Sekilas Tentang Neo Prog

Herwinto

Tulisan ini saya buat dipicu oleh dua hal Pertama, ada saran nan gemblunk dari mas G agar mendengarkan IQ Ever saja dulu sak dobole, jelas saya protes lha wong saya diberi file IQ album lengkap dan sudah saya fisikkan dalam bentuk CD menjadi 10 keping kok cuma disuruh muter Ever saja, tapi sebagai murid yang taat saya manut saja pasti ada sesuatu yang dahsyat dibalik saran itu begitu pikir saya mengikuti Pigmalion agar selalu berpikir positip….Eeeeee lha kok benar,… semakin sering saya putar lha kok bukan bosan tapi malah semakin ngedan saya dengerin Ever ini….hadeeeeh album ini kok ampuh sekali ya…track pembukanya saja sudah bikin saya hampir semaput saking indahnya….uwediyaaaan…… semalam bersama mas Gatot ngguweblag dengan IQ Ever ini. Jadi tak eman eman dulu album lainnya….ha ha ha…

Kedua, Pernyataan mas G pada tret sebelumnya yang mengaku heran kok saya sebagai pengagum Yes bisa menyukai IQ yang umumnya pasti ogah ogahan….ditambah tret sekitar 2 tahun yang lalu tentang ProgTalk yang disana mas G menyatakan hanya bertahan sampai track 3 pada album Yes Fly From Here dan mending muter IQ Dark Matter daripada Yes FFH.

Neo Prog bagi saya adalah sekte dari Progrock, sebab progrock sendiri adalah sub genre dari musik rock. Neo Prog lahir di tahun 80 an sebagai upaya bangkitnya musik prog yang telah runtuh oleh gempuran punk, hard rock, metal dan new wave, sementara 4 besar pengibar bendera art rock yakni Yes, Genesis, ELP dan Pink Floyd telah tak berdaya bahkan Genesis malah menelorkan ABACAB yang sungguh menyakitkan dan memalukan. Dipelopori oleh Marillion dengan Fish sebagai komandannya lahirlah Script For A Jester Tear yang dengan lantang dikibarkan melawan arus saat itu, selain Marillion ada pula IQ, Pallas, Arena dan Pendragon yang hingga saat ini Alhamdulillah masih istiqomah di jalur prog kecuali Marillion yang sejak Fish keluar semakin jauh dan bahkan telah keluar dari koridor prog, sehingga hilanglah jati diri sebagai band prog. Meski di era Hogart mulai ada lagu yang berdurasi di atas 10 menit namun itu hanya sekedar durasi, durasi panjang memang termasuk salah satu ciri musik prog namun ada kriteria lain yang lebih substansial daripada sekedar panjang lagu. Tak heran akhirnya banyak yang kecewa dengan Marillion. Neo Prog bagi pandangan saya pribadi memiliki dua kriteria yaitu melodi dan kedekatan yang kuat dengan musik straight atau mainstream. Sebagai contoh album Misplaced Chilhood ini dilumuri dengan banyak lagu yang sangat melodik baik dari sisi vokal maupun instrumen personilnya utamanya gitar, melodiknya lagu lagu neo prog bisa dilihat dari penghayatan vokalnya yang kadang saking menghayatinya sampai berguling guling seperti yang dilakukan Fish ketika membawakan Schript for A jester..memang seperti layaknya Peter Gabriel yang ketika bernyanyi seperti bertutur….dari sisi kedekatan dengan musik straight karena lahirnya neo prog adalah di era hingar bingarnya heavy metal dan new wave sehingga raungan gitar yang sarat distorsi sangat sering dijumpai, berbeda dengan gaya gitar nya Yes, Genesis maupun Pink Floyd yang sangat jernih dan klasik. Disisi melodiknya neo prog menyebabkan lagu lagunya terasa menjadi ”sweet rock” sehingga lagu lagu seperti Kayleigh bisa menembus papan atas tangga lagu lagu karena memang renyah dan bisa diterima siapa saja, tidak seperti prog yang susah menembus tangga lagu. Salah satu ciri lain dari neo prog juga adalah penggunaan gitar yang ‘atmosferik’ serta synth yang ‘dreamy’. Penggunaan synth modern dan bukan synth analog lawas menyebabkan neo prog dipisahkan dari sekte symphonic rock meskipun sebenarnya pemberi pengaruh terbesar neo prog adalah sekte symphonic rock utamanya Genesis dan Yes, hanya saja unsur unsur melodi ditubuh lagu lebih dieksplorasi di neo prog ketimbang di symphonic rock. Dalam perkembangannya neo prog dipengaruhi oleh sekte sekte lain dari prog rock semisal prog metal, space rock bahkan oleh aliran aliran diluar progresif rock sehingga corak neo prog semakin beragam, pada suatu titik hal ini membuat neo prog diragukan kemurniannya sebagai prog rock karena kuatnya pengaruh diluar ranah prog, di titik lain sebuah lagu menjadi susah dikategorikan sebagai neo prog atau sekte lain dari prog rock. Namun umumnya band band besar neo prog mampu mengelola pengaruh pengaruh itu dengan hati hati sehingga musik mereka tetap terjaga dalam koridor prog rock.

IMG-20140121-07313

Diremehkannya Neo Prog Akibat melodi yang kuat dan ”mudah dicerna” ini menyebabkan neo prog sering dicibir oleh para proghead, mereka menganggap bahwa derajat prog dari neo prog terlalu lemah, memang seperti ada sebuah konsensus bahwa musik prog harus berdurasi panjang, njlimet, tempo berubah ubah, lirik diluar cinta cintaan, harus didengarkan berulang kali baru bisa kena dan lain lain. Sedangkan pada neo prog durasi masih okelah, namun masalah kenjlimetan nampaknya neo prog tidak terlalu njlimet bahkan beberapa terdengar ”easy listening”, perubahan tempo mendadak kayaknya juga jarang ditemui meskipun standar ”kekritingan” masih terjaga, masalah lirik sejak awal nampaknya neo prog memang sudah berani berbicara masalah cinta cintaan sesuatu yang sangat jarang dilakukan band band prog terdahulu. Juga bila kita perhatikan neo prog ini menjadi gerbang pembuka mengenal musik prog, misalkan jika seseorang sudah bisa mendengarkan IQ maka tahap berikutnya mendengarkan Genesis sehingga neo prog menjadi terkesan remeh, termasuk dalam pemilihan urutan 100 album prog terbaik neo prog terkesan dikucilkan, inilah fakta yang sering saya jumpai sehingga neo prog menjadi seperti terpinggirkan. Seharusnya kita wajib menghormati band band neo prog dan wajib pula berterimakasih sebab karena kerja keras merekalah sub genre prog rock selamat dari kepunahan, dan hingga detik ini semakin berjaya sebab telah lahir generasi ketiga yakni The Flower Kings, Porcupine Tree, Steve Wilson dan seterusnya yang semakin dahsyat.

Bagi saya pribadi sebagai pengagum Yes dan Genesis kedua grup ini telah melewati fasenya, Yes saya hanya fanatik sampai Drama selebihnya saya menganggap Yes terlalu memaksakan diri, apalagi Genesis saya hanya sampai Duke, sehingga ketika saya mencoba neo prog saya sudah harus melepaskan diri dari bayang bayang Yes dan Genesis agar saya bisa menerimanya sesuai karakternya sendiri bukan membandingkannya. Ketika Yes konser mana lagu lagu yang dibawakan? pastilah di era kejayaannya dan itu terbukti semakin kuat di tour 2013 bahwa mereka membawakan 3 album klasik, pernahkah Yes membawakan lagu dari Union atau Big Generator misalnya, jawabannya tentu tidak! selain Rhytm of Love karena itu hit. Sedangkan IQ dan The Flower Kings semua albumnya sampai hari ini masih ngeprog abis jadi yahhh nikmatin aja.

050820094300

##wpid-img00491-20131209-1505

##210720081494

##cover_5512181772009

 

About these ads

29 Responses to “Sekilas Tentang Neo Prog”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Koh Win

    Tulisan yang luar biasa. Sebelum saya posting, saya baca dulu dua kali sampe lupa bahwa harus saya posting saking asiknya membaca tulisan ini.

    Hari ini saya nyetel neo prog abis! Membaca tulisan ini makin asik jadinya.

  2. Budi Putra Says:

    Ulasan yg mumpuni dan tepat utk mengajak pemula memahami progrock dan subgenre-nya. Ibarat jaman kuliahan, sblm memahami teori rumit das kapital maka dianjurkan utk mengenalnya melalui marx for beginer. Artinya bila tdk ingin mengalami pengalaman ‘nguweng-nguweng bersama Yes, neoprog pintu masuknya. Namun menurut sy neoprog msh kategori lanjutan (tahap 2), maka symprock lah for beginer-nya.

    Sy coba masuk dg nomor Promises (as years go by), IQ, Heat of the Moon, Asia, The Fortune, Angel dan Paint Box, Pendragon…atmosfir menuju ke gerbang neoprog dapet tuh, easy listening tp standar “kekritingannya” ttp terjaga.

    • Gatot Widayanto Says:

      Promises nya IQ memang renyah mas Budi …. Sangat bagus buat penyemangat pagi hari sekaligus mengibgatkan kita jangan lewatkan janji yang telah dibuat. Seperti saat ini saya menuju Pancoran karena janji yg sudah di set bbrp minggu lalu. Padahal musim banjir paling enak ya di rumah. Tapi karena sdh janji ….ya harus dipenuhi …. Siapa tahu dapat proyek?

      Ha ha ha ….

  3. andria Says:

    pak Herwin mmg punya keterampilan menuliskan sesuatu yg memikat pembaca utk menyimak apa yg beliau tulis dari depan sampai belakang. semoga bukan saya thok :)

    • Gatot Widayanto Says:

      Setuju mas Andria. Beliau ini pakar matematika yang pandai bertutur dan santun pula! Bagi yang punya anak SMA, saya sarankan ikut Bimbingan Belajar asuhan Koh Win … Dijamin lulus masuk PT Top di negeri ini …

      Cari aja bimbel ForEVER Smart namanya … Dari Klaten with Love ….

  4. Budi Putra Says:

    Iya enak baca ulasannya mas Herwinto…sistematis dan gampang dicerna. Jd tambah penasaran ingin merasakan atmosfir neoprog sesungguhnya.

    Byk cabang2 progrog kalo ngutip di progarchive bisa bejibun cabang2nya. Bahkan sy baru memahami kalo Death band yg sy tau sbg genre trash trnyata cabang dr progmet “garis keras”…walah, walah.

    Mas G, IQ mantap, dengerin Promises seolah kembali ke ABG 80an, hahaha…semangat! Semoga lancar and proyek mengalir!

  5. gt Says:

    Saya lagi kesemsem sama lagunya YES ” Clear Days “….bikin hati jadi adem…

  6. lutfi Says:

    Beruntung, om G menautkan hati saya dengan memperkenalkan IQ tempo hari. Atas kebaikannya, saya langsung ngerayu pinjam DVD IQ live @nearfest. Diantar langsung ke kantorku. Padahal, harusnya yang pinjam yang ambil, lha ini yang punya malah berbaik hati mengantarkan langsung. Ndak sopan sama seniorku nich hhh … Matur suwun sanget, om G. Barakallah! Sepulang dari kantor, dengan rasa penasaran dan agak gemetar di depan laptop karena pingin nonton IQ live, ternyata whoaaa sumpeee, keren banget!!! aku ajak ketiga kakakku nonton yang juga suka Genesis untuk sambut IQ, band neo prog abad ini pengganti Genesis hahaha … dan mereka bilang, keren!!!

    Sampai hari ini, IQ band yang paling saya sering setel. Terutama lagu Headlong, Sleepless Insidental, Harvest of souls (Penikmat Supper’s ready wajib dengar, supper sekaliii dan kereeen rasa IQ!!!), The Seventh Houses, Widow Peak, Frequency, Ryker Skies, Province, dan Life support. Peter Nicholls vocalnya sangat khas sekali, Martin Orford yang sangat memorablik nuansamatik melodik style main keyboard-nya, dan Mike Holmes yang menyayat hati raungan gitarnya. Di sesi akhir lagu Harvest of souls bisa didengar berkali-kali, bagaimana Mike Holmes begitu menawan petikan gitar old sound-nya sembari main merem-merem. 25 menit lebih 33 detik versi live-nya bikin ‘mabuk kepayang’ mendengarnya hhh … Ini benar2 band prog yang saya tunggu-tunggu setelah Genesis dan Marillion (Fish era) pensiun.

    Ganti personil juga melanda band ini. Tapi kalau lebih oke akhirnya, kenapa ngga? Keluarnya Martin Orford sang keyboardist tidak membuat IQ oleng dan tenggelam. Terbukti di album Frequency lebih keren, agak berat dibanding album Dark Matter, dan makin menghentak. Pada dua lagu keren Ryker Skies dan The Province bisa dinikmati gebugan Paul Cook, petikan Mike Holmes yang mengingatkan pada petikan intro Cinema show-nya Steve Hackett. Barangkali pengaruh Paul Cook sang Drummer lawas mereka dan Mark Westworth sang Keyboardist menjadi darah segarnya untuk album ini. Lagu Frequency, Life Support, Ryker Skies, One Fatal Mistake, dan The Province adalah komposisi yang keren menurut saya.

    Setelah 5 tahun lalu ber-Frequency ria, kabarnya mereka akan merilis album anyar di bulan Mei 2014 nanti. Penasaran, setelah Neil Durant sang Keyboardist anyar mereka dan Tim Essau sang bassist lawas yang sempat keluar dan akhirnya gabung lagi.

    Di Indonesia, Yes pernah main, tapi tidak kesampaian Genesis main, kalo gak sampai kedatangan IQ kebangetan deh hahaha …

    Mohon maaf kepanjangan komen-nya, habis IQ banget sich!

    Can’t hardly wait to new album!

    • apec Says:

      sama mas lutfi, kalo mendengarkan Harvest of souls memang serasa terbayang dengar Supper’s ready…podo dowone…diawali intro guitar dan vokal yang bertempo lambat, lalu agak di tengah diselingi tempo dan irama yang menhentak-hentak naik turun..atau gimana kalo seluruh anggota blog ini bertanda tangan cap jempol darah untuk menghadirkan IQ nang Indonesia,ha..ha..

    • Gatot Widayanto Says:

      Bro Lutfi …

      Luwar biyasaaaaa…..!!! Komennya bikin aku mabuk kesenengan menderita kepuasan!!! Tuooobzz!!

      Ini membuat Koh Win penasaran …karen belum diijinkan pindah dari Ever sebelum bisa menyiulkan lagu keren Further Away ….he he ..

  7. Wahyu Says:

    Saya tau IQ taun 87 an..punya kasetnya produk yess album nonzamo..tapi belum bisa menikmati belazzzz..opo o yo? Saya lebih suka Transatlantic..kalo ini termasuk neo bukan nih? Menurut saya lebih ngeprog..long live GENESIS..!!

  8. andria Says:

    kl generasi baru lebih suka Transatlantic pak Wahyu :) atau Liquid Tension, Platypus, Jelly Jam

  9. Gatot Widayanto Says:

    Semoga tulisan ini cukup membuat Koh Win nggulung koming sebelum nyetel lagunya:

    http://gwmusic.wordpress.com/2013/05/01/iq-headlong-2/

  10. Gatot Widayanto Says:

    Masih tentang IQ nan doahzyat (idune ngantek muncrat …)

    Ketika album Frequency dirilis, saya beli preorder CD nya dan ternyata di disc 2 ada DVD konser terakhir mereka. Tadinya saya males nonton DVD nya karena memang sudah mabok tujuh setengah keliling sama disc 1 yang luar biasa. sama dengan Bro Lutfi, saya ngguweblak kalau menikmaty Ryker Skies yang melodinya nukik dan kadang gembeng namun gagah …(kadang saya berpikir kalau urusan melodi, Genesis kalah jauh sama IQ lho …).

    Suatu saat saya iseng nonton koleksi DVD IQ saya yang “20 Years of Prog Nonsense” …wuiiiks ..kuwereeeeennn!!! Trus …nyambung lagi ke Disc 2 dari Frequency yang merupakan DVD. Ternyata ….ouadouh biyooouuunnng!!! Kuweren ngguwajak abis!!!

    Akhirnya saya ngumpulin beberapa temen yang suka IQ trus kita kumpul di Subtitles (persewaan home theater di Dharmawangsa Square) nonton Disc 2 ini … WHOOOOAAAA ….semuanya yang hadir pada menderita kepuasan terutama pas lagu Harvest of Souls dan Frequency!!!

    IQ pancen oyeee….!!!

    Hayo ..siapa yang belum pernah dengerin musik IQ? Coba sekarang juga ya!!

    • Budi Putra Says:

      Saya sdh mulai mas Gatot, baru menyelami keindahan lagu2nya di album The Wake. Tertarik dg album IQ lainnya, tp msh blm mau beranjak dr The Wake. Msh penasaran apa sih Headlong ini, kok begitu gemesin…dimana titik kulminasinya…hahaha. Saya sdh mulai mas Gatot, baru menyelami keindahan lagu2nya di album The Wake. Tertarik dg album lainnya, tp msh blm mau beranjak dr The Wake. Msh penasaran apa sih Headlong ini, kok begitu gemesin…dimana titik kulminasinya…hahaha, jg track Dans Le Parc Du Chateau Noir, melodinya begitu menyayat hati…ttg apa lagu ini ya? Mohon petunjuknya….hehehe

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Budi

        Dans Le Parc itu instrumental yang amat indah sekali meski teknologi perekamannya masih raw. Mungkin juga sengaja dibuat raw biar unik. Kalau diperhatikan, permainan Mike Holmes cukup kasar namun nunjek ulu ati. Martin orford juga. Whoooaaaa …. lagu ini melodinya bener2 menghunjam sukma. Uwediyaaaan ….

        Di youtube ada yang mengcover gitarnya. Keren juga.

        Kok bisa ya IQ bikun musik yang begitu indaaaaaaah biyanget dan membuat kita menggelepar menderita kepuasan paripurna.

        Begitu lagu habis, terpaksa replay lagi saking ketagihannya!!!

        Bravo IQ!!!

  11. Gatot Widayanto Says:

    Sik sik sik …tak nyanyi bagian sing paling nunjek ulu ati ….guwembeng tapi gagah. Coba aja bagian ini kalau gak nangis, pasti tak punya hati nurani:

    Welcome, hero, to Ryker Skies
    Where all your hopes are stored
    You can leave responsibilities in ruins at the door
    Get it knocked into your thick skull
    It’s really not that hard
    It’s a cast iron binding covenant
    And this is just the start
    There are insults and injuries
    You’ve heaped upon yourself
    But you play the victim
    While you pile the blame on someone else

    So before I state my intention to live or die
    I command your total attention
    In Ryker Skies

    Trus suara organ nya kek suara Hammond menyayat ati rempelo … Oadouw biyuuuuuuuung ….!!!

    IQ rulez!!!

    • Gatot Widayanto Says:

      Trus di bagian dua menit teralhir ada kibor solo yang nguweng nguweng tapi bikin puyen saking indahnya tak terlukiskan dengan kata-kata ….!! kalau udah gini lupa Firth of Fifth atau Cinema Show dah!

      • dOmme Says:

        Wah kacaulah ini…. Bisa lupa aku sama rock and blues kalau sering-sering dikasih dengar lagu beginian… Sebenarnya ELP jugalah yang bikin aku malas menyimak prog. Tak suka. Tapi setelah sering dikasih tulisan dan lagu untuk didengar, lama-lama bergeser jugalah selera ini. Kalau Marillion memang sudah lama aku suka, tanpa tau kalau tu neoprog. Nah sekarang racun IQ mulai masuk lagi. Ini ada kasetnya kah…?

      • Gatot Widayanto Says:

        Bang Domme … Kasetnya tentu ada dunk .. lha wong dulu saya tahunya dari kasetnya kok … Ini dia, KLIK aja boss:

        http://gwmusic.wordpress.com/2012/10/10/iq-berawal-dari-kaset-yess/

      • dOmme Says:

        Apakah hanya rekaman YESS Bos…? Tapi andaipun hanya rekaman YESS adadnya, akan aku cari… Soalnya memang menghanyutkan Bos…

  12. Gatot Widayanto Says:

    Tret Koh Win ini bikin aku gendhenk von gemblung ajah! Setelah puwas nyetel dan nyanyi Ryker Skies, sekarang nyambung Headlong ….sambil nyanyi karena baca lyrics …

    Intro kibor nya Martin Orford bener2 setara dengan Tony Banks di Cinema Show!

    Trus nyambung vokal keren:

    I’m here,
    The ragged burden come to nothing, comfort go,

    Alamak!!!! Kuwerrreeennn ….!!

  13. Budi Putra Says:

    Hadeuhh…itu kaset2 bikin ngiler aja. Wuedan asli.

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Budi,

      Foto2 kaset ditampilkan supaya menawan , karena kaset memang sexy …. Sekaligus biar baca tret ini bisa njengking ….ha ha ha ….

  14. lutfi Says:

    Tanpa menyepelekan band neo prog lainnya, IQ memang keren dalam komposisi, struktur lagu, harmoni progresif-nya, dan berani bikin lagu ‘Harvest of souls’-nya 25 menitan lebih. Buat saya, ini lagu masterpiece-nya mereka. Coba aja diputer bolak balik, ada lembut diawal dengan petikan gitar Mike Holmes, menghentak di tengah komposisi keyboard Martin Orford, dan berakhir dengan indah bak aliran air nan jernih suara khas Peter Nicholls. Liriknya memang sangat bertutur dan penuh makna. Di video konser mereka, mereka bertutur tentang banyak hal lewat big screen proyektor. Isi dan tampilan pas banget. Tangan kanan tak henti2 menyantap kue cucur dan teh poci nasgitel hahaha … hayuk nonton lagi live ‘Harvest of souls’ dengan kepuasan paripurna saat tampil di IQ stage, Nearfest ini —> http://www.youtube.com/watch?v=whOT3oagTVk

    Satu yang kurang dari IQ, stage panggung mereka yang masih sederhana. Padahal musiknya keren. Saya membayangkan kalo IQ main dengan stage-nya segede Genesis yang diarsiteki Mark Fisher, yang pernah bikin panggungnya Pink Floyd The Wall, Genesis When in Rome 2007 yang bergaya organic dan giant structure, whoaaa … apa ngga jengkang-jengking tuch hahaha …

    • Gatot Widayanto Says:

      Sangat setuju dengan bro Lutfi. Saya memang salut sekali dengan kreasi melodi yg dibuat oleh IQ. Terbayar sudah penungguan empat tahun sekali bikin album baru bila hasilnya memang musik yg melodik dan berkualitas serta masih dalam koridor prog. IQ tak pernah nyebrang jauh dari maqomnya sebagai band neoprog sehingga dari album ke album rasanya seperti serangkaian cerita bak concept album. Harvest of Souls dari album Dark Matter juga sepadan bila disandingkan dengan Supper’s Ready meski warna musiknya agak beda. Itulah IQ.

  15. cosmic_eargasm Says:

    Luar biasa!!! Mantap sekali ulasannya tentang pengalaman ber Neo-Prog dgn IQ mas Herwinto. Btw, Pendragon sepertinya jarang/nggak pernah disebut disini, padahal album awal2 nya keren bgt, apalagi pas rally2 nya asyik sekali. Sayang kaset Yess sy sdh bablas :-( Dan, khusus Yes, sy masih suka sekali dgn “90125” sampai skrng. Bicara IQ, jd ingat sy pernah liat dvd nya IQ 20th anniversary, mantap sekali performancenya.

    Btw, benar sekali kata mas Andria, kalo mas Herwinto ini tulisannya selalu memikat pembaca, seakan ada magnet yg menarik supaya terus membaca sampai akhir. Wah mantap ya mas GW, selain pakar matematika, mas Herwinto jg pakar utk urusan tulis-menulis. Seperti Robert Fripp yg sarjana ekonomi tapi sangat dahsyat memasukkan unsur matematika ke dlm musiknya lewat ‘FraKtalization’ nya di KC. Pun dgn John Zorn yg dahsyat dgn ‘Game Piece’ nya. Dan komen tentang IQ berlanjut dgn sangat dahsyat, sy jd ingin play IQ dari awal sampai “Frequency” nih. IQ ini memang salah satu band Neo-Prog yg superkeren!!! Memang, dulu wkt msh punya kaset Yess nya, yg lbh sering sy putar ya yg “The Wake”. Dan, menurut sy, jangan memulai mendengar IQ dari “Nomzamo” dulu, minimal kalo versi kasetnya “The Wake” lah. Kalo album lain, ya yg disebut mas GW, “Ever”. Utk aksi panggung, memang IQ nggak aneh2 dan bnyk gaya, seperti Tony Banks lah, dulu pas pertama dengar permainan kibordnya pada album2 Genesis era Gabriel, sy membayangkan aksi panggungnya pasti dahsyat, eh belakangan liat live nya yg Gabriel era ternyata anteng dan cool :-) beda dgn Keith Emerson yg sangat gila2an memperlakukan hammondnya dgn ditusuk pisau, diinjak2, diguling2kan bahkan di tarik pakai tali segala :-)

    Kalo Marillion, selain Fish, yg cukup pecicilan adalah Pete Trewavas, yg sampai skrng gayanya tetap begitu saat di show Transatlantic.

    ::: Stay Prog :::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 145 other followers

%d bloggers like this: