JRENG!
Sebagai buntut dari pertemuan saya dengan para seniors yang mempengaruhi kehidupan musikal saya di kota kelahiran saya, Madiun, pada 4-5 Mei lalu, beberapa kali saya dan mas Pri melakukan “perang lagu”. Lha? Apa lagi ini? Singkat cerita, saat kami diskusi nuansamatik jadulsonic kami saling memperdengarkan lagu-lagu yang ada di HP kami untuk kemudian dibahas. Saat itu bergantian antara mas Pri, mas Kandar dan saya. Saya masih ingat mas Pri mempromosikan lagu “‘Til The World Ends” (Three Dog Night) sambil bilang bahwa lagu tersebut bener-bener evergreen baginya. Saat itu saya kebetulan ada lagu “Sea of Joy” (Blind Faith) yang ditebak dengan baik oleh mas Kandar dan mas Pri. Serulah diskusi tersebut.
Nah….buntut dari saling memutar lagu dari HP masing-masing (gak kebayang ya, kalau jaman dulu, musti bawa tape recorder Panasonic dan setumpuk kaset buat bisa melakukan hal yang sama), beberapa hari belakangan ini saya dan mas Pri melanjutkan “perang lagu di udara” niru Rock Di Udara nya GodBless ….ha ha ha ha … Jadi, pada malam hari saya putar lagu2 claro di BB saya dan set displaynya “Show What I am Listening To” sehingga semua orang di kontak saya bisa tahu judul lagu (tanpa suara) yang sedang saya putar. Kemudian di setiap lagu yang muncul di BB, saya bahas tentang lagu tersebut tak sebatas musiknya saja tapi juga “nuansa” ketika lagu tersebut dulu saya dengarkan termasuk dikenalnya dari rekaman apa dulu …ha ha ha ha … Seru banget. Lucunya, si penerima BBM hanya melihat judul lagu yang sedang saya putar tanpa ada audionya, namun bisa mengikuti bahasan karena kenal lagu tersebut. Ternyata ini menyenangkan sekali karena kita bisa “connect” melalui musik dan nuansa yang menemaninya.
Untuk melakukan hajat tersebut saya musti memasukkan lagu-lagu jadul 70an ke dalam BB saya. Banyak lagu nuansamatik, termasuk: Summertime (Brainbox), John Barleycorn (Traffic), Loan Me a Dime (Boz Scaggs), It’s The Same (Heavy Metal Kids), The History of Mistery (Triumvirat), The Duchess of Orleans (Babe Ruth), Long Time (Angel), Late Again (Stealer’s Wheel), Stranglehold (Ted Nugent), Starlight Dancer (Kayak) …dan masih banyak lagi. Lagu2 tersebut unumnya saya kenal dari mendengarkan radio 234 (Dji Sam Soe) asuhan mas Pri saat di Madiun dulu.
Perang Lagu Di Udara itu dulu pernah saya lakukan juga di Madiun, yaitu adu koleksi kaset antara dua pemancar. Saya masih ingat sekali, pemancar kami, TS-BC beradu dengan pemancar Dumex, dua-duanya pemancar gelap. Cara perangnya adalah: salah satu pemancar memutar lagu yang menurutnya unik kemudian pemancar lainnya memasang juga bila punya. Kalau gak punya, berarti skor 1-0. Ha ha ha ha … Lucu banget …. Masih ingat saya, kaset Refugee (Patrick Moraz) dan Triumvirat “Spartacus” menjadi gacoan kami … ha ha ha ha … Norax beybeh …!!!
Tapi kembali dengan kisah utama tret ini: saya menikmati perang lagu di udara via BlackBerry dengan mas Pri antara Jakarta dan Malang … ha ha ha ha ha …. onok2 wae …. Nyetel lagu tanpa suara …gemblung ra?
Hidup jaman normal!!!!
Salam,
G




















