Archive for January 18th, 2013

Angel

January 18, 2013

By: Hendrik Worotikan

Apa yang terbayangkan kalau menyebut nama band Angel ?  Hampir dipastikan jawabannya beragam.
Ada yang ingat dengan 5 lelaki berambut panjang, berbusana serba putih kemilau, ingat ‘Tower’ salah satu lagunya, mantan istri siri raja dangdut Oma Irama (Ups…bukan itu maksudnya. kalau yg itu Angel Lelga. Hi hi hi), dan lain sebagainya.

Camera 360

Grup beraliran hard rock ini, memulai debutnya ditahun 1975, dengan formasi : Mickie Jones (bass), Frank DiMino (vokal), Punky Meadows (gitar), Barry Brandt (drum) dan Greg Giuffria (keyboard).

Nama Angel pun langsung melejit. Apalagi, mereka disokong oleh Neil Bogart, bos Casablanca Records, yang saat itu tengah berkibar dengan grup rock lainnya, KISS.
Perusahaan rekaman ini juga terkenal dengan sebutan ‘House of Disco’, lantaran ada ratu disco Donna Summer, juga grup The Village People, yang ngehitz dengan lagu Y.M.C.A, dll.

Tiga buah album Angel yang saya miliki, seperti : Angel s/t, Helluva Band dan White Hot, cukup memberikan gambaran pada saya akan musik mereka.

Camera 360

Camera 360

Rock yang menjadi dasar aliran Angel, terdengar sangat kental pada lagu ‘Rock & Roller’, ‘Sunday Morning’, ‘Broken Dreams’ (yang terinfluence musik Rush ?), atau komposisi heavy slow rock yang manis, disertai harmonisasi yang indah pada lagu ‘Mariner’ dan ‘Long Time’ yang ada pada debut album ‘Angel s/t’.

Merilis album keduanya ‘Helluva Band’, Angel semakin memperluas eksplorasi bermusiknya. Sebagai contoh, simaklah ‘The Fortune’, lagu yang berdurasi hampir 9 menit ini sangat terasa nuansa progressive rock.
Intro lagu diawali dengan instrument keyboard yg dimainkan dengan piawai oleh Greg Giuffria (Tapi yg suka ELP, bolehlah dibayangkan seolah olah Keith Emerson yg mainin tuts nya), yang membawa ke alam lain, seakan mengajak bermeditasi bagi yang mendengarnya, sehingga terciptalah sebuah simponi indah dan megah.
Apalagi diimbangi vokal Frank yang tipis dan melengking tinggi, maka sempurnalah sudah ‘The Fortune’ menjadi lagu yang sangat luar biasa.

‘Feeling Right’ yang bertempo cepat dan sangat energik, seolah ingin menunjukkan kepiawaian mereka memainkan instrument gitar dan keyboard.
Karena dua alat musik itulah yang paling menonjol, saling kejar mengejar, ibarat tengah menyaksikan lomba balap sepeda on road. (Hanya perumpamaan ya…karena yg punya blog gemblunk ini sukanya naik sepeda.hihihi).

Setelah bersama menggarap tiga album, pada album keempat ‘White Hot’ (1976), terjadi pergantian formasi. Felix Robinson masuk menggantikan Mickie yang hengkang.
Tidak ada kejutan yang berarti dalam pergantian ini. Kualitas musiknya pun malah cenderung biasa-biasa saja. Unsur progrock yang terdengar pada album-album sebelumnya hilang nyaris tak tersisa.

Walaupun biasa-biasa saja, beberapa lagu boleh lah menjadi catatan tersendiri, antara lain ‘The Winter Song’, lagu dengan tempo sedang, easy listening, serta memiliki harmonisasi yang indah.
Masih dengan keindahan, ‘Flying With Broken Wings (Without You) dapat pula dimasukkan dalam kategori ini.
Bertolak belakang dengan kedua lagu diatas, ‘Ain’t Gonna Eat’ memberikan musik yang rancak dengan intro gitar yang garang, energik dan hingar bingar. Begitupun pada lagu ‘You Could Lose Me’.

Angel telah memberikan warna dalam meramu musiknya.
Walaupun tidak bisa dipungkiri ada beberapa kemiripan pada penggalan-penggalan musiknya dengan grup musik yang telah malang melintang sebelumnya di jagat musik dunia.

Terserah…like or dislike !

Tks Mas G yang baik
Salam hangat

Hendrik Worotikan


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 151 other followers