Archive for January, 2013

Indahnya Musik Yes (2 of 10)

January 31, 2013

By: Herwinto

‘YES ALBUM’ yang melegenda….

Selamat malam Om G…saya teruskan ya nulisnya…kini saya akan ulas salah satu album Yes yang paling saya gandrungi dan salah satu album terbaik Yes yaitu Yes Album..dirilis pada tahun 1971 dengan formasi sama dengan 2 album sebelumnya hanya ada gitaris baru Steve Howe yang menggantikan Peter Banks…foto Howe ini sudah ada di album Time and A Word…album ini dapat dikatakan Yes sudah mulai matang konsep bermusiknya dan sudah cukup kokoh untuk menjadi tonggak melangkah di album selanjutnya, dan yang jelas album ini sudah bisa memberikan pencitraan ke arah mana musik Yes akan dibawa. Lagu lagunya juga sudah mulai panjang meski masih berkisar 10 menitan.  Album ini berisi 6 lagu yang 3 lagunya akhirnya menjadi legenda musik Yes dimasa mendatang,  Seperti sebuah keharusan ketika Yes menggelar sebuah konser untuk menyuguhkan ketiga lagu tersebut, bahkan terasa belum lengkap jika belum dihadirkan… ketiga lagu tersebut adalah Yours is no Disgrace yang menjadi lagu pembuka biasanya setelah Opening Fire Bird Suite…lagu ini tuob abis, terasa ngerock, menghentak namun dibalut petikan gitar lincah Howe yang terdengar seperti keyboard yang sangat klasik  khas 70 an..pada setiap live yang saya amati dari mulai Yessongs sampai live untuk Fly From Here semua versi terlihat apik dan sulit dibandingkan karena hampir semua variasi permainan gitar di tengahnya sama mautnya…berikutnya adalah Starship Trooper yang biasanya menjadi lagu penutup konser selain Roundabout tentunya…lagu ini menyuguhkan permainan hammond Toni Kaye yang klasik banget…dan diakhir lagu terjadi pertarungan gitar dan keyboard yang bersahut sahutan, versi terbaik lagu ini menurut saya adalah di Keys To Ascension dimana yang main keyboard adalah Wakeman uuuhh mauuut….di lagu ini Yes sudah memasukkan sub judul yaitu Life seeker, Disillusion dan Wurm. Lagu legendaris berikutnya apalagi kalau bukan I’ve Seen Good People yang familier banget di telinga Yes fans yang dibuka dengan gitar mandolin Howe yang asyiik bgt…terus akhirnya menghentak penuh semangat….lagu ini berisi sub judul  Your move dan All good people. Pada album ini ada juga sumbangan solo gitar Howe yaitu The Clap yang sangat melegenda…wah asyik tenan mainnya gitar, versi terbaiknya ada di live at montreux 2003 yang disambung ke To Be Over…album ini ditutup dengan Perpetual Change yang cukup ngerock tapi lagu ini jarang disumbangkan pada live show nya Yes, di Yessongs dibawakan cukup bagus dengan ada solo drum Bill Bruford di tengahnya. Perkenalan saya dengan album ini sebenarnya diawali dari Yes Clasik yang memuat  ketiga lagu diatas yang langsung membuat saya jatuh cinta dengan lagu lagu di Yes Clasik dan berusaha mengumpulkan album album penyusunnya karena Yes Clasic ini adalah kompilasi…Yang jelas kehebatan album ini tidak bisa dipungkiri adalah dengan bergabungnya Steve Howe yang memberikan banyak pengaruh pada musik Yes terutama pada tingkat kerumitan strukturnya  dan keindahan harmoni musiknya. Seperti kata Om G bahwa Howe ini berbeda dengan gitaris lainnya yang banyak bermain riff jeg e jeg e jeg..Howe lebih kearah ‘mengisi’  part part gitar dan berusaha menciptakan suara gitar yang berbeda beda, tidak heran ketika live pasti gitarnya banyak banget…oh ya ada satu gitar Howe yang sangat saya sukai yaitu yang warnanya hijau ato biru yang suka di pasang pakai cagak kalau live, dipetik untuk membuka Roundabout wouuuuuuuh ngguweblag tenan aku….trimakasih Om G….

Rock n’ Roll Book

January 31, 2013

By: Yuddi Kustiadi

 

Ketika belum adanya internet dan mungkin sampai sekarang ,melengkapi kaset, LP atau CD  akan lebih afdol dan majas lagi jika disertai dengan membaca buku-buku Rock n’ Roll dan ensiklopedia nya. 

Pada kesempatan ini saya sampaikan sekelumit  bahan bacaan dimaksud, yang tentunya kawan-kawan pasti  juga mempunyai jauuh lebih lengkap dan banyaak. Dan mohon dapat di up-load juga yach !

Foto 1

Foto 1

 

Foto 2

Foto 2

 

 

 

 

Canterbury Scene 3: Gong

January 31, 2013

By: Eddy Irawan

 

Selamat malam mas G,

Jam istirahat siang tadi maunya saya isi dengan menulis review singkat tentang salah satu super grup aliran CS, yaitu Gong, namun karena gak bawa kasetnya, review terpaksa dilakukan after hours.

 

Pertama kali mendapat kaset Gong album ‘shamal’ dan sesudah nyetel sampai 3 kali, saya langsung klop dengan musik mazhab CS ini. Itu tahun 1987. Setelah itu saya mencari album-album Gong lainnya (tentu saja yang versi kaset). Maka tersusunlah 5 buah album Gong versi Yess, serta1 versi Private Collection. Album Shamal ada dua buah saya punya karena side b Shamal versi lama beda dengan versi baru. Di album Shamal lama, side b nya adalah grup kraut rock asal Jerman, Thrice Mice yang memainkan musik progresif sangat agresif. Permainan instrument tiupnya (tenor/alti/soprano saxophone, clarinet dan flute) sangat ‘sangar’. Sedangkan Shamal versi Yess baru, side b diisi album Gong lainnya, Angel’s Egg.

 

‘Demam’ Gong mendera kembali saat saya harus disekolahkan ke sebuah negri yang ternyata merupakan daerah asal si pendiri Gong, Daevid Allen. Dua tahun di negri kanguru (Perth), membuat rasa progrog saya makin mengental, terutama CS. Betapa tidak, teman2 bule di kampus, apresiasi mereka terhadap musik 70an, seperti CS, apalagi rock klasik, cukup tinggi. Masuk ke kafe-kafe, musik yang disuguhkan rata-rata bernuansa rock 70an. Led Zeppelin, The Doors, Pink Floyd, Yess juga Caravan. Sesekali terdengar The Soft Machine dan Gong. Lagu Gong yang paling sering diputar adalah ‘bambooji’ yang beat-nya sangat menghentak. Sesekali terdengar ‘lolongan’ Wolfmother yang very ozi.

 

Setiap ada waktu luang, berburu cd CS atau rock klasik adalah sangat menyenangkan, apalagi kalo hari jumat yang merupakan ‘hari pekan’ dimana semua toko dan mal buka sampai jam sembilan malam. Selain Jumat, semua toko di kota tutupnya jam enam sore (walah negeri apa ini, jakarta itu jam 6 sore baru mulai buka ‘toko’). Toko kaset JB HiFi dan 78Records cd store merupakan toko yang paling sering saya kunjungi, terutama pada summer karena selalu menyediakan rak khusus ‘cd sale 4summer’.   Harganya cukup murah, antara AU$5 sampai AU$9.9 (waktu itu AU$1=Rp.7.700). Kalo mau rajin bongkar, akan kita dapatkan grup-grup rock 70an di rak ini. Saya pernah dapat Colosseum Anthology dan Caravan masing seharga AU$7.

 

Banyak musisi rock progresif pernah bergabung di Gong, sebut saja Mike Oldfield, Bill Bruford, Mick Taylor, Steve Winwood, Didier Lockwood. Namun dari semua album Gong yang saya suka adalah ketika Allan Holdsworth bergabung, khususnya dalam album ‘Gazeuse!’ Sedangkan lagu favorit saya adalah ‘heavy tune’ dari album Expresso II. Lagu ini sangat menghentak, sangat disco beat. Bayangkan, dentuman keras drum Moerlen disambut lengkingan gitar blues dari Mick Taylor (eks The Rolling Stones), lalu disambut dentuman gitar fusion khas Allan Holdsworth. Apa jadinya jya ika lagu ini dikasi lirik dan dinyanyikan oleh Donnie Wahlberg? (e)

Lueng Bata-20130130-01434
Lueng Bata-20130130-01435
 Lueng Bata-20130130-01436
Lueng Bata-20130130-01439
Lueng Bata-20130130-01443
gong cd

Poster Uriah Heep

January 31, 2013

By: Yuddi Kustiadi

 

Mas Herman poster Heep yg dimaksud yg ini dibawah ini kan. Poster dibuat dalam rangkaian tour

album  “Wonderworld”  1974-75 – album terakhir dengan bassist Gary Thain. Pd rangkaian tour  ini (di Dalas AS ?) Gary Thain mengalami kecelakaan tersengat aliran listrik yg berakibat fatal tidak bisanya melanjutkan tour, hal yg memperburuk lebih disebabkan  krn Thain adl pecandu heroin. Kondisi ini menyebabkan Thain dipecat dan akhir ’75 bassist ini meninggal.

Heep

Super Hits Action II & III by Perina

January 31, 2013

By: Hippienov

Dua kaset ini aku dapatkan beberapa tahun lalu secara bersamaan, sayang aku gak pernah lagi ketemu volume pertama atau yang berikutnya. Cukup lama juga kaset-kaset ini tidak aku putar tapi karena menderita “kasetipus complex” ok rekamannya gak dimakan jamur.

Semua lagu yang ada di dua kaset ini menurutku lumayan keren dan maknyus nikmat bagai nyruput secangkir sekoteng..

Matursuwun mas G,semoga berkenan.

Peace on earth,
Hippienov

Popfoto Nan Nuansamatik

January 30, 2013

By: Herman

Let the pictures tell thousand stories and let the the gemblungers comment ….

Poster Suzi Quatro

Poster Suzi Quatro

Donny Osmond

Donny Osmond

David Essex

David Essex

Brian Conelly

Brian Conelly

Pilot by Lolita

January 29, 2013

By: Yuddi Kustiadi

 

Seperti komentar mas Hippie, mengenai  grup Pilot yg  lagunya  belakangan ini dipakai iklan sepeda motor,  berikut adalah penampakan kasetnya yg terbitan Lolita :

Pilot

Canterbury Scene 2: Hatfield and The North

January 29, 2013

By: Eddy Irawan

Ketertarikan saya sama Canterbury Scene (CS) bermula dari kegemaran saya membaca sejarah musik dan diskusi tentang musik, khususnya progresif. Apalagi pada masa ‘kuliah sabtu’ di Jatinegara, dimana ada satu buku yang menjadi buku wajib bagi para student nya sebelum hunting grup atau artis prog. Buku itu bertitel ‘APRESIASI MUSIK POPULER’ karangan Prof.Dr. Dieter Mack. Sebenarnya buku ini disertai 6 buah kaset C-90 yang berisi sejarah berbagai jenis musik dan musisi dunia, khususnya progresif. Kasetnya, ada yg berisi cerita tentang perkembangan hard rock, The beatles, musik tradisional indonesia, sejarah Jazz-Rock, sampai perbandingan tokoh Jimi Hendrix dan The Cream. Sayangnya, ketika saya beli di Gramedia, buku ini tidak dijual secara bundle, cuma buku tok. Dosen ‘terbang’ sekaligus yg mewajibkan baca buku tersebut adalah Bang Achyar (dimana engkau sekarang?)

Selama ‘kuliah sabtu’ sepanjang 1994-1998 tersebut, Bang Achyar yang paling sering mencekoki saya dengan musik CS dan krautrock. Saya bahkan sering dipinjami sejumlah cd dari bermacam grup yang belum pernah saya dengar saat itu. Kelak, cd-cd tentang grup ‘aneh-aneh’ yang pernah dipinjamkan ke saya tersebut, saya hunting via ebay karena produser kaset indonesia tidak merilisnya. Pastilah karena alasan tidak komersial. Cukup lama dan lumayan banyak saya shopping cd grup/artis CS via ebay. Karena itulah, saya cukup bahagia mendapatkan salah satu grup CS yang direkam dalam format kaset, Hatfield and The North. Rekaman Yess pulak!

HATFIELD AND THE NORTH (H&TN)

Penunjuk arah jalan di luar Kota London yang menjadi nama grup Canterbury ‘HATFIELD AND THE NORTH’

Penunjuk arah jalan di luar Kota London yang menjadi nama grup Canterbury ‘HATFIELD AND THE NORTH’

Grup ini merupakan salah satu grup CS ternama yang dimotori oleh Richard Sinclair, mantan basis grup Caravan. Vokalnya yang berkarakter memperkuat nuansa musik H&TN, disamping keberadaan Dave Stewart (eks grup Egg) pada keyboard. Nama grup ini sendiri diambil dari sebuah penunjuk arah jalan di sebuah persimpangan di luar kota London. Grup ini hanya bertahan 2 tahun, 1973-1975, dan menghasilkan 2 album: Hatfield and The North dan The Rotter’s Club. Beruntunglah kita warga RI, karena Yess merekam kedua album tersebut.

Album pertama, self-titled (s/t) direkam penuh satu album pada Yess #095 plus satu lagu tambahan yang diambil dari album keduanya (The Rotter’s Club) ; Sedangkan album The Rotter’s Club sendiri, direkam sebagai side b dari kaset grup Egg (the civil surface) Yess #092. Maka lengkaplah semua lagu dari 2 album H&TN direkam oleh Yess.

Dalam album s/t, musik yang yang diusung tidak lepas dari root CS, yaitu fusion ala British, yang sangat kental unsur Gong, Caravan dan sedikit Egg. Permainan distorsi gitar yang mengayun khas musik fusion, sangat ueeenaaak dinikmati. Salut buat Phil Miller. Lagu ‘Bossa Nochance’ merupakan salah satu lagu berlirik yang sangat asyik. Robert Wyatt, sebagai vokal tamu pada album ini, sangat pas membawakannya. Teknik menyanyinya dalam lagu ini, sangat mirip gaya bernyanyi Gentle Giant. Lagu berlirik lain yang juga mantap adalah ‘Big Jobs No.2′ yang juga dibawakan vokal tamu, Barbara Gaskin, persis desahan Flora Purim. ahhhhhh..
Permainan flute Geoff Leigh (eks grup Henry Cow) membuat musik H&TN makin bernyawa dan sedikit bernuansa kraut.

Di album keduanya The Rotter’s Club, H&TN makin matang dalam bermusik. Permainan Hammond organ Dave Stewart dan gitar Phil Miller seolah berlomba mendahului, dibarengi dentuman tegas bas Sinclair. Sesekali, flute Jimmy Hasting ikut menghidupkan nuansa lagu-lagu di album ini. Vokal Sinclair yang sangat british, terasa unik dalam balutan musik jazz-fusion yang berasal dari Amrik. Mendengar lagu ‘the yes no interlude’, akan membuat kita langsung berteriak ‘ini van der graaf generator!’
Lagu favorit saya dalam album ini adalah ‘didn’t matter anyway’ yang sangat King Crimson (vokal dan musiknya mirip lagu cadence and cascade) dan fully flute.
Secara umum, album kedua ini sangat-sangat bagus bahkan walaupun Anda tidak suka canterbury scene!

Suzi Quatro

January 28, 2013

By: Yuddi Kustiadi

Mas G, nih kemarin  bongkar2 dapat LP dari Suzi Quatro :

1. Suzi Quatro terbit 1973

2. Quatro  terbit 1974

3. Your Mama Won’t Like Me terbit 1975

SQ-1

Gambar.1, sampul belakang album Suzi Quatro, Quatro dan Your Mama Wo’nt Like Me.

Gambar.2, sampul depan “Suzi Quatro”, 1973

Gambar.2, sampul depan “Suzi Quatro”, 1973

Gambar.3, sampul depan “Quatro”, 1974

Gambar.3, sampul depan “Quatro”, 1974

 

Gambar.4, sampul depan “Your Mama Wo’nt Like Me”, 1975.

Gambar.4, sampul depan “Your Mama Wo’nt Like Me”, 1975.

Di Indonesia agaknya orang kenal dengan Suzi Quatro dengan lagu Cat Size dari album Quatro 1974 yg  masuk pada kaset2  kompilasi Hit thn ‘70an .Secara umum basis musiknya adalah rockn’roll  dengan bumbu hard rock.  Lagu yg cukup populer lainnya  Can the Can, The Wild One,48 Crash, Your Mama Won’t Like Me, Fever.

Puncak kepopuleran Suzi Quatro  di tanah air adalah dengan show nya di Gedung Balai Sidang Senayan (sekarang JHCC)  tahun 1975 dgn sponsor majalah Gadis . Setelah album ke-3 pamor SQ  hilang  sesuai dgn tren musik rock yg juga  menurun di paruh ke2 thn ‘70an.

Dari keterangan di LP rekaman di lakukan di Abbey Road  dan diedarkan oleh perusahaan RAK Inggris agaknya SQ lebih populer di Inggris dibanding di kampungnya sendiri di Detroit  AS. Album SQ tidak pernah terbit dalam bentuk CD karena perusahaan perekamnya RAK sdh bubar, CD beredar dalam bentuk kompilasi saja.

Kaset thn ‘70an pernah dengar dari album  “Your Mama Wo’nt Like Me” , mungkin ada teman2 yg punya kaset album SQ  lainnya  (mohon juga up load photonya  ya ) ?

Terima kasih

—–

Kiriman foto dari mas Eddy Irawan:

Lueng Bata-20130129-01425

Lueng Bata-20130129-01423

Kiriman foto dari mas Hendrik Worotikan:

sq

Canterbury Scene 1: Robert Wyatt

January 28, 2013

By: Eddy Irawan

Kali ini saya mencoba untuk tidak populer dengan mengirim tret tentang canterbury scene.

Canterbury Scene atau juga disebut Canterbury Sound (CS) merupakan istilah yang cenderung ditujukan bagi sejumlah grup atau musisi yang memainkan rock progresif dan jazz fusion yang kebetulan berangkat dari kota Canterbury, Kent, bagian tenggara Inggris. Mereka umumnya memainkan rock progresif dengan sentuhan jazz serta improvisasi fusion yang rumit (maunya menikmati musik biar tenang, ini malah bikin pusing ya…).

Di situs PA, ada 20 top album CS yang memiliki rating minimal empat bintang, plus 4 album pilihan yang dianggap sangat baik oleh para ahli CS namun jarang diulas. Artis atau band yang albumnya masuk dalam 20 + 4 tsb adalah:
-      Robert Wyat (rock bottom)
-      Caravan (in the land of grey and pink; if I could do it all over again, I’d do it all over you; dan for girls who grow plump in the      night)
-      Gong (Radio gnome invisible vol.3 – You; Radio gnome invisible vol.2 – Angel’s egg)
-      Hatfield and The North (self-titled; the rotter’s club)
-      The Soft Machine (third; self-titled; volume two)
-      Khan (space shanty)
-      Quiet sun (mainstream)
-      National Health (of queues and cures; self-titled). Album self-titled masuk ke dalam kedua kategori 20 terbaik dan 4 terpilih.
-      Cos (viva boma)
-      Steve Hillage (fish rising)
-      Egg (the polite force)
-      Picchio dal Pozzo (self-titled; abbiamo tutti I suoi problemi)
-      Super Sister (to the highest bidder)
-      Gilgamesh (self-titled)
-         Gowen, Miller, Sinclair, Tomkins (before a word is said)
Saya mencoba mengulas beberapa artis/grup yang lumayan dikenal di Indonesia, sekaligus saya usahakan ulasan tersebut based on kaset. Jadi yg diulas bukanlah album yg menjadi top twenty semata, melainkan artis atau grup nya. Untuk kali ini, Robert Wyatt coba sedikit saya ulas dengan alasan saya punya kaset jadulnya. 

Robert Wyatt ‘Old Rottenhat’
Sangat surprise saya menemukan kaset Robert Wyatt yg bertajuk ‘old rottenhat’ ini. Rekaman Team lagi!
Robert Wyatt ini adalah seorang pemain drum dan pendiri grup avant garde ‘The Soft Machine’ dan ‘Matching Mole’ (yang terkenal dengan lagu ‘O Caroline’). Kemudian ia bersolo karir dan menelurkan sejumlah album, salah satunya adalah album ‘old rottenhat’ yang dirilis tahun 1985.

Album yang dirilis di London ini dibuka dengan lagu ‘east timor’. Suara keyboards dari jemari Wyatt langsung ditingkahi vokalnya yang tenang menyanyikan empat baris lirik tentang Timor Leste.
  
Timor
East Timor
Who’s your fancy friend, Indonesia?
What did Gillespie do to help you?

(Kenneth Gillespie adalah tentara Australia yg pernah menjadi komandan sector barat PBB pada misi UNTAET). 

Pada lagu-lagu berikutnya, tidak ada nada yang meloncat atau menggebu. Semua irama bernuansa suram bahkan menurut saya cenderung kelam dan monoton. Beberapa pengamat bahkan menilai ini adalah album politik. Semua pandangan politik Wyatt yang kekirian tercurah dalam 10 lagu di album ini. Orang Amerika mungkin akan merah mukanya mendengar lirik lagu ‘The United States of Amnesia’. 
There are degrees of amnesia, ways to forget
Ways to remember all the good that you’ve done
And if you can’t get a witness remind yourselves
Nobody’s just perfectly good all the time
And if you killed all those redskins long, long ago
Well, they’d all be dead now anyway, anyway
Don’t let that ghost disconcert you – the lord will provide
A nice little headstone for the brave Cherokee

So let’s have no reservations, let’s have a clean sweep
Clearing the way for the land of the free
Let’s hear it for civilisation once more
Build your aryan empire in peace (e)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 151 other followers