Stick Men – Live in Concert @ Iridium 29 Mar 2013

By: Rizki Hasan

image1 R

Band dengan formasi tiga orang (atau yang umum dikenal sebagai Power Trio) selalu menarik perhatikan saya.  Seperti yang pernah saya tulis ketika membahas band NIACIN, band formasi ini memberikan kesempatan yang lebih besar kepada para musisinya untuk lebih berimprovisasi dan berkreasi sehingga musik yang dihasilkan menjadi unik dan tidak kalah dengan musik yang dihasilkan oleh empat orang atau lebih. Dari segi pertunjukan langsung, band tersebut juga lebih enak dipandang karena effisien dan tidak memenuhi panggung.

Salah satu Power Trio yang belum lama ini saya kagumi adalah Stick Men.  Didirikan pada tahun 2007, band ini terdiri dari dua musisi mantan band King Crimson (KC) yaitu Tony Levin dan Pat Mastelloto.  Seperti kita ketahui, Tony adalah musisi veteran yang telah banyak mendukung rekaman dan pertunjukan banyak artist dari jenis pop, jazz hingga rock. Sementara Pat, selain KC, dikenal sebagai drummer dari band pop rock tahun 1980an yaitu Mr Mister.  Melengkapi trio tersebut adalah Marcus Reuter, musisi asal German yang bermain dengan spesialisasi pada instrument Touch Guitar.

Nama band ini diilhami oleh nama salah satu solo album Tony Levin dan juga instrumen Chapman Stick yang memang menjadi salah satu ciri dan spesialisasi Tony.

Dengan mengandalkan dua instrument musik yang tidak lazim (Chapman Stick dan Touch Guitar), Stick Men bermain musik instrumental dengan kategori musik eksperimental dan progressive rock, mirip dengan musik KC versi modern (minus vokal) atau Gordian Knot. Kedua instrument tersebut, yang masih satu keluarga dengan instument gitar, dikenal mempunyai keunikan karena dapat menghasilkan suara yang banyak sekaligus, termasuk suara bass, chords dan melody.

Hingga sekarang, Stick Men telah menghasilkan tiga album. Dalam rangka promosi album terakhirnya yang berjudul “Deep”, band ini pada tanggal 29 Maret dan 30 Maret 2013 mengadakan pertunjukan di Iridium, salah satu tempat pertunjukan musik (sekaligus restoran/bar) berkapasitas 100 di kota New York.  Setiap harinya pertunjukan ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada jam delapan dan sepuluh.

Berikut ini adalah komentar singkat dan foto dari pertunjukan tersebut (yang saya tonton pada jam 10 tanggal 29 Maret 2013):

Tempat Pertunjukan

Iridium berlokasi di lantai bawah salah satu bangunan di daerah Time Square. Tempat ini banyak mengingatkan saya dengan JAMZ, tempat pertunjukan di Jakarta di tahun 90an dulu, terutama dari segi luas ruangan dan letak kursi yang berdekatan dan memberikan suasana akrab antar para penonton. Selain itu, keduanya menjadi tempat yang memang secara rutin digunakan oleh para artist musik setempat dan juga dari luar negeri.

Seperti tempat pertunjukan musik-restoran/bar pada umumnya, dinding Iridium banyak dihiasai dengan alat musik dan juga poster artis yang pernah main disana.

Gambar 1: Pintu masuk Iridium

Gambar 1: Pintu masuk Iridium

Gambar 2: Tangga menuju lantai bawah

Gambar 2: Tangga menuju lantai bawah

Gambar 3: Poster Stick Men di Iridium

Gambar 3: Poster Stick Men di Iridium

Chapman Stick

Dari ketiga alat musik yang dimainkan, perhatian saya banyak tertuju pada Chapman Stick. Saya pertama kali mengetahui instrument ini di sekitar tahun 1980 melalui album solo bassist Alphonso Johnson (Weather Report, George Duke/Billy Cobham Band) yang berjudul “Spellbound”. Bentuk dan cara memainkannya yang unik membuat saya dari dulu penasaran, dan sudah menjadi keinginan saya yang lama untuk dapat melihat dan mendengar instrument tersebut secara langsung. Berbeda dengan gitar biasa, Stick mempunyai jumlah senar yang lebih banyak (12), dan terutama dimainkan dengan cara menekan dan juga mengetuk, mirip seperti bermain perkusi dan keyboard.

Alat ini dapat juga dimainkan dengan cara lain, misalnya dengan penggesek biola.

Gambar 4: Chapman Stick yang unik

Gambar 4: Chapman Stick yang unik

Daftar lagu

Sebanyak 12 lagu dimainkan selama kurang lebih 75 menit.  Sebagian besar jumlah lagu tersebut berasal dari album barunya, antara lain:

1) Nude Ascending Staircase

2) On/Off

3) Crack in the Sky

4) Horatio

5) Whale watch

6) Hide The Tree

Crack in the Sky merupakan satu-satunya lagu dengan vokal yang dinyanyikan oleh Tony Levin.

Mereka juga memainkan satu lagu improvisasi (diberi judul Iridium Improve) disamping beberapa lagu cover (diantaranya lagu Vroom milik KC) dan lagu dari album sebelumnya (Open Part 3).

Gambar 5: Stick Men sedang beraksi

Gambar 5: Stick Men sedang beraksi

Gambar 6: Tony Levin

Gambar 6: Tony Levin

Gambar 7: Stick Men and Me

Gambar 7: Stick Men and Me

Secara keseluruhan, Stick Men tampil menggagumkan. Meskipun hanya bertiga, suara yang dihasilkan terdengar penuh dan seolah-olah dimainkan oleh banyak orang.  Disamping dari Stick dan Touch Guitar, berbagai suara unik juga dihasilkan Pat Mastelotto melalui drum dan alat perkusi akustik dan elektronik.  Pat juga melakukan beberapa eksperimen suara misalnya dengan cara menggesek pendengan penggesek biola, atau menggunakan suara dari boneka.

Dengan instrument unik, latar belakang musisinya yang sudah lama malang melintang di dunia musik serta musiknya yang kreatif dan penuh eksperimen, menjadikan band ini layak diperhitungkan sebagai one of the best instrumental progressive rock bands!

 

About these ads

18 Responses to “Stick Men – Live in Concert @ Iridium 29 Mar 2013”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Mas Rizki …

    Rupanya menghilang selama ini ada maksudnya ya ….? TUOOOBBBZZZ!!!

    Paling tobz ya Gambar 7 …. Wis jiyaaann!!! Markotop tenaaan!!!

    • Rizki Says:

      Thank you Mas Gatot.

      Lama menghilang karena kerjaan yang semakin sibuk – namun sambil menyelam kan bisa minum air :-)

      Cheers
      Rizki

  2. DananG Says:

    Mantab!!!!!
    Liputan dan foto yang keren.
    Waktu Steve howe & YES main di Jakarta apakah juga memainkan Chapman Stick ini? Mungkin mas Gatot inget?

  3. hippienov Says:

    Pada progring di TMII lalu seingatku mas Rizki bertutur sedang “menabung” u/ menyaksikan konser diluar negri. Mungkin konser inilah yg dimaksudkan beliau :-D
    Tuobz mas! Liputannya, foto2nya (terlebih foto #7-TOP BGT),pencerahannya (ak baru tau band ini ada).. Semua point itu kalo dirangkum seperti dengerin “the great gig in the sky”, he3.. Puas..
    Suwun mas

  4. Rizki Says:

    Thank you Mas Danang dan Mas Hippie atas komentarnya.

  5. kunangkunangku Says:

    jempol gede! terima kasih sudah berbagi. saya juga suka band ini.

  6. apec Says:

    Wis,jiyan wong paling beruntung nang blog iki yo mas Rizky kuwi, artis sopo sing ora nate dilihat? hayo, jgn2 para musisi ,khususnya drummer pada ingin konser dgn tujuan ben dilihat mas Rizky.

  7. Edi Apple Santoso Says:

    gimana mas rasanya, berfoto bersama pat mastelotto, tony levin n markus reuter …..

  8. eddy irawan Says:

    Sangat menarik, sangat luarbiasa, sangat beruntung bisa nonton dan foto bareng, sama Toni Levin pulak!

    salut bwt Mas Rizki

  9. Noviar H Says:

    Wah, keren… bisa foto bareng Tony Levin….

  10. yuddi Says:

    mas Rizki laporan pandangan mata dan pendengaran telinga :) nya sungguh mantaaap.
    Oh ya gambar.2 mengingatkan lorong lt.2 DS Sabang.

  11. Rizki Says:

    Dear All,
    Thanks banget atas komentar2nya.
    @Mas Eddie, wah rasanya seneng sekali ketemu mereka, terutama Tony dan Pat yg memang sdh saya kagumi dari dulu. Marcus saya baru mengetahuinya melalui band ini. semuanya ramah, terutama Pat yang juga paling sering berkelakar.

    Again, thanks semuanya,
    Rizki

  12. MH Alfie Syahrine Says:

    Mantab ..mantab… !! Bro Rizki memeng selalu buat kejutan yang ngeprog !!!

  13. Tatan Taufik Says:

    Keren abiss Mas Rizki…!

  14. Rizki Says:

    Tambahan info saja mengenai Chapman Stick: Fariz pernah memainkan/memperagakannya ketika dia bernyanyi lagu Lensa Kamar Putih bersama bandnya pada waktu itu (Symphony) di acara musik TVRI awal tahun 1980an. Acara tersebut dapat dilihat di Youtube
    Salam,
    Rizki

  15. ricky Says:

    salam stic bass om rizki….saya juga penggemar stic/chapman…saya tonton waktu konser KC di jepang….aksi levin ini….niat juga dulu beli stik bass nya waktu bujangan…tapi seekarang enggak bujangan …he…he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 130 other followers

%d bloggers like this: