Archive for February, 2013

Indahnya Musik Yes (10 of 10)

February 28, 2013

By: Herwinto

90125……CINEMA YANG ‘DIPAKSA’ MENJADI YES

Inilah album yang oleh sebagian orang disebut album ‘penyelamat Yes’ di ambang keterpurukan, diakui ato tidak, suka ato tidak suka album inilah yang membawa Yes ke puncak popularitas, puncak kesuksesan baik secara popularitas maupun finansial. Sebenarnya pada line up Drama,  Yes memang kehilangan Horn dan Downes yang keluar namun sebenarnya Yes tidak pernah mengumumkan mereka telah bubar ke publik, namun yang sebenarnya terjadi mereka yang tersisa yaitu Chris dan Alan menyatakan vakum dan sibuk dengan proyek masing masing, sedangkan Howe cuti untuk bikin proyek refreshing bersama Carl Palmer, John Wetton, Geoff Downes membentuk Asia. Praktis disini secara real Yes hanya terdiri dari seorang bassis dan drummer saja, mungkin karena stress he he karena luntang lantung ga jelas sementara Howe keasyikan dengan progring nya di Asia, di tunggu tunggu kok ga balik balik akhirnya Squire yang sudah gatal ingin segera berkarya mengundang musisi muda serba bisa dari Afrika yang multi instrument Trevor Rabin disini Chris Squire memang berharap dari musisi muda akan mendapat suntikan semangat pembaharuan yang baru istilahnya ada  ide ide segar dan kreativitas baru yang segar maka bersama Trevor Rabin ini dibuat grup bernama Cinema. Nah Rabin ini ketika datang sudah membawa bahan bahan yang sudah setengah jadi dan ketika di demokan di depan Chris, rupa rupanya Chris tertarik maka bersama Chris dan Alan bahan bahan Rabin ini disempurnakan, disini ada juga peran Billy Serwood musisi muda yang mulai terlibat perannya di Cinema ini dan Chris yang butuh pemain keyboard kemudian mengundang veteran Yes Tony Kaye, nah disini ada yang lucu karena Rabin yang semula sebagai vokalnya rupanya Chris butuh vokal yang sekelas Anderson, atas prakarsa Trevor Horn yang menjadi produser saat itu diundanglah Jon Anderson, namun ada versi lain yang menyebutkan bahwa Anderson sendiri yang ‘memaksa’ untuk masuk di Cinema ini, entahlah mana yang benar…nah ketika Cinema sudah lengkap formasinya mereka baru terkejut sendiri bahwa ini adalah anggota anggota Yes semua selain Rabin, maka atas nama popularitas dan demi mendongkrak penjualan album ini maka sepakat nama Cinema diubah menjadi YES meskipun aslinya itu bukan karya Yes dalam arti yang sebenarnya. Nah disini ada hal yang lucu Rabin yang semula merencanakan membuat band Cinema akhirnya terjebak pada grup Yes, dia sangat kesal jadinya, kedua Steve Howe yang gak pernah keluar dari Yes karena cuma cuti malah ga diajak, dia juga berang sekali….he he he rumit banget….nah ketika album ini dilempar ke pasaran ternyata luar biasa sambutan publik terutama generasi muda 80 an, album ini langsung diterima di telinga anak muda era itu karena musiknya yang lebih dinamis, energik, ngepop dan sangat new wave lah…di Indonesia album ini juga top sering diputar di radio radio juga, album ini menurut saya sebenarnya juga tidak ngepop ngepop banget lantas meninggalkan elemen progresifnya, berbeda jauh dengan ABACAB nya Genesis yang sangat parah menurut saya, 90125 ini masih agak mending karena ada instrumen rock yang ciamik macam Cinema, ada Changes yang enak buat goyang goyang, Heart yang manis dan syahdu, juga Hold On, It Cant Happen dan Our Song yang berharmoni indah dan tentu saja Ownner Of A Lonely Heart yang sangat terkenal enak buat ngedisco itu….dan karena album ini pula nama Yes langsung melejit ke puncak popularitas dan Yes mulai mendapat fans dari generasi baru yang kemudian mulai menelusuri album album lama Yes, nah dari sini terdapat dua pandangan yaitu mereka yang justru terjerumus dan terkagum kagum dengan Yes lama yang melahirkan progger progger baru dan mereka yang lari terbirit birit dan antipati dengan Yes lama yang gak nyambung blas dengan 90125 ini, nah mereka inilah fans berat Yes racikan Trevor Rabin, saya sendiri bukan penikmat Yes racikan Rabin ini sehingga saya kurang bisa dapat soulnya ketika menikmati musiknya, faktor history saja yang saya jadikan alasan memiliki album ini. Namun bagi pemuja Yes lama album ini justru album yang mereka ‘hadiahi’ dengan hujatan dan caci maki karena bagi mereka Yes telah ‘berhianat’, Yes telah ‘melacur’. Bagaiman mungkin Yes yang mereka kenal dengan Close To The Edge, Topographic Ocean, Relayer bisa membuat karya seperti 90125 yang menyimpang jauh dari pakem Yes begitu mungkin pikir para pemuja Yes lama. Nah rupa rupanya para sesepuh Yes, para veteran Yes yang masih setia dengan musik progresif perlu mengambil tindakan dengan turun gunung untuk menyikapi ini semua, syahdan Jon Anderson yang kecewa karena dominasi Rabin yang menjadikan dia sebagai orang kedua dan ini tercermin dari album berikutnya yang tidak akan saya ulas yaitu Big Generator yang merupakan album ‘perkelahian’ Jon Anderson dan Trevor Rabin, memang Rabin ‘menang set’ dengan Jon karena sukses menjadikan 90125 sebagai mesin uang bagi Yes,  maka Jon keluar dari Yes dan bersatu dengan veteran veteran Yes yang pada turun gunung untuk mengembalikan Yes ke ‘jalan yang benar’ kembali ke konsep progresif rock yang merupakan ruh nya Yes yang telah dilalui Yes dalam perjalanan panjangnya. Maka bersatulah Jon Anderson, Rick Wakeman, Bill Bruford dan Steve Howe dalam wadah progring baru yang kelak kita kenal dengan poros ABWH yang merupakan reinkarnasi Yes yang sesungguhnya. …..SELESAI……. Sampai berjumpai pada episode berikutnya YES vs ABWH….SALAM!

Lapak Kaset Bekas di Medan

February 26, 2013

By: Eddy Irawan

mumpung di Medan, salah kota destinasi perburuan kaset, saya sempatkan nyari lapak kaset bekas. Berbekal kebaikan sobat kaset yg ada di kota Medan, bang Dome, maka diantarlah saya ke tempat yg mirip mesin waktu.

Bagi yg akan berkunjung ke medan, jgn lupa mampir ke lapak kaset bang Majid ini. Lokasinya di jalan masuk stadion Teladan, tepatnya di depan institut teknologi medan (ITM).

Gambar2 berikut adalah sejumlah kaset yg sy dapatkan di lapak bang Majid ini. Harganya gk bakal di’tokoh’in. (e)

Medan Barat-20130226-01515

 

 

Lueng Bata-20130223-01504

 

 

IMG-20130220-01498

 

IMG-20130220-01495

 

Buggles “Adventures in Modern Recording” by PrivCol

February 26, 2013

Goro-gorone postingan Koh Win tentang Yes “Drama” maka sontak menggeliatlah blog gemblung yang isinya orang2 aneh karena suka ngegosip musik2 non mainstream alias prog. Tak heran begitu saya sampai rumah setelah seharian ini bekerja dengan gowes sepeda, saya segera ambil satu2nya kaset Buggles yang saya punya ini.

Sepeti mas Rizki bilang sebelumnya bahwa Trevor dan Geoff sebelumnya punya band Buggles ini. Lagu pembuka “I Am A Camera” memang beda dengan versi Yes karena di sini rhythm section nya seperti musik ajeb2 alias ngedisko. Hebat juga Chris Squire saat itu bisa melihat “potensi” lagu ini sehingga dipakai sebagai lagu pembuka album drama.

Yang saya heran mengapa tak diambil lagu ke empat “Vermilion Sands” yang menurut saya ada unsur prog-nya meski bukan tipikal prog. Maksud saya, lagu ini bisa divermak dan jauh lebih prog dari I Am A Camera.

Trevor Horns kemudian dipilih karena kalau dilihat di beberapa lagu suaranya jernih melengking seperti Jon Anderson. Salut dengan Chris cs yang berhasil memilih dengan tepat.

Sebenernya, kalau bukan karena Yes, saya sendiri ya gak berminat mendengarkan musik dari Buggles karena memang musiknya ngepop dan new wave. Yang jelas, karakter permainan kibor Geoff sudah melai terasa kuat di album ini.

Sekali lagi salut buat Yes yang berhasil menggaet Trevor dan Geoff.

Tambahan dari mas Rizki Hasan:

Saya salut dengan tulisan berseri dari Mas Herwinto tentang YES, selain enak dibaca ternyata mempunyai efek setrum yang luar biasa.  Ketika menulis artikel ini, Mas Gatot ternyata juga sedang menulis hal yang sama yaitu tentang album Buggles “Adventures in Modern Recording” (AIMR).

Beberapa hal yang saya dapat tambahkan antara lain:
1) Saya pernah baca di media bahwa sebenarnya album AIMR lebih merupakan album solo Trevor Horn.  Berdasarkan tulisan yang terdapat di sampul CD, album ini merupakan awal dari karir Trevor sebagai produser musik.
2) Di bandingkan dengan album Buggles pertama (yang menghasilkan pop hit dunia Video Kill The Radio Star), album AIMR memiliki beberapa lagu yang menurut saya kalau diarransir ulang dapat menjadi lagu prog rock yang bisa masuk album Drama atau album 90125.   Selain lagu Vermilon Sands yang sudah disebutkan oleh Mas Gatot, lagu lain yang dapat menjadi prog rock tersebut antara lain Inner City, Lenny, dan Rainbow Warrior.
3)  Di album terbitan ulang (di tahun 2010) terdapat tambahan beberapa lagu sebagai bonus antara lain: Fade Away, I Am A Camera (12″ Mix),  Dion, Videotheque, On TV, Walking on Glass (original version of Lenny), We Can Fly From Here Part I and Part II, dan Riding A Tide.  Seperti kita ketahui, kedua lagu terakhir masuk dalam album Fly From Here.  Lagu lain yang menurut saya pantas di arransir ulang untuk musik prog adalah Dion dan Videotheque.
Bugs
Buggles1

Indahnya Musik Yes (9 of 10)

February 26, 2013

By Herwinto

Foto0328

Foto0329

DRAMA…. Jawaban Atas Sebuah Kebimbangan….

 
Inilah album Yes yang sungguh dahsyat meskipun tanpa Jon Anderson….Memang pada akhir masa Tormato terjadi ketegangan di tubuh Yes yang dipicu oleh perbedaan pandangan tentang konsep musik Yes, Jon dan Rick menghendaki Yes kembali ke fantasi liar masa Close To The Edge sedangkan Steve dan Chris ingin lebih straight forward yaitu masuk ke ranah hard rock dengan tetap berpijak pada konsep progresif. Rupa- rupanya perbedaan ini berbuntut perpecahan yang akhirnya  Jon dan  Rick pilih hengkang…dengan keluarnya Jon praktis seluruh penggemar Yes menganggap Yes sudah selesai sampai disini, sebuah KIAMAT bagi Yes manakala tanpa Jon, sebab Yes sudah sangat identik dengan Jon Anderson, jadi Yes tanpa Jon ibarat Led Zeppelin tanpa Robert Plant atau Queen tanpa Fredy Mercury tamat sudah cerita tentang Yes itulah apa yang ada di benak para penggemar Yes.  Tidak mungkin Yes membuat album tanpa Jon. Namun Steve Howe dan kawan kawan Yes yang tersisa mencoba untuk memberikan jawaban ke publik bahwa Yes tidak tergantung dengan figur seseorang, dan jawaban atas kebimbangan publik itu adalah…DRAMA…Luarrr biasa….inilah Yes…jenius,brilliant, dan survive..!!! Yes ingin membuktikan kepada dunia bahwa mereka masih ada dan mereka masih sanggup untuk berkarya, dan tidak sekedar berkarya, sebuah karya yang dahsyat…tidak berlebihan kiranya jika sebagian orang menganggap bahwa Drama adalah peletak dasar neo progresif….sebab album ini memang memacu munculnya grup grup progresif baru di tahun 80 an. Nampaknya Yes ingin mengulangi sensasi mereka di Relayer…Drama adalah sebuah karya Yes dengan warna musik yang baru yang belum pernah ada sebelumnya yaitu elemen elemen hard rock nampak mendominasi meski balutan progresif tetap dipertahankan, dan album ini memiliki massa tersendiri yang mungkin bukan dari basis Close To The Edge ato Fragile namun dari fans baru penggila hardrock, bahkan album ini diberi sebutan… ‘album rock nya Yes’…sebuah ungkapan yang menunjuk ke warna album ini yang berbeda dari era era sebelumnya. Tidak aneh jika kemudian ada sebagian fans Yes yang menyebut inilah album terbaik Yes, biasanya mereka ini berangkatnya dari penggemar Led Zeppelin, Iron Maiden, Deep Purple dan yang sejenisnya, bukan dari mereka yang berangkat dari Genesis ato ELP. Dibuka dengan sebuah track yang sangat kental warna hard rocknya yaitu Machine Messiah….woaaah ini baru dengar intronya aja para penggemar hard rock langsung ngguweblak tenan….kali ini kocokan Steve Howe memang agak lain dari biasanya, raungan gitar elektricnya sungguh ngerock abiss!! namun bukan berarti Yes jadi kayak metal, sungguh tetap progresif sebab nuansa permainan keyboardnya yang rumit tetap nampak disini yang dimainkan oleh Geoff Downes yang sangat garang namun tetap indah melodik, Downes memang ingin menunjukkan bahwa dia adalah seorang rocker sejati namun sanggup mengikuti apa yang diinginkan Yes…lagu ini benar benar gagah dan membahana. Lagu selanjutnya adalah White Car yang pendek namun cantik sekali, lagu ini seperti ingin memberi jeda yang indah sebelum masuk track selanjutnya yang cukup energik namun kaya elemen elemen progresif terutama pada liukan liukan keyboardnya  yaitu Does It Really Happen?  sekilas memang jika tidak cermat vokal dari Trevorn Horn ini mirip dengan Jon namun jika diamati dengan seksama vokal Horn ini terasa lebih pekat dan berat. Kemudian lagu berikutnya yang sungguh langsung nancap di hati saya adalah In To The Lens yang cukup indah dan energik, disusul Run Through The Light yang vokalnya sangat bertenaga namun musiknya nyantai uenaaak…dan sebagai penutup sebuah lagu yang bertempo cepat dan cukup energik Tempus Fugit, warna lagu ini belum pernah ada pada karya karya Yes sebelumnya jadi atmosfirnya benar benar baru. Kesimpulannya Yes  memang luar biasa selama masih ada Steve Howe dan Chris Squire maka Yes tidak akan mandul, masih layak menelorkan sebuah karya megah nan indah…. Salam!!!
Gitar yang dipakai Steve Howe pada album ini adalah:
Machine Messiah:  Gibson The Les Paul
Does It Really Happen?:  Gibson Les Paul Gold Top
In To The Lens:  Fender Steel
Run Through The Light : Martin Mandolin
Tempus Fugit : Fender Stratocaster

The Medan Invasion (3)

February 25, 2013

By: Domme

Hallo, apa kabar semua kawan-kawan…? Khusus untuk Bos Gatot, thanks ya, sudah memposting tulisan ini….

Tulisan ini aku buat beberapa hari sesudah Bos Eddy menginvasi markas kasetku dan ‘menjarah’ beberapa incerannya. Tapi tentu saja Bos Eddy juga harus merelakan beberapa koleksinya ditinggal sebagai tawanan perang abadi…. Hehehe….

Aku sudah sangat merindukan bisa lagi langsung menginvasi lapak-lapak perkasetan di Jakarta, termasuk yang belum sempat aku jarah, seperti Toko David, Blok M Square, dan lain-lain. Dan aku yakin, di antara sobat-sobatku di ‘blog muantap’ ini, aku nggak punya saingan banyak, karena rata-rata adalah progger, sementara aku rocker, meski sedang belajar juga jadi progger. Hehehehe…..

Tapi menunggu saat-saat itu tiba, dengan memanfaatkan jejaring sosial face book, lapak dunia maya yang aku kenal makin banyak, sehingga invasi bukan lagi ke Jakarta, tapi juga Bekasi, Bandung, hingga Solo. Untungnya, mereka juga saling menghormati sesama penggemar kaset lawas, sehingga aku belum pernah bermasalah dengan invasi jarak jauh ini.

Dan hasilnya, mengikuti yang sebelum-sebelumnya, bisa aku posting di sini….. Dan pastinya minim progressive….
Horas…..

AngelScorpions

BluesClaptonBolin

BostonPH

ChukBerry-CSNAngelScorpions HeartExtremeGNR JWandSRV2

PretendersAngelDLL

RoclineSeries

SnFn-DP-RStones

Traffic-Warhorse-VH

zAlkatrazzFirmGMooreDLL

zGenesisRushDLL

zPRodgersRHodgson,10CCdll

Mini ProgRing…

February 25, 2013

Lagi bersama my better-half menikmati Iced Black Coffee dan Iced Cappuccino di kafe Corelli – Blok M Square …serasa progring aja nuansanya, meski hanya berduaan aja ….suit suit suit …. Abis ini nyikat kaset jadul …. Wakakakakakakak ….

Yes & ELP in Concerts

February 24, 2013

By: Hippienov

Untuk melengkapi postingan Yes dari mas Herwinto ijinkan aku tambahkan dokumentasi konser Yes “live at Montreux 2003″ yang menampilkan Yes in their classic line-up.
Dvd konser ini aku beli beberapa saat setelah aku yakin gak akan bisa nonton konser legendaris Yes di Jakarta. Jadinya dvd ini bisa disebut obat penawar kekecewaan diriku waktu itu. Dan ternyata Yes masih “kompak, bersih, stabil” mainnya di panggung. Masih bertenaga walau mereka sudah sepuh semua.

Sebagai tambahan aku tampilkan juga dvd konser
E.L.P “pictures at an exhibition” tahun 1970 akhir di London’s Lyceum dan di Belgium’s Pop Shop awal 1971.
Kedua konser ini sama gilanya, sama dahsyatnya.
E.L.P masih terbilang baru lahir sehingga energy nya masih full dan tumpah saat mereka konser. Aku yang nonton filmnya ngerasa capek liat mereka main apalagi E.L.P yang main langsung. Dahsyat banget.

Demikian uraianku, semoga bisa ikut meramaikan.

4ever Prog..
hippienov

The Aceh Invasion to Medan (2)

February 24, 2013

By: Eddy Irawan

Tertarik dgn kaset2 postingan bang Dome beberapa minggu lalu, khususnya yg rekaman yess, maka saya putuskan berangkat ke medan hari rabu kemari. Kaset2 tsb harus ‘diselamatkan!’

Setelah melalui proses negosiasi cepat yg tanpa birokrasi, maka sejumlah kaset2 yg tadinya diposting oleh bang Dome, maka kali ini saya postingkan kembali setelah berpindah hak kepemilikan, tentunya.

Juga ada beberapa kaset rekaman Apple, serta box set DP rekaman saturn yang mesti dibawa sebagai ‘pampasan’ krn dampak adanya MoU antara saya dan bang Dome.

Thanks bang Dome, sudah berbagi. Next time, the best Rush rekaman yess nya akan menjadi ‘bungong jaroe’ buat saya.
(e)

Korn “Greatest Hits” (Vol. I)

February 24, 2013

By: Hippienov

Selamat berakhir pekan untuk mas G dan rekan-rekan semua. Mohon maaf ulasan kali ini berbeda dari yang biasa. Biasanya ulasan tentang progclaro tapi kali ini tentang Korn, sebuah band aliran nu metal yang sampai sekarang masih aktif dan cukup terkenal di kalangan penggemar musik metal.

Sebenarnya aku tahu tentang eksistensi band ini pun dengan lagu-lagu mereka karena dulu sering video klip Korn tayang di tv, ditambah lagi dengan radio dan teman kantor (lama) ku dimana dapetnya.

Alasan aku beli kaset ini pastinya karena ada lagu Pink Floyd “another brick in the wall” yang dinyanyikan Korn khusus untuk kompilasi greatest hits mereka. Gak nyangka band metal yang relatif baru mau nyanyi lagu prog/art rock.
Yang lebih keren lagi, Korn sukses (menurutku) membawakan lagu ini dengan gaya metal mereka tanpa merombak total “fondasi” aslinya, bahkan solo gitarnya dibuat punya sound yang mirip aslinya. Perbedaan ada di suara kibor yang gak ada, rhythm guitar yang meraung gahar tipikal metal dan vokal yang jadi agak parau dan terasa nuansa “anger” nya. O ya, Korn juga tetap mempertahankan backing koor anak-anak seperti original PF. Lagu ini jadinya seru dibawakan dengan gaya metal ala Korn.

Lagu-lagu yang lainnya menarik pula untuk dìsimak dan dinikmati. Korn bukan band metal dengan vokal “muntah kolak” (istilah mas G,hehehe), suara Jonathan Davis sang vokalis jelas layaknya penyanyi umumnya meski agak parau dan sepertinya selalu bergaya orang penuh kemarahan/kekecewaan. Lirik lagu2nya pun jauh dari tema seram atau tema-tema “gelap” lainnya. Korn mungkin saja bisa disebut sebagai pioneer aliran nu metal yang muncul akibat kejenuhan banyak fans/pemusik metal terhadap gaya musik metal yang umum dikenal.

Enjoy your metal today,
hippienov

Riverside: Pink Floyd goes Metal?

February 23, 2013

Band Polandia yang menamakan dirinya Riverside ini bisa dikategorikan band dahzyat – versi saya. mengapa? Musiknya bener-bener menawan karena bisa menggabungkan gaya psikedelik ala Pink Floyd dengan gitaran ala David Gilmour namun dibalut dengan gaya nyanyi metal (clean vocal). Saya mengikuti band ini dari album pertama “Out of Myself” (2003) hingga terakhir Anno Domini High Definition (2009). Bisa saya simpulkan bahwa semua empat album yang saya dengarkan bener2 bagus sekali, apalagi Anno Domini High Definition …whoooaaa ..,muantaaabbzz!! Album terbaru mereka Shrine Of New Generation Slaves (2013) belum saya dengarkan. Namun review di ProgArchives bagus banget. So pasti lah ….band ini tak pernah menelorkan album jelek dan semuanya ngguweblak nggulung koming kalau kita nikmati musiknya. Siapa sih gak suka dengan ritme yang mendayu namun dibaluk hentakan drums dan raungan Floydian guitar …pasti dijamin termehek-mehek ….!

Gak percaya? Simak ajalah video konser mereka yang dimuat di youtube secara menyeluruh (full concert) dengan kualitas HD dan saya sungguh njungkel menikmati musiknya … Ini saya ngetik sambil konsernya jalan …

Monggo dicoba beberapa lagu …dijamin ngguweblak!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 152 other followers