In The Court of The Crimson King

By: Herwinto

Album Klasik Yang Membuat Saya Menangis

Hari ini saya libur setelah 1 minggu ini dikepung dengan pekerjaan pekerjaan yang melelahkan, saya gunakan waktu luang ini untuk bersih bersih rumah, ngepel lantai dan pekerjaan lain sambil menikmati album nuansamatik dari King Crimson yang berjudul In The Court of The Krimson King…memang saya nikmati sambil beraktifitas namun tidak bisa dipungkiri album yang memang sudah bersenyawa dengan hati saya ini tetap membuat saya merinding sembari meneteskan air mata….Ini memang album perdana King Crimson namun luar biasa, sudah sangat berbobot tidak hanya pada musikalitasnya saja yang sudah sangat progresif namun juga konsep soul albumnya ini sudah sangat menyentuh aspek aspek spiritual, kosmologi hidup manusia, peralihan alam bawah sadar dan kesadaran, konsep bumi langit ato heaven and earth, luar biasa….! Saya pernah membaca dari suatu sumber yang menjelaskan bahwa dari wawancara dengan Peter Sinfield sang penulis lirik didapat suatu kesimpulan yang sungguh menakjubkan yaitu bahwa kata ‘ The Crimson King’ ini berasal dari kata sejenis pohon di Jepang yang merepresentasikan alam bawah sadar manusia (Unconsciaus). Jadi album pertama King Crimson yang berjudul asli In The Court Of The Krimson King An Observation By King Crimson ini merupakan representasi dari prinsip Alkemist abad pertengahan ‘As Above So Below’ yang artinya pencerminan dari dua hal yang sangat berlawanan. Sedang nama King Crimson adalah negasi ato lawan dari Crimson King yang berarti alam kesadaran (Conscious). Jadi arti dari judul album tersebut adalah The Heart Of Unconscious An Observation By Conscious yaitu Pengamatan alam bawah sadar dari sudut pandang kesadaran ato bahkan Earth An Observation By Heaven…luar biasa. Pengamatan suatu hal dari sisi yang berlawanan dari hal yang diamati tersebut….wah ini bisa saya artikan pengamatan tentang Kehidupan di dunia dari sudut pandang Langit bahwa manusia diciptakan tidak lain dan tidak bukan hanya untuk beribadah dengan segala pengertian yang luas tentang ibadah….duh gemeteran tenan aku….Kalau kita perhatikan susunan lagu lagunya ternyata memang disusun dengan dasar As Above So Below yaitu sebuah kesimetrisan dengan Epitaph sebagai cerminnya, mari kita lihat susunannya¬† 21St Century Schizoid Man-I Talk To The Wind-Epitaph-Moonchild-The Court Of The Crimson King mengikuti rumus Keras-Lunak-Epitaph-Lunak-Keras. Disini Epitaph memegang peranan penting karena berfungsi sebagai cermin ato bahkan jembatan yang menghubungkan alam bawah sadar dengan kesadaran, ato pengertian yang lain Epitaph adalah perubahan dari suatu keadaan ke keadaan yang baru…dengan demikian tepat sekali kalau Epitaph kita gambarkan sebagai kuburan yang menjembatani dunia dengan akhirat…opo ra soyo ngoplok? Pantas saja lagu lagu di album ini surealistis, gelap dan nampak berat seperti Moonchild, I Talk To The Wind yang sangat nunjek ulu hati….apalagi kalau kita lihat video klipnya Epitaph waaaah isinya nisan nisan thok yang sepi…ndredegh tenan aku…ternyata kekasih kita yang sesungguhnya adalah amal kita karena kalau sudah di kuburan semua berpisah dengan kita, kaset kaset kita, CD CD kita, harta kita, anak istri kita pasti kita tinggalkan.. siapa yang menemani kita? AMAL kita!!!¬† Salam…

—–

Respons dari mas Eddy Irawan ‘the Conqueror’

Koh win, kok nyetrum banget ya. Tadinya sy jg mau bikin tret album KC ini versi kaset.

Utk menyemarakkan ulasan koh Win ini, berikut saya kirimkan gambar kaset KC album ‘in the court…’ versi Billboard yg di side b nya ada tambahan 4 lagu dari album Lizard.

Album ini sungguh istimewa dikeluarkan oleh Billboard, dgn song book pula.

Thanks koh Win atas setrumannya. Hehehehehe..(e)

 

IMG-20130217-01492

 

IMG-20130217-01491

 

Catatan Redaksi:

Sebuah koleksi kaset yang luar biasa karena tak banyak perekam (termasuk Yess) yang merilis album ini. Saya masih ingat pertama kali denga album ini dari kaset Scorpio hitam putih milik kakak saya, Jokky, yang saat itu tinggal di Jakarta dan saya di Madiun sedang berlibur ke Jakarta. Memang edhan album ini …

Bagi yang demen KC, buku ini layak dibaca : In The Court of King Crimson, Sid Smith, Helter Skelter, 2002.

General SCJ 2004

Salam,

G

 

 

 

About these ads

28 Responses to “In The Court of The Crimson King”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Saat saya membaca buku Malam Pertama di Alam Kubur, saya hanya ingat lirik ini:

    But i fear tomorrow i’ll be cryin

    • khalil logomotif Says:

      Bacaannya ngeri banget mas…saya kirain bacaannya corporate culture..hehehehe…sambil ngemil nopia

      • Gatot Widayanto Says:

        Corporate Culture dibaca juga buat keperluan beli nopia, CD dan buku prog ….

        Buku prog dibaca buat menyemangati hidup melalui pemaknaan musik prog ….tanpa semangat, bagaimana bisa membangun corporate culture?

        Tanpa membangun corporate culture mana bisa membeli nopia?

        Kesimpulan: Hidup adalah nopia …. No nopia noprog ya mas? Qiqiqiqiqiqiqiqiqi …..mbulet

      • khalil logomotif Says:

        Pagi mas Gatot, salam.
        Nopiaku hanya tersisa 2 subuh ini..kerjaanku…masih banyaaak banget sisanya….. Ternyata, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sisa nopia dengan sisa pekerjaan atau terjadi korelasi terbalik, semakin sedikit sisa nopia maka semakin banyak sisa pekerjaan…lah keasikan ngemil
        Salam.

    • Herwinto Says:

      Om G buku diatas belinya dimana?

  2. Gatot Widayanto Says:

    Koh Win, suwun yo postingannya …. Bikin merindhink ajA ….

  3. hippienov Says:

    Wow..tuobz dan keren mas ulasannya, sama seperti album ini. Dahsyat banget debut album KC ini.album kedua mereka juga bagus tapi menurutku gak bisa mengikuti nuansa majestic dari album pertama. Sayang setelah “in the court..” formasi awal KC mulai pecah, andai formasi tetap solid mungkin saja akn muncul album2 lain sekelas “in the court..”
    Tapi jika Greg Lake ndak hengkang dari KC, gak akn pernah ada E.L.P :-D

    • Herwinto Says:

      Ngomong ngomong kenapa ya Greg Lake keluar? ada yang tahu?

      • Gatot Widayanto Says:

        Lake kecewa dengan keluarnya Ian McDonald dan Michael Giles, rasanya jadi bukan band yg sama lagi … Pada saat sama Keith Emerson yg kenal Lake via konser bareng dg The Nice di Amerika nawari bentuk band baru ELP ….

        Sumber: “In The Court of King Crimson” by Sid Smith

      • Herwinto Says:

        Wah pantesan aja Om G, lha wong yang menjadi sumber kekuatan musikal waktu itu masih Ian Mc Donald dan Michael Giles malah bukan Robert Fripp

      • Gatot Widayanto Says:

        Betul Koh Win … Di buku itu Lake mengatakan bahwa dia sebenarnya sangat enjoy dengan KC dan menurutnya KC lebih inovatif dibandingkan ELP (dalam hati saya: masak sih Karn Evil 9 itu tak inovatif?).

        Yang menarik, Lake mencak2 bahwa hasil kerjanya di reprint oleh Fripp dengan DGM label-nya ….bener2 marah dia ….

        Waduh ….

  4. egi Says:

    mantap sekali ulasannya

  5. Herwinto Says:

    Ada yang menarik dari foto surat kabar RR bulan November tahun 1969 di atas yaitu TOP LPs ternyata no 1 nya The Beatles album Abbey Road ha ha ha…KC ini malah no 5….Beatles dalam suasana apapun grup nya albumnya tetap no 1 terus…padahal tahun 1969 itu dah ruwet ruwete Beatles…

  6. eddy irawan Says:

    Koh Win, grup KC ini lah yg mendorong saya suka sm rock progresif saat sy punya kaset the best of KC rekaman Yess. Setelah itu sy hunting semua album KC, terutama versi kaset. Setelah punya duit lebih, album yg gk dibikin kaset saya beli versi cd-nya via ebay.

  7. khalil logomotif Says:

    Saya menyukai progrock tidak diawali dari mendengar KC, tetapi setlh mendengar KC, saya anggap KC adlh benchmarknya progrock, sepenuhnya progrock (ada moog, ada sax, ada flute, ada jazz, ada konseptual, the beatles atau moody blues masih kadar bayang bayang/pseudo progrock blum totaly) album in the court menurut saya sangat fenomenal, dulu saya ngga kenal KC, apalagi lagunya, tapi saya mau ambil hanya karena cover artnya. Sekarang saya bisa bilang bhw visual identity itu berpengaruh banget terhadap produk. Hebatnya..gambar schizoid man adalah rupa wajah pelukisnya, Barry Godber (cuma jenggotnya ngga ikut digambar dan giginya 21 buah) yg bener bener bisa menggambarkan teriakan dan kegilaan lagunya. Cover KC spektakuler lainnya adlh untuk album discipline (dua garis/line yg berputar putar mliuk liuk, yg skilas seperti hanya liukan satu garis).
    Ulasan koh Win sangat ditail dan inspiratif..saya suka bacanya. Kalau mas Gatot punya “Radio Progrock” lebih asyik lagi ulasan koh Win bisa langsung didenger sambil dengerin musiknya…..
    Salam

  8. Herwinto Says:

    Album ini bisa dikatakan memang sebagai tonggak lahirnya genre progresif rock, sudah sangat komplek dari sudut penggunaan instrumen nya sementara teman seangkatannya macam Yes, Pink Floyd belum apa apa, apalagi Genesis masih kayak Bee Gees..

  9. hippienov Says:

    Karena debut album KC yg penuh dgn sound mellotron, band2 prog/art makin tertarik dgn alat musik ini,padahal sebelumnya Moody Blues bahkan Beatles sudah mulai pake mellotron sebelumnya.

  10. Herwinto Says:

    Terimakasih banyak Mas Eddy sudah di tambahi kaset yang langka dan nuansamatik….Oh ya saat ini sahabat saya yang baik bro Noviar sedang menjejakkan kakinya di bumi Jakarta setelah dari Lampung berdagang, pas berangkat minta doa restu ke saya supaya dagangannya laris karena mau mengINVASI JAKARTA katanya…dan sekarang sedang sarapan sambil baca tret ini, dan sedang bersiap siap mau meng invasi, entahlah lapak mana yang mau di hajar duluan….bravo bro Nov….ditunggu The Tegal Invasion nya..he he he

    • Noviar H Says:

      Maksud hati pengen menginvasi Jakarta sepulang dari Lampung, tapi sampai Jakarta tengah malam dan pagi harus melanjutkan perjalanan, jadi belum sempet menginvansi. padahal sudah disiapkan amunisi….kapan-kapan saja…

  11. Noviar H Says:

    Saya punya kaset “brodolan” (tanpa sampul) King Crimson yang Billboard Rock Collection itu. sekarang baru tau album apa.

    • Herwinto Says:

      Waduuuh ojo dilego lho bro Nov sampeyan kuwalat tenan nek nglego kaset itu, di Semarang ada lapak khusus jualan cover kaset bekas cari aja siapa tahu dapet, saya pernah dapet beberapa cover juga di Semarang…mulus mulus juga kok…

  12. gusprin Says:

    Album dan lagu KC favorit saya album red, lagu Starless. mantaap

  13. Koh Win Says:

    Habis dhuhur ini saya mau pasang album ini….kangen dengerin Moonchild…..nangis darah betul…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 146 other followers

%d bloggers like this: