Archive for the ‘Band Review’ Category

Roundabout … Keindahan Sedalam Samudera

November 14, 2014

Herwinto

11 detik pertama yang mematikan

image

NggggggggggggggggggggggggggggggThuiiing !!!!

Itulah suara yang kita dengar pertama kali ketika memutar lagu milik Yes yang bertajuk Roundabout, 11 detik…ya hanya 11 detik, namun sungguh membuat kita terkapar orgasme padahal baru intro, luar biasa!! belum apa apa kita sudah jatuh terkapar…kadang saya harus mengulang beberapa kali hanya untuk mendapatkan bunyi ”Thuiing” yang nuansamatik sekali ini. Mungkin di kolong jagat ini hanya ada dua lagu yang intronya benar benar dahzyat dan tak bisa terulang lagi meski oleh pembuat dan pelakunya sendiri yaitu Roundabout nya Yes dan Firth of Fifth nya Genesis yang mengandung bunyi ”Dheng” di awal lagu, Genesis maupun Yes mengakuinya. Yes mengakui bahwa bunyi ”Thuiing” dari gitar akustik yang bersamaan dengan bunyi grand piano yang dimainkan secara terbalik ini adalah sebuah kebetulan yang tidak bisa diulang lagi, artinya yang bisa dilakukan Yes berikutnya adalah mencoba meniru sedekat mungkin.

Awalnya pada konser konser Yes sejak Yessongs bunyi ”Thuiing” ini dihilangkan oleh Steve Howe karena mungkin dianggap ribet dan susah, ini seperti menghilangkan grand piano pada intro Firth of Fifth karena Banks tidak mau ribet. Namun belakangan Yes mungkin sadar bahwa bunyi ”Thuiing” ini justru merupakan sesuatu yang disukai dan menjadi salah satu yang ditunggu tunggu bahkan merupakan pusat perhatian dan keindahan, sehingga akhirnya di tampilkan pada konser konser Yes, bahkan sejak tahun 2004 Steve Howe menggunakan gitar biru Variax 600 line 6 yang selalu dipajang di panggung demi memenuhi kebutuhan bunyi ”Thuiing” tersebut.

Roundabout merupakan lagu favorit saya, tak bosan bosannya saya mendengarkan lagu ini, dan bunyi ”Thuiing” tersebut selalu saya nikmati dengan serius…nikmaaaat betul..oh ya selain komposisi gitar akustik ini, hal yang juga menakjubkan adalah permainan akrobatik dari sang mpu papan kunci Mr Rick Wakeman yang memainkan seabreg kibor dengan sangat indah di sepanjang lagu dengan selusin tikungan tikungan maut yang sangat mematikan, permainannya khas bahkan sulit dicari penggantinya termasuk anaknya sendiri si Oliver Wakeman meski lumayan daripada Downes, amatilah Roundabout ini jika dimainkan dalam konser yang bukan oleh si Rick pasti kedodoran…khususnya di menit 05.51 ketika jari jari Rick mulai ngamuk..wahh tak ada yang bisa menggantikan….

Kekuatan lagu ini memang bertumpu pada kehebatan gitar dan kibor, yang membuat saya jingkrak jingkrak saking sukanya plus campur heran dan kagum adalah gitar akustik yang dipakai pada musik rock macam beginian, kalau musik rock pakai gitar listrik yang meraung raung sarat distorsi itu sih biasa!! wajar, lurus lurus saja gak nggumun saya, lha ini musik rock kok pakai gitar akustik yang bukan cuma digenjreng untuk ritem tapi dipetik dengan indah sejajar dengan kibor dengan kelincahan tingkat tinggi jemari Howe…ini menakjubkan bagi saya…aneh dan tidak umum…tapi inilah seninya…memang anggota Yes di album Fragile ini adalah para musisi terbaik saat itu seperti Steve Howe, Rick Wakeman, belum lagi penabuh drumnya Bill Bruford..benar benar mantab.

Setidaknya saya mencatat Roundabout yang dimainkan di konser dengan bunyi ”Thuiing” ada di Union Tour, ABWH live, Keys to Ascension (ini paling mantab), Live from Lyon dan konser konser setelah era 2004 termasuk di Jakarta 2012 kemarin. Salam.

image

Numpang Koh Win ... Gara2 tret ini, sore ini sama si bungsu ngopi sambil pasang nnggg....thing di divoom. He he he ... Kaos nya tapi pinjem punya mas DananG ...

-

Legenda Genesis (5/7)

November 13, 2014

Herwinto

Selling England by The Pound….Mengukir Sejarah dengan Tinta Emas

image

Membicarakan Genesis rasanya tidak afdhol jika tak menyebut Firth of Fifth, ini sudah seperti sisi mata uang, Genesis = Firth of Fifth. Lagu ini memang maha karya Genesis paling monumental, indah dan brilian, tak heran album Selling England ini menjadi album terbaik Genesis sepanjang masa. Bila kita tengok album album prog terbaik sepanjang masa akan kita dapati deretan 4 besar terbaiknya sering diduduki album Close to The Edge (Yes), Selling England by The Pound (Genesis), In The Court of The Crimson King (King Crimson), Thick as A Brick (Jethro Tull) dengan posisi selalu berganti ganti urutan, album ini memang telah menobatkan Genesis sebagai salah satu pengibar prog rock terbaik yang pernah ada.

Dancing With The Moonlight Knight sebuah pembukaan album yang luar biasa…coba cermati, ciri musik Genesis awal nampak sekali yaitu vokal masuk lebih dulu daripada musik seperti pada Looking For Someone…musik khas Genesis pun meluncur dengan nikmat, denting gitar akustik berpadu dengan kibor yang memberi kesan indah, sejuk dan teduh sebelum kemudian musik berubah menjadi enerjik dan rumit….wahh ini lagu benar benar penuh tikungan dimana mana, sepanjang lagu benar benar gak ada cacatnya apalagi di menit 03.49 musik menjadi sangat dramatis dengan bunyi latar yang menggema….mendengar lagu ini kita akan orgasme berkali kali yang berujung lempoh di akhir lagu…..disusul I Know What I Like yang menjadi single hit album ini, lagu yang unik namun enak didengar…sampai era Phil Collins lagu ini masih sering dibawakan dalam konser.

Track ketiga adalah Firth of Fifth, lagu super duper keren ini di buka dengan intro grand piano yang gagah dan megah sekali, hanya sayang Tony Banks malas membawakan dalam konser bagian ini, mungkin ribet ya…untunglah Cockpit kalau bawain lagu ini mempertahankan bagian ini sehingga bisa menghibur kerinduan fans akan keindahan intro ini. Menit demi menit bahkan detik demi detik dari lagu ini benar benar luar biasa dahzyat, bagian melotron, flute, hingga sayatan gitar Hacket yang menohok ulu hati mengaduk emosi benar benar melemparkan kita ke puncak multi orgasme yang paripurna….More Fool Me adalah jeda sejenak untuk istirahat sebelum masuk tret yang juga dahzyat The Battle  of Epping Forest…wah wah ini tret ngguwajak benar, megah dan gagah lagunya..melodinya juga nunjek….kibornya bikin gulung koming….

After The Ordeal instrumental yang sungguh indah, lagu berdurasi 04.16 ini benar benar menghanyutkan, perpaduan gitar dan kibor yang saling mengisi dengan rapat menghasilkan untaian melodi yang benar benar membunuh….padahal kita masih akan memasuki track yang lebih kurang ajar lagi yaitu The Cinema Show…ohhhh man!!! I like it!!! album ini memang kurang ajar betul…mosok dari awal kita dibikin multi orgasme terus….lempoh!!!  Saya juga suka yang versi The Flower Kings….sungguh komposisi musik yang sempurna….kaya dan penuh gizi…dari pembukaan gitar yang lembut, hingga tiupan flute di fase sunyi hingga ngamuknya Tony Bank dengan kibornya semuanya menyenangkan…Aisle of Plenty menyempurnakan keindahan album ini di bagian penutup yang menyejukkan…..Salam..

Genesis “The Lamb Lies Down on Broadway” (4 of 4)

November 11, 2014

Herwinto

Kaget dengan The Lamia…..

image

Mohon maaf kepada pembaca, saya lupa masih punya tret yang belum selesai…..wakakak….ini saya lunasi biar tidak punya hutang…..

Saatnya membahas sisi kedua dari album keren ini….Syahdan ketika itu saya masih SMP sehabis sunat waktu liburan sekolah, sambil mengisi waktu dalam proses penyembuhan saya hanya di rumah tiduran, baca baca buku, dan yang paling berkesan adalah saya di temani kaset Genesis rekaman Yess pemberian kakak saya album The Lamb ini, setiap waktu selalu saya putar kaset ini…indah sekali….itulah mengapa album ini begitu membekas pada jiwa saya. Waktu itu belum era internet maupun CD jadi saya tidak tahu bahwa kaset ini tidak full album, ada beberapa lagu yang hilang dan itu terjadi dalam waktu yang lama. Side A dari kaset atau Disk 1 pada CD sudah saya bahas pada tret sebelumnya, kini giliran membahas side B nya.

Waktu berjalan cepat sampai akhirnya saya kuliah di UNS, nah di sinilah saya berjumpa dengan kawan yang penggemar Genesis sejati, suatu malam saya bermain kerumahnya yang masih satu kota dengan saya, kami ngobrol dan kawan saya ini bilang dia begitu cinta dengan The Lamia salah satu lagu di album The Lamb….dheg!! betapa terperangahnya saya….saya belum pernah mendengar nama The Lamia…..ternyata memang rekaman Yess ini suka mengobrak-abrik susunan lagu ha ha ha….maka disinilah perkenalan saya dengan lagu super keren ini…..

Disk 2 ini dibuka dengan Lilywhite Lilith yang begitu mantab, musiknya gagah namun melodynya begitu menawan, sayatan Hacket juga terasa menusuk sukma, The Waiting Room instrumental yang berbau horor namun sangat megah di akhirnya, dilanjutkan Anyway sebuah lagu yang dibuka dengan kibor/piano yang sangat indah, pada menit ke 01.27 musik berubah menjadi dramatis sekali menggelegar….wah suka sekali saya….The Supernatural Anaesthetist ini instrumental yang begitu mengeksplorasi kedahzyatan gitar Steve Hacket….mantab banget gitarnya….masuk track The Lamia…whoaaaahhhh….intro pianonya berbarengan dengan suara pelan Gabriel memulai dongengnya begitu khusyuk dan syahdu…..indah sekali, lagu ini mengalir dengan tempo sedang…..menit ke 02.14 suasana menjadi hening..sunyi…puncak lagu ini di menit ke 05.42 ketika gitar Hacket menyeruak dengan lengkingan yang mengaduk emosi sampai akhir….hadeeeeeeh keren betul!!

Silent Sorrow track jeda yang berisi instrumental yang memberi kesan khusyuk sebelum masuk track paling prog yaitu The Colony Of Slippermen…edhan!! ini track merupakan menu wajib penggemar Genesis..dibuka dengan bunyi bunyian perkusi yang terdengar sakral, diteruskan masuk ke lagu utama yang begitu enerjik dan dinamis, olah vokal Gabriel yang seperti membaca mantra mantra menambah kesan art rock nya lagu ini..menit ke 04.52 Tony Banks ngamuk dengan kibornya yang dahzyat…whoaaaaahhhh mantabz man!! Ravine sebuah instrumental pendek yang pas banget buat pintu masuk menuju The Light Dies Down On Broadway….The Lamb Lies Down yang dilembutkan he he he….Riding The Scree whoaaaahhh ini musik yang sangat keren….inilah musik khas Genesis lama…..olahan kibornya nunjek betul !!  In The Rapids lagu lembut sebelum masuk ke track penutup It yang begitu rancak, bersemangat….puwassssss benar menikmati album ini !!!

Alcatrazz “No Parole for Rock N Roll” – RockShots

November 9, 2014

Erick S

Assalamualikum para suhu dan senior sekalian , para penghuni  blog super gemblung ini heheehee……, semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat ya. Buat Om Gatot semoga blog ini makin jaya dan makin bisa menambah wawasan serta khasanah musik buat para pembacannya

Lumayan lama banget ga nulis lagi soal kaset, kebetulan beberapa hari lalu saya sempat chat dengan teman di FB yang upload CD steeler (band pertamanya yngwie malmsteen sebelum alcatrazz) . Kami pun saling bahas tentang yngwie ini sampe saya bicara tetang kaset Alcatrazz Album No Parole From Rock n Roll milik saya, kebetulan saya membeli kaset ini 8 tahun lalu di jatinegara di kios nya mas Ari. Waktu saya beli kondisi casing kaset sudah terlihat usang dan covernya nempel, tapi begitu dites suaranya masih kincling itu yang membuat saya tertarik membelinya, selain itu kebetulan saya juga suka dengan karya-karyanya yngwie jadi ya ga mikir panjang lagi langsung bayar ga pake nawar heeeheee

Nahhh… Temen saya itu penasaran dengan kaset ini karena label rekamanya itu RockShot soalnya kata dia itu jarang banget ketemu di loakan katanya , di FB juga ga nongol kasetny. Akhirnya temen saya minta fotony di upload, setelah saya upload ternyata ada yang koment “memangnya rockshot rilis album itu ya ?” Wahh..  saya bingung juga jawabnya soalny dibilang itu reproan , tapi kalau diperhatikan cover, kaset dan suara menurut saya sih itu rockshot asli bukan reproan, tapi ya ga tau juga karena saya emang kurang paham tentang sejarah perkasetan heeheee.

image

-

image

-

image

Mungkin para senior dan suhu di blog ini membantu saya soal kaset ini, apakah memang rockshot pernah merilis album ini atau tidak dan apakah rilis lisensi atau tidak ya kaset ini di indonesia?

Demikian, terima kasih sebelumnya buat Om Gatot karena sudah diposting .

Wassalam

—–

Regards,

Megahnya Konser Yes (10 of 10)

November 8, 2014

Herwinto

Yes ”In The Present – Live From Lyon”…..Konser Istimewa

image

Mungkin inilah satu satunya konser Yes paling menarik sepanjang masa. Ada dua hal yang membuat konser ini terasa istimewa, pertama, pemain kibor di konser ini adalah wajah yang belum pernah ada sebelumnya yaitu Oliver Wakeman putra Rick Wakeman yang harus menggantikan ayahnya akibat masalah kesehatan, kedua adalah bahwa dua lagu dahzyat dari album Drama yaitu Tempus Fugit dan Machine Messiah dibawakan dalam konser ini berdampingan dengan lagu lagu klasik Yes yang lain yang tidak akan pernah terjadi jika vokalisnya adalah Jon Anderson. Memang vokalis dalam konser ini adalah Benoit David yang harus menggantikan Jon karena sakit. Oliver sendiri memiliki kemampuan yang nyaris setara dengan ayahnya sehingga tak perlu diragukan lagi keindahannya dalam mempersembahkan not not kibornya, tidak seperti Downes yang nampak kedodoran.

Track List nya masih seperti biasanya dibuka dengan Siberian Khatru dan ditutup dengan Roundabout dan Starship Trooper, selain Machine dan Tempus Fugit nomor pelengkap di konser ini adalah Onward dan Astral Traveller serta solo gitar Steve Howe bertajuk Corkscrew yang sangat ciamik. Yang menarik juga  Astral Traveller yang di album Time And A Word lagunya terkesan biasa, di konser ini lagu ini menjadi terdengar megah dan mantab sekali karena di tangani oleh Howe pada bagian part gitarnya. Live ini layak dimiliki penggemar Yes sejati karena menghimpun semua karya klasik Yes di berbagai album. Salam.

Dahzyatnya The Flower Kings (11 of 15)

November 7, 2014

Herwinto

Back In The World Of Adventures….Kuliah Strata-4 ala Raja-Raja Bunga

back

Dari sekian banyak penganut paham prog rock utamanya simphony rock ternyata banyak juga yang berpaham ekstrim fundamentalis. Saya katakan ekstrim fundamentalis karena golongan ini beranggapan bahwa musik prog rock hanyalah sampai tahun 1977, setelahnya adalah bentuk pengulangan, meniru bahkan hanya main main belaka. Ini bukanlah sebuah bualan semata, namun sungguh benar benar ada faktanya di sekitar kita, golongan ini sangatlah fanatik dan tidak mau mengakui eksistensi dari musik prog setelah era 1977, mereka menganggap Neo Prog yang dipelopori Marillion dan kebangkitan gelombang ketiga yang dipelopori TFK hanyalah main main belaka, golongan ini sangat susah untuk menerima kehadiran musik mereka.

Kuliah Strata-4 bagi kaum Fundamentalis
Bagi para penganut haluan keras ini saya memiliki saran cobalah untuk menyimak barang sejenak album TFK bertajuk Back In The World Of Adventures…mendengarkan album ini dahulu saya (mantan fundamentalis yang sudah bertobat) merasakan adanya sebuah pencerahan, menyimak album ini secara utuh adalah sebuah perkuliahan yang sungguh menyenangkan, Roine Stolt sang guru besar prog rock telah membeberkan dan menguak fakta yang sungguh mencengangkan bahwa prog rock tak berhenti di tahun 1977, namun mampu menembus ruang dan waktu tanpa batas batas usia dan generasi.

Album ini bagi saya merupakan sebuah rendezvous dari solo album Stolt bertajuk The Flower King yang meletakkan dasar dasar atau pondasi bagi perjalanan musik TFK dimasa datang. Tak pelak lagi album ini sungguh karya yang luar biasa, dengarkanlah mulai dari track pembuka World Of Adventures yang akan membuat pengagum Yes, Genesis serta ELP berdecak kagum sambil menelan ludah, bagaimana tidak, sebab TFK mampu menciptakan sound jauh melampaui seniornya ini tanpa ada unsur ‘membebek’ atau menjiplak. Inilah lagu yang membuka fikiran saya akan kesadaran baru tentang musik prog. Atomic Prince-Kaleidoscope jelas membuktikan bahwa TFK adalah pengusung simphony prog yang handal, Go West Judas…wow… semakin menunjukkan kecakapan TFK dalam meramu unsur unsur prog rock dalam kemasan yang modern, Train To Nowhere, Oblivion Road adalah mata kuliah dahzyat tentang olahan bergizi musik prog oleh TFK. Theme For Hero, My Cosmic Lover track yang sangat indah untuk dinikmati sambil kerja….uughhhh….kereeeen!!! diantara keduanya ada jeda Temple Of The Snakes yang berkesan sakral. The Wonder Wheel instrumental yang merupakan perpaduan ciamik gitar dan kibor yang berkesan megah. Big Puzzle… wow….ini track yang sangat menyenangkan…kaya, bergizi, menu prog rock yang lengkap sekali.

Mengikuti perkuliahan ala Raja-Raja Bunga melalui Back In The World Of Adventures….adalah suatu…. Keniscayaan!!

Demam Gary Wright

October 30, 2014

Gatot Widayanto

Gara2 mas Andria, mas Hendrik, dibumbui mas Rizki dan mas Khalil akhirnya nama Gary Wright tiba2 meroket menjadi trending topic di blog paling gemblung di dunia ini. Trending topicnya bahkan mendekati berita gemparnya bakal ada DPR Perjuangan (jadi, selama ini memang DPR gak berjuang ya buat rakyat?) yang lagi meroket di medsos. Untungnya si GW ini hanya meroket di kalangan wong gemblung, jadi ya masih terkontrol lah ….ha ha ha …. Lha gimana gak gemblung ya, di sini tak hanya prog aja yang tumbuh subur namun metal dan pop pun juga punya porsi. Ha ha ha …. Pokoke sing penting musik untuk kehidupan ….he he …

Lha , malam ini saya balik ke rumah dari rumah ibu saya sambil gowes kok ya menikmati playlist yang ada dua lagunya GW yakni Dream Weaver dan Blind Feeling. Whoooaaaa …. Suasana gowes jadi marak. Dan pada saat melintas di depan rumah mas Rizki rasanya saya mau gedor pintu rumahnya sambil pamer bahwa di iPod saya sedang playing Dream Weaver yang terkoneksi ke Voombox . Ini fotonya:

image

Terus saya melaju santai dan setelah Hair of the Dog nya Nazareth lha kok nyambung ke Blind Feeling nya GW. Opo ra tambah nyamleng suromenggolo ki nartosabdo mangku wanito udo? Nikmaaadz pol ….. Trus sampek rumah tak golèki itu kaset Styx rekaman Nirwana dan dapet. Ini dia fotonya:

image

-

image

-
Dan ternyata masing2 dapat porsi sama yakni 30 menit baik Styx maupun GW. Whoooaaaa … Kaset ini sungguh nuansamatik kemlitik zonder rheumatik pol bagi saya. Rasanya mau menangis teringat masa itu saat beli kaset ini ….jauh jauh ke Pasar Turi hanya mampu beli satu buah kaset; itupun uang hasil dikasih kakak sepupu saya, mbak Aniek yang baik hati. Ludeslah uang rp. 700 saat itu buat beli kaset ini. Duh …merindhink disko nih kalau ingat masa lalu. Miskin dan indah. Poverty is beautiful!

Nah … Ruang di bawah ini akan kemudian diisi foto2 kaset GW koleksi mas Rizki dan mas Hendrik:
Ini kiriman foto dari mas Hendrik (31 Okt 2014):

image

-
image

-
Salam,
G

KISS “Glammed & Masked”

October 28, 2014

Hippienov

image

Setelah kompilasi ini selesai aku kasih judul barulah aku ngeh kalo judulnya wagu karena setelah aku cari-cari di google istilah “glammed” sulit ditemukan dan sepertinya gak ada artinya, hahaha… Tapi sudahlah, cover nya sudah keburu aku print, anggap aja salah cetak, hehehe…

Album kompilasi ini seyogyanya merupakan “tribute” buat adikku yang nge-fans dengan KISS dan tentunya untuk rekan-rekan semua penggemar KISS, sekaligus aku persembahkan untuk Bro Nelwin, seorang KISS Army sejati…
Semoga saja beliau tidak terlalu banyak mengkritik/memprotes isi kompilasi ini, karena pastinya banyak pilihan lagu apik KISS yang tidak muat masuk di album ini.

Kompilasi ini aku maksudkan untuk sedikit menggambarkan era KISS sepanjang dekade 70an sesuai judulnya “masked”, saat KISS masih setia dengan make-up dan kostum yang sangat mencirikan mereka dan membedakan dengan band-band lain. Mungkin keunikan inilah yang jadi salah satu alasan mengapa mereka begitu terkenal di dunia rock n’ roll.   
Saat tahap awal pembuatan aku memang tidak meniatkan untuk membuat sebuah kompilasi “the best” atau “greatest hits” walau tidak dapat dipungkiri saat pemilihan lagu aku mengacu pada beberapa album kompilasi “the best” KISS (baik yang lisensi atau jaman kaset normal) sebagai referensi, dan hasil akhirnya seperti yang bisa dilihat, nyaris semua lagu hits KISS nyangkut di album “abal-abal” ini:

KISS “Glammed & Masked”
1. Parasite.
2. Hotter Than Hell.
3. Strutter.
4. Cold Gin.
5. Black Diamond.
6. Deuce.
7. Rock n’ Roll All Nite.
8. She.
9. Detroit Rock City.
10. God of Thunder.
11. Shout It Out Loud.
12. Beth.
13. Hard Luck Woman.
14. Makin’ Love.
15. Callin’ Dr. Love.
16. I Stole Your Love.
17. Shock Me.
18. Love Gun.
19. I Was Made for Loving You.
20. Sure Know Something.
21. 2.000 Man.

Senang rasanya punya kompilasi ini karena memang semua lagu yang ada adalah yang betul-betul suka dan terlebih lagi karena aku bisa menyenangkan hati adikku yang gila KISS.

Demikian sharing ku kali ini, semoga berkenan dan seperti biasa matursuwun sanget Mas G atas tempat dan kesempatan yang diberikan. Serta untuk rekan-rekan yang sudi mampir membaca tulisan gemblung ini. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan.

A boy who dreams music,
hippienov 

KISS “Glammed & Unmasked”

October 27, 2014

Hippienov

kiss3-1

Untuk membuat sebuah gambaran tentang sejarah musik KISS, maka aku putuskan untuk membuat juga kompilasi KISS era 80an setelah mereka manggung tanpa make-up/kostum yang unik, atau saat KISS jadi serupa dengan band glam metal lain yang memang sedang merajalela saat itu.

Jujur aku tidak tahu banyak tentang musik KISS era 80an dan aku gak tahu mana lagu-lagu mereka yang jadi hits dan mana yang tidak. Maka saat pembuatan kompilasi ini memakan waktu relatif lama karena aku harus mendengarkan album per album, lagu per lagu, baru kemudian aku putuskan mana lagu yang akan dipilih. Metode ini mungkin akan membuat kompilasi ini benar-benar berisi lagu yang dipilih secara subyektif bukan obyektif. Dipilih karena aku suka bukan karena lagu itu hits. Bro Nelwin bisa jadi akan protes keras terhadap kompilasi ini, hehehe…

Isi kompilasi ini diambil mulai dari album “unmasked” sampai “crazy crazy nights”. Sebenarnya kurang pas juga disebut “unmasked” karena di album “unmasked” kemudian “the elder” dan “creatures of the night” KISS masih memakai kostum/make-up, baru di album “lick it up” KISS berani tampil tanpa make up. Tapi aku pikir KISS era 80an lebih terkenal karena tanpa make-up sehingga aku putuskan untuk tetap menggunakan judul “unmasked”.

Setelah aku perhatikan musik KISS setelah album “the elder” berubah lebih ke arah heavy metal dengan riff gitar yang bertempo lebih cepat dan dentuman drums yang lebih sangar dibanding KISS era 70an. Aku jadi mulai ikut menyukai KISS 80an yang selama ini hampir tidak pernah aku sentuh.

Berikut songs list nya:

KISS “Glammed & Unmasked”.
1. Talk to Me.
2. A World Without Heroes.
3. I Still Love You.
4. Rock n” Roll Hell.
5. Creatures of The Night.
6. Killer.
7. Exciter.
8. Lick It Up.
9. Young and Wasted.
10. All Hell’s Breaking Loose.
11. Heaven’s On fire.
12. Under The Gun.
13. I’m Alive.
14. King Of The Mountain.
15. Trial By Fire.
16. Crazy Crazy Nights.
17. Turn On The NIght.
18. My Way.
19. When The Walls Come Down.
20. I’ll Fight Hell to Hold You.

Meskipun bukan sebuah kompilasi yang baik dan benar namun sekali lagi aku ingin mempersembahkan album ini untuk blog gemblung tercinta, rekan-rekan fanatik KISS, Bro Nelwin the KISS Army, Bro Rully yang sudah berbaik hati mengkopikan sejibun mp3 album KISS 70-80an dan my beloved brother who loves KISS.

Matursuwun sanget Mas G untuk tempat dan kesempatan yang diberikan, serta untuk rekan-rekan gemblungers yang sudi mampir membaca tulisan ini. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan, kiranya dapat berkenan.

A boy who dreams music,
hippienov

Grand Funk Railroad “The Collection Vol. 2″

October 23, 2014

Hippienov

image

Apa Kabar teman-teman semua? Sebelumnya aku minta maaf karena beberapa lama menghilang dari blog. Disela masa vakum tadi aku mencoba untuk menghayati dan mengkhatamkan beberapa album prog yang dikenalkan Koh Win dan Mas G seperti Khan “Space Shanty”, Marillion “Marbles” serta beberapa album lain yang semuanya sangat nuansamatik. Namun alih-alih berhasil khatam dengan album-album prog tadi, apa daya tanpa sadar aku malah terbuai dengan musik non prog macam Duran-Duran, KISS, RATT, Michael Franks, Grand Funk Railroad, John Denver, Mr. Big, Stevie Wonder dan Scorpions. Tak terasa aku jadi lebih sering mendengarkan album-album non prog ketimbang prog. Tapi bukan berarti aku berhenti nge-prog, tadi pagi IQ “Frequency” lantang berkumandang dari dalam kamarku menemani aktivitas pagi hari ^_^

Pada saat aku sedang enjoy listening to non-prog music, beberapa kompilasi berhasil aku buat dan salah satunya adalah Grand Funk Railroad “The Collection Vol. 2″ yang merupakan serial lanjutan dari volume sebelumnya. Tak lupa di kompilasi ini aku memasukkan beberapa lagu kesukaan Mas G yang di volume 1 tidak ada. Semoga kompilasi ini cukup menarik dan cukup “kriuk” untuk dinikmati.

Berikut songlist nya:

Grand Funk Railroad / The Collection Vol. 2
1. Flight Of The Phoenix (2002 remix).
2. Heartbreaker.
3. Mean Mistreater.
4. Memories.
5. All The Girls In The World Beware.
6. So You Won’t Have To Die.
7. Anybody’s Answer.
8. Nothing Is The Same.
9. High Falootin’ Woman.
10. Inside Looking Outside.
11. Jam Footstompin’ Music.
12. Hooray.
13. Sin’s A Good Man’s Brother.
14. To Get Back In.
15. Aimless Lady.
16. Time Machine.
17. Gettin’ Over You.

Demikian sharing ku pada kesempatan ini, kiranya berkenan untuk rekan-rekan semua dan as always matursuwun sanget untuk Mas G atas tempat serta kesempatan yang beliau berikan. Tak lupa juga untuk semua rekan-rekan gemblungers yang sudi mampir tulisan gemblung ini.. For those about to rock… I salute you…

A boy who dreams music,
hippienov 
 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 151 other followers