Indahnya Musik Yes (5 of 10)

By: Herwinto

TALES FROM TOPOGRAPHIC OCEAN sebuah karya nan Cosmic-Religius

‘Dawn of light between a silence and sold sources chased amid fusion of wonder’
‘In moment hardly seen forgotten’
‘Coloured in pastures of chance dancing leaves cast spell of challenge amused but real in thought’
‘We fled from the sea whole…’

Suara vokal Jon mengalun indah (sebenarnya lebih tepat disebut sedang mengucapkan mantra mantra daripada bernyanyi ) membuka lagu the Revealing yang juga membuka album Topographic ini.
Dari sinilah dimulai rentetan perjalanan cerita narasi puisi Jon yang ‘dhowone ra karuan’(panjang sekali). Mendengar, menikmati dan menghayati lagu ini serasa saya sedang duduk di atas batu karang di pinggir samudra luas, menikmati pemandangan yang indah…indah sekali…magically beautiful…hamparan pasir di depan saya yang lembut,disapu ombak laut yang ramah, nun jauh didepan sana laut luas terbentang tanpa batas seakan bersatu dengan langit biru…wajah Tuhan serasa hadir, kuasa Tuhan terlihat agung, ilmu Tuhan seperti tersingkap jelas di cakrawala laut luas….. pikiran saya segera terbang ke kuil Shinto di kota Nara Jepang, konon pemandangan saat musim semi tiba begitu indah, ada danau kecil di sana yang airnya tenang dan sejuk sesekali bergelombang diterpa sepoi angin, bunga sakura gugur satu demi satu dari rantingnya disapu semilir angin musim semi, dan di depan sana tampak gunung fujiyama tegar berdiri dengan puncaknya ditutupi kristal salju sisa sisa musim dingin…..nah ketika Yes konser di jepang dalam tour CTTE tepat disana sedang musim semi…konon Jon yang religius dan sangat peka ini tidak begitu saja melewatkan pemandangan indah ini dan terus membayang di benaknya magically beautiful ini, konon gara gara kuil Shinto ini  dia ngotot menulis album yang kelak bernama Topographic ini. Beberapa saat sebelumnya Jon sempat bertemu dengan Jamie Muir pemain perkusi King Crimson, Muir yang seorang penganut Budha ini menyarankan Jon agar menulis album bertemakan cosmic-religius yaitu konsep tentang bersatunya Tuhan-Alam-Manusia dalam wujud harmonisasi kehidupan di dunia yang damai. Muir ini hanya 1972-1973 memperkuat King Crimson setelah itu dia pergi ke Scotlandia untuk menjadi Bhiksu ato Biarawan…Nampaknya ide Muir ini mempengaruhi otak Jon terus menerus, dan ketika tour di Jepang Jon menemukan buku autobiography Yogi karangan Paramhansa Yoganada yang berisikan 4 hal dalam hidup manusia, klop sudah…. apa yang mengganggu pikiran Jon ada jawabnya…dia sharing dengan Howe kok disetujui mulailah album ini ditulis berdua.

The Revealing Science of God…. Dance Of The Dawn…..ini sebenarnya menunjuk ke tema album yaitu tentang Cahaya dari Langit ato wahyu, tetapi harus diterjemahkan dalam artian yang lebih luas semisal cinta kasih terhadap sesama, Jon menuangkannya dalam proporsi yang abstrak ato semu. Lagu ini sebenarnya menonjolkan Jon sebagai penulis lirik dari narasi puisinya, tetapi anggota yang lain juga berkontribusi membuat musiknya yang sedahsyat liriknya, dengan titik acuan skill teknik permainan masing masing anggota yang biasa disebut ‘dificult-work’. Rick Wakeman sedikit diberi ruang untuk show keyboard yang meraung raung menjelang akhir lagu, secara keseluruhan lagu ini bagus, enak dan membahana…jika anda jenuh ato bosan dengan panjangnya lagu ini cobalah pelajari puisinya dengan simultan, diulang ulang terus,dorong terus jangan menyerah…sebab ini adalah puisi karya sastra tingkat tinggi bukan sekedar yel yel ato slogan slogan anti penguasa ato teriakan demo anti korupsi….ha ha ha..

The Remembering…. High The Memory…..ini sebenarnya menunjuk ke judul album yaitu Topographic Ocean..seputar isi dalam samudra, berupa keindahan karya Tuhan yang tak tertandingi, pemandangan laut yang menakjubkan berupa ikan, karang karang dan batuan terumbu yang mungkin sudah berumur jutaan tahun…terus berevolusi..dunia yang lain dari daratan…sungguh maha besar Engkau Tuhan….kita diminta untuk mengingat itu semua, kenikmatan dari Tuhan yang begitu banyak untuk manusia….dimulai dengan petikan ringan gitar Howe dan keyboard Wakeman dengan sedikit perkusi dari Alan, disusul vokal Jon yang sahdu…disambung betotan bass Squire yang dari level ringan dan akirnya (biasalah Yes) berubah jadi njlimet ruwet…fokus lagu ini sebenarnya diserahkan pada Wakeman yang dari awal melotronnya mengalir terus seperti suara air mengalir yang terdengar indah. Bagi Squire sendiri dia mengakui mengalami perang batin yang belum pernah sesulit ini, jika lagu lagu Yes sebelumnya dia anggap ringan, untuk kali ini dia menyajikan melo-bass-line yang sepadan dengan perang batin yang dialaminya. Jon sendiri mengatakan bahwa lagu ini sebenarnya sekedar mengingatkan manusia tentang dirinya sendiri (self reflection) agar tidak seenaknya terhadap alam, yang bisa dilakukan adalah memenej alam sebaik mungkin dengan jalan yang benar dan memanfaatkan sajian alam demi kepentingan manusia itu sendiri….wuiiiih tuobz tenan kowe Jon….kalau semua manusia seperti ini pasti gak akan ada yang maling uang rakyat…

The Ancient…Giant Under The Sun….ini lagu lebih menonjolkan Howe dengan didukung perkusi dari Alan…dimulai dengan suara menggelegar semacam alat musik gong ato tambur…. blaaaaaarrr, diikuti suara creceessss..creceeees yang tidak lain adalah cymbal nya Alan, disusul dengan bunyi bunyian macam macam perkusi yang terdengar terus sepanjang lagu, kemudian masuk raungan gitar Howe yang bunyinnya bergerak kesana kemari seperti sedang menjelajah semua sudut sudut dunia mendatangi kota kota tua dan reruntuhan reruntuhan peradaban dunia, memang Howe yang paling paham apa keinginan Jon saat itu, di penghujung lagu tiba tiba masuk ditengah tengah kesunyian petikan jernih Howe dengan gitar akustiknya, petikan gitar Howe menjadi puncak keindahan lagu ini yang haram untuk dilewatkan, diikuti vokal Jon yang bening… lagu ini bercerita tentang peradaban peradaban kuno dari bangsa bangsa yang telah punah baik dari Indian,Cina,Amerika Tengah,Atlantik yang intinya agar kita belajar dari masa lalu untuk kebahagiaan masa depan, sebagaimana orang orang barat yang maju karena belajar dari peradaban ini…..Surat Al Hasyr dari Al Quran juga berbicara seperti ini yaitu memikirkan dan menyiapkan kebahagiaan masa depan (Akhirat) dari kehidupan sebelumnya yaitu dunia…Jon menantang teman temannya untuk berekspresi dengan instrumennya agar menggambarkan penjelajahan ke kota kota peradaban dunia yang telah punah tersebut….

Ritual…Nous Sommes Du Soleil….woaaaah ini lagu paporit saya, luar biasa hebat komposisinya kaya dengan permainan skill tingkat tinggi, serta perpaduan olah harmoni yang indah, semua anggota berpartisipasi dalam instrumen masing masing yang menonjol…inti dari lagu ini adalah pesan pesan bahwa hidup adalah perjuangan,pertarungan dan kita diminta untuk memenangkannya, saya jadi ingat lirik nya puisi Rendra yang dinyayikan dalam album nuansamatik Kantata Takwa…bahwa ‘perjuangan adalah pelaksanaan kata kata’….judulnya ‘Paman Doblang’ sangat nunjek sukma….Ritual ini mengajarkan pada kita bahwa dalam hidup ini kita butuh Tuhan untuk memenangkan pertandingan diatas dunia ini, maka perlu ritual…yaitu perjalanan untuk menyatu dengan Tuhan…maka bagi yang muslim ya  Sholatlah dengan benar begitulah kira kira pesan dari lagu ini…

Terlepas dari kontroversi album ini yang belum tentu semua progger menyukainya, karena memang ada yang menganggap album ini terlalu berlebihan dan mengada ada, terlalu dipanjang panjangin, namun ada juga yang memuji muji album ini sebagai mahakarya puncak dari Yes, saya menganggap album ini tetap sebagai album yang luar biasa dan tidak sembarangan, misterius,religius,indah dan sungguh menawan…saya tidak akan muluk muluk menceritakannya, nanti malah pembaca bisa terjerumus, tapi kalaupun terjerumus, terjerumus dalam kenikmatan yang paripurna….silahkan nikmati sendiri album ini, syaratnya harus didengarkan sendiri gak boleh ada orang lain dan jangan melakukan aktivitas apapun, gunakan earphone yang mantab agar suara prima dan matikan lampu kamar…!!!

The Knowledge of God is a search, constant and clear….Nous Sommes Du Soleil. We are of the sun, We can see……Salam.

Matursuwun Om G

About these ads

31 Responses to “Indahnya Musik Yes (5 of 10)”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Koh Win, terima kasih banyak artikelnya. Muantabz sekali!
    Menurut saya, ini adalah album terbaik Yes.

    • Herwinto Says:

      Perkenalan saya dulu dengan album ini secara gak sengaja, hanya disuruh kakak nyarikan kaset ini di loakan, sulit juga tapi akhirnya dapat milik kolektor rekaman yess tapi ga boleh dibeli cukup minta ditukar dengan genesis wind and wuthering,.. kebetulan punya ya dah barter..sampai rumah karena buat kakak sebelum dipaket saya cek dulu pitanya rusak gak dengan cara saya putar dan saya dengarkan sambil lalu, lha kok pas The Revealing ini saya langsung ngguweblag gulung koming kasmaran…inilah perkenalan saya dengan Yes….

  2. Herwinto Says:

    Matur suwun Om G sudah menampilkan coretan saya sekedar untuk menemani malam mingguan teman teman semua….

  3. herman Says:

    Mas Herwinto,….
    saya baca ulasan di atas….saya nikmati….renungan yang menyejukkan dan seindah albumnya….terima kasih Mas….pastilah cukup menyita waktu untuk membuat tulisan seperti itu,,,kalaupun tidak pasti Mas Herwinto telah menghayati apa yang akan ditulis ini sejak lama….salam ….Nous Sommes Du Soleil…..

    • Herwinto Says:

      Wha ha ha ha mas Herman, mas G tahu saya nulisnya pakai meditasi di depan taman laut buatan sambil pegang liriknya The Revealing…Maturnuwun mas Herman…

      • khalil logomotif Says:

        Saya stuju sprti kata koh Win.. Jon bukan nyanyi..tapi mantra atau ngbaca puisi…(awal saya ngrasainnya di album close to)..sayangnya, bagi saya, terlalu sulit untuk memahaminya..harus baca kundalini dulu..hahaha…
        Jujur kata..its great story

    • Gatot Widayanto Says:

      Gak terhitung berapa cangkir kopi kapulaga diseruput sambil semedi menulis ulasan dahzyat ini ….

  4. khalil logomotif Says:

    Koh Win…barusan saya keinget..dulu pernah baca disampul dalam kaset brave marillion..dengerin sambil gelap gelapan (lampu dimatiin)….manthapthapthap!!
    Menurut saya, RD meluncurkan imaginasinya tentang pulau batu terapung, mulanya di album Topo ini…dan baru deh langitnya jadi biru…(sbelumnya ijo)..jujur kata..sangat sangat psikadelik dan fantasi
    Salam

  5. yuddi Says:

    Koh Win, mohon dapat diberikan list lagu2nya. CD1 apa? CD2 apa? Yg membuat album ini sulit dicerna jangan2 krn lagu2 tsb jadi tercerai-berai akibat nggak muat di C-60 secara utuh 1 album.
    CD remaster biasanya disisip lagu lain yg se era ttp tdk masuk album aselinya atau lagu dgn versi yg beda – hal ini juga bisa mengganggu kosentrasi=

    • Herwinto Says:

      Mas Yuddi maaf tadi malam dah tidur awal kecapekan. track list nya seperti ini mas
      CD 1 1 The Revealing Science of God
      2. The Remembering
      CD 2 1. The Ancient
      2. Ritual
      Kalau yang expanded remastered ketambahan The Revealing versi rehearsal yang lebih panjang dan The Ancient versi demo. Kalau yang di kaset yess memang di pisah pisah karena ga muat.

      • yuddi Says:

        Koh Win, ini yg maksudnya expanded :
        CD.1 : 1.The Revealing Science of God (22″ 22′)
        2.The Remembering- High The Memory (20″38′)
        3. The Ancient – Giant Under The Sun (18″35′)

        CD.2 : 1. Ritual
        2. Dance of The Dawn (23″ 20′)
        3. Giant Under The Sun (17″ 17′)

      • Herwinto Says:

        Betul mas, itu yang CD 2 adalah yang versi tambahan mas…saya punyanya yang biasa..kalau mas G punya yang expanded itu…

      • Gatot Widayanto Says:

        Koh Win, Kalau suatu saat beli yang expanded, yang aslinya jangan dijual. Kenapa? Karena kualitas suaranya jauh lebih baik yang kondisi asli. Yang expanded rekamannya dodol banget, semuanya serba ditambah: treble ditambah, bass ditambah …jadi ora karuan …

        Dulu saat saya mendapatkan expanded album Relayer, aslinya saya hibahkan ke temen … Eh begitu denger suaranya …PREK! Huelek banget yang expanded. Tapi expanded menang di inlaynya keren ..banyak untold story termasuk the making of the album diulas habis. Jadi, akalu nyetel Tales, saya pake CD asli tapi sambil baca booklet inlay dari versi expanded …

      • yuddi Says:

        weleh . . . kayaknya bakal ada trend CD – AAD nih bukan ADD apalagi DDD (digital remix remaster) . . .

  6. kunangkunangku Says:

    album terbaik yes…setelah close to the edge. :-)

    • Gatot Widayanto Says:

      Setuju. Menurut saya, inilah album terbaik Yes meski banyak yg komentar album ini “love or hate” dilihat dari variasi review di PA ….

      Sedangkan “lagu” terbaik Yes adalah Gates of Delirium (Relayer) ….

      Itu hanya versi saya lho ….

  7. Herwinto Says:

    Album TFTO ini memang terasa berat sekali, sehingga sesama progger yang mengaku pemuja Yes pun terjadi perbedaan pendapat yang cukup serius, saya punya kakak kandung yang meracuni saya dengan grup grup prog kenamaan macam ELP,YES,GENESIS,KING CRIMSON, PINK FLOYD, namun ketika saya ajak discusi tentang TFTO ini beliau menolak mentah mentah katanya album ini bikin puyeng dan sangat ekstrim….ha ha ha

    • Gatot Widayanto Says:

      Saat masih di Madiun ada temen kakak saya yang suka atau jago main gitar. Dia suka membawakan Mood for a Day, The Clap sama bagian akustik dari The Ancient …. Whoooaaaa ….kerrreeeen!!!! Gara2 gitaran dia ini saya jadi suka sama The Ancient ….

      Namanya mas Kandar (mungkin nama aslinya Iskandar) ….

      Kalau saja mas Kandar bisa main di depan kakak kandung Koh Win, mungkin akan suka TFTO ….

    • Gatot Widayanto Says:

      Btw, masiyo kota kecil, Madiun banyak progger lho …. Grup seperti Yes bukan barang asing jaman itu di Madiun …

      Mas kunangkunangku juga asli Madiun ….he he he ….

      Powered by Driji_Jempol®

      • Herwinto Says:

        Om G ngomongin Madiun saya jadi ingat punya buku yang menarik sekali judulnya NEGARA MADIUN terbitan dunia tera..sayang buku ini hilang entah kemana…kapan kapan mau cari lagi, oleh oleh dari teman dulu…

      • Gatot Widayanto Says:

        Waduh! Aku wajib baca itu …. Musti dicari nih …

      • pur Says:

        dulu malah saya kira cuma saya dan satu-dua teman sepergaulan saja yang suka prog. lha, ternyata, saya salah sangka. rupanya saya salah pergaulan. :-)

  8. hippienov Says:

    Kesetrum ulasan mas Herwinto dan respon rekan2 aku langsung spin cd TFTO yg tak kerasa sudah cukup lama tersimpan rapi di lemari.
    Aneh ya?biasanya dr track dance of the dawn saja ak sudah mulai mumet dngr album ini,tapi kok skrg enjoy banget dengerinnya. Bener2 kesetrum tret mas Herwinto nich,suwun mas..

    • Herwinto Says:

      Udah dapaet ‘soul’ nya mas jadi enaak aja ha ha ha…..ternyata mistik dunia timur cukup mempengaruhi musisi barat ya…Beatles dengan Maharishi… trus ini Yes dengan Yogi….wah luar biasa…

      • khalil logomotif Says:

        Bener banget mas, cuma saya salutnya, mereka menginterprestasikan dgn gaya mereka ( think global act local)…kalau band dlm negri, sayangnya, berorientasi ke barat, interprestasinya ngga menurut kita sendiri.. padahal instrumen lokal dan gaya musik lokal hebat hebat banget. Saya respek dgn roma irama, karena dia bisa memelayukan (lokal) hard rock (barat)..dan ternyata memang spektakuler…tapi ini pendapat pribadi aja

  9. hippienov Says:

    Sudah mas Herwinto,sudah dpt “klik” nya dimana,he2.. biasanya abis dngr TFTO trs ngombe bodrex,lah semalem malah mangan mie goreng instant,ha3.

  10. apec Says:

    Saya pribadi ,malah lebih menyukai album ini secara keseluruhan tinimbang Close to the edge..

  11. Herwinto Says:

    Pak dokter yang baik, syukurlah kalau panjenengan menyukai album ini…termasuk orang langka berarti…ha ha ha

  12. yuddi Says:

    Tulisan Koh Win ini sangat membantu detail utk menyelesaikan PR lama dari thn ’70an yaitu pemahaman “Tales From Topographic Ocean”.
    Dahulu kala Yes dikategorikan sebagai grup aliran klasik rock maksudnya musik rock yg diramu musik klasik (mungkin sekarang yg disebut symphonic progressive rock). Sekarang klasik rock atau classic rock bermakna rock akhir ’60an – 70”an.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 152 other followers

%d bloggers like this: