Archive for the ‘Activity’ Category

Perang Lagu Di Udara

May 17, 2013

JRENG!

Sebagai buntut dari pertemuan saya dengan para seniors yang mempengaruhi kehidupan musikal saya di kota kelahiran saya, Madiun, pada 4-5 Mei lalu, beberapa kali saya dan mas Pri melakukan “perang lagu”. Lha? Apa lagi ini? Singkat cerita, saat kami diskusi nuansamatik jadulsonic kami saling memperdengarkan lagu-lagu yang ada di HP kami untuk kemudian dibahas. Saat itu bergantian antara mas Pri, mas Kandar dan saya. Saya masih ingat mas Pri mempromosikan lagu “‘Til The World Ends” (Three Dog Night) sambil bilang bahwa lagu tersebut bener-bener evergreen baginya. Saat itu saya kebetulan ada lagu “Sea of Joy” (Blind Faith) yang ditebak dengan baik oleh mas Kandar dan mas Pri. Serulah diskusi tersebut.

Nah….buntut dari saling memutar lagu dari HP masing-masing (gak kebayang ya, kalau jaman dulu, musti bawa tape recorder Panasonic dan setumpuk kaset buat bisa melakukan hal yang sama), beberapa hari belakangan ini saya dan mas Pri melanjutkan “perang lagu di udara” niru Rock Di Udara nya GodBless ….ha ha ha ha … Jadi, pada malam hari saya putar lagu2 claro di BB saya dan set displaynya “Show What I am Listening To” sehingga semua orang di kontak saya bisa tahu judul lagu (tanpa suara) yang sedang saya putar. Kemudian di setiap lagu yang muncul di BB, saya bahas tentang lagu tersebut tak sebatas musiknya saja tapi juga “nuansa” ketika lagu tersebut dulu saya dengarkan termasuk dikenalnya dari rekaman apa dulu …ha ha ha ha … Seru banget. Lucunya, si penerima BBM hanya melihat judul lagu yang sedang saya putar tanpa ada audionya, namun bisa mengikuti bahasan karena kenal lagu tersebut. Ternyata ini menyenangkan sekali karena kita bisa “connect” melalui musik dan nuansa yang menemaninya.

image

Untuk melakukan hajat tersebut saya musti memasukkan lagu-lagu jadul 70an ke dalam BB saya. Banyak lagu nuansamatik, termasuk: Summertime (Brainbox), John Barleycorn (Traffic), Loan Me a Dime (Boz Scaggs), It’s The Same (Heavy Metal Kids), The History of Mistery (Triumvirat), The Duchess of Orleans (Babe Ruth), Long Time (Angel), Late Again (Stealer’s Wheel), Stranglehold (Ted Nugent), Starlight Dancer (Kayak) …dan masih banyak lagi. Lagu2 tersebut unumnya saya kenal dari mendengarkan radio 234 (Dji Sam Soe) asuhan mas Pri saat di Madiun dulu.

Perang Lagu Di Udara itu dulu pernah saya lakukan juga di Madiun, yaitu adu koleksi kaset antara dua pemancar. Saya masih ingat sekali, pemancar kami, TS-BC beradu dengan pemancar Dumex, dua-duanya pemancar gelap. Cara perangnya adalah: salah satu pemancar memutar lagu yang menurutnya unik kemudian pemancar lainnya memasang juga bila punya. Kalau gak punya, berarti skor 1-0. Ha ha ha ha … Lucu banget …. Masih ingat saya, kaset Refugee (Patrick Moraz) dan Triumvirat “Spartacus” menjadi gacoan kami … ha ha ha ha … Norax beybeh …!!!

Tapi kembali dengan kisah utama tret ini: saya menikmati perang lagu di udara via BlackBerry dengan mas Pri antara Jakarta dan Malang … ha ha ha ha ha …. onok2 wae …. Nyetel lagu tanpa suara …gemblung ra?

Hidup jaman normal!!!!

Salam,

G

Selamat Pagi Indonesia

May 14, 2013

Hola temen2ku yang suka mampir di blog gemblung

Piye ora gemblung, jaman iPod kok ngomong walkman

Kaset kok didigitalkan “apa adanya” including desis …..

Ha ha ha ha …. Wis makin ora karuan wae ……

Hari ini saya berencana WFH alias working from home. memang enak kalau lagi begini. Meski juga ada gak enaknya …kalau ada tukang listrik dateng, ada tukang ledeng, tukang elpiji atau aqua …hadeh ….! He he … Tapi gak pa pa karena kalo lagi WFH ada kenikmatan lain yang invaluable dan tak bisa diganti dengan apapun nilainya ….yaitu menikmati sederetan kaset jadul! Ha ha ha ha … tambah gemblung to? Seperangkat setlist of cassettes sudah saya siapkan. Untuk menghormati tanah air, saya mulai dengan side B nya SYMPHONY dari album “Metal” …. Ulasan kaset nya menyusul … Yang penting saya update dulu apa yang saya akan lakukan hari ini ….dari seperangkat sound sytem nuansamatik jadulsonic sambil WFH. Haree genee kok ngantor … Kasihan Jokowi-Ahok tuh mengatasi kemacetan! Makanya kerja di rumah ajah! Ke kantor kalau perlu ketemu orang ajalh …. kerja itu di rumah. Nikmat memang “dirumahkan” itu … he he he ….

Jadwal pemutaran kaset hari ini ... Now Playing SYMPHONY "Metal" side B dulu karena menotnya di side B

Jadwal pemutaran kaset hari ini … Now Playing SYMPHONY “Metal” side B dulu karena mentoknya di side B

Kaset Bekas dari Pasar Beringharjo

May 12, 2013

By: Hendrik Worotikan

Rabu siang pekan lalu ( 8 Mei ), saya ‘touch down’ di Bandara AdiSutjipto, Yogyakarta. Masih teringat dibenak saya, manakala terakhir kali mengunjungi kota pelajar ini pada dua tahun lalu. Liburan !. Kali ini tidak berkaitan dengan liburan, melainkan menjalankan tugas dari kantor. Iya, Jumat dan Sabtu lalu, tempat dimana saya mencari nafkah, menyiarkan secara live melalui TV acara ‘Pesta Semarak’ dari Alun-alun Utara, Yogya. Yogya adalah kota ke-4 dalam penyelenggaraan acara ini. Kota sebelumnya antara lain : Bandung, Surabaya dan Solo. Kemudian kota selanjutnya Malang dan Jakarta.

Sejak awal saya memang sudah mengincar Yogya. Alasannya ngga lain ngga bukan, saya ingin menyambangi lapak kaset Beringharjo yang konon kesohor itu. Hihihi…

Rabu malam, setelah melihat set up panggung, lighting, LED, OB Van, dan sebagainya di lokasi syuting Alun-alun Utara, saya pun mulai menyambangi pasar Beringharjo dengan berjalan kaki. Niat awalnya sih mau naik becak. Tapi karena ‘maharnya’ ngga cocok, ya sudah jalan kaki saja. Anggap aja olahraga sambil nyari keringat. Lagi pula di sepanjang jalan yang saya lewati banyak yang berjualan dan banyak pula yang berlalu lalang. Pokoknya ‘Mariah Carey’ sekali suasananya. Ngga kerasa tuh capeknya. He…he…he…

Setelah melewati Monumen Serangan Umum 1 Maret dan Benteng Vredeburg, sampailah saya di Beringharjo. Hanya saja saya tidak menjumpai lapak kaset yang sudah menjadi target tujuan. Tanya pedagang lainnya, ternyata bapak si penjual kaset sudah tutup sejak magrib, karena ada keperluan. Hadooh…tapi mereka memberikan informasi kalo besok pagi sudah buka lagi jam 8 sampai 10 malam. Ya sutera, besok paginya harus balik lagi nih…karena kalo malam hari, sudah ngga ada kesempatan lagi. Sudah sibuk dengan jadwal rehearsal dan segala macamnya dilokasi Alun-alun.

Kamis pagi, setelah breakfast di Jambuluwuk – tempat saya menginap, dengan menumpangi becak, sayapun bergegas menuju TKP (Baca pasar Beringharjo). Persis didepan pasar, sedikit mojok sudah terlihat tumpukan tumpuka kaset. Wuih…langsung deh milih milih.

Ada beberapa kaset yang saya tertarik untuk memilikinya. Seperti : Black Sabbath, Dream Theater (The Number of The Beast / Live Cover Performance Iron Maiden’s), Al DI Meola, Ozzy Osborne, Testament dan Tesla. Tapi sayang, setelah diamati ternyata covernya sdh tidak original lagi. Sudah hasil scanning. Kotak pita kasetnya pun ada yang sudah ditukar.

Kaset band band metal, jazz, pop barat & Indonesia juga musik klasik lumayan banyak. Claronya kurang, bahkan dapat dikatakan ngga ada. Apalagi rekaman Yess, Apple, Monalisa ngga keliatan tuh…!! (Jangan-jangan sudah diborong oleh Mas Herwinto. Hihihi)

Sembari melihat tumpukan kaset yang ada, saya pun berbincang dengan Pak Zamzani si pemilik lapak. Sejak lama beliau sudah memulai usaha yang mulia ini. Perbincangan ini pun diselingi dengan adanya pembeli lain. Ada seorang Ibu yg mencari kaset penyanyi Indonesia lama, kemudian langsung dicoba diputar di player seadanya. Sementara ada pula, lagi lagi seorang Ibu, dengan kantong kreseknya, ingin menjual kaset kaset Indonesia lamanya. Wah…sayapun ngelirik, siapa tau ada kaset ‘antik’ yang nyelip.

Tanpa terasa sebanyak 20 kaset terpilih sudah. Mulai dari Nana Mouskouri, Nat King Cole, Perry Como, Kompilasi Super Guitar Heroes, Heavy Slow, Octopus (dibeli karena postingan Mas Hippie), Peter Frampton, Fleetwood Mac, Azymuth, dll. Beberapa diantaranya saya beli lantaran kepincut kaset yang diproduksi dari nama rekaman yang terdengar sexy. Seperti : Paragon, Rovex, BSR, Zenix maupun TOHO. Nggak peduli siapa penyanyi ataupun jenis musiknya. Yang penting labelnya bukan yang mainstream.

image

Pesta Semarak

image

Zamzani

image

image

Zamzani

image

Hasil jarahan

Perjalanan memburu kaset di Yogya ini tidak berakhir hanya di Beringharjo. Saya pun kemudian menyusuri sampai Mall Maloboro. Targetnya apalagi kalo bukan Popeye. Seperti yg saya baca dari tulisan Mas Danang di blog gemblung ini, saya pun memasuki gang disamping Mall. Gang ini bernama Sosrokusuman, yang juga banyak berdiri hotel hotel melati. Hanya beberapa ratus meter saja dengan berjalan kaki, sudah terlihat toko kaset/CD yang bernama Popeye.

Setelah masuk, di etalase depan saya melihat terpajang 5 buah walkman sony. Ah…walkmannya persis sama seperti yang saya miliki. Juga Mas Danang tentunya. (karena belinya di Popeye juga ya Mas…) Melihat koleksi kasetnya, tentu tidak bisa dibandingkan dengan Duta Suara Sabang, misalnya. Popeye masih banyak menyimpan kaset kaset rekaman jazz lama dan juga musik daerah. Tidak lama saya berada di Popeye. Yang terpenting sekarang saya sdh tau dan nggak penasaran lagi dengan toko kaset Popeye yg top ini.

Minggu siang, saya kembali tiba di Jakarta. Dan sekarang saatnya untuk menikmati musik dari kaset bekas yang dibungkus dari Yogyakarta, sambil ngemil bakpia pathok 25.

Ah…indahnya kaset.

Thank U Mas G,

Salam hormat

Hendrik Worotikan

Kisah Secangkir Kopi

May 11, 2013

Daripada nganggur nunggu artikel Koh Win tentang Pink Floyd atau upload tracklist Memory Heavy Hits nya Yess, atau ulasan mas Herman, mas Yuddi, mas Kris, atau mas Eddy yang lama ndak kirim foto kaset jadulnya ….juga nunggu dari yang lainnya, ya udah …saya cerita aja yang santai santai sambil menikmati hujan di sore hari dan menikmati Transatlantic “Whirlwind” live melalui komputer …

Alkisah,

Di depan setasiun Madiun atau didekat Hotel Mataram, Madiun, ada warung penjual kopi yang ciri khasnya dua, yaitu:

  1. Disajikan dalam cangkir kecil
  2. Cangkirnya selalu “prothol” di godegnya (kupingnya)

Namun rasanya …..biyuuuuhhhhh …luwar biasa dahzyat! Saya sendiri belum menikmatinya karena saat itu kenyang kulineran di Madiun sebelumnya. Yang bilang semua ini kakak saya, mas Henky, yang hari Sabtu lalu di sore hari memesan 20 (dua puluh!) cangkir kopi tersebut sambil cangkruk santai sama temen2 Mediunan di halaman belakang Hotel Matram, Madiun. Ingin tahu harganya berapa? Sewu! (seribu rupiah saja!). Untuk special delivery ke Hotel Matram yang berjarak sekitar 20 meter, harganya menjadi sewu limangatus (Rp. 1.500,-). Meski super duper murah, rasanya bener2 tuooobbbz … Salah satu temen Mediunan menyebutnya dengan nama: Espresso d’Mataramo …ha ha ha ha ha …

Mau tahu tampilannya? Ini foto yang diambil oleh mas Henky:

Espresso d'Mataramo ...ciri khas: cangkir prothol! Kalau gak prothol pasti itu barang tiruan! Ha ha ha ha ha ....

Espresso d’Mataramo …ciri khas: cangkir prothol! Kalau gak prothol pasti itu barang tiruan! Ha ha ha ha ha ….

Ah …kalau saja kita gelar ProgRing di warung sini sambil nyetel kaset rekaman Nirwana atau Starlite pake Tape Recorder Panasonic (Mono) Auto Stop …pasti nuansamatik kemlitik jadulsonic tenan ……

Kalau saja …

#sambilmelamunmembayangkannikmatnyasuasanaprogring#

Salam,

G

 

 

MrogRing lagi

May 10, 2013

image

Hari ini selepas shalat Jumat gak ada janjian sama klien, maka saya putuskan nyantai ngopi di Corelli sambil sedikit melanjutkan kerja dan menikmati musik dari laptop mulai dari Captain Beyond hingga Cast, band prog Mexico yg udah lama gak saya puter CD nya. Gak bawa kaset sih tapi seneng juga sekali waktu jalan2 liat lapak kaset dan buku kemudian kembali ke laptop ….biyuh nikmatnya hidup ini . Pokoke hari ini kegiatan saya total 4N: Nyepedah, Nyambut gawe, Ngopi, dan Ngeprog …. pow ra nikmat to urip iki? Tentu ….. Btw ada yg tahu Cast gak sih? Keren lho, prog ala Genesis. Saya koleksi CD semua albumnya karena musiknya edan! Kapan2 saya bahas ya …. Sik tak balik nang laptop ya …. JrènG!!!

ProgRing with Seniors in Madiun

May 5, 2013

JrènNG!

Perjalanan ke Madiun kali ini memiliki nilai sejarah dan makna tersendiri bagi saya pribadi karena INCLUDING perhelatan ProgRing dengan para senior dan sesepuh yang banyak mempengaruhi perjalanan musikal saya meski saya bukan pemusik. Namun, seperti temen2 semua sudah pahami bahwa musik, terutama progrock dan claro, telah banyak mewarnai kehidupan saya dalam hal menyemangati saya untuk keep on progressing in life…. Wah saat menulis sekarang ini di HP sedang mengalun Epitaph ….makin nuansamatik mbrebes mili kemlithik tenaan …. Apalagi menulisnya di lobi Hotel Mataram, Madiun yang tak jauh dari stasiun kereta api. Nggulung koming tenaaaan …

Salah satu senior yang sering saya sebut namanya di blog gemblung ini adalah mas Pri yang di komunitas Mediunan dikenal dengan julukan Pri Sewot. Senang sekali saya selama dua hari bertemu beliau dan menginap di hotel yang sama. Selain itu ada mas Iskandar (Kandar) yang dulu kemana-mana selalu membawa gitar. Dia juga yang mengajari saya memainkan Mood for A Day menggunakan gitar akustik saya yang abal2 tanpa merek saat itu. Sebenernya dia ini musisi tulen karena gitarannya maut, bisa memainkan Roundabout, Perpetual Change dan The Clap. Bahkan pernah membawakan The Ancient juga.

Mantabz jek, Sesi diskusi dilakukan secara informal disela-sela kesibukan acara hajatan pernikahan putri mas Panji, sahabat baik kakak saya mas Henky. Diskusi intens dilakukan kemarin, sabtu siang menjelang acara resepsi pernikahan dan tadi pagi setelah sarapan pagi di kebun hotel bagian belakang. Mas Pri heran juga bahwa saya begitu terinspirasi dengan musik2 yg ia gadang2 di siaran radio Dji Sam Soe alias Borimex. Setiap dia ungkapkan nama kelompok kemudian belum selesai dia bicara saya komentari dengan judul lagunya dia kagum kok saya masih ingat. Saya bilang: “Mas ….gimana gak ingat lha wong dulu semua judul lagu yang disebutkan oleh penyiar langsung saya catat.” Dia gak nyangka bahwa radionya berpengaruh.

image

Seperti saya pernah tulis sebelumnya, saya hanya tahu mas Pri dari suaranya saja namun gak pernah ketemu apalagi kenal sama orang nya. Saya tahu bahwa beliau sebenernya di atas kakak saya angkatannya dan pernah sekali waktu main ke rumah ibu saya di Jl. Sumatra. Namun saat itu saya ya masih sangat kecil karena beda usia sekitar 8-9 tahun begitu. Jadi, saya menyukai ilmu progrock dan classic rock dari mas Pri (selain kakak saya Henky) selama lebih dari 38 tahun tanpa pernah tahu muka orangnya seperti apa. Makanya saya senang sekali ngobrol sama beliau. Kami ngobrol sambil sekali waktu memasang musik via handphone dan mas Pri memutar lagu kesukaannya dari Three Dog Night, sambil rokoknya kebal-kebul.

Sejumlah musisi dan band 70an kami bahas mulai dari The Beatles, Rolling Stones, hingga yang prog seperti ELP, King Crimson, Yes dan yang lainnya. Bahkan mas Pri mengulang nama Judas Priest beberapa kali. Hebat juga ya beliau suka JuPri….metal juga tentunya. Yang saya suka ya saat beliau menyebut nama Ted Nugent dan Sensational Alex Harvey Band …. bahkan kami berdua bisa menyebut kata NEXT yang merupakan salah satu lagu top SAHB saat itu sambil berdua nyanyi bersama. Kemudian juga lagu lain yaitu Teenage Idol. Wahhhhh …terasa bicara dengan orang yg tepat …. tuuuuooobzz ….! Saya juga sempat menunjukkan ke beliau postingan di blog gemblung ini tentang “Stranglehold” nya Ted Nugent yang fenomenal nuansamatik kemlitik itu, melalui ponsel android saya.

Pagi ini tadi kami diskusi musik lagi dan bahkan saya putar lagu2 rock jadul dari HP saya. Whooooaaaaa….. Pagi hari yang sungguh indah apalagi bersama orang-orang satu aliran, …orang2 yang dulu sangat mempengaruhi selera musik saya dan saya tk akan pernah menyesal karena musik telah menyemangati hidup saya selama ini. Alhamdulillah.

Oh ya …yang membuat saya bahagia tiada tara adalah tawaran beliau untuk mengambil semua koleksi kaset yang beliau miliki di rumahnya di Malang. Beliau memang sudah lama ingin menyerahkan kaset-kaset koleksi beliau tersebut yang konon sebanyak 4 rak bila menemukan orang yang mau merawatnya. Saya yo ngacung nomer satu!!!! Belum lagi kata beliau sebagian kaset-kaset beliau eks siaran dulu (kebayang betapa bersejarahnya kaset2 tersebut?!!!) ada di rumah adiknya, mbak Ajiek, di Jakarta … Wah .. musti segera “take action” nih!

Edit hari ini (6 Mei 2013 jam 5 sore) saya akhiri sambil menikmati beberapa lagu dari era 70an:

  • Castle Walls – Styx
  • Going In Circle – Three Dog Night
  • Hair of The Dog – Nazareth
  • Christopher Mr Christopher – Styx
  • Never Dreamed You’d Leave in Summer – Three Dog Night
  • Look At Yurself – UriahHeep
  • Don’t Call Us, We Call You – Sugarloaf (hayo .. tahu gak lagu sangat nuansamatix ini?)
  • Savanah Woman – Tommy Bolin
  • Traveller in Time – Uriah Heep
  • Dream On – Aerosmith (wah keren ini lagu! Sayang band nya gak jadi main 11 Mei ini di Jkt)

Hidup jaman normal!

Sabtu, 4 Mei 2013 bersama mas Pri di lobi Hotel Mataram

Sabtu, 4 Mei 2013 bersama mas Pri di lobi Hotel Mataram

Sabtu, 4 Mei 2013 - bersama mas Kandar - Steve Howe von Mediun

Sabtu, 4 Mei 2013 – bersama mas Kandar – Steve Howe von Mediun

Suasana di kebun belakang Hotel Mataram ...

Suasana di kebun belakang Hotel Mataram …

Diskusi gayeng ....

Diskusi gayeng ….

Rockin’ in Train

May 3, 2013

Akhir minggu ini memang jadwal mengunjungi kota penuh kenangan, sehingga saya siapkan semua lagu yg saya nikmati ketika remaja di Madiun dulu …. Saat ini di Senheiser PX 100 sedang mengalun “Whiskey Drinking Woman” dari Nazareth …. Woaaa …jadi inget kaset Hair of The Dog rekaman Nirwana ….

Udah deket Puerto Rico Jowo nih …. Kota Nopia ….

image

Playlist khusus musik 70an thok!

Ini baru jalan meninggalkan kota nopia dibarengi dengan “Better of Dead” nya Elton John.

Perjalanan nuansamatik tenaaan … ini sekarang meraung gitar Ritchie di Mistreated …..

Hammersonic Jakarta International Metal Festival – a review

May 2, 2013

By: DananG Suryono

 

Ini adalah perhelatan ke dua Festival Metal terbesar di Indonesia (mungkin di Asia Tenggara), Hammersonic Metal Fest, setelah sebelumnya digelar tahun lalu di Lapangan D Senayan. Ada perbedaan dengan tahun lalu, dimana dulu dihelat 1 hari, kali ini selama 2 hari yaitu tanggal 27 dan 28 April 2013.

Dengan headliner Epica dan Obituary di hari pertama serta Cannibal Corpse dan Cradle of Filth, pada Metal Fest di Jakarta kali ini sederet nama besar kelompok musik luar negeri hadir, seperti Cradle of Filth (Inggris), Lock Up (Inggris), Obituary (Amerika Serikat/AS), Cannibal Corpse (AS), As I Lay Dying (AS), Dying Fetus (AS),Destruction (Jerman), Hour of Penance (Italia), dan Epica (Belanda).

Sementara, kelompok musik Tanah Air seperti  Power Metal, Sucker Head, Edane, Burgerkill, Seringai, Dead Vertical, Kapital, Unremains, Rezume, Outright, Hellcrust, Revenge, Down For Life, Kraken, dan Rising The Fall dirasakan cukup punya magnet untuk menyedot metalhead dari Jakarta serta kota-kota lain di Indonesia, bahkan metalhead dari Singapura dan Malaysia untuk bisa hadir.

Metal!!!!!! \m/

Metal!!!!!! \m/

Bertempat di Ecopark ancol, lapangan terbuka ini cukup representatif untuk menggelar hajatan besar semacam ini. Tempat lapangan rumput yang luas sangat cocok untuk acara ini. Terdapat 2 stage yang dinamai sesuai nama festival, yaituHammer Stage dan Sonic Stage yang ditata berjejer berdampingan dipisahkan sedikit space, konser diselenggarakan bergantian di dua stage tersebut, Band pertama main di Hammer Stage, maka di Sonic Stage dilakukan soundcheck. Dan begitu band di Hammer stage mengakhiri pertunjukan, langsung band berikutnya jreng di Sonic stage dan seterusnya, sehingga nyaris tidak ada jeda.

02 Stage

Konser dimulai pukul 12.00 dan berakhir di 01.00 dinihari berjalan lancar dan mengalir sehingga penonton tidak punya kesempatan untuk mengendur. Rehat sejenak hanya dilakukan saat azan sholat magrib berkumandang, sehingga para metalhead tidak perlu meninggalkan ibadah untuk menikmati kesenangan ini.

Hari pertama saya datang sekitar pukul 16.00 saat Burgerkill bermain di Sonic Stage, seperti biasa mereka tampil dalam tegangan tinggi dan tidak membiarkan suasana moshpit menjadi tenang.

03 Arul

Saya sangat menikmati band yang tampil pada hari pertama ini, sound rata-rata bagus (Power Metal legenda metal Indonesia sangat bagus soundnya saat tampil) dan circle pit besar terbentuk di moshpit dari setiap band yang tampil dan dipuncaki oleh Epica dan Obituary. Lucunya saat Epica dan Obituary main, banyak yang sudah terkapar tidur nyenyak  di hamparan rumput pinggir Ecopark. Mungkin energi mereka sudah habis terkuras saat perjalanan dari daerah, serta sudah moshing habis-habisan sebelum Epica dan Obituary tampil.

04 Bang Your Head

 

05 Epica

Hari kedua saya datang setelah sholat Magrib dan saat itu The Amenta sedang tampil di Sonic Stage. Hari kedua ini penonton rasanya lebih banyak dibandingkan hari pertama, dan moshpit rasanya sudah meliar sejak Seringai bermain. Puncak keliaran di moshpit terjadi pada saat As I Lay Dying dan Cannibal Corpse bermain. Namun sayangnya justru saatCradle of Filth bermain sebagai pemuncak, entah massa yang sudah kehabisan energi, entah Dani Filth cs kurang bisa masuk, konser pamungkas ini terasa datar saja.

07 Cannibal Corpse 

Dua hari yang sungguh melelahkan namun menyegarkan dari sisi yang lain, terima kasih Revision yang mau membesut acara ini dengan sukses.

Mengingat senin harus masuk kantor, bergegas masuk kamar hotel mercure berbaring untuk memulihkan tenaga…dan tiba-tiba saya sedang nonton progfest di tempat yang sama….setelah nonton Imannisimo, Ballerina, Dark Tranquillity, The Flower Kings, Opeth, Marillion, di pemuncak saat Geedy Lee berteriak “apa kabar Jakarta!!!!!!!!!”  dan intro YYZ menggema…tiba-tiba terdengar bunyi alarm dari HP saya….ah ternyata hanya mimpi…., segera mengambil air wudhu dan sholat subuh.

Dalam perjalanan kekantor masih berharap dan berdoa, semoga ada orang yang mau mengadakan progfest semacam Hammersonic di Jakarta….semoga……

IQ “Headlong” – an interpretation of song elements

May 1, 2013

Sejak membaca komentar mas Ekho Pratama tentang IQ terutama kesannya terhadap lagu Headlong dari album kedua The Wake, saya merasa tercerahkan dan sumringah karena gembira-ria mendapat teman baru satu aliran yang menyukai IQ utamanya lagu Headlong ini. Saya sangat setuju dengan pendapatnya terhadap segmen indah yg dimulai dengan lirik “From the moment ….“. Memang di segmen ini kita harus berhati -hati mendengarkan lagu ini karena kalau kita merasa sebagai makhluk manusia normal yang berarti memiliki nurani, justru dikhawatirkan kita bisa kejlungup nyosor lantai dengan lambe nyonyor dan hati hancur lebur berantakan seperti pecahan kaca mobil. Kenapa? Karena melodinya nunjek ulu ati tuwenan jek!

Sejak baca komentar mas Ekho itulah saya merasa ada pertemuan dua hati (biyuh kok dadi romantis to?! Ha ha ha …) ya karena satu lagu bertajuk Headlong yg benar-benar dahsyat itu. Sudah puluhab tahun saya suka lagu ini dan sudah puluhan teman sesama penggemar IQ telah berhasil saya kenali dan bina pertemanan dengan baik. Bahkan tahun lalu kami berkumpul beberapa kali menonton dvd konser IQ “Frequency” di Subtitles, Dharmawangsa Square. Senang sekali kita bersuka cita menonton dvd keren ini sambil mbengok-mbengok sak dobole menirukan permainan indah personil IQ. Namun …. tak satupun temen saya itu yg punya kesan KHUSUS terhadap Headlong. Mangkanya ….saya suweneng mas Ekho bisa berselera sama bahkan memiliki cita rasa sama terhadap lagu ini. Whooooooaaaa…….!! Suweneng tenan aku!

Bagi yg belum kenal IQ, musik Headlong tergolong sederhana alias tidak kompleks. Kekuatan lagu ini justru dalam hal penciptaan melodi yang jelas nunjek ulu ati sampe berdarah-darah dan juga harmoni dan instrumentalisasi aransemen musik yang begitu kreatif dan terasa penuh saling mengisi terutama dalam hal gitar dan kibor. Ini tentunya masih ditambah dengan vokalisasi yang terasa elegan meski terkesan melankolis bahkan gembeng. Kebayang gak sih? Makanya kalau gak kebayang buruan beli kasetnya atau paling sial CDnya. Muantabz tenan jek!

Lagu ini dibuka dengan kombinasi lengkingan vokal memelas gembeng ala Peter Nichols dengan lirik yang sungguh indah untuk dilantunkan sambil menikmati lagunya:

I am here. The ragged burden come to nothing, comfort go….” wadouw ……baru intro aja udah mbrabak menikmati lekukan vokal dikombinasi suara kibor yang menambah marak suasana hati. Bohong kalau Anda kenal lagu ini gak spontan ikut nyanyi. Kecuali …bila Anda tak memiliki nurani.

Siksaan hati baru dimulai dan Anda harus menghadapi lagi segmen selanjutnya yg juga sangat indah:

Hovering above me like a net, I’m terrified to look beyond the threat, I kill ambition while I can.”

Yungalah …..aduh biyuuuung ….Gusti Alloh nyuwun ngapunten …..! Ini lekukan melodi dan vokalisasi Nichols begitu merasuk hati hingga tembus ke sumsum tulang belakang. Uwediyaaan ….indaaaah bangettzz….

Stumbling, we go blindly marching on, Bursting like a dream and now all gone, In time I know we’ll fly again.

Setelah itu ada perpindahan nuansa yang terkesan horor namun hanya sejenak karena kembali ke melankolis saat liriknya ini:

Frail as ever, still the most severe, Haven’t I surrendered everything now? Naked in my cruellest waking fear From the rages of the weightless sleep.”

Musik kemudian masuk indah disertai solo kibor oleh Martin Orford yang sederhana namun sungguh membuat ati ini klepek2 gak tahan …. Belum lagi sayatan gitar dahzyat dari Mike Holmes. Wis ….pokoke nggajak tuwenan….!

Kemudian musik ujug ujug mak gedandut berhenti disertai indahnya vokalisasi ini:

“Who will catch him falling?” called the wind

“I will claim him,” volunteered the grave

“Marry me forever,” cried the bride, Said the orphan, “Who’ll remember me? Anyone at all? Are you coming back?”

Terus nyambung raungan gitar ala Mike Holmes yang sungguh ngeprog pitung-puluhan banget! Merindhink dah kalau mendengarkan segmen ini.

Almaaaaak ……!!! Lagu kok begitu indah ya? Ini mereka berlima saat membuat lagu ini lagi mabuk apa ya? Kok indaaàaaah banget mengalunnya.

Akhirnya sampailah pada the final musical orgasm yang siapapun mendengarnya pasti bakal speechless alias ndlongop atau melongo terheran-heran kok ada musik seindah ini gitu lho ….!!!

“From the moment we were torn, Thrown into the tunnel, we withdrew, Whiter colours then untied, Don’t desert me now I’m coming through ….”

(Pas Nichols mengucapkan “through” …bunyinya huwenaaaak tuwenaaan!)

I fought the memory of beautiful things, Imaginings, The only strength I got from wanting you

All the love I’ve been needing, The hunger is feeding on me, Spirit, bear me away to the place of birth (Madiun tentunya!)”

WHOOOOOOAAAA…… nggulung koming ping kopang kaping tenaaaan …..!!!

Sik yo …..aku tak semaput disik yo ……

Kumpulan Lagu untuk Closing

May 1, 2013

By: Gatot Triono

Assalamuallaikum wr wb.

Mas Gw,semoga sehat selalu ya…untuk menemani closing (tutup buku ) bulan ini,,sy iseng2 membuat kumpulan lagu dalam format MP 3,supaya pas closing nanti tidak terlalu suntuk..he..he..he..Tks..ini Track Listnya :

1Homburg Procol Harum 3:55

2 Dancing With The Moonlit Knight Genesis 8:04

3Machine Messiah Yes 10:25 4

Anthem Rush 4:23

5Pirates E.L.P 13:19

6Shine On You Crazy Diamond Pink Floyd 12:54

7Nervous Breakdown Patrick Moraz 3:23

8Celebration PFM 3:53

9Killer Queen Queen 3:00

10Come Away Melinda Uriah Heep 4:15

11Negeriku Cintaku Keenan Nasution 8:49

12Your Own Special Way Steve Hacket 4:18

13Come Sail Way STYX 6:08

14Stargazer Rainbow 8:30

15Getting Old James Gang 3:46

16Think About The Time Ten Years After 4:40

17Breakfast In America Supertramp 2:39

18Father of day Father Of Night Manfred mann’s Eart Band 9:55

19Crazy Aerosmith 5:16

20Fly Into This Night Gino Vanneli 3:27

21Gaya Muda Merdeka Harry Sabar 8:36

22Beladona UFO 4:16

23Interview Gentle Giant 6:49

24Epitaph King Crimson 8:47

25Childhoods End Marillion 4:33

26Mama I’m Coming Home Ozzy Osbourne 4:12

27Sangkakala Makara Band 7:07

28Imagine John Lennon 3:03

29Jerusalem E.L.P 2:44

30If You Leave Me Now Chicago 3:58

31Easy The Commodores 4:52

32Closer To Heart Rush 2:54

33And You and I Yes 11:22

34Suppers Ready Genesis 23:05

35Sodom Gomoroh God Bless 4:03

36Tarkus Jordan Rudess 22:47

37Whiter Shade Of Pale Procol Harum 4:05

38Ruthless Queen Kayak 4:48

39Burn Deep Purple 6:03

40Indonesia Mahardhika Guruh Gipsy 15:38

41Kasmir Led Zeppelin 8:30

42Holy War Asia 5:58

43Got The Time Anthrax 2:44

44Januari Kelabu Trio Bebek 5:14

45Brother Of Mine ABWH 10:19

46Dreams Van Halen 4:51

47Jurang Pemisah Jockie & Chrisye 9:04

48Reunion Neal Morse 9:12

49Playing The Game Gentle Giant 6:44

50Dreamer Supertramp 3:18

51Time Stand Still Rush 5:09

52Armagedon WOW 4:39

53July Morning Uriah Heep 10:31

54The Spirit Carries On Dream Theater 6:38

55Mandy Barry Manilow 3:20

56Boundaries Jon Anderson 3:22

57I’ll Write a Song For You Eart,Wind & Fire 5:21

58Free Will Rush 5:24

59Tempus Fugit Yes 5:16

60Negara Kita Barong Band 5:08

61Best Years Of Our Live Patrick Moraz 3:59

62Bohemian Rhapsody Queen 5:55

63The Score Emerson,Lake&Powel 9:07

64You Keep On Moving Deep Purple 4:26

65Working Man Mike Portnoy 3:55

66The Wall Kansas 4:48

67Yes Medley YOSO 8:59

68Kembali Abbhama 4:40

69Nobodys Fault But Mine Led Zeppelin 6:15

70Someone Grand Funk 4:04

71Nuclear Attack Greg Lake 4:31

72 I Love You More Than You’ll ever Know Blood Sweat & Tears 5:57

73Samba Setan Harry Roesli 6:01

74Man On The Silver Mountain Rainbow 4:41

75Aqualung Jethro Tull 6:37

76Proclamation Gentle Giant 6:48

77Song Of Seven Jon Anderson 11:15

78Hold The Line TOTO 3:59

79Space Shanty Khan 9:03

80Childhood And The Sea Birds Giant Step 4:44

81Babe STYX 4:03

82Love You Inside Out Bee Gees 4:07

83In The Dead Of Night John Wetton 6:02

84Song For America Kansas 9:22

85Karn Evil 9 E.L.P 4:48

86Give A Little Bit Supertramp 4:05

87To Be Over Yes 9:10

88 Gone are The Song Of Yesterday The Rollies 4:22

89Here We’ll Stay Frida & Phil Collins 7:12

90Yesterday The Beatles 2:05

91Musikku Adalah Aku Jockie Suryoprayogo 15:19

92Glenmore AKA 5:33

93Show Me The Way Peter Frampton 5:00

94Spain Chick Cotrea 11:46

95All I Am Heatwave 3:39

96Every Breath You Take Sting 5:04

97Kantata Takwa Kantata Takwa 7:16

98Kutuk Seribu Dewa Fariz RM 4:21

99The Cinema Show The Flowers Kings 7:00

100Close To Edge Yes Symphonic Live 20:04


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers