IQ Ever bikin ngguweblag …. Huwenaaak bgt …

Gatot Widayanto

Begitulah bunyi pesan sms di hape saya dengan nama pengirim tercatat sebagai Herwinto yang di blog gemblung ini kondang dengan julukan Koh Win.

Lalu,  kenapa musti jadi judul tret ini?

Jawabannya mudah: “Koh Win gitu loh ….!”. Siapa yang tak kenal dengan tokoh blog gemblung yang tulisan dan ulasannya tajam bak sebilah pedang seorang pejuang sejati. Apalagi kalau sudah membahas Yes ….! Hmmmm ….rasanya blog ini seperti tak dibatasi dengan space karena begitu mengalirnya ulasan Koh Win yang cas cis cus kemlucus membahas dahzyatnya racikan musik ala Yes.

Ini juga yang membuat saya nggumun tanpa nyakot timun … Kok bisa ya Koh Win memberi apresiasi thd musik IQ? Biasanya …pengagum Yes kurang apresiatif terhadap sub genre neo prog seperti IQ. Lha kok sekarang mengakui musik IQ bikin ngguweblag. Tentu saya suweneng pol lha wong saya ini pecinta IQ kelas berat. Makanya kabar bahagia ini saya share di blog gemblung.

About these ads

25 Responses to “IQ Ever bikin ngguweblag …. Huwenaaak bgt …”

  1. Budi Putra Says:

    Malam mas GW, salam kenal…

    Di tengah rintik hujan malam ini sy malah asyik dengerin lagunya Benny Soebardja, Apatis. Serasa indah nan syahdu malam ini…

  2. HERWINTO Says:

    Ha ha ha om G bisa aja…ini adalah hasil persekongkolan antara mas Hippie dan mas Yudi yang mencoba meracuni saya dengan IQ….Jadi mereka harus bertanggung jawab atas kegilaan saya ini….wah wah trimakasih ya mas Yudi atas racun yang dikirim ke saya album IQ, Flower Kings lengkap masih ditambah UK, Rick Wakeman, Bill Bruford, Patrick Moraz….. huebaaat…..malah kemarin ada yang mau nitip emping buat saya juga waktu mas G ke solo….benar benar guyup….

    • gt Says:

      Hahaha…kebalik Mas Herwinto,maksudanya empingnya yg dari Klaten,katanya rasanya maknyus…

    • yuddi_01 Says:

      mas Herwin, yg solonya eks keyboardist IQ sdh disimak belum? di situ ada John Wetton nya sbg guest.

      • HERWINTO Says:

        Kata suhu Gatot tidak boleh didengerin semua dulu mas Yudi….diminta pelan pelan….1 album 1album sampai benar benar khatam ha ha ha….

      • Gatot Widayanto Says:

        Betul! Jangan pindah-pindah album dulu … Resapi lah Ever terlebih dahulu meski album lainnya indah juga. Nikmat sekali Ever ini. Jangan pindah lagi sampek dhobolen…

    • Gatot Widayanto Says:

      Sejak Marillion bubar (Fish mengundurkan diri) saya MUTUNG gak mau lagi denger PROG.

      Namun .. di tahun 1998, saat saya bertandang ke ruma Ian Arliandy di bandung dan ngobrol dengan Ricky (anak sulung Ian), saya diracuni lagi prog dengan album Ever ini. sSaya NJUMBUL ternyata prog masih ada dan IQ makin mantab musiknya. Langsung si Ricky nyuruh saya bawa ke jakarta CD Ever tersebut. Setelah itu saya nguwamuk semua album IQ saya beli CD nya melalui Cyclops (Malcolm).

      Jadi .. IQ “ever” itu merupakan tonggak kembalinya saya ke prog setelah mutung lama dengan Fish yang hengkang dari Marillion ..

      Enam lagu Ever ini dahzyat sekali:
      1. The Darkest Hour (10:52)
      2. Fading Senses (6:36)
      3. Out Of Nowhere (5:10)
      4. Further Away (14:30)
      5. Leap Of Faith (7:22)
      6. Came Down (5:57)

      Dibuka dengan The Darkest Hour (10:52) yang permainan bass nya mantap dan gebukan drums nya kerren …musik mengalun dengan kenceng dan indah. Nyambung ke musik yang mellow di Fading Senses (6:36) yang terdiri dari dua bagian (movement): i. After Alldan ii. Fading Senses. nyambung kerren ke Out Of Nowhere (5:10) dan kemudian disambun ke lagu yang bener2 nunjek ulu ati dan saya amat suka dari album ini yakni Further Away (14:30). WHOOOAAAAAA!!!
      Dua lagu terakhir juga nikmat sekaleee… Leap Of Faith (7:22) dan Came Down (5:57).

      IQ tuoooobzzz!!

  3. HERWINTO Says:

    Kebanyakan penggemar prog 70 an yang saya temui memang agak memandang sebelah mata terhadap neo prog tahun 80-90 an alasannya sederhana katanya mereka hanya melakukan pengulangan dan meniru niru saja….padahal kalau kita cermati mereka tidak meniru sebenarnya, hanya memang dasar,akar dan pengaruh grup 70 an sangat kuat yang menjadi inspirasi mereka namun tetap saja mereka punya musiknya sendiri…penggemar neo prog justru kebanyakan adalah penggemar rock universal termasuk metal dan kebanyakan justru anak anak muda, penggemar fanatik Genesis, Pink Floyd asli ketika disodori Marillion misalnya biasanya agak ogah ogahan.

  4. andria Says:

    benar pak Herwin, soalnya saya pernah baca di majalah jaman dulu yg bilang kl Marillion meniru Genesis. saya langsung tak tertarik beli :D
    padahal utk jaman sekarang hal itu lumrah krn ada saling mempengaruhi antara musisi disadari atau tidak dan musisi2 muda terpengaruh musisi yg sdh terpengaruh tadi (kok jadi mbulet ya? ) :D

  5. HERWINTO Says:

    Hayooooo mas Khalil Logo di Jakarta loh….wajib mrogring nih kawan kawan Jakarta….

  6. hippienov Says:

    Ha3..akan lebih mantep kalo mas Herwinto juga punya koleksi mp3 album manfred mann’s earth band dan u.f.o dari mas Yuddi :-D. Keren buanget mas.. Gmn mas Yuddi kita kirimkan juga kopiannya ke klaten?he3..

  7. hippienov Says:

    Dulu ak kenal IQ lwt album nomzano (kaset yess),padahal katanya album di album ini Iq kurang prog tp justru membuatku penasaran explore album2 Iq lainnya. Dark matter, the wake, tales from the lush attic bikin ak jatuh hati. Meski sudah melewati perubahan jaman (dalam selera musik) tp Ip termasuk band yg setia bertahan dan bermain prog.mungkin hanya di nomzano mereka sedikit terpengaruh selera musik kala itu. Iq top markotop!

    • Gatot Widayanto Says:

      Album Nomzamo meski rada pop tapi berkelas ya mas Hippie …. Human Natire dan Promises jikin ngguweblak!

      • Gatot Widayanto Says:

        malam ini jakarta hujan deras dan saat ini saya sedang menemani Koh Win nyetel IQ Ever dimulai dengan The Darkest Hour yang gebrakan drumsnya Paul Cook ( bukan member nya Bedil Seks) dipaduindahkan dengan dentuman dahzyat bass John Jowitt …whooooaaaaa ….! Rasanya terobati lah Fish keluar dari Marillion namun IQ menghadang tegar dengan musik neo prog yang mantab seperti ini …. Bravo IQ!!

        Sekarang masuk intro Fading Senses nan syahdu ini ….mengingatkan ke Cinema Show meski secara musikal beda ….

        Memang Koh Win ndak salah …album ini bikin ngguweblag nggulung koming ….

        Sementara itu ….

        bro Apec di seberang sono sedang nyetel Arrhur Brown dari Yess disambung dengan degung …. Wis ra nyambung blas lan pasti gemblung ….!!!!!

        Wah,
        Ini Fadibg Senses masuk bagian interlude nan mendayu ndayu dengan sentilan gitar Mike Holmes nan indah …. aduh biyung Gusti Allah nyuwun ngapunten!!!

        Mas Budi

        Wajib dengerin IQ Ever mas! Uwediyaaaannn!!! Menggelinjang menderita kepuasan tuwenan mas !!!

      • Gatot Widayanto Says:

        Dan sekarang saya bersiap semaput karena Further Away masuk syahdu ….indah membahana dan melodinya nyelekit nusuk ulu ati paling dalam … adouw biyuuuuuung …..!!!! Matek tenan aku! Ini baru intro aja udah kepar2 ….piye iki?

  8. hippienov Says:

    Dulu ak kenal IQ lwt album nomzano (kaset yess),padahal katanya di album ini Iq kurang prog tp justru membuatku penasaran explore album2 Iq lainnya. Dark matter, the wake, tales from the lush attic bikin ak jatuh hati. Meski sudah melewati perubahan jaman (dalam selera musik) tp Ip termasuk band yg setia bertahan dan bermain prog.mungkin hanya di nomzano mereka sedikit terpengaruh selera musik kala itu. Iq top markotop!

  9. cosmic_eargasm Says:

    Pertama dengar IQ di kaset rekaman Yess “The Wake” dan “Nomzamo” sy lgs jatuh cinta pd band Neo-Prog ini, selain Marillion yg diterbitkan oleh Yess, msh ada Pendragon yg mantap juga, sayang cuma 1 album saja yg diterbitkannya. Band lain dgn unsur Neo-Prog yg diterbitkan Yess wkt itu ada Twelfe Night, Differences. Kalo Petra msh kental unsur rock nya.

    Tentang sebuah band terinspirasi pada band/musisi sblmnya sy kira wajar dari jaman musik klasik pun jg demikian. Karya2 J.S. Bach, Beethoven, Paganini dll bnyk mempengaruhi komposer pada era setelahnya. Begitu pula pula dlm dunia musik non-klasik. Yg paling jarang dibahas adalah musisi Blues yg jelas2 sekali terpengaruh bahkan tdk sedikit yg meniru sampai dandanannya, seperti Stevie Ray Vaughan yg bnyk disebut sebagai reinkarnasi dari Jimi Hendrix.Memang sebuah ba=
    nd entah baru atau lama pasti sedikit banyak terpengaruh dgn para pendahulunya. Bagusnya kebanyakan dari mereka melakukannya secara profesional. Seorang Fripp pun masih terpengaruh pada The Beatles, Frank Za=
    ppa jg bnyk terpengaruh pada komposer modern Edgar Varese, Allan Holdsworth bnyk memasukkan unsur2 John Coltrane dlm permainan gitarnya, Pat Metheny bnyk terpengaruh Jim Hall gitaris idolanya, bahkan John Zorn pun masih terinspirasi dgn Carl Stalling, komposer musik film utk diadaptasi ke Naked City, David Coverdale bahkan bnyk meniru style Robert Plant, tidak lupa ada Rush yg pada awal kemunculannya ingin seperti Led Zeppelin dan bnyk mengadaptasi style cadasnya yg terrekam dlm debut albumnya pada 1974, LZ pun bnyk terpengaruh dari blueser2 sblm nya yg di mix dgn style supergroup ala Cream. Dan msh bnyk lg.. Tanpa terkecuali IQ dan MArillion juga..

    wah Mas Jhalil ada d Jkt nih.. bisa ProgRing tuh.. tapi sayangnya sy nggak bisa ikutann lg nih ;-(

    ::: Stay Prog :::

    • yuddi_01 Says:

      Mas Cosmic, bagaimana dgn the Police. dgn permainan Copeland yg unik. Saya menganggap rock 80an yg original ya Police ini.

      • cosmic_eargasm Says:

        Amat sangat setuju sekali mas Yuddi, sy jg termsk penggemar The Police karena keunikan minimalis musiknya semua albumnya dulu sempat punya kasetnya dan cd boxed-set komplit albumnya, sayang semuanya sdh lama bablas :-( Walopun bermain beat reggae dan sedikit new wave, namun tetap terasa orisinalitas style musiknya dgn background musik ke 3 personilnya yg berbeda. Sting yg suka jazz dan world music, Andy Summer basicnya jazz, dan Stewart Copeland bnyk mengadaptasi musik2 dgn beat Africa. Selain The Police, band/musisi yg menurut sy orisinil style bermusiknya era 80an(yg 70an cukup bnyk yg orisinal) adalah: U2, Bill Frisell, Television(meskipun awal munculnya akhir 70an), Bill Laswell(kelihatan sekali pd album2 solo dan bbrp proyeknya). Kalo Duran-Duran trmsk nggak ya? Soalnya menurut pandangan subjektif sy, band ini sangat khas secara musikal dan nggak cuma mengandalkan dandanannya saja :-)

  10. Apec Says:

    Setuju mas yuddy, kalo diamati, sepertinya belum ada musisi atau band tenar yg musiknya seperti itu sebelum pak Polisi ini datang

    • Gatot Widayanto Says:

      Sayang Pak BanPol gak lama berkiprah ya …

      Canary in The Coal Mine

      Iramane lucu ….koyok numpak jaran

  11. andria Says:

    ada yg menulis ttg IQ begini pak :
    “If you’d enjoy a combination of Geoff Downes and Dennis De Young – but sillier – this is the guy for you.” :)

    • Gatot Widayanto Says:

      Ngawur itu. Melodinya IQ berkelas banget, seperti melodi Kamelot juga. Bedanya, IQ diramu dengan neo prog dan kadang menghentak seperti The Wake atau The Darkest Hour tapi kadang mendayu menggerogoti relung hati hingga menghunjam MAK JEGLEG! Matek tenan aku …. Coba HEADLONG dah kalau gak nangis!

      Geoff Downes gak pernah bikin melodi nunjek blas. Dennis De Young melodi nya poppy banget. IQ berkelas lah … Coba simak aja …

      *Gatot Widayanto*

      *”Don’t manage – lead change before you have to.* *” Jack Welch*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: