By: Herwinto
TALES FROM TOPOGRAPHIC OCEAN sebuah karya nan Cosmic-Religius
‘Dawn of light between a silence and sold sources chased amid fusion of wonder’
‘In moment hardly seen forgotten’
‘Coloured in pastures of chance dancing leaves cast spell of challenge amused but real in thought’
‘We fled from the sea whole…’
Suara vokal Jon mengalun indah (sebenarnya lebih tepat disebut sedang mengucapkan mantra mantra daripada bernyanyi ) membuka lagu the Revealing yang juga membuka album Topographic ini.
Dari sinilah dimulai rentetan perjalanan cerita narasi puisi Jon yang ‘dhowone ra karuan’(panjang sekali). Mendengar, menikmati dan menghayati lagu ini serasa saya sedang duduk di atas batu karang di pinggir samudra luas, menikmati pemandangan yang indah…indah sekali…magically beautiful…hamparan pasir di depan saya yang lembut,disapu ombak laut yang ramah, nun jauh didepan sana laut luas terbentang tanpa batas seakan bersatu dengan langit biru…wajah Tuhan serasa hadir, kuasa Tuhan terlihat agung, ilmu Tuhan seperti tersingkap jelas di cakrawala laut luas….. pikiran saya segera terbang ke kuil Shinto di kota Nara Jepang, konon pemandangan saat musim semi tiba begitu indah, ada danau kecil di sana yang airnya tenang dan sejuk sesekali bergelombang diterpa sepoi angin, bunga sakura gugur satu demi satu dari rantingnya disapu semilir angin musim semi, dan di depan sana tampak gunung fujiyama tegar berdiri dengan puncaknya ditutupi kristal salju sisa sisa musim dingin…..nah ketika Yes konser di jepang dalam tour CTTE tepat disana sedang musim semi…konon Jon yang religius dan sangat peka ini tidak begitu saja melewatkan pemandangan indah ini dan terus membayang di benaknya magically beautiful ini, konon gara gara kuil Shinto ini dia ngotot menulis album yang kelak bernama Topographic ini. Beberapa saat sebelumnya Jon sempat bertemu dengan Jamie Muir pemain perkusi King Crimson, Muir yang seorang penganut Budha ini menyarankan Jon agar menulis album bertemakan cosmic-religius yaitu konsep tentang bersatunya Tuhan-Alam-Manusia dalam wujud harmonisasi kehidupan di dunia yang damai. Muir ini hanya 1972-1973 memperkuat King Crimson setelah itu dia pergi ke Scotlandia untuk menjadi Bhiksu ato Biarawan…Nampaknya ide Muir ini mempengaruhi otak Jon terus menerus, dan ketika tour di Jepang Jon menemukan buku autobiography Yogi karangan Paramhansa Yoganada yang berisikan 4 hal dalam hidup manusia, klop sudah…. apa yang mengganggu pikiran Jon ada jawabnya…dia sharing dengan Howe kok disetujui mulailah album ini ditulis berdua.
The Revealing Science of God…. Dance Of The Dawn…..ini sebenarnya menunjuk ke tema album yaitu tentang Cahaya dari Langit ato wahyu, tetapi harus diterjemahkan dalam artian yang lebih luas semisal cinta kasih terhadap sesama, Jon menuangkannya dalam proporsi yang abstrak ato semu. Lagu ini sebenarnya menonjolkan Jon sebagai penulis lirik dari narasi puisinya, tetapi anggota yang lain juga berkontribusi membuat musiknya yang sedahsyat liriknya, dengan titik acuan skill teknik permainan masing masing anggota yang biasa disebut ‘dificult-work’. Rick Wakeman sedikit diberi ruang untuk show keyboard yang meraung raung menjelang akhir lagu, secara keseluruhan lagu ini bagus, enak dan membahana…jika anda jenuh ato bosan dengan panjangnya lagu ini cobalah pelajari puisinya dengan simultan, diulang ulang terus,dorong terus jangan menyerah…sebab ini adalah puisi karya sastra tingkat tinggi bukan sekedar yel yel ato slogan slogan anti penguasa ato teriakan demo anti korupsi….ha ha ha..
The Remembering…. High The Memory…..ini sebenarnya menunjuk ke judul album yaitu Topographic Ocean..seputar isi dalam samudra, berupa keindahan karya Tuhan yang tak tertandingi, pemandangan laut yang menakjubkan berupa ikan, karang karang dan batuan terumbu yang mungkin sudah berumur jutaan tahun…terus berevolusi..dunia yang lain dari daratan…sungguh maha besar Engkau Tuhan….kita diminta untuk mengingat itu semua, kenikmatan dari Tuhan yang begitu banyak untuk manusia….dimulai dengan petikan ringan gitar Howe dan keyboard Wakeman dengan sedikit perkusi dari Alan, disusul vokal Jon yang sahdu…disambung betotan bass Squire yang dari level ringan dan akirnya (biasalah Yes) berubah jadi njlimet ruwet…fokus lagu ini sebenarnya diserahkan pada Wakeman yang dari awal melotronnya mengalir terus seperti suara air mengalir yang terdengar indah. Bagi Squire sendiri dia mengakui mengalami perang batin yang belum pernah sesulit ini, jika lagu lagu Yes sebelumnya dia anggap ringan, untuk kali ini dia menyajikan melo-bass-line yang sepadan dengan perang batin yang dialaminya. Jon sendiri mengatakan bahwa lagu ini sebenarnya sekedar mengingatkan manusia tentang dirinya sendiri (self reflection) agar tidak seenaknya terhadap alam, yang bisa dilakukan adalah memenej alam sebaik mungkin dengan jalan yang benar dan memanfaatkan sajian alam demi kepentingan manusia itu sendiri….wuiiiih tuobz tenan kowe Jon….kalau semua manusia seperti ini pasti gak akan ada yang maling uang rakyat…
The Ancient…Giant Under The Sun….ini lagu lebih menonjolkan Howe dengan didukung perkusi dari Alan…dimulai dengan suara menggelegar semacam alat musik gong ato tambur…. blaaaaaarrr, diikuti suara creceessss..creceeees yang tidak lain adalah cymbal nya Alan, disusul dengan bunyi bunyian macam macam perkusi yang terdengar terus sepanjang lagu, kemudian masuk raungan gitar Howe yang bunyinnya bergerak kesana kemari seperti sedang menjelajah semua sudut sudut dunia mendatangi kota kota tua dan reruntuhan reruntuhan peradaban dunia, memang Howe yang paling paham apa keinginan Jon saat itu, di penghujung lagu tiba tiba masuk ditengah tengah kesunyian petikan jernih Howe dengan gitar akustiknya, petikan gitar Howe menjadi puncak keindahan lagu ini yang haram untuk dilewatkan, diikuti vokal Jon yang bening… lagu ini bercerita tentang peradaban peradaban kuno dari bangsa bangsa yang telah punah baik dari Indian,Cina,Amerika Tengah,Atlantik yang intinya agar kita belajar dari masa lalu untuk kebahagiaan masa depan, sebagaimana orang orang barat yang maju karena belajar dari peradaban ini…..Surat Al Hasyr dari Al Quran juga berbicara seperti ini yaitu memikirkan dan menyiapkan kebahagiaan masa depan (Akhirat) dari kehidupan sebelumnya yaitu dunia…Jon menantang teman temannya untuk berekspresi dengan instrumennya agar menggambarkan penjelajahan ke kota kota peradaban dunia yang telah punah tersebut….
Ritual…Nous Sommes Du Soleil….woaaaah ini lagu paporit saya, luar biasa hebat komposisinya kaya dengan permainan skill tingkat tinggi, serta perpaduan olah harmoni yang indah, semua anggota berpartisipasi dalam instrumen masing masing yang menonjol…inti dari lagu ini adalah pesan pesan bahwa hidup adalah perjuangan,pertarungan dan kita diminta untuk memenangkannya, saya jadi ingat lirik nya puisi Rendra yang dinyayikan dalam album nuansamatik Kantata Takwa…bahwa ‘perjuangan adalah pelaksanaan kata kata’….judulnya ‘Paman Doblang’ sangat nunjek sukma….Ritual ini mengajarkan pada kita bahwa dalam hidup ini kita butuh Tuhan untuk memenangkan pertandingan diatas dunia ini, maka perlu ritual…yaitu perjalanan untuk menyatu dengan Tuhan…maka bagi yang muslim ya Sholatlah dengan benar begitulah kira kira pesan dari lagu ini…
Terlepas dari kontroversi album ini yang belum tentu semua progger menyukainya, karena memang ada yang menganggap album ini terlalu berlebihan dan mengada ada, terlalu dipanjang panjangin, namun ada juga yang memuji muji album ini sebagai mahakarya puncak dari Yes, saya menganggap album ini tetap sebagai album yang luar biasa dan tidak sembarangan, misterius,religius,indah dan sungguh menawan…saya tidak akan muluk muluk menceritakannya, nanti malah pembaca bisa terjerumus, tapi kalaupun terjerumus, terjerumus dalam kenikmatan yang paripurna….silahkan nikmati sendiri album ini, syaratnya harus didengarkan sendiri gak boleh ada orang lain dan jangan melakukan aktivitas apapun, gunakan earphone yang mantab agar suara prima dan matikan lampu kamar…!!!
The Knowledge of God is a search, constant and clear….Nous Sommes Du Soleil. We are of the sun, We can see……Salam.
Matursuwun Om G




