By: Rizki Hasan
Berbagai aktivitas kantor belakangan ini telah membuat saya super sibuk sehingga tidak sempat untuk mendengarkan musik – apalagi menulis artikel yang saya janjikan pada blog ini yaitu membahas band NIACIN.
Alhamdullilah liburan Idul Adha kemarin ini memberikan waktu luang bagi saya untuk mengejar berbagai “ketinggalan”, dan akhirnya saya dapat menyelesaikan artikel yang dijanjikan tersebut.
Tulisan ini saya bagi dalam dua bagian, pertama adalah pembahasan mengenai beberapa faktor (diluar musiknya) yang membuat NIACIN menarik di mata saya. Kedua adalah pembahasan mengenai musik band tersebut, termasuk rekaman yang dihasilkan.
BAGIAN I: THE RIGHT STUFF
Meskipun musik merupakan penentu utama dalam menjadikan suatu band disukai dan menjadi sukses, saya juga memperhatikan hal-hal lain seperti siapa musisi yang bermain, formasi band, instrumen apa saja yang dimainkan, penampilan, dan aspek pemasaran. Semua ini saya definisikan sebagai Right Stuff, dan setiap orang mempunyai definisi yang berbeda satu sama lain. Untuk saya, Right Stuff dari NIACIN minimal ada tiga yaitu The Return of Hammond, Power Trio, dan World Class Musicians.
The Return of Hammond
Yang menjadikan NIACIN berbeda dengan band lainnya adalah karena mungkin band ini adalah satu-satunya band era tahun 1990an yang khusus dibentuk untuk membangkitkan kembali penggunaan instrumen organ merek Hammond terutama jenis B3.
Diciptakan oleh Leslie Hammond di tahun 1934, organ Hammond telah menjadi salah satu ciri khas dari musik progressive rock tahun 1960 – 1970. Hampir seluruh pemain keyboard top jenis musik rock pada era tersebut menggunakan instrument ini: Jon Lord dan Don Airey (Deep Purple); Keith Emerson (NICE dan ELP); Tony Kaye, Patrick Moraz, Ken Hensley (Uriah Heep), Steve Walsh (Kansas), Rick Wakeman (YES), Richard Wright (Pink Floyd); Tony Banks (Genesis); Vincent Crane (Atomic Rooster). Tidak ketinggalan musisi jenis lainnya juga aktif menggunakannya seperti Chester Thompson (Santana), Steve Winwood (Blind Faith dan Traffic), dan Brian Auger (Brian Auger’s Oblivion Express).
Sejalan dengan perkembangan musik dan technology serta perubahan zaman, penggunaan Hammond cenderung menurun di era 1980 – 1990, dan bahkan perusahaan yang memproduksi instrument tersebut akhirnya mengalami kebangkrutan. Beruntung saja ditahun 1991, perusahaan asal Jepang, Suzuki Corporation membeli kepemilikan perusahaan tersebut dan akhirnya memproduksi serta memasarkannya kembali organ Hammond, termasuk model baru dengan teknologi terkini.
There is definitely something about the sound and also the way it is played. Itulah kesan dan hal yang saya dapat dari instrumen ini. Musik yang didukung dengan Hammond, menurut saya akan menjadi lebih asyik dan progressive. Sebagai contoh, saya teringat begitu enaknya lagu Heat Goes On dari band Asia ketika pemain keyboard Geoff Downes memasukan unsur organ Hammond pada permainan solonya.
Dengan konsep Hammond sebagai motor musiknya, sudah dipastikan NIACIN akan menjadi lebih menarik dan berbeda dengan band-band lainnya.
Power Trio
Konsep bermain dengan tiga orang atau yang umum disebut Power Trio selalu menarik buat saya, dan NIACIN merupakan band yang menggunakan konsep tersebut seperti juga band-band lain yang saya kagumi seperti UK, Emerson Lake and Palmer (ELP), Genesis, Police, Rush, Triumph, Beck Bogert Appice, Cream, The Jimi Hendrix Experience, Primus serta masih banyak lagi.
Beberapa hal yang membuat Power Trio menarik adalah:
- Musik yang dihasilkan oleh tiga orang ternyata tidak kalah dengan musik yang dihasilkan band empat orang atau lebih, bahkan cenderung memberikan kesempatan yang lebih besar kepada musisinya untuk berimprovisasi dan berkreasi – tidak dibatasi dengan kehadiran musisi lain diluar formasi tersebut.
- Dibandingkan dengan Power Duo (formasi band dengan dua orang), musiknya jauh terasa lebih lengkap.
- Segala kekurangan instrumen umumnya dapat diisi dengan kelebihan para musisinya bermain instrument lain secara rangkap. Sebagai contoh, Geddy Lee dari super band Rush, selain bass, dia bernyanyi dan memainkan keyboard. Atau Eddie Jobson yang bermain keyboard dan untuk permainan solo banyak menggunakan biola sebagai pengganti gitar.
- Pada pertunjukan langsung lebih enak dipandang karena effisien dan tidak memenuhi panggung.
Berdasarkan instrument yang digunakan, secara umum terdapat tiga bentuk formasi Power Trio yaitu: (a) gitar, bass dan drums (b) gitar, keyboards; dan drums dan (c) bass, keyboards, and drums.
NIACIN sendiri menggunakan bentuk yang terakhir – bass, keyboard dan drums, mirip dengan ELP dan UK. Perbedaannya adalah di NIACIN, musik yang dimainkan hampir seluruhnya adalah instrumental dan terdengar lebih banyak permainan solo bass.
World Class Musicians
NIACIN terdiri dari tiga musisi berpengalaman kelas dunia yaitu John Novello (Hammond B3 dan keyboard), Billy Sheehan (bass) dan Dennis Chamber (drum).
Dibandingkan dengan kedua musisi yang lain, nama John Novello yang pada awalnya adalah pemain keyboard aliran Jazz dan R&B tidak terlalu dikenal sehingga pembahasan mengenai dirinya menjadi terbatas. Yang pasti sejak NIACIN, John mulai dikenal sebagai salah satu pemain keyboard yang diperhitungkan di dunia musik secara lebih luas dan merupakan salah satu dari sedikit spesialis Hammond B3. Selain NIACIN, John sudah membuat beberapa rekaman solo, sayangnya belum ada satupun yang saya miliki.
Billy Sheehan sebagai salah satu bassist favorit terutama di dunia musik rock dan melalui permainannya di band terkenal Mr. Big dan The David Lee Roth Band. Billy juga mempunyai tiga solo album dan pernah terlibat dalam berbagai proyek musik antara lain Explorers Club “Age of Impact”, Bozzio Sheehan “Nine Short Films”, Munetaka Higuchi (drummer band Loudness) with Dream Castle “Free World”, dan BX3 (proyek musik yang menampilkan Billy bersama dua bassist kelas dunia lainnya, Jeff Berlin dan Stu Hamm).
Dengan Mr. Big, Billy Sheehan sudah beberapa kali datang ke Indonesia, termasuk mengadakan klinik bass. Bulan November tahun ini rencananya Billy Sheehan akan datang kembali ke Jakarta bermain dalam proyek musik bersama drummer Mike Portnoy (ex-Dream Theater), keyboard Derek Sherenian (ex Dream Theater) dan Tony MacAlpine (solo artist) – Semoga para pembaca dapat menyaksikan penampilan band ini yang pasti luar biasa.
Meskipun hanya bermain dengan bass empat senar, permainan Billy penuh improvisasi dan tidak kalah dengan pemain jumlah senar yang lebih banyak. Permainan Billy enak didengar dan seringkali mirip dengan permainan gitar.
Gambar 1: Solo album Billy Sheehan dan beberapa album yang pernah didukungnya
Meskipun tidak mempunyai pendidikan drum secara formal, drummer Dennis Chamber berhasil menjadi salah satu drummer yang dikagumi di industri musik dan masuk dalam 25 Legendary Talent Who Changed Drumming versi majalah Modern Drummer (Drummer lain yang masuk dalam daftar ini diantaranya Neil Peart, Billy Cobham, Tony Williams, John Bonham, Dave Weckl, Max Roach, Buddy Rich, Steve Smith, Terry Bozzio dan Vinnie Colauita – sebagian sudah pernah saya bahas di artikel sebelumnya di blog ini “A Review of Drummers”).
Dennis Chamber terutama dikenal sebagai drummer dari gitaris legendaris John Scofiled, Santana dan John McLaughlin.
Beberapa hal yang menjadi kelebihan Dennis adalah kemampuannya untuk bermain secara cepat dan terlihat tidak menggunakan gerakan yang banyak serta memiliki groove yang enak dan cenderung funky. Dennis juga ahli dalam memainkan double bass pedal.
Seperti Billy, Dennis juga sudah beberapa kali ke Indonesia, diantaranya dengan Santana dan John Scofield pada acara Java Jazz Festival serta klinik drum yang disponsori oleh perusahaan cymbal, Zildjian.
Sebagai orang yang mengagumi permainan Dennis, saya masih jauh dari istilah penggemar berat karena saya baru memiliki beberapa koleksi rekamannya (diluar NIACIN) yaitu Santana “All That I Am”, The Breckers Brother “Live”, Alain Caron le band “Rhytm’n Jazz”, Tom Coster “From the Street”.
Gambar 2: Beberapa rekaman yang pernah didukung Dennis Chamber
BAGIAN 2: THE MUSIC AND RECORDINGS
Musik yang dimainkan oleh NIACIN adalah musik instrumental dengan kategori jazz-rock, progressive rock dan blues-rock. Rekaman yang sudah dihasilkan adalah “Niacin” (1996), “High Bias” (1998), “Deep” (2000), “Time Crunch” (2001) dan “Organik” (2005) serta satu video pertunjukan langsung mereka di restoran Blue Note Tokyo yang diberi judul “Blood, Sweat & Beers” (1997). Saya memiliki dua album pertama dan video pertunjukan tersebut, dan selebihnya saya mendengar/melihat rekaman band ini melalui Internet/YouTube.
Gambar 3: Laser Disc dan 2 CD album pertama dan kedua dari NIACIN
Selain memainkan lagu karangan sendiri, dalam setiap album NIACIN selalu menghadirkan minimal satu lagu milik orang lain (cover song). NIACIN juga beberapa kali menghadirkan bintang tamu diantaranya:
- Keyboardist Chick Corea (Solo artist dan Return To Forever)
- Drummer Pat Torpey (Mr Big)
- Drummer Kenwood Dernard (Various artists)
- Drummer Rayford Griffin (Jean Luc Ponty dan Stanley Clarke Band).
- Gitaris Steve Lukather (Toto)
- Vokalis Glenn Hughes (Solo artist dan Deep Purple)
- Perkusionist Alex Acuna (Weather Report dan various artists)
Secara keseluruhan lagu-lagu yang dimainkan disemua album NIACIN enak didengar – seperti jam session yang penuh dengan permainan solo dari masing-masing musisi. Permainan ketiga ini juga benar-benar kompak dan sangat direkomendasikan bagi para penggemar musik instrumental serta para pemain musik.
Karena jumlahnya yang banyak, saya mencoba menyusun kompilasi sepuluh lagu terbaik ditambah sepuluh lagu lain sebagai bonus songs:
- No Man’s Land – Lagu pembuka dari album pertama Self Titled (S/T).
- One Less Worry – Juga dari album pertama dimana dalam video pertunjukannya, Dennis Chamber menampilkan kebolehannya bersolo drum.
- I Miss You (Like I Miss The Sun) – lagu slow dari album pertama yang mirip sekali dengan lagu “Angela” karangan Bob James yang menjadi musik film seri TV “Taxi”.
- Daddy Long Leg – Lagu bernada aggressive dari album “Time Crunch”.
- Soul Diversion – Lagu dari album “High Bias” yang dimainkan John, Billy dan drummer tamu, Rayford Griffin (gaya permainannya mirip dengan Dennis).
- Montuno - Lagu bernada latin dari album “High Bias” dan dibantu oleh Alex Acuna pada perkusi.
- Best Laid Plans – Dari album ketiga “Deep”.
- Hang Me Upside Down- Karangan Chick Corea dan dimainkan di album “High Bias” secara kwartet bersama Chick Corea pada fender rhodes dan drummer tamu, Kenwood Dernard. Berdurasi paling lama yaitu sebelas menit dan musiknya benar-benar style Chick Corea.
- King Kong – Cover song di album “Organik” karangan Frank Zappa (dari album “Uncle Meat”) yang dibawah secara lebih jazzy.
- Super Grande – Dari album “Organik”, beberapa bagian dari lagu ini dibawakan hampir seperti lagu latin.
Bonus Songs:
“NIACIN”:
- Do A Little Work
- Klanghorn
“High Bias”
- Bird Land– cover song Joe Zawinul, dibantu oleh perkusi Alex Acuna ditambah vocal sampling dari band vokal Take 6
- Revenge
- Cool To Be Touch
“Deep”
- Bootleg Jeans
- Things Ain’t Like They Used To Be – Satu-satunya lagu vokal menampilkan vokal dari Glenn Hughes serta solo gitar blues dari Steve Lukather
- Mean Street – cover song dari Van Halen.
“Time Crunch”:
- Red – Cover song karangan Robert Fripp (dari album King Crimson berjudul sama).
“Organik”
- Repeat Offender
PENUTUP
Upaya NIACIN membangkitkan kembali penggunaan instrumen Hammond, yang sangat indentik dengan musik progressive, pada musik modern, merupakan sesuatu yang pantas untuk dikagumi – salut buat mereka. NIACIN membuat saya semakin mantap mempercayai bahwa konsep bermain trio sebenarnya cukup untuk membentuk band dan menghasilkan musik yang bagus. Saya juga semakin mengagumi ketiga musisi band tersebut dan berupaya untuk mengumpulkan rekaman lain yang dihasilkan oleh mereka.



October 30, 2012 at 12:55 pm |
Mas Rizki,
Whoooaaaaa…!!! Artikel yang luar biasa! Anda memang pengamat musik dahzyat mas! Salut.
Terima kasih telah menyempatkan diri menulis artikel yang bagusa dan well-structured ini. Apalagi dikirim pada saat yang tepat yaitu ketika produktivitas saya menurun karena pulkam kemarin. Saya sangat berterima kasih mas Rizki mengisi tulisan di blog gemblung ini … Wah ..jadi semangat nih pasang Niacin .. Saya suka meski gak lengkap koleksi saya mas ….
Salam prog!
October 30, 2012 at 1:02 pm |
Sama-sama Mas, terima kasih juga atas komentarnya.
Cheers
October 31, 2012 at 7:17 am |
Ulasan mas Rizki tajam dan tampak musical intellegencia-nya..sudah selayaknya Mas Rizki dan Om gatot bikin buku khusus yg membahas bunga rampai Proclaro ditambah pak Alfie yg khusus membahas proclaro Indonesia
October 31, 2012 at 8:34 am |
Terima kasih atas komentarnya Mas Apec. Saya sendiri belum ngerti nih ttg bunga procarlo?
October 31, 2012 at 10:36 am |
Setuju banget sama bro Apec, ulasan mas Rizki ini top markotop! Saya salut apresiasinya terhadap band yang sebenernya jarang diperhatikan orang. Sayapun hanya punya 2 CD nya saja. Salah satunya, album “Deep” yang pernah saya review:
http://www.progarchives.com/Review.asp?id=39774
October 31, 2012 at 8:04 am |
Terimakasih atas pencerahannya, saya buta sama sekali dgn band dengan nama aneh ini, Niacin. Saya ikut senang karena salah satu musisi dari grup rock kesukaan saya, TOTO, muncul jadi guest, si Steve Lukather.
October 31, 2012 at 8:42 am |
Mas Kris, Toto beserta musisi2nya juga favorit saya. Permainan gitar Steve L selalu enak didengar dan di album Niacin bagus sekali solo blues gitarnya.
Bagi penggagum gitaris tsb, saya rekomendasi album dan video Steve L bermain bersama Larry Carlton (another guitar legend).
October 31, 2012 at 10:11 am
Ada juga album steve lukather yg main bersama Eddi van halen kalo gak salah..lumayan juga musiknya mas.
Mas Kris: Niacin enak banget didengar, rumit tp indah,he..he.. saya juga hanya punya 2 album yg ada versi kasetnya
October 31, 2012 at 11:53 am
Kalimat Mas Apec benar sekali “rumit tapi indah”
November 1, 2012 at 5:22 am
Justru itu yg membuat prog itu nikmat
November 2, 2012 at 6:05 am |
Mas Rizki, salam kenal…. nama Niacin mungkin dipakai karena pemainnya ber 3 ( trio), sebab niacin dalam dunia farmasi adalah vitamin B3…..
November 2, 2012 at 6:50 am |
Salam kenal juga Mas Herman dan thank u utk infonya. Tambahan info sesuai kutipan dari Mas Yuddi “Niacin sendiri adalah nama farmasi vitamin B3 – sbg interpretasi Hammond B3″.
April 4, 2013 at 7:25 pm |
wah kelewatan, baru kebaca tulisan yg sangat komprehensif (thanks mas Rizki) ttg grup Niacin-
Niacin wajib utk penggemar ‘sound’ Hammond B3.
April 4, 2013 at 8:15 pm |
Tumben mas Yuddi bisa appreciate musik generasi baru … Niacin pancen oye