Archive for the ‘Band Review’ Category

Demam Gary Wright

October 30, 2014

Gatot Widayanto

Gara2 mas Andria, mas Hendrik, dibumbui mas Rizki dan mas Khalil akhirnya nama Gary Wright tiba2 meroket menjadi trending topic di blog paling gemblung di dunia ini. Trending topicnya bahkan mendekati berita gemparnya bakal ada DPR Perjuangan (jadi, selama ini memang DPR gak berjuang ya buat rakyat?) yang lagi meroket di medsos. Untungnya si GW ini hanya meroket di kalangan wong gemblung, jadi ya masih terkontrol lah ….ha ha ha …. Lha gimana gak gemblung ya, di sini tak hanya prog aja yang tumbuh subur namun metal dan pop pun juga punya porsi. Ha ha ha …. Pokoke sing penting musik untuk kehidupan ….he he …

Lha , malam ini saya balik ke rumah dari rumah ibu saya sambil gowes kok ya menikmati playlist yang ada dua lagunya GW yakni Dream Weaver dan Blind Feeling. Whoooaaaa …. Suasana gowes jadi marak. Dan pada saat melintas di depan rumah mas Rizki rasanya saya mau gedor pintu rumahnya sambil pamer bahwa di iPod saya sedang playing Dream Weaver yang terkoneksi ke Voombox . Ini fotonya:

image

Terus saya melaju santai dan setelah Hair of the Dog nya Nazareth lha kok nyambung ke Blind Feeling nya GW. Opo ra tambah nyamleng suromenggolo ki nartosabdo mangku wanito udo? Nikmaaadz pol ….. Trus sampek rumah tak golèki itu kaset Styx rekaman Nirwana dan dapet. Ini dia fotonya:

image

-

image

-
Dan ternyata masing2 dapat porsi sama yakni 30 menit baik Styx maupun GW. Whoooaaaa … Kaset ini sungguh nuansamatik kemlitik zonder rheumatik pol bagi saya. Rasanya mau menangis teringat masa itu saat beli kaset ini ….jauh jauh ke Pasar Turi hanya mampu beli satu buah kaset; itupun uang hasil dikasih kakak sepupu saya, mbak Aniek yang baik hati. Ludeslah uang rp. 700 saat itu buat beli kaset ini. Duh …merindhink disko nih kalau ingat masa lalu. Miskin dan indah. Poverty is beautiful!

Nah … Ruang di bawah ini akan kemudian diisi foto2 kaset GW koleksi mas Rizki dan mas Hendrik:

-

(Intentionally left blank for upcoming pictures)

-

Salam,
G

KISS “Glammed & Masked”

October 28, 2014

Hippienov

image

Setelah kompilasi ini selesai aku kasih judul barulah aku ngeh kalo judulnya wagu karena setelah aku cari-cari di google istilah “glammed” sulit ditemukan dan sepertinya gak ada artinya, hahaha… Tapi sudahlah, cover nya sudah keburu aku print, anggap aja salah cetak, hehehe…

Album kompilasi ini seyogyanya merupakan “tribute” buat adikku yang nge-fans dengan KISS dan tentunya untuk rekan-rekan semua penggemar KISS, sekaligus aku persembahkan untuk Bro Nelwin, seorang KISS Army sejati…
Semoga saja beliau tidak terlalu banyak mengkritik/memprotes isi kompilasi ini, karena pastinya banyak pilihan lagu apik KISS yang tidak muat masuk di album ini.

Kompilasi ini aku maksudkan untuk sedikit menggambarkan era KISS sepanjang dekade 70an sesuai judulnya “masked”, saat KISS masih setia dengan make-up dan kostum yang sangat mencirikan mereka dan membedakan dengan band-band lain. Mungkin keunikan inilah yang jadi salah satu alasan mengapa mereka begitu terkenal di dunia rock n’ roll.   
Saat tahap awal pembuatan aku memang tidak meniatkan untuk membuat sebuah kompilasi “the best” atau “greatest hits” walau tidak dapat dipungkiri saat pemilihan lagu aku mengacu pada beberapa album kompilasi “the best” KISS (baik yang lisensi atau jaman kaset normal) sebagai referensi, dan hasil akhirnya seperti yang bisa dilihat, nyaris semua lagu hits KISS nyangkut di album “abal-abal” ini:

KISS “Glammed & Masked”
1. Parasite.
2. Hotter Than Hell.
3. Strutter.
4. Cold Gin.
5. Black Diamond.
6. Deuce.
7. Rock n’ Roll All Nite.
8. She.
9. Detroit Rock City.
10. God of Thunder.
11. Shout It Out Loud.
12. Beth.
13. Hard Luck Woman.
14. Makin’ Love.
15. Callin’ Dr. Love.
16. I Stole Your Love.
17. Shock Me.
18. Love Gun.
19. I Was Made for Loving You.
20. Sure Know Something.
21. 2.000 Man.

Senang rasanya punya kompilasi ini karena memang semua lagu yang ada adalah yang betul-betul suka dan terlebih lagi karena aku bisa menyenangkan hati adikku yang gila KISS.

Demikian sharing ku kali ini, semoga berkenan dan seperti biasa matursuwun sanget Mas G atas tempat dan kesempatan yang diberikan. Serta untuk rekan-rekan yang sudi mampir membaca tulisan gemblung ini. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan.

A boy who dreams music,
hippienov 

KISS “Glammed & Unmasked”

October 27, 2014

Hippienov

kiss3-1

Untuk membuat sebuah gambaran tentang sejarah musik KISS, maka aku putuskan untuk membuat juga kompilasi KISS era 80an setelah mereka manggung tanpa make-up/kostum yang unik, atau saat KISS jadi serupa dengan band glam metal lain yang memang sedang merajalela saat itu.

Jujur aku tidak tahu banyak tentang musik KISS era 80an dan aku gak tahu mana lagu-lagu mereka yang jadi hits dan mana yang tidak. Maka saat pembuatan kompilasi ini memakan waktu relatif lama karena aku harus mendengarkan album per album, lagu per lagu, baru kemudian aku putuskan mana lagu yang akan dipilih. Metode ini mungkin akan membuat kompilasi ini benar-benar berisi lagu yang dipilih secara subyektif bukan obyektif. Dipilih karena aku suka bukan karena lagu itu hits. Bro Nelwin bisa jadi akan protes keras terhadap kompilasi ini, hehehe…

Isi kompilasi ini diambil mulai dari album “unmasked” sampai “crazy crazy nights”. Sebenarnya kurang pas juga disebut “unmasked” karena di album “unmasked” kemudian “the elder” dan “creatures of the night” KISS masih memakai kostum/make-up, baru di album “lick it up” KISS berani tampil tanpa make up. Tapi aku pikir KISS era 80an lebih terkenal karena tanpa make-up sehingga aku putuskan untuk tetap menggunakan judul “unmasked”.

Setelah aku perhatikan musik KISS setelah album “the elder” berubah lebih ke arah heavy metal dengan riff gitar yang bertempo lebih cepat dan dentuman drums yang lebih sangar dibanding KISS era 70an. Aku jadi mulai ikut menyukai KISS 80an yang selama ini hampir tidak pernah aku sentuh.

Berikut songs list nya:

KISS “Glammed & Unmasked”.
1. Talk to Me.
2. A World Without Heroes.
3. I Still Love You.
4. Rock n” Roll Hell.
5. Creatures of The Night.
6. Killer.
7. Exciter.
8. Lick It Up.
9. Young and Wasted.
10. All Hell’s Breaking Loose.
11. Heaven’s On fire.
12. Under The Gun.
13. I’m Alive.
14. King Of The Mountain.
15. Trial By Fire.
16. Crazy Crazy Nights.
17. Turn On The NIght.
18. My Way.
19. When The Walls Come Down.
20. I’ll Fight Hell to Hold You.

Meskipun bukan sebuah kompilasi yang baik dan benar namun sekali lagi aku ingin mempersembahkan album ini untuk blog gemblung tercinta, rekan-rekan fanatik KISS, Bro Nelwin the KISS Army, Bro Rully yang sudah berbaik hati mengkopikan sejibun mp3 album KISS 70-80an dan my beloved brother who loves KISS.

Matursuwun sanget Mas G untuk tempat dan kesempatan yang diberikan, serta untuk rekan-rekan gemblungers yang sudi mampir membaca tulisan ini. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan, kiranya dapat berkenan.

A boy who dreams music,
hippienov

Grand Funk Railroad “The Collection Vol. 2″

October 23, 2014

Hippienov

image

Apa Kabar teman-teman semua? Sebelumnya aku minta maaf karena beberapa lama menghilang dari blog. Disela masa vakum tadi aku mencoba untuk menghayati dan mengkhatamkan beberapa album prog yang dikenalkan Koh Win dan Mas G seperti Khan “Space Shanty”, Marillion “Marbles” serta beberapa album lain yang semuanya sangat nuansamatik. Namun alih-alih berhasil khatam dengan album-album prog tadi, apa daya tanpa sadar aku malah terbuai dengan musik non prog macam Duran-Duran, KISS, RATT, Michael Franks, Grand Funk Railroad, John Denver, Mr. Big, Stevie Wonder dan Scorpions. Tak terasa aku jadi lebih sering mendengarkan album-album non prog ketimbang prog. Tapi bukan berarti aku berhenti nge-prog, tadi pagi IQ “Frequency” lantang berkumandang dari dalam kamarku menemani aktivitas pagi hari ^_^

Pada saat aku sedang enjoy listening to non-prog music, beberapa kompilasi berhasil aku buat dan salah satunya adalah Grand Funk Railroad “The Collection Vol. 2″ yang merupakan serial lanjutan dari volume sebelumnya. Tak lupa di kompilasi ini aku memasukkan beberapa lagu kesukaan Mas G yang di volume 1 tidak ada. Semoga kompilasi ini cukup menarik dan cukup “kriuk” untuk dinikmati.

Berikut songlist nya:

Grand Funk Railroad / The Collection Vol. 2
1. Flight Of The Phoenix (2002 remix).
2. Heartbreaker.
3. Mean Mistreater.
4. Memories.
5. All The Girls In The World Beware.
6. So You Won’t Have To Die.
7. Anybody’s Answer.
8. Nothing Is The Same.
9. High Falootin’ Woman.
10. Inside Looking Outside.
11. Jam Footstompin’ Music.
12. Hooray.
13. Sin’s A Good Man’s Brother.
14. To Get Back In.
15. Aimless Lady.
16. Time Machine.
17. Gettin’ Over You.

Demikian sharing ku pada kesempatan ini, kiranya berkenan untuk rekan-rekan semua dan as always matursuwun sanget untuk Mas G atas tempat serta kesempatan yang beliau berikan. Tak lupa juga untuk semua rekan-rekan gemblungers yang sudi mampir tulisan gemblung ini.. For those about to rock… I salute you…

A boy who dreams music,
hippienov 
 

IQ – Full Concert – Holland – 2007 (Pre Frequency Tour)

October 18, 2014

Gatot Widayanto

Iseng-iseng mau lihat di youtube ada video konser apa saja yang prog, eh menemukan konser keren banget dengan kualitas HD (high definition) sehingga kalau ditonton dan pake speaker aktif suaranya menggelegar dan gambarnya jernih. Sepertinya ini video yang resmi karena dilisensi oleh labelnya IQ: Giant Electric Pea. Makanya selama video ditayangkan praktis suara dan gambarnya mantab. Monggo dinikmati sebagai kudapan akhir pekan nan menyenagkan, apalagi ini full concert selama sekitar 2 jam lebih. Ada Harvest of Soul lho … Pow ra muwanteb?! Juga ada Sleepless Incidental yang fenomenal. Apalagi ini Koh Win lagi gencar SMS saya njungkel dengan Subterranea in concert (saya ada CD nya lho, Koh Win … he he he ..)

Published on May 11, 2014

All Rights Reserved to Giant Electric Pea Ltd.

Legendary British Neo Prog pioneers at their best

1. Awake And Nervous
2. You Never Will
3. Frequency
4. The Magic Roundabout
5. Harvest Of Souls:
a .First of the Last
b. The Wrong Host
c. Nocturne
d. Frame and Form
e. Mortal Procession
f. Ghosts of Days

6. Sleepless Incidental
7. Crashed And Burned (Stronger Than Friction)
8. The Seventh House
9. It All Stops Here
10. Guiding Light
11. Subterranea
12. The Darkest Hour

- Peter Nicholls / vocals
– John Jowitt / bass
– Mike Holmes / guitar
– Andy Edwards / drums
– Mark Westworth / keyboards

  • Artist

  • Category

  • License

    • Standard YouTube License

IQ Concert

Mari Njungkel bersama Cosa Brava “The Letter”

October 15, 2014

Akhirnya …saya bisa menulis musik aneh yang bikin jiwa njungkel ini! terima kasih ke mas Edi Apple Santoso. kalau gak karena beliau, mana saya tahu band aneh ini … Review saya di PA banyak menyebut nama Mas Edi plus kejadian nuansamatik di Apple Cafe pada tanggal 19 September 2014 yang lalu …

cover_646221852012_r

Studio Album, released in 2012

Songs / Tracks Listing

1. Soul of the Machine (2:12)
2. The Eyjafjallaj?kull Tango (6:48)
3. Drowning (4:04)
4. The Wedding (6:08)
5. The Letter (3:41)
6. Slings and Arrows (7:23)
7. Jitters (5:13)
8. For Lars Hollmer (8:03)
9. Emigrants (4:06)
10. Nobody Told Me (4:10)
11. Common Sense (7:15)
12. Soul of the Machine (reprise) (2:05)

Total Time 61:01

Line-up / Musicians

- Fred Frith / guitar, voice
- Carla Kihlstedt / violin, bass harmonica, voice
- Zeena Parkins / accordion, keyboards, Foley objects, voice
- Shahzad Ismaily / bass, voice
- Matthias Bossi / drums, percussion, mayhem, voice, whistling
- The Norman Conquest / sound manipulation

Collaborators:
- Michael Elrod / tambura (track 4)
- William Winant / concert bass drum (track 10), crotales (track 2)

The Letter
Cosa Brava RIO/Avant-Prog

Review by Gatot
Special Collaborator Honorary Collaborator

5 stars Wonderfully unstructured, unpredictable. But … It’s nice!Commemorating the ProgRing (Progressive Gathering) at Apple Cafe, Jombang, September 19, 2014

The Context

This review would never happen without the important event held at Apple cafe in Jombang, East Java, Indonesia on the evening of September 19, 2014 (Friday). That was the first time I knew the name Cosa Brava from my prog mate Edi Santoso (usually I call him with “Mas Edi”). Well, actually mas Edi owns the cafe and he invited me to have a wonderful chat on progressive music PLUS. I say plus because we did not talk only about progressive music but also anything related to progressive life. So we agreed that PROG is not just the music but it’s a PHILOSOPHY because it goes beyond prog. Take a good example of Mas Edi. yes, he is the die hard core fan of prog music especially in the area of RIO or he call it as “rock mbeling” (local words that mean: “naughty rock”) which essentially depicts the description of what the RIO/Avant-garde music is all about. Of course he also loves things like Birdfish, The Flower Kings as well as Opeth and also legends like Genesis. In fact his Apple Cafe is a true prog cafe in a real sense: you can find many prog artwork like Genesis’ Selling England By The Pound or King Crimson’s In The Court repainted nicely at the walls of the cafe. Do not tak about copy act right ya … But it’s really prog nuances built inside the cafe. If you are real prog person, you would love the cafe – I guarantee ! So ..come to Indonesia mates! I will show you great prog places around ….

Mas Edi has taken prog spirit to the next level, applied in real life not as musician as both of us are not musicians and our friendship so far has been based on our shared taste of prog music plus prog spirit of course. What I mean here is that his decision to carry on his life by taking care his own mother who also live with him in that prog cafe. According to Islamic teaching, taking care of your own parents is number one priority after worshipping only ONE God – Allah subhanahu wa taala. So, has taken life progressively from serving only his own family (wife and two sons) and now to include taking care his own mother who is old and sometimes getting sick. So …you can now imagin how deep our PROG discussion on that ProgRing event ….

The Music

I might send you big apology to describe the novel long context as part of this review because to me prog music is not just music …it goes beyond music … it’s about friendship and long lasting relation with others. You can use the spirit of PROG in day to day life and you will find PROG with joy. Yes, initially I met people like mas Edi because of the need to form coalition of people who share similar taste in music. But after that we talk many things that go beyond the limits of musical taste.

I was very lucky meeting with him at that event where we discussed about prog at one corner of the cafe where the poster of Beardfish bassist was put on the wall. The first thing asked him was: “Who plays this music” when I heard the loudspeaker sounded the music that I never heard before, packed with violin sounds. He said it humbly : “Cosa Brava”. And then I said “What? How do you spell it?”. That indicates how new the name came into my mind, really! Yeah …finally I got it right after he spelled it out for me: COSA BRAVA. What a great name!

You know …what was the first impression about the music of Cosa Brava? Very unstructured …and very unpredictable! When I listened to the violin of Haggard, I could sort of predict where the music would go. Or with Jean Luc Ponty or Didier Lockwood …generally I can get an overall sense on where the music is going. But definitely not for Cosa Brava. But …even though unstructered, I really enjoy how the music flew while Mas Edi talked with me. Of course, as senior prog head he has abundant knowledge about who’s who in Cosa Brava as well as other RIO music. It was quite hard for me to understand the music as everything was unpredictable. But … in enjoying music, do I need to understand? I thought about it quite sometime and posted that question to Mas Edi. His answer was really simple: “The composition must be excellent because the musicians are all talented persons … The only thing is because we do not get used to it …”. WOW! What a wise prog words for me really …. I made a long pause from the discussion and I remember vividly I was hearing the sounds of mechanical typewriter we typically had in the past ….you know the Brother or IBM trade mark of typewriter. What really a great nuance created from the sound!

We continued the prog discussion while letting the stereo set played this album by Cosa Brava. In some segments I requested some pause for a while to discuss the subtleties of the particular segment. Then I noticed that the beauty of enjoying RIO (rock mbeling) music is by letting the music flow as it is and enjoy any segment the music gives to me; do not ever try to predict what is going to happen … Do not expect nice melody that plays across all segments in longer duration. The melody is at every segment. It’s kind like disjointed at first experience. But as time passes by it will definitely grow on you. At first I could only enjoy the section with drums on second track titled strangely as “The Eyjafjallajkull Tango” (6:48). The combined drums and violin work is really stunning!

In this kind of music, I think the most important thing to understand the music, if we want to, is putting ourselves as the musician. This music must have been created for a reason, possibly to support the acts of certain story plot. In this case, of course it revolves around The Letter. Honestly, in this particular album, I know nothing about the plot but it must be something to do with a series of acts that depicts certain life situation where Letter becomes one of the critical point of the story – and then you have other events like Drowning, The Wedding, Nobody Told Me as well as Common Sense. How can I find my joy listening to this album? Through a series of segments that in themselves provide provide a profound experience for me, personally. One thing that makes me happy with this album is its sound quality which I consider as top class! You can hear all subtleties of the music throughout the tracks presented in this album. All the detailed work of each musician can be enjoyed in its utmost clarity especially if you play it at the decent stereo set using at least B&W speakers, or other high end sound system.

Judging from musical composition point of view, I would opt to say that “For Lars Hollmer”, “The Eyjafjallajkull Tango”, “The Letter”, and “Common Sense” are favorite tracks. But the problem is then the track cannot be played its own as it must be placed on sequential basis … So this kind of album can only be enjoyed if I play it in its entirety from start to end. I can find the brilliance of the musicians creating this intelligently crafted music for us. High salute to all musicians involved in this album!

What do you expect from me with the above novel-long elaboration? It’s a FULL five star rating! Keep on proggin’ …!

Thanks to Mas Edi who showed me the hill of finding this kind of music.

Peace on earth and mercy mild – GW

Legenda Genesis (5/7)

October 15, 2014

Kepada penghuni maupun pembaca blog gemblung M4L yang budiman ….

Mohon maaf

Untuk sementara kisah Legenda Genesis ini berhenti sejenak karena sang pelegenda, mas Herwinto a.k.a. Koh Win, saat ini sedang kesandhung dan kemudian kebleghonk masuk lubang keindahan musik prog masa kini , baik itu dari kelompok yang namanya IQ, Karmakanic, maupun legenda kisah Canterbury dengan kelompok seperti Khan, National Health dan nak-ndulurnya.

Memang …belantara musik prog itu begitu luas dan lintas-batas , sehingga sekali kesandung dijamin njungkel sak dobole nganti gulung koming ping kopang kaping …. Serentetan SMS yang intinya mengabarkan kisah “menderita kepuasan” terhadap band-band prog yang dialamatkan kepada redaksi M4L membuktikan hal ini. Sepertinya sahabat Hippienov juga sedang bertapa tak banyak komentar di blog gemblung lantaran menyiapkan ulasan maha dahzyat terkait KHAN “Space Shanty” yang berhasil menciptakan decak kagum bagi khalayak pendengar, apalagi pendengar yang kesandhung …

Mohon kesabarannya dan harap maklum … Redaksi yakin bahwa kisah legenda ini akan muncul lagi setelah Koh Win sembuh dari sakit lantaran kesandhung tadi. Tak tahu pula kalau Koh Win ini menjelajah ke ranah Porcupine Tree dan anak pinaknya …bisa jadi gak muncul lagi legenda Genesis ini …Ora kober soale. Redaksi juga mohon maaf kepada Koh Win yang telah banyak menyebar ratjun ganas prog ini …

Semoga prog tak sekedar musiknya saja, namun jiwa kita juga PROG soalnya PROG GITU LOH!

Sepuntene ingkang khathah

Salam

Tertegun Mendengar “Without Walls”

October 10, 2014

Herwinto

image

The Road Of Bones adalah album IQ yang sempat bikin heboh blog ini beberapa waktu yang lalu karena telah mampu menyeruak di deretan Top 40 prog album tepatnya di urutan ke 24 bahkan menggilas Relayer nya Yes yang keren itu.  Ada apa dengan album ini sehingga mampu meraih tempat bergengsi yang didominasi prog ”dinosaurus” 70 an. Saya memang belum sempat menyimak album ini saat itu, namun saya positip thinking saja bahwa IQ wajar bisa masuk deretan tersebut karena memang riwayat karyanya selalu keren.

Beberapa hari yang lalu saya yang memang telah meniatkan diri untuk menyimak album ini secara serius dibuat tertegun ketika memutar album ini, saya benar benar tertohok dan merasa bersalah karena telah melewatkan album ini. Sungguh suatu sajian karya jenius IQ dengan cita rasa yang mengejutkan!! Lima lagu dalam album ini benar benar gilaaaaak!! Dan jujur…!! album inilah yang mengubah kiblat musik saya!! Salah besar kalau ada yang ngomong bahwa NeoProg hanyalah penyederhanaan dari simphony prog, justru neoprog adalah penyempurnaan dari simphony prog. Dan IQ telah membuktikan bahwa ramuan musiknya mampu bersanding dengan senior seniornya tanpa ada unsur penjiplakan.

Album ini memiliki kehebatan tersendiri baik secara musikalitas maupun misi yang hendak dituju. Jangan membayangkan bahwa musik IQ di album ini mengedepankan kerumitan layaknya musik prog yang kita kenal lewat Subterranea atau Ever, musik di album ini sederhana saja namun jangan salah….meski sederhana namun benar benar mematikan!! sungguh tidak membosankan….bahkan semakin diputar berulang ulang semakin membuat kita ketagihan….setidaknya inilah yang saya rasakan. Tak ada tikungan tikungan maut kita dapatkan di album ini, permainan gitar agak banyak menahan diri, namun kibor banyak mengambil peran bahkan sangat mendominasi. Saya menangkap kesan, IQ tidak mengajak kita menikmati kerumitan musikalitasnya namun misi yang dituju seperti mengajak kita merenung melalui album ini…dominasi kibor di album ini seperti sebuah drama musikal yang membawa kita kepada sejarah masa lalu…saya sangat terbawa….inilah mungkin kenapa kovernya bergambar orang yang seperti menyuruh kita diam….diam!! pejamkan mata!! dan mari berkontemplasi!! whoaaaaaahhh!!!

Dibuka dengan nomor From The Outside In, ini nomor sangat keren…IQ seperti bermain metal namun sangat akademis sekali..sampai saya yang bukan penggemar metal sangat menyukai riffnya….sangat megah dan tidak terkesan brutal, seperti nuansa sebuah awal perjalanan yang membutuhkan semangat berkobar kobar….pada menit ke 3.44 musik menjadi lebih tenang dan suasana syahdu muncul dalam sound yang benar benar jernih membahana…kita seperti terlempar ke awan dan terbawa angin setelah sebelumnya berlari sangat kencang. Track kedua The Road of Bones pembukaannya sangat tenang namun terdengar sakral…kemudian masuk dalam tempo pelan namun terdengar megah dan gagah sekali…background musiknya terdengar menggema dengan bebunyian yang mengesankan suasana khusyuk….maka….. diamlah!! Whoaaaahh ini seperti berjalan di jalan yang panjang tanpa ada batas akhirnya…..sendiri pulak….

Track yang paling mematikan adalah Without Walls….nomor ini selalu saya putar berulang ulang…..dan anehnya…bukan menjadi bosan tapi malah ingin mengulang ulang terus…..whoaaaaahhhh…uwediyaaaann!! gak percaya?? tanyalah dr. Apec Arif Bahtiar Sp. paru…..berapa kali beliau memutar lagu ini!!!! ha ha ha…..ini adalah lagu panjang berdurasi 19.16 menit…lagunya benar benar kuereeeen!!! komposisinya sungguh menohok sukma….terutama bebunyian kibor di sepanjang lagu sungguh menimbulkan kesan magis namun indah sekali.

Mendengarkan album ini saya seperti diajak bertualang kemasa silam, jalan tulang…meskipun ini adalah tentang masa kekejaman Stalin, namun saya bisa mengambil makna yang lebih luas yakni bahwa dimana saja kita berada, kita ada di atas jalan tulang..bukankah bumi tempat kita berpijak merupakan kuburan bagi umat umat terdahulu yang telah diluluhlantakkan oleh Allah lantaran kesombongan dan penentangan mereka terhadap para rasul. Lihatlah bagaimana laut merah menjadi kuburan bagi ribuan tentara Firaun yang sangat sombong! bagaimana kaum Tsamud di hajar dengan gempa bumi dan topan. Bagaimana kota Sodom menjadi kuburan bagi kaum Luth yang sangat keji, setelah diazab oleh Allah dengan hujan batu yang sangat dahzyat. Maka apakah engkau tidak mengambil pelajaran dari kisah kisah umat terdahulu? Luar biasa!!

Album ini bagi saya sangatlah luar biasa!! sound yang dihasilkan juga benar benar jernih dan tajam…sangat berbobot, tak heran album ini bisa nyelonong di urutan 24, karena bagi yang mencoba serius menikmatinya akan benar benar dibuat terkapar menderita kepuasan paripurna…..!!

Terkenang “Coming Home”-nya Scorpions

October 10, 2014

Andria Sonhedi

Every morning when I wake up yawning
I’m still far away
Trucks still rolling through the early morning
To the place we play
Boy you’re home, you’re dreaming, don’t you know
The tour’s still far away

Gara-gara pak Hippie nulis ttg kompilasi Scorpions-nya saya kok jadi ingat lagu Scorpions berjudul Coming Home. Sebenarnya ada di album Blackout namun saya pertamakali dengar lagu Coming Home pas beli kaset World Wide Live. Kaset ini saat itu jadi andalan saya karena isinya saya anggap lengkap daripada kaset very best yang ada di pasaran saat itu.
Lagu ini di kaset tadi ada di side A nomor 3 setelah lagu Countdown yang instrumental. Lagu enerjik ini cuma dinyanyikan setengah aja namun justru itu yang esensial bagi saya. Beberapa bulan setelah beli kaset ini muncullah album baru Scorpions, Savage Amusement, saya beli yg terbitan Aquarius karena bonus side B yang lebih bagus termasuk ada Coming Home juga.

gw - scorp

-

gw - scorp_2

Semula saya kira lagu Coming Home adalah berisi kerinduan sang penulis lagu untuk pulang kampung, ketemu keluarga. Maklum saat itu kaset live sangat jarang yang disisipi lirik lagu. Baru dari album Savage Amusement saya baca lirik lengkapnya (sesuai kuping bagian penulis teks lirik di Aquarius). Ternyata Coming Home malah menceritakan kerinduan utk manggung, saat berjumpa dengan fans yang berteriak-teriak di lapangan rasanya mirip pulang ke rumah ketemu sanak saudara.

Year after year out on the road
It’s great to be here to rock you all
I know, for me it is like
Coming home

Catatan tambahan, Savage Amusement adalah album pertama Scorpions yang saya saksikan kemunculannya di Indonesia. Maklum saya baru benar-benar menyukai Scorpions setelah beli World Wide Live itu. Sayangnya ekspektasi saya yang mengira lagu-lagu di Savage Amusement akan seenerjik seperti lagu2 lama Scorpions di WWL tak terbukti.

Tertohok “Sleepless Incidental”

October 4, 2014

Herwinto

image

Lagi lagi IQ telah berhasil membuat saya ngguweblak gulung koming menderita kepuasan setelah mendengarkan salah satu albumnya yang bertajuk…..Subterranea….

Ini adalah album konsep yang terdiri dari dua disk, jika Genesis memiliki The Lamb Lies Down, Marillion memiliki Missplaced Chilhood, dan Arena memiliki The Visitor, maka IQ tak mau ketinggalan memiliki album konsep yang dahzyat yaitu Subterranea. Sudahkah anda mendengarkan album ini? Sungguh!! Anda termasuk golongan yang merugi jika belum sempat mendengarkan album ini !! apalagi setelah membaca tulisan ini kok sama sekali tak tergerak untuk mencoba mendengarkannya… sungguh.. Keterlaluan!!! ha ha ha…..

Album ini baru overturenya saja sudah membuat saya njungkel kejlungup sampai ndlosor ndlosor!! ha ha ha…overturenya ngguwajak benar….padahal cuma 4.39 menit…Album ini total berisi 19 lagu dengan durasi 102.34 menit. Ada dua lagu yang benar benar menohok saya yaitu track ketiga berjudul Subterranea, ini benar benar lagu yang dinamis bersemangat serta gagah….serta yang kedua lagu pada track keempat berjudul Sleepless Incidental sebuah lagu berdurasi 6.23 menit yang sungguh indah khas IQ, lagu ini berupa pergerakan dinamika musik rock yang garang namun dibalut dengan melodi yang gembeng….whoaaaaah…benar benar menohok tepat di ulu hati!!….dibuka dengan genjrengan gitar yang lembut serta vokal Nicholls yang syahdu sampai menit ke 01.46…musik tiba tiba menukik tajam berubah menjadi garang sampai menit ke 03.25, kemudian menjadi lembut kembali….whooaaaaa sekarang hammond martin menyeruak di keheningan pada menit ke 03.40 hadeeeeeh… nangis sesenggukan ini…..disusul gemuruh drum dan raungan kibor yang kini berubah menjadi garang….gitar Holmes juga mulai nyolong di menit ke 05.10 dengan sayatan yang tajam merobek robek ulu hati……Tuooobzzz!!!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 151 other followers