Archive for February 19th, 2013

Indahnya Musik Yes (7 of 10)

February 19, 2013

By: Herwinto

GOING FOR THE ONE  album Yes yang sangat indah

Inilah salah satu karya besar di bidang musik, dan album ini juga menandai fase terakhir masa art rock Yes. Album ini memiliki kelebihan yaitu elemen elemen progresifnya disajikan dalam tataran yang lebih sederhana, enjoyable yaitu mudah dinikmati dan sungguh indah monumental. Bagi penggemar Yes dengan line up Rick Wakeman bisa bernafas lega karena sound Yes telah kembali ke nuansa klasik romantik. Saya sangat menyukai album ini dan saya menyarankan nikmatilah di saat keheningan malam dengan kondisi di luar kamar, misal di halaman rumah ketika langit cerah dengan bintang bintang di angkasa, tentunya dengan walkman ato ipod ato mp3 player yang kecil itu ato pakai hp lah…tidak usah kenceng kenceng asal sudah cukup larut malam akan terdengar jelas….biasanya saya di beranda rumah….di jamin anda akan melayang dan meneteskan air mata terutama setelah tahu cerita dibalik Turn of The Century yang jadi fokus bahasan saya kali ini. Kembali ke album dulu, dibuka dengan lagu Going for The One yang cukup ngerock dan agak berisik karena gitar  Howe dan keyboard Wakeman yang saling kejar dengan dijaga beatnya oleh bass dan drum, melodi dan vokal cukup indah juga terutama bagian ‘aaaaahhhhh’….selanjutnya inilah lagu kesukaan saya Turn of The Century yang merupakan sequel dari legenda Yunani kuno tentang kisah Pygmalion dan Galathea yang di lagu ini Pygmalion disamarkan dengan nama Roan. Pygmalion adalah seorang pematung yang membuat patung gadis cantik yang kemudian dia jatuh cinta dengan patung buatannya sendiri, lalu dia berdoa agar patung ini hidup….dan….benar benar hidup lalu mereka menikah dan kemudian hidup bahagia (happy ending). Lho lalu apa pengertian Turn of The Century dengan pematung? sabar dulu…. justru Turn of The Century nya muncul setelah ini…banyak yang tidak memahami lagu ini, Pygmalion dan Galathea pun akhirnya tua lemah dan sakit sakitan, singkat cerita Galathea meninggal, Nah Pygmalion sangat terpukul dan sedih sekali, dia sangat mencintai istrinya ini maka dia mulai bangkit dengan sekuat tenaga dia berusaha menghidupkan istrinya lagi, dengan tangan tangan tuanya, dengan tenaganya yang sudah rapuh dia mulai memahat lagi, membuat sebuah patung Galathea lagi, bukankah dulu dia yang menciptakan Galathea? dengan penuh semangat dia bekerja tak peduli tetesan keringat dan keletihan yang sangat, dia berusaha mewujudkan impiannya, karena sudah sangat tua maka Pygmalion ini begitu merasa sangat susah dan payah sekali, baru menjadi patung kasar saja dia sudah sangat lemah,… namun disaat yang sangat payah ini justru dia menyaksikan sebuah cahaya indah yang mengingatkan dia pada saat saat dimana  Galathea ini diberi kehidupan, kenangan indah yang merupakan TURN OF THE CENTURY….yang mengingatkan bagaimana sentuhan dan tatapan Galathea yang begitu hangat, begitu hidup, saat saat yang begitu indah bagi Pygmalion…dan saat itu dengan keletihan yang sangat berat, Roan meninggal…..saudaraku…jika kita mendengarkan lagu ini dibawah cahaya bulan dan kelap kelip bintang di keheningan malam dan mengingat cerita ini….ohhh kita pasti nangis…sungguh sangat menyentuh, alunan vokal Jon yang tinggi bersih melayang di udara, berpadu dengan denting gitar Howe yang jernih dan lembut, iringan keyboard Wakeman yang tipis mengawang….oh membuat suasana menjadi romantis, sedih dan berpadu dengan sebuah pengharapan…..

REALISING A FORM OUT OF STONE
SET HANDS MOVING
ROAN SHAPED HIS HEART
THRU HIS WORKING HANDS di bait lain

REALISING A FORM OUT OF STONE, HIS WORK
SO ABSORBED HIM
COULD SHE HEAR HIM
COULD SHE SEE HIM

Lagu selanjutnya adalah Parallels lagu yang diciptakan Squire ini cukup rancak mengingatkan kita pada Fish out of water nya Squire ada unsur unsur kesamaannya, disini keyboard Wakeman mengingatkan kita pada gaya gaya lama seperti The Revealing, ato Heart of The Sunrise, lalu Wonderous Stories ini lagu enak banget biasa dipakai di kompilasi Yes…sangat klasik paduan gitar dan keyboardnya…dan sebagai penutup adalah lagu yang sangat digandrungi para progger yaitu Awaken, saya sangat memahami kenapa lagu ini begitu disukai karena memang kaya dengan elemen elemen progresif yang menawan, dimulai dengan piano yang sangat klasik, lalu masuk vokal Jon yang di bayangi hawaian tipis Howe lantas masuk ke fase gitar rock yang khas lick Howe gaya 70 an bersamaan dengan masuknya bass dan drum yang menggemuruh…muanthab…..ini lagu epic yang cukup panjang dengan perubahan di tengahnya ke suasana sunyi dengan di timpa alat musik tiup oleh Jon dan iringan alat musik petik serta keyboard yang memberikan nuansa magis..bagi saya inilah album Yes yang paling indah….oh ya cuman sayangnya kenapa ya kok covernya gambar pantat? ha ha ha….Salam!!!

Indahnya Musik Yes (6 of 10)

February 19, 2013

By: Herwinto

RELAYER sebuah karya yang sungguh eksperimental

Inilah album Yes yang paling berisik menurut saya, sewaktu kuliah dulu banyak julukan dari teman teman saya buat album ini, ada yang menyebut album puting beliung, ada album dengan sound keyboard yang jumpalitan dll yang intinya ini album bikin orang frustasi kalau tidak bisa menikmatinya. Bila kita amati dengan seksama maka periodisasi musik Yes dengan pakem pertama terlihat dari Fragile-Close To The Edge-Topographic Ocean, inilah yang biasa disebut fase klasik-symphonic dengan ciri khasnya keyboard Rick Wakeman yang terdengar klasik-romantik, indah, terstruktur rapi. Fase ini telah menumbalkan  personil Yes antara lain Bruford yang kecewa dengan arah musik Yes lalu cabut juga Wakeman yang gerah dengan Topographic lalu bersolo karir. Nah fase selanjutnya adalah fase kedua dengan line up baru pengganti Wakeman seorang jagoan papan kunci asal Swiss Patrick Moraz, bagi yang terbiasa dengan fase pertama akan shock bila mendengar Relayer ini karena sound keyboardnya sangat berbeda dengan Wakeman, Moraz ini lebih ekspresif, eksperimental dan cenderung ke jazz fusion, bahasa teman saya tadi soundnya jumpalitan…fase ini juga memiliki massa ato fans tersendiri bagi Yes yang cukup banyak. Album ini terispirasi oleh karya sastra Leo Tolstoy yaitu War And Peace…terdiri dari 3 lagu,  The Gates of Delirium yang cukup panjang 21 menit 50 detik, lagu ini cukup berisik karena bertemakan perang…terdiri dari potongan potongan cerita musikal yang beralur rapi dan indah, dan menjadi kesempatan emas bagi anggotanya untuk bereksperimen dengan bebas. Bagian peperangan yang penuh efek suara ini di ciptakan melalui kolaborasi yang solid antara Alan White dan Moraz melalui perpaduan perkusi dan keyboard yang membangun suatu struktur musik yang ribut,berisik namun indah. Saya selalu membayangkan peperangan kolosal ala dongeng mithologi Yunani dimana para kesatria berperang diatas punggung kuda jika dengar bagian ini. Tahun 2001 ketika Yes konser dalam rangka promosi album Magnification, lagu yang sudah berumur 30 tahunan ini dibawakan dengan dukungan orkestra lengkap dan hebatnya terasa seperti masih baru yang membuat heboh penonton dan panggung…. Sayang Moraz gak ikut, semua personil nampak masih prima membawakannya meski sudah uzur. Selanjutnya Sound Chaser….bisa dikatakan inilah Yes olahan Patrick Moraz, dialah yang membawa unsur unsur eksperimental…saya yakin jika Wakeman tetap di Yes album inipun sangat mungkin ada, namun dengan sentuhan olahan Wakeman jelas tidak akan menghasilkan sound seperti ini, jadi pergantian personil memang memperkaya warna musik Yes, Sound Chaser ini eksperimentalnya setara dengan Larks Tongues In Aspic part 1 nya King Crimson hanya kalau Sound Chaser lebih ngejazz lagi. Mahavishnu Orchestra juga punya album yang seperti Sound Chaser yaitu Inner Mounting Flame silahkan cek. Penggunaan perkusinya lengkap sekali pada Sound Chaser ini coba amati DVD Yes live at QPR 1975 pakai glockenspiel,trus semacam gamelan,  Alan White dikelilingi alat alat musik perkusi yang ribet sekali. Bahkan saya baca di booklet CD saya ketika pembuatan album ini Jon dan Alan pernah memborong bekas onderdil mobil macam besi plate, velk, dll intinya barang loak dari mobil bekas untuk membuat efek bunyi bunyian pada album ini, hasilnya???  silahkan nikmati sendiri Sound Chaser ini yang seperti puting beliung menggilas apa saja yang ada didepannya…ha ha ha…dan terakir lagu yang bernuansa Yes lama yaitu To Be Over yang nuansanya klasik-romantik, meski akhirnya rumit juga….disini yang menonjol adalah Howe dengan permainan gitarnya yang indah. Kesimpulannya ini adalah termasuk album Yes yang luar biasa dengan warna musik yang baru. Sayang Moraz harus meninggalkan Yes juga….Salam!!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 142 other followers