Indahnya Musik Yes (6 of 10)

By: Herwinto

RELAYER sebuah karya yang sungguh eksperimental

Inilah album Yes yang paling berisik menurut saya, sewaktu kuliah dulu banyak julukan dari teman teman saya buat album ini, ada yang menyebut album puting beliung, ada album dengan sound keyboard yang jumpalitan dll yang intinya ini album bikin orang frustasi kalau tidak bisa menikmatinya. Bila kita amati dengan seksama maka periodisasi musik Yes dengan pakem pertama terlihat dari Fragile-Close To The Edge-Topographic Ocean, inilah yang biasa disebut fase klasik-symphonic dengan ciri khasnya keyboard Rick Wakeman yang terdengar klasik-romantik, indah, terstruktur rapi. Fase ini telah menumbalkan  personil Yes antara lain Bruford yang kecewa dengan arah musik Yes lalu cabut juga Wakeman yang gerah dengan Topographic lalu bersolo karir. Nah fase selanjutnya adalah fase kedua dengan line up baru pengganti Wakeman seorang jagoan papan kunci asal Swiss Patrick Moraz, bagi yang terbiasa dengan fase pertama akan shock bila mendengar Relayer ini karena sound keyboardnya sangat berbeda dengan Wakeman, Moraz ini lebih ekspresif, eksperimental dan cenderung ke jazz fusion, bahasa teman saya tadi soundnya jumpalitan…fase ini juga memiliki massa ato fans tersendiri bagi Yes yang cukup banyak. Album ini terispirasi oleh karya sastra Leo Tolstoy yaitu War And Peace…terdiri dari 3 lagu,  The Gates of Delirium yang cukup panjang 21 menit 50 detik, lagu ini cukup berisik karena bertemakan perang…terdiri dari potongan potongan cerita musikal yang beralur rapi dan indah, dan menjadi kesempatan emas bagi anggotanya untuk bereksperimen dengan bebas. Bagian peperangan yang penuh efek suara ini di ciptakan melalui kolaborasi yang solid antara Alan White dan Moraz melalui perpaduan perkusi dan keyboard yang membangun suatu struktur musik yang ribut,berisik namun indah. Saya selalu membayangkan peperangan kolosal ala dongeng mithologi Yunani dimana para kesatria berperang diatas punggung kuda jika dengar bagian ini. Tahun 2001 ketika Yes konser dalam rangka promosi album Magnification, lagu yang sudah berumur 30 tahunan ini dibawakan dengan dukungan orkestra lengkap dan hebatnya terasa seperti masih baru yang membuat heboh penonton dan panggung…. Sayang Moraz gak ikut, semua personil nampak masih prima membawakannya meski sudah uzur. Selanjutnya Sound Chaser….bisa dikatakan inilah Yes olahan Patrick Moraz, dialah yang membawa unsur unsur eksperimental…saya yakin jika Wakeman tetap di Yes album inipun sangat mungkin ada, namun dengan sentuhan olahan Wakeman jelas tidak akan menghasilkan sound seperti ini, jadi pergantian personil memang memperkaya warna musik Yes, Sound Chaser ini eksperimentalnya setara dengan Larks Tongues In Aspic part 1 nya King Crimson hanya kalau Sound Chaser lebih ngejazz lagi. Mahavishnu Orchestra juga punya album yang seperti Sound Chaser yaitu Inner Mounting Flame silahkan cek. Penggunaan perkusinya lengkap sekali pada Sound Chaser ini coba amati DVD Yes live at QPR 1975 pakai glockenspiel,trus semacam gamelan,  Alan White dikelilingi alat alat musik perkusi yang ribet sekali. Bahkan saya baca di booklet CD saya ketika pembuatan album ini Jon dan Alan pernah memborong bekas onderdil mobil macam besi plate, velk, dll intinya barang loak dari mobil bekas untuk membuat efek bunyi bunyian pada album ini, hasilnya???  silahkan nikmati sendiri Sound Chaser ini yang seperti puting beliung menggilas apa saja yang ada didepannya…ha ha ha…dan terakir lagu yang bernuansa Yes lama yaitu To Be Over yang nuansanya klasik-romantik, meski akhirnya rumit juga….disini yang menonjol adalah Howe dengan permainan gitarnya yang indah. Kesimpulannya ini adalah termasuk album Yes yang luar biasa dengan warna musik yang baru. Sayang Moraz harus meninggalkan Yes juga….Salam!!

About these ads

24 Responses to “Indahnya Musik Yes (6 of 10)”

  1. Rizki Says:

    Mas Herwin, luar biasa ulasannya. Benar benar membawa  kembali perasaan kagum  saya terhadap band tersebut, dan saya pun tergerak untuk mendengarkan ulang sebagian koleksi album YES yang saya miliki. Looking forward untuk seri lanjutannya :-)

  2. hippienov Says:

    Ulasan kelas wahid dari mas Herwinto.. Terus terang aku lebih bisa cepat menerima dan menikmati album ini ketimbang TFTO.
    Aku beli kaset Yess nya di loakan bang David dan langsung terpana dgn musiknya yg unik, noisy dan sound kibor Moraz yg beda dari tipikal Wakeman. Mungkin faktor “berisik” nya ini yg buat aku cepat enjoy karena sebelum kenal prog kupingku terbiasa dgn musik thrash metal/death metal yg super duper berisik,hehehe..
    O ya, ilustrasi covernya mengingatkanku pada tema film “lord of the rings” :-D
    Sayangnya Moraz beda pikiran dgn Yes-men lainnya saat mau buat album “going for the one” yg menurutku punya arah musik yg beda lagi dgn album2 sebelumnya. Moraz dilengserkan dan Wakeman masuk lagi.

    • Gatot Widayanto Says:

      Koh Win,

      Ulasan yang dahzyat! Tksh.

      Saya kenal album ini setelah ngelonthok sama Fragile dan Tales …anehnya, kala itu saya belum kenal CTTE kecuali melalui Yessongs. Kaset CTTE justru saya peroleh saat kuliah di Bandung tahun 79 ….

      Album Relayer saya kenal dari kaset rekaman Nirwana yang saya beli di toko studio foto “Miraco” (mas Pur pasti tahu) dan covernya saya ganti dengan guntingan bungkus rokok Ardath. Kenapa? Saya takut ular!!!!

      Lagu pertama yang saya suka: Sound Chaser. Whoooooaaaa ….ini bener2 komposisi kuwereeeennnnn!!! Saya suka kibornya yang pethakilan, drums nya yang akrobatik dan solo gitarnya yang kemlenthing ora karuan …. Tapi justru karena “ora karuan” itulah malah kuwerreeen ….!! Gagah pol! Permainan Alan White paling puncak ya di Sound Chaser ini.

      Setelah itu saya suka Gates of Delirium yag pernah diulas mas Pur di Koran Tempo dianalogikan dengan permainan sepak bola … Sebuah ulasan yg menarik. Akhirnya lagu GoD ini saya tetapkan sebagai lagu terbaik Yes, versi saya yang bukan siapa2 ini …

      • Herwinto Says:

        Terimakasih Om G, hari yang sibuk sekali ini, tapi taksempatke nginguk blog ini buat refresing, dulu sebelum kenal album ini saya menyukai lagu Soon yang biasanya ada di The Best Yes versi single edit, saya sempat bingung ini lagu di album apa ya? kok di trak list album album Yes ga saya temukan, jebul ini adalah bagian akhir Gates of Delirium, gila ya nggak nyangka lho di tengah hingar bingarnya Delirium tiba tiba sunyi lalu muncul vokal Jon yang jernih melengking bertenaga diiringi hawaian Howe yang syahdu menyayat….kok bisa ya ada lagu seperti ini komposisinya itu lho…jenius dan brilliant….ha ha ha sayang ya pada album keroyokan Union Moraz ga ikut, apa jadinya ya kalau Moraz ikut di Union?

      • Gatot Widayanto Says:

        Moraz sakit hati Koh Win … Soalnya nama dia gak disebut di album Going for The One, padahal dia ikut nulis atau kontribusi di situ…. Makanya dia gak mau lagi urusan sama Yes …..

      • pur Says:

        sesama pelanggan miraco, mas. hehehe…
        ini album memang dahsyat. yes jadi terasa seperti pindah dari soto kudus ke soto betawi–tetap soto, tapi beda bumbu; tetap yes, tapi sudah beda gaya. sayang formasi ini tak bertahan lama.

      • Gatot Widayanto Says:

        Betul mas … Saya masih inget enkoh penjual di Miraco itu …. Baik banget sih orangnya … Sabar dengan pembeli kantong pas2an seperti saya …. Secara gak langsung dia penyebar prog juga lho mas …

        Ha ha ha ha … Soto Kudus ke Soto Betawi ….ha ha ha ha …ada2 aja …

  3. gusprin Says:

    Dr baca2 di internet, Moraz pernah bilang, dia tidak menerima imbalan dari konser Yes di AS. Dan gak ada kredit namanya di album Going For The One, padahal udah nulis beberapa lagu. Makanya sakit hati

  4. Herwinto Says:

    Ha ha ha mas Pur bisa aja….ato dari nopia besar ke nopia nyempluk ya….sama sama nopia nya sing penting…ha ha ha samsoyo nggladrah…

    • Gatot Widayanto Says:

      Kita tunggu nopia versi Aceh … Nopia Gayo ….wakakakakakak ….plenuk-plenuk pastinya …

      • Herwinto Says:

        Om G tak tunggu lho serial Rick Wakemannya…..

      • Gatot Widayanto Says:

        Koh Win,

        Beres …. Sudah siap … Lebih seru ‘The legendary nopia’ daripada Rick Wakeman … ha ha ha ha ….

      • Rizki Says:

        Kalo saya sih nunggu ulasan Mas Herwin atau Mas G tentang album2 solo yg dilakukan para anggota YES setelah Relayer.

      • yuddi Says:

        Chris Squire “Fish out of Water” – apa sdh pernah dibahas?

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Yuddi,

        Rasanya belum. Andaikan sudah, ya lama sekali dulu ….. Andaikan sudah, ya dibahas lagi ya ndak pa pa to mas …. Monggo…..ditunggu …..

      • Rizki Says:

        Album “Fish out …” tsb merupakan salah satu album favorit saya – menampilkan Moraz dan Bruford sebagai musisi pendukungnya. Krn ada Bruford, banyak permainan odd metersnya (“maling ketukan” istilah di blog ini). Vokal Chris juga enak didengar? Ditunggu nih ulasan detailnya dari Mas G atau Mas Herwin.

      • yuddi Says:

        di lagu Lucky Seven maksudnya ?

  5. apec Says:

    Saat melihat gaya Patrick moraz di DVD konser, saya merasa kok mirip Tony Banks ya..gayanya kalem, tapi permainannya sangarr…

    • Herwinto Says:

      Iya pak dokter betul sekali, memang tidak akrobatik kayak Wakeman tapi yaitu tadi sangar…malah mainin Close to The Edge juga asyik….di Yesshows mainin Ritual….

  6. Herwinto Says:

    Relayer inilah yang dulu saya pakai buat ngracuni anak anak muda yang suka adain majlis taklim dirumah saya….waktu itu cuma ngopi CD nya kakak ke kaset pita…wah nostalgia yang nuansamatik….

    • Noviar H Says:

      Kaset kopian dari Koh Win 15 tahun yang lalu sampai sekarang masih saya simpen, maih saya puter. Selain Yes – Relayer, masih masih simpen juga Yes- Classic.. tapi yang album Topographic Ocean ga tau kemana.

  7. Akram Says:

    Ini memang album yang juga dashsyat dari Yes. Saya setuju dengan Pak Gatot kalo the Gates merupakan lagu terbaik. Berisik tapi punya struktur yg rapih. Apalagi pas masuk ke Soon….wah rasanya hati tentrem adem ayem. Saya dapet album ini keluaran Yess tanpa cover itupun hasil barter sama teman.

  8. ricky Says:

    jadi inget antara lagu getes(yes) sama starless(king crimson)…maksudnya kalo lagu getes di awali berisik tapi ditutup lagu surga (soon)……..kalo starless diawali lagu surga setelah itu berisik(hell…)……tahun relesannya juga enggak jauh beda…..

    • Gatot Widayanto Says:

      Bro Ricky, Pengamatan yang cerdas dan benar sekali! Sayang lagu Starless di beberapa versi CD kompilasi dan juga rekaman Yess dipotong bagian berisiknya ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 150 other followers

%d bloggers like this: