Archive for January 12th, 2013

Billy Cobham “Warning” by PrivCol

January 12, 2013

Malam ini kaset Billy Cobham “Warning” sudah boleh naik derjat setelah mengalami proses detoksifikasi sehingga boleh diputer di perangkat bergengsi TANDBERG TCD 440 A. Kualitas suara yang dihasilkan sungguh dahzyat dan jelas lebih bagus dari suara CD yang biasanya kering. Setiap nyetel di perangkat ini saya selalu menggunakan posisi flat atau zero gain dimana bass dan treble di amplifier diset ke “0″ (nol).

Suaranya bener2 ngguweblak man! Dahzyaaaaat !!! Besok pagi akan dicoba lagi dengan volume dua kali lipat. Mantab!!!

Tambahan album Billy Cobham dari mas Eddy Irawan:

Beruntung bs dpt BC album spectrum versi lisensi import US dan produk lokal imperium

Bagaimana kalau dua kaset ini juga diputar di TCD 440 A?

IMG-20130113-01394

 

 

IMG-20130113-01396

 

 

 

In Memoriam Dewa Sitar: Ravi Shankar

January 12, 2013

By: DR Arief Apec Bakhtiar

Selamat malam para Fellowships of The Blog,
lama gak ikut posting, kali ini saya coba kita sedikit ber-Obituari dengan Dewa Sitar, Ravi Shankar. Ya, Shankar meninggal tepat satu hari sebelum dunia dinyatakan kiamat oleh bangsa Maya, yaitu tgl 11 Desember 2012 kemarin dalam usia yg cukup tua, yakni 92 tahun akibat gangguan pernapasan..( ya memang ya,kalo sampai lupa bernapas, pasti kita akan meninggal,ha..ha..). Shankar membuka mata dunia barat akan indahnya musik dari Timur dan disebut-sebut banyak mempengaruhi gaya Psichedelic di dunia luar, padahal dia sendiri sempat kecewa dgn gaya Flower Generation, apalagi saat dia ikut Woodstock, melihat gaya permainan Jimi Hendrik yg sampai beraksi membakar gitar. menurut Shankar, alat musik adalah sama seperti bagian dari ciptaan Tuhan, sehingga tdk layak untuk dibanting dan dibakar diatas panggung. Permainan Shankar bahkan menarik minat George harrison untuk belajar padanya. Anak Shankar pun juga berprofesi musisi yg diakui dunia, yaitu Norah Jones dan Anouskha Shankar yg juga sebagai pemain sitar dunia.
Nah, dalam dunia gemblunk kita, sangat sulit menemui album-album Shankar versi kaset. beberapa yg sempat saya temui adalah Ragas, Homeage to Mahatma Gandhi,Live at Woodstok (kaset bule), dan Shankar Family versi Yess ( benarkah ini album Ravi shankar?? soalnya tdk terdapat nama musisi dalam sleeve-nya). Selain itu, tentu saja terdapat album Shakti bersama John McLaughlin yg banyak beredar versi Yess-nya.
mendengarkan musik yg dimainkan Ravi Shankar, pikiran jadi ikut melayang karena terbawa hawa meditasi…. gak percaya?? Coba anda nikmati di Album ragas, yang hanya berisi 4 lagu panjang..
Selamat menikmati dan Jika menemukan kasetnya di lapak langganan njenengan semua,jangan ragu untuk menyambernya, kalo perlu dirampas, ha..ha…

It’s a New Life Style

January 12, 2013

Sudah cukup lama tak menggunakan kaset buat menemani perjalanan dengan mobil dan belakangan ini saya menjadi terbiasa dan menjadi kebutuhan. Rasanya nuansamatik banget nyetir sambil menikmati musik dari sumber kaset bukan CD atau MP3 atau FM radio. Sebuah gaya hidup baru yang sebenarnya sama dengan dulu. Bedanya, jaman dulu belum tahu bahwa ke depannya bakar ada CD atau MP3. Kalau sekarang kembali ke kaset, padahal tahu ada CD, bukankah itu satu hal yang muskil?

Yo ben!

IMG-20130112-03690

Hasil Ngeloak di TokoBagus dan Jl. Surabaya

January 12, 2013

By: Hippienov

“Kegemaranku untuk maen ke loakan kaset dan sekalian beli sudah masuk ke level mengkhawatirkan karena frekuensi dan intensitas penyaluran hobby yang satu ini cenderung meningkat akhir-akhir ini. Tapi gak apa-apa karena baru mengkhawatirkan, belum memprihatinkan>gawat>out of control>edge of sanity dan losing sanity di tingkat terakhir. Masih belum Red Alert kata Rush,hehehe..” Apa kabar mas G dan rekan-rekan semua? Berikut aku coba cerita sedikit tentang hasil ngeloak ku beberapa hari lalu. Semoga menghibur dan berkenan ya (PS. sambil ngetik sembari ditemani the best of Kayak rilisan Aquarius, sekarang lagi lagu bury the world dan akan lanjut ke may).

1. TokoBagus.com
Dengan nafsu akan kaset loak yang makin meningkat maka segala cara ditempuh including browsing di inet. Beberapa hari lalu gak sengaja aku bertemu iklan di TokoBagus akan menjual banyak koleksi kaset jadul lengkap dengan harga dan label rekamannya. Karena memang gak niat mencari Yess maka sasaran kualihkan pada Aquarius dan Saturn/Team. Setelah screening sampai nyaris jereng akhirnya aku kecantol pada Genesis-seconds out (aquarius lama), rick wakeman-rhapsodies (perina) dan rick wakeman-live at hammersmith (import australia). Mulailah aku dan sang kolektor bertukar sms sampai pada satu saat terbuka kalau sang kolektor yang bernama mas Ahmad dan tinggal di Jakarta ternyata suka mampir ke blog gemblunk ini dan sering membaca tret dan komen yang ada tapi belum pede untuk kirim ulasan. Aku salu pada mas Ahmad karena kolektor kaset kelas kakap seperti juga mas G, mas Eddy dan rekan-rekan seniorku lainnya. Koleksi Queen nya saja menurut beliau lebih dari 100
kaset! Terdiri dari berbagai label rekaman dan beliau juga gemar mengkoleksi kaset album berseri seperti Led Zep Rocklinenya Team. Saat iseng-iseng aku tanya berapa mau dijual? Dengan cepat beliau bilang “not for sale, collector’s item..” Gagal deh impianku dapetin Zep seri rockline. Coba ke bang David aja nanti tapi dia mahal rek, 35ribu per kepingnya!
O ya, mas Ahmad ini juga sudah punya 1 kamar khusus untuk menyimpan koleksi kaset-kasetnya dan katanya lagi tahap nego dengan istri untuk bisa mengalihfungsikan 1 kamar lain untuk tambahan “perpus” musiknya, uedyan tenan.. Mas Eddy, kapan menyusul dengan rumah kaset panjenengan?hehehe…
Soal kualitas kaset yang aku beli dari mas Ahmad, jangan diragukan lagi, masih mulus, kinclong dan gak ada yang mendem. Semua terawat apik. Monggo rekan-rekan yang tertarik bisa menghubungi mas Ahmad di 08158856857 (maaf mas no hape nya aku bocorkan demi kejayaan kaset loak,hehehe)

2. Jl. Surabaya.
Selepas nyari barang untuk kebutuhan kantor di pasar kenari jumat kemarin, aku iseng mampir ke loakan jalan surabaya. Gak ada niatan khusus apalagi nyari Yess yang agak susah nemuin disini. Parkir motor dekat satu kios aku liat kaset Michael Franks “jazz vocal” dari Aquarius lama dan gara-gara kaset ini akhirnya akt jadi kepincut nyari kaset MF yang lain. Sayang aku gak kenal siapa nama sang punya jadi aku sebut saja Kios 1 ya. Di kios 1 aku ketemu kaset jadul Indonesia seperti Barong Band, God Bless-cermin, Giant Step-mark 1, Superkid, S.A.S, Rollies, Koes Plus, etc. Harga yang ditawarkan tinggi: 50ribu tapi bisa nego. Herannya, sampul depan kaset-kaset itu masih relatif bagus seperti hasil reprint tapi kaset dan pitany sudah kotor. Tertarik ambil God Bless tadinya tapi setelah dengar opening bit nya aku langsung ciut ngeri,hehehe.. Di kios 1 aku beli Michael Franks-jazz vocal.

Jalan ke kios berikutnya (kios 2) aku gak menemukan kaset tapi ph dan alat pemutar ph yang banyak dan surprise banget aku ketemu bang Dodi detos di kios ini lagi ngobrol soal servis pemutar ph. Menurutnya sang punya kios ini jawara servis/custom casing pemutar ph.

Next to the 3rd kiosk, koleksi kasetnya nyarir tidak ad tapi ada lumayan ph dan malah aku ditawari alatnya senilai 1,2jt. Karena aku gak paham soal alat ini dan gak niat beli akupun pamit.

Lanjut ke kios 4. Ada banyak kaset disini dan entah kenapa si bapak langsung menyodorkan kaset the complete story of the beatles 10 rekaman team cover hitam sekaligus rekaman billboard rolling stones konser mereka tahun 82 yang kondisinya lusuh. Mungkin karena tampang dan rambutku mirip John Lennon ya jadi si bapak nawarin kaset beatles?hahahahaha…
Untuk menghargai tawarannya aku tanya berapa kaset beatles nya dan betapa kagetnya aku saat dijawab 75ribu! Aku sampai tanya 2 kali lagi dan tetap sama jawabnya 75ribu. Langsung aku taruh lagi dan cabut.

Kios berikutnya aku ketemu kaset rockline yang ditaruh dalam kantung khusus. Kebanyakan rock 80an tapi terselip Saga dan Triumph.Wah ngiler nich tapi trauma dengan si bapak 75ribu tadi aku cuma tanya “rockline nya paketan ya?” dan si abang berambut gondrong mengiyakan.

Hari makin sore, tak terasa aku harus balik kantor absent dulu sebelum pulang.. Saat balik ke motor aku mampir ke kios terakhir dan disini aku ketemu lagi-lagi Michael Franks-the art of tea (lisensi), Michael Franks+Crossfire-live (saturn)..sayangnya kaset ini ternyata pernah putus pita di tengah jadi agak kecewa deh..
Terakhir aku ambil Paul McCartney-tug of war (aquarius) untuk adikku.

Then off I went away…masih ada kaset MF-passion fruit yang gak sempat kebawa, well maybe next visit that I don’t know when karena ini adalah kunjungan pertama setelah terakhir kira-kira tahun 2006 lalu, aku beli cd Frijid Pink waktu itu.

Walah..jadi ngelantur aku..mas G dan rekan-rekan mohon dimaafkan jika kepanjangan. Mas G monggo diedit dijadikan single version jika terlalu panjang.

This story is dedicated to Mas Ahmad and all people at Jl. Surabaya..
hippienov

Yes by Yess

January 12, 2013

Cuman mau ngecek aja apa ini sudah Yes complete story by Yess ya? Mohon pencerahannya …

Yes by Yess

Yes by Yess

 

Hasil Jarahan 11.01.13

January 12, 2013

Kemarin sore mampir Ari Tampur untuk menengok sekali lagi koleksi lapaknya yang beberapa hari lalu saya kunjungi saat injury time ketika beberapa menit kemudian dia harus tutup. Sebenernya banyak yang menarik tapi akhirnya cukup mengambil enam belas kaset nuansamatik saja:

Foto 1

Foto 1

Foto 2

Foto 2

Foto 3

Foto 3

Foto 4

Foto 4

Sampai dengan pagi ini yang sudah saya dengarkan adalah: Ekseption “Mindmirror” yang rekaman antik Perina Aquarius hitam putih, Blues 6 dari Aquarius (yang ada foto Sting), Stanley Clarke dan Genesis “Duke”…..

Alasan membeli kaset-kaset tersebut sangat bervariasi dari satu ke lainnya:

  • Untuk Braclay James Harvest, bukan karena saya fans berat meski beberapa lagunya saya suka dan musiknya kadang pas menemani malam hri. Tapi alasan utamanya karena dua kaset ini dan kaset satunya lagi yang saya beli sebelumnya adalah kaset lisensi impor dan desainnya gak seperti kaset biasanya – unik sekali, sehingga sayang dilewatkan. Saya sudah setel yang Live Tapes dari jarahan sebelumnya, rekaman dan kualitas pitanya OK banget, stabil.
  • Kalau yang rekaman Lolita bukan karena artisnya namun karena Lolita nya itu yang unik banget. Saya sudah koleksi beberapa kaset Lolita. Suatu saat akan saya bahas bersama.
  • Dua kaset Blues saya beli karena lagu-lagunya relatif bukan murahan (yang jelas kagak ada I Got The Blues nya Rolling Stones yang udah mblader itu), dan tak satupun saya kenal. Musik blues bener2 nuansamatik. Kaset blues sempat raib di pasaran dan sekali ada harganya luar biasa. Koh Win pernah cerita katanya kakaknya di Tampur ditawari kaset blues seharga Rp. 100 ribu. Opo tumon?
  • Genesis “Duke” saya beli karena rekamannya biasanya OK kalau dari PrivCol, apalagi desainnya sederhana banget. Rekamannya bagus.
  • Journey nya adalah bukan yang prog, alias era nya Perry. Sebenernya saya gak suka Journey. Tapi karena hype-nya luar biasa buat konser mereka nanti di Spore bulan Maret, maka saya beli aja “nggo nduwen nduwen wae” …
  • Ekseption da Jethro Tull jelas saya beli karena rekamannya antik pol. Minstrel In The Gallery saya jaman SMA di Madiun ya yang versi ini. Aduh biyung inget jaman SMA mau ulangan Kimia malem hari nyetel “Baker St. Muse” yang melayang melambung itu sambil baca catetan “rumus ekivalensi” dan menghafal “tabel periodik” rasanya nusuk sukma nunjek qolbu pol! Lha sekarang yang hafal malah urutan album2 prog dari yes, Genesis, Pink Floyd ketimbang apal Tabel Periodik. Lagian udah kayak urang gila aja, tabel kok dihafal?! Huopo tumooonnn???
  • Stanley Clarke dan Billy Cobham dibeli karena rekamannya pasti keren; juga desain kasetnya elegan banget!
  • Tiga rekaman Saturn: Best of JT, Tomita dan Ponty dibeli karena rekaman Saturn memang keren desainnya. Namun, saya belum punya Ponty dan Isao Tomita. Jadi ya, why not lah?

Memang kita ini termasuk manusia aneh ya … wong CD-CD nya sudah punya kok ya yang dicari barang rombengan dari kardus-kardus butut. Apakah kita ini “living in the past’? Ah …saya rasa tidak, kita hanya ingin melestarikan format musik yang dulu membuat kita “tercerahkan” sehingga hidup menjadi sumringah dan silaturahim terbangun diantara kita. Tuooobzz!!!

Selain kaset yang saya jarah, berikut ini foto kaset2 yang tersedia di lapak Ari Tampur:

Foto 5: ada yang minat?

Foto 5: ada yang minat?

Foto 6: Duh pengen ambil Procol Harumnya karena antik. LZ inilah yang dulu saya puter tiap hari sambil ngepel di rumah Madiun. In My Time of Dying muantabzzz!!!

Foto 6: Duh pengen ambil Procol Harumnya karena antik. LZ inilah yang dulu saya puter tiap hari sambil ngepel di rumah Madiun. In My Time of Dying muantabzzz!!!

Salam jadul kumadul!

G


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 141 other followers