Archive for January 8th, 2013

Metallica “Kill ‘Em All” by Team Rockline

January 8, 2013

By: Hippienov

Halo Mas G dan rekan-rekan semua, mohon ijin untuk kembali nyumbang cerita ringan di blog, kiranya berkenan dan bisa meramaikan suasana blog yang makin hangat gara-gara goodie bag kaset lawas nya Pak Gatot, koleksi Genesis Saturn/Team nya Mas Eddy, jarahan kaset nya Mas G, kaset Genesis dijejer punya Mas Herman, Kiss lagi nya mas Rizki dan masih banyak lainnya.
DSC01561
DSC01562
Kali ini agak nyeleneh dari pakem blog yang progclaro, ulasan singkatku tentang album ‘kill ‘em all” dari Metallica. Sama-sama rekaman Team tapi yang ini thrash/speed metal bukan prog.
Album ini adalah debut Metallica yang saat itu beranggotakan:
Lars Ulrich : drums
Kirk Hammet : lead guitar
Cliff Burton : bass
James Hetfield : rhythm guitar
Sebelum formasi ini gitaris diisi oleh Dave Mustaine dan Ron McGovney pada bass. Ron lebih dahulu hengkang disusul Dave Mustaine yang beda pendapat dengan Ulrich dan Hetfield. Out Ron-in Burton and out Mustaine-in Hammet, Mustaine kemudian membentuk band metal tandingan yang akan sama-sama besar namanya, Megadeth.
Pada album “kill ‘em all” hampir semua lagu mencantumkan Mustaine sebagai co-written, hebatnya Mustaine gak komplain soal ini. Begitu pula di album kedua “ride the lightning”. Baru di “master of puppets” lagu ciptaan Mustaine gak ada lagi.
Mustaine pun melakukan hal yang mirip, lagu “mechanix” di debut album Megadeth “killing is my business and business is good” punya ritme yang relatif sama dengan salah satu lagu Metallica di “kill ‘em all”.
Album “kill ‘em all’ merupakan salah satu dari empat album hebat Metallica (menurutku), tiga lainnya adalah “Ride The Lightning  – Master Of Puppets – …And Justice For All”. Dari empat album ini,  hanya tiga album bassist Cliff Burton bermain untuk Metallica, di justice posisi Burton sudah digantikan Jason Newsted. Ciri khas Burton yang unik adalah di tiap album dia selalu menyumbang satu komposisi instrumental yang dahsyat. Di kill ‘em all ada “anesthesia (pulling teeth)”, di ride the lightning ada “the call of ktulu” dan master of puppets dengan “orion”. “to live is to die” di album …and justice for all juga masih di co-written oleh Burton.
Saat mereka sedang world tour, Burton mengalami kecelakaan dan meninggal. Posisinya digantikan Jason Newsted pada album “…And Justice For All”. Di album “justice” sound Metallica mulai berubah lebih rumit dan cenderung jadi prog-metal dan terus berevolusi pada album-album berikutnya sampai akhirnya mereka kembali ke roots dengan album “Death Magnetic”.
Jason Newsted sekarang digantikan oleh Robert Trujillo yang dulu adalah bassist Suicidal Tendencies, dan setelah hengkang dari Metallica Jason kemudian untuk beberapa lama gabung dengan band thrash asal Canada: Voivod.
Semua lagu di album kill ‘em all sungguh bisa bikin adrenalinku memuncak dan terus memuncak. Seolah ingin mengatakan seperti apa album ini, Metallica dalam lagu whiplash berkata :
“…adrenalin starts to flow, we’re thrashing all around… acting like a maniac, whiplash!”
Lagu-lagu lain yang aku suka dari album ini adalah: phantom lord, jump in the fire, seek and destroy, metal militia, whiplash, hit the lights.
Di kaset rekaman Team ada tambahan dua lagu dari album ride the lightning yaitu escape dan fight fire with fire, wow makin asik d…
Bener-bener sueneng bisa dapet kaset Metallica rekaman “jaman normal” seperti kata mas G. Aku jadi penasaran nyari labum-album mereka lainnya dari rekaman Team atau label jadul lainnya (asal jangan license ya). Bro Apec, apa sampeyan sudi menghibahkan kaset Metallica rekaman jadulnya untuk aku? hahahaha…

Mengawali Hari dengan Deep Purple “Perfect Strangers”

January 8, 2013

By: Herwinto

IMG0512A

 

Selamat siang Om G…..Wah tadi pagi di kantor saya mengawali aktifitas dengan ngerock….kebetulan di kantor saya punya ruangan yang saya pakai sendiri, sebuah ruangan dengan salah satu fasilitasnya tape mini compo, bukan Tandberg tentunya ha ha ha….abis sholat dhuha 4 rekaat langsung pasang kaset deep purple rekaman AR judulnya COME BACK TO ’85..langsung dibuka dengan lagu nan top markotop Perfect Strangers…volume super kenceng…jreng!! wah kemrincing sekali suaranya… prima! Lagu ini cukup garang, tegas beatnya, tetapi dibalut harmoni yang sangat indah…jan Ritchie Blackmore dan John Lord memang piawai mengaransemen lagu..disambung dengan Knocking at your back door yang juga ciamik…wah pagi yang dingin langsung jadi hangat dengan tempo beat yang kencang khas deep purple apalagi kopinya kapulaga jan nikmaaat…lagu yang saya sukai juga ada yaitu A gypsy’s kiss woooaaaah mantaaap disini terjadi duel gitar dan keyboard khas deep purple macam di lagu Burn…saling kejar antar melody gitar yang njlimet dengan liukan keyboard yang lincah….walah walah aku dadi lali nyambut gawe…dan album kaset ini ditutup dengan lagu super guendheng Wasted Sunsets yang cukup kondang di Indonesia, sayatan gitar Blackmore disini kayak punya nyawa kayak sedang bertutur…wooaaah nangis gero gero aku…nglanguuuut banget…Kaset ini side B nya disisipi Deep Purple Live In London ada 4 lagu disini yaitu Burn,Might just take your life, Lay down stay down dan Mistreated….suwun Om G….

 

Referensi Musik

January 8, 2013

By: Yuddi Kustiadi

Adalah sangat sulit mencari referensi  ttg grup-grup musik  akhir ‘60an -‘70an terutama utk referensi album2  lama (back catalog) grup yg  macam kaset2 terbitan Yess. Yang biasa dipakai adalah bertanya ke teman (kalau ada yg satu aliran) , buka majalah musik lama (utamanya Aktuil) atau terpaksa sediakan cukup waktu utk coba dengar di toko kaset  (dgn  sedikit tebal muka).

Pd tahun ’85 terbukalah semua informasi ini dengan dibukanya perpustakaan USIS  yg dikelola kedubes AS di ged. Metropolitan II jl. Sudirman Jakarta. Yg sungguh2 bermanfaat dan membuka  informasi yg selama ini dicari-cari  adalah adanya ensiklopedi  ttg musik  terbitan  Rolling Stone edisi.1  (edisi.2 nya sempat di jual di Jakarta)  dan ada satu ensiklopedi  lagi yg  sangat lengkap  (dari Beatles, Rolling  Stones sampai  Gentle Giant, Van Den Graff Generator) berisi riwayat  per artis/ per grup, personal yg terlibat album per album,  album solo yg terbit dan rating album2nya.  Sayang buku tsb tdk bisa dipinjam jadi terpaksa foto-kopi  halaman  grup-grup yg menarik saja.

Dengan informasi detail ini jika ke toko kaset  sudah menguasai benar informasi album2  lama yg kita cari (biasanya terbitan Yess atau Monalisa) , dan bisa sedikit ‘nerocos  sok teu’  jika kebetulan di toko bertemu manusia yg satu genus. Sayang informasi  ini hanya bermanfaat sekali sampai dengan pertengahan ’89.

Berikut adalah contoh kopian halaman mengenai Jethro Tull :

Yuddi 1

 

Yuddi 2

Demikian mas G dan kawan2 kisah mengenai  salah satu referensi yg saya gunakan sebelum nongolnya internet.

Terima kasih.

Welcome Gift ProgRing #8

January 8, 2013

Pagi ini saya dapat email dari pak Gatot Triyono tentang welcome gift untuk Prog Ring yang akan datang:

Wah ...saya naksir Budgie dan El Chicano nya nih pak Gatot .... Nuansamatik pol!!!

Wah …saya naksir Budgie dan El Chicano nya nih pak Gatot …. Nuansamatik pol!!!

 

Tanggal 10 Januari 2013 mendapat email lagi dari Pak Gatot Triyono:

Mas Gatot,jika diperkenankan,sy akan memberikan welcome gift tambahan, untuk Progring bulan depan… CD Superkid album ” Dezember Break “,tapi lagi-lagi jumlahnya terbatas.

Hayo siapa berminat? Makin seru aja nih ProgRing #8

Hayo siapa berminat? Makin seru aja nih ProgRing #8

 

 

Genesis Series by Saturn / Team

January 8, 2013

By: Eddy Irawan

Pagi mas G,

Seru juga sy ngeliat perbandingan album Genesis versi Yess sama Saturn/Team.

Utk menambah hangat suasana, berikut saya kirim foto Genesis versi Saturn/Team.

DSC_0029 R

KISS Lagi

January 8, 2013

By: Rizki Hasan

Kiss Rizki

Sekedar tambahan buat artikel Mas Hippie tentang KISS.

Saya ternyata belum sepenuhnya pensiun dari status penggemar KISS karena ternyata masih memiliki beberapa albumnya (PH dan CD) serta satu poster yang sudah berusia 30 tahun.

Tahun 1979 adalah pertama kali saya mengenal band ini, dimulai dengan ketertarikan pada design logonya yang sangat memikat.  Karena penasaran, saya mencoba mencari lebih detail mengenai musiknya.  Berhubung pada waktu itu belum ada internet, maka beberapa sumber informasi yang saya gunakan antara lain mencari dan mendengarkan langsung di toko kaset Duta Suara, membaca majalah musik luar negeri serta menonton video acara musik di luar negeri yang saya peroleh dari saudara ataupun teman-teman.

Ketika mendengarkan pertama kali, saya merasa musiknya sangat cocok dengan selera pada saat itu – hard rock dicampur dengan rock ballad dan pop rock.  Seperti Mas Gatot, yang saya suka adalah lagu Detroit Rock City dan Beth dari album “Destroyer”, ditambah beberapa lagu seperti Love Gun dan Shock Me dari album “Love Gun”), I Want You dan Hard Luck Woman dari album “Rock and Roll Over”, serta Sure Know Something dari album “Dynasty”.

Selain musiknya, beberapa alasan saya menyukai band ini antara lain, pertama karena penampilan yang unik yaitu memakai topeng make-up. Setahu saya, selain Alice Cooper, belum pernah saya lihat band dengan topeng make-up seperti KISS. Saking kagumnya atas penampilan yang unik ini, topeng Gene Simmon pernah saya jadikan sebagai prakarya disekolah.  Kedua, saya mencoba untuk membuat/menjaga keseimbangan diantara teman-teman dimana hampir seluruh teman-teman pada masa itu (akhir 70an/awal 80an) dihinggapi “Queen mania”.  Ketiga, attraksi panggung yang menarik dan mirip seperti pertunjukan teater.  Saya beruntung sekali mendapat kesempatan menonton pertunjukan KISS (masih memakai topeng make-up) di tahun 1983 ketika band tersebut tur  mempromosikan album “Creature of the Night” (dengan Vinnie Vincent sebagai gitaris pengganti Ace Frehley dan Eric Carr sebagai drummer yang baru). Secara detail saya sudah lupa, yang teringat hanya:

1)   Konser dilakukan di tempat seperti Jakarta Convention Hall (bukan distadium seperti group rock lainnya).

2)   Banyak penonton yang memakai topeng make-up ala KISS.

3)   Saya duduk dibarisan depan sebelah kanan tidak terlalu jauh dari speaker panggung (sehingga bisa melihat mereka dengan jelas namun anda bisa bayangkan bagaimana rasanya duduk dekat speaker untuk pertunjukan hard rock).

4)   Panggung drummer Eric Carr dibuat secara khusus menyerupai panser yang pada saat dia bersolo bisa bergerak dan mengeluarkan berbagai macam efek seperti tembakan dan ledakan asap.

Koleksi saya dahulu tergolong lengkap dari album keempat “Destroyer” hingga album kesepuluh “Creature of the Night”, termasuk memiliki solo album dari masing-masing anggota band. Kini yang masih ada di saya hanya beberapa saja, sesuai gambar dibawah:

Gambar 1: Koleksi PH dan CD diatas poster KISS.

Gambar 1: Koleksi PH dan CD diatas poster KISS.

Gambar 2: 30 years old poster of KISS

Gambar 2: 30 years old poster of KISS

Gambar 3: Gambar attraksi panggung dari double album KISS Alive 2

Gambar 3: Gambar attraksi panggung dari double album KISS Alive 2

Komentar saya terhadap koleksi album yang tersisa tersebut:

“Destroyer” – menurut saya merupakan album yang terbaik karena berisikan lagu rock klasik, Detroit Rock City dan Beth.  Design cover albumnya juga menarik.

“KISS Alive 2” – Album live dengan mayoritas lagu dari album   “Destroyer”, “Rock and Roll Over” dan “Love Gun” ditambah dengan lima lagu baru yang direkam di studio.  Didalamnya juga terdapat hadiah buku “The Evolution of KISS” (sayang sudah tidak ada lagi).

“Dynasty” – berisikan juga lagu-lagu favorit yang cenderung mulai pop rock seperti Sure Know Something, Save Your Love, Magic Touch, Dirty Livin’ dan hit I Was Made For Loving You.

“Unmasked” – Tidak ada yang spesial dari album ini karena musiknya sudah benar-benar berubah ke arah pop rock. Saya masih menyimpannya terutama karena karena cover albumnya yang unik yaitu berupa gambar cerita kartun.

“The Elder” –  Sama dengan diatas, tidak ada yang spesial kecuali covernya yang menarik dan tiga lagu: World Without Heroes, Dark Light (karena permainan solo gitar Ace Frehley) dan Escape from the Island (instrumental).

Solo album “Ace Frehley” – Saya suka album ini karena baru kali ini para penggemar KISS mendengarkan talenta Ace secara lebih banyak, mengarang hampir seluruh lagu, bermain gitar dan bass serta bernyanyi.  Album ini didukung dengan musisi sessi top, yaitu Anton Fig pada drums dan Will Lee pada bass. Menurut bebagai media, album ini merupakan solo album yang paling sukses dan paling rock dibandingkan solo album tiga musisi lainnya.

Sebagai penutup, saya ingin berkomentar bahwa perjalanan karir KISS sungguh menarik dan banyak persamaannya dengan band besar lainnya seperti YES dan Genesis (sesuai dengan perbandingan yang saya tulis pada artikel top Mas Hippienova “Hasil Ngeloak di Bang David).  KISS sudah mengalami banyak perubahan serta berbagai rintangan, dan ternyata masih tetap bisa eksis hingga sekarang serta masih terdapat banyak penggemar setia ataupun penggemar tidak penuh seperti saya.

 

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 151 other followers