By: Hendrik Worotikan
Entah mengapa hari-hari belakangan ini, saya kerap mendengarkan musik dari era 70-an. Sebut saja, The Hollies, Sherbet, 10 CC, Ten Years After, Badfinger sampai Koes Plus.
Dari beberapa grup musik ini, akhirnya saya terpesona dengan Badfinger yg di gawangi oleh Peter Ham (gitar), Mike Gibbins (drum), Tom Evans (bas) dan Joey Molland (gitar).
Berawal dari sebuah demo-tape yg dikirim ke Beatles Company (Apple Records) oleh Peter Ham dan Tom Evans, yang kala itu masih bergabung dengan grup The Iveys, yang membuat Paul Mc. Cartney kepincut dan akhirnya memberikan kontrak rekaman.
Sejak saat itulah, The Iveys yg memang kurang sukses di industri musik, lantas berganti nama menjadi Badfinger, Desember 1969.
Secara personal hubungan mereka sangatlah akrab dengan anggota The Beatles lainnya. Tidak saja pada Paul yg memang membuat lagu dan sekaligus memproduserinya ( Come and Get It ), tapi juga John Lennon, dimana Badfinger membantu pembuatan ‘Imagine’ LP.
Mereka juga ikut tampil mengiringi George Harrison pada ‘All Things Must Pass’, triple-album, bahkan tampil bareng di ‘Concert For Bangla Desh’. Tidak itu saja, Harrison pun tampil menjadi salah satu produser di album ‘Straight Up’ milik Badfinger.
Bersama Ringo Star, Badfinger ikut andil pada pembuatan single ‘It Don’t Come Easy’, yang terbilang sukses itu.
Ketenaran segera mereka raih dengan lagu-lagu hitsnya. Antara lain : ‘Come and Get It’, ‘Maybe Tomorrow’, ‘Baby Blue’, ‘Without You’, ‘No Matter What’, ‘Day After Day’, dll.
Khusus untuk lagu ‘Without You’, yang ditulis oleh Tom Evans dan Peter Ham, barangkali ada yg masih ingat, kalo lagu itu pernah dinyanyikan oleh Harry Nilsson. Kemudian direkam ulang oleh penyanyi Mariah Carey dan berhasil mendulang sukses (lagi).
Peter Ham yang sukses dengan Badfinger dan lagu-lagu ciptaannya, tidak serta merta membuat hidupnya bahagia.
Pada 23 April 1975, dunia musik dikejutkan dengan peristiwa meninggalnya Peter Ham. Dia menyudahi hidupnya dengan cara menggantungkan diri.
Sepeninggalan Peter, grup musik yang banyak memainkan pop dan rock ini pun bubar. Namun tidak lama kemudian, pada 1978, Badfinger berreinkarnasi untuk beberapa waktu.
18 November 1983, rupa nya menjadi hari yang terburuk bagi sejarah Badfinger. Delapan tahun setelah Peter Ham wafat, Tom Evans pun mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama seperti rekannya. Bunuh diri.
Tragis !
Mas G, Terima kasih.
Salam hangat
Hendrik Worotikan


March 15, 2013 at 11:48 pm |
Baru aja ‘send’, tinggal sebentar, ehh…dah nongol si Badfinger.
Super cepat. Tks mas G.
Happy weekend.
March 16, 2013 at 6:05 am |
Mas Hendrik, Terima kasih postingannya. Iya mas, pas koneksi via HP lancar, sebelum tidur sy terima dan langsung upload.
Saya malah belum pernah dengar satupun lagunya Badfinger …. T.e.r.l.a.l.u. ……
Nanti saya simak di youtube aja … Suwun …
March 16, 2013 at 8:34 am
Mungkin sdh pernah dengar mas G. Cuma ngga ‘ngeh’ aja…karena sekilas musik yg mereka mainkan mirip-mirip Beatles dan album-album solo para personilnya.
March 16, 2013 at 12:58 am |
Mas Hendrik, saya suka sekali lagu ‘day after day’ yang beberapa kali muncul dlm kaset2 kompilasi lagu2 hits.
March 16, 2013 at 8:43 am |
Betul mas Eddy…lagu ‘day after day’ kerap muncul di kaset kaset kompilasi. Kalo dengar intronya, petikan gitar lagu ini mengingatkan kita dengan salah satu lagu milik Beatles. Tapi saya lupa judulnya. Hihihi.
Day after day, direkam 3 juni 1971 dan terdapat di album ‘straight up’ serta George Harrison yg memproduserinya.
March 16, 2013 at 10:54 am
Memang betul sekali, musik dan vocalnya mirip dgn Beatles … Dulu lagu2nya sering muncul di kaset kompilasi rekaman PD (pop discotic) kalau gak salah …
Sekarang cuma bisa menikmati lagu2 jadulnya via kompilasi mp3 yang 6,000 an rupiah di lapak2, macam Oldies Rock & Roll, lagu macam “Baby Blue” yang terkesan riang …
March 16, 2013 at 1:04 am |
Saya punya kaset Badfinger album ‘no dice’ dan ‘the best of badfinger’ rekaman lisensi Apple (spt milik mas Hendrik). Apakah ada yg punya versi rekaman RI?
March 16, 2013 at 6:34 am |
awal ’70an dunia diramaikan dgn karya seputaran Beatles macam; ‘Mother’ John Lennon, ‘My Sweet Lord’ George Harisson, ‘Another Day’ Paul Mc Cartney, ‘It Comes Easy’ Ringo Starr, ‘Day After Day’ Badfinger.
March 16, 2013 at 6:37 am |
Aku kok ra “dong” blas to mas sama JemariBuruk ….
March 16, 2013 at 6:59 am
pasti pernah dengar ttp tdk mahfum/ ‘mudeng’ lagu macam ‘No Matter What’ dan ‘Day After Day’ populer sekali, mungkin dianggap lagu tsb dianggap Beatles kalee . . ‘Without You’ pasti pernah dengar ttp penyanyinya wanita (siapa ya??).
March 16, 2013 at 8:01 am
Aku yo ra ‘dong’ blas mas…..he he he wah kacau ki….ketinggalan banget
March 16, 2013 at 4:36 pm
Aku ada temennya nih … Koh Win …ha ha ha …
March 16, 2013 at 8:45 am |
Mas Yuddi, Status Quo nya koq ngga disebut sih ? Ha..ha…ha…
March 16, 2013 at 11:01 am
Mas Hendrik, band rock n roll Status Quo lumayan terkenal, saya msh demen dengerin “Down down” atau “Big Fat Mama”, hehehe …
Band 70-an Doobie Brothers juga sempet terkenal lewat hitnya “Listen to the music” yg nuansamatik pol …
March 16, 2013 at 3:54 pm
Bro Hendrik dan Mas Kris, Status Quo lain kapling lah dgn lagu2 itu. SQ skrg sdg tour dgn original membernya,setelah sebelumnya tanpa Allan Lancaster (Bass) dan tanpa John Coghlan (Drums) , dan baru menerbitkan filmnya “Hello Quo”.
March 16, 2013 at 11:03 pm
Kalo SQ disinggung pasti mas Yuddi angkat bicara
March 16, 2013 at 9:12 am |
Koh Win bukan ketinggalan. Tapi saat itu tengah mendalami mata kuliah musik Yes.
Iya ngga ?
March 16, 2013 at 7:36 am |
Terima kasih Mas Hendrik, tretnya membawa kenangan th 70-an…..Bad Finger termasuk band yang mengawali perkenalan saya dengan musik barat…..lagu Day after Day saya punya dalam kaset kompilasi “eksklusif” yang dibuat sebuah toko penjual piringan hitam karena track list-nya saya buat sendiri ( toko Saerah di Jl Dhoho Kediri )…..hahaha….saya baru menyadari itu pengalaman nunasamatik…..rekamannya bagus, mungkin langsung dari piringan hitam…tapi kaset itu entah masih apa enggak perlu saya cari dulu….lagu lainnya dalam kaset itu seinget saya : Mother and Child Reunion ( Paul Simon), I Reflection Of My Life ( Marmalade); I was The Child ( The Bee Gees)…..
March 16, 2013 at 8:59 am |
Mas Herman…ternyata di Kediri ada juga ya… yg menerima rekaman kaset sesuai lagu pilihan kita. Sy masih miliki 1 kaset yg lagu lagunya pilihan sendiri. Dulu pesannya di Lokasari, Mangga Besar.
Dengar Badfinger sekarang ini, memang lebih pada nuansamatiknya. He…he…he…
Jadi kelihatan dah tua ya mas.
March 16, 2013 at 3:59 pm
Bro Hendrik, utk sy denger lagu (kebetulan mayoritas rock) memang utk mendapatkan nuansa itu bhs jermannya ‘klangenan’.
March 16, 2013 at 7:43 am |
Mariah Carey mungkin yg dimaksud mas Yuddi
Ak juga sedikit tau lagu Badfinger,paling hanya come and get it, no matter what dan without you.
Mas Yuddi,lagu mother nya John Lennon ak suka sekali, musiknya terdengar simple bahkan tanpa solo apapun,liriknya gamblang sederhana tapi kena dihati.namun cukup unik karena sisipan suara gong di intro lagu.
My sweet lord, another day, it don’t come easy..wow..ak suka semua..plus junk (mccartney) dan you’re sixteen (starr),top kabeh
March 16, 2013 at 7:53 am |
Kepada teman teman yang tahu dimana saya bisa dapat albumnya LEO KRISTI nyanyian malam, nyanyian tambur jalan, biru emas bintang tani,…. saya diberi info ya….saya sedang memburu album itu…terutama yang terhormat bapak Gatot Triono…..
March 16, 2013 at 10:25 am |
Sy ada Leo Kristi album Nyanyian Tambur Jalan,nanti kalau ada ProgRing sy bawakan buat Pak Win.
March 16, 2013 at 7:49 pm |
Waduuuuh mas gt terimakasih sekali tuop tenan ki….
March 16, 2013 at 7:56 am |
Jgn ketinggalan daydream believer nya the monkees, mas Herman. California dreaming (the mamas and papas), san fransisco (scott mckenzie), i’d like to teach the world to sing (the new seekers), the beat goes on (sonny and cher), aquarius/let the sunshine in (the 5th dimension), traces (classics IV)..wow..dan banyak lagi..
March 16, 2013 at 9:05 am |
Mas Hippie bisa jadi kamus berjalan musik niy.
Banyak tahu lagu-lagu lama. Salut.
March 16, 2013 at 9:06 am
Betul mas hendrik, mas hippie adalah the great literature….
March 16, 2013 at 3:47 pm |
Bro Hendrik kalau denger ‘I’d Like to Teach the World to Sing’ lupa the New Seekers nya tetapi inget Coca Cola. Thn ’72an jadi lagu iklan Coca Cola di TVRI.
March 16, 2013 at 10:05 am |
Di kaset Sweet Rock 5 , rilisan Ultra Dynamic ada lagu Badfinger,judulnya The Dreamer.
March 17, 2013 at 8:22 am |
Betul sekali mas GT. Dikaset tsb, selain ‘Badfinger’ (The Dreamer), ada juga E.L.O (Midnight Blue), Triumvirat (For You), BS&T (Homeward Bound), Status Quo (Someone Show Me Home), Wings (After The Ball/Million Miles) dan banyak lagi yg lainnya.
Sweet Rock memang asyik…
March 17, 2013 at 8:28 am
Mas Hendrik, difoto dan diulas kasetnya mas … Apa sudah ya? Lupa …
March 16, 2013 at 5:54 pm |
Hahaha..ak biasa aja kok mas Hendrik dan mas Herwinto..banyak jg yg ak ndak tau/blm pernah dngr..
Setelah mengembara pindah2 aliran musik akhirnya ak berlabuh di musik pop-claro 60-70an. Sejak itu rajin denger dan ngumpulin lagu2 group lawas (sampai akhrnya kecantol progrock juga), mungkin itu alasannya ak kenal sedikit lagu2 lama (memory)
March 16, 2013 at 6:41 pm |
Aku ngakak saat San Francisco dan I’d Like To Teach …disebut … Lha itu kan lagu jaman saya SD. Kok mas Hippie tahu? Ha ha ha ….
Lauwtjuuuuu ……
March 16, 2013 at 9:53 pm
San Fransisco jaman mas Gatot belajar nulis pake Tablet analog alias sabak.
March 16, 2013 at 10:43 pm
Iyo mas …. Mulane to kok mas Hippie tahu aja …. Nggumun tenan aku ….ha ha ha …
March 16, 2013 at 6:44 pm |
setuju..Mas Hippie kamusnya lagu2……
the Seekers spt-nya punya juga lagu Circle….
Mas Hippie….sepertinya sama….nyampainya Prog lewat lagu yang ber-macem2……
March 16, 2013 at 10:54 pm |
Seru juga kalo nanti di progring dibabas musik 70an seperti badfinger ini
March 17, 2013 at 12:30 am |
Ada yg inget Gibert O’ Sullivan dgn ‘Get Down’ dan ‘Alone Again (Naturally)’ ?
March 17, 2013 at 1:06 am |
Gibert O’ Sullivan nya inget pol. Tapi ‘Get Down’ dan ‘Alone Again (Naturally)’ gak tahu blaaas!
March 17, 2013 at 7:01 am |
Mas Yuddi……lagunya yang ada : Get down…Get down….Get down…..
Mas G…..ini tandanya bahwa dulu musik itu sebuah pencarian…..kesana kemari ketemu macem2 dulu ( blakrakan …? hahaha….) baru nyampe ke prog rock…..
March 17, 2013 at 7:29 am |
Mas Herman,
Jaman dulu memang musik tak kenal genre …mau rock, pop atau disco …kok semuanya OK ya? Bahkan lagu ‘That’s The Way” ahak ahak … merupakan lagu yang mengilhami Indonesia Mahardika nya Guruh Gypsy …
March 17, 2013 at 8:31 am |
Lagu ‘Without You’ yg ditulis oleh Tom Evans & Peter Ham dan dinyanyikan oleh Nilsson, mencapai puncak hits nya pada 18 Maret 1972 di daratan UK, selama satu bulan berturut-turut.
March 17, 2013 at 9:01 am |
Mas G,…..setuju..dulu belum genre2an… rasanya yang kita cari musik yang enak…..dan siapa nggak kenal That’s the way….ahak2…sebuah karya yang bisa dikenal sangat luas menembus banyak batas2 ….kalau kita bicara dari sisi musikusnya pastilah itu telah membahagiakan juga bagi keluarganya karena ngetop…..mungkin bisa dianalogikan dengan owner of lonely heart yang juga ngetop menembus batas dan membuat Yes sukses finansial…. yang tentu sangat bermanfaat bagi keluarganya….kl sdh sampe disitu kita ngaak bisa komen jadinya, kecuali ikut apresiasi……hehehe jadi belok serius….
March 17, 2013 at 9:04 am |
MasHendrik,…saya taunya malah yang dinyanyikan Harry Nilsson…karena dulu punya gambarnya di Muziek Expres ada keterangan di bawah namanya, Hary Nilsson, hits: Witout You….
March 17, 2013 at 11:13 am |
Di Kaset The Old Tuners,rilisan Aktuil Musicollection..lagu2nya asyik2 juga.
March 17, 2013 at 8:08 pm |
Hehehe..harusnya ini rahasia tp ya ud ak open aja d..sebetulnya umurku ud 66 tahun tp msh keliatan muda jdnya ak tau lagu2 djadoel nan nuansamatik..
Hahahaha..got ya..becanda loch rekan2..yg tadi itu gak serius
Ini yg serius: Karena lagu2 popclaro lawas menurutku lebih enak dinikmati dan lebih dalam membekas di ingatan,makanya aku rajin nyari repertoire-nya (disamping progrock ya) dan akhrnya ak bs tau beberapa lagu icon masa2 indah itu: flower generation, hippies,celana cutbray dan rambut gondrong
Tp ya hanya sebagian kecil yg ak tau,masih bnyk lg yg blm ak explore.
Suwun..
March 17, 2013 at 9:16 pm |
mas Hippie, perihal lagu ‘Another Day’ nya Paul Mc Cartney saya fikir tadinya dari album “Mc Cartney”, ttp kemudian mas Hippie kasih info bahwa ada di album “Ram”.
Sy cukup lama cari lagu tsb shg ingat sekali jika di LP “Ram” pun tidak ada shg tadinya sy berpendapat adanya di “Mc Cartney” – yg format LP nya pun belum pernah lihat.
Ternyata ‘Another Day’ adalah single nya Paul Mc Cartney yg direkam pd masa pembuatan “Ram” , makanya dimasukan di CD re-issue “Ram” sbg bonus track. Mungkin yg mas Hippie lihat adl CD re-issue tsb.
March 18, 2013 at 6:22 am |
Kalau sherry nya frankie falli, kenal ngga mas? Itu paporit ku…apalagi pas suara cemprengnya…
March 18, 2013 at 7:33 am
Belum pernah dengar. Tau nya ‘Oh…Sherry’ by Steve Perry.
Kalo Frankie Valli yg sy tau cuma ‘Where did we go wrong’ dan ‘Just tell me you love me’.
March 18, 2013 at 9:45 am |
Wah klo begitu grup Badfinger ini lebih tepat menyandang nama “Suicidal Tendencies” drpd band hardcore metal US itu ya ..?
March 18, 2013 at 12:35 pm |
Mas Yuddi,bener mas lagu another day dimasukkan dalam bonus cd re-issue album Ram.beberapa waktu lalu pas cd ini ada di Musik+ Sarinah langsung tak bungkus (bayar di kasir dulu tentunya
) Menurutku Ram lbh keren dibanding McCartney, mas.
)
Saat ini ak lg bersenandunh lagu “sorrow” nya mort schuman (kalo gak salah sebut nama ya
Pak Eyang,wah Suicidal Tendencies itu keren pak,ak suka beberapa album mereka terutama album revolution sampai the art of rebellion.keren
March 19, 2013 at 9:09 am |
Sebenarnya saya ini nunggu nunggu postingan Paul mc cartney dan George harisson dari pakarnya…… bro Noviar Hidayat…….ayo….
March 19, 2013 at 11:35 am |
Ayo…bro Noviar. Sy ikut menunggu niy dengan Koh Win.