The Jakarta Invasion

JRENG!

Suweneng rasanya begitu mendengar kabar pagi tadi bahwa acara hari ini bakal bebas sekitar jam 2 siang. Langsung dah pikiran melayang ke life-style di blog ini: memburu kaset jadul rombengan. Berdasarkan info dari Koh Herwinto saya mulai nanya2 orang dimana lokasinya. Akhirnya, siang tadi saya minta tolong supir proyek untuk mengantarkan saya ke Pasar Yaik Permai. Ternyata, pasar tersebut berusia lama dan menurut pak supir, lantai 2 dari pasar 2 tersebut disebut orang Semarang dengan julukan Pasar Maling karena barang2 yag dijual konon hasil nyopet dan njambret… ha ha ha ha … Saya ngakak saat pak supir ini ngomong ke saya. Semoga kaset rombeng yang saya beli bukan hasil dari menjarah. Tapi katanya itu dulu lho …sekarang sudah enggak ya kali…..

Mencapai lokasi Pasar Yaik sebenernya gak jauh dari segi jarak, namun tadi siang macet banget sekitar jam 3 siang. Heran, ternyata Semarang pun macet meski kota ini menyenangkan dan bersih. Tadi sempat menyusuri Banjir Kanal Barat keren banget sungainya, bersih. Singkat kata, akhirnya saya nyampe’ juga di lokasi. Ternyata lokasinya persis di seberang Hotel Metro dan bentuknya seperti ini:

Foto 1

Foto 1: Inilah salah satu sisi dari Pasar Yaik Permai. Sengaja saya foto sisi ini karena di atas ada plang tulisan “Toko CASSETTE” yang sudah lapuk termakan usia seperti rekaman Nirwana atau Perina namun terus kita lestarikan di blog gemblunk ini …..

Sesuai petunjuk dari pak supir dan keterangan dari Koh Win maka saya menyisir pertokoan yang mirip dengan Taman Puring di dalamnya namun lebih lengang. Setelah jalan sekitar 20 meter akhirnya ketemu sederetan lapak kaset. Wouw!!! Seneng banget lihat ada beberapa penjual kaset bekas berjejer. Memang sesuai dengan info Koh Win, di situ ada empat penjual kaset jadul. Saya sambangi semuanya. Di lapak pertama yang jualan agak tua. Gak banyak koleksi menarik di lapak ini. Namun karena bapaknya baik banget dan melyani dengan telaten, akhirnya saya ambil The Best of Shocking Blue Ā (Rp. 10 ribu) sama Dave Brubeck (Rp. 8.500,-).

Setelah itu saya bergeser ke lapak selanjutnya milik Ahmad. Nah di sini ngobrol lebih gayeng karena dia ngerti banget selera 70an sehingga langsung disodori dengan semua yang berbau 70an dan 80an. Semua yang saya liat kasetnya, dia cobain. Karena semua Billboard yang ia coba suaranya bagus dan beberapa minggu lalu beli rekaman Billboard kompilasi rock di Tampur rekamannya bagus, tiga kaset Lake saya embat semua; anggap aja menjelajahi band yang kondang dengan “Celebrate” nya itu dulu. Di sini saya ngobrol panjang lebar sama AHmad yang mengaku sudah lebih dari 20 tahun berjualan kaset. Menurutnya setiap hari selalu saja ada kolektor Semarang yang beli, tak pernah kosong. Kadang ada yang memborong banyak kaset sampai Rp. 2 juta segala (sayang saya lupa tanya siapa namanya; karena setelah pulang saya berpikir bahwa pasti ini mas Eddy yang dimaksud .. ha ha ha ha ha ha …). Di lapak Ahmad inilah saya beli paling banyak dan mendapatkan satu kompilasi Heavy Slow yang selama ini saya cari-cari karena lupa siapa yang membawakan, yaitu The Best of Heavy Slow 1 – 4. Saya mau ngakak pas liat kompilasi ini: kompilasi kok dikompilasikan lagi sebagai teh best. Jadi, lagu2nya pasti “cream of cream” … ha ha ha ha . Nanti saya bahas di bawah kaset tersebut.

Ahmad ini tahu aja siapa yang mau beli sehingga harganya ia patook Rp. 12.500 per kaset.

Foto 2

Foto 2: Inilah Ahmad dan lapak kasetnya. Di sebelah kiri adalah kaset Barat dan kanan adalah kaset Indonesia. Ahmad ini ramah seperti Ari di Tampur. Enak memang ngobrol sama dia meski jamannya beda karena dia lahir jauh sesudah saya … he he he he ….

Setelah ambil banyak dari Ahmad, saya bergeser lagi di sebelahnya. Namun karena koleksinya hanya kaset Indonesia, saya geser lagi ke lapak terakhir yang koleksi rock jadulnya juga minim. Namun lumayan, dari lapak ini saya dapat 2 kaset seharga 10 ribuan.

Setelah puas belanja di lapak Yaik Permai sebenarnya masih ada lagi lapak kaset bukas di Buba’an kata pak supir. Namun karena mobil saya suruh pergibiar saya leluasa ngorak kaset, maka saya urungkan ke Buba’an dan langsung naik angkot ke Hotel Ciputra.

Dan inilah hasil jarahan tersebut:

Foto 3

Foto 3

Kaset ini sangat nuansamatik bagi saya:

Foto 4

Foto 4

Saat melihat kaset ini, dengkul saya langsung lemes pas melihat lagu pertama di side A karena begitu nuansamatiknya lagu ini. Sebenernya ini lagu gak pernah ngetop dan dari segi komposisi juga tak istimewa banget. Namun, kenangan yang ditimbulkannya sungguh dahzyat. Lagu ini dulu saya suka karena sederhana dan mudah ditiru. Sehingga saat saya ngamen di Ponorogo tahun 1979, saya membawakan lagu ini lengkap dengan harmonikanya. Wah bener2 nuansamatik ini kaset …

Foto 5: Ini saya beli karena Pop Discotic nya yang nuansamatik

Foto 5: Ini saya beli karena Pop Discotic nya yang nuansamatik

Foto 6: Ini juga karena nuansamatiknya ...selain memang Shirley Basey itu menghiasi masa kecil saya....he he he ....  Desain kaset Nirana nya antik ya ... Saya suka sekali.

Foto 6: Ini juga karena nuansamatiknya …selain memang Shirley Basey itu menghiasi masa kecil saya….he he he …. Desain kaset Nirana nya antik ya … Saya suka sekali.

Problemnya sekarang, saya mau pasang dengan apa ya karena di hotel gak ada Tandberg …. Ha ha ha ha ha ha ….

Salam,

G

About these ads

43 Responses to “The Jakarta Invasion”

  1. khalil logomotif Says:

    Mangkanya mas Gatot…kalau mau invasi…ya dilengkapi alteleri yang kumplit mas…..thengkyu ya mas, sudah motoin heavi slownya….urutan lagunya mantap punya…mau menginvasi empetrinya dulu nih…

  2. Hendrik Worotikan Says:

    Ampuuunnn…ngiler liat kaset-kaset nya Mas G.

    Kaset ‘The Best of Heavy Slow 1-4′, kumpulan lagunya sangat istimewa dan nuansamatik kemlitik. hihihi.
    Salah satu yg sy suka adalah John Miles dgn lagunya No Hard Feelings.

    Salam.

  3. khalil logomotif Says:

    Mas Gatot…yg hevi slou yg lainnya dan slou rocknya di fotoin jg dong daftar lagunya…penasaran nih…

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Khalil, besok ya mas …di hotel wifinya lemah nih…tadi mau upload aja susah ….

      • Herwinto Says:

        Selamat ya mas G, udah njarah Semarang….lha gimana tak kasih info sekalian Salatiga piye masih nyandak gak waktunya?

      • Gatot Widayanto Says:

        Koh Win,

        Terima kasih atas “arahan”nya. Tanpa arahan Koh Win, mana bisa saya sampe ke pasar Yaik Permai nan nuansamatik. Sayang waktu saya terbatas alias injury time. Padahal ngobrol sama Ahmad sungguh menyenangkan. Dia putus sekolah gara2 keenakan jualan kaset yg sudah ia jalani 20 tahun. Luar biasa!

        Hari ini saya terbang ke Jakarta, insya Allah. Gak sempat ke Salatiga. Suwun banget. Suatu hari saya akan sambangi juga.

        Oh ya, apa ada info jalan akses (tol) keluar bandara apa sudah OK ya? Apa masih banjir?

        T kasih

  4. herman Says:

    Mas G nyata benar bedanya…ada Peony, Pop Discotic, Nirwana yang warna kuning – ijo…..seneng ngelihatnya…nuansamatik nan penuh kenangan….di Jawa timur Peony, Pop Discotic dan Nirwana dulu banyak beredar….track list Super Slow Selection ( Pop Discotic) mantab banget Mas….kalau mau ngamen lagi aku mau ikutan Mas, serius nih….selamat ..celebrate… don’t you wait…never hestitate…..celebrate , it’s celebration time….hahaha…

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Herman,

      Iya mas …memang misi saya mencari perekam2 aneh makanya ada Peony, PD dan juga Queen, padahal isinya sama dengan yg Aquarius: The best of Chicago. Ora penting, sing penting rekaman antik!

      Sebenernya naksir Suzi Quatro rekaman ISR. Tapi karena ISR ini dulu termasuk yg saya hindari dikarenakan rekaman jelek (kayaknya copy-an dari kaset lain) maka ya saya lewatkan. Padahal nafsu karena ada lagu favorin “Can the Can” ….

    • khalil logomotif Says:

      Mas Herman, ditunggu nih penampakan kalender nya…bulan februari udah deket nih..hehehe

  5. gt Says:

    Mas Gatot,mantap…

  6. Kristanto Says:

    Kaset Nazareth rekaman Lolita, yang album “Loud n’ Proud”, emang pantas di-praut-in mas, mantab, salah satu album jadul favorit saya. Nomor2 yg keren : “Go down fighting”, “This flight tonight” dan tentunya “Not faking it” yang nge-rock abizzz …

    • Gatot Widayanto Says:

      Betul mas Kris, kaset tsb saya ambil dengan alasan kuat: karena. Lolita dan karena album Nazareth yg nuansamatik dimana kaset saya dulu chrome dioxide. Saya udah pengen segera sampe rumah nyetel kaset2 ini ….

      Ini masih ngapucino di Kopi Luwak bandara Semarang ….

  7. Herwinto Says:

    Wah Om G pernah ngamen? woooaaaahhhhh saya yakin pasti mas G pernah ngamen pakai lagu WHILE MY GUITAR GENTLY WEEPS…

  8. eddy irawan Says:

    Mas G, terakhir kali saya ke Pasar Yaik kira2 14 bulan lalu, pedagang kaset yg pertama kali saya temui (karena letaknya di mulut gang) adalah seorang ibu. Trus masuk ke gang sempit ada empat pedagang kaset lainnya: 1 di sebelah kanan dan 3 sebelah kiri. Memang agak sedikit kurang asyik aroma di sekitar ‘gang kaset ini’, tp karena indra penciuman sdh terkalahkan sm indra penglihatan dan pendengaran, berlama2 di gang ini malah jadi lupa waktu.

    Saya penasaran dgn kaset yg paling kanan bawah yg rekaman ‘abc’ itu mas. Gimana kualitas suaranya? Beberapa kali saya jumpai kaset rekaman ini, gk jadi saya ambil krn kok spt njiplak rekaman AR ya…

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Eddy, sepertinya ini ABC merekam kaset rekaman AR. Rekamannya sih lumayan mas, gak terlalu bagus juga sih. Kayaknya ini selevel sama ISR dan Rover yang menggunakan kaset lain sebagai master…kayaknya ….

      • yuddi Says:

        mas Eddy & mas G, ABC adalah merk rekaman jaman kaset seribu tiga (Rp.1000 dapat 3 kaset) thn ’77-’79 . Kualitas pita, rekaman, casing seadanya sesuai harganya.

  9. Antyo R. Says:

    Buzet! Gara2 posting ini ingatan saya pun pulih. Dulu ada kaset Pop Discotic dan American Top 40 yg jingle-nya msh sy ingat sampe sekarang. Wah njenengan emang trop markotrop tenan! #menjura
    Di Johar dulu ada toko kaset yg oke, namanya Mini Cassetaria.

  10. apec Says:

    Saya sangat tertarik dengan rekaman Queen yg njiplak Yess ( juga ada rekaman Kiss, mirip dgn Yess juga), lalu juga The Best Heavy Slow, sudah kaset kompilasi, dibikin the best pula..ha..ha.. jadinya best of the best.
    Koh Win, lagu WHILE MY GUITAR GENTLY WEEPS juga pernah dibawakan gitaris Muda berbakat (saat itu, saiki yo wis lumayan tuwo) kalo gak Salah Vinnie Moore, dimana pada album kaset rilisan th 1988 ini saya mengentahui kiprah Keybordis Mahsyur saat ini, yaitu Jordan Rudess. Yap, Rudess ikut nggarap album si Vinnie Moore ini. Kalo sempat, akan saya postingkan kaset tersebut, skaligus kiprah awal Ron Thal, guitaris GnR sekarang.

  11. gt Says:

    Ada Satu tempat lagi di Jl Kedung Mundu Raya no 215 Semarang ( sebelah PAM Ledeng ),yg punya namanya Yoyok…ada situsnya,dan pata dilihat di http://www.kolektorkaset.com.

    • Kristanto Says:

      Suwun mas gt, kaset Aktuil-nya ngangeni banget … Begitu juga kaset2 dari majalah Top Chords, nuansamatik puwol …

  12. Entrek Says:

    Selamat sore semuanya terutama untuk pemilik blog ‘gemblung’ ini pak Gatot Widayanto, perkenalkan nama saya Iwan, sebetulnya sudah setaun lebih saya menyimak blog ini dan merasa darah saya selalu berdesir desir entah karena cemburu atau karena gairah musikal tiap kali membaca artikel2 disini. Sekaligus juga jadi gak berani komen apa apa, saya susdah ciut duluan melihat koleksi2 dan “jam terbang” penghuni blog ini, (walau akhirnya memberanikan diri) wong saya ini cuma pemula dan doyan Marillion thok hehehehe..semoga pak Gatot berkenan untuk menijinkan saya ikut komen2 alakadarnya disini, terimakasih sebelumnya. Salam.

    • Herwinto Says:

      Mas Entrek salam kenal juga mas…wah tuobz tenan mas kalau suka Marillion…ayo mas diungkapkan kebahagiannya ketika mutar band kesayangannya mas Entrekj ini…biar tambah gayeng…

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Entrek, Salam kenal! Suooori banget mas kalau postingan temen2 blog ini jadi intimidatif sehingga mas Entrek jadi gak berani komentar. Padahal saya tahu pasti bhw temen2 ini semuanya pada berbagi kebahagiaan aja kok mas. Jadi, gak ada maksud pamer koleksi atau band tertentu lebih hebat dari lainnya dan sebagainya … Oalah mas …wong hidup di dunia ini cumak sebentar kok …. Kita bersuka-ria aja di blog gemblunk ini …. Enjoy aja ….

      Jangankan hanya suka satu band aja, misalnya mas Entrek hanya suka satu lagu aja, misalnya “Emerald Lies” (lho? Kok Marillion juga contohnya?) ya gak masalah mas …. Monggo kalau mau bikin artikel biar kita ikut berdesir …..

      Selamat gabung, mas Entrek ….!!!

    • Herwinto Says:

      Mas Entrek biasanya (meskipun tidak selalu lho) orang suka Marillion itu karena pernah kenal Genesis ato YES dulu dimasa sebelumnya, yang kemudian kecewa karena baik Genesis maupun Yes telah keluar dari pakemnya karena memang masa itu dunia dilanda new wave…trus kok nemu Grup ini yang lahir memang di masa masa itu dan bermusik justru dengan pakemnya Genesis dan Yes….wah jadi terobati banget kala itu…apalagi kalau dengerin…So here i am once more..THENG!!!

  13. Entrek Says:

    Hwaduuuh…terimakasih yang tiada terhingga kepada pak Gatot khususnya dan kawan2 semua *sambil terisak isak* saking senengnya….untuk artikel wah saya masih jauh dari bisa bikin artikel sepertinya…boleh cerita sedikit kan? Awalnya saya juga suka koleksi kaset dan blusuk2an ke pasar loak sejak mulai kuliah di Bandung di pertengahan 1993, hingga kadang malah lebih suka nongkrong di cihapit dibanding harus hadir di ruang kuliah hehehehe…hingga tahun 1999 saat pasar loak mulai sepi dan lapak2 kaset bekas mulai naik pangkat (dan naik harga tentunya) dan pindah berjualan di ruko2, karena saya masih ingat sekali saat dapet Marillion Real to Reel produksi Yess di suatu lapak di Jl Dewi Sartika hanya dengan harga 5 ribu rupiah saja (taun 96 kalo gak salah). Saya pun pulang ke kosan dengan langkah yang ringan dan bagai tak menapak tanah, apalagi pas saat diputar di mini kompo p*lytron saya yang klasik itu, hwaduuuh…berkaca kaca mata saya pas denger intro Assassing mulai terdengar hingga akhirnya terkulai lemas terkubur kenikmatan tak terhingga saat Fish menutup Market Square Heroes dengan kata kata yang juga menutup komen saya kali ini ” I shall definitely return..!”

    • Antyo R. Says:

      Entrek: saya juga gak berani bikin artikel di sini. Minder :D

      mobile3

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Antyo, Tak ada keharusan bikin artikel ….cukup bercerita aja …. Hidup udah susah kok pake mikir ….ha ha ha ha … Proggin’ aja mas …..

        Ditunggu ceritanya mas ….!!!

    • Herwinto Says:

      Wooooooaaaahhhh mas Entrek luar biasa apresiasinya ketika menikmati Assassing…..memang Marillion di 4 album pertamanya bikin kita mencapai puncak orgasme menikmatinya….keseluruhan lagu di albumnya nunjek ulu hati….

    • Gatot Widayanto Says:

      KETULUSAN MEMATAHKAN INKOMPETENSI

      Begitu kira2 pendapat saya terhadap mas Entrek ini. Di awal tulisan secara tegas ia mengatakan ketidaksanggupannya menulis artikel. Namun ketulusannya dalam memaknai musik Marillion telah membawa pikirannya untuk bercerita apa adanya. Hasilnya apa? Sebuah artikel yang enak dibaca dan perlu. Untuk itu saya tak bermaksud meminta mas Entrek untuk menulis artikel, cukup bercerita saja tanpa beban dan lepas …. Wong blog gemblung aja kok pake mikir ! Apa kata duniaaaaaa???? He he he …..

      Ayo mas Entrek ….keep on telling story ….gak usah mikir artikel …. He he ….

      Cerita ttg Marillion selalu menarik ….

      Powered by Driji_JempolĀ®

  14. Entrek Says:

    mas Antyo R. hehehehe begitulah adanya….
    mas Herwinto betul itu :)

  15. cosmic_eargasm Says:

    met pagi mas GW dan semua temen2 penggila musik lawas..

    waah asik buanget baca ceritanya mas GW yg sampai skrng msh getol hunting kst2 jadul bin lawas.. top markotop pokoknya.

    Saya ckp penasaran sekali dg tracklist kst SUPER SLOW SELECTION (PD) & HEAVY SLOW 7(TOP’S dynamic).

    kalo mas GW ada wkt, sy minta tolong diapload tracklistnya yg mas.
    thanx banget.

    salam jadul!!!!

  16. andria Says:

    pak gatot, saya benar nggueblak pas baca ini :D . lha gimana tidak, saya sdh sering nginap di hotel metro tapi nggak pernah tahu kl di seberangnya ada yg jualan kaset bekas. mungkin saya trauma ke sana gara2 subuhan di masjid dekat situ pas mbalik sandal baru saya raib :D

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Andria, masak sih mas … Ini semua ya gara2 Koh Win yang kasih tahu … Hayo monggo diserbu aja … ha ha ha …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: