Sweet Claro 4: The Wordless

Hippienov

loneliness

Berjumpa lagi rekan-rekan semua… Di hari pertama dimana sebagian besar dari rekan-rekan sedang menjalankan ibadah puasa aku mencoba untuk sedikit menghibur dengan tulisan di blog gemblung tentang (lagi-lagi) sebuah kompilasi yang aku buat beberapa bulan lalu dan judulnya adalah “Sweet Claro 4: The Wordless”.
“Sweet Claro” merupakan sebuah serial kompilasi yang keseluruhannya terdiri dari 4 volume. Ide awal serial “sweet claro” adalah membuat kompilasi yang terdiri atas lagu-lagu classic rock era 60/70/80-an (termasuk juga didalamnya repertoire progrock) yang komposisinya cukup easy listening dan tidak terlalu njelimet seperti lagu-lagu prog pada umumnya. Khusus di volume 4 ini yang merupakan serie terakhir “sweet claro”, aku membuat kompilasi yang keseluruhannya instrumental, dan biar sedikit unik judulnya maka kupilih nama “the wordless”.
Isi kompilasi ini gado-gado seperti yang terlihat di list berikut ini:SWEET CLARO 4: The Wordless…
1. A Beginning / George Martin.
2. Cavatina / Francis Goya.
3. The Feeling Begins / Peter Gabriel.
4. Air / Ekseption.
5. Hairless Heart / Genesis.
6. Dandelion Dreams / Rick Wakeman.
7. Broad Sunlit Uplands / Mike Oldfield.
8. Greenfields / Francis Goya.
9. Pachelbel’s Canon / E.L.P.
10. a. “Unquiet Slumbers For The Sleepers..
b. … In That Quiet Earth” / Genesis.
11. Ave Maria / Ekseption.
12. After The Ball / Rick Wakeman.
13. Portsmouth / Mike Oldfield.
14. Flying / The Beatles.
15. After The Ordeal / Genesis.
16. The 5th / Ekseption.
17. La Villa Strangiato / Rush.
18. Peter Gunn / E.L.P.
19. Wot Gorilla / Genesis.
20. Bouree / Jethro Tull.

Dalam kompilasi ini tujuannya adalah mengumpulkan lagu-lagu instrumentalia dari beberapa band/musisi yang aku kenal atau suka lagunya dan bukan membuat kompilasi “the best”. Jadi sangat dimungkinkan beberapa lagu yang muncul di kompilasi ini sebenarnya bukan karya terbaik.

Demikian rekan-rekan semua, semoga tulisan gemblung ini bisa sedikit menghibur serta mengisi waktu “ngabuburit” menjelang waktu berbuka nanti sore. Mohon dimaafkan jika terdapat banyak kekurangan yang ada dan selalu matursuwun sanget Mas G untuk waktu dan tempat yang diberikan serta untuk rekan-rekan yang sudi mampir membaca tulisan gemblung ini.

Prog On Earth,
hippienov

 

About these ads

21 Responses to “Sweet Claro 4: The Wordless”

  1. hippienov Says:

    Walah…matursuwun Mas G, kaget aku cepet banget tulisan gemblungku sudah muncul di blog yahud ini, semoga berkenan. Matursuwun sanget mas…

    • Gatot Widayanto Says:

      Sama2 mas Hippie … Hebat nih kompilasinya …ada2 saja bikin WORDLESS … ha ha ha … Kapan2 bikin MUSICLESS mas …tanpa musik, acapella aja … ha ha ha ha ha …

  2. hippienov Says:

    \
    Hahaha… Biasa mas kalo lagi keisengan di rumah jadi keluar ide gemblungnya, hahaha…
    Boleh juga idenya Mas G, kalo aku dapet file mp3 accapella pasti aku akan buat “the musicless” ^_^
    Suwun Mas G

  3. andria Says:

    kalau Difficult to Cure dari Rainbow tak bisa masuk di situ ya pak hippie?
    kalau acapella sepertinya King Crimson ada itu yg barbershop

  4. Rizki Says:

    Kompilasinya top Mas Hippie!

    • Gatot Widayanto Says:

      Setuju sekali dengan mas Rizki! Mas Hippie gitu loh!

      Saya paling suka ada Hairless Heart yang sering saya pake saat saya “ngerjain” peserta workshop membahas topik tertentu di meja bundar masing2 …..
      Kontemplatif tenan …

  5. hippienov Says:

    Hahaha… Mas Andria, difficult to cure sangat boleh masuk mas. Alasan lagu itu ndak masuk kompilasi ini karena aku ndak punya file mp3 nya, hahaha…

  6. hippienov Says:

    Matursuwun Mas Rizki… ^_^

  7. hippienov Says:

    Sebenarnya aku suka merinding kalo denger hairless heart mas, nuansa lagunya creepy. Kalo denger lagu itu aku jadi terbayang berada di tengah ribuan serangga menyeramkan yang merayap tubuhku dari kaki, tangan, kepala… Wih…merinding aku…

  8. anton Says:

    mantap mas hippie, saya suka lagu Ekseption Ave Maria, teduh banget denger lagu karya Schubert itu. Thanks juga sudah memasukkan Mike Oldfield

  9. hippienov Says:

    Matursuwun Mas Anton, sami-sami. Aku juga suka dengan Ave Maria, walau di versi Ekseption dibuat agak “riang” tapi tetep nuansa teduhnya dapet. “Air” juga nuansamatik mas.
    Tadinya aku mau masukin “tubular bells” mas, tapi kepanjangan dan akhirnya nyari yang lain biar pas.
    Suwun mas…

    • anton Says:

      lagu Portsmouth juga bagus, kalo tubular cocoknya buat kompilasi lagu horor. ngomongin tubular pasti langsung keinget film exorcist.

      • hippienov Says:

        Portsmouth seperti lagu folk Scotland ya mas? Aku suka musiknya.
        Sebenarnya agak boring mendengarkan tubular bells, terlalu panjang tapi temponya hampir begitu-begitu saja tanpa perubahan yang drastis.
        Exorcist dengan tokoh “Linda Blair” itu mas?

  10. Budi Putra Says:

    Kalo yg satu ini gak perlu diragukan kualitasnya…sebuah kompilasiyg membangkitkan memori…

    Btw mas Kukuh gak komen nih?

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Kukuh sedang itikaf ….mohon jangan ganggu ….lagi khusyuuuu banget ….

      #np. Careful Where You Step by Saga. Edan tenan band satu ini tak kenal usia. Masih saja live peeformance nya menawan di Disc 2 album baru mereka tahun 2014 ini bertajuk “Sagacity’. Lagu ini sudah saya setel dengan volume kenceng kebih dari 6 kali saking kerennya ….edaaaaan! Gitar keren ….kibor keren ….drums muwantab …..vokal juga markotob! Ngguweblaaaaaak !!!! #

      • andria h8 Says:

        yg saya ingat intro lagunya pas membuka konser in Transit

      • Gatot Widayanto Says:

        Benar mas Andria …Saya suka intro nya yang dimulai dengan hunjaman suara kibor disertai suara high hats “Ces tek eces tek eces tek eces ….” muwantabbbzzz!

  11. herman Says:

    Mas Hippie, ..kompilasinya keren….saya juga suka lagu instrumental yang nyelip – nyelip di album karena biasanya unik dan uncommon ( nggak umum ?)…..memang cocok buat yang gemblung2 seperti kita…hehehe….peralihan Wot Gorilla ke Bouree pasti keren….Tentang Cavatina saya terkesan suatu kali waktu masih motret – motret dulu ( tahun 80-an), di acara itu ada band-nya Yopie Item….begitu naik panggung langsung instrumental Cavatina….sangat menyejukkan bagi kita yang habis kerja seharian….. padahal musik ini kan sound track-nya film adu tembak The Deer Hunter ya….?

  12. hippienov Says:

    Suwun Mas Budi, unik juga mendengarkan 1 cd full instrumentalia dari karya-karya musisi/band progclaro. Biasanya kalo denger cd instrumentalia kalo bukan cd musik klasik, pastinya versi re-make/cover version yang dimainkan oleh artis lain.

  13. hippienov Says:

    Alo Mas Herman, iya betul mas “cavatina” itu soundtrack nya film The Deer Hunter yang aslinya dimainkan sama John Williams (kalo gak salah). Sayang saat membuat kompilasi ini aku baru punya versinya Francis Goya, lebih syahdu versi aslinya mas.

    Bener lagi mas, mengumpulkan lagu-lagu instrumentalia dari album-album progclaro seperti mencari jarum di tumpukan jerami, hahaha… Belum tentu dalam 1 album terselip satu, dan kalo ada terselip pastinya unik musiknya.

  14. hippienov Says:

    Iya betul Mas G, sehari sebelum puasa Mas Kukuh sempat sms dan minta maaf kalo selama bulan Ramadhan beliau jarang berkunjung ke blog karena akan mengkonsentrasikan diri beribadah makin mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. Kita tunggu beliau kembali setelah Hari Raya Idul Fitri nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 141 other followers

%d bloggers like this: