Archive for January 19th, 2013

The Jakarta Invasion

January 19, 2013

JRENG!

Suweneng rasanya begitu mendengar kabar pagi tadi bahwa acara hari ini bakal bebas sekitar jam 2 siang. Langsung dah pikiran melayang ke life-style di blog ini: memburu kaset jadul rombengan. Berdasarkan info dari Koh Herwinto saya mulai nanya2 orang dimana lokasinya. Akhirnya, siang tadi saya minta tolong supir proyek untuk mengantarkan saya ke Pasar Yaik Permai. Ternyata, pasar tersebut berusia lama dan menurut pak supir, lantai 2 dari pasar 2 tersebut disebut orang Semarang dengan julukan Pasar Maling karena barang2 yag dijual konon hasil nyopet dan njambret… ha ha ha ha … Saya ngakak saat pak supir ini ngomong ke saya. Semoga kaset rombeng yang saya beli bukan hasil dari menjarah. Tapi katanya itu dulu lho …sekarang sudah enggak ya kali…..

Mencapai lokasi Pasar Yaik sebenernya gak jauh dari segi jarak, namun tadi siang macet banget sekitar jam 3 siang. Heran, ternyata Semarang pun macet meski kota ini menyenangkan dan bersih. Tadi sempat menyusuri Banjir Kanal Barat keren banget sungainya, bersih. Singkat kata, akhirnya saya nyampe’ juga di lokasi. Ternyata lokasinya persis di seberang Hotel Metro dan bentuknya seperti ini:

Foto 1

Foto 1: Inilah salah satu sisi dari Pasar Yaik Permai. Sengaja saya foto sisi ini karena di atas ada plang tulisan “Toko CASSETTE” yang sudah lapuk termakan usia seperti rekaman Nirwana atau Perina namun terus kita lestarikan di blog gemblunk ini …..

Sesuai petunjuk dari pak supir dan keterangan dari Koh Win maka saya menyisir pertokoan yang mirip dengan Taman Puring di dalamnya namun lebih lengang. Setelah jalan sekitar 20 meter akhirnya ketemu sederetan lapak kaset. Wouw!!! Seneng banget lihat ada beberapa penjual kaset bekas berjejer. Memang sesuai dengan info Koh Win, di situ ada empat penjual kaset jadul. Saya sambangi semuanya. Di lapak pertama yang jualan agak tua. Gak banyak koleksi menarik di lapak ini. Namun karena bapaknya baik banget dan melyani dengan telaten, akhirnya saya ambil The Best of Shocking Blue  (Rp. 10 ribu) sama Dave Brubeck (Rp. 8.500,-).

Setelah itu saya bergeser ke lapak selanjutnya milik Ahmad. Nah di sini ngobrol lebih gayeng karena dia ngerti banget selera 70an sehingga langsung disodori dengan semua yang berbau 70an dan 80an. Semua yang saya liat kasetnya, dia cobain. Karena semua Billboard yang ia coba suaranya bagus dan beberapa minggu lalu beli rekaman Billboard kompilasi rock di Tampur rekamannya bagus, tiga kaset Lake saya embat semua; anggap aja menjelajahi band yang kondang dengan “Celebrate” nya itu dulu. Di sini saya ngobrol panjang lebar sama AHmad yang mengaku sudah lebih dari 20 tahun berjualan kaset. Menurutnya setiap hari selalu saja ada kolektor Semarang yang beli, tak pernah kosong. Kadang ada yang memborong banyak kaset sampai Rp. 2 juta segala (sayang saya lupa tanya siapa namanya; karena setelah pulang saya berpikir bahwa pasti ini mas Eddy yang dimaksud .. ha ha ha ha ha ha …). Di lapak Ahmad inilah saya beli paling banyak dan mendapatkan satu kompilasi Heavy Slow yang selama ini saya cari-cari karena lupa siapa yang membawakan, yaitu The Best of Heavy Slow 1 – 4. Saya mau ngakak pas liat kompilasi ini: kompilasi kok dikompilasikan lagi sebagai teh best. Jadi, lagu2nya pasti “cream of cream” … ha ha ha ha . Nanti saya bahas di bawah kaset tersebut.

Ahmad ini tahu aja siapa yang mau beli sehingga harganya ia patook Rp. 12.500 per kaset.

Foto 2

Foto 2: Inilah Ahmad dan lapak kasetnya. Di sebelah kiri adalah kaset Barat dan kanan adalah kaset Indonesia. Ahmad ini ramah seperti Ari di Tampur. Enak memang ngobrol sama dia meski jamannya beda karena dia lahir jauh sesudah saya … he he he he ….

Setelah ambil banyak dari Ahmad, saya bergeser lagi di sebelahnya. Namun karena koleksinya hanya kaset Indonesia, saya geser lagi ke lapak terakhir yang koleksi rock jadulnya juga minim. Namun lumayan, dari lapak ini saya dapat 2 kaset seharga 10 ribuan.

Setelah puas belanja di lapak Yaik Permai sebenarnya masih ada lagi lapak kaset bukas di Buba’an kata pak supir. Namun karena mobil saya suruh pergibiar saya leluasa ngorak kaset, maka saya urungkan ke Buba’an dan langsung naik angkot ke Hotel Ciputra.

Dan inilah hasil jarahan tersebut:

Foto 3

Foto 3

Kaset ini sangat nuansamatik bagi saya:

Foto 4

Foto 4

Saat melihat kaset ini, dengkul saya langsung lemes pas melihat lagu pertama di side A karena begitu nuansamatiknya lagu ini. Sebenernya ini lagu gak pernah ngetop dan dari segi komposisi juga tak istimewa banget. Namun, kenangan yang ditimbulkannya sungguh dahzyat. Lagu ini dulu saya suka karena sederhana dan mudah ditiru. Sehingga saat saya ngamen di Ponorogo tahun 1979, saya membawakan lagu ini lengkap dengan harmonikanya. Wah bener2 nuansamatik ini kaset …

Foto 5: Ini saya beli karena Pop Discotic nya yang nuansamatik

Foto 5: Ini saya beli karena Pop Discotic nya yang nuansamatik

Foto 6: Ini juga karena nuansamatiknya ...selain memang Shirley Basey itu menghiasi masa kecil saya....he he he ....  Desain kaset Nirana nya antik ya ... Saya suka sekali.

Foto 6: Ini juga karena nuansamatiknya …selain memang Shirley Basey itu menghiasi masa kecil saya….he he he …. Desain kaset Nirana nya antik ya … Saya suka sekali.

Problemnya sekarang, saya mau pasang dengan apa ya karena di hotel gak ada Tandberg …. Ha ha ha ha ha ha ….

Salam,

G


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 129 other followers