Archive for the ‘Event’ Category

The Only Thing I Need …

April 2, 2014

Rizki Hasan

UK1

Artikel ini saya tulis sebagai wujud kekaguman saya yang terus menerus terhadap super group UK dan juga sebagai lanjutan dari artikel yang saya pernah tulis di tahun 2012 (“Dream Comes True”) dan pertengahan tahun 2013 (“Tale of Two Drummers”).

LONG AWAITED REUNION

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, UK merupakan salah satu band yang paling ditunggu reuninya oleh para penggemar musik progressive. Sejak tahun 2011, Eddie Jobson berhasil mengajak beberapa rekannya di UK untuk mewujudkan tur konser reuni yang berlanjut hingga sekarang.

Yang menarik dari tur konser ini adalah penggunaan musisi yang berbeda beda, dengan pengecualian Eddie Jobson dan John Wetton. Pada tur yang pertama, UK menggunakan dua musisi luar yaitu gitaris Alex Machacek dan drummer Marco Minneman. Kedua musisi tersebut sebelumnya sudah pernah bermain dengan Eddie di band UKZ dan proyek musik Ultimate Zero. Mereka merupakan musisi-musisi generasi baru yang sering terlibat dalam berbagai proyek musik jazz rock and progressive. Konser ditahun 2011 tersebut diberi judul UK Reunion dan berlangsung dibeberapa kota di Amerika Serikat dan Jepang. Sebagian besar lagu-lagu yang dimainkan berasal dari album pertama dan sisanya sekitar lima lagu dari album Danger Money ditambah dua lagu milik King Crimson.

Selanjutnya tur kedua dilakukan di tahun berikutnya dan diberi judul Night After Night 2012. Konser ini berlangsung di tempat yang lebih banyak lagi meliputi kota-kota di Amerika Serikat, Canada, Jepang dan Eropa. Khusus untuk di Amerika dan Jepang, Eddie dan John bermain bersama drummer Terry Bozzio dan konser ini merupakan konser reuni musisi orisinil album Danger Money. Sesuai dengan formasi ini lagu-lagu yang dimainkan terutama berasal dari album Danger Money dan Night After Night ditambah lagu Thirty Years dari album pertama dan lagu Fallen Angel milik King Crimson. Di Eropa, formasi berubah kembali menjadi berempat dengan menggunakan kembali Alex Machacek dan masuknya drummer asal Inggris – mantan band Level 42, Gary Husband.

Tur ketiga yaitu di tahun 2013 menampilkan kembali formasi album Danger Money ditambah dengan gitaris Alex Machacek. Tur ini diberi judul Azure Seas Tour berlangsung di tiga tempat, yang pertama adalah diatas kapal pesiar sebagai bagian dari acara festival musik progressive yang dikenal sebagai festival musik Cruise To The Edge (menampilkan band/artist musik seperti YES, Steve Hackett, Carl Palmer Legacy Band), dan yang kedua dilakukan di kota Miami dan terakhir di kota Panama City.

Tur ini kemudian langsung dilanjutkan ke beberapa kota di kawasan timur Amerika Serikat serta Canada dan diberi judul yang beda yaitu East Cost Tour. Formasi bandnya juga berbeda karena untuk posisi drummer diisi oleh drummer terkenal lainnya, Virgil Donati (Planet X/session),

Masih ditahun yang sama, menjelang akhir tahun Eddie dan John bergabung lagi dengan Alex dan Marco dan mengadakan satu konser spesial di Jepang dimana mereka memainkan lagu lagu dari ketiga album UK secara lengkap ditambah satu lagu yang belum pernah dikeluarkan secara resmi.

Dalam beberapa hari lagi di tahun 2014 ini, dengan formasi John, Eddie, Alex dan Virgil, UK akan kembali beraksi di festival musik progressive Cruise to The Edge 2014 bersama artist/band legendaris lainnya seperti YES, Marillion, Steve Hackett, Queensryche, Tangerine Dream, PFM, Patrick Moraz, SAGA, dan juga band baru seperti Stick Men.

 

SECOND CHANCE

Saya sangat beruntung dan bersyukur dapat menonton UK untuk kedua kalinya yaitu ketika band tersebut tur di tahun 2013 di kota Miami.

Beberapa hal yang telah mendorong saya untuk menempuh perjalanan jauh sekali lagi, antara lain pertama karena rasa penasaran ingin melihat lagu-lagu UK dimainkan dengan formasi empat orang, kedua adalah karena termakan berita bahwa tur tersebut kemungkinan besar akan merupakan yang terakhir untuk formasi musisi orisinil album Danger Money, dan ketiga rasa kuatir bahwa reuni tidak akan terjadi lagi mengingat masing-masing musisinya mempunyai karir lain yang lumayan sibuk. Seperti diketahui, John aktif tur keliling dunia dengan band Asia disamping solo karirnya sendiri. Terry juga sama, aktif melakukan klinik drum/konser solo drum, menjadi host website Drum Channel dan terkadang menjadi drummer untuk proyek artis musik lain.

 

Terus terang ketika mengetahui formasi berempat ini, saya belum dapat menggambarkan lagu lagu yang akan dibawakan, apakah lebih banyak lagu dari album pertama yang memang dimainkan secara kwartet atau bahkan lagu lagu lain diluar album UK seperti lagu-lagu dari band UKZ ataupun lagu dari proyek Terry bersama Alex di band Outtrio dan BPM (Bozzio Preinfalk Machacek). Semuanya masih serba mistery, namun apapun yang nanti akan dimainkan, pasti akan membuat saya terpesona … I can feel magic is in the air.

 

Menurut saya, dalam hal konser UK mempunyai beberapa kelebihan. Pertama adalah terkait dengan usia bandnya yang singkat yaitu sekitar dua tahun dimana jumlah lagu yang hanya tujuh belas. Hal ini memberikan peluang yang lebih besar buat UK untuk dapat memainkan semua lagunya ketika konser. Sebagai perbandingan, bayangkan band lain seperti YES dan Genesis yang memiliki ratusan lagu namun hanya bisa memainkan sebagian kecil saja, bahkan seringkali beberapa lagu terpaksa dimainkan secara medley.  Terbatas jumlah lagu tersebut juga membuat para musisi serta penonton mudah untuk menghafal lagu-lagunya. Selain itu, jumlah lagu yang terbatas memberikan kesempatan untuk dapat memainkan lagu-lagu tambahan yang bisa menjadi elemen surprise seperti yang pernah dilakukan dikonser tahun sebelumnya dimana mereka memainkan lagu Fallen Angel milik King Crimson. Kelebihan lainnya adalah penonton yang datang bukan hanya penggemar band ini, tetapi juga penggemar dari para musisinya yang masing-masing mempunyai karir sukses.

 

Pertunjukan berlangsung tanggal 29 Maret 2013 di gedung Grand Central yang sebelumnya merupakan bekas stasiun kereta api. Melihat luasnya, saya perkirakan gedung ini dapat memuat sekitar 500 orang lebih, meskipun untuk konser UK, jumlah kursi yang disediakan hanya untuk sekitar 100-150 orang.

 

Berikut ini adalah ulasan ringkas mengenai konsernya yang saya bagi menjadi empat bagian:

Part 1 – Meet & Greet

Saya bersama istri datang lebih awal ke gedung pertunjukan karena ingin mengikuti acara soundcheck/meet and greet yang dijadwalkan jam lima tiga puluh. Acara seperti ini memberikan kenikmatan tersendiri karena dapat menyaksikan mereka berlatih, bertemu dan berbincang-bincang, berfoto dan juga berkenalan dengan sesama penggemar band ini. Ketika sampai di gedung tersebut sekitar jam lima, suasana diluar terlihat masih sepi dan pintu gedung belum dibuka. Guna menghindari teriknya panas matahari dijam tersebut, saya dan istri berdiri menunggu dibawah bayangan gedung dekat salah satu pintu keluar bersama beberapa orang lain.  Secara samar samar terdengar suara musik yang sangat saya kenal dari dalam gedung, tanda band sudah ada dan sedang berlatih.

 

Ketika masih menunggu tersebut, secara tidak disangka sangka, Alex Machacek keluar gedung dekat pintu saya berdiri.  Wow … benar-benar suatu keajaiban, tidak salah kalau kota Miami memang dijuluki Magic City. Tanpa ragu saya menghampirinya dan memperkenalkan diri.  Saya pertama kali mendengar gitaris jazz rock ini melalui album Delete and Roll milik band BPM ditahun 2002.   Berbadan tinggi, Alex adalah sosok yang ramah dan menyenangkan. Ketika saya menanyakan bagaimana konser UK ketika bermain di kapal pesiar, dia berkelakar bahwa mereka bermain parah dan malam ini sepertinya akan lebih parah lagi.  Saya pun tertawa karena tahu bahwa itu tidak benar dan bahkan saya yakin apa yang mereka mainkan nanti pasti akan tetap memukau.

 

Tidak lama kemudian terlihat mulai banyak orang yang berdatangan, oleh karenanya saya dan istri bergegas menuju luarnya pintu masuk untuk membentuk antrian. Waktu terus berlanjut dan terlihat antrian semakin panjang.  Matahari masih bersinar terang, dan meskipun sudah lewat jam enam, pintu masuk belum dibuka juga, padahal acara Meet and Greet seharusnya dimulai jam lima tigapuluh. Karena masih harus menunggu, para pengunjung yang saya perkirakan berusia disekitar 30-40an terlihat saling berkenalan dan berbagi pengalaman. Salah satu pengunjung yang sudah lama tinggal di Miami bercerita bahwa dahulu daerah tempat konser ini merupakan tempat yang rawan. Dia juga bilang keterlambatan merupakan hal yang sudah biasa di Miami.  Terdapat juga pengunjung yang mempunyai kesibukan sendiri, salah satunya yang membuat saya tersenyum adalah seorang guru Inggris yang datang membawa pekerjaannya.  Sambil menunggu, dia mengeluarkan kertas kertas yang ternyata adalah hasil karangan murid-muridnya untuk diperiksa.  Diantara para pengunjung tersebut, terlihat beberapa orang saya kenal sebagai penggemar setia Eddie (dikenal sebagai Zealots) yang hampir selalu menonton konsernya dimana saja.

UK2

Gambar 1: Grand Central – Day and Night View

Sekitar jam enam tiga puluh, akhirnya waktu yang ditunggu tiba dan pintu masuk pun dibuka.  Meskipun lega akhirnya bisa masuk, yang sempat menjadi pikiran saya adalah menjadi pendeknya waktu Meet and Greet karena keterlambatan tersebut.  Berdasarkan jadwal di tiket, konser akan dimulai jam tujuh, jadi waktu pertemuan ini hanya akan berlangsung tiga puluh menit saja.

UK3

Gambar 2: Keyboard and Drums Set Up

Memasuki ruangan tersebut, langsung terlihat pemandangan John dan Terry sedang warm up sekaligus berlatih diatas panggung dengan alat musiknya masing-masing.  Suara bass John terdengar mantap dan sangat sesuai untuk jenis musik rock, sementara Terry menampilkan groove yang enak didengar.

 

Tidak lama kemudian Eddie dan Alex bergabung dengan mereka dan berlatih bersama, memainkan potongan dari beberapa lagu, antara lain In The Dead of Night, Caesar’s Palace Blues dan Carrying No Cross.  Seperti konser reuni tahun sebelumnya, peralatan keyboard Eddie terlihat sederhana, hanya berupa dua keyboard yang didukung dengan tiga komputer Apple.  Sementara Terry menggunakan set drum yang hampir memenuhi panggung karena terdapat empat bass drums dan cymbal yang banyak serta gong besar.  Perlu dicatat bahwa set-up drum ini tergolong kecil dibandingkan yang biasa digunakan untuk solo konsernya.

 

Setelah latihan, keseluruhan musisi UK, kecuali Terry yang masuk ke dressing room, turun panggung menghampiri dan menyapa para pengunjung yang menyambut mereka dengan penuh antusias. Suasana pertemuan ini terasa akrab, mereka memberikan kesempatan kepada para pengemarnya untuk berfoto, mendapatkan tanda tangan, dan berbincang-bincang.  Eddie  terlihat yang paling bersemangat berdiskusi dan meladeni satu persatu pertanyaan yang diajukan.  Dia juga sering berkelakar, seperti ketika melihat beberapa orang menangis terharu ketika menonton pertunjukan UK di kapal pesiar, Eddie bilang bahwa sebenarnya mereka menangis lebih karena harga tiket yang mahal, ditambah cuaca panas dan makanan yang mungkin tidak sesuai. Dia juga berkelakar bahwa dirinya sering dianggap sebagai spesialis pemain pengganti, seperti kita dia ditawari menggantikan posisi Jean Luc Ponty di band Frank Zappa, Brian Eno di Roxy Music dan juga posisi Rick Wakeman dan Tony Kaye di YES.

 

Acara meet and greet ternyata berlangsung lumayan lama, tidak terasa waktupun sudah jauh melewati jadwal konser semula.  Sekitar jam delapan kurang, para musisi masuk ke dressing room, dan para penonton kembali ke kursi masing-masing, menunggu sambil berharap persiapan di dressing room tersebut tidak akan berlangsung lama.  Saya dan istri beruntung mendapat tempat duduk paling depan dan diposisi tengah.

 

Part 2 – Opening and the longs

Jam delapan lewat, sebagian lampu padam dan langsung disambut dengan sorakan penonton yang meriah. Mulai terdengar suara dentuman berulang-ulang mirip suara bass yang sepertinya dihasilkan dari komputer/keyboard. Dengan iringan suara tersebut, terlihat keempat musisi yang semuanya berpakaian warna hitam naik ke atas panggung secara bergilir  dari samping kanan dan kemudian menempati posisinya masing-masing.  Suara dentuman tersebut menjadi semakin jelas dan tidak lama beralih ke suara bass yang ternyata merupakan intro dari lagu In the Dead of Night.  Berbeda dengan konser tahun sebelumnya yang memakai lagu Alaska sebagai lagu pembuka, lagu ini dipilih mungkin karena ingin langsung menampilkan permainan Alex Machacek.  Lagu ini dimainkan dengan penuh energi dan langsung menghentak membuka suasana malam tersebut.  Keempat musisi terlihat sangat gagah dengan masing-masing instrumentnya.

 

Seperti di albumnya, lagu ini langsung disambung dengan lagu By the light of Day yang dimainkan secara bertiga (Alex menghilang ke balik panggung) dan menampilkan solo Eddie dengan biola berwarna biru (Eddie memiliki beberapa biola dengan warna yang berbeda dan ditampilkan secara bergantian di konser ini). Masih bagian dari In the Dead of Night, lagu berikutnya, Presto Vivace Reprise, kembali dimainkan secara berempat.

 

Selanjutnya adalah lagu Nevermore.  Lagu ini termasuk lagu yang paling saya tunggu, karena selain duet solo gitar dan keyboard yang memang menjadi highlight dari lagu tersebut, saya tertarik sekali mendengar bagaimana lagu ini akan dibawakan oleh Terry. Sepengetahuan saya, lagu ini belum pernah dimainkan Terry. Saya sangat suka bagaimana Terry dapat membuat lagu lagu yang dulu dimainkan oleh Bill Bruford menjadi lebih menarik dan mantap didengar – apalagi ditambah dengan beberapa ciri khasnya seperti penggunaan double bass drums dan permainan cymbal yang lebih bervariasi.

 

Sesuai harapan,  duet  solo keyboard dan gitar dibawakan secara mempesona oleh Eddie dan Alex. Seolah olah mereka sedang berperang dengan solo yang saling sahut menyahut.  Penampilan dan gaya permainan Alex mirip dengan Alan Holdsworth – bermain tenang namun solonya memukau dan terasa pas sekali untuk  lagu ini.  Dari sisi permainan drum, Terry membawa lagu ini menjadi  terasa lebih rock – tetap enak dan tidak berlebihan.

 

Lagu berikutnya adalah Thirty Years yang seperti dua lagu sebelumnya berasal dari album pertama. Dimulai dengan John bernyanyi secara pelan diiringi suara keyboard dan gitar yang sayup-sayup serta bunyi bell dari Terry. Melodi lagu ini terasa mencekam  dibagian awal, dan kemudian berlanjut menjadi lebih keras dan kompleks.  Disini, suara bass John sangat terasa seperti dentuman.  Pada bagian-bagian tertentu terutama yang tidak ada bagian gitarnya, Alex terlihat lucu karena sempat-sempatnya dia jongkok sambil menunggu bagiannya muncul.

 

Carrying No Cross menjadi pilihan lagu berikutnya. Lagu ini sebenarnya sudah dibuat sebelum album ke dua sebagai tambahan lagu ketika UK mengadakan konser masih dengan formasi Allan Holdsworth dan Bill Bruford (versi ini  dapat didengar maaf di beberapa rekaman bootleg).  Dengan melody yang juga mencekam dibagian awal, lagu ini dimainkan secara bertiga sesuai versi di album Danger Money – Alex kembali menghilang ke balik panggung.  Lagu ini mempunya durasi paling panjang dan saya rasa menjadi favorit banyak penggemar musik progressive karena menampilkan solo keyboard tingkat tinggi disertai dengan permainan drum yang aggressive dan mendukung.

 

Part 3 – The solos, the shorts and the surprise

Setelah mendengar lagu-lagu UK yang masing-masing berdurasi lebih dari delapan menit, tiba saatnya untuk mendengarkan pertunjukan solo dari Terry dan Eddie. Dimulai dengan solo drum Terry yang berdurasi selama kurang lebih sepuluh menit. Terry mempunyai solo yang berbeda dengan drummer lain karena berbentuk seperti suatu komposisi lagu yang utuh dan menampilkan banyak teknik ostinato serta dimainkan pada hampir semua bagian dari set-drumnya yang besar tersebut.

 

Selanjutnya giliran Eddie, pertama dia memainkan lagu Nostalgia (dari album Zinc – Green Album) dengan biola. Suasana ruangan dibuat gelap hanya bersinar lampu dari bawah yang menerangi dan menimbulkan warna terang hijau pada biola yang dimainkannya. Kemudian Eddie berimprovisasi menampilkan berbagai cara bermain biola, yaitu mengesek dan memetik senar, serta mengetok badan biola, yang semuanya menimbulkan beberapa suara yang unik. Setelah biola, Eddie menyambung dengan bermain beberapa lagu di keyboard, diantaranya yang saya ingat adalah lagu dari album solonya Theme of Secret. Solo spot Eddie juga berlangsung sekitar sepuluh menit.

 

Lagu Alaska membuka set lagu-lagu pendek. Mirip dengan konser tahun sebelumnya, lagu ini kemudian disambung dengan lagu Night After Night (bukan dengan Time to Kill seperti pada rekaman di albumnya).

 

Lagu berikutnya adalah Caesar’s Palace Blues yang bertempo cepat dan sekali lagi menampilkan kemahiran Eddie bermain biola.

 

UK mengakhiri set ini dengan lagu Forever Until Sunday yang merupakan salah satu lagu dari album One of a kind milik Bruford.  Saya pernah baca di media dulu bahwa lagu tersebut sebenarnya merupakan lagu yang dibuat semasa Bill Bruford masih bersama UK dan bahkan pernah dimainkan sebagai lagu tambahan ketika konser promosi album pertama UK. Saya tidak menyangka kalau lagu tersebut yang dipilih sebagai lagu surprise. Dibagian awal lagu ini, Eddie tampil dengan biola berwarna biru dan memainkan melody yang menawan dan sungguh enak didengar.  Pada bagian keras lagu ini, John bermain dengan gaya slap diiringi dengan solo menarik dari Alex. Benar-benar lagu yang indah dan kini menjadi favorit istri saya.

 

Part 4 – The Encore

Sambutan penonton sangat luar biasa. Disuasana lampu gelap, terdengar teriakan “encore” dan “UK” dari penonton yang semakin lama semakin keras (mirip dengan teriakan pada pembukaan album Night After Night). Akhirnya munculah Eddie, John dan Terry yang kemudian memainkan lagu Rendez-vous 6:02. Suara John terasa indah sekali dan mirip sekali dengan suaranya di album Danger Money.

 

Lagu The Only Thing She Needs menjadi lagu terakhir malam ini, dimulai dengan intro drum yang khas dari Terry dan dilanjutkan dengan vokal dan permainan instrumen lainnya yang membuat penonton semakin kagum. Walaupun John, Eddie dan Terry sudah berusia diatas enam puluh, mereka terlihat masih gagah dan dapat bermain dengan energi yang luar biasa. Lagu ini menjadi tambah asik karena Alex ikut bermain.

Tidak terasa waktu sekitar dua jam telah berlangsung. Penonton benar-benar bergembira dan pada akhir lagu terakhir memberikan standing ovation yang meriah. Tampak juga wajah gembira dari keempat musisi UK ketika mereka kedepan panggung dan menyampaikan terima kasih serta pamit kepada penonton. Suasana akhir konser terasa masih akrab dan meriah antara sesama penonton, dan kegembiraan saya kian bertambah ketika salah seorang kru memberikan salah satu bekas drums stick yang dimainkan Terry … Sungguh suatu pertunjukan yang sangat berkesan buat saya.

UK4

Gambar 3: UK 2013 memorabilia

CLOSING

UK is surely one of the best progressive bands of all times. Short lived, but heavy impact, memorable and full of surprises!

Note:

Daftar lagu yang dimainkan dapat juga dilihat di:

http://www.setlist.fm/setlist/uk/2013/grand-central-miami-fl-1bd885fc.html

TRS: Kafe Claro di Citos

April 2, 2014

Hari Senin ada extended progring dengan Tuan dan Nyonya Khalil LogoMotif. Bukan progringnya yang ingin saya bahas di sini tapi kafe dimana kami duduk dari jam 13:00 sampe dengan 21:30…ha ha …luwama bangeeeeet ….! Tapi gak terasa.

Nama kafenya adalah TRS dimana ternyata singkatannya apa boleh jadi adalah The Rock n Roll Station atau singkatan lain seperti diuraikan di buku menunya. Yang membuat saya klik adalah ketika saya mendengar sayup2 sebuah lagu yang tak asing lagi namun sudah begitu lama tak saya putar: Stairway to Heaven. Whoooaaaa ….!!! Adrenalin langsung muncrat! Suweneng rasanya ada kafe di Citos yang mau nyetel lagu ini. Memang saya sudah tiga kali ke TRS dan selama ini saya hanya deneger The Beatles aja yang diputar. Kali ini Led Zeppelin pun ada. Bahkan di saat kemudian ada Whole Lotta Love segala…. Wah, tuoooobzzz !!!!

-

IMG-20140331-07707

-

Dinding yang paling menarik perhatian saya .... Bukan karena BK nya tapi ada poster Pink Floyd di bagian bawah. Darah prog ku langsung muncratttzzzz ...!!

Dinding yang paling menarik perhatian saya …. Bukan karena BK nya tapi ada poster Pink Floyd di bagian bawah. Darah prog ku langsung muncratttzzzz …!!

-

Lapsing Gala ProgRing 29 Mar 2014

March 29, 2014

Alhamdulillah …Gala ProgRing yang merupakan progring ke 15 telah terselenggara dengan lancar penuh kekeluargaan. Memang bener2 galanya gala karena memang yang hadir segalanya …. Luar biasa!

Foto-foto akan saya upload bertahap ya… kata mas Khalil “picture says thousand words” …

image

-

image

-

image

-

image

-
image

-

-

-

Laskar terakhir yang culuuun abiszzz!

Laskar terakhir yang culuuun abiszzz!

-
image

 

-

 

Ketawa lepas karena bahagia berjumpa dengan sesama wong gemblung ...

Ketawa lepas karena bahagia berjumpa dengan sesama wong gemblung …

-

 

Ini pasti gara2 adanya guyon dari orang yang mengaku setengah manusia dan setengah iblis ...ha ha ha ha ...

Ini pasti gara2 adanya guyon dari orang yang mengaku setengah manusia dan setengah iblis …ha ha ha ha …

-

Pak Dokter kita memang alim ya ...

Pak Dokter kita memang alim ya …

-

Keluarga sakinah, mawadah, warrahmah ...warrocker ...

Keluarga sakinah, mawadah, warrahmah …warrocker …

-

Mamak Jon Lord dan pak Alfie ...

Mamak Jon Lord dan pak Alfie …

-

Suit suit ...yang paling muda ....!

Suit suit …yang paling muda ….!

-

IMG-20140329-07682

Pak Alfie sedang ngajarin Mamak bagaimana menikmati musik prog yang benar …. “Gini lho mas Mamak …..”

-

So convincing when he explains about visual identity ... Without logo life would be a mistake maaaannnn!!!!

So convincing when he explains about visual identity … Without logo life would be a mistake maaaannnn!!!!

-

Blusukan di Rumah pak Roi

March 28, 2014

Herman

Yth. Mas GW, di bawah ini saya kirimkan tulisan yang mungkin pernah dikomunikasikan Pak GT kepada Mas GW, tapi berhubung baru ready sekarang maka dengan permohonan maaf baik kepada Pak GT maupun Mas GW maka baru terkirim sekarang. (Herman)

—-
Atas undangan Pak GT beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke rumah Pak Roi. Sore itu saya bertemu Pak GT, Pak Alfie dan Mas Nast dan tentu saja Pak Roi. Seperti sudah kita ketahui bersama rumah Pak Roi fotonya sudah pernah ditayangkan di Blog gemblung ini. Pak Roi adalah seorang arsitek yang hobi mengkoleksi musik dalam segala bentuk dan segala pernak perniknya seperti piringan hitam, CD, majalah, poster, buku, patung kecil grup Band atau artis musik sampai Dart yang bergambar sebuah grup band. Dengan keahliannya sebagai seorang arsitek maka koleksi yang jumlahnya cukup banyak di tata si di seantero rumah tinggalnnya. Tak ada sudut ruangan yang bebas dari benda artefak yang berkaitan dengan musik tersebut. Saya berkeyakinan benda benda tersebut terkumpul secara bertahap. Hal ini memberi kesempatan terbangunnya ikatan emosional Pak Roi dengan benda2 tersebut sehingga semua benda artefak tersebut merupakan benda2 istimewa bagi Pak Roi. Hal ini membuat Pak Roi menata benda2 tersebut dengan totalitas segala kecintaannya. Hasilnya adalah sebuah komposisi display artefak2 dipadukan dengan tata cahaya yang luar biasa, enak di mata dan semua benda mendapat porsi untuk diperhatikan. Suasananya perpaduan antara kafe dengan museum yang modern. Ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, tangga ke lantai 2, mezanin ( di rumah tinggal ) semua full display benda benda musik. Juga, di rumah sebelahnya yang semua lantai 2nya dijadikan ruang koleksi….. wah dahsyat….

IMG_7208 edit low

IMG_7223  edit low

sampul album Jethro Tull Aqualung ini berisi PH dan CD 4 keping IMG_7227

-
Benda2nya sendiri membuat kita berdecak kagum, seperti poster antic personil The Beatles, poster majalah Pop Foto, sampai majalah Aktuil lengkap dari tahun ke tahun, lebih lebih album PH , Box Set. Ada yang sempet saya buka bersama Pak GT yaitu Box Set Jethro Tull berupa paket CD dan PH … speechless –lah. Dan …ini….sound systemnya …. menggelegar suaranya .…singkat kata rumah Pak Roi ini memanjakan baik mata maupun telinga kita… dan menurut saya layak untuk dijadikan obyek wisata dan saya sudah menjadi wisatawan yang dipersilahkan untuk blusukan memasuki semua ruangan…..
Hari itu kita juga sempet ketemu dengan Jelly Tobing, Pak Didiek (Ketua KPMI),. Keenan Nasution juga sempat datang bersama istri Ida Royani serta tak ketinggalan Bang Oman.
Pak GT sudah membisiki saya bahwa sudah ada rencana untuk mengusulkan Prog Ring teman – teman Blog Gemblung di rumah Pak Roi.
Begitulah cerita hasil blusukan.
Salam Jreng.
Herman.

Only Physical Records Are Real!

March 28, 2014

DananG Suryono

Slogan itulah yang tertulis pada sebuah lapak kaset/CD/PH milik Budi DeepRock di Blok M Square, saat saya dan mas Eddy Irawan seorang predator kaset kelas berat ketemu di lapak itu. Sedikit tertegun, namun rasanya ini menjadi penyemangat setelah 2 toko CD/Kaset besar di kawasan Blok M rontok. Aquarius telah runtuh benteng terakhirnya di kawasan Mahakam, sementara Musik + di Blok M Plaza pun mengikutinya.

01 Di Depan Slogan Only Physical Records Are Real! (Lapak Deep Rock)

Ya era kejayaan rekaman fisik telah memudar disebagian tempat, Di Jakarta satu persatu toko CD rontok ditengah sepinya orang datang berkunjung ke toko. Setelah Aquarius resmi menutup seluruh tokonya, maka tinggal Musik + (Sarinah, Kelapa Gading, MTA), Duta Suara dan DiscTarra yang mungkin masih mencoba bertahan. Demikian juga di kota-kota lain.
02-Artefak di Lapak Bang Oman

Namun apakah era rekaman fisik akan berakhir?, jawabannya mungkin tidak. Di suatu oase kota bernama Blok M Square, denyut perburuan fisik ini masih kencang. Saat progring awal yang saya ikuti hanya ada 4 lapak disana (Udinesse, Bang Oman, Ridwan Djadoel dan Agus WM), Namun saat ini sudah berkembang menjadi 12 dengan lapak baru dengan tambahan Deep Rock (Budi), Bakrie Music (Agus Sukabumi), Legend (Feri), Mul, Kims Varia (Gunawan), Andrie, Kuclux Music Corner (Ariyanto), Arman & Johny Bardiansyah melengkapi 4 lapak terdahulu.

03-Artefak di Lapak Legend (Feri)

Tempat ini menyediakan berbagai kaset/CD/PH lama yang penuh kenangan. Mungkin sebagian kita dulu pingin punya kaset/CD/PH, namun karena berbagai faktor menjadi tidak terealisasi. Nah dengan perkembangan kondisi yang ada kita pingin mendapatkan kembali. Di tempat ini sungguh bagaikan kita berada di lorong waktu yang mengembalikan ke kenangan masa silam.
Disamping itu di tempat ini juga menjadi tempat silaturahmi dengan pengunjung yang se iman. Obrolan santai dan akrab kerap terjadi dengan teman baru. Yang menarik statement salah satu teman yang baru saya kenal, bahwa sebenarnya kita-kita ini bukan sekedar konsumen barang bekas, namun kita ini adalah penyelamat artefak. Dan insya Allah Sabtu ini rekan-rekan penghuni blog Gemblung akan bersilaturahmi dan tentunya dengan semangat Only Physical Records Are Real! akan sekuat tenaga menyelamatkan artefak yang teronggok di 12 lapak di Blok M Square.

Pra Gala ProgRing

March 27, 2014

Gatot Widayanto

The Tongseng Summit attended by "Double G" as part of Gala ProgRing event to be held on Saturday .... JRENG!

The Tongseng Summit attended by “Double G” as part of Gala ProgRing event to be held on Saturday …. JRENG!

Tadi malam saya kedatangan seorang tamu istimewa yang tak sekedar tangan kosong namun membawa buah tangan yang luar biasa. Siapa lagi kalau bukan mas GT yang budiman. Pas beliau datang, kebetulan saya baru selesai bersih2 kamar. Akhirnya kami mrogring di meja makan karena ruang tamu sedang ada tamu juga. SubhanAllah… Tadi malam betapa beruntungnya kami kehadiran banyak tamu.

Mas GT juga membawa buah tangan buat diwakafkan di masjid sebelah rumah, Nurul Ikhlas, yang langsung diserahkan kepada pengurus masjid, Bpk H Amadin. Bada shalat Isya berjamaah di Nurul Ikhlas, kami menuju warung The Lamb Lies Down at Pesanggrahan ingin menikmati sate dan tongsèng. Sayang tongsèngnya gak ada yang the lamb karena sudah sold out dan terpaksa diganti dengan Chicken Sack. Ndak pa pa …yang penting nuansamatik dan ngeprog.

Asik lho progring sambil nge-lamb lies down ….ha ha ha … Kita ngobrol banyak hal termasuk bagaimana mengisi kegiatan saat pensiun. Sebenernya, pensiun itu apa ya? Kalau pensiun itu artinya gak bekerja di salah satu institusi, berarti saya sdh lama pensiun ya? Lha wong wis ora nduwe atasan kecuali Boss Maha Besar dan Maha Perkasa yang tanpaNya kita tak mungkin progring … Ya nggak? (3 x).

Tapi kalau pensiun itu artinya berhenti berkarya, aku emoh! Sumpah matek! Aku pengen tetep berkarya seperti guru Manajemen Kualiatas yang namanya beken Edward Deming, empat hari sebelum DHUL masih memberi ceramah manajemen kualitas. Tuooobz tenan! Deming menginspirasi saya. He passed away at 94.

Sampai jumpa di Gala Progring yang bakalan segala-galanya …!!! Oh ya …di lapak Udinnesse lagi banyak kaset baru ya …termasuk Yess. Jadi …kalau gak hadir juga akan buntung segala-galanya …….

Untuk mas Khalil …selamat jalan menuju Jakarta. Semoga semuanya lancar ya mas …

Salam,

*) posting ini ditulis sambil nunggu antrian di kantor Imigrasi ….

Sekalian numpang foto sebagai bukti bahwa Udinesse sedang check dua kardus kaset yang baru datang pada hari Selasa sore yang lalo (setelah di predatori mas Eddy tentunya …he he he ..):

IMG-20140325-07650

-

It’s Only Jazz Samba, but I Like It!

March 25, 2014

Gatot Widayanto

Kebahagiaan itu datangnya beruntun …

Biarkan ku menangis sepuasku malam ini …

Masih ingatkah temen2 gemblung saat saya posting tret Wanted: Jazz Samba by Aquarius beberapa saat yang lalu? Tentu sudah lupa … Kalau ingat, berarti kurang gemblung! Wong gemblung itu memang harus pelupa….ngapain segala sesuatu musti diingat? BBW! (buang-buang waktu). Ya nggak 3 x? Kalau masih inget berarti bukan warga blog gemblung, so pasti!

Nah …atas ijin Boss Maha Tinggi dan Yang Maha Kuasa lebih berkuasa dari negara paling digdaya sekalipun, akhirnya kaset tersebut statusnya mulai hari ini sekitar pukul 17:15 tanggal 25 Maret 2014 adalah NO LONGER WANTED. Apa pasal? Saya sudah mendapatkannya cing! Jreng! Eng ing eng …..!!!! Makanya …sungguh bungah berdebarlah hati ini mendapatkan harta karun super duper nuansamatik kemlitik zonder rematik ini. Pasti dugaan temen2 semua saya mendapatkannya di Blok M Square. Tepat sekaleeeeeee…..!!! Karena memang itu memang dugaan yang gak mungkin meleset karena di seantero jagad ini mana ada pasar kaset paling lengkap kalau ndak di Blok M Square. Ya nggak ? (3 x lagi).

Pertanyaan selanjutnya …

Dari lapak siapakah kaset itu saya peroleh? Ya! Betul …dari lapaknya Ari Kuclux yang di depan Bang Oman itu. Namun kuran tepat juga kalau dibilang dari Ari lha wong ini kaset saya dapetnya gratis tis tis kemlinthis njethis! Dan tentu atas kuasa Boss Maha Tinggi dan Maha Kuasa pula saya bisa mendapatkan kaset ini secara cuma-cuma dan terima kasih saya ucapkan setulus-tulusnya kepada Dzat dimana nyawa saya berada di genggamanNya bahwa saya diberi temen2 baiiiiik sekali melalui blog gemblung ini. Ya! betul sekali …ini kaset dihadiahkan oleh temen baik kita di blog gemblung ini: mas Eddy Irawan! Gimana ceritanya?

He he he he …. Sore ini mas Eddy Irawan ketangkap basah sama saya sedang M&A (merger & acquisition) sejumlah kaset di Blok M Square. Pas sedang due diligence di lapak Udinesse saya mendapati mas Eddy ini …. ha ha ha ha … Kena lu! Ha ha ha ha ha ha ha ….. Tapi ya memang semua kejadian itu tak ada kebetulan karena sudah diatur sama Yang Maha Kuasa dan saya mendapatkan kebahagiaan lagi hari ini ….. (kebahagiaan lagi? Iya soalnya kemarin sore saya ada pertemuan keren dengan calon klien yang mengesankan sekali ….tapi karena gak ada hubungannya sama musik, ya ndak perlu saya ceritakan … ha ha ha ha ….), karena mas Eddy langsung menuju lapak Ari mengambil kaset ini yang beliau titipkan ke lapak Ari untuk saya. SubhanAllah …nikmatnya pertemanan ini ….! Harta karun ini akhirnya berada di tangan saya …Alhamdulillah ….!!!!

Sesampainya di rumah …langsung saya setel sambil ngepel rumah tadi …maklum kalau pagi gak sempet ngepel. Tapi yang saya setel baru side A nya karena rupanya pemilik sebelumnya lebih suka lagu And I Love Her ketimbang Wave yang ada di side B. Pas saya selesai ngepel, barulah saya nikmati betul itu side B lagu pertama … Wave oleh Sergio Mendez & Brazil ’77. WHOOOOAAAAA ….. Nangis njungkel nggulung koming tenan saya menikmati lagu sederhana berirama jazz samba ini!

Dibuka dengan sentilan gitar akustik ala Samba lagu ini merangsek masuk dengan sedikit gebugan drum dan masuklah vokal cewek melantunkan lirik pembuka dengan mantab penuh aksentuasi “So close your eyes ….” terus disertai riuhnya tepuka tangan penonton yang meningkatkan vibes dari lagu ini. Saya yakin ini tentunya pertunjukan yang sangat hidup dan justru bagian tepuk tangan ini yang membuat saya jatuh cinta setengah modarrr sama lagu ini. Uwediyaaaannnnn ….!!!! Gusti Allah nyuwun ngapunten …. Lagu kok huwenak tenannnnn kayak gini ya???? Speechless sambil kelojotan nggulung koming saya dibikinnya terutama mengikuti alunan vokal cewek yang sepertinya dinyanyikan oleh dua orang bergantian. Duh indahnya! Bagian chorusnya juga nyamleng suromenggolo tenan! Apalagi interlude permainan pianonya ….adooouuuwwww …ngguweblag!!!!

Mungkin temen2 pada heran ya …kok saya begitu entangled and squonked by this simple song ya??? Apa ada kenangan khusus, misalnya cinta monyet kek atau apa gitu …. Sama sekali tidak! Justru kenangan nya pada kenyataan bahwa kaset ini dulu adalah pinjaman milik temen dan tetangga saya: Bagus Sudaryanto, saat SMA di Madiun dulu. Begitu denger lagu ini tiap hari saya puter lagu pendek ini. Selain itu saya juga inget masa SMA saya di Madiun, termasuk inget sepeda jengki merek Forever warna hijau tentara. Wah …nuansamatik tenan. Tapi yang paling nunjek justru lagunya itu lho! Padahal bukan rock apalagi prog! Apalah arti sebuah aliran musik bila sebuah lagu bener2 membuat kita totally entangled and squonked! Ha ha ha ha ha ….Istilah opo maneh kuwi?

Slide1

Oh ya … satu hal lagi yang saya lupa tekankan bahwa judul tret ini jelas menunjukkan kreatifitas paling tinggi karena mencontek idenya mas DananG yang sudah patented itu, melalui liputan konser di Macau dari Ilat Melet. Tapi justru tret ini lebih bombastis lagi karena selain judul di atas juga kenyataan bahwa “It’s just a cassette …it’s not a live concert like what mas DananG experienced” …tapi toh juga membuat saya nggeblak dan impian saya tercapai juga …. ha ha ha ha…

Oh ya …jangan salah ya …Mungkin temen2 sering denger lagu Wave ini karena memang ngetop banget. Tapi ..tak ada versi yang lebih baik dari yang ada di kaset ini. PERCAYALAH ! (gaya ngomongnya kayak iklan obat Konidin jaman dulu).

Pokoke …

Malam ini saya bener2 bahagia dan kaset ini, utamanya lagu Wave, saya setel lebih dari 10 kali karena kecanduan ….Bener2 indaaaaah sekali …!! Makanya gak salah kalau ada yang mengharamkan musik karena memang membuat kecanduan …. Astaghfirullah! Udah ah ….masak mendhem (mabuk) gara2 mendengarkan musik …ndak baiklah! (tapi saya bersyukur diberi pendengaran yang bisa menikmati musik baik ……).

When I saw you first ….

(aduuuhhhh!!! vokal yang bagian ini ciamik kemripik tenan!!! Guwemeeesssss!!!)

Udah ah …gak boleh mabuk! Kalau mabuk gak ada bedanya dengan khamr yang haram itu ….

JRENG!

So close your eyes ……. PLOK PLOK PLOK!!!!

Berpose dengan orang yang baik hadi dan lembut budi bahasanya ....memberi hadiah kaset Jazz Samba rekaman Private Collection .... Matur nuwun mas Eddy Irawan!!!! I really appreciate it!

Berpose dengan orang yang baik hati dan lembut budi bahasanya ….memberi hadiah kaset Jazz Samba rekaman Private Collection …. Matur nuwun mas Eddy Irawan!!!! I really appreciate it!

-

 

 

 

 

Who, Sir? Steve Howe?

March 25, 2014

Hippienov

 

Hehehe… tulisan yang aku hendak posting ini bukan suatu bahasan tentang sang maestro guitar Steve Howe tapi hanya suatu cerita tentang kejadian terjadi kira-kira seminggu lalu di kantor. Aku ingin membagi cerita singkat ini untuk sekedar meramaikan blog…

Begini ceritanya kawan-kawan…

Tepatnya 1 minggu lalu, hari Senin tanggal 17 Maret 2014, aku sedang mengerjakan pekerjaan rutin di kantor yang sangat membosankan karena masih terbawa suasana weekend yang barusan lewat. Biasa, tiap Senin terkena I don’t like Monday syndrome…
Untuk mengusir rasa bosan akupun mendengarkan musik lewat hape dengan earphone, asik daripada bete denger musik yang diputer oleh teman kantor…gak ngerock blas… Playlist laguku aku buat gado-gado dari segala sub-genre rock seperti ini:
1. Shower your love / Kula Shaker
2. Everybody’s changing / Keane
3. No distance left to run / Blur
4. Home for Christmas / Kate Bush
5. Days gone by / Slaughter
6. Black hole sun / Soundgarden
7. Happiness is a warm gun / Beatles
8. Manic depression / Jimi Hendrix
9. Summertime / Janis Joplin
10. Need your love so bad / Fleetwood Mac
11. Let it go / The Sigit
12. I put a spell on you / CCR
13. Epic / Faith No More
14. Bring the noise / Anthrax
15. I walk beside you / Dream Theater
16. Anna Lee / Dream Theater
17. Without your love / Roger Daltrey
18. Maybe tomorrow, maybe tonight / Earth & Fire
19. I never dreamed you’d leave in summer / Stevie Wonder
20. Last train to London / ELO
21. My Sharona / The Knack
22. I was born to love you / Queen
23. Love kills / Freedie Mercury
24. Better by you better than me / Judas Priest
25. Friday on my mind / The Easybeats
26. Arise / Sepultura
27. Are you gonna go my way / Lenny Kravitz
28. Spin the black circles / Pearl Jam
29. Do the evolution / Pearl Jam
30. Not for you / Pearl Jam

Pas lagi melayang mendengarkan “friday on my mind” tiba-tiba managerku menghampiri mejaku dan memberikan secarik kertas nama supplier sambil berkata
Boss: “Stev, ini no telpon supplier kita tolong kamu hubungi dia, namanya Steve Howe”
Duar!… aku yang sedang “cloud 9″ denger Easybeats terkejut dan langsung menjawab
Hippienov: “Siapa Pak?”
Boss: “Steve Howe”
Gak percaya dengan jawaban boss aku lagi-lagi menegaskan
Hippienov: “Siapa Pak? Steve Howe?”
Dan boss ku dengan nada agak kesal menjawab
Boss: “Iya Steve Howe, coba kamu kontak dia sekarang, nomornya itu 0812……”

Entah virus apa yang lagi menyerang otakku tapi setelah itu aku masih belum percaya mendengar nama Steve Howe dan akupun bilang ke teman sebelahku “yang gua tau Steve Howe itu gitarisnya Yes”
Sayangnya temanku ini belum kenal prog jadinya senyum-senyum bingung aja pas aku bilang begitu.
Aneh, tapi ada rasa excited pas aku mulai pencet-pencet nomornya “Steve Howe” padahal harusnya aku ngeh gak mungkin lah Steve Howe pake nomor selular lokal….

Yang lebih seru pas nada masuk dan telpon diangkat “halo?…” Loh kok bukan suara wong londo ya? Ya iyalah…tapi aku bener-bener lagi “trance” kali, belum nyadar juga.
“Dengan Pak Steve Howe?” tanyaku… (hah? Pak Steve Howe?….)
Dari sisi sebelah menjawab “siapa pak?’
“Steve Howe” jawabku…
“O bukan pak… saya Nanang…”
Hahaha… kaget aku… Hah? Nanang?…

Walah…. Steve Howe sudah ganti nama jadi Nanang… hehehe….
Ternyata boss ku salah kasih nomor hape dan aku salah sambung tadi.
Setelah aku cari ke kantor yang katanya tempat Steve Howe berkantor, gak ada nama itu disana. Ya iyalah… wong Steve Howe lagi gitaran bareng konco-konco Yes somewhere out there…hehehehe…

Yah kira-kira begitu cerita singkat ini, sudah lama aku ingin menceritakannya di blog tapi terus tertunda dan bahkan nyaris lupa. Baru sekarang sempet nulis…
Sekali lagi matursuwun sanget untuk Mas G atas kesempatan dan waktu yang diberikan dan tak lupa untuk rekan-rekan yang telah mampir membaca tulisan gemblung bin ngawur ini.

Laugh it out loud…
hippienov

Gala ProgRing Sabtu 29 Mar 2014

March 25, 2014

Kenapa Gala ProgRing?

Karena ada dua tokoh besar di blog gemblung ini yang akan datang di Jakarta:

1. Tuan Khalil Logomotif  ETA Kamis 27 Mar

2. Dokter Arif Apec Bakhtiar ETA Sabtu pagi 29 Mar

Mari kita progring di Corelli Sabtu ba’da Dzuhur.

Siaaaap???

Mari kita sambut dua tamu tersebut.

JrèNG!

Designed by Herman

Designed by Herman

Seputar Blok M Square: Pak Tisna Sakit

March 21, 2014

Gatot Widayanto

Kemarin saya sempat transit makan siang (agak awal sih, sekitar 11:30) di Blok M Square, Basement, tepatnya di warung Sunda sebelah pak Marlin langganan mas DananG, Pujasera. Setelah itu saya ke Corelli pesan Avoccado Capuccino. Karena masuk waktu Dzuhur, saya menuju mushalla di Basement. Tak seperti biasanya, mushalla yang biasa diimami oleh marbot biasanya kok kali ini bukan dia lagi. Ternyata, setelah shalat Dzuhur, saya melihat ada Kotak Peduli yang berisi pengumuman dan sumbangan untuk marbot yang ternyata namanya Pak Tisna yang sedang sakit dan dirawat di RS Serang.

SyafakAllah ...semoga Allah menyembuhkan sakit Pak Tisna...

SyafakAllah …semoga Allah menyembuhkan sakit Pak Tisna…

Pak Tisna ini adalah sosok marbot yang rajin dan selalu menjaga kebersihan mushalla Basement yang selalu ramai dikunjungi jamaah di saat-saat waktu shalat fardhu tiba. Saya sering berinteraksi dengan beliau meski tak pernah menanyakan namanya. Di saat waktu shalat tiba beliau mengumandangkan adzan dan kemudian kadang iqamah juga. Pak Tisna juga sering didaulat sebagai imam shalat BMW. Diluar waktu shalat pak Tisna memilih menjaga mushalla sambil membaca Quran. SubhanAllah …. Pak Tisna biasanya berada di mushalla mulai dari sebelum saat Dzuhur hingga ba’da Isya.

Mari kita doakan agar Pak Tisna diberi kesabaran menghadapi ujian dari Allah ini dan semoga sakitnya ini merupakan kafarat dosa yang meringankannya di Yaumul Hisab sebagai pengurang dosa, dan tentunya semoga Allah subhanahu wa ta’ala segera memberi kesembuhan kepada pak Tisna. Aamiin Ya Rabb!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 129 other followers