Whoooaaaa……!!!!!!! Sejak kemarin dirangkul sama Chris Squire, malemnya saya gulung koming ndak bisa tidur koyok wong ndeso gak pernah ke kota. Orang heran ya, wong cumak dirangkul sama wong sepuh wae kok bangga banget sih? Ya begitulah YES …begitu besarnya pengaruh Yes ke kehidupan saya secara pribadi. Kalau saya bicara Yes, ternyata bukan sekedar musik tapi banyak banget maknya tentang kehidupan ….
- YES sebagai penyemangat hidup. Jujur, sejak saya kenal Yes dari ‘Fragile’ sekitar tahun 1974, saya langsung berpikir kok gak ada band sedahzyat Yes lagi. Ya, tentu ada nama lainnya …tapi memang Yes inilah sebenarnya tonggak kehidupan prog saya dimulai … Yup guys! Just right there in Madiun, to be exactly at Jalan Sumatra no 26 where I was the first time amazed by the wonderful composition of Fragile as an album especially with tracks like Roundabout, Southside of The Sky, Heart of The Sunrise …. Oh man … I am totally speechless on what I really feel about the band. It’s really fabulous!!! Sejak Fragile, saya mengikuti terus Yes dengan album2 dahzyat lainnya: Relayer, Close To The Edge, Tales From Topographic Ocean, pokoknya all about Yes was really YES to my mind and my heart, really! Hidup saya menjadi bersemangat sekali setelah itu. Setiap ngepel pagi di rumah ibu di Jalan Sumatra, saya selalu pasang Fragile. Kemudian berangkat ke SMP 1 Madiun, jalan kaki, saya juga bersiul ‘I’ll be the roundabout ….’ Biyuh!!!! Tuoooobbbbzz!!! Setiap hari kalau belajar, saya tak pernah lepas dari kaset Yes. Pokoknya Yes was everything at that time …uhm …even until now man!
- YES adalah jiwa. Ya…. Musik Yes itu tak sekedar untaian nada dan harmoni yang indah yang terintegrasi dalam sebuah komposisi indah. Saya rasa terlalu cethek banget kalau menganggap Yes is just ‘the music’. Yes bagi saya adalah ‘jiwa’. Jiwa yang gimana? Jiwa yang selalu progresif mencari sesuatu yang baru dan tak terikat dengan pakem-pakem yang ada. Setiap buku tentang Yes selalu saya pelajari tak sekedar dari musiknya tapi lebih ‘jiwa’nya. Tengoklah album ‘Tales From Topographic Ocean’ yang dipicu dari pengalaman spiritual Jon Anderson sangat bertemu dengan perkusionis King Crimson, James Muir, dalam sebuah konser dimana mereka main satu panggung. Pertemuan nuansamatik tersebut membuat Jon berpikir ulang tentang makna kehidupan bahwa ada sesuatu di luar sana .. the divine power yang maha kuasa, yang mengatur semua alam semesta sehingga tak ada bintang yang bertabrakan, bulan dan matahari yang tak tabrakan, dan seterusnya … Makanya dia ‘njawil’ Steve Howe buat menggarap album GILA yang berisi hanya empat lagu dimana satu lagu durasinya adalah satu sisi dari PH yaitu sekitar 22- 24 menit. Jadilah double album luar biasa tersebut. Menurut saya, inilah album terbaik Yes dan saya menulis review yang panjang banget tentang album Tales. Banyak komentar apresiasi dari pembaca ProgArchives yang saya terima terkait dengan review tersebut. Tentu saja…saya waktu menulisnya juga pakai JIWA bahwa di alam sana di Arsy nya ada tahta kekuasaan tertinggi yang kita kecil sekali dan tak ada apa-apanya … Dia-lah Allah subhanahu wa ta’ala.
- Yes adalah gaya hidup. Lihatlah betapa Yes begitu dinamis musiknya, antara satu albm dengan lainnya praktis tak ada kesamaan sama sekali. Coba bandingkan Fragile dengan Close To The Edge, mana ada persamaannya? Tapi akarnya sama ….yakni kekuatan melodi dan harmoni yang ditunjukkan dengan vokalisasi duet maut antara Jon dengan Chris. Jangan salah lho, suara Chris itu bagus. Kalau di Indonesia ada God Bless dengan backing vokal Donny dan Ian Antono yang dahzyat, kalau di Yes yang keren ya Chris. Coba perhatikan lkalau live, selalu keren suara Chris. Atau, coba beli album solonya ‘Fish Out of Water’. Keren jal! Gaya hidup Yes ini pernah saya sesali saat mereka ikut arus pop di tahun 1983. Awalnya saya kecewa, tapi lama kelamaan saya suka karena di situ ada Changes, Cinema dan lagu2 lainnya. Owner of A Lonely Heart pun akhirnya sering saya gunakan saat saya menggelar workshop.
- Yes adalah seni. Coba tengok dari segi artworknya setiap album yang digarap oleh Roger Dean. Wow! Keren abis. Yes lah yang memperkenalkan pentingnya artwork dalam positioning sebuah musik yang eksklusif seperti milik Yes ini. Semua album-albumnya keren banget meski ada era dimana Roger Dean gak ikutan.
- Yes adalah musik yang indah. Nah, baru …di urutan ke lima baru saya taruh musiknya. Meski di urutan kelima, bukan berarti musik Yes gak indah. Wah keliru besar tuh! Justru inilah hebatnya Yes …. The guys can sell their ideas beyond music! Lihat aja album terakhir Fly From Here yang tergolong lembek dan gak Yes banget, namun ternyata bisa dinikmati dengan baik. Justru saya sangat berharap nonton live FFH ini.
Makanya hari ini pikiran saya hanya YES muluk. Kerja udah gak konsentrasi lagi. Makanya sejak jam 14:00 tadi saya sudah di Pacific Place menyambut konser ntar malam. Postingan ini saya tulis di sebuah cafe di PP sambil nyeruput capuccino dan menikmati setlist YES ntar maam via Sennheiser headphones …. JRENG!!!
Keep on proggin’ …!
April 24, 2012 at 4:09 pm |
Outstanding, Om Gatot…:)
April 24, 2012 at 4:13 pm |
Mantapp Mas
April 24, 2012 at 5:34 pm |
Cuma bisa ngeces deh aku hehehe … selamat menikmati YESSHOW, om G!
April 25, 2012 at 12:44 am |
Tulisan yg kumplit dan. Mantaf mas
April 25, 2012 at 2:27 am |
Asw Om Gatot, kalo Yes di depan mata mana bisa konsen kerja coba^^…ampe sekarang pun aku masih hyper…gabisa tidur hahaa.
April 25, 2012 at 10:20 am |
Ayo,segera laporan pandangan mata Om..buat hamba yg tdk bisa lihat…Dan yang lebih penting, bagi saya, seseorang yg mengaku seneng musik namun ndak bisa menikmati yes, artinya belum suka musik sesungguhnya karena belum terbentuk Gyrus Otak dalam kepalanya yg berfungsi sebagai reseptor musik..
April 26, 2012 at 11:41 am |
temen2ku yang baik semuanya …. Maaf banget baru nongol lagi …Soalnya sepulang dari konser YES besoknya saya demam …(in real sense) alias badan panas …jadi belum sempat tulis LPM nih … Ini baru mulai nulis ….
Konser yang maha dahzyat!
May 8, 2012 at 2:23 pm |
wahh..kiat ga sempet ketemuan mas….saya bareng bag tom crimson dan mas sukwoto,kaka juan,rommy dan ricky katili