Archive for the ‘Activity’ Category

Bertemu The Police di Yogya

September 11, 2014

Andria Sonhedi

Bertemu the Police di Yogya

Hari Rabu – Kamis , 3-4 September 2013 kmarin saya dapat tugas ke Yogya. Yang jelas untuk ke sana tak perlu naik kereta atau pesawat, cukup naik mobil. Kali ini pun saya nginap di rumah masa kecil saya yang cuma di barat Malioboro krn kebetulan acara diklat saya di hotel Garuda,Malioboro. Saya sempat juga melihat seberang hotel, toko kaset Kota Mas sdh tampak bekasnya. Dahulu saya sering parkir di depan hotel Garuda ini untuk kemudian menyeberang ke toko Kota Mas. 

Sayangnya pula kali ini saya tidak bisa ketemu pak Priyo saat mencarinya di Pasar Bringharjo. Entah sdg tak jualan atau memang sudah berhenti jualan. Praktis perburuan saya untuk kaset seken berakhir, soalnya saya belum nemu tempat selain di situ.Masih belum cukup sempurna kesialannya, saat saya ke Ambarukmo Plaza (anak2 muda nyebutnya Amplas) toko cd resmi satu-satunya di Yogya (toko Popeye & Bowsound tak saya hitung) juga baru saja tutup September ini. Nantinya toko yg ada di lantai 3 itu akan jadi gerai kuliner Fish & Chips.
Tapi bagaimana pun saya tetap harus bersyukur, sebelum jelalatan nyari toko cd saya sempat mampir Gramedia di lantai 2. Kebetulan ada diskon untuk buku-buku hard cover luar negeri. Kebanyakan memang buku-buku desain, taman, foto, dst. Buku musik tak ada yang didiskon, namun di sela-sela buku-buku tadi saya lihat ada satu buku berjudul I’ll be Watching You: Inside The Police 1980-1983. Saya ingat beberapa tahun yang lalu saya pernah melihat buku ini. Untunglah saat itu tak saya beli, selain saya bukan fans the Police harganya juga mahal. Entah nggak laku-laku atau memang tak ada yang kenal the Police malam itu buku tadi didiskon paling besar, yang tadinya 270 ribu dengan harga baru berubah menjadi Rp 80 ribu. Saya jadi ingat buku tentang Queen, John Bonham atau karangan Dave Eleffson yang di banting harganya jadi Rp 10.000.
 Akhirnya, di antara lalu lalang orang berbelanja baju, jeans, roti breadtalk dan sebangsanya terselip seseorang yang malah menenteng buku seberat 1,25 kg di Ambarukmo Plaza :D
Buku tadi cetakan penerbit Taschen Jerman tahun 2007. Ternyata penyusun & juru fotonya tak lain tak bukan adalah Andy Summers sang gitaris the Police. Isinya memang foto-foto selama tour mereka di tahun 1980-1983. Bahasanya ada 3: Inggris, Jerman & Perancis dengan foto-foto hitam putih (yg ini tdk dibuat 3 macam). Bahkan saat John Lennon ditembak di Dakota tak lupa Andy memotret koran yang memberitakannya. Sementara ini bukunya belum saya baca semuanya dan mbukanya pun hati-hati sekali :)

image

-

image

Saya memang tak terlalu beruntung karena tidak ketemu pak Edi Apple krn  pas tak dolan Yogya, juga pak Herwin/KohWin yang sdh ada jadwal ke Wonogiri. Tapi kl utk KohWin tentu saja kisah tdk bertemunya bisa Anda baca di halaman lain blog ini :)


evil has no boundaries

Silaturahim dengan Ian “Yess” Arliandy

September 10, 2014

Gatot Widayanto

Alhamdulillah siang ini gowes di Bandung dan akhirnya bisa silaturahim lagi dengan Ian Arliandy di jl. Pasir Kaliki (Paskal). Senang sekali bisa ngobrol dengan Ian mengenai banyak hal baik musik maupun beyond music misalnya keluarga, pekerjaan dan tentunya sepeda. Porsi paling banyak tentunya ya musik. Ian sempat kaget juga melihat saya datang menemuinya dengan gowes dari jl. Soekarno Hatta di siang hari yang terik. Ha ha ha …. Saya bilang bahwa panasnya gak terasa karena seneng ketemu temen lama. Lumayan juga sih jarak tempuhnya menurut aplikasi GPS Waze sekitar 11.3 KM, jadi ya pulang pergi 22.6 KM. Puas juga gowes single speed. Untung jaman ini ada aplikasi GPS yang sangat membantu menunjukkan arah tujuan kita.

Sebenarnya kurang lama juga ketemuannya karena pukul 4 sore saya harus pamit untuk kembali ke Metro Indah Mall menjemput nyonya yg sedang ada course di situ. Mobil memang saya parkir di mall yg berlokasi di jl. Soekarno Hatta ini. Saya pamit setelah ditraktir Ian makan baso tahu nyuwamleng di jl. Rama. Muwanteb tenan!

image

Salam dari Bandung,
G

Indahnya Persahabatan

September 5, 2014

Herwinto

Sore tadi mas Andria mampir ke markas besar Pelita Harapan di Klaten, hanya sayang tidak ketemu saya karena saya punya jadwal di Pelita Harapan Wonogiri, namun mas Andria jauh hari memang sudah sms akan mampir Klaten meskip tidak ketemu saya, kedatangan beliau adalah untuk menukar mug yang tempo hari dihadiahkan ke saya lewat mas Gatot namun ternyata salah ambil karena yang sampai Klaten justru mug Iron Maiden gambar Jrangkong ha ha ha….mug itu seharusnya untuk sahabat kita yang berdarah metal tulen mas Hippienov…. akhirnya mas Andria yang baik hati berkenan mengantar ke Klaten karena beliau ada pekerjaan di Jogja…saya membayangkan mug yang untuk saya adalah mug Yes….eeeeeee lha kok tadi sampai rumah ternyata………mug THE FLOWER KINGS…..tuooooooooooobzz tenan!!! di tengahnya ada tulisan ”Koh Win”….matur nuwun mas Andria.!!! dan buat mas Hippie…tunggu ya mug Jrangkong saya kirim bareng kopian mp3 ha ha ha ha…..Majulah Prog!!!!!

image

-

Frank Zappa Di Pulau Kelapa

September 3, 2014

Budi Putra
 
 
Minggu (31/8), saya bersama tim bersiap untuk mengunjungi Pulau Kelapa di Kepulauan Seribu Utara. Kunjungan ini  tak lain tak bukan untuk  menunaikan tugas kantor. Seperti biasa selain perlengkapan sehari-hari,  saya juga menyiapkan teman dalam perjalanan di kapal nanti yakni play-list Guruh Gipsy serta Frank Zappa album Hot Rats. Setelah semuanya ready maka tepat pukul 07:30, kami tiba di dermaga kapal nelayan Muara Angke. Dermaga ini sebenarnya bukan dermaga untuk kapal angkut penumpang melainkan tempat sandar kapal-kapal  penangkap ikan. Maka tak mengherankan bila suasananya jadi terlihat semrawut, kotor, dan bau amis menyeruak di tempat ini. Namun, biarpun demikian dermaga ini tetap diminati para pelancong yang ingin berlibur ke Pulau Seribu. 

Lewat dermaga ini kami berangkat menggunakan kapal motor tradisional yang masyarakat pulau menyebutnya sebagai kapal ojek. Kapal ojek ini berukuran cukup besar dan mampu mengangkut penumpang sekitar 200-an orang beserta barang-barang bawaannya. Kapal ojek ini cukup diminati baik para wisatawan dan khususnya masyarakat pulau.  Hanya dengan tarif yang rekatif murah kita bisa mengunjungi obyek-obyek wisata bahari seperti, Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, dan pulau-pulau lainnya. Tepat pukul 8 kapal mulai bergerak meninggalkan dermaga menuju ke tempat tujuan yakni Pulau Kelapa. Untuk menemani perjalanan play list yang telah siap dimainkan bersama nomer-nomer symprog-etnik Guruh Gipsy….jreng, tereret….intro “Indonesia Maharddika” mulai menemani awal perjalanan pagi ini.

image

-

image

Perjalanan yang akan ditempuh selama ± 3 jam bagi saya cukup menantang. Selain cuaca yang begitu terasa panas dan ombak laut yang kurang bersahabat menyebabkan perjalanan jadi kurang terasa nyaman. Untung saja pemandangan di perairan Kepulauan Seribu yang elok sedikit menghalau rasa pening yang mulai terasa akibat guncangan ombak. Track “Indonesia Maharddika” masih menemani hingga mendekati pulau Bidadari menuju Pulau Untung Jawa. Hentakan musik dan lirik lagu seolah merepresentasikan keindahan dan kekayaan alam bahari di sepanjang perairan di Kepulauan Seribu. Birunya air laut  bak memperkaya rasa kecintaan akan negeri kepulauan ini. Mendekati Pulau Untung Jawa kapal rehat sejenak karena ada gangguan di mesin kapal. Pulau Untung Jawa terlihat ramai dengan wisatawan yang tengah menikmati tamasyanya. Sejumlah orang nampak bersuka cita menaiki banana boats yang berputar tak jauh dari sebelah kiri dermaga. Senang sekali pemandangan pada pagi ini ditingkahi hiruk pikuk orang yang lalu lalang untuk sekedar mengambil dokumentasi pemandangan di sekitaran pulau. Kapal kembali bergerak menuju ke Pulau Pramuka berbarengan dengan masuknya track “Janger 1897 Saka”. Perjalanan menuju Pulau Pramuka secara normal akan ditempuh selama ± 2 jam. Seperti diketahui Pulau Pramuka adalah pulau yang menjadi bagian dari kelurahan Pulau Panggang. Pulau Pramuka juga dikenal sebagai tempat wisata bahari yang sering dikunjugi wisatawan pada setiap pekannya. Di pulau ini banyak berdiri homestay/penginapan dengan harga sewa yang cukup terjangkau 300/400 ribu per-orang dengan fasilitas kamar AC, makan, bakar ikan, snorkeling. Dll. Banyak wisatawan baik domestik dan luar yang datang untuk menikmati wisata bahari di pulau ini yang terkenal dengan wisata bawah  lautnya/snorkeling. Tak terasa “Smaradhana” mulai tergantikan dengan “Chopin Larung” yang berdurasi 17-an menit ini. Sedang track lainnya “ Barong Gundah” dan “Geger Gelgel” yang berdurasi 12-an menit, tak sempat ternikmati akibat kantuk yang datang menyerang. Mata terpejam hingga kapal merapat di dermaga Pulau Pramuka. Setelah dari Pulau Pramuka perjalanan menuju ke Pulau Kelapa dengan jarak tempuh sekitar 1 jam. Ombak kali ini mulai bersahabat sehingga laju kapal menjadi lebih stabil dan nyaman. Terik matahari semakin menyengat dan play list tak lagi bisa difungsikan karena kapasitas batere yang mulai terbatas. Akhirnya mendekati pukul 10:30 kapal merapat di dermaga Pulau Kelapa. Sampailah kami di tempat tujuan.

Di Pulau Kelapa saya habiskan waktu untuk bertemu dengan rekanan hingga hari menjelang malam. Esoknya tugas tak terlalu padat maka jreng…Frank Zappa (Hot Rats) sudah menggantikan etnik sound ala Guruh Gipsy.  Namun bukan hanya play listnya saja yang siap saya dengarkan tapi t-shirt Zappa warna hitam juga ikut melengkapi suasana sore yang nyaman dipinggiran dermaga barat Pulau Kelapa. Sambil memandangi anak-anak yang tengah berenang dan bercengkrama sesama temannya di pinggiran pantai track “Sons Of Mr. Greem Genes” sengaja saya pilih terlebih dahulu. Mendengar track instrumental ini seolah menjadi latar dari keceriaan anak-anak itu. Wah dahsyat sekali track ini suara bass dan melodi bak menari-nari digendang telinga. Belum lagi sisipan piano dan saksofon dan entah bebunyian lainnya semakin melengkapi komposisi yang harmonis ini….mantabs jaya!. Di susul kemudian dengan “Little Umbrellas” dengan irama yang ngejazz serasa mengiringi sore yang mulai menghampiri. Track “The Gumbo Variations” yang berdurasi 16 menitan sepertinya cocok menghantarkan mentari yang mulau terbenam di garis laut yang tak bertepi itu. Episode Zappa sementara berakhir di sore ini dan berlanjut pada malam ini. Mendengarkan Zappa memang bukan perkara gampang apalagi dengan corak/irama jazznya yang masih kurang familiar dikuping ini. Namun malam ini saya tetap bertekat melanjutkan dengan ke sisa track lainnya seperti “It Must Be A Camel”, “Peaches En Regalia” dan “Willie The Pimp”. Lagi dengan “It Must…kurang begitu melebur di rasa ini namun begitu masuk track “Peaches En Regalia” lumayan bisa untuk dinikmati karena musiknya yang harmonis itu. Irama ngeblues terwakili pada track “Willie The Pimp” yang kali ini diisi dengan latar vokal yang sumbang dan berat khas musisi blues.

Wah sore dan malam mendengarkan Zappa merupakan pengalaman terbaru bagi saya. Sebagai awalan Zappa memang berat untuk dinikmati bagi saya yang pemula ini. Dan kiranya perlu petunjuk khusus dari mas Gatot atau bro Cosmic untuk mendengarkan dan menikmati Zappa yang unik ini….hehehe. Tapi setidaknya beberapa track bisa untuk dinikmati dengan hati yang riang gembira di tempat ini di Pulau Kelapa.

The Lamb Lies Down on Magetan – The Short

September 2, 2014

Andria Sonhedi

Sambil nunggu cerita lengkap perjalanan pak Gatot saya coba cerita sekilas pertemuan beliau ke rumah saya di Magetan. Sebenarnya hari Sabtu tgl 30 Agustus pak Gatot sdh ada di Madiun & sempat ngirim beberapa SMS. Jadwal hari itu sepertinya padat sehingga saya tidak ingin menghalangi jalan-jalannya beliau dengan menemuinya di Madiun. Toh hari Minggu beliau sudah berjanji menengok Magetan karena senyampang menemui seseorang di kecamatan Glodog, Magetan juga.
Karena saya pikir pak Gatot masih jam 12 datangnya maka saya yg kebagian jaga anak2 karena isteri sdg ke Sidoarjo nyantai aja. Saya sengaja beli es kelapa muda dekat komplek perumahan saya jam 11 siang. Eh baru penjualnya membungkus es tiba2 pak Gatot bilang kl sdh hampir sampai rumah. Saya kontan panik, maklum saya sendiri lupa nomor rumah baru saya :D Biasanya kl ada teman jauh datang saya akan nunggu di gerbang perumahan utk membimbing mencari jalan masuk. Akhirnya begitu semua es terbungkus saya ngebut ke rumah. Ternyata mmg benar sdh ada mobil yang jalan pelan-pelan di jalan perumahan & isinya mmg pak Gatot dan rekannya. Sebenarnya rumah saya mudah ditemukan kl siang hari, selain cuma satu-satunya juga karena tampak dari jauh karena kiri-kanan blm ada tetangga.
Tetangga saya hanyalah kambing dan domba yang digembalakan oleh warga sekitar situ :) Ada juga sapi tapi kl makhluk itu tdk suka piknik ke tempat saya.

image

Sayangnya pertemuan kali ini tidak lama karena pak Gatot juga masih ada acara lain, makanya saya tulis the Short seperti album live-nya Genesis. Padahal saya belum sempat ngajak cerita ttg per-prog-an atau mendiskusikan kaset2 lama saya. Kami malah membicarakan tentang rumah saya yang terisolir, tentang suasana Magetan, tentang the lambs yang wira-wiri dan segala macam obrolan yang tdk prog :D Kami juga tak sempat nyoba kuliner sayur asem di kota Magetan karena rekan pak Gatot sakit gigi shg sebagai ujud kesetiakawanan sosial pak gatot tidak ingin makan juga.

Apakah cerita sdh usai, ternyata belum. Tiba-tiba jam 7 malam ada sms dari pak Gatot yg diajak makan temannya ke Magetan. Hebatnya lagi tempatnya kok ya cuma seratusan meter dari perumahan saya. Ya sudah, wl dilarang pak gatot saya nyusul ke warung lontong lodeh yang ditunjukkan pak Gatot. Rupanya rekan pak Gatot pelanggan di sana, beliau rela 20 km pergi ke Magetan cuma untuk beli juadah dan lontong lodeh aja :D Saya aja yang sdh 13 tahun tinggal di magetan belum pernah makan di situ. Wl kali ini cuma menemani makan tanpa ada obrolan prog lagi ya tak apa, kesempatan itu tak akan muncul 3 x (ini sdh 2x soalnya). Kata pak Gatot makan lontong lodeh ini adalah hidangan kesekian kali yang beliau santap pada malam itu :D Setelah selesai dan foto lagi,termasuk motret warung yg tanpa tanda blas, akhirnya kami berpisah. Semoga masih ada progring di Magetan lagi pada waktu lain, terima kasih pada pak Gatot yang sdh mau mampir.

image


evil has no boundaries

Mini ProgRing dan Speaker Baru

August 29, 2014

Rully Resa

image

Hari ini jelas bukan hari jumat biasa yang saya lewati. pasalnya setelah selesai menunaikan ibadah jumat ada mini prog ring dadakan (janjian sehari sebelumnya) dengan mas hippie. Ceritanya beliau ingin sekali mendengar lagu-lagu Michael Franks (yg tentu tidak nge-prog,whehehe) saya informasikan pada beliau bahwa saya punya mp3 studio album Michael Franks lengkap. Mungkin karena sudah kebelet banget kepingin mendengar suara sendu Michael Franks, mas Hippie rela menempuh panas dan macetnya kota jakarta utk sekedar mengunjungi saya di mall yang letaknya persis sebelahan dengan kantor saya, tempat kami menyepakati point bertemu. Akhirnya kami memutuskan ke kantin, ngobrol sembari makan siang. 

Seperti yang sudah saya kira sebelumnya obrolan tentang musik pun mengalir deras. Dari mulai membicarakan italian prog yang tempo hari sempat saya kirimkan mp3nya ke mas Hippie sampe pembicaraan kerjaan kantor. Ngga lupa juga membicarakan blog gemblung ini, baik dari isinya sampai kebiasaan-kebiasaan unik penghuninya. whehehe ngalor-ngidul blasss lah pokonya. Saking asyiknya ngobrol kami sampai lupa foto untuk dokumentasi mini prog ring ini (mohon dimaafkan). Tanpa terasa kami sudah ngobrol hampir 2 jam, mas Hippie harus balik lagi kekantor, sayapun harus kembali lg ke meja kerja. Dengan berat hati prog ring singkat pun berakhir. 

Sekitar pukul 9 malam ternyata mas hippie sms saya. Beliau menanyakan musik prog bernuansa jazz apa yang saya masukkan di dalam DVD mp3 Michael Franks yg saya berikan tadi siang. Jujur saja saat itu saya sudah berada diatas motor, dan sengaja berhenti sebentar utk membalas sms mas Hippie sambil berfikir kira-kira apa ya yang saya masukkan kedalam dvd tersebut. Setelah dipertimbangkan ternyata saya ingat, grup tersebut adalah Atlas grup dari US yang cuman punya satu album, tp review di progarchive sangat bagus. Jadinya saya tertarik untuk menyimaknya.

Sesampainya dirumah saya jadi ingin putar album bla Vardag milik Atlas (gara-gara sms Mas Hippie). Kemudian saya jadi ingat beberapa hari yang lalu adik saya yang sekolah diluar negeri sedang pulang dan membawakan oleh-oleh sebuah Speaker. Melihat merknya saya merasa asing, “AEROSKULL HD jarre” (apa mungkin ada hubungannya dengan Jean Michel Jarre musisi elektronik itu? heheh) tapi setelah dijajal, boleh juga suaranya. Mungkin ketika ada progring mendatang saya akan bawa speaker ini, karena memang speaker portable, mudah dibawa kemana-mana. lumayankan sembari ngobrol, sembari putar musik nuansamatik. heheh. Kalau dilihat dari bentuknya sangar banget! mengingatkan pada Eddie the Head. Setiap kali melihat speaker itu saya jadi pingin putar album Powerslave milik Iron Maiden. Tapi kali ini mood saya tidak ingin mendengarkan musik Metal, ada hasrat menggebu untuk putar musik prog. Sambil lanjut berbalas sms dengan mas Hippie musik symphonic prog lantang terdengar dari speaker baru tersebut. album Atlas, Yockie Suryoprayogo feat. Chrisye, Anglagard dan Beethoven nikmat sekali didengar pada penghujung malam ini. 

Sebentar lagi hari jumat yang penuh dengan berkah ini akan segera berakhir, tidak lupa saya panjatkan rasa syukur sedalam-dalamnya kepada sang khalik Allah SWT atas nikmatnya hari ini. Saya masih diberi nikmat sehat sehingga dapat berjumpa dengan sesama penggila musik, sharing panjang-lebar ttg hobi kami mendengarkan musik dan masih diberikan nikmat 2 kuping yang juga sehat walafiat sehingga masih bisa menikmati musik-musik yang begitu indah. sekian dari saya

Salam

Ngopi! Ngopi! Ngopi!

August 27, 2014

Herwinto

Baru masuk rumah jam 19.30 setelah menemui klien di kota Boyolali….ha ha ha..saya juga punya klien lho!! klien saya anak anak kelas 3 SMA yang pengin pinter matematika dan fisika, sialnya justru anak anak SMA kalau udah ketemu saya bukan bahas rumusnya Einstein tentang relativitas ataupun Newton dengan hukum hukum fisikanya, tapi malah bahas dahzyatnya Roine Stolt mengarang Humanizzimo nan nunjek itu, halah…. Flower Kings meneh…!! yo ben!! Flower Kings lebih penting daripada bahas teori teorinya Newton tentang kesetimbangan benda tegar…ha ha ha….

Perjalanan pulang ke Klaten saya ditemani Number sampek mentok The Rising Imperial…..woaaah…tuob tenan Stolt ini!! masuk rumah kok jauzah saya bilang “Abi..kopi dari Aceh sudah datang”……Haaaaaaa? langsung saya liat paket mungil tertulis nama pengirimnya…Khalil Logomotif……woaaaaahhhhh sueneeeeng puol…matur tengkyu mas Khalil….habis mandi langsung saya bikin…aturannya 2 sendok kopi di tuang air panas 80 derajat…diaduk 30 kali…halaaaaaah mau ngopi aja ribet banget… harus pakai termometer segala…..makannya ditemani kraker kelapa…wah ga punya!!! pakai roti tawar aja….sambil ditemani CD The Flower Kings Unfold The Future……hadeeeeeehh….ini baru tak srupuuuut……tuobz……ini kata mas Khalil luwak liar…. nunggunya lama…kalau yang dijual bebas itu luwak ternakan makannya pepaya….wis ora prog blass!! mas Gatot silahkan misuh misuh…..ha ha ha….oh ya cangkirnya juga gak sembarangan gambar IQ pemberian dab Andria….wis tobz pokoke….

image

-

Kerja! Kerja! Kerja!

August 26, 2014

Gatot Widayanto

Tret ini cuman buat manas2in yang kerja kantoran …he he he …. Dari jam 11:30 saya sudah di Basement Flat (BF) tepatnya di Corelli. Jam 14:00 sempat meeting sama klien tris ashar balik lagi ke Corelli …. Asik sekali lho menggabungkan sepeda, ngopi dan progrock dalam kegiatan kerja! Alhamdulillah ….. What a life! Nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan?

Sambil nyangklong Senheiser nyetel berbagai musik prog masa kini baik itu The Tangent (gak berani ngeracuni koh Win saya, takut kalau kelojotan menikmatk The Music That Died Alone yang dowahzyat itu …) , Opeth maupun TFK. Di sebelah saya ada sekelompok orang membahas filem yang tadi malam ditonton mas Rizki: Guardian of the Galaxy. Dia bilang: “Gila! Kaset hidup lagi!”. Saya cumak senyum aja karena gak kenal. Lagian sutradara pilem itu pasti sering baca blog gemblung sebelum bikin pilem itu. Ya gak?

image

Udah ah …kerja dulu .. Daag ….! Kali ini nyruput Iced Lychee Tea …soalnya tadi udah ngopi.

Salam hangat penuh semangat!

JrèNg!!!

——

PAGING mas DananG!!!

Lihatlah apa yang berhasil saya akuisi ini …. Berkat kesabaran jualah akhirnya saya mendapatkan Michael Franks and Crossfire live rekaman Yess ….yeah …betul … Yessss ….!!! Mouwlouse puwoooool!!! Dan tahu gak berapa acquisition cost nya? Cumak lima belas rebek ajah!!! Uwediyaaaaaan ….!! Bang Oman memng pemilik lapak idaman dan tak main dengan harga sehingga rumus pokok harga kaset gak boleh lebih dari jigo terpenuhi sudah. SAH!
image

-

Temanku Sejak SMP Masih Koleksi

August 26, 2014

Gatot Widayanto

Tret ini seratus persen dipengaruhi postingan mas Budi sebelumnya tentang Ngobrol Musik di Era Digital. Sebetulnya sebelum tret mas Budi naik cetak di layar gemblung ini, saya sudah berencana menulisnya. Namun …saya sangat kecapean karena hari Ahad itu saya mulai keluar dari rumah jam 8:00 pagi dan baru sampai rumah kembali ba’da Maghrib. Ini semua karena faktor Jabodetabek yang begitu luas dan begitu padat. Tapi ya sudahlah … Gak usah dibahas, langsung aja masalah musik.

Saya menghadiri Halal bi Halal temen2 Mediunan angkatan 79 yang kami singkat MD 79 di rumah seorang teman yang sejak SMP selalu satu sekolah sama saya dan bahkan di Madiun tinggal di satu jalan yang sama: Jalan Sumatera. Namanya Bagus Sudaryanto. Nama yang tak asing lagi di blog gemblung karena sudah beberapa kali saya sebutkan namanya, semuanya terkait musik. Kami dulu sering tuker2an kaset mulai seputar tahun 1974 hingga kami kuliah sama2 di Bandung, sampai lulus tahun 1984. Meski kami satu kos2an di Kubangsari, Sekeloa, bandung, namun Bagus ambil jurusan kuliah berbeda dengan saya. Dari dulu selera musik kami tak berseberangan bahkan saling menunjang. Jaman SMP, Bagus banyak punya kaset ELP sedangkan saya Yes. Klop! Kami ijol2an koleksi … ha ha ha … Ngirit dot org.

Sejak lulus dan dari Bandung kami sudah jarang membicarakan musik karena kesibukan masing-masing, Saya kira Bagus sudah tak lagi menikmati musik-musik progrock jaman dulu. Ternyata saya salah besar. Ketika saya dan teman2 mau shalat di lantai dua rumahnya, saya melihat ada dua lemari di ruang TV . Tadinya saya pikir hanya DVD atau Blue Ray film. Namun begitu saya mendekat, ternyata salah satu lemari berisi koleksi Blue Ray dan DVD grup2 seperti Genesis, Yes, ELP, King Crimson , Led Zeppelin pokoknya grup2 70an semua. (Catatan: semua koleksi Bagus ini original pol, kagak ada yang generic alias copyan yang sering dijual 7 ribuan). Saya kaget dan masygul …. Gak disangka ternyata Bagus masih konsisten koleksi.

Setelah shalat Dzuhur berjamaah, di sebelah kiri saya ada rak buku berisi berbagai jenis kitab. Saya ambil salah satu buku dan baca sedikit bagian intro nya. Setelah itu, saya kaget kok di deretan buku agama ada tulisan Pink Floyd dan juga ada Emerseon Lake and Palmer “From The Beginning”. Kontan saya liat itu buku apa … Ya amplop! Ternyata ada box set!!! Juga ada box set Genesis. Walah2 …. Ya udah …saya baca dan bolak-balik isinya dan sekaligus saya foto. Setelah itu saya bawa box set ELP tersebut keluar rangan, masuk ke ruang TV dimana ada putra Bagus sedang main game. Saya ajak ngobrol tentang musik, ternyata dia gak suka progrock meskipun gak membencinya. Maka saya “kuliahi” dia agar mulai menyukai karena percuma koleksi ayahnya yang begitu banyak (juga ada CD2 prog claro termasuk Jethro Tull) kalau tak ada yang mewarisi di keluarga. Saya buka box set ELP dan tunjukkan dua lagu yang dia wajib dengar: Karn Evil 9 (3 impressions) dan Tarkus. Dia manggut-manggut dan sepertinya mulai tertarik meski gak janji.

Di tengah2 suasana HalBil dengan temen2 Mediun, saya sempat ngobrol koleksi Bagus ini dengan Bagus nya sendiri. Dia ternyata beli sebagian besar CD, DVD, Blue Ray dan kaos prog dari Musik + yang ada di kelapa Gading Mall dan sangat jarang beli online. Bahkan dia bisa pesan via Musik+ ini. Seneng juga mendengarnya karena ternyata masih ada toko CD yang masih hidup dan Bagus rajin membelinya. Namun ternyata perilaku menikmati musik memang bergeser karena Bagus biasanya beli box set hanya buat dicopy ke MP3 dan kemudian mendengarkan via iPod saja. tak heran bila CD2nya juga masih mulus semua. memang jaman sekarang ribet jadinya kalau musti bawa CD Player atau walkman kemana-mana …

image

-
image

-
image

-
image
-
image

-
image

-
image

-

Tapi satu hal yang membuat saya senang: Bagus masih koleksi musik progrock. Oh ya …. saya lupa, koleksi CD, DVD dan Blue Ray Dream Theater milik Bagus juga kumplit plit!

Salam,

G

A Trip to Nuansamatic Land

August 25, 2014

Hola …!

Insya Allah saya akan melakukan perjalanan ke “nuansamatic land”, Madiun, dan Klaten pada tanggal 30 Agustus sampai dengan 1 September 2014. Barangkali ada temen2 gemblungers yang ada di sekitar area situ ada waktu luang, kita bisa progring sederhana …he he he ..emangnya pernah ada progring yang glamour? Paling juga progring yang gilmour … he he he he ….

Tanggal 30 Agustus siang rencananya saya akan menghadiri undangan mantu temen saya, siang atau sore kulineran seputar Madiun dan malamnya cangkruk sama temen2 semasa remaja dulu. Tanggal 31 insya Allah akan silaturahim ke beberapa teman dan handai taulan sambil kulineran. Insya Allah kalau ada tebengan ke Magetan, saya mau nyambangi mas Andria yang sekaligus selamatan rumahnya yang baru dan keminclong. Setelah itu mau berkunjung ke Purwodadi, silaturahim dengan Pak Tawi, temennya ayah Didik Rudiono (sobat kecil saya). Sebenarnya saya ndak kenal pak Tawi. Namun kisah prog heroik beliau yang pernah bersepeda Madiun – Bandar Lampung saat usia sudah 70 tahun, menyebabkan saya ingin mengenal jauh beliau. Saya sudah telponan sama beliau saat itu dan semangat beliau gowes memang luar biasa. Makanya saya mau berguru ke beliau di PG Purwodadi. Kalau bisa, saya mau naik Colt biar nuansamatik pol. Sayangnya, haree genee udah gak ada lagi Colt seperti jaman dulu … ha ha ha ha …

Tanggal 1 September pagi, saya mau ngebis ke Klaten dari Madiun. Memang sengaja saya jadwalkan “harus” ke Klaten karena di situ ada sobat gemblung nan baik hati dan berjiwa prog serta berselera prog pula … ha ha ha ha … Sepertinya seharian kita akan membahas betapa njiyancuki tenan yang namanya Humanizzimo itu …. atau sama2 menikmati Numbers sambil kuliner The Lamia (konon …kata Koh Win, di Klaten ada kuliner kambing yang markotop … Dan saya akan diajak ke situ … Wis pokoke jiyan The Lamia pol! Kambing katanya bro Apec bisa menurunkan kolesterol …..maksudnya turun ke kaki semuanya … ha ha ha ha ha …. Kalau menurut saya, di kambing gak ada kolesterol karena kolesterol adanya di Prodia ….).

Insya Allah pukul 18:30 saya balik lagi ke Jakarta …. Tapi insya Allah sudah puas mrogring dengan mas Andria dan kemudian Koh Win …. Sebenernya ada rencana mau ke Malang juga … Namun karena di sana jiwanya masih Slayer dan belum terbuka untuk prog, maka saya ditolak hadir di sana ngadain progring …bolehnya metalring … Lha aku metal tahunya mung Rhapsody dan Kamelot, yo wis saya tangguhkan aja sampe kata “progring” tidak diharamkan di Malang ….. Atau, sebaiknya yang di Malang juga hadir di Klaten …sekaligus membuktikan guyubnya ….qiqiqiqiqiqiqi ….

JRENG!

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 145 other followers