By: Hippienov

Menepati janjiku pada mas G, mas Rizki dan rekan-rekan yang lain, aku nekat sedikit ngobrol tentang kaset Kiss, walau infoku tentang mereka sangat minim dan seadanya. Mohon dikoreksi, ditambahkan, disanggah, dibenarkan oleh Mas Khalil, Mas Rizki, Mas Hendrik, bro Apec, Mas G dan rekan-rekan semua.
“BEST OF KISS by Aquarius”
Kaset jadul ini aku temukan di kios Bang David (tret: hasil ngeloak di Bang David) dan menurutku ini lebih keren daripada kompilasi Greatest Kiss rekaman lisensi yang aku punya. Mungkin karena faktor jadulnya dan jarang ketemu di toko kaset yang bikin jadi kerasa lebih keren, hehehe..
Tapi bener kompilasi the best ini unik menurutku dari daftar lagu yang masuk ada beberapa yang sepertinya gak umum muncul di kompilasi the best seperti the oath, magic touch, 100,000 years, what makes the world go around, a world without heroes, is that you, fanfare/just a boy. Serta kompilasi ini juga memuat beberapa lagu dari album mereka “the elder” yang disebut sebagai proyek gagal dan sepertinya sering dilupakan baik oleh fans Kiss atau malahan oleh member Kiss sendiri.

Alasan kedua menurutku dari desain cover depannya yang simple, warna dasarnya putih dengan logo Kiss di tengah dan eye-catching karena warna merah seperti api dan gambar member Kiss muncul hampir di bagian bawah cover. Umumnya cover depan pasti full page, tapi ini nyempil di bawah, dan menurut mas Rizki gambar ini dari poster Kiss di album Dynasty (kalo ndak salah, mohon dikoreksi mas jika salah)
Alasan ketiga karena rekamannya Aquarius yang termasuk label rekaman keren pada masanya dengan pita kaset maxell yang dipakai. Jaminan mutu kalo pita maxell relatif terjaga kualitas rekamannya (seperti rekaman Yess) dibanding dengan pita lainnya.
Alasan keempat, karena kompilasi ini memuat dokumentasi musikal Kiss dari era 70an – awal 80an, mungkin range nya dari album pertama sampai “the elder” yang kalo gak salah di tahun 1981. Sebenarnya ada satu album lagi yang menurutku masih mauk classic Kiss yaitu “creatures of the night”. Setelah album ini di sepanjang era mid-80an sampai 90an Kiss buka topeng dan musik mereka makin glam bahkan ke arah heavy metal.
Alasan terakhir ya karena kaset ini ditemukan di lapak loak dan bisa dibilang langka serta kondisinya masih lumayan mulus, kalo saja kaset ini masih dijual bebas dan umum ditemukan di banyak toko kaset aku kira reaksiku gak akan seheboh sekarang, hahaha…
“KISS – THE ELDER by Billboard”
Wah ini album yang aku cari-cari karena penasaran dengan review yang mengatakan kalo album ini proyek gagal Kiss, bahkan Kiss pun sepertinya nyesel pernah membuat album ini. Kaset ini aku temukan di lapak bang David dalam kondisi menyedihkan, berdebu tebal, kotak kaset lusuh dan rusak, bahkan sampul serta kasetnya juga gak terawat.. Aku hampir lewat gak ngeliat kaset ini di rak kios kalo gak karena adikku yang waktu itu ngebet nyari kaset Kiss jadinya pelan-pelan mata ini jelatan menyisir deretan kaset di rak Bang David dan walah…ketemu rek… Bagai ketemu kaset Yess (walaupun ini bukan Yess tapi Billboard but it’s okay) aku pisahkan dan setelah itu “bungkus bang…”

Menurut info yang aku baca awalnya album ini dimaksudkan sebagai soundtrack film “The Elder” tapi dasar apes film nya gak pernah dirilis dan album “soundtrack” nya pun dibilang orang gagal dan gak enak dari segi musik.
Album ini sepertinya sulit ditemukan di pasaran loak, aku sendiri baru ngeh ada album “The Elder” saat beli cd kompilasi the best Kiss dan di dalamnya ada lagu “world without heroes” yang disebut dari album “The Elder”. Sejak itu mulai penasaran nyari kasetnya.
Di album ini Kiss berani tampil beda bermain musik tidak seperti album-album mereka sebelumnya yang hard rock/rock n’ roll bahkan sedikit heavy metal. Kiss mencoba main “symphonic rock” dengan memasukkan unsur orkestral dan musiknya pun gak se-”keras” album-album mereka umumnya. Bahkan ada lagu yang ditandem jadi satu seperti “Fanfare/Just A Boy”, aneh buat Kiss bikin komposisi seperti ini. Menurut informasi mas Khalil dan mas Rizki, waktu itu Kiss mau buat semacam concept album dengan orkestra termasuk didalamnya dan hasilnya ya album The Elder ini. Bahkan di sebuah review disebut album ini adalah album Kiss paling “prog”, dan menurutku ada beberapa alsan kenapa mereka “nyeleneh nyasar” ke musik simfonik dan concepted ala prog-rock:
1. Mungkin saat itu Kiss sedang jenuh dengan musik mereka dan coba nyari arah musik baru, bahkan sebelum album ini ada album (unmasked kalo gak salah) yang kurang keren dan lebih ngepop (lagu Shandy yang disuka mas Khalil ada di album ini);
2. Saat itu mereka juga mulai pecah, Peter Criss dan Ace Frehley sedang tegang dengan Gene Simmons dan Paul Stanley, jadi mereka coba main “prog” supaya tenang-damai dan gak sekedar jingkrak-jingkrak dipanggung yang malah bisa bikin pusing dan panas suasana internal band;
3. Mungkin juga karena saat itu di era 70an akhir dan awal 80an musik new wave, dance dan punk sedang “menginvasi” dunia musik yang menyebabkan Kiss mulai melirik alternatif musik lain supaya gak dilupakan oleh fans mereka.
Reaksi dari fans Kiss saat album The Elder dirilis dinilai cukup buruk dan album ini gagal total di market seperti juga filmnya yang gak jadi diproduksi. Peter Criss saat itu sepertinya sudah hengkang dari Kiss dan Ace Frehley makin gak tahan di Kiss.
Seperti ingin cepat-cepat memperbaiki reputasinya dan menebus “dosa” mereka main rock simfonik/concept album, Kiss segera merilis album “Creatures Of The Night” di tahun 1982 kalo aku gak salah info yang berusaha “back to their roots playing hard rock/heavy metal. Album baru ini lumayan mendapat respon bagus dari fans tapi masih belum bisa mencapai prestasi seperti album-album Kiss 70an.
Setelah Creatures of The Night Kiss rubah haluan, Stanley waktu itu membuka wacana untuk membuat citra Kiss yang lebih alami, natural dan gak aneh-aneh. Konsekuensinya mereka harus lepas topeng, make-up karakter yang dimiliki masing-masing member beserta kostumnya yang unik itu diganti dengan jeans kulit ketat dengan t-shirt ala glam rock 80an dan rambut merekapun makin “menjulang” persis band-band glam rock/hair metal di era 80an. Album “Lick It Up” kalo gak salah (lagi) dirilis dan musiknyapun sedikit banyak dipengaruhi “mainstream” rock saat itu, glam dan heavy metal.
Bukan berarti album-album Kiss setelah “buka topeng” gak bagus, tetap bagus bahkan aku punya juga kaset album “Asylum” dan “Animalize (live)” dan semuanya keren, dentuman drums nya lebih keras, riff guitar lebih cepat dan kasar ala heavy metal, Simmons tetap gila dengan bass nya tapi sekarang Kiss gak identik dengan kesan “unik dan horror” lagi, mereka gak ada bedanya dengan band glam/hair metal/heavy metal lainnya di masa itu. Ada sesuatu yang hilang menurutku…
O ya, ada satu band yang tergolong baru mencoba mengikuti gaya panggung Kiss dengan make-up serta kostum seram dan unik, namanya GWAR. Sampai sekarang band itu masih ada tapi sayang aku gak sempet beli kasetnya.
Wuih.. panjang juga ya ulasan ngalor-ngidulku, hahaha… Udah dulu ah… saatnya keliling ke vendor-venbdorku di Glodok, sapa tau ada angpao tahun baru, hahahaha…wah kena pasal gratifikasi nih, hahaha…
Matursuwun mas G untuk waktunya dan rekan-rekan sekalian, terima kasih untuk kesudiannya membaca.
…Cos me and the boys will be playing all night… (Beth)
hippienov