Archive for July, 2012

The Best of BOSTON by Team Records

July 31, 2012

Kemarin saya setelah kaset ini. Ternyata OK semua lagu-2nya. Dulu terlalu sombong karena tak pernah mau nyetel kaset ini selain “More Than A Feeling”. Ternyata ada beberapa lagu bernuansa prog meski pas vikal masuk tidak lagi prog …..

Box Set Deep Purple by Team

July 30, 2012

By: DR Arief Apec Bakhtiar

Selamat malam,pagi dan siang buat Om gatot dan penikmat setia blog edan ini,
Senyampang maraknya dunia kaset, yg mulai dibakar lagi oleh Om gatot dan masih dalam suasana mengenang kepergian Lord Of Hammond, Jon Lord yg juga merupakan pendiri grup Deep Purple,maka kali ini saya mengirimkan gambar koleksi yg  memorable bagi saya selama masih kuliah di FK Unair. Karena dengan melihat kaset ini, maka saya selalu teringat saat selesai jaga dari Rumah Sakit, sering menyempatkan diri untuk mampir ke sekumpulan pedagan kaset dan CD bekas di daerah Boulevard Plaza Surabaya masih dengan menggunakan baju jaga RS. Kali ini akan saya tampilkan 17 kaset box set keluaran Team Record seri complete story of deep purple
Sebagaimana box set keluaran Team, nomer pertama merupakan album pertama DP, grup yg dimotori Jon Lord dengan judul Shades of Deep Purple dengan vokal Rod Evans dan berakhir pada album keluaran th 1987, yaitu House of Blue light.. Setelah album ini, tdk ada kelanjutan dari box set ini, sebab th 1988 kalo gak salah Bob Gedolf mengobrak abrik sistem perkasetan negara kita, sehingga tdk ada lagi kaset bajakan,padahal sangat gedongan,he..he..
Sebenarnya sayang banget, coba kalo ada hingga album DP yg Banana,wah makin mentereng rak lemari kaset saya,ha..ha..
Ke-17 kaset keluaran Team ini tidak saya dapatkan secara langsung, perlu sekitar 9 tahun untuk bisa mendapat lengkap 17 kaset. Seri pertama yg saya dapat adalah yg nomer 7,album Machine Head yang saya dapatkan dari mas Anto, salah seorang penjual kaset bekas di daerah Boulevard Plaza Surabaya yg saat ini sudah buyar semua pedagangnya ( kapan ya ada suasana seperti dulu, kalo malam cangkruk disitu sambil membahas kaset-kaset yg perlu dikejar), lalu nomer 5,album In rock..Satu persatu ( bahkan pernah dua perdua)  saya peroleh hingga lengkap. Nomer terakhir yg saya dapatkan adalah nomer 16, album Perfect Stranger sekitar 4 bulan lalu dari seorang Kolekdol ( koleksi namun akhirnya di dol,dijual-red) terkenal dari Surabaya, namanya Cak Zaenal..Para kolektor di Suroboyo kudu harus wajib tahu yang namanya cak Zaenal ini, kalo belum tahu, berarti bukan kolektor maupun penikmat kaset,ha..ha.. bahkan kudu lebih kenal yg namanya Cak zaenal daripada Gubernur Jatim.
Selain seri Team ini, Box Set DP juga ada dari Saturn ( sebelum berubah jadi Team record), namun nomer urutan album seri saturn ini tidak sama dengan team record, meski secara keseluruhan adalah sama,hanya nomer albumnya yg tidak sama. lain dengan Box set PinkFloyd dan Rolling Stone yg sama antara seri Team dan seri saturn..
Viva Kaset Indonesia…
salam,
Apec

Peter Frampton’s albums by Yess

July 30, 2012

By Hardani Kristanto

Lagi-lagi, mumpung lagi seru ngomongin kaset, rilisan Yess utamanya, saya sharing salah satu koleksi rocker djadoel yang punya nama Peter Frampton. Kaset ini juga diharapkan dapat menambah sensasi mas Gatot yang sebentar lagi akan menikmati tape deck Tandberg-nya.

Sebetulnya kaset Peter Frampton pertama yg saya (pernah) beli adalah yang album “Breaking all the rules” rekaman Billboard. Walaupun sebelumnya sudah kenal lagu2nya dari kaset kompilasi campuran, misalnya “I’m in You” atau “Show me the way”. Dua lagu ini memang yang paling terkenal dari rocker yang pernah digadang2 sebagai rocker paling tampan, paling tidak itu yang disebut2 oleh majalah jadul Aktuil, kalau gak salah ingat. Ya, semacam Donny Osmond-lah dari jalur pop music, hehehe …

Peter Frampton pada jaman jayanya sangat terkenal dengan tentengan gitar yang dilengkapi dengan talk box, yang mampu memberikan efek suara sangat unik, paling tidak dijamannya, bahkan sempat menjadi pemegang patent, atau hanya dialah yang boleh memakai product equipment yang sejatinya alat tambahan untuk menambah sound effect dari gitar fender-nya tersebut.

Kalaupun di susunan lagu di album live “Frampton Comes Alive !” tersebut juga ada nomor kesohor “Jumping Jack Flash”, mungkin si Frampton ini juga nge-fans sama grup legendaris Rolling Stones.
Album live yang covernya sangat monumental tersebut, sempat dianugerahi sebagai Album of The Year oleh majalah Rolling Stone sekitar tahun 1976-an.

Saya sendiri lebih suka nomor cantik “I’m in You”, yang juga meraih platinum sekitar pertengahan/ akhir tahun 70-an. Lagu terakhir inilah yang selalu membuat histeria para penonton kaum hawa di setiap konsernya. Di album yang rilis tahun 1977 ini, beberapa musisi terkenal juga hadir sebagai guest star, macam Stevie Wonder, Ringo Star dan Mick Jagger. Si dower Mick malahan jadi backing vocal di nomor “I’m in You” tersebut, kapan lagi denger Mick jagger tampil “hanya” sebagai backing vocal ? Penasaran, silahkan arahkan mouse anda ke youtube, hehehe …

Oya, sebetulnya kaset Yess Frampton Comes Alive yang gradasi merah, pernah nongol di blog ini, dijepret oleh mas Hippienov yang juga sebelumnya sering nongol di blog ini … (mas Hippie, opo kabare rek, gak mampir lagi di blog gendhenk ini ?).
Kaset rilisan Yess untuk album Frampton Comes Alive ! bernomor urut 163, baik yg bergradasi merah maupun yang gradasi hijau. Sementara yang album I’m in You bernomor urut 177, artinya diproduksi oleh Yess tidak berjauhan waktunya.
Seperti iklan, “apapun makanannya, yang penting teh botol minumannya”, maka “apapun genre musiknya, asalkan Yess kasetnya, pasti huenak dinikmatinya” ..

Chuck Mangione by Yess

July 29, 2012

Sore ini menikmati kaset gedongan lagi, rekaman Yess bertajuk Chuck Mangione. Tak jelas ini dari album apa yang jelas asik aja mainnya si Chuck ini. Dulu ngetop dengan Children of Sanchez. Tapi memang lagu2 di kaset ini mirip dengan Children of Sanchez temasuk pembukanya Song of The New Moon.

Kaset ini saya beli tanggal 20 Februari 19983; berarti sudah berusia mendekati 30 tahun pada bulan Februari tahun depan. Tak ada penurunan kualitas, masih enak aja dinikmati, bahkan nyamlenk tenan soalnya Yess gitu loh! Nomer serinya juga masih lama: 069, berarti vintage nih kaset.

Fully laminated, soalnya rekaman Yess gitu loh!

Kaset: Tinsley Ellis “Storm Warning”

July 29, 2012

Sekitar tahun 2002-2004 begitu (lupa tepatnya) saya banyak bergaul dengan temen2 yang gandrung dengan musik blues termasuk kang Hendro Martono yang suka siaran Blues di radio M 97, juga Adi Nugroho. Dari Adi Nugroho inilah saya mengenal kaset resmi dari label Alligator yang mengkhususkan diri dalam bentuk serial “Blues Corner”. Saya koleksi beberapa kaset Blues Corner yang saat itu dibelinya hanya di dua toko: Duta Suara Sabang atau di Pasar Raya Blok M (yang ini rasanya sekarang sudah tidak ada lagi). Kaset ini dijual lebih murah dibandingkan lainnya yang saat itu harganya rata-rat sekitar Rp. 22.500,-. Kaset2 Blues Corner harganya sekitar Rp. 15.000,- hingga Rp. 17.500,- (semoga saya gak salah; yang jelas pokoknya murah).

Saya lupa mulai beli yang album apa, tapi yang jelas setelah mencoba satu kali beli akhirnya saya keranjingan beli terus dan saya sangat menyukai karena selain rekamannya bagus, desain kasetnya juga keren. Kualitas pitanya sepertinya juga bagus karena tak ada yang goyang kalau disetel. Bahkan, lucu juga, kaset Fenton Robinson bahan saya pindahkan ke CD, bukan dalam bentuk MP3 tapi audio CD karena saya punya perekam CD audio.

Album Tisley Ellis “Storm Warning” ini juga termasuk yang saya suka bahkan saya juga sudah pindahkan ke audio CD juga. Saya tahu nama Tinsley Ellis ya dari kaset Blues Corner ini …. Permainan gitarnya cakeb banget; lagu2 bluesnya juga mantab. Semua lagu di album ini saya suka. Apalagi didengarnya via kaset seperti saat ini …meski pake Walkman Sony yang saya sambung ke active speaker JBL. Tetep muantab jaya…!!! Hidup kaset!!!!!! Puwas pol!!!

I save my soul to the devil for a dime … Yeah!

Gitarannya tuing tuing tuing …muantebbbzz!!

Front and Back cover.

cassette inlay information

Kasetnya transparan …

 

Peran Produser

July 29, 2012

Peran produser sering luput dari perhatian atau bahasan kritikus musik padahal penting. Di jaman radio M 97 dulu, temen saya Andy Julias sebagai Music Director di radio tersebut telah berhasil merancang sebuah Sabtu Spesial menampilkan produser Bob Ezrin, misalnya. Semua album rock yang diproduseri dia terus diputer sepanjang hari Sabtu non-stop termasuk dari Aerosmith, Alice Cooper hingga Pink Floyd “The Wall”. Bahkan Bob Ezrin saat ini sedang menggarap album baru Deep Purple yang akan dirilis tahun 2013 yang akan datang.

Saya baru belajar mengenai peran penting produser ya saat membeli CD YES ‘The Ladder” dimana di situ personil Yes sangat memberikan apresiasi kepada produsernya yang wafat, Bruce Fairbairn. Sebelumnya saya tak begitu memperhatikan lha wong saya lahir di jaman kaset bajakan, mana saya tahu di setiap album itu ada produser yang bisa berbeda meskipun band nya sama. Di sekitar awal tahun 2000an saya mulai kenal dengan Andy Julias, Krisna Prameswara dan temen2 lainnya yang suka nangkring di M 97, ternasuk dari milis M-Claro. Dari Andy Julias saya semakin mendalami begitu besar peran produser dalam musik, sampai-sampai Andy mengangkatnya (khusus Bob Ezrin) dalam sebuah acara seharian penuh.

Bob Ezrin

Nama Bob Ezrin memang sudah tak asing lagi dan dia bisa dikatakan telah menjadi produser selama empat puluh tahun dimulai dari debutnya memproduseri album Alice Cooper ‘Love it To Death’ (1971). Yang kemudian saya kaget dan akhirnya membenarkan dengan kalimat “Oh …pantas saja musiknya keren lha wong produser-e Bob Ezrin’ ya album Ursa Major di tahun 1972 yang di Indonesia terkenal dengan lagu ‘Back To The Land’ dan ‘In My Darkest Hour’.

Saat saya mulai menggandrungi power metal melalui Kamelot ‘Karma’ yang saya sukai (sekali!) akhirnya perhatian saya pada sepasang produser keren bernama Miro dan Sascha Paeth. Kemudian saya perhatikan setiap album power metal bila ada sepasang produser ini saya kok suka musiknya seperti Rhapsody (of Fire) yang akhirnya menjadi band kesukaan saya juga.  Juga akhirya saya suka Angra, Shaman, Edguy, Aina, Tobias Sameth’s Avantasia, …pokoknya banyak deh karya Miro dan Sascha Paeth ini.

Sascha Paeth yang juga gitaris dari Heavens Gate

Michael “Miro” Rodenberg yang juga pemain kibord asal Jerman

 

Kaset “a tribute of RUSH” by Magna Carta

July 29, 2012

Keunggulan kaset resmi paska ngamuknya Bob Geldof tentang kaset bajakan adalah lebih informatifnya musik yang terkandung di dalam kaset tersebut seperti kaset ‘a tribute of RUSH’ yang saya dengarkan kemarin dan beberapa hari sebelumnya. Lihat saja foto-foto dari cover kaset ini, kumplit sekali hingga pengarang lagu, pembawanya siapa saja (per instrumen) termasuk siapa produser rekaman ini.

Sengaja saya tampilkan semuanya di sini biar jelas bahwa kaset resmi meski harganya jauh lebih mahal dari yang versi bajakan, namun sungguh menyenangkan informasinya.

Front & Back cover yang menyambung jadi satu, tinggal dilipet saja, sudah bentuk kaset. Di back cover sudah terbaca siapa pengarangnya.

Informasi siapa main apa di lagu apa juga jelas sekali di laman ini. Ini yang jarang ada di kaset bajakan dulu.

Peran produser sering terlupakan padahal penting. Bagi saya informasi tentang produser sangat penting.

Informasi sekilas tentang Rush juga lengkap ….”What Rush mean to you?” …wuiks ….! Pertanyaan yang menohok sukma tenaaaannnn…!!

Kalau inlay nya ketinggalan pun di kaset ada daftar lagu setiap mukanya … Wis jiyan informatif pol cak!

Ini muka 2 nya.

Jadi, kesimpulannya begini kira-kira ….

Kalau cocok musiknya, mendengarkan lewat kaset rasanya lebih asik.

Kalau rekaman jaman bajakan, kualitas suara dan kaset lebih baik dan awet

Kalau rekaman Yess, musik jenis apapun jadi nikmat dan super duper nuansamatik ….

Hidup kaset!!!

Salam,

G

 

Kaset MSG “Save Yourself”

July 29, 2012

Malam ini memang nyleneh, nyetel musik macem-macem, bahkan sekarang nyetel McAuley Schenker Group dari kaset rekaman resmi, bukan bajakan lagi. Kualitas kasetnya dan rekamannya kurang bagus sih, namun OK jugalah. Permainan Michael Schenker di gitar memang keren …. Musiknya sih hard rock biasa, gak ada prog-nya …. Yah, buat selinganlah ….mosok prog terus?

The Doors by Aquarius

July 29, 2012

Setelah menikmati John Mayall and The Bluesbreakers, lanjut dengan memutar kaset kompilasi The Doors keluaran Aquarius (incl. lyrics). Asik banget rekaman Aquarius, empuk bassnya meski desisnya lumayan tinggi. Ciri rekaman Aquarius memang begitu, bass dan trebel keren tapi desis paling tinggi dibandingkan rekaman lain. Tapi gak masalah.

Saya sebenernya bukan penggemar The Doors, namun karena pengen nyetel kaset, maka saya samber ini. Tadi sebelum menikmati John Mayall bahkan menikmati Rush Tribute “Working Man” ….

Hidup kaset jadoel!

Ngeblues dulu bersama John Mayall

July 29, 2012

Malam ini ngeblues kok nikmat ya, nyetel John Mayall & The Bluesbreakers – The 1982 Reunion Concert. Sayang didengarkan dari CD bukan dari kaset rekaman Yess. Nikmat sekali konser reuni ini …

Track list:

  1. “Hard Times Again” (4:54)
  2. “You Never Can Be Trusted” (3:57)
  3. “Howlin’ Moon” (4:15)
  4. “Ridin’ on the Santa Fe” (3:34)
  5. “I Should Know Better” (5:25)
  6. “My Time After Awhile” (5:28)
  7. “She Can Do It” (3:50)
  8. “Lookin’ for Willie” (9:29)
  9. “Room to Move” (6:58)
  10. “Get me some dollars” (4:53)
  11. “Have You Heard” (7:34)

Lineup:

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 130 other followers