Archive for November, 2012

Andrew Powell “Plays The Alan Parsons Project” by Yess

November 30, 2012

Menjelang tidur saya nyetel Yess nomer seri 465 ini kok jadi nikmat sekali ya perjalanan menuju peraduan malam ini ….. Apalagi udara setelah hujan lumayan dingin; jadi terasa syahdu ….

Masih muluuuusss ....koleksi sejak dulu lho ...

Masih muluuuusss ….koleksi sejak dulu lho …

Daftar pemainnya komplit pol! Kaset dibeli 3 Oktober 1983

Daftar pemainnya komplit pol! Kaset dibeli 3 Oktober 1983

 

Review by Gatot
Special Collaborator Honorary Collaborator

4 stars It’s a MUST for those who love Alan Parsons Project

Yeah, I have owned the cassette version of this album since 1983 and I rarely played this because during that period I was really mad with a new band that brought prog flag where other bands play new wave or pop music: Marillion. I did not have time really to enjoy other albums than those produced by Marillion: Script for a Jester’s Tear (1983), Fugazi (1984), Misplaced Childhood (1985) and Clutching at Straws (1987). That was second golden period of prog music for me becase I still could get the nuances of symphonic prog with modern approach and people called it later as neo progressive sub genre. Practically I paid little attention to anything but prog music and I did not consider the music of The Alan Parsons Project was progressive – it’s to me more like a pop music with some rock elements. I bought some albums plus this orchestra version. As recently I played my old cassettes collection – thanks God they are all in excellent condition with very good sounds – I finally played this cassette of Andrew Powell again.

At first spin I was impressed with the grandiose orchestration presented by this tribute album especially on the way all tracks are replayed excellently by Andrew Powell and his band mates backed with great orchestra. The opening track “Lucifer/ Mammagamma” (5:00) sets the overall tone of the album. I am impressed with the arrangement especially when it’s supported with great sonic production which is really top notch. It flows nicely to the mellow “Time” (5:06) using cello as melody maker throughout the track. I am particularly happy listening to “I Robot Suite” (3:38) where I can find psychedelic nature of the music, continued beautifully with “Damned If I Do” (3:38) and also “Eye In The Sky” (4:25). My all-time favorite “Old And Wise” (5:02) is played wonderfully by Andrew Powell and his orchestra team.

Overall, I find this album of tribute to The Best of The Alan Parsons Project is very interesting – wonderfully crafted by Andrew Powell. Not just the music is great, the sound production is really top notch so that this is an excellent album to test the sound systemm. For those who love classical music and The Alan Parsons Project, I think this is a MUST have. Keep on proggin’ …!

Peace on earth and mercy mild – GW

Send comments to Gatot | Report this review (#869644)
Posted Sunday, December 02, 2012, 03:34 EST | Review Permalink | Submit a review for this album

 

Team Golden Series

November 30, 2012

By: Eddy Irawan

 

Gara-gara Mas Apec saya terpaksa bongkar-bongkar koleksian kaset The Police di lemari, eh malah nemuin yang lain juga.

Golden Series adalah produk tahun 1988 yang dikeluarin oleh Team Records sebelum muncul Geldof’s ultimatum. Grup atau artis yang menjadi andalannya adalah dari beragam jenis music. Kebetulan saya mendapat beberapa kaset dari seri album super group The Doors, Level 42, The Eagles, Bruce Springsteen, Rush dan Carpenters, serta tentu saja The Police. Sangat menarik memandangi untaian cover golden series ini. Sayangnya jarang sekali saya nemuin kaset edisi Team Records ini. Tapi ini justru yang membuat semangat berburu kaset-kaset jadul tidak pernah padam. Keep hunting! (e)

Foto 1

Foto 1

 

Foto 2

Foto 2

 

Foto 3

Foto 3

 

 

 

Apresiasi Classic Rock oleh Hotel Pullman

November 30, 2012

Tanggal 22-23 November 2012 yang lalu saya ada acara di Hotel Pullman, Central Park, Taman Anggrek. Itu adalah kali pertama saya ke hotel tersebut dan impressed bahwa ternyata di bagian luar toilet laki-laki, hotel ini menggunakan Jimi Hendrix sebagai ikon nya. Wah …luar biasa…!!! Sebagai wong jadul saya salut atas apresiasi hotel ini terhadap musik classic rock. Harapan saya di bagian wanita juga ada tokoh claro, misalnya Janis Joplin atau Kate Bush gitu …. Sayangnya kok bukan ….he he he he …

Salah satu tokoh classic rock di toilet laki-laki ...

Salah satu tokoh classic rock di toilet laki-laki …

Mestinya Janis Joplin atau Kate Bush ya? Biar matching gitu lho ...

Mestinya Janis Joplin atau Kate Bush ya? Biar matching gitu lho …

 

Salam,

G

 

Rick Wakeman “1984″ by Saturn

November 30, 2012

This post is dedicated to mas Herman

Singkat cerita, tret ini hanya numpang mejeng kaset muwoluuus pol yang saya peroleh dari lapak Ari Taman Puring dengan harga sangat amat bersahabat namun kualitas luar biasa bagusnya …. Saya hanya mau posting fotonya aja karena mas Herman pernah tertarik melihat kaset ini. Sebenernya kita pernah bahas album bagus ini di blog gemblunk ini beberapa bulan lalu, silakan KLIK.

Penampilan cover yang menawan …

 

Foto kaset ini sedang saya pake di DP di BB saya saking nuansamatiknya dan juga saking muluz nya …. Top gak? Top lah! Kalau gak kemropok hati Anda, kemungkinannya hanya dua: Anda ke blog ini karena nyasar, atau Anda gak prog blas!!!! Ha ha ha ha ha ha ha ….!!

Salam,

G

Jujur aja …suara kaset itu muwantabz!

November 30, 2012

Begini nih ceritanya …

Sudah cukup lama saya tak pernah putar CD karena player saya rusak semua baik yang Yamaha maupun NAD. Selama ini kalau muter CD saya cenderung menggunakan yang Yamaha karena NAD nya sayang kalau sering diputer. Kalau pas pengen ndengerin CD dari kelompok musik berkelas, biasanya PROG tentunya, saya baru pake NAD. Memang kualitas suara NAD itu pilihan: natural, tak mengumbar bass maupun treble. Treblenya pun halus, jadi tak sakit ditelinga meski nyetelnya dengan volume setengah ampli alias kenceng. Bidang dinamika NAD CD Player juga lebih lebar dan dalam dibandingkan Yamaha maupun Phillips. Jadi kalau mau nyetel Marillion ‘Misplaced Childhood’ pasti muantebz saat mendengar alunan kibor Mark Kelly di Pseudo Silk Kimon0 …disambung dengan muantabnya olah vokal Fish di larik pembuka

Huddled in the safety of a pseudo silk kimono
Wearing bracelets of smoke, naked of understanding ….

Musti dijamin ngguweblak nggulung koming tak sadarkan diri hingga kadang tak sanggup melanjutkan lagi ke Kayleigh saking nuikmatnya kualitas suara yang keluar. Biyuh biyuh Gusti Alloh nyuwun ngapunten …..

Atau kalau pas nyetel ‘Can Utility and The Coastliners’ dengan lirik yang muantab dan olah vokal kharismatik dari Peter Gabriel:

The scattered pages of a book by the sea
Held by the sand, washed by the waves
A shadow forms cast by a cloud,
Skimming by as eyes of the past, but the rising tide
Absorbs them effortlessly claiming.

WOW! Bisa nggliyeng nih kepala menderita kepuasan luar biasa menikmatinya ….

Makanya NAD CD Player hanya saya pakai khusus buat musik-musik pilihan von gedongan …. ha ha ha ha …

Namun sayang….beberapa bulan lalu kedua player saya tersebut matek alias rusak. Ternyata juga mereparasi NAD player bukan hal yang mudah karena hanya mekanik tertentu aja yang tahu. Akhirnya, setelah lama mencari yang pas, ketemu juga mekanik yang tahu betul NAD dan memiliki buku khusus untuk membuka peralatan elektronik NAD. Mata laser akhirnya bisa dengan susah payah diperoleh dan akhirnya dipasang. Selama rusak, memang saya lebih banyak menikmati musik dari kaset karena memang kaset sedang naik daun gara-gara provokasi ahli paru-paru Dr. ARief Apec Bakhtiar melalui promosi gila-gilaan di blog gemblunk ini. Sayangnya, kaset yang bagus “hanya” dari periode sebelum Bob Geldof gila di tahun 1988. Sesudah era tersebut bunyi kaset kayak tong pengkong lantaran kualitas pita yang huwelek dan teknik merekam yang aras-arasen meski tampilan cover menarik. Alhasil, saya hanya menikmati kaset jadul sebelum era 1988 saja. Padahal, band seperti The Flower Kings, Pain of Salvation, Kamelot, Rhapsody, Symphony X, Beardfish dan sebagainya lahir setelah era tersebut. Akhirnya, CD2 saya kemudian saya rip ke MP3 dan saya menikmati musik prog baru dari iPod, nyambung ke ampli NAD juga.

Setelah selama sekitar tiga bulan lebih saya terbiasa dengan bunyi kaset baik dari mini compo Sanyo atau Tandberg tape deck, telinga saya semaki nyaman dengan suka sekali dengan bunyi dari kaset. Setiap saya switch ke iPod, terjadi penurunan kualitas secara dahzyat: bassnya kurus, midrangenya kering dan treblenya alus tapi rada tumpul (opo iki karepe?). Kelebihan suara iPod adalah: bersih tanpa desis. Belakangan ini saya jarang menikmati iPod via ampli, lebih sering via headset Senheiser PX-100.

Tadi malam saya njajal NAD CD Player yang baru jadi dan nyetel beberapa CD. Apa yang terjadii? Saya kecewa beraaaat dengan kualitas suara dari CD: terasa kering dan hampa tanpa makna. Rasanya suara yang keluar serba tipuan gitu, tidak natural. Suara drums dan bass guitar yang keluar kok kering banget tidak solid seperti suara kaset. Jauh deh sama suara kaset. Jujur aja ….suara kaset lebih mantab dibandingkan CD meski saya lebih sering menikmati kaset dari mini compo Sanyo karena sambil bekerja.

Singkat kata: long live kaset jadul!!!!

Mari kita lestarikan kaset jadul yang kualitasnya terbukti sangat bagus!

JRENG!

Kaset juwadul-nya Bro Apec

Kaset juwadul-nya Bro Apec

Salam,

G

Steve Hackett “Cured” by Saturn

November 30, 2012

Alasana membeli kaset ini adalah karena desainnya yang elok meski album “Cured” termasuk album Hackett yang pernah saya remehkan. Anehnya saat saya beli kaset Yess “The Best of” Hackett yang C-90 itu, ada lagu keren yang gak pernah saya dengar sebelumnya dan asik banget. Judulnya “Overnight Sleeper” yang memang bagus banget dari segi komposisi, melodinya keren. Lagu ini diawali dengan bunyi kibor yang menawan. Ternyata lagu keren ini dari “Cured” yang salah satu alasan saya cuekin tak perlu dikoleksi adalah covernya yang GPB (gak prog blassszz!!!). Ternyata asik juga album ini. Juga ada lagu “Turn Back Time” yang nuansanya Hackett banget dah!

Desain kaset yang keren …

Salam,

G

 

 

ProgArt by Herman

November 27, 2012

Selamat pagi, temen2ku semuanya …

Kali ini kita tampilkan hasil kreasi mas Herman dari keahliannya dalam bidang fotografi dan semangatnya terhadap musik prog. Kok ya obyek yang dijepret mas Herman ini adalah daerah yang saya suka kalau naik kendaraan lewat jalan raya menuju Nganjuk, yaitu di daerah Caruban. Saya suka daerah situ terutama alas Saradan dan daerah tikungan dan tanjakan maut Wilangan. Dulu saya suka bersepeda Madiun – Nganjuk dan paling nikmat saat melewati Wilangan ini.

Mas Herman,

Terima kasih banyak atas kiriman kreasi prog nya. Tuooobbbzzz!!!

Rimba jati di Caruban.

 

 

 

The Police Collection by Saturn & Aquarius

November 27, 2012

By: Hippienov

Ini adalah koleksi jadul The Police milikku dari Saturn dan Aquarius.
Saturn menghadirkan The Police 1 yang berisi 2 album pertama (outlandos d’ amour dan regatta de blanc) dan The Police 2 dengan 2 album berikutnya: zenyatta mondatta/ghost in the machine.
Sedangkan Aquarius menampilkan album terakhir The Police “synchronicity” yang dicampur pula dengan beberapa nomor dari album-album sebelumnya. Sebenarnya aku ada juga album synchronicity versi resmi tapi kok lebih menarik dengerin kaset bajakan Aquarius, lebih manteb urutan lagu-lagunya dan ada teksnya pula.

Kaset-kaset ini aku peroleh di kios bung David yang jadi tempat nongkrong aku dan adikku kalau pas ada rejeki untuk beli kaset loak. Tapi pas tanggal tuwek seperti sekarang yah kami cuma bisa memble, manyun, ngeces bayangin nikmatnya ngoprek-ngoprek kaset loak yang penuh dengan sejarah dan kenangan..

Matursuwun mas G dan rekan-rekan semua..

Walking on the moon,
h

Live Aid – Part 1 by Team Record

November 27, 2012

By: Hippienov

 

Hallo mas G, apa kabar? Mohon ijin ikut ngeramein tret di blog yang makin hari makin marak dan asik news nya. Aku sampai kewalahan mau baca yang mana dulu karena semuanya menarik,nuansamatik dan tuobz.

Setiap kali aku melihat kaset Live Aid (Part 1) ini seringkali aku bertanya apa betul karena album kompilasi ini jaman kaset normal (pinjam istilah mas G) berakhir gara-gara ketahuan oleh Bob Geldof kalau ternyata kaset di nusantara ini beredar tanpa lisensi dan royalti alias bajakan? Kalau memang demikian ada penyesalan kenapa Team Records harus menerbitkan kompilasi ini yang berakibat fatal? Tapi mau diapakan lagi the damage was done dan masa indah kaset normal sudah berakhir lebih dari 20 tahun lalu. Meski demikian gak berarti cerita indahnya betul-betul berakhir karena masih ada teman-teman pedagang kaset loak di lapak atau lewat dunia maya dan tentu saja blog yahud ini yang selalu burning up the night (kata Krokus) dan senantiasa living in the past (kata Jethro Tull) di saat media kaset dan cd sudah kalah bersaing dengan digital music.
Hidup kaset jadul.. Long live rock n’ roll..

Now back to the live aid..
Kaset ini aslinya milik pamanku yang aku pinjam bertahun-tahun lalu tanpa niatan buat mengembalikannya, hahaha.. Dan sekarang sudah jadi property of hippienov. Masih ingat jelas saat pamanku beli kaset ini di Duta Suara Sabang karena saat itu aku juga ikut, numpak bajaj dari rumah oma di Jl. Kresna, Tanah Tinggi. Yang aku gak pernah tahu kenapa pamanku hanya membeli kompilasi part 1 saja padahal kalau gak salah ada part/volume lanjutannya, part 2 warna dasarnya biru (lagi-lagi) kalau gak salah.
Di part 1 ini didominasi oleh Sting, Phil Collins dan Paul Young, ditambah dari Howard Jones, Elvis Costello, Bob Geldof+The Boomtown Rats, Alison Moyet yang berkolaborasi dengan Paul Young dan sang maestro The Who biarpun sudah tanpa Keith Moon the drummer.
Sting dan Collins tampil bareng dalam “long long way to go”. Sting di live aid part 1 ini lebih banyak tampil solo tanpa backing band, agak terdengar aneh tapi jadi unik. Performer yang lain tampil seperti pada umumnya lengkap dengan full band. Sayangnya The Who hanya kebagian satu nomor saja yakni “won’t get fooled again”.

Mungkin rekan-rekan ada yang punya seri lanjutannya? Sapa tahu ada led zep atau genesis muncul di live aid part berikutnya..
Suwun mas G..

Peace on earth,
h

Bob Dylan’s Biography by Team Records

November 26, 2012

By: Eddy Irawan

 

 

Terus terang, saya kurang sabar dengerin lagu-lagu milik Bob Dylan. Ibarat film, Bob Dylan adalah film produksi Inggris yang alur ceritanya lambat. Tapi saya kenapa saya jadi tertarik membeli kaset Bob Dylan ini?

Sebelumnya saya sudah punya Bob Dylan album ‘planet waves’ produksi Monalisa, tapi saya belum pernah melihat sebelumnya ada rekaman lain yg ngeluarin triple album seperti rekaman Team records dengan tajuk ‘Biography’ ini.

Saat itu akhir tahun 2010. Di garasi mobil yg dijadikan lapakl penjualan kaset bekas di Medan, di sebuah rumah tua dekat Pasar Pringgan, saya skip ada 3 album Bob Dylan yg dipajang berjejer, tidak menarik karena warna tulisannya yang pucat. Saya abaikan aja kaset itu. Sampai 3 kali kunjungan. Kali ke4 saya balik ke tempat yang sama, kaset itu masih ‘teronggok’. Karena kasian bercampur iba, akhirnya saya bawa pulang aja si Dylan ini dengan barteran empat lembar uang pecahan sepuluh ribu. Persis seperti salah satu judul lagu Dylan ‘got my mind made up’. Kayaknya saya kena tulah.

Di rumah, sambil nyetel kaset ini, saya buka-buka song book-nya, ternyata bukan berisi lirik lagu, melainkan kisah di balik lagu. Masing2 lagu dikisahkan siapa penciptanya, tahun berapa dibuat dan kenapa Dylan menyanyikannya (karena beberapa lagu bukanlah Dylan penciptanya). Ternyata ini sejenis album perjalanan karir Bob Dylan. Kalo istilah Musica studio ‘titian karir’.

Sekitar lima bulan lalu pas ke Jakarta, saya mampir ke Tampur (di kiosnya Junaidi di samping kantor pos). Eh, nemuin lagi kaset Bob Dylan yang album the very best, masih sama-sama rekaman Team. Kasian lagi ngeliat si Dylan ini, saya ganjar kali ini cukup dengan 10 ribu. Junaidi deals! Nah yang ini baru ada lirik lagunya. e

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 152 other followers