Archive for April 24th, 2012

Yes! Malam ini nge-YES!!!!

April 24, 2012

Whoooaaaa……!!!!!!! Sejak kemarin dirangkul sama Chris Squire, malemnya saya gulung koming ndak bisa tidur koyok wong ndeso gak pernah ke kota. Orang heran ya, wong cumak dirangkul sama wong sepuh wae kok bangga banget sih? Ya begitulah YES …begitu besarnya pengaruh Yes ke kehidupan saya secara pribadi. Kalau saya bicara Yes, ternyata bukan sekedar musik tapi banyak banget maknya tentang kehidupan ….

  1. YES sebagai penyemangat hidup. Jujur, sejak saya kenal Yes dari ‘Fragile’ sekitar tahun 1974, saya langsung berpikir kok gak ada band sedahzyat Yes lagi. Ya, tentu ada nama lainnya …tapi memang Yes inilah sebenarnya tonggak kehidupan prog saya dimulai … Yup guys! Just right there in Madiun, to be exactly at Jalan Sumatra no 26 where I was the first time amazed by the wonderful composition of Fragile as an album especially with tracks like Roundabout, Southside of The Sky, Heart of The Sunrise …. Oh man … I am totally speechless on what I really feel about the band. It’s really fabulous!!! Sejak Fragile, saya mengikuti terus Yes dengan album2 dahzyat lainnya: Relayer, Close To The Edge, Tales From Topographic Ocean, pokoknya all about Yes was really YES to my mind and my heart, really! Hidup saya menjadi bersemangat sekali setelah itu. Setiap ngepel pagi di rumah ibu di Jalan Sumatra, saya selalu pasang Fragile. Kemudian berangkat ke SMP 1 Madiun, jalan kaki, saya juga bersiul ‘I’ll be the roundabout ….’ Biyuh!!!! Tuoooobbbbzz!!! Setiap hari kalau belajar, saya tak pernah lepas dari kaset Yes. Pokoknya Yes was everything at that time …uhm …even until now man!
  2. YES adalah jiwa. Ya…. Musik Yes itu tak sekedar untaian nada dan harmoni yang indah yang terintegrasi dalam sebuah komposisi indah. Saya rasa terlalu cethek banget kalau menganggap Yes is just ‘the music’. Yes bagi saya adalah ‘jiwa’. Jiwa yang gimana? Jiwa yang selalu progresif mencari sesuatu yang baru dan tak terikat dengan pakem-pakem yang ada. Setiap buku tentang Yes selalu saya pelajari tak sekedar dari musiknya tapi lebih ‘jiwa’nya. Tengoklah album ‘Tales From Topographic Ocean’ yang dipicu dari pengalaman spiritual Jon Anderson sangat bertemu dengan perkusionis King Crimson, James Muir, dalam sebuah konser dimana mereka main satu panggung. Pertemuan nuansamatik tersebut membuat Jon berpikir ulang tentang makna kehidupan bahwa ada sesuatu di luar sana .. the divine power yang maha kuasa, yang mengatur semua alam semesta sehingga tak ada bintang yang bertabrakan, bulan dan matahari yang tak tabrakan, dan seterusnya … Makanya dia ‘njawil’ Steve Howe buat menggarap album GILA yang berisi hanya empat lagu dimana satu lagu durasinya adalah satu sisi dari PH yaitu sekitar 22- 24 menit. Jadilah double album luar biasa tersebut. Menurut saya, inilah album terbaik Yes dan saya menulis review yang panjang banget tentang album Tales. Banyak komentar apresiasi dari pembaca ProgArchives yang saya terima terkait dengan review tersebut. Tentu saja…saya waktu menulisnya juga pakai JIWA bahwa di alam sana di Arsy nya ada tahta kekuasaan tertinggi yang kita kecil sekali dan tak ada apa-apanya … Dia-lah Allah subhanahu wa ta’ala.
  3. Yes adalah gaya hidup. Lihatlah betapa Yes begitu dinamis musiknya, antara satu albm dengan lainnya praktis tak ada kesamaan sama sekali. Coba bandingkan Fragile dengan Close To The Edge, mana ada persamaannya? Tapi akarnya sama ….yakni kekuatan melodi dan harmoni yang ditunjukkan dengan vokalisasi duet maut antara Jon dengan Chris. Jangan salah lho, suara Chris itu bagus. Kalau di Indonesia ada God Bless dengan backing vokal Donny dan Ian Antono yang dahzyat, kalau di Yes yang keren ya Chris. Coba perhatikan lkalau live, selalu keren suara Chris. Atau, coba beli album solonya ‘Fish Out of Water’. Keren jal! Gaya hidup Yes ini pernah saya sesali saat mereka ikut arus pop di tahun 1983. Awalnya saya kecewa, tapi lama kelamaan saya suka karena di situ ada Changes, Cinema dan lagu2 lainnya. Owner of A Lonely Heart pun akhirnya sering saya gunakan saat saya menggelar workshop.
  4. Yes adalah seni. Coba tengok dari segi artworknya setiap album yang digarap oleh Roger Dean. Wow! Keren abis. Yes lah yang memperkenalkan pentingnya artwork dalam positioning sebuah musik yang eksklusif seperti milik Yes ini. Semua album-albumnya keren banget meski ada era dimana Roger Dean gak ikutan.
  5. Yes adalah musik yang indah. Nah, baru …di urutan ke lima baru saya taruh musiknya. Meski di urutan kelima, bukan berarti musik Yes gak indah. Wah keliru besar tuh! Justru inilah hebatnya Yes …. The guys can sell their ideas beyond music! Lihat aja album terakhir Fly From Here yang tergolong lembek dan gak Yes banget, namun ternyata bisa dinikmati dengan baik. Justru saya sangat berharap nonton live FFH ini.

Makanya hari ini pikiran saya hanya YES muluk. Kerja udah gak konsentrasi lagi. Makanya sejak jam 14:00 tadi saya sudah di Pacific Place menyambut konser ntar malam. Postingan ini saya tulis di sebuah cafe di PP sambil nyeruput capuccino dan menikmati setlist YES ntar maam via Sennheiser headphones …. JRENG!!!

Keep on proggin’ …!

A Fortune In Lies: Dream Theater Live in Jakarta

April 24, 2012

Review by: MICHEL KARTAADIREDJA

Mumpung masih Hot2 teman2 neh review/share konser Dream Theater dari gw,, maav yak kalo review nya kepanjangan,, dua hari neh bikinnya,, hihihihi,, x)
A FORTUNE IN LIES: DREAM THEATER LIVE IN JAKARTA

Dream Theater “A Dramatic Tour of Events” Live in Jakarta 21 April 2012
Oke,, sudah saatnya gw bikin Review/share mengenai konser Dream Theater di Mata Elang Indoor Stadium Ancol Jakarta 21 April 2012 yg lalu, gw musti bikin review konser ini, karena pertama, ini merupakan konser paling berkesan yg gw alami setelah konser Iron Maiden di Jakarta dan Bali 17 februari  dan 20 februari 2011 yg lalu, dan Konser Judas Priest di Singapore 20 februari 2012 yg lalu, kedua, karena neh band yg paling di nantikan dan di tunggu2 oleh fans nya di Indonesia karena Dream Theater merupakan band dgn fans terbesar di dunia no 1 di Indonesia. gw akan share mengenai pengalaman gw selama 3 hari Dream Theater berada di Jakarta 20, 21, dan 22 April, tapi sebelum gw review neh konser gw akan cerita dulu mengenai sudah sering bolak balik gagal nya neh band mau ke Indonesia selama 3 kali (2004, 2006, 2008) di karenakan suatu hal, tapi kali ini gw ngak mau bahas yg taon 2004, dan 2008, karena di taon ini jadwal Jakarta blum sempet masuk di official website Dream Theater, baru rencana yg akhirnya batal sepihak, gw akan bahas mengenai yang taon 2006, di mana jadwal kota Jakarta sempet masuk di official website nya Dream Theater, ok,, let the review begin,, J
Batalnya konser Dream Theater di Jakarta 29 Januari 2006
Sekitar akhir bulan oktober 2005, pas gw iseng2 buka official website Dream Theater, tiba2 nongol nama kota Jakarta di jadwal tour nya,, Dream Theater live in Istora Senayan Jakarta 29 Januari 2006, begitu tau jadwal Dream Theater nongol, gw pun kaget setengah mati, karena gw dah lama nungguin neh band main di Jakarta, apalagi sewaktu Mike Portnoy, sang Drummer Dream Theater klinik di Hard Rock Café Jakarta 23 agustus 2001, dia menjanjikan ke para penonton klinik akan membawa 4 teman nya ke Indonesia, Cuma pada saat itu baru jadwal nya aja yg keluar, blum tau siapa yg datengin neh band, berulang kali gw cek Aquarius dan tempat2 penjualan tiket, mereka cuma bilang belum ada info mengenai penjualan tiket, alhasil gw tetep menunggu, selang beberapa minggu menunggu akhirnya dapet info tentang penjualan tiket, harga yg di patok pada saat itu untuk kelas VVIP (depan stage) Rp. 350.000,- VIP (belakang VVIP) Rp. 250.000,- dan Tribune samping kiri kanan dan belakang Rp. 175.000,- yes,, akhirnya udah dapet infonya,, cuma pada waktu itu tempat2 penjualan tiket blum siap menjual, dan lagi2 gw menunggu, pada saat yg bersamaan gw nunggu confirm tiket, sekitar bulan November 2005 ada kejadian di solo yg tertangkapnya para pelaku Terrorist nordin m top, ya gw waktu itu santei aje, kan ini berita bagus, tp ternyata berita ini berdampak thd travel warning dari Amerika terhadap jadwal Dream Theater di Jakarta, yg mengakibatkan Band ini menghilangkan jadwal Jakarta di jadwal tour Asia nya,, cuma jadwal Singapore aja yg masih tetep di tgl 27 Januari 2006 di Singapore Indoor Stadium, melihat situasi ini gw pun panic,, What the,,,” gw pun mencoba telv ke tempat penjualan karcis, salah satunya tempat penjulan karcis Ibu Dibyo cikini, dan mereka pun confirm klo DT batal, ihik,, L Jujur,, ini merupakan pembatalan konser paling menyakitkan yang pernah gw alami, karena gw emang menanti2 bener neh band dateng,, sampe taon berganti taon mereka tak kunjung dateng ke Indonesia,, sampe sekitar 5 taon kemudian di bulan desember 2011,, mereka mengumumkan jadwal konser mereka di Jakarta 21 april 2012,, Yes,,! Akhirnya mereka akan datang juga ke Jakarta yehaaa,,! \(^o^)/
Kedatangan Dream Theater di Jakarta 20 april 2012
Hari yang di tunggu2 akhirnya tiba,, kedatangan Dream Theater ke Indonesia, walapun di twitter Jordan Rudess bilang dia udah otw dari Korea ke Jakarta, gw tetep masih kepengen ngeyakinin klo Dream Theater bener2 dah menginjakan kakinya di tanah air ini, so cara supaya gw bisa tau mereka dah nyampe ke Jakarta, ya dgn mengejar mereka ke Airport, rencana ini udah gw planning sejak abis selesai nonton konser Anthrax di Pantai Carnival Ancol 31 maret 2012 yg super keren, brutal chaos, dan dasyhat itu,, \m/ . jumat pagi 20 april 2012, gw dah rencana kepengen ke airport, karena gw blum dapet info mengenai Hotel mana tempat mereka menginap, gw udah planning sehabis shalat Jumat gw cabut, karena gw baca di twitter John Petrucci, klo mreka dah mau take off jam 8 pagi dari korea selatan menuju Jakarta, perjalanan dari Seoul Korea menuju Jakarta itu di tempuh sekitar 8 jam, jadi gw perkirakan mreka landing di Jakarta pukul 16.00 wib, eh baru mau planning ke Airport sehabis Shalat jumat, ada info kalo neh band bakal nginep di antara hotel Intercontinental, Hotel Mulia, sama Hotel Sheraton Gunung Sahari, so dengan adanya info ini gw langsung kontak Benny The Bear temen gw, dan dia pun bergerilia mengecek satu2 hotel yg disebut tadi, dan dapet info ada yg nginep di Hotel Mulia orang yg bernama Petrucci, sempet gw ragu, bisa aja kan yg nginep itu namanya Peter Petrucci, bukan si John Petrucci gitarisnya Dream Theater,, he he,, :p
Akhirnya gw mutusin untuk memilih Hotel Mulia buat Hunting neh band, so gw brangkat ke hotel sekitar jam 14.00 wib bersama dengan temen gw karis, dan kodrat KDT pun menyusul kesana,, di lokasi gw akhirnya menemukan Benny the Bear/Benny nugroho yg sudah ada disana yg dari tadi udah Bbm in gw melulu karena panic setiap ada mobil Alparth lewat dan berenti di lobby,, alhasil kita pun menunggu di lobby,, dan berdoa semoga bener neh Hotel tempat DT menginap,, dan yangg di cek sama si benny bener John Petrucci,, bukan Peter Petrucci. Sambil memandang timeline Twitter yg hari itu sempet bermasalah karena signal nya ilang2 mulu,, akhirnya sempet ngebaca timeline Rudess, kalo mereka dah sampe Jakarta,, YES,,! Akhirnya DT pun nyampe di Jakarta,, cihuuuuyyyy,,, \m/^_^\m/ waktu menunjukan pukul 16.00,, ya gw perkirakan klo mereka on the way ke hotel dari airport sekitar 2 jam an,, karena emang pad awaktu itu hujan deres, dan pastinya akan macet, jadi gw prediksi mereka nyampe sekitar jam 18.00 wib,, sambil deg2 ser,, menunggu mereka dateng, (ya gimana ngak deg2 ser, wong sampe detik itu kita blum tau neh band bener nginep di hotel mulia apa ngak, sama deg2 ser mau ketemu band Progressive Metal dari New York City Amerika Serikat).Mendekati jam 18.00, tidak ada tanda2 kiamat,, *eh salah, tanda2 neh band mau nyampe, sambil menunggu gw pun penasaran buka Twitter, dan mendapat informasi Dream Theater baru cabut dari bandara ke hotel pukul 18.00, di karenakan ketahan di imigrasi selama 2 setengah jam. Ada kesalahan cap passport rupanya, ya namanya juga Indonesia,, brarti perkiraan gw mereka baru akan nyampe di hotel sekitar pukul 20.00,, nunggu lagi deh,, padahal perut dah laper banget, dan ngak berani ninggalin lobby sampe neh band nyampe,, L

Para Pemburu DT: Michel (kotak2), Kodrat (paling kanan)

Akhirnya waktu pun menunjukan pukul 20.00, masih blum ada tanda2,, sementara di lobby hotel gw dan teman2 bertemu dengan Umar dan Tommy Detoz, yang juga lagi hunting personil DT, nah disini si Umar sempet ngomong klo di hotel Mulia banyak pintu rahasia nya,, artis bisa lewat mana aja,, bisa lewat lobby utama, lobby ballroom di lantai bawah, sama melalui pintu parkir dari lantai 2,, lagi asik2 nya ngobrol, eh tiba2 ada satu security nyamperin ke kita dan nanya: ‘lagi nungguin siapa ya mas’ dan dengan spontan gw jawab: ‘lagi nunggu temen dari New York’ sambil gw ngeloyor pergi ninggalin tuh security hotel, hihi,,  :p Akhirnya kita pun bagi tugas di tiga titik pintu masuk, biar kepantau neh band nanti lewat mana, pas ngecek pintu lobby ballroom lantai bawah, gw perkirakan ngak mungkin neh Dream Theater lewat bawah karena disini lagi ada acara, banyak orang2 pake batik, so jadi titik jaga ada di 2 titik, lantai dasar lobby dan lantai 2, di saat lagi santai2 sambil tetep deg2an,, tiba2 dari balik kaca lobby terlihat ada Bus gede dateng yg di kawal sama pengawalan polisi, Yup,, tidak salah lagi Dream Theater telah sampai di Hotel,, waduh,, suasana di lobby pun seketika menjadi suasana yg panic,, Panic Attack,,! Gw dan teman2 udah ngak bisa ngapa2in,, bahkan rencana yang sebelumnya udah di planning sebelum neh band dateng mengenai gimana cara enak minta tanda tangan sm foto2 pun buyaaarr seketika,, yang ada Cuma deg2an yg luar biasa,,, gileee men tuh band yang gw punya seluruh album dan DVD nya,, yang gw hafal semua lagu2nya dari album awal sampe album terbarunya ada di depan mata kepala gw sendiri, baru masuk lobby hotel,,, arrrrrgghhhh,, I am finally see them in the front of my eyes,, Yes,,! Yes,,!

John Petrucci

Gw liat band di temani sama seseorang yang gw familiar tampangnya,, eh ternyata dia adalah Greg Vincent, neh si Greg adalah orang yang nemenin Dream theater dari kedatangan, di perjalanan, di hotel, di venue, sampe mreka balik lagi ke airport, dalam hati gw, ada kesempatan gw bisa minta bantuan sama Greg. Pas masuk ke dalam hotel ke 5 personil DT ini, mereka masih terlihat sangat ramah dan penuh senyum menyapa kita2 para fans yang ada di lobby, dan bales menyapa pas si Kodrat KDT memanggil si John Petrucci, padahal mereka itu sudah lelah sekali , karena dah capek di perjalanan dari Seoul ke Jakarta selama 8 jam, tertahan di imigrasi Airport selama 2.5 jam, dan perjalanan macet karena hujan selama 2 jam,,  gw bisa lihat lelah nya wajah mreka, tapi di saat yang lelah tersebut si Jordan masih aja sempet megang i-phone nya dan merekam ke arah kita2 yang ada beberapa meter dari dia, aduh neh aki2 tua ada ajaa,, -____-“  di saat ada kesempatan gw dan temen2 untuk minta foto bareng sama minta tanda tangan, tiba2 security hotel menghalangi jalan anak2,, tapi ngalangin nya terlalu berlebihan dan lebay,, alhasil kesempatan anak2 untuk nemuin neh band gagal, dan mreka sudah keburu masuk ke lift buat ke kamar, damn,,! gara2 security hotel,, gagaaal total,,! Akhirnya kita pun memilih untuk menunggu di lobby kembali dengan harapan mereka bakal turun dan makan malem di coffee shop hotel.  Di saat lagi menunggu, dateng lagi temen gw Bayu Kraken dan Wisnu Oracle, mereka pun akhirnya ikut nungguin bareng kita.

Jordan Rudess

Sambil menunggu kapan neh band nongol, tiba2 dari balik lobby nongol temen gw si Greg yg langsung geletak di sofa lobby gw sama anak2 sambil nyender kecapean,, dan dia langsung ngomong,, gile men,, mereka itu cuapek banget gara2 lama ketahan di airport karena masalah imigrasi dan juga kelamaan di jalanan karena macet, dan dia bilang ke anak2 klo untuk malem ini para personil Dream Theater memilih untuk makan di kamar hotel masing2 dan memilih untuk langsung tidur karena terlalu capek,, dan Greg juga banyak bercerita pengalamannya bersama personil Dream Theater selama di bus perjalanan ke hotel dari airport, ya cerita si John Myung yang tetep diem dengan ke misteriusan nya,, Jordan Rudess yang asik main i-pad nya,, James LaBrie yang masih bête karena masalah imigrasi, dan yang lain2nya,, dan James Labrie sangat kaget karena blum pernah melihat kemacetan separah ini di negara manapun di dunia. Setelah ngobrol2,, akhirnya Greg cabut karena promoter neh band memanggilnya, dan cabut ke arah coffee shop untuk makan malem, gw pun gembling sm anak2 untuk nungguin neh band turun,, dengan batas waktu maximal sampe jam 23.00,, dan sampe pukul 23.00 pun neh band tak kunjung turun juga,, alhasil gw dan anak2 memutuskan untuk pulang, dan Kodrat, Benny, Tommy, Karis merencanakan untuk kembali lagi keesokan harinya jam 6 pagi untuk lanjut hunting,, sedang untuk gw sendiri memilih untuk tidak ikut mreka besok pagi karena gw mau pas tanggal 21 april, hanya mau konsen ke konser nya,,, ngak mau konsentrasi kebelah dua yang hunting foto2 sama tanda tangan, dengan nonton konser,, pokoknya fokus ke konser,, ngak apa2 lah ngak dapet foto2,, kalo rezeki juga ngak akan kemana,, yg penting kan gw dari awal emang niatnya mau nonton aja dan cuma mau mastiin di hotel klo semua personil DT dan dateng ke Jakarta, dan emang bener adanya mereka dah nyampe Jakarta,, J

Konser Dream Theater, Mata Elang Indoor Stadium, Jakarta 21 April 2012
kita semua tau,, klo tgl 21 april adalah hari kartini,, dan gw juga menghormati hari ini,, cuma untuk taon ini,, 21 april 2012,, gw untuk sekali ini mau ngerayain hari ini sebagai hari Dream Theater day,, karena hari ini band dari New York Amerika Serikat Dream Theater konser di Mata Elang Indoor Stadion Jakarta,, dalam rangka tour neh band “A Dramatic Tour of Events” gw dan temen2 gw dah rencana mau ngumpul di Seven Eleven Mahakam antara jam 15.30 sampe 16.00 buat brangkat ke Ancol naek Hyundai 666, gw pun brangkat dari rumah jam 3 lewat dikit bareng Bayu Kraken yg tinggalnya kebetulan deket sama rumah gw, sampe di Seven Eleven, sudah terlihat ada Diaz, Tommy Detoz, Sony, sambil menunggu Ivan Toress dan Heykel yang juga mau ikut satu mobil Hyundai 666, sambil makan sbentar di kentaky bareng bayu, akhirnya gw cabut ke ancol ber delapan, sempet ada masalah dikit sama ban mobil gw karena kurang angin dan nyari2 dulu tukang tambal ban, akhirnya Hyundai 666 pun nyampe di ancol pukul 18.00 wib.

Pasukan Hyundai 666

Dari sejak kedatangan ke venue di ancol, sudah terlihat kerumunan massa yg begitu banyak,, apalagi sejak menuju ke antrian pintu masuk,,  jujur ngak nyangka kalo bakal serame ini,, emang sih semua orang juga tau klo DT merupakan band dengan fans terbesar itu di dunia itu no 1 di Indonesia (berdasarkan survey google trend) dan jujur,, begitu gw liat crowd yang ngantri,, gw jadi ngak percaya klo tiket yg katanya dah terjual itu jumlahnya 7000,, ini mah lebih dari 10000 Penonton,, ck ck ck,, setelah turun dan cari parkir yang kebetulan agak jauh jaraknya karena yang deket lokasi dah penuh, gw pun menuju ke Mall Ancol Beach City, tempat Mata Elang Indoor Stadium, agak unik emang neh stadion, sebuah setadiun berkapasitas kira2 sekitar 12.000an penonton yg letaknya di dalam Ancol beach City Mall, setelah magriban sebentar, gw dan anak2 siap menuju antrian, oh ya sekedar informasi, selama di venue, hampir semua jenis kartu hand phone ilang semua signal nya, sampe2 gw yang bawa tiket temen gw si Retno harus kewalahan setengah mati cari2an dengan modal sms yg kadang masuk, kadang ngak, karena gw ngak bisa telv dia karen asignal yang parah, tapi akhirnya bisa ketemu juga,, Alhamdullilah,, aman,, JOke,, karena banyaknya crowd yang ngantri,, akhirnya gw dan teman2 memilih untuk masuk belakangan,, ngak apa2 ntar di dalem tinggal terobos masuk ke depan,, he he he,, :p anak2 yang lain sama gw memilih untuk nunggu di mall sambil nongkrong2 dan ngobrol2 sambil nunggu pintu gerbang venue di buka,, ketemu banyak temen2 disitu, ada Purnomo, Pak Gatot, Yani Woke, Si Dogger Tea, Eto, Budi Tampur, Bimo, Kevin, Om Tom Pane, Cumzki, Bambang Olie, Pipink, sist Sarah Rimba, Cak Arman dan lain2,, mereka semua memilih nunggu, kecuali si Bayu Kraken yg ngak sabar dan akhirnya memilih ngantri duluan sambil menyaksikan antusias penonton yg segitu banyaknya. Dan akhirnya pintu masuk venue MEIS di buka pukul 19.00 pas,, yang di sambut dengan teriakan para fans yang sebagian katanya sudah mengantri dari pukul 14.00. walaupun pintu gerbang dah di buka,, tetep aja lama masuknya,, ya sudah akhirnya gw dan teman2 memutuskan untuk masuk belakangan,, (tetep niat nyerobot nantinya) :pSetelah udah agak sepi antrian,, gw dan teman2 pun masuk ke dalam venue,, setelah lewat pemeriksaan, gw pun masuk ke atas ke festival area,, jujur gw agak kesel pas masuk ke area ticketing sama pemeriksaan, kayaknya periksa karcis nya ngak teliti, dah gitu tas pinggang gw ngak di periksa pula, tau gitu kan gw bawa kamera pocket gw (yang dari ketentuan di tiket ngak boleh bawa kamera pocket) sempet agak bête gw disini, tapi tak apalah,, toh BB onyx gw hasil foto nya lebih Jernih dan jelas daripada kamera pocket gw, dan posisi baterei dah penuh, plus gw bawa baterei cadangan satu, =) pas masuk,, gileee,, dah hampir full di area festival,, sedangkan area tribune kiri dan kanan itu dah penuh full,, hanya bagian belakang tribune tengah yg msh blum 100% penuh,, baru sekitar 80%,, dan begitu acara di mulai sudah 95% terisi penuh,, Pas gw masuk artis pembuka Andy Mckee,, seorang gitaris Acoustic Solo yang bagi gw ngerik banget mainnya,, gw ngak tau dia udah main brapa lagu,, karena gw telat masuk,, setelah Andy Mckee selesai, set panggung pun di set ke set panggung Dream Theater,, ngak perlu setting lama2 krn pas Andy Mckee main, di belakang ya udah ada layar hitam besar yang nutupin stage nya DT,, jadi pas layar di buka stage DT dah siap smua,, paling tinggal setting bbrapa alat aja,, :) Gw dapet posisi berdiri di samping kiri agak depan dikit,, tapi masih agak kiri posisinya,, barengan sama si kang copet dan kang becak bro Arief Diaz,, anak2 yang lain udah pada kepisah semua karena saking banyaknya orang di area Festival. Sekilas pandangan panggung,, drumset sama persis seperti yang di pake Dream Theater tour eropa dan amerika 2011/2012,, set full drums,, 4 bass pedal drums,  dengan set rack drum super kumplit,, tom2 drums dan simbal yang jumlahnya ada puluhan,, posisi keyboard seperti biasa,, dan ampli pun cama ada di kanan panggung (posisi petrucci berdiri) sedangkan di posisi belakang stage ada 3 layar kecil lcd berbentuk kubus,, sedangkan di kanan kiri stage juga terdapat 2 layar lcd super jumbo,, yang gw sendiri kaget pas liat nya pas konser di mulai,, dan masih ada 2 layar kecil di belakang layar besar deket posisi tribune belakang (tepatnya di atas atap) ya kurang lebih ini gambaran tentang situasi dalam stage dan venue,, :)

DT crowd sedang antri ...

Setelah menunggu lebih dari setengah jam,, akhirnya lampu pun di padamkan,, di iringi dengan di mulainya intro Dream is Collapsing (Hanz Zimmer song) intro yang di ambil dari filem nya si Leonardo decaprio “Inception” yang di iringi oleh animasi kartun dari 3 layar di belakang panggung,, animasi dari karakter masing personil  DT,, sekilas mengenai kartun tersebut, cerita disitu masing2 personil band punya karakter sendiri, si Myung jadi seorang Ninja, si Labrie jadi bajak laut, si Rudess jadi Wizard seperti biasa, dan Mangini jadi jin lampu, hanya Petrucci yang gw lupa jadi apaan,, jadi beruang ato apa gitu, pokoknya orang brewokan yg punya senjata petir berbentuk gitar, mereka berlima bersatu melawan satu ekor ular naga raksasa dari laut, setelah selesai melawan ular laut tersebut, mereka naik pesawat yang melewati anak kecil badut yang lagi berjalan di atas tali sesuai cover album DT yg baru, dan pesawat landing ke suatu area yang ada tulisan tanda panah “Stage” jujur pas intro animasi ini berlangsung, emosi gw keluar, dan gw sempet terharu menitikkan air mata, karena gw bener2 dah nunggu neh band konser di Jakarta, di depan mata kepala gw sendiri,, ihik ihik,, :’) setelah ini animasi selesai,, masuklah intro lagu “Bridges in the Sky” dari album terbaru mreka Dramatic Turn of Events (2011) intro yang di iringi dengan tata lampu yang fantastis, se akan2 kita mau di invasi sama pesawat luar angkasa/Alien klo gw ngebayangin nya. Moment ini pun di sambut dengan teriakan histeris penonton,, begitu intro ini selesai, semua personil DT muncul bersama2 di atas panggung,, dan konser pun di mulai,, 5 profesor musik cerdas Kevin “James” LaBrie (vokal) John Petrucci (gitar)  John Myung (bass)  Jordan Rudess (keyboard)  dan Mike Mangini (Drummer) menghajar dengan gila2an musik mreka dgn rapih dan penuh dgn skill yg tinggi,, mereka memainkan part2 mreka dgn sempurna semua,, :) para penonton pun akhirnya ikut bernyanyi bersama2,, “Blackness,, awakens, Visions come alive,,  Seeing,,  through darkness,, With borrowed eyes,,!”

Lagu berikutnya “6.00” yg merupakan lagu dari album Dream Theater favorite gw dan masterpiece album nya DT, Awake (1994), intro drum lagu ini sangat berciri khas sekali,, Mike Mangini,, sang drummer yang menggantikan long time drummer nya dream theater Mike Portnoy ygan cabut dari DT taon 2010,, memainkan intro ini dengan sempurna sekali,, pas selesai lagu ini, temen gw si kang becak Diaz ama gw yang di ikuti oleh temen gw juga Heykel yang berdiri ngak jauh di belakang gw, memutuskan untuk pindah ke belakang, karen adi depan terlalu terganggu dengan orang2 yg sibuk merekam konser DT,, dan jug asound yang agak sedikit bising,, gw pun mengambil posisi di belakang kiri, yang ternyata spot gw berdiri itu enak banget,, dan bener2 nyaman,, :)  Cuma kalo mau jujur, emang sound nya lumayan bagus, Cuma suara Bass Drumnya Mangini agak ngegulung suaranya, suaranya beg,, beg,, beg,, bukannya dug,, dug,, dug,, kalo lagi main single pedal sih ngak berasa gulungnya,, nah pas lagi main bass drum pedal,, parah dah,, -___-“ . Ini mungkin di karenakan gedung MEIS yang blum 100% rampung, jadi mungkin untuk sound acoustic buat live nya blum pas banget. Tapi untuk tata lampu selama konser berlangsung bener2 keren dan spektakular abies,, bener2 dasyhat dan luar biasa,, bener2 memanjakan mata gw dan para penonton lainnya,, Mangstab,,! \m/. Dari posisi gw berdiri ini pula gw jadi ketemu sama si Jimmy Oracle, yang sebelumnya taon 2010 pernah nonton Dream Theater di Australia,, jadi dobel nontonnya si Jimmy J  Setelah lagu ini selesai, si James LaBrie sempet menyapa penonton, dan ngomong ke penonton, “akhirnya kita bisa tampil juga konser di Indonesia, setelah kalian sudah menunggu begitu lama kami untuk datang kesini, dan untuk lain waktu, kalian tidak perlu lagi menunggu untuk waktu yang lama” (tanda2 kalo neh band bakal balik lagi ke Indonesia secepatnya) dan sempet ngomong kalo traffic nya di Jakarta bener2 parah,, he he,, :p next stop lagu “Build Me Up, Break Me Down” yang juga dari album baru,, Abis lagu ini selesai, masuk ke lagu yang  juga menjadi andalah neh band “Surrounded” dari album Images and words (1992) di lagu ini chord massal crowd pun terjadi,, “I know it’s easier,, to walk away,,  than look it in the eye,, But I will raise a shelter to the sky,,  and here beneath this star tonight I’ll lie,, She will slowly yield the light,, As I awaken from the longest night,,” dan gw pun ikut terhanyut dalam lantunan lagu tsb,, :’)

 

Lagu berikutnya “The Root of All Evil” yang di sambung dengan drum solo dari Mike Mangini,, oya balik ke masalah layar lcd raksasa di kiri kanan stage,, jujur,, gw takjub dgn tampilan layar,, karena saking jelas dan terangnya,, walaupun gw agak belakang posisi berdirinya,, gw sangat jelas sekali liat gambar2nya,, dah gitu angle2 yang di ambil bagus2 smua,, terutama angel dari atas drumnya mike mangini,, man,,! Permainan drum si Mangini benerz2 ngerik,, drummer yg merupakan salah satu drummer tercepat di dunia, yang  juga pernah bergabung di band yang ngerik juga kayak Annihilator, Extreme, dan Steve Vai,, pokoknya ngerik dah,,! \m/ tapi tetep kecewa karena sound bass drums nya nge gulung. Berikutnya lagu “A Fortune in lies” dan “Outcry” pun di geber,, oh iya,, kenapa gw memilih “A Fortune in Lies” lagu dari album Dream Theater pertama yang berjudul When Dream and Day Unite (1989) sebagai judul Review gw, karena neh lagu merupakan lagu yang paling dapet moment nya pas gw nonton konser ini,, pas banget dah pokoknya,,  sambil gw mengikuti bait lagu tersebut “Can you show me your gold
and your silver?  hero in frozen water,,” 
setelah lagu Outcry selesai,, Mangini, Rudess, dan Myung menghilang ke belakang panggung, dan hanya menyisakan 2 buah kursi, buat si James LaBrie dan John Petrucci dengan gitar acoustic yg udah bisa di tebak mreka akan mainin lagu acoustic bedua saja,,  dan benar lagu berikutnya adalah lagu “The Silent Man” dari album favorite gw Awake,, yang pastinya juga diiringi cord massal gila2an,, and I was also sing the song too,, :”) “When there is reason,,  Tonight I’m Awake,, when there’s no answer,,  Arrive the Silent Man,, If there is balance,, tonight He’s Awake,, If they have to suffer,, There lies the Silent Man,,” lagu “Beneath the Surface” berikut yg di bawakan juga acoustic,, cuma plus drum bass, dan keyboard, akhirnya Myung, Petrucci, dan Mangini pun balik ke instrumen nya masing2. Sekilas mengenai performance mereka selama konser, terlihat masing2 personil mambawakan lagu demi lagu dengan sempurna sekali, jari jemari John Petrucci dalam memanikan gitar Musicman nya, Permainan Bass John Myung, dan Beat Master dari Manggini dengan Pearl Drums nya yg seabrek2 set nya, plus keyboardist Jordan Rudess yang menambahkan instrument I-pad di atas peralatan keyboardnya,, pokoknya bener2 hebat sekali permainan mereka malam itu, sangat kompak sekali, wajar lah kalo mereka disebut professor nya music.

Berikut lagu “On The Back of Angel” yang merupakan single lagu dari album baru mreka “A Dramatic Turn of Events” yang dapet nominasi Grammy 2012, penonton pun menyambut dengan gembira,, sehabis lagu ini selesai, mreka pun menggeber salah satu lagu favorite gw “War Inside My Head/The Test that Stumped Them All” dari album Six Degrees of Inner turbulence (2002), jujur aja pas gw liat mangini mainin lagu ini, dia mainin persis seperti yang di album, bahkan di versi live nya lebih rapih persis di album daripada si Mike Portnoy di DVD Dream Theater Budokan dan DVD Score, cuma disini terlihat sekali untuk backing vocal di lagu Test” mereka pake suara tape minus one, karena sang pengisi suara backing vocal tersebut adalah Mike Portnoy, mantan Drummer neh band, selesai lagu ini, terjadi sesi duet keyboard dan gitar dari jordan rudess dan john petrucci,, gileee neh 2 orang yang jarak umurnya cukup jauh 11 taon ini bermain solo harmonisasi yang indah secara sempurna dan menghayat hati,,  selesai duet solo2an,, mereka pun memainkan lagu yang merupakan lagu yg di tunggu2 oleh fans dream theater, lagu yang bener2 ballads dan sangat menyayat sekali,, “Spirit Carries On” dan crowd pun bernyanyi bersama2,, cuma untuk kali ini crowd nya bernyanyi lebih semangat dan lebih keras sekali,, “If I die tomorrow, I`d be alright,, Because I believe,, That after we`re gone,, The spirit carries on,,” moment terindah bagi gw yang ngak akan pernah gw lupain seumur hidup gw,, :”) dan set lagu pun di tutup dengan lagu “Breaking All Illusions” setelah lagu ini selesai, para 5 pasukan metal gagah berani ini pun menghilang ke balik panggung di sertai dengan matinya lampu panggung,, ini tanda2 mau encore,, dan penonton pun beramai2 teriak “we want more,, we want more”
Dan dalam waktu yang ngak lama,, mereka pun balik ke stage untuk memainkan lagu encore mereka,, dan juga lagu terakhir “Pull Me Under” lagu yg merupakan lagu hitz sekali pada taon 1992 dan merupakan lagu yang membuat album Images and Words dapet gold album,, dan sering sekali di puter di MTV pada tahun 1992. Begitu lagu ini di mainkan sontak penonton pun meledak,, “Pull me under Pull me under,, Pull me under I’m not afraid,,  All that I feel is honor and spite,,  All I can do is set it right,,” bener2 lagu pamungkas buat penutup konser malem itu,, yeaaah,,! Setelah lagu selesai,, mereka pun berpamitan kepada penonton,, di saat mereka take a bow,, masih aja penonton minta encore,, we want more,, we want more,, ya maklum lah,, neh band dah 3 kali batal tampil di Indonesia,, dari taon 2004, 2006, dan 2008,, dengan alesan travel warning lah,, ini lah itu lah,, tapi akhirnya taon 2012 mereka pun dateng ke Indonesia,, yeaah,,! \m/^_^\m/ dan akhirnya penonton pun puas dengan konser yg paling di tunggu di Indonesia,, dan gw pun puas banget dengan konser ini,, mantab,,!
Kelar konser, akhirnya gw menuju keluar bersama puluhan ribu penonton lainnya, sambil nyari2 temen2 gw yang lain yang udah kepisah-pisah entah kemana, dan di kontak juga susah karena sampai konser selesai signal ngak nongol2 juga, di pintu keluar sempet gw ketemu dgn Andre Bacot Siksa Kubur dan Ezra ZIFactor, ketemu Baken, Sam Alatas yg lagi pamer kertas setlist DT, dan juga ketemu Kodrat yang sudah senang dan bahagia karena siang nya sudah foto2 sama John Petrucci dan Jordan Rudess, sambil teriak2,, GW DAH NONTON DREAM THEATER, GW UDAH SAH JADI KDT,,! Gw pun ikut2an teriak,, udah Sah si kodrat,, udah halal darah nya si kodrat,, he he he,, :p dan sempet terjadi reuni kecil2an antara gw, Kodrat dengan bro Eto, (gw sih sring ketemu Eto, tapi kodrat baru ketemu lagi sejak 11 taon yang lalu di klinik Mike Portnoy 23 agustus 2001) kenapa gw bilang reuni kecil2an,, karena gw bertiga sama kodrat dan Eto pernah foto bareng sama Mike Portnoy 11 taon yang lalu, jadi temu kangen deh, cerita2 pengalama waktu ketemu Mike Portnoy dulu,, =) ngak sempet terjadi sesi foto2 yang sering dengan anak2, karena rata2 mereka ngak bawa kamera (karena peraturan panitia konser) dan BB pun rata2 dah pada lowbatt, termasuk punya gw, alhasil gw pun foto seadanya aja,, akhirnya gw sm anak2 yang gw temuin seadanya juga keluar dari vanue, menuju ke pantai pas di pinggir Ancol Beach City, yang gw kaget ternyata disini pantainya putih bersih seperti di pantai Kuta, sambil diiringi sama band top forty an yang kebetulan pas gw keluar venue lagi bawain lagu Spirit carries On nya Dream Theater, gue pun ketemu sama anak2 dan tetep berusaha kontak in anak2 supaya kumpul semua, yang kebetulan juga signal BB gw dah pulih, begitu juga dengan temen2 lainnya, mungkin ini gara2 kbenyakan orang di vanue, jadinya signal nya jadi hilang dari awal konser sampe akhir konser, setelah kumpul semua, akhirnya anak2 memutuskan untuk cabut dan nyari makan di Bubur Kwan Tung di daerah peconangan bareng dengan Wendy Roling Stone, Kiky Pinoy, Pipink, Diaz, Bayu Kraken, Sony, Tommy Detoz, Kak Rya, Bimo, Budi, Heykel, Wisnu Oracle, Ivan Torress, dll,, LAPEEERRRR,,,! :D
Hunting Dadakan Dream Theater di Hotel Mulia 22 April 2012
Setelah selesai makan2 di Bubur Kwan Tung di pecenongan sambil ketawa2 canda gurau, sambil POTA POTO,, POTA POTO,, he he he,, x) akhirnya anak2 mutusin untuk pulang, dan di saat mau naek ke mobil, tiba2 keputusan berubah,  anak2 sebagian memutuskan untuk nyoba hunting lagi ke Hotel, ya jujur aja sih,, gw sendiri udah kepalang tanggung panas liat si Kodrat KDT dan foto2 duluan sama Personil Dream Theater, so anak2 akhirnyasepakat untuk menuju ke Hotel, sebagian lagi pulang karena dah capek, jadinya rombongan yang jalan ke hotel adalah gw, Tommy Detoz, Heykel, Wisnu Oracle, Bayu Kraken, Sony, Diaz, Pipink, dan Kak Rya, sampe di Hotel waktu menunjukan sekitar pukul  02.30, brarti paling ngak kita harus nunggu sekitar 3 jam-an karena berdasarkan pengalaman yang ada, band2 biasanya ceck out dari hotel pagi2 sekali, apalagi mereka tgl 23 april nya udah harus main ke Jepang, jadinya anak2 memutuskan untuk duduk di sofa lantai 2 yang dari posisi tersebut, lobby keliatan dari balkon tempet kita duduk2,, jadi bisa sambil si awasin. Sambil menunggu waktu pagi, ada yang Tidur kayak si Diaz yang ngorok nya berisik buanget hehe,, :p, si heykel mainin gitar si Wisnu Oracle yang John Petrucci Ibanez signature yang sengaja dibawa Wisnu buat di tanda tanganin, di sela2 menunggu tiba2 si Greg muncul dari arah parkiran Mobil, dan langsung join ke tempat anak2 nongkrong sambil ngobrol2 lagi sama anak2,, si Greg banyak bercerita tentang pengalamannya selama dari sebelum konser, sampe sesudah konser, dia juga cerita kenapa si Mike Mangini ngak ikut Konfrensi Pers, karena tom2 drumnya tertinggal di hotel dan harus di bawa langsung ke Ancol, para personil DT yang sebelum manggung masih aja sempet latihan warm up sebelum naik ke stage, dan ditanya sama greg, berapa lamakah Petrucci ngak megang gitar, kata Petrucci paling lama sebulan, itu juga karena ada liburan sama keluarganya, dan lain2, greg juga bercerita kalo mereka puas banget dengan konser DT di Jakarta, katanya crowd nya oke. Ngak lama ngobrol2 akhirnya greg mutusin untuk naik ke atas hotel untuk istrirahat, karena emang mukanya dah lelah kecapean dan ngantuk juga, dan gw sempet ngomomg ke greg, untuk minta tolong bilangin ke DT klo kita mau ketemu untuk tanda tangan dan foto2, dan greg pun bilang akan mengusahakannya,, Thanks to Bro Greg yg udah ngebantuin anak2 kasih info di Hotel J
Sambil menunggu dan lagi2 menunggu, tiba2 dari arah pintu parkiran nongol si Benny Nugroho, yang di ikutin oleh Karis, dan Kodrat, serta teman2 yang lain yang gw ngak kenal, sambil cela2an becanda, gw ngomomg ke Kodrat, eh dok,, ngapain lu kesini lagi,, kan udah dapet foto2 sama Petrucci dan Rudess,,  truz si kodok langsung ngomong, kan sama Labrie, Myung dan Mangini belum, akhirnya kita mutusin untuk berpencar jaga2 di setiap lantai, karena Hotal Mulia ka nada 3 pintu yang bisa di pake buat keluar masuk orang2. Pas melihat jam, gw lihat sudah hampir pukul 06.00, pas gw iseng2 turun ke bawah, ke lobby utama, dan melihat ke arah recepsionis, Eeng Iing Eeng,, gw pun melihat sudah ada John Myung yang lagi Ceck Out di recepsionis sambil nenteng2 tas koper, tanpa ba bi bu be bo,, gw langsung panggil anak2 di lobby atas, yang sebagian masih pada tidur di sofa, woooyy,, bangooon,,, John Myung udah di lobby, dan bagai petir yang menyambar, anak2 pun bangun dan langsung bergegas turun ke Lobby bawah, sesampai nya di bawah anak2 masih santai ngak langsung deketin si Myung, ya iyalah,, kita walaupun fans berat masih punya etika, setelah menunggu sebentar, tiba2 si myung menuju ke lobby samping recepsionis, yang diikuti oleh anak2, truz myung ninggalin koper, dan menuju ke arah anak2 sambil memberikan tanda tangan dan foto2 bareng, dan yang gw salute sama anak2, mereka walaupun bergerombol, masih jagain si myung supaya ngak kesenggol, ngak merasa terganggu, pokoknya membuat si Myung merasa nyaman senyaman2nya menghadapi para Fans, dan Myung bener2 orang yang ramah dan penuh dengan senyum, setelah selesai, anak2 pun meninggalkan Myung sambil ngomong ke Myung,, Thanks John and thanks for the show last night, J selanjutnya anak2 pun menunggu lagi di lobby sambil liat hasil jepretan foto masing2,, di saat John sendirian megangin koper sambil nunggu teman2nya, Wisnu pun menghampiri, dan ngajak Myung ngobrol, terlihat si Myung asik sekali ngobrol dsengan si Wisnu yang kata si wisnu dia seneng banget ngomongin masalah bass dan nanya apa aja koleksi gitar dan bass si wisnu.
Lagi asik2 nya anak2 liat hasil jepretan dengan si Myung tadi, tiba2 dari ujung recepsionis nongol si Jordan Rudess, glek,, tambah kaget anak2,, si Rudess ke recepsionis sebentar, tau2 sehabis dari recepsionis dia tiba2 langsung nyamperin sambil bawa kopernya ke kita2 yang dari tadi belum bergerak sekalipun ke arah Rudess, dan ngomomg ke anak2 “hello guys, how about the show last night?” seinget gw itu an dia bilang ke kita sambil sesi tanda tangan dan foto2, lagi asik2nya ngambil foto2, tiba2 Si LaBrie nongol bareng si Andy Mckee, sambil ngelewatin kerumunan anak2, dia sambil ngomong ke anak2 tanpa kita ngomong ke dia, wait for a guys okay,, sambil senyum, setelah LaBrie selesai ke recepsionis, tanpa membawa kopernya dia langsung nyamperin anak2, dan ngomong “Are you tired guys”  sambil ngasih tanda tangan dan foto2,, yang paling beruntung ialah si kak Rya yang di foto sambil rangkulan sama si LaBrie, he he he,, x) sebagian anak juga nyamperin si Andy Mckee dan foto2 bareng dia juga,, J di saat  sesi foto dan tanda tangan sm LaBrie, tiba2 d belakang sudah nongol si John Petrucci dan diikuti oleh Mike Mangini, nah disini anak2 mulai panik, sama seperti LaBrie, sehabis ngurus Recepsionis, Petrucci langsung nyamperin anak2 sambil menyapa dengan muka yang penuh senyum dan Ramah,, “Helo Guys” ,,Hell Yeah,,! I like this Band Good Behavior \m/^_^\m/.  Setelah selesai dengan Petrucci, tinggal satu orang lagi, ngak lain ngak bukan si Mike Mangini, Drummer baru Dream Theater. Cuma si manggini kayaknya agak2 kurang ramah gitu, di panggil sama kodrat ngak nyaut, teruz pasang mukanya jutek gitu, dan selesai petrucci foto2 dan tanda tangan sama kita, si Manggini langsung ikutan cabut dan ngak nyamperin anak2, ya alhasil anak2 males ngincer, tapi ngak apa2 lah, toh udah foto ama tanda tangan si LaBrie, Myung, Petrucci, dan Rudess,, CD Dream Theater A Dramatic Turn of Events gw di tanda tanganin sama Myung, Petrucci, dan Rudess,, gw ngak sempet minta tanda tangan sama LaBRie, karena udah keburu2,, ya ngak apa2,,, yang penting dah foto bareng sama dia,, =) So ngak sia2 perjuangan anak2 nunggu di Hotel sampe pagi berjam2 dari jam setengah 3 sampe jam 7 pagi, di dalam keadaaan badan yang mau bau kecut abis nonton konser dan belum pulang, dan semua itu hilang menjadi rasa gembira dan puas sekali, gileee neh Dream Theater band gede, legend, mainnya jago2,, album2 nya keren2,, DVD nya keren2, tapi orangnya ngak sombong, dan sangat ramah sekali,, BIG SALUTE buat Dream Theater,, ngak sia2 gw kumpulin semua CD2 dan DVD2nya,, hafal semua lagu2nya,, gw bahkan pernah beli Poster Dream Theater di Ebay seharga 800rb, karena neh poster rare dan jarang banget gw dapetnya dari sejak taon 2003 sampe 2009, So Thank You Very Much to Mr. Petrucci, Mr. LaBrie, Mr. Myung, and Mr. Rudess for nice and Humble to us, The Fans,, Yeaaaahhh,,,!! \m/(^o^)\m/
Dengan ini akhirnya review konser ini saya tutup,, terima kasih banyak buat temen2 yang udah share semua kesenengan selama 3 hari Dream Theater di Jakarta, Thanks to Bayu Kraken, Benny Nugroho, Kodrat KDT, Karis Gtr, Kak Rya, Shinta Chipit, Wisnu Oracle, Kang Becak Diaz, Tommy Detoz, Greg Vincent (thanks for all the info bro) Sony, Heykel, Pipink, Umar, Budi Tampur, Ivan Torress, Wendy , Kiky Pinoy, dan teman2 lainnya,, it’s a nice moment inDream Theater live in Mata Elang Indoor Stadium Jakarta on April 21st 2012, on a “A Dramatic Tour of Events” kalo ada kata2 yg kurang berkenan di review ini (sebenarnya ini review ato curhat yak? Hehe,,:p) klo ada kekurangan atau kelebihan,, dalam mambuat review ini ngak ada yang di lebih2kan,, kekurangannya mungkin ada banyak,, jadi teman2 bisa komentar langsung di review konser ini di bawah,, sekian dari saya salam Metal,,! ,, and keep the Dreams Alive,,!  \m/^_^\m/

Dream Theater live in Jakarta 21 April 2012
Dream is Collapsing (Hans Zimmer song)

01. Bridges in the Sky
02. 6:00
03. Build Me Up, Break Me Down
04. Surrounded
05. The Root of All Evil

—-Drum Solo—-
06. A Fortune in Lies
07. Outcry
08. The Silent Man (Acoustic)
09. Beneath the Surface (Acoustic)
10. On the Backs of Angels
11. War Inside My Head
12. The Test that Stumped Them All

—-Petrucci and Rudess solo—-
13. The Spirit Carries On
14. Breaking All Illusions
—-Encore—-
15. Pull Me Under
Kevin James LaBrie (Vocals)
John Myung (Bass)
John Petrucci (Guitars, bac vocals)
Jordan Rudess (Keyboard, Piano, etc)
Mika Manggini (Drums)
NB: oh ya mohon di maavkan kalo ada salah penuliasan kata, atau ada kata yg menyinggung, dan juga harap di maklumin klo ada tulisan yang brantakan, atau narasi yang juga berantakan, gw nulis ini cm iseng mengutarakan dan ingin share pengalaman gw dan anak2 selama berlangsungnya hajatan besar konser Dream Theater live in Mata Elang Indoor Stadium, Jakarta 21 April 2012.

MICHEL KARTAADIREDJA

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 144 other followers