Archive for the ‘Album Review’ Category

Legenda Genesis (5/7)

November 13, 2014

Herwinto

Selling England by The Pound….Mengukir Sejarah dengan Tinta Emas

image

Membicarakan Genesis rasanya tidak afdhol jika tak menyebut Firth of Fifth, ini sudah seperti sisi mata uang, Genesis = Firth of Fifth. Lagu ini memang maha karya Genesis paling monumental, indah dan brilian, tak heran album Selling England ini menjadi album terbaik Genesis sepanjang masa. Bila kita tengok album album prog terbaik sepanjang masa akan kita dapati deretan 4 besar terbaiknya sering diduduki album Close to The Edge (Yes), Selling England by The Pound (Genesis), In The Court of The Crimson King (King Crimson), Thick as A Brick (Jethro Tull) dengan posisi selalu berganti ganti urutan, album ini memang telah menobatkan Genesis sebagai salah satu pengibar prog rock terbaik yang pernah ada.

Dancing With The Moonlight Knight sebuah pembukaan album yang luar biasa…coba cermati, ciri musik Genesis awal nampak sekali yaitu vokal masuk lebih dulu daripada musik seperti pada Looking For Someone…musik khas Genesis pun meluncur dengan nikmat, denting gitar akustik berpadu dengan kibor yang memberi kesan indah, sejuk dan teduh sebelum kemudian musik berubah menjadi enerjik dan rumit….wahh ini lagu benar benar penuh tikungan dimana mana, sepanjang lagu benar benar gak ada cacatnya apalagi di menit 03.49 musik menjadi sangat dramatis dengan bunyi latar yang menggema….mendengar lagu ini kita akan orgasme berkali kali yang berujung lempoh di akhir lagu…..disusul I Know What I Like yang menjadi single hit album ini, lagu yang unik namun enak didengar…sampai era Phil Collins lagu ini masih sering dibawakan dalam konser.

Track ketiga adalah Firth of Fifth, lagu super duper keren ini di buka dengan intro grand piano yang gagah dan megah sekali, hanya sayang Tony Banks malas membawakan dalam konser bagian ini, mungkin ribet ya…untunglah Cockpit kalau bawain lagu ini mempertahankan bagian ini sehingga bisa menghibur kerinduan fans akan keindahan intro ini. Menit demi menit bahkan detik demi detik dari lagu ini benar benar luar biasa dahzyat, bagian melotron, flute, hingga sayatan gitar Hacket yang menohok ulu hati mengaduk emosi benar benar melemparkan kita ke puncak multi orgasme yang paripurna….More Fool Me adalah jeda sejenak untuk istirahat sebelum masuk tret yang juga dahzyat The Battle  of Epping Forest…wah wah ini tret ngguwajak benar, megah dan gagah lagunya..melodinya juga nunjek….kibornya bikin gulung koming….

After The Ordeal instrumental yang sungguh indah, lagu berdurasi 04.16 ini benar benar menghanyutkan, perpaduan gitar dan kibor yang saling mengisi dengan rapat menghasilkan untaian melodi yang benar benar membunuh….padahal kita masih akan memasuki track yang lebih kurang ajar lagi yaitu The Cinema Show…ohhhh man!!! I like it!!! album ini memang kurang ajar betul…mosok dari awal kita dibikin multi orgasme terus….lempoh!!!  Saya juga suka yang versi The Flower Kings….sungguh komposisi musik yang sempurna….kaya dan penuh gizi…dari pembukaan gitar yang lembut, hingga tiupan flute di fase sunyi hingga ngamuknya Tony Bank dengan kibornya semuanya menyenangkan…Aisle of Plenty menyempurnakan keindahan album ini di bagian penutup yang menyejukkan…..Salam..

Genesis “The Lamb Lies Down on Broadway” (4 of 4)

November 11, 2014

Herwinto

Kaget dengan The Lamia…..

image

Mohon maaf kepada pembaca, saya lupa masih punya tret yang belum selesai…..wakakak….ini saya lunasi biar tidak punya hutang…..

Saatnya membahas sisi kedua dari album keren ini….Syahdan ketika itu saya masih SMP sehabis sunat waktu liburan sekolah, sambil mengisi waktu dalam proses penyembuhan saya hanya di rumah tiduran, baca baca buku, dan yang paling berkesan adalah saya di temani kaset Genesis rekaman Yess pemberian kakak saya album The Lamb ini, setiap waktu selalu saya putar kaset ini…indah sekali….itulah mengapa album ini begitu membekas pada jiwa saya. Waktu itu belum era internet maupun CD jadi saya tidak tahu bahwa kaset ini tidak full album, ada beberapa lagu yang hilang dan itu terjadi dalam waktu yang lama. Side A dari kaset atau Disk 1 pada CD sudah saya bahas pada tret sebelumnya, kini giliran membahas side B nya.

Waktu berjalan cepat sampai akhirnya saya kuliah di UNS, nah di sinilah saya berjumpa dengan kawan yang penggemar Genesis sejati, suatu malam saya bermain kerumahnya yang masih satu kota dengan saya, kami ngobrol dan kawan saya ini bilang dia begitu cinta dengan The Lamia salah satu lagu di album The Lamb….dheg!! betapa terperangahnya saya….saya belum pernah mendengar nama The Lamia…..ternyata memang rekaman Yess ini suka mengobrak-abrik susunan lagu ha ha ha….maka disinilah perkenalan saya dengan lagu super keren ini…..

Disk 2 ini dibuka dengan Lilywhite Lilith yang begitu mantab, musiknya gagah namun melodynya begitu menawan, sayatan Hacket juga terasa menusuk sukma, The Waiting Room instrumental yang berbau horor namun sangat megah di akhirnya, dilanjutkan Anyway sebuah lagu yang dibuka dengan kibor/piano yang sangat indah, pada menit ke 01.27 musik berubah menjadi dramatis sekali menggelegar….wah suka sekali saya….The Supernatural Anaesthetist ini instrumental yang begitu mengeksplorasi kedahzyatan gitar Steve Hacket….mantab banget gitarnya….masuk track The Lamia…whoaaaahhhh….intro pianonya berbarengan dengan suara pelan Gabriel memulai dongengnya begitu khusyuk dan syahdu…..indah sekali, lagu ini mengalir dengan tempo sedang…..menit ke 02.14 suasana menjadi hening..sunyi…puncak lagu ini di menit ke 05.42 ketika gitar Hacket menyeruak dengan lengkingan yang mengaduk emosi sampai akhir….hadeeeeeeh keren betul!!

Silent Sorrow track jeda yang berisi instrumental yang memberi kesan khusyuk sebelum masuk track paling prog yaitu The Colony Of Slippermen…edhan!! ini track merupakan menu wajib penggemar Genesis..dibuka dengan bunyi bunyian perkusi yang terdengar sakral, diteruskan masuk ke lagu utama yang begitu enerjik dan dinamis, olah vokal Gabriel yang seperti membaca mantra mantra menambah kesan art rock nya lagu ini..menit ke 04.52 Tony Banks ngamuk dengan kibornya yang dahzyat…whoaaaaahhhh mantabz man!! Ravine sebuah instrumental pendek yang pas banget buat pintu masuk menuju The Light Dies Down On Broadway….The Lamb Lies Down yang dilembutkan he he he….Riding The Scree whoaaaahhh ini musik yang sangat keren….inilah musik khas Genesis lama…..olahan kibornya nunjek betul !!  In The Rapids lagu lembut sebelum masuk ke track penutup It yang begitu rancak, bersemangat….puwassssss benar menikmati album ini !!!

Dahzyatnya The Flower Kings (11 of 15)

November 7, 2014

Herwinto

Back In The World Of Adventures….Kuliah Strata-4 ala Raja-Raja Bunga

back

Dari sekian banyak penganut paham prog rock utamanya simphony rock ternyata banyak juga yang berpaham ekstrim fundamentalis. Saya katakan ekstrim fundamentalis karena golongan ini beranggapan bahwa musik prog rock hanyalah sampai tahun 1977, setelahnya adalah bentuk pengulangan, meniru bahkan hanya main main belaka. Ini bukanlah sebuah bualan semata, namun sungguh benar benar ada faktanya di sekitar kita, golongan ini sangatlah fanatik dan tidak mau mengakui eksistensi dari musik prog setelah era 1977, mereka menganggap Neo Prog yang dipelopori Marillion dan kebangkitan gelombang ketiga yang dipelopori TFK hanyalah main main belaka, golongan ini sangat susah untuk menerima kehadiran musik mereka.

Kuliah Strata-4 bagi kaum Fundamentalis
Bagi para penganut haluan keras ini saya memiliki saran cobalah untuk menyimak barang sejenak album TFK bertajuk Back In The World Of Adventures…mendengarkan album ini dahulu saya (mantan fundamentalis yang sudah bertobat) merasakan adanya sebuah pencerahan, menyimak album ini secara utuh adalah sebuah perkuliahan yang sungguh menyenangkan, Roine Stolt sang guru besar prog rock telah membeberkan dan menguak fakta yang sungguh mencengangkan bahwa prog rock tak berhenti di tahun 1977, namun mampu menembus ruang dan waktu tanpa batas batas usia dan generasi.

Album ini bagi saya merupakan sebuah rendezvous dari solo album Stolt bertajuk The Flower King yang meletakkan dasar dasar atau pondasi bagi perjalanan musik TFK dimasa datang. Tak pelak lagi album ini sungguh karya yang luar biasa, dengarkanlah mulai dari track pembuka World Of Adventures yang akan membuat pengagum Yes, Genesis serta ELP berdecak kagum sambil menelan ludah, bagaimana tidak, sebab TFK mampu menciptakan sound jauh melampaui seniornya ini tanpa ada unsur ‘membebek’ atau menjiplak. Inilah lagu yang membuka fikiran saya akan kesadaran baru tentang musik prog. Atomic Prince-Kaleidoscope jelas membuktikan bahwa TFK adalah pengusung simphony prog yang handal, Go West Judas…wow… semakin menunjukkan kecakapan TFK dalam meramu unsur unsur prog rock dalam kemasan yang modern, Train To Nowhere, Oblivion Road adalah mata kuliah dahzyat tentang olahan bergizi musik prog oleh TFK. Theme For Hero, My Cosmic Lover track yang sangat indah untuk dinikmati sambil kerja….uughhhh….kereeeen!!! diantara keduanya ada jeda Temple Of The Snakes yang berkesan sakral. The Wonder Wheel instrumental yang merupakan perpaduan ciamik gitar dan kibor yang berkesan megah. Big Puzzle… wow….ini track yang sangat menyenangkan…kaya, bergizi, menu prog rock yang lengkap sekali.

Mengikuti perkuliahan ala Raja-Raja Bunga melalui Back In The World Of Adventures….adalah suatu…. Keniscayaan!!

Mari Njungkel bersama Cosa Brava “The Letter”

October 15, 2014

Akhirnya …saya bisa menulis musik aneh yang bikin jiwa njungkel ini! terima kasih ke mas Edi Apple Santoso. kalau gak karena beliau, mana saya tahu band aneh ini … Review saya di PA banyak menyebut nama Mas Edi plus kejadian nuansamatik di Apple Cafe pada tanggal 19 September 2014 yang lalu …

cover_646221852012_r

Studio Album, released in 2012

Songs / Tracks Listing

1. Soul of the Machine (2:12)
2. The Eyjafjallaj?kull Tango (6:48)
3. Drowning (4:04)
4. The Wedding (6:08)
5. The Letter (3:41)
6. Slings and Arrows (7:23)
7. Jitters (5:13)
8. For Lars Hollmer (8:03)
9. Emigrants (4:06)
10. Nobody Told Me (4:10)
11. Common Sense (7:15)
12. Soul of the Machine (reprise) (2:05)

Total Time 61:01

Line-up / Musicians

- Fred Frith / guitar, voice
- Carla Kihlstedt / violin, bass harmonica, voice
- Zeena Parkins / accordion, keyboards, Foley objects, voice
- Shahzad Ismaily / bass, voice
- Matthias Bossi / drums, percussion, mayhem, voice, whistling
- The Norman Conquest / sound manipulation

Collaborators:
- Michael Elrod / tambura (track 4)
- William Winant / concert bass drum (track 10), crotales (track 2)

The Letter
Cosa Brava RIO/Avant-Prog

Review by Gatot
Special Collaborator Honorary Collaborator

5 stars Wonderfully unstructured, unpredictable. But … It’s nice!Commemorating the ProgRing (Progressive Gathering) at Apple Cafe, Jombang, September 19, 2014

The Context

This review would never happen without the important event held at Apple cafe in Jombang, East Java, Indonesia on the evening of September 19, 2014 (Friday). That was the first time I knew the name Cosa Brava from my prog mate Edi Santoso (usually I call him with “Mas Edi”). Well, actually mas Edi owns the cafe and he invited me to have a wonderful chat on progressive music PLUS. I say plus because we did not talk only about progressive music but also anything related to progressive life. So we agreed that PROG is not just the music but it’s a PHILOSOPHY because it goes beyond prog. Take a good example of Mas Edi. yes, he is the die hard core fan of prog music especially in the area of RIO or he call it as “rock mbeling” (local words that mean: “naughty rock”) which essentially depicts the description of what the RIO/Avant-garde music is all about. Of course he also loves things like Birdfish, The Flower Kings as well as Opeth and also legends like Genesis. In fact his Apple Cafe is a true prog cafe in a real sense: you can find many prog artwork like Genesis’ Selling England By The Pound or King Crimson’s In The Court repainted nicely at the walls of the cafe. Do not tak about copy act right ya … But it’s really prog nuances built inside the cafe. If you are real prog person, you would love the cafe – I guarantee ! So ..come to Indonesia mates! I will show you great prog places around ….

Mas Edi has taken prog spirit to the next level, applied in real life not as musician as both of us are not musicians and our friendship so far has been based on our shared taste of prog music plus prog spirit of course. What I mean here is that his decision to carry on his life by taking care his own mother who also live with him in that prog cafe. According to Islamic teaching, taking care of your own parents is number one priority after worshipping only ONE God – Allah subhanahu wa taala. So, has taken life progressively from serving only his own family (wife and two sons) and now to include taking care his own mother who is old and sometimes getting sick. So …you can now imagin how deep our PROG discussion on that ProgRing event ….

The Music

I might send you big apology to describe the novel long context as part of this review because to me prog music is not just music …it goes beyond music … it’s about friendship and long lasting relation with others. You can use the spirit of PROG in day to day life and you will find PROG with joy. Yes, initially I met people like mas Edi because of the need to form coalition of people who share similar taste in music. But after that we talk many things that go beyond the limits of musical taste.

I was very lucky meeting with him at that event where we discussed about prog at one corner of the cafe where the poster of Beardfish bassist was put on the wall. The first thing asked him was: “Who plays this music” when I heard the loudspeaker sounded the music that I never heard before, packed with violin sounds. He said it humbly : “Cosa Brava”. And then I said “What? How do you spell it?”. That indicates how new the name came into my mind, really! Yeah …finally I got it right after he spelled it out for me: COSA BRAVA. What a great name!

You know …what was the first impression about the music of Cosa Brava? Very unstructured …and very unpredictable! When I listened to the violin of Haggard, I could sort of predict where the music would go. Or with Jean Luc Ponty or Didier Lockwood …generally I can get an overall sense on where the music is going. But definitely not for Cosa Brava. But …even though unstructered, I really enjoy how the music flew while Mas Edi talked with me. Of course, as senior prog head he has abundant knowledge about who’s who in Cosa Brava as well as other RIO music. It was quite hard for me to understand the music as everything was unpredictable. But … in enjoying music, do I need to understand? I thought about it quite sometime and posted that question to Mas Edi. His answer was really simple: “The composition must be excellent because the musicians are all talented persons … The only thing is because we do not get used to it …”. WOW! What a wise prog words for me really …. I made a long pause from the discussion and I remember vividly I was hearing the sounds of mechanical typewriter we typically had in the past ….you know the Brother or IBM trade mark of typewriter. What really a great nuance created from the sound!

We continued the prog discussion while letting the stereo set played this album by Cosa Brava. In some segments I requested some pause for a while to discuss the subtleties of the particular segment. Then I noticed that the beauty of enjoying RIO (rock mbeling) music is by letting the music flow as it is and enjoy any segment the music gives to me; do not ever try to predict what is going to happen … Do not expect nice melody that plays across all segments in longer duration. The melody is at every segment. It’s kind like disjointed at first experience. But as time passes by it will definitely grow on you. At first I could only enjoy the section with drums on second track titled strangely as “The Eyjafjallajkull Tango” (6:48). The combined drums and violin work is really stunning!

In this kind of music, I think the most important thing to understand the music, if we want to, is putting ourselves as the musician. This music must have been created for a reason, possibly to support the acts of certain story plot. In this case, of course it revolves around The Letter. Honestly, in this particular album, I know nothing about the plot but it must be something to do with a series of acts that depicts certain life situation where Letter becomes one of the critical point of the story – and then you have other events like Drowning, The Wedding, Nobody Told Me as well as Common Sense. How can I find my joy listening to this album? Through a series of segments that in themselves provide provide a profound experience for me, personally. One thing that makes me happy with this album is its sound quality which I consider as top class! You can hear all subtleties of the music throughout the tracks presented in this album. All the detailed work of each musician can be enjoyed in its utmost clarity especially if you play it at the decent stereo set using at least B&W speakers, or other high end sound system.

Judging from musical composition point of view, I would opt to say that “For Lars Hollmer”, “The Eyjafjallajkull Tango”, “The Letter”, and “Common Sense” are favorite tracks. But the problem is then the track cannot be played its own as it must be placed on sequential basis … So this kind of album can only be enjoyed if I play it in its entirety from start to end. I can find the brilliance of the musicians creating this intelligently crafted music for us. High salute to all musicians involved in this album!

What do you expect from me with the above novel-long elaboration? It’s a FULL five star rating! Keep on proggin’ …!

Thanks to Mas Edi who showed me the hill of finding this kind of music.

Peace on earth and mercy mild – GW

Legenda Genesis (5/7)

October 15, 2014

Kepada penghuni maupun pembaca blog gemblung M4L yang budiman ….

Mohon maaf

Untuk sementara kisah Legenda Genesis ini berhenti sejenak karena sang pelegenda, mas Herwinto a.k.a. Koh Win, saat ini sedang kesandhung dan kemudian kebleghonk masuk lubang keindahan musik prog masa kini , baik itu dari kelompok yang namanya IQ, Karmakanic, maupun legenda kisah Canterbury dengan kelompok seperti Khan, National Health dan nak-ndulurnya.

Memang …belantara musik prog itu begitu luas dan lintas-batas , sehingga sekali kesandung dijamin njungkel sak dobole nganti gulung koming ping kopang kaping …. Serentetan SMS yang intinya mengabarkan kisah “menderita kepuasan” terhadap band-band prog yang dialamatkan kepada redaksi M4L membuktikan hal ini. Sepertinya sahabat Hippienov juga sedang bertapa tak banyak komentar di blog gemblung lantaran menyiapkan ulasan maha dahzyat terkait KHAN “Space Shanty” yang berhasil menciptakan decak kagum bagi khalayak pendengar, apalagi pendengar yang kesandhung …

Mohon kesabarannya dan harap maklum … Redaksi yakin bahwa kisah legenda ini akan muncul lagi setelah Koh Win sembuh dari sakit lantaran kesandhung tadi. Tak tahu pula kalau Koh Win ini menjelajah ke ranah Porcupine Tree dan anak pinaknya …bisa jadi gak muncul lagi legenda Genesis ini …Ora kober soale. Redaksi juga mohon maaf kepada Koh Win yang telah banyak menyebar ratjun ganas prog ini …

Semoga prog tak sekedar musiknya saja, namun jiwa kita juga PROG soalnya PROG GITU LOH!

Sepuntene ingkang khathah

Salam

Tertohok “Sleepless Incidental”

October 4, 2014

Herwinto

image

Lagi lagi IQ telah berhasil membuat saya ngguweblak gulung koming menderita kepuasan setelah mendengarkan salah satu albumnya yang bertajuk…..Subterranea….

Ini adalah album konsep yang terdiri dari dua disk, jika Genesis memiliki The Lamb Lies Down, Marillion memiliki Missplaced Chilhood, dan Arena memiliki The Visitor, maka IQ tak mau ketinggalan memiliki album konsep yang dahzyat yaitu Subterranea. Sudahkah anda mendengarkan album ini? Sungguh!! Anda termasuk golongan yang merugi jika belum sempat mendengarkan album ini !! apalagi setelah membaca tulisan ini kok sama sekali tak tergerak untuk mencoba mendengarkannya… sungguh.. Keterlaluan!!! ha ha ha…..

Album ini baru overturenya saja sudah membuat saya njungkel kejlungup sampai ndlosor ndlosor!! ha ha ha…overturenya ngguwajak benar….padahal cuma 4.39 menit…Album ini total berisi 19 lagu dengan durasi 102.34 menit. Ada dua lagu yang benar benar menohok saya yaitu track ketiga berjudul Subterranea, ini benar benar lagu yang dinamis bersemangat serta gagah….serta yang kedua lagu pada track keempat berjudul Sleepless Incidental sebuah lagu berdurasi 6.23 menit yang sungguh indah khas IQ, lagu ini berupa pergerakan dinamika musik rock yang garang namun dibalut dengan melodi yang gembeng….whoaaaaah…benar benar menohok tepat di ulu hati!!….dibuka dengan genjrengan gitar yang lembut serta vokal Nicholls yang syahdu sampai menit ke 01.46…musik tiba tiba menukik tajam berubah menjadi garang sampai menit ke 03.25, kemudian menjadi lembut kembali….whooaaaaa sekarang hammond martin menyeruak di keheningan pada menit ke 03.40 hadeeeeeh… nangis sesenggukan ini…..disusul gemuruh drum dan raungan kibor yang kini berubah menjadi garang….gitar Holmes juga mulai nyolong di menit ke 05.10 dengan sayatan yang tajam merobek robek ulu hati……Tuooobzzz!!!

Legenda Genesis (4/7)

October 2, 2014

Herwinto

Genesis Live 73…..Dokumentasi Yang Sangat Berharga

image

Daripada pusing memikirkan kompilasi Genesis yang ngawur, lebih baik mari kita bahas album Genesis yang satu ini. Ini adalah album live Genesis yang pertama kali sekaligus yang terakhir dengan formasi klasik (Gabriel,Hacket,Collins,Banks,Rutherford). Sebelum muncul bokset Genesis archive 67-75 mungkin inilah satu satunya live Genesis era Gabriel yang bisa dinikmati oleh para fans Genesis apalagi sebelum era you tube. Bagi saya pribadi album live ini benar benar langka sebab live live Genesis yang bisa kita dapatkan kebanyakan adalah live era Collins, dan juga lagu lagu di album live ini adalah lagu lagu yang tidak kita temui lagi pada live live di era Collins. Album live ini berisi 5 lagu dari album Trespass, Nursery dan Foxtrot yaitu Watcher of The Skies, Get’ Em Out By Friday, The Return Of Giant Hogweed, The Musical Box dan The Knife. Komposisi lagu lagu dalam album live ini lebih menohok daripada versi album studionya. Bagi fans fanatik Genesis seperti saya, wajib memiliki album ini. Bagi saya pribadi juga..album live ini lebih mantab dari Seconds Out….terasa lebih sakral !!

Genesis R-Kive: Kompilasi Ngawur

October 1, 2014

Tahun 2014 ini Genesis merilis boxset kompilasi yang menurut saya ngawur dan terkesan golek duwit banget! Namanya Gensisi archives namun isinya termasuk track dari solo masing-masing member. Ini jelas membingungkan dan membuat gak nyaman, mosok Signal To Noise dicampur sama Easy Lover . Wis …jiyan ngawur ora prog blas!

cover_464761192014_r

Boxset/Compilation, released in 2014

Songs / Tracks Listing

1. The Knife (From “Trepass”, 1970)
2. The Musical Box (From “Nursery Cryme”, 1971)
3. Supper’s Ready (From “Foxtrot”, 1972)
4. The Cinema Show (From “Selling England By The Pound”, 1973)
5. I Know What I Like (From “Selling England By The Pound”, 1973)
6. The Lamb Lies Down On Broadway (From “The Lamb Lies Down On Broadway”, 1974)
7. Back In N.Y.C. (From “The Lamb Lies Down On Broadway”, 1974)
8. The Carpet Crawlers (From “The Lamb Lies Down On Broadway”, 1974)
9. Ace of Wands (From Steve Hackett’s “Voyage of the Acolyte”, 1975)

CD 2
1. Ripples (From “A Trick of the Tail”, 1976)
2. Afterglow (From “Wind & Wuthering”, 1976)
3. Solsbury Hill (From Peter Gabriel s first self-titled album, 1977)
4. Follow You Follow Me (From “And Then There Were Three”, 1978)
5. For A While (From Tony Banks’ “A Curious Feeling”, 1979)
6. Every Day (From Steve Hackett’s “Spectral Mornings”, 1979)
7. Biko (From Peter Gabriel s third self-titled album, 1980)
8. Turn It On Again (From “Duke”, 1980)
9. In The Air Tonight (From Phil Collins’ “Face Value”, 1981)
10. Abacab (From “Abacab”, 1981)
11. Mama (From “Genesis”, 1983)
12. That s All (From “Genesis”, 1983)
13. Easy Lover (Originally released in 1984)
14. Silent Running (From Mike & The Mechanics self-titled album, 1985)

CD 3
1. Invisible Touch (From “Invisible Touch”, 1986)
2. Land of Confusion (From “Invisible Touch”, 1986)
3. Tonight Tonight Tonight (From “Invisible Touch”, 1986)
4. The Living Years (From Mike & The Mechanics “Living Years”, 1989)
5. Red Day on Blue Street (From Tony Banks’ “Still”, 1991)
6. I Can’t Dance (From “We Can’t Dance”, 1991)
7. No Son of Mine (From “We Can’t Dance”, 1991)
8. Hold On My Heart (From “We Can’t Dance”, 1991)
9. Over My Shoulder (From Mike & The Mechanics “Beggar On A Beach Of Gold”, 1995)
10. Calling All Stations (From “Calling All Stations”, 1997)
11. Signal To Noise (From Peter Gabriel’s “Up”, 2002)
12. Wake Up Call (From Phil Collins’ “Testify”, 2002)
13. Nomads (From Steve Hackett’s “Out Of The Tunnel’s Mouth”, 2009)
14. Siren (From Tony Banks’ “Six: Pieces of Orchestra” (2012)

Line-up / Musicians

See original albums

Releases information

3CD Box Rhino/Atlantic Records (2014, US/Canada)
3CD Virgin EMI Records/UMC (2014, rest of the world)

Review #1800: Spock’s Beard “Live at Sea”

September 25, 2014

JRENG!

Biyuuuuh …! Ini album live yang bener2 menawan, sekurangnya bagi saya, karena selain penampilannya bagus juga ngerock banget! Edan! Saya senang sekali band ini masih exist meski telah lama ditinggal pendirinya, Neal Morse, dan kemudian ditinggal drummer dan vocalist andalannya: Nick d Virgilio yang sukses membuat album Rewiring Genesis. Band ini tetep bertahan dan bahkan album yang ke sepuluh dengan tajuk X merupakan album terbaik tahun 2010 versi DPRP. Memang dahzyat musiknya. Album terakhir Brief Nocturnes and Dreamless Sleep
(2013) bener-bener manteb nartosabdo tenan. Saya makin salut saj. Eeee …lha kok malah bikin album live yang hanya berdurasi 67 menit namun hebat, bahkan juga menampilkan bintang tamu Neal Morse. Saya baru menyadari album ini bagus ketika dua hari lalu nyetir Jakarta – bandung. Selama dalam perjalanan saya lebih banyak memutar album ini terutama tiga track pertama meski lainnya juga OK.

Selama di Bandung pun saya terus nyetel album keren ini. Tak tahan lagi, akhirnya saya menulis reviewnya pagi ini di ProgArchives yang sekaligus merupakan review saya yang ke 1800 di situ prog ini. Monggo dinikmati album renyah kayak kue nopia ini ….

Live, released in 2014

cover_534411882014_r

Songs / Tracks Listing
1. Something Very Strange (9:07)
2. Hiding Out (7:45)
3. Walking On The Wind (9:55)
4. Waiting For Me (14:37)
5. June (7:09)
6. The Light (19:19)

Total Time 67:52

Line-up / Musicians
- Ted Leonard / Lead vocals, guitar, keyboards
- Alan Morse / Guitar, vocals
- Ryo Okumoto / Keyboards, vocals
- Jimmy Keegan / Drums, vocals
- Dave Meros / Bass, bass pedals, vocals
With:
- Neal Morse / Lead vocals, acoustic guitar and keyboards on “June” and “The Light”

Releases information
August 30, 2014 Digital Only

Review by Gatot
Special Collaborator Honorary Collaborator

Love the live vibes
Spock’s Beard announced a DVD of their performance at this year’s Progressive Nation at Sea festival for the late August release and they also released an audio only version of the mentioned release on Friday, August 8th via Bandcamp. Those who pre-ordered the DVD has the code to download the digital version of the show. The audio quality is terrific.

But what’s more important is the fact that this record is really an excellent live performance of the band and it really rocks! I really love the live vibes and in most cases I love more this live version compared to the studio ones. It covers three tracks from the band’s latest studio album Brief Nocturnes and Dreamless Sleep (2013) and another three from the first three albums : The Light, Beware of Darkness as well as Kindness of Strangers. I was not actually in tune with this live set until three days ago when I was about to drive from Jakarta to Bandung (150 KM distance) and I need to equip my car stereo with all prog albums including those from Pineapple Thief, Anglagard live, and of course Spock’s Beard Live at Sea.

Wow! I am totally impressed with the live vibes the Live at Sea record shows. In fact I only played this live set during my three-hour drive to Bandung as I really love it very much. Of course the opening track Something Very Strange (9:07) really blew me away at first spin. I love the opening part with sort of Ryo work on unique keyboard work plus some ambient sounds and it moves it dynamically until the music really turn on followed with great vocal work by Ted. I think Ryo Okumoto’s keyboard work throughout the song is the key differentiator that makes this opening track really live and it does rock! Oh … I cannot afford for not replaying this opening track again and again. It’s so excellent and I love this live version than the studio one.

The second track Hiding Out (7:45) is another rocking track with dynamic keyboard intro bya Ryo followed by a blast of music that moves the track wonderfully. And I think everyone agrees that Dave Meros bass guitar lines are really cool and represent the characteristics of SB music so far. I can hear it clearly his bass lines right here with this second track. Of course other musicians : Jimmy Keegan and Alan Morse also provide excellent work here. The keyboard solo throughout the song is really great. Ted also works his way nicely when the third track Walking On The Wind (9:55) was performed even though this is coming from early albums of the band – the Neal Morse era. This track was performed wonderfully!

One of the big thing that makes me happy is the featuring part of Neal Morse at this live set. I could not imagine how wonderful the show was especially when Neal Morse was invited by the band to come on stage playing two classic tracks June and The Light. I know that actually I did not enjoy the first three albums of the band and you can check my views of the first three albums right here at this wonderful prog site. But it’s not the case now. What matters to me is the fact that Neal Morse still want to play with the band as guest musician even though he was actually the founding fathers of SB. June is actually not my cup of tea as I do not like the acoustic guitar part which sounds boring to my ears. But The Light which I actually did not favor, is now different to me as it’s now live version and it’s performed as a reunion concert with Neal Morse. Yeah .. I love that prog people unite even though they no longer in the same band. This is great. Prog must unite people!

Overall, I am satisfied with this live set even though I expect another 60 minute live record that makes this as double CD issue. But I still recognize this live set as an excellent album! Keep on proggin’ …!

Peace on earth and mercy mild – GW

Review # 1800 (written in Bandung, West Java, Indonesia)

Legenda Genesis (3/7)

September 21, 2014

Herwinto

Foxtrot…..Simbol Kesakralan Genesis

image

Jika membicarakan Genesis pasti tidak terlepas dari topik yang paling hangat yaitu tentang pembagian Genesis menjadi dua periode, orang sering menyebut Periode Gabriel dan Periode Collins. Bagi saya pribadi pembagian seperti ini terkesan tidak adil dan memojokkan satu pihak dalam hal ini yaitu Phil Collins. Saya lebih suka mengatakan ”era Gabriel” yang menandai kiprah sang vokalis flamboyan sekaligus sebagai leader atau frontman dan ”era setelah Gabriel”. Mengapa?? Saya sebut tidak adil karena Collins pernah memilih mundur pasca keluarnya Gabriel namun Gabriel pulalah yang membujuk agar Collins tetap meneruskan Genesis sekaligus melanjutkan peran sebagai vokalis, saya katakan memojokkan Collins karena Collins lah yang dituduh paling bertanggung jawab merubah musik Genesis menjadi mengikuti selera pasar walau ini juga berarti membuat Genesis menjadi lebih populer dan terkenal. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan status populer atau terkenal namun ini lebih kearah pengertian musik Genesis menjadi ”TIDAK SAKRAL” lagi.

Inilah fokus pembahasan kita kali ini yaitu tentang kesakralan musik Genesis, perkara ”tidak sakral” lagi inilah yang dianggap sebagai dosa besar yang dilakukan Collins menurut anggapan para die hard fans Genesis, mereka merasa kehilangan ritual kesakralan Suppers Ready yang berdurasi 24 menit, atau kehilangan celoteh surealis khas Gabriel ketika mengawali Watcher of The Skies yang diilhami fiksi ilmiah Arthur Clarke, atau cara bertutur Gabriel ketika membawakan Get’ Em Out by Friday yang menghanyutkan itu. Memang Gabriel ini sangat menjiwai jika membawakan suatu lagu, bahkan mampu menghadirkan nuansa ritual yang sangat sakral, inilah yang tidak terjadi pada Collins meskipun membawakan lagu yang sama.

Foxtrot adalah album emas Genesis, penggemar sejati Genesis pasti menganggap album ini adalah koleksi wajib yang harus dimiliki, bahkan bukan disebut penggemar sejati jika tidak mengetahui album ini. Dibuka dengan Watcher of The Skies yang intronya sungguh terdengar sakral, menggunakan melotron yang membahana. Sungguh bunyi melotron pada intro ini telah memberi inspirasi pada grup grup prog baru, salah satunya adalah The Flower Kings yang dipakai pada Pandemonium di album Banks of Eden. Time Table adalah lagu yang cukup manis diawali dengan denting piano kemudian masuk vokal Gabriel, lagu ini sederhana namun sungguh indah. Get’ Em Out By Friday whooaaa lagu ini sungguh unik dan  sangat langka, keindahan lagu ini terletak pada celotehan celotehan Gabriel yang dibalut dalam olah musikal yang jenius, warna musiknya sungguh keren, ada nuansa sunyi, lalu riuh, kembali sunyi dengan iringan gitar akustik dan melotron yang menyayat….benar benar nomor yang sangat saya sukai.

Can Utility And The Coastiliners, uwediyaaaaaan!!! ini lagu sangat keren menurut saya….dibuka dengan dentingan gitar akustik Hacket yang lembut, Gabriel bernyanyi dengan vokal yang sangat bertenaga, lepas, bebas….dengan latar belakang melotron Tony Banks, lalu mulai masuk hentakan drum dan bass, gebukan drum dengan sinkop sinkopnya ditengah tengah sungguh indah dan sangat saya sukai. Ini adalah salah satu lagu masterpiece Genesis, sangat megah. Horizon…..!! ini adalah permainan gitar akustik dari Steve Hacket, dia beunjuk kebolehan bermain melodi dan harmoni dalam format klasik, di album ini memang Steve Hacket diminta oleh teman temannya bebas berekspresi mencurahkan segenap kehebatannya karena sebelumnya Hacket ini merasa di bawah bayang bayang Anthony Phillips.

Puncak dari ritual bermusik ini adalah nomor yang sangat sakral Suppers Ready!! Lagu ini sangat kompleks dengan gitar akustik, synthesizer, flute, melotron, bass, drum semuanya bekerja dengan dinamika yang teratur dan membentuk struktur yang indah, temponya pun berubah ubah, dengan bagian bagian yang memiliki ciri khas sendiri sendiri, lagu ini sangat panjang namun tidak membosankan, dan hebatnya tidak ada yang bisa dipotong atau disederhanakan, semua serba pas dan akurat, saya sangat merindukan karya yang seperti ini, itulah mengapa saya suka The Flower Kings karena TFK mampu menciptakan yang seperti ini contohnya ya Number!! sangat mendekati!!

Kesimpulan saya album ini adalah masterpiece Genesis yang memiliki benang merah dengan album Trespass, dengan arti kata Trespass telah memberikan pijakan awalnya yang berupa ciri musik Genesis purba yaitu SUNYI…inilah salah satu jenis ritual musik Genesis, ada unsur sunyi atau jeda sesaat yang memberikan kesan sakral, kemudian gaya Gabriel BERCELOTEH dan BERTUTUR, ini seperti pembacaan mantra atau dongeng atau bercakap cakap, kaya warna dinamika AKUSTIK, kemudian adanya suara kibor yang MELODIUS, dengan melodi yang panjang panjang dan terkesan menyayat, gitar Hacket yang juga sangat melodius dan ATMOSFERIK, serta FLUTE Gabriel yang memperkuat nunsa magis.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 151 other followers