinamis sekitar 5 menit. Terasa sekali nikmatnya akustik ruanngan ASJ, semua warna suara alat music bisa kita dengar dan rasakan . Suara string ( biola), Cello, kontra Bass yang kadang dibetot kadang di gesek , clarinet, tympani maupun crash semuanya terdengar jelas dan natural. Dari sisi musiknya, piano Concerto ini menurut saya adalah lagu paling enak dinikmati sepanjang pertunjukan hari itu. Lagu ini mengingatkan saya kepada Musik Rick Wakeman, klasik tapi tidak kalah ekspresif dari music RW yang sudah Progclaro.
Setelah jeda 15 menit pertunjukan selanjutnya adalah Symphony karya Felix Mendelssohn. Ada 2 nomor : The Hebrides Overture dan Symphony No 4 in A Major Op 90. 2 Nomor ini cukup panjang, total durasi kurang lebih 30 menit. Sesi music Symphony ini saya nikmati dengan mengikuti gerakan conductor Dr. Stephen Tong yang juga perancang ASJ ini. Sebagai conductor Dr. Stephen Tong sangat menghayati semua detil musik yang dimainkan sehingga gerakannya mengalir menyatu dengan irama musik yang dimainkan. Setiap gerakan pas dengan ketukan. Yang saya suka pada saat musik :Jreng! Gerakan tangannya seperti meninju dengan kepalan terbuka…..dan selalu pas. Musik yang begitu panjang saja sang dirigen hafal…saya fikir musik apapun mudah bagi beliau untuk memahaminya, termasuk progclaro…Tetapi musik yang panjang ini bisa menjebak kita untuk mengantuk, apalagi bagian2 yang terlalu lembut….Dulu saya suka mengantuk pada bagian2 yang lembut…tetapi kemarin di ASJ sepertinya ada saja yng bisa diperhatikan sehingga terhindarlah dari acara mengantuk…hehehe…memamng musik klasik apalagi Symphony yang panjang lebih baik kita nonton yang lagunya kita kenal dan yang iramanya yang agak rancak…..Sebagai informasi Agenda ASJ bulan July mendatang ada konser dengan salah satu nomor yang dimainkan karya Smetana ( Ma Vlast Modau) yang mungkin sudah banyak yang kenal, karena ada di kaset Yess albumnya Ekseption “Back to the Classic” side A nomor 1.
Selama di Jakarta seingat saya pernah beberapa kali nonton pertunjukan music klasik salah satunya pada tanggal 31 Agustus 1995 di ruang pertemuan balai Sidang Jakarta. Rasa puas mengiringi perjalanan pulang hari itu ….ada rasa bangga juga karena Jakarta akhirnya punya fasilitas sebagus itu, bisa mensejajarkan dengan kota besar negara2 lain.
Mudah 2an ASJ juga menghidupkan kembali Radio FM klasik yang dulu pernah ada di Jakarta sehingga semakin memberi pilihan bagi penikmat music baik melalui pertunjukan maupun melalui radio ….
Salam,…Herman.













































