By: Herwinto
90125……CINEMA YANG ‘DIPAKSA’ MENJADI YES
Inilah album yang oleh sebagian orang disebut album ‘penyelamat Yes’ di ambang keterpurukan, diakui ato tidak, suka ato tidak suka album inilah yang membawa Yes ke puncak popularitas, puncak kesuksesan baik secara popularitas maupun finansial. Sebenarnya pada line up Drama, Yes memang kehilangan Horn dan Downes yang keluar namun sebenarnya Yes tidak pernah mengumumkan mereka telah bubar ke publik, namun yang sebenarnya terjadi mereka yang tersisa yaitu Chris dan Alan menyatakan vakum dan sibuk dengan proyek masing masing, sedangkan Howe cuti untuk bikin proyek refreshing bersama Carl Palmer, John Wetton, Geoff Downes membentuk Asia. Praktis disini secara real Yes hanya terdiri dari seorang bassis dan drummer saja, mungkin karena stress he he karena luntang lantung ga jelas sementara Howe keasyikan dengan progring nya di Asia, di tunggu tunggu kok ga balik balik akhirnya Squire yang sudah gatal ingin segera berkarya mengundang musisi muda serba bisa dari Afrika yang multi instrument Trevor Rabin disini Chris Squire memang berharap dari musisi muda akan mendapat suntikan semangat pembaharuan yang baru istilahnya ada ide ide segar dan kreativitas baru yang segar maka bersama Trevor Rabin ini dibuat grup bernama Cinema. Nah Rabin ini ketika datang sudah membawa bahan bahan yang sudah setengah jadi dan ketika di demokan di depan Chris, rupa rupanya Chris tertarik maka bersama Chris dan Alan bahan bahan Rabin ini disempurnakan, disini ada juga peran Billy Serwood musisi muda yang mulai terlibat perannya di Cinema ini dan Chris yang butuh pemain keyboard kemudian mengundang veteran Yes Tony Kaye, nah disini ada yang lucu karena Rabin yang semula sebagai vokalnya rupanya Chris butuh vokal yang sekelas Anderson, atas prakarsa Trevor Horn yang menjadi produser saat itu diundanglah Jon Anderson, namun ada versi lain yang menyebutkan bahwa Anderson sendiri yang ‘memaksa’ untuk masuk di Cinema ini, entahlah mana yang benar…nah ketika Cinema sudah lengkap formasinya mereka baru terkejut sendiri bahwa ini adalah anggota anggota Yes semua selain Rabin, maka atas nama popularitas dan demi mendongkrak penjualan album ini maka sepakat nama Cinema diubah menjadi YES meskipun aslinya itu bukan karya Yes dalam arti yang sebenarnya. Nah disini ada hal yang lucu Rabin yang semula merencanakan membuat band Cinema akhirnya terjebak pada grup Yes, dia sangat kesal jadinya, kedua Steve Howe yang gak pernah keluar dari Yes karena cuma cuti malah ga diajak, dia juga berang sekali….he he he rumit banget….nah ketika album ini dilempar ke pasaran ternyata luar biasa sambutan publik terutama generasi muda 80 an, album ini langsung diterima di telinga anak muda era itu karena musiknya yang lebih dinamis, energik, ngepop dan sangat new wave lah…di Indonesia album ini juga top sering diputar di radio radio juga, album ini menurut saya sebenarnya juga tidak ngepop ngepop banget lantas meninggalkan elemen progresifnya, berbeda jauh dengan ABACAB nya Genesis yang sangat parah menurut saya, 90125 ini masih agak mending karena ada instrumen rock yang ciamik macam Cinema, ada Changes yang enak buat goyang goyang, Heart yang manis dan syahdu, juga Hold On, It Cant Happen dan Our Song yang berharmoni indah dan tentu saja Ownner Of A Lonely Heart yang sangat terkenal enak buat ngedisco itu….dan karena album ini pula nama Yes langsung melejit ke puncak popularitas dan Yes mulai mendapat fans dari generasi baru yang kemudian mulai menelusuri album album lama Yes, nah dari sini terdapat dua pandangan yaitu mereka yang justru terjerumus dan terkagum kagum dengan Yes lama yang melahirkan progger progger baru dan mereka yang lari terbirit birit dan antipati dengan Yes lama yang gak nyambung blas dengan 90125 ini, nah mereka inilah fans berat Yes racikan Trevor Rabin, saya sendiri bukan penikmat Yes racikan Rabin ini sehingga saya kurang bisa dapat soulnya ketika menikmati musiknya, faktor history saja yang saya jadikan alasan memiliki album ini. Namun bagi pemuja Yes lama album ini justru album yang mereka ‘hadiahi’ dengan hujatan dan caci maki karena bagi mereka Yes telah ‘berhianat’, Yes telah ‘melacur’. Bagaiman mungkin Yes yang mereka kenal dengan Close To The Edge, Topographic Ocean, Relayer bisa membuat karya seperti 90125 yang menyimpang jauh dari pakem Yes begitu mungkin pikir para pemuja Yes lama. Nah rupa rupanya para sesepuh Yes, para veteran Yes yang masih setia dengan musik progresif perlu mengambil tindakan dengan turun gunung untuk menyikapi ini semua, syahdan Jon Anderson yang kecewa karena dominasi Rabin yang menjadikan dia sebagai orang kedua dan ini tercermin dari album berikutnya yang tidak akan saya ulas yaitu Big Generator yang merupakan album ‘perkelahian’ Jon Anderson dan Trevor Rabin, memang Rabin ‘menang set’ dengan Jon karena sukses menjadikan 90125 sebagai mesin uang bagi Yes, maka Jon keluar dari Yes dan bersatu dengan veteran veteran Yes yang pada turun gunung untuk mengembalikan Yes ke ‘jalan yang benar’ kembali ke konsep progresif rock yang merupakan ruh nya Yes yang telah dilalui Yes dalam perjalanan panjangnya. Maka bersatulah Jon Anderson, Rick Wakeman, Bill Bruford dan Steve Howe dalam wadah progring baru yang kelak kita kenal dengan poros ABWH yang merupakan reinkarnasi Yes yang sesungguhnya. …..SELESAI……. Sampai berjumpai pada episode berikutnya YES vs ABWH….SALAM!





























